Rencana Kegiatan Pembinaan Penyusunan RUED

dokumen-dokumen yang mirip
RENCANA UMUM ENERGI DAERAH (RUED)

DEWAN ENERGI NASIONAL RANCANGAN RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL

SISTEMATIKA PENYUSUNAN RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL, RENCANA UMUM ENERGI DAERAH PROVINSI, DAN RENCANA UMUM ENERGI DAERAH KABUPATEN/KOTA

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN ENERGI NASIONAL

STRATEGI KEN DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN ENERGI NASIONAL

KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL

RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL

KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL Berdasarkan PP KEN 79/2014

Pengantar. i h a l a m a n

SISTEMATIKA PENYUSUNAN RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL, RENCANA UMUM ENERGI DAERAH PROVINSI, DAN RENCANA UMUM ENERGI DAERAH KABUPATEN/KOTA

PENGESAHAN RENCANA USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK (RUPTL) PT PLN (PERSERO)

Materi Paparan Menteri ESDM Strategi dan Implementasi Program MW: Progres dan Tantangannya

RENCANA UMUM ENERGI DAERAH PROVINSI (RUED-P) JAWA BARAT

PRE SI DEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENT ANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL

LAMPIRAN II: MATRIKS PROGRAM 100 HARI, 1 TAHUN DAN 5 TAHUN. Isu Pokok Output yang Diharapkan Program Aksi Kerangka waktu. Jaminan pasokan energi

INSTRUMEN KELEMBAGAAN KONDISI SAAT INI POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ENERGI INDIKASI PENYEBAB BELUM OPTIMALNYA PENGELOLAAN ENERGI

2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 300,

KEBIJAKAN PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK

PP NO. 70/2009 TENTANG KONSERVASI ENERGI DAN MANAGER/AUDITOR ENERGI

Daya Mineral yang telah diupayakan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah pada periode sebelumnya.

Penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) di Indonesia : Fasilitasi Penyusunan RUED di Propinsi Riau dan Kalimantan Tengah

PERSIAPAN SUMATERA UTARA DALAM MENYUSUN RENCANA UMUM ENERGI DAERAH (RUED)

Peran dan Strategi Dunia Usaha dalam Implementasi NDC Sektor Energi Dr. Ir. Surya Darma, MBA

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBANGUNAN ENERGI

Materi Paparan Menteri ESDM

Pulau Ikonis Energi Terbarukan sebagai Pulau Percontohan Mandiri Energi Terbarukan di Indonesia

PERCEPATAN PENGEMBANGAN EBTKE DALAM RANGKA MENOPANG KEDAULATAN ENERGI NASIONAL

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

MEMASUKI ERA ENERGI BARU TERBARUKAN UNTUK KEDAULATAN ENERGI NASIONAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : TENTANG KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMENUHAN KEBUTUHAN ELEKTRIFIKASI DI DAERAH PERBATASAN

SINKRONISASI KEBIJAKAN PUSAT DAN DERAH DALAM PENGUATAN IKLIM USAHA DAN INVESTASI

PEMBERDAYAAN DAN KEBERPIHAKAN UNTUK MENGATASI KETIMPANGAN. 23 Oktober 2017

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SEKTOR ESDM

BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Disampaikan oleh: TJAHJO KUMOLO

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. #Energi Berkeadilan. Disampaikan pada Pekan Pertambangan. Jakarta, 26 September 2017

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL ENERGI BARU, TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI. Disampaikan oleh

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG ENERGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

BEST PRACTICES IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SATU PETA DALAM PENYEDIAAN DATA SPASIAL INVENTARISASI GRK

PETA REGULASI KONSERVASI ENERGI

PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN DATA SEKTOR ESDM

RENCANA KERJA PROYEK / SATUAN KERJA (TOR) BAGIAN/BIDANG :.., UNIT KERJA : Pusat Pembinaan Usaha dan Kelembagaan

Coffee Morning dengan Para Pemangku Kepentingan Sektor Ketenagalistrikan

RENCANA UMUM ENERGI DAERAH PROVINSI BENGKULU DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI BENGKULU

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN :

