Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi

dokumen-dokumen yang mirip
TUGAS MAKALAH INTEGRASI DAN MIGRASI SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI TI024329

Pemrograman Aplikasi Berbasis Sistem Komputer. KTP Online. Nama : Andreas NIM : Departemen Teknologi Informasi

TUGAS MAKALAH ENTERPRISE RESOURCE PLANING TI029309

IMPLEMENTASI CLOUD COMPUTING UNTUK MEMAKSIMALKAN LAYANAN PARIWISATA

Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi TI024329

Scientific News Magazine Edisi September 2016

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING Implementasi ERP di Desa Surabrata, Tabanan untuk Membantu Petani Cengkeh dalam Mengelola dan Memasarkan Hasil Panen

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

The Benefit of Android in Information System (2-hbs) Cafe Legian Sulanjana Bandung 15 Maret 2014

BAB 1 PENDAHULUAN. Kemajuan perkembangan teknologi informasi telah membuat proses dan startegi bisnis

Integrasi Dan Migrasi Sistem Desa Suraberata Tabanan. Berbasis Cloud Computing Di Dalam Mewujudkan. Smart Governance Dan Smart Living

BAB I PENDAHULUAN. khususnya di area perkotaan, sebagai tanggapan terhadap gaya hidup modern dengan

IMPLEMENTASI CLOUD COMPUTING UNTUK MEMAKSIMALKAN LAYANAN PARIWISATA

perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Firewall : Suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman

CLOUD-BASED INFORMATION COMMUNICATION TECHNOLOGY - LEARNING MANAGEMENT SYSTEM SOLUTIONS

CLOUD COMPUTING TECHNOLOGY

Smart City Manfaat, Implementasi, dan Keamanan

BAB 1 PENDAHULUAN. kebutuhan yang sangat penting bagi banyak orang. Dengan internet kita dapat

1 BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

Integrasi dan Migrasi Sistemm Teknologi Informasi TI024329

BAB I PENDAHULUAN. Gambar I. 1 Statistik Penggunaan Internet di Indonesia. Sumber: (APJII, 2012)

WORKSHOP Pelatihan Pembelajaran Online Dosen

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Information and

Definisi Cloud Computing

DATA WAREHOUSE TI025335

BAB I PENDAHULUAN. terbesar di dunia (Naisbitt, 1994:131). Tidak mengherankan bahwa industri

PEMANFAATAN DAN PELUANG KOMPUTASI AWAN PADA SEKTOR BISNIS DAN PERDAGANGAN

Cloud Computing Windows Azure

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi saat ini mengalami

PENGGUNAAN CLOUD COMPUTING DI DUNIA PENDIDIKAN MENENGAH DALAM PENDEKATAN TEORITIS. Maria Christina

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

Linux, Ubuntu, FOSS, Dan Smart City

Linux with CloudComputing UbuntuOne. Kelompok Studi Linux UNG 2013

TUGAS MAKALAH ENTERPRISE RESOURCE PLANNING TI

Perancangan Aplikasi Sistem Navigasi Objek Wisata berbasis Android pada Dinas Pariwisata Kota Makassar

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IMPLEMENTASI EYE OS MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN FAILOVER PADA JARINGAN PRIVATE CLOUD COMPUTING DENGAN LAYANAN IAAS DAN SAAS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

USER ACCEPTED TESTING PADA UBUD SMART TOURISM UNTUK EDUKASI TIK BAGI PARA PELAKU PARIWISATA

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Semakin berkembang cepatnya kemajuan IPTEK di era globalisasi seperti

TUGAS MAKALAH DATA WAREHOUSE TI025335

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Akhir-akhir ini perkembangan industri jasa transportasi di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENERAPAN CLOUD COMPUTING PADA WEBSITE PEMESANAN KAMAR KOST DENGAN MODEL LAYANAN SOFTWARE AS A SERVICE

I. PENDAHULUAN. membuat masyarakat dapat ikut berpartisipasi aktif dalam mengontrol setiap

KOMPUTASI AWAN ( CLOUD COMPUTING ) Disusun Oleh Arbiyan Tezar Kumbara ( )

