Mengapa DM: Banjir Data

dokumen-dokumen yang mirip
Sistem Informasi

Pen e g n a g n a t n a t r a r D at a a t a M ini n ng n oleh: Entin Martiana

Data Warehouse & Mining. Pengantar Ver dok: 0.8/ Sept 2014

Data Mining Outline BAB I Pendahuluan. Rules. Pendahuluan 9/9/2016. Who Am I? Manusia Memproduksi Data. Ricky Maulana Fajri

Data Mining. Pengenalan Sistem & Teknik, Serta Contoh Aplikasi. Avinanta Tarigan. 22 Nov Avinanta Tarigan Data Mining

DATA MINING ANALISA POLA PEMBELIAN PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA APRIORI

Konsep Data Mining. Pendahuluan. Bertalya. Universitas Gunadarma 2009

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. yang akan diteliti. Pemanfaatan algoritma apriori sudah cukup banyak digunakan, antara lain

2.2 Data Mining. Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengetahuan di dalam database. Data mining adalah proses yang menggunakan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 KONSEP DATA MINING 2 Gambar 1.1 Perkembangan Database Permasalahannya kemudian adalah apa yang harus dilakukan dengan data-data itu. Sudah diket

PENGGALIAN KAIDAH MULTILEVEL ASSOCIATION RULE DARI DATA MART SWALAYAN ASGAP

Pola Kompetensi Mahasiswa Program Studi Informatika Menggunakan FP-Growth

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 DASAR TEORI Business Analytic

BAB 2 LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas tentang konsep dasar dan teori-teori pendukung yang berhubungan dengan sistem yang akan dibangun.

Link Analysis (Superset) 3 Kategori Link Analysis (#1) 3 Kategori Link Analysis (#2) Association Rule Mining. 3 Kategori Link Analysis (#3)

Aturan assosiatif biasanya dinyatakan dalam bentuk : {roti, mentega} {susu} (support = 40%, confidence = 50%)

Assocation Rule. Data Mining

- PERTEMUAN 1 - KNOWLEGDE DISCOVERY

PENERAPAN ALGORITMA APRIORI DALAM MEMPREDIKSI PERSEDIAAN BUKU PADA PERPUSTAKAAN SMA DWI TUNGGAL TANJUNG MORAWA


Metodologi Algoritma A Priori. Metodologi dasar algoritma a priori analisis asosiasi terbagi menjadi dua tahap :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. yang tepat. Sistem data mining mampu memberikan informasi yang tepat dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Turban mendefinisikan Decision Support System sebagai sekumpulan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DATA MINING. Pertemuan 2. Nizar Rabbi Radliya 3 SKS Semester 6 S1 Sistem Informasi

PENERAPAN DATA MINING UNTUK EVALUASI KINERJA AKADEMIK MAHASISWA MENGGUNAKAN ALGORITMA NAÏVE BAYES CLASSIFIER

Pengembangan Aplikasi Market Basket Analysis Menggunakan Algoritma Generalized Sequential Pattern pada Supermarket

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISA DAN PERANCANGAN APLIKASI ALGORITMA APRIORI UNTUK KORELASI PENJUALAN PRODUK (STUDI KASUS : APOTIK DIORY FARMA)

APLIKASI DATA MINING UNTUK MENAMPILKAN INFORMASI TINGKAT KELULUSAN MAHASISWA

PENERAPAN METODE APRIORI ASOSIASI TERHADAP PENJUALAN PRODUCT COSMETIC UNTUK MENDUKUNG STRATEGI PENJUALAN

PENINGKATAN PERFORMA ALGORITMA APRIORI UNTUK ATURAN ASOSIASI DATA MINING

Timor Setiyaningsih, Nur Syamsiah Teknik Informatika Universitas Darma Persada. Abstrak

IntroduksiData Mining S1 Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Maranatha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENERAPAN METODE ASOSIASI DATA MINING MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MENGETAHUI KOMBINASI ANTAR ITEMSET PADA PONDOK KOPI

Data Warehouse, Data Mart, OLAP, dan Data Mining. arifin, sistem informasi - udinus 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

2.1 Penelitian Terkait

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

Aplikasi Data Mining untuk meneliti Asosiasi Pembelian Item Barang di Supermaket dengan Metode Market Basket Analysis

DATAMINING Anief Rufiyanto.ST (Universitas Pandanaran)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

PENERAPAN METODE ASOSIASI GSP DAN APRIORI UNTUK STOK DAN REKOMENDASI PRODUK

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PENERAPAN ALGORITMA APRIORI ASSOCIATION RULE UNTUK ANALISA NILAI MAHASISWA DI UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan minimarket di kota-kota besar sangat dibutuhkan bagi. masyarakat khususnya di daerah perumahan. Bagi sebagian besar