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN EBTKE UNTUK MEMENUHI TARGET KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL

KEBIJAKAN KONSERVASI ENERGI NASIONAL

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PROGRAM KERJA TAHUN DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA TIMUR

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA INDONESIAN DEVELOPMENT FORUM (IDF)

Mendukung terciptanya kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Meningkatnya jumlah minat investor untuk melakukan investasi di Indonesia

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK

Disampaikan pada Seminar Nasional Optimalisasi Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Menuju Ketahanan Energi yang Berkelanjutan

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 96, Tambahan Lemb

[ BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI ] 2012

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KEBIJAKAN & RPP DI KEBIJAKAN & RPP BIDANG ENERGI BARU TERBARUKAN BARU

Ringkasan Eksekutif INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2009

2017, No Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Pere

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENGHEMATAN ENERGI DAN AIR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI ENERGI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI INDONESIA TAHUN 2040

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENGHEMATAN ENERGI DAN AIR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 74 TAHUN 2010 TENTANG KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SUMBER ENERGI ALTERNATIF TERTENTU DI JAWA TIMUR

ALOKASI DAN REALISASI APBD TAHUN 2014

PERAN GEOLOGI DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

TABEL 4.1 KETERKAITAN VISI, MISI DAN STRATEGI DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Kebijakan Penganggaran TA 2018

BAB II PERENCANAAN KINERJA

KETENTUAN TEKNIS MUATAN RENCANA DETAIL PEMBANGUNAN DPP, KSPP DAN KPPP

PADA MUSRENBANG RKPD PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN Drs. REYDONNYZAR MOENEK, M. Devt.M

REGULASI DAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR ENERGI UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

2 Di samping itu, terdapat pula sejumlah permasalahan yang dihadapi sektor Energi antara lain : 1. penggunaan Energi belum efisien; 2. subsidi Energi

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA

Benny Marbun Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero) Batam, 23 November 2012

BAB I PENDAHULUAN. manajemen baik dari sisi demand maupun sisi supply energi. Pada kondisi saat ini

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL ENERGI BARU TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI

Versi 27 Februari 2017

INFRASTRUKTUR ENERGI DI PROVINSI BANTEN

BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya energi adalah kekayaan alam yang bernilai strategis dan

2015, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi

KEBIJAKAN dan STRATEGI PENYEDIAAN PERUMAHAN TA

REPUBLIK INDONESIA RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN HILIRISASI INDUSTRI DALAM RANGKA MENCAPAI TARGET PERTUMBUHAN INDUSTRI NASIONAL

Bab I Pendahuluan. Pendahuluan

MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

BAB 3 PEMODELAN, ASUMSI DAN KASUS

Oleh: Maritje Hutapea Direktur Bioenergi. Disampaikan pada : Dialog Kebijakan Mengungkapkan Fakta Kemiskinan Energi di Indonesia

Informasi Wajib Tersedia Setiap Saat Sekretariat Jenderal Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral

POTENSI BISNIS ENERGI BARU TERBARUKAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2007 TENTANG E N E R G I DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA Rencana Kegiatan Pembinaan Penyusunan RUED Workshop Nasional Kick Off Penyusunan RUED 13 Maret 2017 1 1

Landasan Perencanaan Energi Nasional 2 2

Peran Energi dalam Pembangunan Peranan Energi sangat PENTING artinya bagi peningkatan kegiatan Ekonomi dan Ketahanan Nasional, sehingga pengelolaan energi yang meliputi penyediaan, pemanfaatan, dan pengusahaannya harus dilaksanakan secara berkeadilan, berkelanjutan, rasional, optimal, dan terpadu ~ UU 30/2007 tentang Energi 3 3

Visi Pengelolaan Energi Nasional Terwujudnya pengelolaan energi yang berkeadilan, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dengan memprioritaskan pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi dalam rangka mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional 4 4

