BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dibawah Kementrian Keuangan yang bertugas memberikan pelayanan masyarakat

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. tertentu seperti beban non linier dan beban induktif. Akibat yang ditimbulkan adalah

BAB IV ANALISIS DATA

ABSTRAK Kata kunci : Beban non linier, Harmonisa, THD, filter aktif high-pass.

Gambar 1.1 Gelombang arus dan tegangan pada beban non linier

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Sistem Catu Daya Listrik dan Distribusi Daya

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pembangkit Harmonisa Beban Listrik Rumah Tangga. Secara umum jenis beban non linear fasa-tunggal untuk peralatan rumah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. induk agar keandalan sistem daya terpenuhi untuk pengoperasian alat-alat.

NASKAH PUBLIKASI PERANCANGAN HIGH PASS DAMPED FILTER PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 9 BUS DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP POWER STATION 7.

ANALISIS HARMONIK DAN PERANCANGAN HIGH PASS DAMPED FILTER

BAB I PENDAHULUAN. tegangan, disebabkan jarak sumber ke saluran yang sangat jauh ke beban

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS HARMONIK DAN PERANCANGAN SINGLE TUNED FILTER PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 18 BUS DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP POWER STATION 4.

BAB 3 METODE PENELITIAN. Serdang. Dalam memenuhi kebutuhan daya listrik industri tersebut menggunakan

III. METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. kelistrikan maka konsumsi daya semakin meningkat. Seperti halnya komputer,

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS DAN PERANCANGAN FILTER HARMONIK PADA SISTEM TENAGA LISTRIK DI PUSAT PENAMPUNGAN PRODUKSI MENGGUNG PERTAMINA ASSET IV FIELD CEPU

50 Frekuensi Fundamental 100 Harmonik Pertama 150 Harmonik Kedua 200 Harmonik Ketiga

I Wayan Rinas. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Bali, *

Peredaman Harmonik Arus pada Personal Computer All In One Menggunakan Passive Single Tuned Filter

PERANCANGAN DAN SIMULASI FILTER AKTIF 3 FASA UNTUK MEREDUKSI HARMONISA AKIBAT PENGGUNAAN BEBAN NON LINIER

BAB 1 PENDAHULUAN. Pemakaian energi listrik pada bangunan industri sebaiknya menjadi kajian

ANALISIS PENGARUH PENGOPERASIAN BEBAN- BEBAN NON-LINIER TERHADAP DISTORSI HARMONISA PADA BLUE POINT BAY VILLA & SPA

BAB 1 PENDAHULUAN. Pemakaian daya listrik dengan beban tidak linier banyak digunakan pada

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Saat ini sebagian besar pemakaian beban listrik di masyarakat hampir 90%

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari. Tingginya kebutuhan sarana transportasi harus ditunjangi

PEMASANGAN KAPASITOR BANK UNTUK PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA PANEL UTAMA LISTRIK GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

BAB I PENDAHULUAN. jarang diperhatikan yaitu permasalahan harmonik. harmonik berasal dari peralatan yang mempunyai karakteristik nonlinier

LAMPIRAN A RANGKAIAN CATU DAYA BEBAN TAK LINIER. Berikut adalah gambar rangkaian catu daya pada lampu hemat energi :

Arrifat Lubis

BAB 1 PENDAHULUAN. Harmonisa dan faktor daya merupakan acuan utama dalam menilai sebuah

Studi Perencanaan Filter Hybrid Untuk Mengurangi Harmonisa Pada Proyek Pakistan Deep Water Container Port

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Beban non linier pada peralatan rumah tangga umumnya merupakan peralatan

Perancangan Filter Harmonisa Pasif untuk Sistem Distribusi Radial Tidak Seimbang

JOM FTEKNIK Volume 2 No. 1 Februari

PERANCANGAN FILTER PASIF SINGLE TUNED FILTER UNTUK MEREDUKSI HARMONISA PADA BEBAN NON LINIER

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bandar Udara Internasional Kualanamu terletak 39 Km dari kota Medan dan