Manajemen Kunci Pada Mekanisme Akses Kontrol Sistem Ujian Online Program Penerimaan Mahasiswa Baru Menggunakan Untrusted Public Cloud

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini penggunaan komputasi awan atau Cloud Computing

OTT Over The Top. I Putu Agus Eka Pratama, ST MT Information Network and System (INS) research lab STEI ITB 9 Desember 2014

Layanan Cloud Computing Setelah dijabarkan mengenai lima karakteristik yang terdapat di dalam sistem layanan Cloud

S-1 TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO JAWA TENGAH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

JURNAL 1 : POTENSI ADOPSI STRATEGI E-COMMERCE UNTUK DI LIBYA.

BAB I PENDAHULUAN. Abad 20 ini banyak ditandai dengan kemunculan teknologi mutakhir yang

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu

BAB I PENDAHULUAN. pendapatan negara. Terbukti pada tahun 2013 pariwisata di Indonesia menjadi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat, salah satunya adalah internet. Manfaat internet saat ini sangat

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan tuntutan

PENGEMBANGAN SISTEM INFOMASI PARIWISATA DAERAH DENGAN APLIKASI WEB

BAB I BAB 1 PENDAHULUAN

UTILITY COMPUTING Segala hal mengenai Utility Computing dan Cloud. Oleh: Abdullah Adnan Dosen: I Made Andhika

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Smart City, Menuju Kota Kita Yang Dnamis dan Smart Kota Yang Menjadi Impian Masyarakat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Gambar 1.1 Contoh laporan billing di Windows Azure

JARINGAN. sumber :

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Kita tentunya tidak ingin kota Jakarta menjadi sepi wisatawan hanya karena sulitnya mendapatkan informasi dan sedikitnya fasilitas yang membantu merek

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai ibukota Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kota

PROPOSAL USULAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2014 PENGEMBANGAN MODEL INSTRUMENTASI PENGUKURAN ONLINE BERBASIS CLOUD

Miyarso Dwi Ajie Otomasi Perpustakaan Pertemuan #7

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan teknologi informasi. Cloud computing adalah transformasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan teknologi yang semakin maju menjadikan segala

PENGEMBANGAN APLIKASI PANDUAN WISATA CANDI PRAMBANAN BERBASIS AUGMENTED REALITY. (Studi Kasus : Candi Prambanan Indonesia) TUGAS AKHIR

BAB 1 PENDAHULUAN. Source : Strategy Analytics. Gambar 1.1 : Market Share Mobile Phone berdasarkan sistem operasi

BAB II DASAR TEORI 2.1. Komputasi Awan Berdasarkan Layanan Infrastructure as a Services (IaaS) Platform as a Service (PaaS)

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata Indonesia saat ini mulai berkembang dengan pesat. Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, di antaranya

BAB 1 PENDAHULUAN. lain. belakangan ini pertumbuhan agen-agen travel kian pesat guna mempermudah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Gambaran Singkat Ketentuan Hukum Indonesia terkait Komputasi Awan (Cloud Computing) ICCA 9 November 2016 Andi Zulfikar, Dina Karina

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Dunia pendidikan di Indonesia sedang menuju pada suatu perubahan besar.

Transkripsi:

Integrasi dan Migrasi Sistem Teknologi Informasi Integrasi dan Migrasi Pariwisata Desa KubuMenggunakan OpenData dan CloudComputinguntuk Mewujudkan SmartLiving, SmartLearning dan SmartTourism Oleh : Samuel Aprilius Efendi 1304505109 Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST MT Jurusan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Udayana 2015

Daftar Isi Ucapan Terima Kasih...1 Abstrak... 2 Bab I Pendahuluan...3 1.1 Latar Belakang...3 1.2 Rumusan Masalah...4 1.3 Solusi Yang Ditawarkan...5 Bab II Landasan Teori dan Desain Solusi...7 2.1 Landasan Teori...7 2.1.1 Smart City...7 2.1.2 Smart Living...8 2.1.3 Smart Tourism...9 2.1.4 Cloud Computing...9 2.1.4.1 IAAS...10 2.1.4.2 PAAS...11 2.1.4.3 SAAS...11 2.1.5 Open Data...11 2.1.6 E-Learning...12 2.2 Desain Solusi...12 2.2.1 Proses Bisnis...13 2.2.2 Perancangan Sistem...14 Bab III Analisa Dan Kesimpulan...15 3.1 Analisa...15 3.2 Kesimpulan...15 Lampiran...16