Dasar Hukum Kebijakan Sektor Energi dan SDM UU No. 30/2007 Energi UU No.22/2001 Minyak dan Gas Bumi UU No.30/2009 Ketenagalistrikan PP No. 79/2014 Kebijakan Energi Nasional (KEN) UU No.4/2009 Pertambangan Mineral & Batubara UU No.21/2014 Panas Bumi Perpres Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Penjabaran sasaran KEN Kebijakan dan strategi untuk mencapai KEN Percepatan pembangunan infrastruktur dan memperbaiki energy mix menuju energi terbarukan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Penjabaran KEN dan RUEN 5 - Kebijakan Pemerintah - 5

Gambaran Matriks Program dalam RUEN 124 Program 59 Strategi RUEN 383 Kegiatan Matriks Program Rencana Umum Energi Nasional *) Beberapa kegiatan memiliki lebih dari 1 koordinator 237 01 Kementerian ESDM Ketersediaan energi, Akses, harga yang terjangkau, Infrastruktur, FiT dan Subsidi 08 Kementerian PPN/Bappenas Rencana pembangunan nasional dan sinkronisasi kegiatan antar K/L dan Pemda 15 Jumlah Koordinator Kegiatan 102 02 Kementerian Keuangan Dukungan fiskal, subsidi dan perubahan paradigma pendapatan negara 40 03 Kementerian Perhubungan Pemanfaatan energi bersih dan peningkatan akses kendaraan umum 45 03 Kementerian Perindustrian Peningkatan pertumbuhan industri nasional dan efisiensi industri 04 10 Kementerian Pertanian Penyiapan roadmap budi daya tanaman untuk energi 33 Pemerintah Daerah Bersama Pemerintah Pusat dalam pengelolaan energi daerah Kementerian Ristek & Dikti Penguasaan teknologi dan daya saing industri energi Kementerian KLHK Tata kelola lingkungan dan pemanfaatan kawasan hutan Kementerian BUMN Peningkatan fungsi BUMN dalam bidang energi Kementerian PUPR Dukungan pengelolaan Air untuk energi dan rancangan gedung hemat energi Kementerian Dalam Negeri Dukungan ke Pemda dalam alokasi APBD untuk subsidi dan lainnya Dewan Energi Nasional Menetapkan jenis, jumlah, waktu, dan lokasi serta pengelolaan CPE Harus diakomodir di dalam RUED 6 6

Pentingnya Penyusunan RUED 7 7

Pentingnya Pemerintah Daerah Dalam Menyusun RUED 1. Sesuai dengan Undang-undang No. 30 Tahun 2007 tentang energi bahwa Pemerintah Daerah menyusun Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dengan mengacu pada Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan ditetapkan dengan peraturan daerah. RUED Provinsi (RUED-P) disusun dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah RUEN ditetapkan. 2. Salah satu tujuan RUEN yaitu meningkatkan peran daerah dalam pengelolaan energi nasional. Untuk itu dalam matriks program rancangan RUEN, Pemerintah Daerah bersama K/L terkait memiliki tanggung jawab dalam mengkoordinasikan 102 rencana kegiatan antara lain terkait dengan Survei potensi, Pemanfaatan ET setempat, Infrastruktur, Pemanfaatan lahan untuk energi, konservasi dan efisiensi, peningkatan peran BUMD, peningkatan teknologi, penyediaan subsidi dan peningkatan SDM 3. Dalam meningkatkan pengelolaan energi nasional, Pemerintah Daerah memiliki kompetensi dalam: a. Memahami kondisi geografis daerah dalam mengembangkan energi setempat, pemanfaatan lahan, dan pemetaan potensi. b. Memahami pola konsumsi energi masyarakat untuk menentukan proyeksi kebutuhan, dan c. Mengetahui sumber energi setempat yang dapat dikembangkan, terutama untuk pengembangan EBT 4. Kompetensi Pemerintah Daerah tersebut diatas sangat dibutuhkan terutama dalam pengembangan EBT agar harga EBT dapat ditekan menuju skala keekonomian, sehingga dapat diterima oleh masyarakat setempat dengan mengurangi beban Pemerintah dalam menyediakan subsidi. 5. Diharapkan Pemerintah Daerah dapat meningkatkan penyediaan dan akses energi serta dapat meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi Daerah. 8 8