ANALISIS DAN PERANCANGAN FILTER PASIF UNTUK MEREDUKSI PENGARUH HARMONISA PADA INVERTER 3-FASA MENGGUNAKAN MATLAB/SIMULINK

TESIS. Oleh RADHIAH / /TE

tuned filter dan filter orde tiga. Kemudian dianalisa kesesuaian antara kedua filter

AUDIT ENERGI UNTUK EFISIENSI LISTRIK DI BLOK A GEDUNG KEUANGAN NEGARA YOGYAKARTA

STUDI PENGGUNAAN RANGKAIAN FILTER UNTUK MENGURANGI EFEK HARMONISA PADA LAMPU HEMAT ENERGI

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi kala ini. Peralatan-peralatan yang biasa dijalankan secara

Analisis Pemasangan Filter Pasif untuk Menanggulangi Distorsi Harmonisa Terhadap Beban non Linier di PT.Wisesa Group

ANALISIS HARMONISA TEGANGAN DAN ARUS LISTRIK DI GEDUNG DIREKTORAT TIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. perhatian utama pada dunia industri. Banyak faktor yang menjadi penentu kualitas daya dari

Desain Filter Pasif Pada Sistem Kelistrikan Industri Guna Mengurangi Distorsi Harmonisa

ANALISA PENANGGULANGAN THD DENGAN FILTER PASIF PADA SISTEM KELISTRIKAN DI RSUP SANGLAH

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1 (Sept. 2012) ISSN: B-97

REDUKSI HARMONISA PADA UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY (UPS) DENGAN SINGLE TUNED PASSIVE FILTER OLEH AGUS ALMI NASUTION

BAB III PELAKSANAAN AUDIT ENERGI

BAB III. PERANCANGAN PERBAIKAN FAKTOR DAYA (COS φ) DAN PERHITUNGAN KOMPENSASI DAYA REAKTIF

BAB IV ANALISA PERANCANGAN INSTALASI DAN EFEK EKONOMIS YANG DIDAPAT

BAB III SISTEM KELISTRIKAN DI GEDUNG PT.STRA GRAPHIA TBK

SIMULASI PEMASANGAN FILTER HARMONISA PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP

2015 PERANCANGAN SIMULASI FILTER AKTIF 3 FASA UNTUK MEREDUKSI HARMONISA AKIBAT PENGGUNAAN BEBAN NON LINIER

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Rancang Bangun Rangkaian AC to DC Full Converter Tiga Fasa dengan Harmonisa Rendah

Dari Gambar 1 tersebut diperoleh bahwa perbandingan daya aktif (kw) dengan daya nyata (kva) dapat didefinisikan sebagai faktor daya (pf) atau cos r.

ANALISIS KEDIP TEGANGAN AKIBAT GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG ABANG DI KARANGASEM

BAB III METODE PENELITIAN. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari

ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT TIGA FASE PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 13 BUS

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan pemakaian peralatan elektronika dengan sumber DC satu fasa

ANALISIS HARMONISA AKIBAT PENGGUNAAN LAMPU LED HARMONICS ANALYSIS ON THE USE OF LED LAMP

MENGENAL ALAT UKUR. Amper meter adalah alat untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir dalam penghantar ( kawat )

² Dosen Jurusan Teknik Elektro Industri 3 Dosen Jurusan Teknik Elektro Industri

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Harmonisa Arus Di Gedung Direktorat TIK UPI Sebelum Dipasang Filter

ABSTRAK. Kata kunci : Kondisi tanpa Harmonisa, Kondisi dengan Harmonisa, Harmonic Analysis Load Flow, Rugi Daya, Sistem Tegangan Rendah.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yaitu beban linier dan beban non-linier. Beban disebut linier apabila nilai arus dan

BAB I PENDAHULUAN. modern saat ini. Setiap tempat, seperti perkantoran, sekolah, pabrik, dan rumah

BAB I PENDAHULUAN. tombak pemikulan beban pada konsumen. Gangguan-gangguan tersebut akan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pada suatu jaringan distribusi arus bolak-balik dengan tegangan (V), daya