UCAPAN TERIMA KASIH Rasa syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahannya makalah ini dapat terselesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini dibahas mengenai Integrasi dan Migrasi Pariwisata Desa Kubu Menggunakan OpenData dan CloudComputing untuk Mewujudkan SmartLiving, SmartLearning dan SmartTourism, sebuah permasalahan yang dialami bagi masyarakat Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem dalam pemberdayaan sumber alam. Penulis medapat tugas untuk menulis makalah dengan topik utama smartcity. Penulis menyadari bahwa makalah ini dapat terwujud berkat adanya dorongan dan bantuan dari banyak pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tinggi nya terutama kepada : 1. I Putu Agus Eka Pratama, ST MT selaku dosen pengampu mata kuliah Integrasi dan Migrasi Sistem. 2. Orang tua penulis yang telah memberikan dukungan moral dan juga doa. 3. Teman-teman jurusan teknologi informasi yang telah memberikan motivasi dan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. 4. Para pembaca yang telah membaca makalah ini dan menerapkan ilmu yang terdapat dalam makalah ini untuk digunakan sebagaimana mestinya. Serta seluruh pihak yang bersangkutan, sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga semua bantuan yang penulis terima menjadi catatan baik dan mulia di dalam buku catatannya dan mendapat imbalan yang berlipat ganda, Amin. Denpasar, mei 2015 penulis 1

ABTRAK Dewasa ini proses integrasi dan migrasi telah banyak dilakukan baik di dalam suatu organisasi maupun secara umum, hal ini tidak terlepas dari bidang pariwisata. Sebuah desa tidak dapat maju dengan semata-mata mengandalkan daya tarik pariwisatanya, contohnya desa Kubu, desa ini memiliki daya tarik pariwisata yang lumayan baik, terutama bidang pantai dan terumbu karang yang indah, namun hal itu tidak lah cukup, perlu diterapkan nya teknologi smartcity di desa ini. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal ini adalah dengan pemanfaatan teknologi CloudComputing dan OpenData. Untuk mempermudah orang luar mencari infomasi mengenai objek terumbu karang yang terdapat di desa Kubu. Teknologi OpenData dan CloudComputing yang diajukan sebagai solusi pada makalah ini, diharapkan dapat memberikan kehandalan dan kemudahan terhadap masalah yang dihadapi oleh desa Kubu di dalam mewujudkan SmartLiving, terkait dengan proses integrasi dan migrasi sistem Teknologi Informasi. Kata kunci : Smart City, Smart Living, Smart Tourism, Cloud Computing, E-Learning, Open Data, Pariwisata, Desa Kubu. 2

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi saat ini telah menjadi suatu hal yang sangat berperan dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi seharusnya tidak hanya terjadi di perkotaan besar saja namun seharusnya juga di desa-desa kecil. Teknologi mampu mempermudah pekerjaan manusia sehingga mengurangi beban SDM (sumber daya manusia). Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi berkembang semakin pesat dan telah menghasilkan hal yang sangat berguna. Walaupun teknologi telah berkembang sedemikian rupa sejak awalnya, teknologi hanya dapat dijumpai di kota besar, sedangkan untuk kota kecil, hanya sedikit kalangan saja yang dapat menikmati teknologi yang canggih. Terlebih lagi untuk desa kecil yang berada dalam kota kecil, kondisi teknologi pada desa kecil dalam suatu kota yang kecil lebih memprihatinkan lagi. Hal tersebut dikarenakan bukan hanya karena keterbatasan teknologi pada suatu desa, tetapi tidak adanya penanaman pemikiran dalam tiap individu untuk membutuhkan teknologi dalam desa tersebut, ditambah lagi tidak adanya sosialisasi dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Penulis mempunyai keinginan agar pembaca yang budiman dapat mendapatkan ilmu untuk menyelesaikan tugas dari lembaga pemerintahan yang terbengkalai dari makalah ini dalam membangun dan melakukan sosialisasi penggunaan teknologi pada desa-desa kecil pada kota-kota kecil yang ada di Bali. Pada pembuatan makalah ini, penulis menaruh perhatian terhadap sebuah desa kecil bernama Desa Kubu yang terletak di Kecamatan Kubu dalam Kabupaten Karangasem. Harapan penulis adalah, makalah ini dapat dipergunakan sedemikian rupa sebagai referensi maupun arahan bagi para cendikiawan dari berbagai kalangan bahkan dari masyarakat umum yang berkeinginan untuk mewujudkan desa yang maju, tentunya segala hal besar diawali dengan hal kecil dan semuanya dimulai 3