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KETERKAITAN DATA TRANSAKSI PENJUALAN BUKU MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI DAN ALGORITMA CENTROID LINKAGE HIERARCHICAL METHOD (CLHM)

PEMANFAATAN DATA MINING UNTUK MENGETAHUI POLA PEMBELIAN MASYARAKAT PADA SALAH SATU MINIMARKET DI KOTA MAKASSAR

ASSOCIATION RULES PADA TEXT MINING

Materi 1 DATA MINING 3 SKS Semester 6 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2015 Nizar Rabbi Radliya

BAB I PENDAHULUAN. Data mining memungkinkan penemuan pola-pola yang menarik, informasi yang

Penerapan Data Mining Association Rule Menggunakan Algoritma Apriori Untuk Meningkatkan Penjualan dan Memberikan Rekomendasi Pemasaran Produk Speedy

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERSYARATAN PRODUK. 1.1 Pendahuluan Latar Belakang Tujuan

Tahapan Proses KDD (Peter Cabena) Business Objective Determination (#1) Business Objective Determination (#2) Business Objective Determination (#4)

ASSOCIATION RULES PADA TEXT MINING

SKRIPSI TI S1 FIK UDINUS 1

BAB II TINJAUAN STUDI DAN LANDASAN TEORI

information karena data yang terkumpul itu tidak dapat digunakan untuk aplikasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA Data Mining

PERTEMUAN 13 ARSITEKTUR & MODEL DATA MINING

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Pertumbuhan pasar swalayan dewasa ini telah meningkat dengan pesat di

PENENTUAN LOKASI BARANG PADA A Swalayan MENGGUNAKAN ASSOCIATION RULE DENGAN ALGORITMA FP-GROWTH

Jurnal Edik Informatika Penelitian Bidang Komputer Sains dan Pendidikan Informatika V1.i1(52-62)

IMPLEMENTASI DATA MINING PADA PENJUALAN TIKET PESAWAT MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI (Studi Kasus: Jumbo Travel Medan)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISA POLA PEMILIHAN PROGRAM STUDI BAGI CALON MAHASISWA DI UNIVERSITAS ABDURRAB MENGGUNAKAN ASSOCIATION RULE

BAB 2 TELAAH PUSTAKA

APLIKASI ASSOCIATION RULE MINING UNTUK MENEMUKAN POLA PADA DATA NILAI MAHASISWA MATEMATIKA ITS

TINJAUAN PUSTAKA. Definisi Data Mining

ANALISA PENERAPAN DATAMINING PADA PENJUALAN PRODUK OLI MESIN SEPEDA MOTOR DENGAN ALGORITMA APRIORI

Data Mining II Estimasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bab ini menguraikan tentang teori-teori penunjang yang dipakai dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGANTAR SOLUSI DATA MINING

IDENTIFIKASI POLA PENYAKIT ANAK DIBAWAH 5 TAHUN (BALITA) DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI

Penerapan Data Mining Penjualan Sepatu Menggunakan Metode Algoritma Apriori

PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Tahapan Proses KDD (Peter Cabena)

Transkripsi:

Data Mining

Mengapa DM: Banjir Data Twitter: 8000an tweet per detik 600 juta tweet per hari. Facebook: 30 milyar item (link, status, note, foto dst) per bulan. 500 juta user menghabiskan 700 milyar menit per bulan di situs FB. Indomaret: 4500an gerai, asumsikan 3 transaksi per menit = 12 juta transaksi per hari se Indonesia. Kartu kredit visa: berlaku di 200 negara. 10 ribu transaksi per detik 850 juta transaksi per hari.

Mengapa Datamining We are drowning in data, but starving for knowledge!

Mengapa data mining? Digitalisasi, kemajuan sistem informasi data, data, data (Tera Peta) Web berita, blog, twitter, forum, flickr, fb, youtube Streaming data twitter, sensor (satelit)

Evolusi DB 60-an: koleksi data (file system primitif) 70-80: MIS (Sistem Informasi Management) 80-sekarang: OO, Deductive, Spatial, Multimedia 90-sekarang: Web based (XML, web mining), Datawarehouse, OLAP, Text Database, Text + Data mining 05-sekarang: Stream data management and mining, Cloud, Web

Apa Data Mining? Data mining (pencarian pengetahuan dari data) Mengekstrak secara otomatis pola atau pengetahuan yang menarik (tidak sederhana, tersembunyi, tidak diketahui sebelumnya, berpotensi berguna) dari data dalam jumlah sangat besar.