DAFTAR ISI PUSPA LITA DESTIANI,2014

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem distribusi tiga (3) fasa digunakan untuk melayani beban-beban tiga (3)

3.2.3 Teknik pengumpulan data Analisis Data Alur Analisis... 42

Perencanaan High Pass dan Single Tuned Filter Sebagai Filter Harmonisa Pada Sistem Kelistrikan British Oil Company Gresik, Jawa Timur

ANALISIS HARMONIK DAN PERANCANGAN SINGLE TUNED FILTER PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 18 BUS DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP POWER STATION 4.

BAB 1 PENDAHULUAN. pada gelombang listrik dari pada peralatan yang dimaksudkan ialah X-Ray (sinar-

NASKAH PUBLIKASI ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT TIGA FASE LINE TO GROUND

Beban Linier Beban Non Linier Harmonisa Total Harmonic Distortion (THD)

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Gedung Twin Building Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini

Studi Analisis dan Mitigasi Harmonisa pada PT. Semen Indonesia Pabrik Aceh

Perencanaan Filter Hybrid untuk Mengurangi Dampak Harmonisa pada PT. Semen Indonesia Pabrik Rembang

PERANCANGAN FILTER DENGAN METODE MULTISTAGE PASSIVE FILTER PADA PROYEK PAKISTAN DEEP WATER CONTAINER PORT

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan oleh penyusun dalam melakukan penelitian skripsi ini adalah sebagai berikut: 1. Studi Pustaka, yaitu dengan cara mencari, mempelajari dan mengkaji teori-teori yang mendukung dan berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Teori-teori tersebut diperoleh dari jurnal ilmiah, hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan berbagai buku referensi yang mendukung dalam penelitian ini. 2. Observasi Langsung, yaitu dengan cara mengumpulkan data-data yang diperoleh di lapangan yang diperlukan untuk menunjang penelitian. Data ini diperoleh dari pengukuran harmonisa di Gedung FPIPS UPI. 3. Diskusi, yaitu dengan melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing dan praktisi ataupun orang lain yang paham mengenai penelitian yang sedang dilakukan dan dapat membantu dalam penyelesaiannya. B. Tempat Dan Waktu Pengukuran Lokasi pengukuran harmonisa untuk peneletian ini bertempat di Gedung FPIPS UPI. Beban yang terpasang di gedung tersebut didominasi oleh komputer, laptop dan lampu TL, menyebabkan kandungan harmonisa cukup besar. Pengukuran dilakukan pada Tanggal 17, 23 dan 24 Maret 2015 dalam rentang waktu yang berbeda. C. Tahap Pengukuran Pengukuran harmonisa di Gedung FPIPS UPI dilakukan dengan menggunakan alat HIOKI 3286-20. Alat tersebut dipasang pada salah satu MCB 3 fasa yang

27 menuju beban. Tahap pengukuran dilakukan untuk memperoleh data yang akan digunakan pada penelitian. Gambar 3.1 Hioki 3286-20 Berikut tahap-tahap pengukurannya: Siapkan alat dan bahan Hioki 3286-20 Buku panduan (manual book) alat ukur Alat tulis Komputer (sebagai alat untuk membuat grafik) Kemudian rangkai alat ukur HIOKI 3286-20 sesuai gambar 3.1 di bawah ini, selanjutnya ikuti langkah kerja dalam penggunaan alat seperti dijelaskan di bawah ini; Siapkan Alat dan Bahan, Rangkai alat ukur seperti contoh pada gambar, Tekan tombol power satu kali, maka akan nilai yang akan terukur adalah Tegangan, Arus dan Daya Nyata (P) kemudian tekan tombol hold satu kali, Untuk mengukur daya semu (S) tekan tombol watt satu kali, Untuk mengukur faktor daya (PF) tekan tombol watt satu kali,