Pola Pikir Pengelolaan Energi Daerah Cita- Cita Daerah Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Rasio Elektrifikasi 100% Harga Energi Murah Pasokan yang Handal MANAJEMEN PASOKAN MANAJEMEN KONSUMSI KONSERVASI & EFISIENSI KONTINUITAS SUSTAINABILITY ACCESSIBILITY AVAILABILITY ACCEPTABILITY AFFORDABILITY 9 9

Sinergi Perencanaan Energi Nasional dan Daerah Perguruan Tinggi, Masyarakat, Pemda, Pakar pakar, Industri, Stakeholders lainya UU No. 30/2007 Tentang Energi KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL (PP. No 79 Tahun 2014) Disusun oleh DEN dan ditetapkan oleh Pemerintah UU No. 30/2009 Tentang Ketenagalistrikan RUED Provinsi RUEN Disusun oleh Pemerintah dan ditetapkan oleh DEN RUKN RUKD RUED Kabupaten/Kota Pemerintah daerah menyusun RUED dengan mengacu pada RUEN RUED ditetapkan dengan Perda RUPTL 10 ~ UU 30/2007 tentang Energi 10

Prinsip Penyusunan RUED-P DEN dan Pemerintah memfasilitasi Pemerintah Daerah dalam penyiapan dan penyusunan RUED-P Mendampingi daerah untuk menerjemahkan ruen Mensinergikan Rancangan RUED-P yang sudah ada dengan perencanaan pembangunan yang lainnya Berbasis pada pemanfaatan energi setempat dan sesuai dengan kebutuhan daerah Tetap memperhatikan kekhasan serta Kearifan Lokal (Local Wisdom) masingmasing daerah 11 11

Hal Utama yang dilakukan dalam RUED-P 1 2 Menjabarkan proyeksi pasokan dan kebutuhan energi per tahun dari tahun 2015 s.d. 2050. Proyeksi dilakukan mulai dari sisi kebutuhan energi antara lain berdasarkan pertumbuhan penduduk, PDRB, PDRB per Kapita. Proyeksi dilakukan dengan Pemodelan Energi menggunakan software LEAP Proyeksi pasokan energi mencakup jenis energi primer, volume-nya, dan sumber energinya untuk memenuhi demand. Menyusun rencana program/proyek/kebijakan konkrit dari tahun 2015 s.d. 2025 yang diperlukan, untuk memenuhi kebutuhan energi. Disusun sebagai lampiran dokumen dalam bentuk matriks program (nama projek/kebijakan, indikasi lokasi, investasi, volume/kapasitas dan target penyelesaian) Tidak semua informasi terpenuhi, sesuai dengan data yang tersedia. 12 12

Multiplier Effect Kebijakan RUEN-RUED untuk Daerah Meningkatnya Aktivitas Ekonomi Perubahan Paradigma Pengelolaan Energi : 1. Ketersediaan Energi untuk Kebutuhan Nasional 2. Prioritas Pengembangan Energi 3. Pemanfaatan Sumber Daya Energi Nasional 4. Cadangan energi nasional RUEN RUED Menyusun kebijakan pengembangan fasilitas transportasi (kapal, pelabuhan, kereta api) dikaitkan dengan jaringan dan distribusi energi (BBM dan gas) Pembangunan PLTS bagi fasilitas transportasi (terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, peralatan bongkar muat, dan lain-lain), PLTSa, Waduk untuk PLTMH dan pengairan Meningkatkan kualitas pelayanan publik Pemerintah Daerah yang mendukung percepatan penerbitan/ penyederhanaan izin dan pembangunan infrastruktur energi di daerah Menyusun peta jalan pengembangan moda transportasi umum dan pribadi berdasarkan rencana diversifikasi energi sektor transportasi Pemakaian TEKNOLOGI yang EFISIEN Membuka lapangan Pekerjaan Mengurangi kesenjangan sosial Kegiatan ekonomi (industri, ekonomi makro dan mikro) Kegiatan pariwisata meningkat Peningkatan Perekonomian dan Pembangunan Daerah (Multiplier Effect ) 13 13