Apa Datamining? (lanj) Nama alternatif: Knowledge discovery (mining) in databases (KDD), knowledge extraction, data/pattern analysis, data archeology, data dredging, information harvesting, business intelligence dsb Keuntungan bagi organisasi yang menerapkan data mining?

Keuntungan Datamining Perusahaan fokus ke informasi yg berharga di datawarehouse/databasenya. Meramalkan masa depan perusahaan dapat mempersiapkan diri

Contoh: Midwest grocery chain menggunakan DM untuk menganalisisi pola pembelian: saat pria membeli popok di hari Kamis dan Sabtu, mereka juga membeli minuman. Analisis lebih lanjut: pembeli ini belanja di hari kamis dan sabtu, tapi di hari kamis jumlah item lebih sedikit. Kesimpulan yang diambil: pembeli membeli minuman untuk dihabiskan saat weekend. Tindak lanjut: menjual minuman dengan harga full di hari Kamis dan Sabtu. Mendekatkan posisi popok dan minuman.

Contoh Aplikasi Bank me-mining transaksi customer untuk mengidentifikasi customer yang kemungkinan besar tertarik terhadap produk baru. Setelah teknik ini digunakan, terjadi peningkatan 20 kali lipat penurunan biaya dibandingkan dengan cara biaya.

Contoh Aplikasi Perusahaan kartu kredit memining data customer untuk mengelompokan customer yang memiliki nilai tinggi yang perlu diprioritaskan.

Proses Datamining Pattern Evaluation Task-relevant Data Data Mining Data Warehouse Selection Pembersihan Data Data Integration Databases Diambil dari www.cs.uiuc.edu/~hanj

Diambil dari www.cs.uiuc.edu/~hanj Data Mining dan Business Intelligence Semakin mendukung pengambilan keputusan Pengambil an Keputusan Presentasi Data Teknik Visualiasi Data Mining Penemuan Informasi End User Business Analyst Data Analyst Eksplorasi Data Statistical Summary, Querying, and Reporting Data Preprocessing/Integrasi, Data Warehouses Sumber Data Database, Web, Paper, Files, Web, eksperimen DBA

Data Mining: Multi Disiplin Ilmu Teknologi DB Statistik Machine Learning Data Mining Visualisasi Pattern Recognition Algoritma Ilmu Lain

Mengapa tidak analisis data biasa? Jumlah data yang sangat besar Algoritma harus scalable untuk menangani data yang sangat besar (tera) Dimensi yang sangat besar: ribuan field Data Kompleks Aliran data dan sensor Data terstruktur, graph, social networdk, multi-linked data Database dari berbagai sumber, database lama Spasial (peta), multimedia, text, web Software Simulator

Tugas (task) dari Data Mining Prediksi: Bagaimana perilaku atribut tertentu dalam data dimasa datang? (predictive) Time series Pattern Sequence Independent-dependent relation Klasifikasi: mengelompokkan data ke dalam kategori berdasarkan sampel yang ada (label diskrit) Feature selection Clustering: mengklasterkan obyek tanpa ada sampel sebagai contoh (descriptive) Association: object association

Tujuan Association Rules Memberikan aturan yang berkaitan dengan kehadiran set item dengan set item yang lain Contoh:

Association Rules Market-basket model Mencari kombinasi beberapa produk Letakkan SHOES dekat dengan SOCK sehingga jika seorang customer membeli satu dia akan membeli yang lain Transaksi: seseorang membeli beberapa items dalam itemset di supermarket

Klasifikasi Yes married no <20k Poor risk >=20k <50k Fair risk salary >=50 Good risk Acct balance <5k Poor risk >5k age <25 Fair risk >=25 Good risk

RID Married Salary Acct balance Age Loanworthy 1 No >=50 <5k >=25 Yes 2 Yes >=50 >=5k >=25 Yes 3 Yes 20k..50k <5k <25 No 4 No <20k >=5k <25 No 5 No <20k <5k >=25 No 6 Yes 20k..50k >=5k >=25 Yes Class attribute E(Married)=0.92 Gain(Married)=0.08 E(Salary)=0.33 Gain(Salary)=0.67 E(A.balance)=0.82 Gain(A.balance)=0.18 Expected information I(3,3)=1 Entropy n S j1... S jn E( A) * I( S j1,..., S S j 1 Information gain Gain(A) = I-E(A) 12/30/2011 I( S1, S2,... Sn) pi log n i 1 2 p i Class is no {4,5} jn ) <20k Salary 20k..50k age >=50k <25 >=25 Class is no {3} Class is yes {6} E(Age)=0.81 Gain(Age)=0.19 Class is yes {1,2}