28 Untuk mengukur frekuensi dan tegangan puncak tekan U/ satu kali, Untuk mengukur arus puncak tekan I/ satu kali, Untuk mengukur harmonisa ikuti langkah di bawah ini (masih berurutan dengan langkah kerja sebelumnya, kemudian ikuti langkah kerja yang dijelaskan di bawah ini; Tekan tombol hold satu kali sampai tulisan hold hilang, Tekan tombol line harm (LHE) dua kali sampai muncul tulisan harn l kemudian tekan tombol hold Tekan tombol mode dua kali sampai tulisan r dan F hilang, Maka akan muncul nilai THDi, gunakan tombol I/ untuk menghitung harmonisa 1 20. Catat nilainya. Untuk mengukur THDv tekan tombol LHE satu kali, gunakan tombol U/ untuk mengukur harmonisa 20 1, catat hasilnya. Tekan tombol hold sampai tulisan hold hilang, kemudian matikan alat, tekan tombol power. Kerjakan langkah di atas untuk melanjutkan mengukur kawat (line) lainnya. (Sumber: Laporan Pribadi pada Kuliah Kualitas Daya dan Minimisasi Harmonisa) Gambar 3.2 Rangkaian pengawatan perngukuran harmonisa

29 D. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan langkah kerja yang dibuat oleh peneliti untuk melaksanakan penelitian sehingga penelitian dapat dilaksanakan dengan baik dan sistematik. 1. Tahap Persiapan Tahap awal dalam melakukan penelitian ini adalah tahapan persiapan. Dalam tahap ini peneliti merencanakan dan membuat penjadwalan mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan. Hal pertama yang dilakukan peneliti adalah menentukan permasalahan utama yang akan diteliti dan kemudian mengajukan rancangan penelitian dalam bentuk proposal penelitian, dalam hal ini peneliti mengajukan penelitian tentang analisis simulasi kinerja filter pasif dalam mereduksi harmonisa. Selanjutnya peneliti menentukan tempat dan waktu untuk melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dua jenis filter pasif dalam mereduksi harmonisa, khususnya yang terjadi di gedung. 2. Tahap Pelaksanaan Tahap ini adalah tahap dimana peneliti memulai untuk melakukan penelitian. Hal yang dilakukan peneliti adalah studi pustaka, pengukuran untuk keperluan pengolahan data yang akan diteliti dan pengumpulan data lain yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan di gedung dan membuat perancangan simulasi dengan menggunakan perangkat lunak PSIM versi 9.0.3. 3. Tahap Penyelesaian dan Pelaporan Tahap penyelesaian merupakan tahapan akhir dalam melakukan penelitian, dimana peneliti memulai untuk mengolah data yang telah diperoleh. Selanjutnya peneliti menyusun hasil pengolahan data dan hasil perancangan simulasi serta membuat kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

30 E. Langkah-Langkah Penelitian Langkah-langkah dalam penelitian tentu perlu diperhatikan. Langkah yang sistematik akan memberikan arahan dalam proses pengerjaan dan dapat memudahkan dalam proses pemahaman dari tujuan yang diinginkan. Berikut merupakan langkahlangkah penelitian dalam bentuk diagram alir (flowchart): Mulai Perancangan model simulasi dan uji coba desain filter menggunakan PSIM 9.0.3 Pengukuran harmonisa di Gedung FPIPS UPI menggunakan HIOKI 3286-20 Pengolahan data harmonisa Perancangan filter pasif Double Tuned Filter dan Filter Tipe C untuk mereduksi harmonisa di Gedung FPIPS UPI menggunakan PSIM 9.0.3 Analisis dan bandingkan hasil simulasi perancangan filter pasif THD I turun? Tidak Ya Menyusun laporan hasil perancangan dan simulasi filter pasif Selesai