dari diri sendiri, contohnya dalam kehidupan sehari-hari, agar nantinya secara tidak langsung menjadi dampak yang positif bagi lingkungan sekitar agar nantinya dapat terjadi perubahan yang mewujudkan peningkatan penggunaan dan kesadaran dalam penggunaan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. Hadirnya teknologi dalam sebuah desa, secara tidak langsung menambah lapangan pekerjaan, yang berdampak pada meningkatnya produktifitas masyarakat dan bertambahnya penghasilan per kapita.selain itu teknologi juga memungkinkan lahirnya wiraswasta yang mandiri, karena tidak tergantung pada pasokan dari kota, membuat desa semakin maju. Penulis ingin mengucapkan terimakasih atas kesediaan waktu dan pikiran pembaca untuk membaca dan memperhatikan makalah ini, semoga makalah ini memberikan kesan yang baik dan dapat dijadikan referensi untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Jika terdapat kritik maupun saran, penulis terbuka untuk menerima. 1.2 Rumusan Masalah 1. Belum tersedianya fasilitas perangkat teknologi yang memadai untuk membantu tugas SDM (Sumber Daya Manusia) bermata pencaharian sebagai penambang batu maupun penambang pasiryang terdapat di Desa Kubu agar lebih efisien dan efektif. 2. Belum adanya fasilitas jaringan internetoleh pemerintah guna menghubungkan Desa Kubu dengan dunia luar maupun untuk pertukaran informasi di dalam desa itu sendiri. 3. Belum adanya sosialisasi pendidikan dan pengelolaan yang baik dari lembaga pemerintahan, demi pengenalan perangkat komputer kepada masyarakat yang ada di dalam Desa Kubu. 4

4. Belum adanya program sosialisasi penggunaan internet untuk masyarakat Desa Kubu yang telah memiliki perangkat teknologi berupa telepon genggam ataupun komputer di desa tersebut. 5. Industri pariwisata di daerah ini, terutama lokasi menyelam yang dan pantai yang lumayan curam memiliki lokasi karang dan biota laut yang indah, namun belum dikenal oleh turis mancanegara. 1.3 Solusi Yang Ditawarkan Usulan konsep untuk solusi yang ditawarkan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada desa Kubu, yang pertama adalah dengan memajukan sumber daya manusia (SDM) yaitu masyarakat desa Kubu yang akan menggunakan teknologi yang akan disediakan dengan cara melakukan sosialisasi dan pelatihan secara berkala sehingga mereka dapat menggunakan teknologi untuk membantu kemajuan desa mereka. Untuk menjangkau Desa Kubu dengan internet, dapat dilakukan dengan program MPLIK (Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan) diluncurkan oleh Dinas perhubungan komunikasi dan informasi. MPLIK diharapkan berguna untuk mengatasi kesenjangan informasi di wilayah Indonesia yang tidak terjangkau akses informasi. Dan itu artinya MPLIK diutamakan memberikan layanan kepada daerah tertingal dan terpencil. Tentu saja banyak kendala untuk bisa mewujudkan cita-cita, layanan MPLIK seharusnya bisa membimbing masyarakat kecil di desa tertinggal dan terpencil untuk paling tidak bisa mengetahui yang namanya internet. Menyediakan sarana dan prasarana internet pada tempat-tempat umum di desa tersebut seperti hotspot maupun di tempat peristirahatan perhentian umum, hal ini diharapkan berdampak pada kemudahan masyarakat untuk berinteraks. Setelah masyarakat menjadi mahir dalam penggunaan computer maka dapat dilanjutkan dengan penyediaaan LCD dan Proyektor di desa, maka cara pelatihan kepada masyarakat dengan menggunakan pembelajaran alternative jarak jauh yang menggunakan fasilitas internet yang bersifat online sehingga masyarakat 5