10 10 Klasifikasi Ex# Country Marital Status Income 1 England Single 125K Yes 2 England Married Yes 3 England Single 70K Yes 4 Italy Married 40K No 5 USA Divorced 95K No 6 England Married 60K Yes 7 England 20K Yes 8 Italy Single 85K Yes 9 France Married 75K No hooligan Country Marital Status Income England Single 75K? Turkey Married 50K? England Married 150K? Divorced 90K? Single 40K? Itlay Married 80K? Hooligan Test Set 10 Denmark Single 50K No Training Set Learn Classifier Model

10 10 Text Classification Ex# Hooligan 1 2 3 4 5 6 7 8 An English football fan Yes During a game in Italy Yes England has been beating France Yes Italian football fans were No cheering An average USA salesman earns 75K No The game in London was horrific Yes Manchester city is likely to win the championship Yes Rome is taking the lead in the football league Yes A Danish football fan? Turkey is playing vs. France. The Turkish fans Training Set Learn Classifier Hooligan? Test Set Model

Klastering Klastering adalah proses mengelompokkan obyek-obyek yang mirip ke dalam satu klaster. Obyek bisa berasal dari data base customer, produk, gen, mahasiswa, dsb.

Klastering Berapa Konsep Salah satu hal yang sangat penting adalah penggunaan ukuran kemiripan (similarity) Jika datanya numerik, fungsi kemiripan ( similarity function) berdasarkan jarak sering digunakan Euclidean metric (Euclidean distance), Minkowsky metric, Manhattan metric. Korelasi, cosinus, kovariance Hiraki, Kmeans, Fuzzy, SOM, Support Vector Clustering

Market Basket Analysis

3.1 Ide Dasar

3.1 Ide Dasar (cont d) Aturan yang menyatakan asosiasi antara beberapa atribut sering disebut Affinity Analysis atau Market Basket Anaysis. Analisis asosiasi (Association Rule) merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk menemukan aturan asosiatif antara suatu kombinasi item. Misalnya aturan asosiatif dari analisis pembelian di suatu pasar swalayan adalah dapat diketahuinya berapa besar kemungkinan seorang pelanggan membeli roti bersamaan dengan susu, pasta gigi dengan sikat gigi, bir dengan pampers, dsb. Dengan pengetahuan tsb pemilik pasar swalayan dapat mengatur penempatan barangnya atau merancang kampanye pemasaran terkait dengan pengetahuan yang didapat.

3.1 Ide Dasar (cont d) Aturan asosiasi biasanya dinyatakan dalam bentuk: {roti, mentega} {susu} (support=40%, confidence=50%) Aturan tersebut dapat berarti: 1. 50% dari transaksi yang memuat item roti dan mentega juga memuat susu. Sedangkan 40% dari seluruh transaksi memuat ketiga item itu. 2. Seorang konsumen yang membeli roti dan mentega punya kemungkinan 50% juga membeli susu. Aturan ini cukup signifikan karena mewakili 40% dari transaksi yg ada.

3.2 Rumus Dasar Nilai support dari aturan A B diperoleh dengan: Support = P (A B) = Transaksi yang mengandung A dan B Transaksi Nilai confidence dari aturan A B diperoleh dengan: Confidence = P (B A) = Transaksi yang mengandung A dan B Transaksi yang mengandung A

3.3 Contoh Kasus Misalkan dari suatu database transaksi didapatkan data sbb: Transaksi Dalam bentuk tabular

3.3 Definisi Beberapa pengertian: Sebuah itemset merupakan himpunan item-item yang berada dalam himpunan item yang dijual, yaitu {teh, gula, kopi, susu, roti}. k-itemset adalah itemset yang berisi k item. Misalnya {teh, gula} adalah 2-itemset, {teh, gula, roti} adalah 3-itemset. Frequent itemset menunjukkan itemset yang memiliki frekuensi kemunculan lebih dari minimum yang ditentukan ( ). Himpunan dari frequent k-itemset dilambangkan dengan F k.

3.3 Definisi (cont d) 5 C 2 = 10 5 C 3 = 10 Jika = 2, maka: Calon 2-itemset Calon 3-itemset F 2 = { {teh, gula}, {gula, kopi}, {gula, susu}, {gula, roti}, {kopi, susu}, {susu, roti}} F 3 = { {gula, susu, kopi} }

3.3 Definisi (cont d) Ingat!, nilai confidence dari aturan A B diperoleh dengan: Confidence = P (B A) = Calon aturan asosiasi dari F 3 Jika ditetapkan nilai confidence minimal adalah 60%, maka aturan yg bisa terbentuk adalah aturan 2 dan 3.

3.4 Latihan Berdasarkan contoh transaksi yang diberikan, hitunglah!

Jawaban: 3.4 Latihan (cont d)