31 Gambar 3.3 Diagram alir (flowchart) langkah-langkah penelitian Berdasarkan gambar 3.3, proses penelitian skripsi yang dilakukukan penulis dimulai dengan perancangan model simulasi filter pasif jenis double tuned filter yang kemudian diujicoba menggunakan perangkat lunak PSIM versi 9.0.3. Setelah uji coba yang dilakukan berhasil dan memperlihatkan penurunan THDi, penulis melakukan pengukuran harmonisa arus yang terdapat di gedung FPIPS UPI. Data hasil pengukuran tersebut kemudian diolah sehingga diperoleh nilai THDi. Nilai THDi tersebut digunakan sebagai acuan untuk perancangan simulasi harmonisa sistem. Selanjutnya penulis melakukan perancangan simulasi filter pasif untuk mengurangi nilai THDi dari hasil pengukuran. Perancangan simulasi harmonisa ini, baik sebelum maupun sesudah dipasang filter pasif dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak PSIM versi 9.0.3. Hasil dari perancangan filter yang menunjukan penurunan nilai harmonisa arus dibandingkan. Tahap akhir dari penelitian ini adalah menganalisis, membandingkan hasil dari 2 jenis filter pasif dan pembuatan laporan skripsi.

32 F. Tahap Perancangan Filter Pasif 1. Double Tuned Filter Double tuned filter terdiri dari dua buah single tuned filter dan merupakan bentuk filter pasif yang paling sederhana. Jenis filter ini adalah yang paling sesuai untuk mereduksi satu orde karena filter ini hanya akan mereduksi harmonik pada satu frekuensi saja. Filter jenis banyak digunakan karena konstruksinya sederhana dan harganya relatif murah. Double tuned filter terdiri dari 2 komponen sederhana yaitu kapasitor yang berfungsi sebagai pemberi kompensasi daya reaktif pada sistem untuk memperbaiki faktor daya dan komponen induktor sebagai reaktor filter. Gambar 3.4 Model Rangkaian Simulasi Double Tuned Filter 3 Fasa

33 Mulai Pengukuran harmonisa arus Pengolahan data harmonisa arus Menentukan orde kerja filter yang akan dipasang Menghitung perbaikan daya reaktif Perhitungan nilai komponen double tuned filter (C1, L1, R1, C2, L2, R2 dan R3) Pemasangan filter pada sistem THD I turun? Tidak Ya Menyusun laporan hasil perancangan dan simulasi pemasangan double tuned filter Selesai Gambar 3.5 Diagram alir (flowchart) langkah-langkah perancangan Double tuned filter Filter ini hanya akan bekerja secara optimal pada dua orde saja, yaitu pada orde kerjanya. Tahap perancangannya dimulai dari pengukuran harmonisa arus. Dari pengukuran tersebut dilihat harmonisa arus tertinggi ada di orde berapa. Setelah menentukan orde kerja, tahap berikutnya adalah menghitung daya reaktif dan nilai komponen filter. Tahap yang terakhir adalah memasang atau menerapkan perancangan filter pada sistem.

34 2. Filter Tipe C Filter pasif tipe C merupakan filter yang menghasilkan rugi-rugi daya yang lebih kecil dibanding filter pasif lainnya. Meskipun filter ini bekerja untuk mereduksi harmonisa pada frekuensi tinggi, filter ini juga dapat dipakai untuk mereduksi harmonisa berfrekuensi rendah. Gambar 3.6 Model Rangkaian Simulasi Filter Tipe C 3 Fasa Tahap perancangan filter tipe C hampir sama dengan double tuned filter. Dimulai dari pengukuran harmonisa arus, penentuan orde harmonisa, menghitung daya reaktif dan nilai komponen filter dan pemasangan atau penerapan perancangan filter pada sistem. Yang membedakannya adalah saat perhitungan nilai komponen. Meskipun komponen yang digunakan sama, yaitu kapasitor, induktor dan resistor, namun karena konfigurasinya berbeda maka perhitungan untuk masing-masing komponennya berbeda.