dalam mengakses materi pembelajaran tidaklah harus tersedia secara fisik., selain itu memudahkan apabila ada turis yang datang ke desa Kubu, agar tidak kesulitan mencari koneksi internet. Lembaga pemerintah dapat menyediakan perangkat teknologi terkait sumber daya seperti komputer dan Proyektor di desa Kubu, maka dengan teknologi tersebut dan juga dengan koneksi internet, masyarakat desa Kubu dapat secara serempak belajar teknologi dari jauh. jadi sosialisasi berlanjut dapat dilakukan tanpa perlu melakukan ekspedisi ke desa tersebut. Apabila terkendala dengan pembelian sertifikasi software, dapat menggunakan cloud computing sehingga beberapa computer di desa Kubu dapat menggunakan software yang sama tanpa perlu membeli lisensi berkali-kali. Cara lain adalah dengan menggunakan software gratis yaitu Linux. Untuk masalah publikasi daerah pariwisata yang terdapat di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, dapat menggunakan pembuatan website resmi agar turis mancanegara dapat menemukan kekayaan pariwisata yang ada di desa tersebut melalui internet. Jika mengalami kendala berupa biaya dan juga sumber daya manusia dalam pengelolaan administrative website tersebut dapat menggunakan website gratis seperti blog yang tidak memakan biaya dan juga tidak memerlukan keahlian khusus untuk mengelola nya. Selain pembuatan website juga digunakan teknologi Open data. Manfaatnya agar para pemahat batu di desa Kubu dapat memasarkan hasil pahatan mereka. Selain itu kelebihan dari open data adalah ketersedian dan akses secara menyeluruh sehingga semua pengerajin dapat meninformasikan hasil kerajinannya secara gratis. 6

BAB II LANDASAN TEORI DAN DESAIN SOLUSI Pada Bab ini, penulis akan menjelaskan mengenai teknologi-teknologi pendukung yang digunakan untuk solusi dari formulasi permasalahan yang diangkat oleh penulis dari studi kasus Desa Kerta Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Berikut adalah penjelasannya : 2.1.1 Smart city Smart City yang secara harfiah berarti kota pintar, merupakan suatu konsep pengembangan, penerapan, dan implementasi teknologi yang diterapkan untuk suatu wilayah (khususnya perkotaan) sebagai sebuah interaksi yang kompleks di antara berbagai sistem yang ada di dalamnya. Konsep Smart city awalnya diterapkan di Negara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Dimana tujuan awalnya adalah untuk menciptakan kemandirian daerah dan meningkatkan layanan publik. Kini Smart city telah diterapkan di berbagai Negara di berbagai belahan dunia. Penerapan Smart city juga mencakup berbagai bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, pemerintahan, pariwisata, dan lain-lain. Smart city dapat dikatakan sebagai konsep masa depan suatu kota atau wilayah yang menerapkan berbagai bidang dengan berbasiskan teknologi komputer dan komunikasi. Smart city memiliki sepuluh buah elemen penting di dalamnya. Kesepuluh elemen tersebut meliputi infrastruktur, modal, asset, perilaku, budaya, ekonomi, sosial, teknologi, politik, dan lingkungan. Kesepuluh elemen tersebut terdapat pada kota yang merupakan pusat dari segala kegiatan yang berada di wilayah tersebut. Dengan kompleksnya suatu kota, maka diharapkan setiap elemen tersebut dapat terintegrasi dengan baik satu sama lain. Menurut Holmes (2010) ada enam point yang harus diterapkan di Smart City adalah pengembangan dan pemanfaatan jaringan komputer, keterbukaan informasi serta stimulasi ekonomi dan keilmuan, pengembangan inovasi dan kreativitas masyarakat, stimulasi terhadap sisi enterprise dan kewirausahaan, 7