35 Mulai Pengukuran harmonisa arus Pengolahan data harmonisa arus Menentukan orde kerja filter yang akan dipasang Menghitung perbaikan daya reaktif Perhitungan nilai komponen filter tipe C (C1, C2, L1 dan R) Pemasangan filter pada sistem THD I turun? Tidak Ya Menyusun laporan hasil perancangan dan simulasi pemasangan filter tipe C Selesai Gambar 3.7 Diagram alir (flowchart) langkah-langkah perancangan filter tipe C

36 G. Penentuan Arus Short Circuit Dan Arus Beban Diterangkan oleh Dugan (2004) bahwa untuk menentukan standar harmonisa pada suatu sistem tenaga listrik yang mengacu pada aturan IEEE 519-1992 maka perlu dilakukan beberapa tahap berikut ini, yaitu: 1. Menentukan besar dari arus short circuit pada pada rangkaian 3 fasa dengan mengikuti persamaan berikut 1000 MVA I sc = 3 kv 2. Mencari data pemakaian beban selama 12 bulan terakhir kemudian buat rataratanya. 3. Cari arus beban dari kegiatan poin ke dua dengan menggunakan persamaan berikut: I L = kw PF 3 kv 4. Tentukan perbandingan antara arus short circuit dengan arus beban I sc I L Dengan diperolehnya data perbandingan arus ini maka batas harmonisa pada sistem kelistrikan bisa ditentukan dengan mengacu pada standar IEEE 519-1992.

37 H. Sumber Kelistrikan dan Jenis Beban di Gedung FPIPS UPI PP-SOCIAL SCIENCE EDUCATION-A (243,614 KVA) Bus Bar 5 x 500 A A A A V R S T 100 A NYY 4x35 mm2 FAC.SOCIAL SCIENCE EDUCATION-A/1ST Fuse 2A 100 A NYY 4x35 mm2 FAC.SOCIAL SCIENCE EDUCATION-A/2ND 63 A NYY 4x16 mm2 FAC.SOCIAL SCIENCE EDUCATION-A/3RD 63 A NYY 4x16 mm2 FAC.SOCIAL SCIENCE EDUCATION-A/4TH 63 A NYY 4x16 mm2 FAC.SOCIAL SCIENCE EDUCATION-A/5TH 63 A NYY 4x16 mm2 FAC.SOCIAL SCIENCE EDUCATION-A/6TH MCB 3P 40 A NYY 4x10 mm2 DP-AC-A/1ST FROM SDP SOCIAL SCIENCE EDUCATION NYY 2 (4x185) mm2 500 A MCB 3P 16 A MCB 3P 25A MCB 3P 25A NYY 4x4 mm2 NYY 4x6 mm2 NYY 4x6 mm2 DP-AC-A/2ND DP-AC-A/3RD DP-AC-A/4TH MCB 3P 25A NYY 4x6 mm2 DP-AC-A/5TH MCB 3P 40 A NYY 4x10 mm2 DP-AC-A/6TH 63 A NYY 4x16 mm2 DP-PASSENGER LIFT-A/ROOF 100 A S P A R E 63 A S P A R E 32 A S P A R E Gambar 3.8 One Line Diagram Kelistrikan Panel FPIPS A Sumber kelistrikan di gedung FPIPS UPI disuplai oleh gardu listrik yang berada di dekat Gedung Amphiteater UPI. Suplai listrik tersebut masuk ke panel utama atau main distribution panel (MDP) dan kemudian disalurkan ke dua buah panel utama

38 lainnya. Dua buah panel utama tersebut disalurkan untuk gedung FPIPS A (sebelah kanan) dan FPIPS B (sebelah kiri). Masing-masing panel tersebut disalurkan kembali untuk sub distribution panel (SDP) yang ada di 6 lantai Gedung FPIPS, juga untuk panel AC dan lift. Arus yang suplai oleh kedua panel tersebut masing-masing adalah 500 A. Beban-beban yang berada di Gedung FPIPS UPI utamanya berupa komputer, laptop atau notebook, televisi, infocus dan lampu TL dengan ballast elektronik. Dengan jenis beban yang seperti ini dapat dipastikan bahwa harmonisa yang terjadi di Gedung FPIPS UPI cukup besar.

39 I. Data Hasil Pengukuran Harmonisa Di Gedung FPIPS UPI 1. Hasil Pengukuran Harmonisa Arus Tanggal 17 Maret 2015 Tabel 3.1 Data Pengukuran Harmonisa Arus Pukul 14.00 Fasa R S T Ieff (A) 3,3 3,43 3,47 Veff (V) 221,4 221,9 223,8 P (Kw) 0,530 0,585 0,617 S (KVA) 0,731 0,761 0,777 PF 0,726 0,768 0,795 lead lag lag Hrn ke- I R (%) I S (%) I T (%) 1 100 100 100 2 2,3 2,1 2,5 3 30,4 32 31,8 4 1 1,2 2,1 5 15,6 15,3 16,1 6 0,7 0,8 1,1 7 10,2 10,8 10,7 8 0,6 1,4 1,2 9 9,3 9,5 8,7 10 1,6 1,2 1 11 6,5 6,7 6,4 12 0,8 1,1 0,9 13 6,1 6 5,8 14 0,6 0,5 0,7 15 5,4 5,7 5,4 16 1 0,7 0,5 17 3,2 3,8 4,1 18 0,4 0,6 0,3 19 2,4 3,1 2,8 20 0,1 0,2 0 THDi 38,66 40,18 40,06

40 Tabel 3.2 Data Pengukuran Harmonisa Arus Pukul 14.30 Fasa R S T Ieff (A) 3,52 3,46 3,48 Veff (V) 222,3 225,9 221,9 P (Kw) 0,546 0,565 0,554 S (KVA) 0,782 0,782 0,772 PF 0,698 0,723 0,718 lag lag lead Hrn ke- I R (%) I S (%) I T (%) 1 100 100 100 2 1,8 1,7 1,5 3 28,9 29,3 30,1 4 0,7 0,8 0,8 5 14,4 15,1 14,7 6 0,3 0,7 0,9 7 12,1 12,7 12,5 8 0,4 0,4 0,5 9 10,2 10,6 10,5 10 0,5 0,3 0,2 11 5,4 5,8 5,2 12 0,6 0,8 0,4 13 4,2 4,1 4,8 14 0,5 0,4 0,3 15 2,8 3 3,1 16 0,3 0,5 0,2 17 2,6 2,8 2,7 18 0,1 0,2 0 19 1,9 2,1 1,8 20 0 0 0 THDi 36,92 37,91 38,25

41 2. Hasil Pengukuran Harmonisa Arus Tanggal 23 Maret 2015 Tabel 3.3 Data Pengukuran Harmonisa Arus Pukul 08.00 Fasa R S T Ieff (A) 4,37 4,21 4,3 Veff (V) 227,6 228,1 2 P (Kw) 0,554 0,510 0,004 S (KVA) 0,995 0,960 0,009 PF 0,557 0,531 0,518 lag lag lead Hrn ke- I R (%) I S (%) I T (%) 1 100 100 100 2 1,4 1,6 1,7 3 74,8 75,2 78,6 4 0,7 0,8 0,6 5 67,2 63,9 66,8 6 0,5 0,7 0,9 7 59,2 56,1 57,4 8 0,6 0,5 0,8 9 23,2 20,4 22,7 10 0,4 0,6 0,7 11 15,3 14,9 14,5 12 0,9 1 1,4 13 11,2 12,4 11,5 14 1,2 0,8 1 15 9,9 9,5 9,7 16 1 0,7 0,9 17 6,3 6,9 7,2 18 0,8 0,5 0,3 19 5,7 4,8 6,1 20 0,6 0,4 0 THDi 121,21 117,67 122,41

42 Tabel 3.4 Data Pengukuran Harmonisa Arus Pukul 08.30 Fasa R S T Ieff (A) 4,01 4,13 4,09 Veff (V) 228,7 229,4 227,9 P (Kw) 0,640 0,639 0,618 S (KVA) 0,917 0,947 0,932 PF 0,698 0,674 0,663 lead lag lag Hrn ke- I R (%) I S (%) I T (%) 1 100 100 100 2 2,9 2,6 2,8 3 69,7 71,2 73,4 4 2,2 1,9 2 5 44,8 43,5 43,7 6 1,6 1,5 1,8 7 27,9 28,1 27,8 8 1,3 1 1,1 9 19,6 18,9 19,5 10 0,9 1,1 0,8 11 13,4 15,6 15,2 12 1 0,7 0,9 13 9,8 9,4 9,6 14 0,8 0,5 0,7 15 8,4 8,9 8,5 16 1 0,9 0,4 17 5,7 5,5 5,7 18 0,6 0,4 0,1 19 5,6 4,9 5,2 20 0,2 0,3 0 THDi 91,973 92,684 94,465