tatanan pemerintahan yang lebih partisipatif dan demokrasi serta adanya keseimbangan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi. Keenam point ini tidak hanya dipenuhi sebelum Smart City diimplementasikan, tetapi juga harus diterapkan setelah Smart City berjalan. IBM merupakan perusahan enterprise kelas dunia yang mewadahi berdirinya Smart city. IBM membagi Smart city menjadi enam jenis bagian. Demikian pula, dengan Giffinger menyatakan bahwa pembagian Smart city dibagi ke dalam enam jenis seperti yang dijelaskan IBM. Keenam jenis Smart City tersebut meliputi Smart Economy, Smart Mobility, Smart Governance, Smart People, Smart Living, dan Smart Environment. 2.1.2 Smart living Penerapan Smart living terdapat beberapa syarat, kriteria, dan tujuan untuk proses pengelolaan kualitas hidup (quality of life) dan budaya (culture) yang lebih baik dan pintar (smart). Untuk mewujudkan Smart living, harus ada tiga bagian yang harus dipenuhi. Ketiga bagian tersebut: 1. Fasilitas-fasilitas pendidikan yang memadai dengan memanfaatkan teknologi informasi. Contohnya : Penyediaan sarana internet gratis dan bebas dari konten pornografi, kekerasan melalui sistem filtering/proxy. CCTV yang terpasang di tempat umum dan lampu lalu lintas untuk merekam dan menekan jumlah kriminalitas. Keterhubungan semua instansi pemerintahan melalui internet dan sistem informasi. Adanya E-Learning di sekolah dan perguruan tinggi. 2. Penyediaan sarana, prasarana, dan informasi mengenai potensi pariwisata daerah dengan baik melalui pemanfaatan teknologi informasi. Sebagai contoh: Adanya sistem informasi pariwisata berbasis web dan mobile. Adanya sistem informasi geografis untuk pemetaan lokasi objek wisata. 8

Proses pemesanan tiket masuk dan kamar hotel/penginapan (reservasi) secara online dan mobile. 3. Infrastruktur teknologi informasi (ICT infrastructure) yang memadai. Sebagai contohnya: Tersedia komputer publik di tempat-tempat umum untuk memudahkan masyarakat di dalam mengakses informasi. Tersedia infrastruktur jaringan computer yang memadai, dalam bentuk wireless dan wired. Tersedia tenaga IT/SDM yang berkompeten untuk mengelola, memelihara dan mengembangkan infrastruktur yang ada. 2.1.3 Smart tourism Tourism atau Parawisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan. Kaitanya dengan smart city adalah menangani jasa mulai dari transportasi, jasa keramahan, tempat tinggal, makanan, minuman, dan jasa bersangkutan lainnya seperti bank, asuransi, keamanan, dan lainnya. Selain, menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya, ini biasanya disebut Industri jasa. Manfaatnya Smat Tourism adalah ke Negara yang melakukan smart tourism sendiri, karena itu Banyak Negara bergantung dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Sehingga pemanfaatan pariwisata yang berbasis teknologi dapat membantu pemerintah ataupun suatu daerah untuk mengelola pariwisatanya dengan lebih baik. Seperti halnya promosi dan reservasi penginapan. 2.1.4 Cloud computing Menurut NIST (National Institute of Standard and Technology) Cloud computing adalah sebuah model yang memungkinkan adanya penggunaan sumber daya (resource) secara bersama-sama dan mudah, menyediakan jaringan akses dimana-mana, dapat dikonfigurasi, dan layanannya dapat digunakan sesuai keperluan (on demand). 9

Sebagai sebuah teknologi jaringan komputer yang banyak digunakan saat ini, Cloud Computing menawarkan sejumlah nilai lebih yang tidak dimiliki oleh teknologi-teknologi pendahulunya. Beberapa kelebihan Cloud Computing antara lain : Kemudahan untuk menggunakan aplikasi secara bersam-sama dan online tanpa perlu instalisasi dan konfigurasi. Dapat diterapkan di jaringan local (intranet), publik (internet), maupun keduanya. Penghematan biaya. Layanan penyimpanan data dan informasi secara online. Layanan komputasi dengan system tersebar. Kemudahan di dalam pengembangan aplikasi secara bersama-sama sesuai kebutuhan. Kemudahan untuk digunakan di sebanyak mungkin system operasi dan computer. Selain nilai lebih di atas terdapat lima karakteristik khusus yang dimiliki oleh cloud computing. Kelima karakteristik tersebut meliputi On Demand Self Service, Broad Network Access, Resource Pooling, Rapid Elasticity, dan Measured Service. Pada teknologi Cloud computing, terdapat tiga model layanan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Ketiga model layanan yang disajikan oleh Cloud computing tersebut meliputi IAAS, PAAS, dan SAAS. 2.1.4.1 IAAS IAAS (Infrastructure As A Service) atau cloud IAAS merupakan jenis layanan pada cloud computing yang menekankan kepada layanan penyediaan sarana jaringan komputer (computer network), perangkat keras jaringan, komputer server, media penyimpanan (storage), processor, beserta dengan proses virtualisasi, yang menunjang proses komputasi. 10

2.1.4.2 PAAS PAAS (Platform As A Service) atau cloud PAAS merupakan jenis layanan pada cloud computing yang menekankan kepada penyedia platform untuk membantu proses pengemangan perangkat lunak secara cepat dan mudah. 2.1.4.3SAAS SAAS (SoftwareAs A Service) atau cloud SAAS merupakan jenis layanan yang diberikan oleh teknologi cloud computing kepada para penggunanya dalam bentuk pemakaian bersama perangkat lunak (aplikasi). 2.1.5 Open data Open data adalah data yang bisa bebas digunakan, digunakan kembali, dan disebarluaskan kembali oleh semua orang hanya tergantung pada persyaratan sifat dan keterbagian yang dimiliki. Definisi FullOpen (terbuka penuh)memberi gambaran lebih rinci mengenai maksudnya. Jika dirangkum, pengertian terpenting adalah: Ketersediaan dan Akses: data harus tersedia utuh dan tidak memerlukan biaya reproduksi yang berlebihan, lebih disarankan jika data bisa diunduh dari internet. Data juga harus tersedia dalam bentuk yang mudah digunakan (convenient) dan dapat diubah (modifiable). Penggunaan kembali dan penyebarluasan kembali data harus dilakukan melalui syarat-syarat yang berlaku bagi penggunaan-kembali dan penyebarluasan-kembali, termasuk pencampuran dengan set data lain. Partisipasi Universal: setiap orang bisa menggunakan, menggunakan kembali, dan menyebarluaskan kembali. Tidak boleh ada diskriminasi atas bidang usaha, orang, atau kelompok. Misalnya, batasan non-komersial yang melarang penggunaan komersial, atau batasan penggunaan untuk tujuan tertentu (misalnya, hanya untuk pendidikan), tidak dibolehkan. 11

2.1.6 E-Learning Media Pembelajaran Jarak Jauh E-Learning adalah proses dan kegiatan penerapan pembelajaran berbasis web (web-based learning), pembelajaran berbasis komputer (computer based learning), kelas virtual (virtual classrooms), dan/atau kelas digital digital classroom). Materi-materi dalam kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui media internet, intranet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit, televisi interaktif serta CD-ROM. Definisi ini juga menyatakan bahwa e-learning itu bisa bervariasi tergantung dari penyelenggara kegiatan e-learning tersebut dan bagaimana cara penggunaannya, termasuk apa tujuan penggunaannya. Komponen-komponen pendukung lainnya dalam menerapkan metode pembelajaran e-learning yaitu sebagai berikut : a. Internet (LAN, MAN, WAN) b. LCD/Proyektor c. Web Browser 2.2 Proses Bisnis Berikut ini merupakan gambar dari bisnis proses yang akan terjadi pada desa Kubu jika menerapkan konsep Smart city : 12