43 3. Hasil Pengukuran Harmonisa Arus Tanggal 24 Maret 2015 Tabel 3.5 Data Pengukuran Harmonisa Arus Pukul 08.00 Fasa R S T Ieff (A) 4,23 4,17 4,32 Veff (V) 219,8 220,4 223,5 P (Kw) 0,621 0,637 0,609 S (KVA) 0,930 0,919 0,966 PF 0,668 0,693 0,631 lag lag lead Hrn ke- I R (%) I S (%) I T (%) 1 100 100 100 2 3,1 2,9 3,2 3 77,4 79,3 76,5 4 2,6 2,4 2,1 5 69,1 69,6 68,7 6 1,8 2 1,9 7 55,6 56,2 57,3 8 1,3 1,6 0,8 9 25,4 26,1 25,3 10 0,9 0,5 0,9 11 17,5 17,4 18,2 12 1 0,8 1,4 13 11,6 11,9 11,3 14 1,6 0,7 0,6 15 10,7 10,4 10,2 16 0,5 0,4 0,9 17 9,5 9,1 8,9 18 0,6 0,2 0,3 19 7,2 6,9 7,8 20 0 0,1 0 THDi 123,39 125,21 123,37

44 Tabel 3.6 Data Pengukuran Harmonisa Arus Pukul 08.30 Fasa R S T Ieff (A) 5,02 4,99 4,97 Veff (V) 221,8 224,3 219,9 P (Kw) 0,571 0,595 0,720 S (KVA) 1,113 1,119 1,093 PF 0,513 0,532 0,659 lag lag lead Hrn ke- I R (%) I S (%) I T (%) 1 100 100 100 2 1,5 1,3 1,4 3 71,3 71,8 72,2 4 1,2 1,1 0,8 5 46,8 44,9 45,3 6 1 0,9 1,1 7 28,1 27,4 28,3 8 0,7 0,8 1,2 9 20,4 20 19,8 10 0,8 0,6 0,7 11 15,8 14,7 16,2 12 0,7 0,9 0,4 13 9,4 9,6 9,8 14 0,5 0,2 0,6 15 8,9 8,5 8,2 16 0,6 0,1 0,3 17 5,6 5,8 5,8 18 0,2 0,3 0,5 19 5,1 4,8 5,9 20 0,4 0 0,1 THDi 94,66 93,62 94,65

45 Tabel 3.7 Data Pengukuran Harmonisa Arus Pukul 09.00 Fasa R S T Ieff (A) 6,94 6,81 6,76 Veff (V) 222,7 222,5 222,4 P (Kw) 1,073 1,049 1,039 S (KVA) 1,546 1,515 1,503 PF 0,694 0,692 0,691 lag lag lead Hrn ke- I R (%) I S (%) I T (%) 1 100 100 100 2 1,2 1,1 1,2 3 55,4 55 55,8 4 1,1 1,3 1,1 5 33,8 34,5 34,1 6 0,9 0,8 0,8 7 25,1 24 24,2 8 0,5 0,9 1,3 9 19,4 20,8 19,3 10 0,7 0,8 0,6 11 15,2 14 14,4 12 0,6 0,9 0,3 13 8,3 8,6 8 14 0,6 0,6 0,8 15 7,9 7,5 7,2 16 0,6 0,5 0,4 17 4,8 5,6 5

46 18 0,1 0,4 0,9 19 2,7 2,8 2,5 20 0,7 0,4 0,6 THDi 74,940 74,807 74,809