Login Travel/Hotel Booking Travel Agent/Hotel Owner <<Include>> Calon Wisatawan <<Include>> Update data Travel/Penginapan <<extend>> <<extend>> Melihat Informasi Website <<extend>> Maintenance Website Update Informasi Pahatan <<Include>> <<Include>> Admin Login Admin Login Editor Masyarakat desa Kubu Gambar Bisnis Proses Desa Kubu Dari gambar diatas diketahui bahwa calon turis akan menemukan website desa Kubu, kemudian masuk ke website tersebut. Di dalam website yang berbahasa inggris tersebut turis dapat melihat informasi yang terdapat di dalam website tersebut. Informasi tersebut terkait lokasi desa Kubu dan juga informasi mengenai pariwisata menyelam desa Kubu tersebut. Selain itu calon turis juga dapat login kedalam website untuk melakukan pemesanan paket travelling dan juga memesan kamar hotel ataupun penginapan yang telah disediakan oleh travel agent dan juga pemilik penginapan dalam desa Kubu. Untuk Admin dapat login sebagai admin kedalam website tersebut dan dapat melakukan maintenance terhadap informasi yang ada di website tersebut apakah menambah, mengedit, maupun melakukan penghapusan. Admin disini bekerja sama dengan travel agent yang berada di desa Kubu untuk melakukan input informasi paket travelling, dan juga informasi penginapan. Masyarakat desa Kubu dapat memasukkan data informasi hasil tambang dan hasil kerajinan pahatan batu serta informasi objek wisata yang terdapat di 13

desa Kubu. selain melakukan maintenance terhadap system, admin juga dapat melakukan sosialisasi dan pengajaran mengenai pengelolaan website agar penduduk desa Kubu dapat memanfaatkan sistem yang tersedia dengan baik dan sebagaimana semestinya. 2.3 Perancangan Sistem Penduduk dari desa Kubu dapat dapat melakukan akses langsung ke internet dengan memanfaatkan jaringan wi-fi maupun jaringan LAN yang telah tersambung dengan internet dengan bantuan teknologi Cloud computing, karena cloud merupakan internet maka dalam pemanfaatanya harus mempergunakaninternet. Menggunakan model development Public Cloud karena semua data yang terdapat di sistem ditujukan untuk dapat diakses oleh calon wisatawan yang akan berkunjung ke desa Kubu. Model layanan cloud computing yang digunakan adalah IAAS (Infrastructure as a service), PAAS (platform as a service), SAAS(software as a service). Dimana IAAS berfungsi untuk menyediakan layanan sarana jaringan computer untuk desa Kubu sehingga mengurangi biaya pembangunan infrastruktur perangkat keras jaringan dan komputer server yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem yang akan diberlakukan di desa Kubu. Selain model layanan infrastruktur digunakan pula model layanan platform, model layanan ini berfungsi sebagai penyedia platform agar sistem yang dikembangkan di desa Kubu dapat berjalan dengan sedikit usaha dan sedikit guna meningkatkan performa sistem dengan tujuan meningkatkan mutu pariwisata yang ada di desa Kubu. Model layanan selanjutnya adalah model layanan software yang berfungsi memberikan layanan kepada masyarakat desa Kubu berupa WebInterface agar masyarakat dapat melakukan input data pariwisata dan data kerajinan pahatan batu yang terdapat di desa Kubu. 14

BAB III 3.1 Analisa Sistem yang digunakan sudah memadai karena sudah banyak terdapat fasilitas yang memudahkan wisatawan diantaranya : calon wisatawan dapat secara langsung melakukan pemesanan hotel/penginapan serta pemesanan paket travel di dalam website. Prasarana hotspot dapat membuat wisatawan betah dan nyaman merkunjung ke desa Kubu. Masyarakat desa Kubu dapat menggunakan teknologi yang disediakan dengan baik dan sebagaimana mestinya berkan sosialisasi dan pembelajaran yang telah dilakukan. Kualitas pariwisata penyelaman yang tersedia di alam desa Kubu dapat terpublikasi dengan baik dengan adanya website yang berisikan informasi serta penampilan panorama desa Kubu, serta memudahkan calon wisatawan untuk pergi ke desa Kubu karena sudah ada denah atau peta di website tersebut. 3.2 Kesimpulan Kesimpulan yang didapatkan oleh penulis adalah bahwasanya penerapan dan pemanfaatan teknologi sangat memiliki dampak yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Teknologi membantu kehidupan manusia dalam berbagai bidang pekerjaan. Selain itu bagi wisatawan juga dapat dimudahkan dengan adanya berbagai fasilitas yang tersedia. 15

Lampiran 16