Contoh Kebijakan Pendukung RUEN Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah mendorong penguatan pendanaan untuk menjamin ketersediaan energi, pemerataan infrastruktur energi, pemerataan akses masyarakat terhadap energi, pengembangan industri energi nasional, dan pencapaian sasaran penyediaan energi serta pemanfaatan energi 14 14

Contoh Hubungan RUEN & RUED : Pengembangan EBT-Ketenagalistrikan Potensi Pembangunan EBT Kebijakan/Program/ Kegiatan Pendukung GOAL 2025 RUEN Kebijakan/Program/kegiatan Pusat 1. Harga, Subsidi & Insentif 2. Kemudahan Perijinan & Investasi 3. Peningkatan Kerjasama bidang EBT 4. Pembangunan Infrastruktur pendukung 45 GW Total Potensi EBT 443.208 MW Target EBT tahun 2025 Sebesar 23% RUED-P Penyempurnaan Data Potensi 1. Melakukan survei Potensi 2. Meningkatkan kualitas survei yang sudah ada 3. Memastikan lokasi potensi yang dapat dikembangkan 4. Sinkronisasi dengan RTRW Daerah Pengembangan Berdasarkan 1. Jenis EBT sesuai dengan Potensi Daerah 2. kondisi Geografis 3. Potensi Demand di sekitar 4. Infrastruktur Ketenagalistrikan (Eksisting & Roadmap) Kebijakan/Program/kegiatan Daerah 1. Subsidi & Insentif dari Pemda 2. Peningkatan Investasi Swasta 3. Peningkatan Peran BUMD 4. Optimalisasi DAK 5. Penyusunan Roadmap Pengembangan EBT 45 GW Target Masing2 Provinsi berbeda Namun Secara total 15 diharapkan lebih dari target RUEN 15

Contoh Kebijakan Energi yang Dapat Diterapkan di Daerah Menyusun kebijakan pengembangan fasilitas transportasi (kapal, pelabuhan, kereta api) dikaitkan dengan jaringan dan distribusi energi (BBM dan gas) Membangun infrastruktur ketenagalistrikan Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi fasilitas transportasi (terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, peralatan bongkar muat, dan lain-lain) Menerapkan kebijakan pemanfaatan energi surya untuk moda transportasi Memfasilitasi alih ke teknologi yang lebih efisien Menyusun peta jalan penggunaan BBN sebagai campuran BBM pada transportasi baik pada transportasi darat, laut, udara dan kereta api sampai dengan 2050 Menyusun peta jalan pengembangan moda transportasi umum dan pribadi berdasarkan rencana diversifikasi energi sektor transportasi Meningkatkan kualitas pelayanan publik Pemerintah Daerah yang mendukung percepatan penerbitan/ penyederhanaan izin dan pembangunan infrastruktur energi di daerah Memfasilitasi kerja satuan kerja yang bertugas memantau dan mengkoordinasikan penyelesaian masalah birokrasi dan/atau tumpang tindih kewenangan di daerah Mendorong peningkatan anggaran Pemerintah Daerah untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan terutama bersumber dari EBT 16 16

Tim P2RUED Provinsi 17 17

Tim Pembinaan Penyusunan RUED-P (P2RUED-P) Merupakan tim lintas sektor yang dibentuk atas inisiasi dari Kementerian ESDM dalam memberikan pendampingan maupun bimbingan teknis kepada seluruh Provinsi dalam penyusunan Rencana Umum Energi Daerah Provinsi (RUED-P). 18 18

Tugas dan Tanggung Jawab Tim P2RUED-P 01 Melakukan pendampingan dan bimbingan teknis penyusunan RUED 02 Memastikan sosialisasi RUEN dan tugas dari Tim P2 RUED tersosialisasi ke Seluruh Pemerintah Daerah 03 Menyusun Format Kegiatan yang Mengakomodir Seluruh Kebutuhan Pemerintah Daerah 04 Memastikan Target RUEN yang terkait dengan peran Pemerintah Daerah dapat dijabarkan dalam RUED 05 Melaporkan setiap Progres pendampingan dan Bimbingan Teknis ke Pimpinan 19 19

Struktur Tim P2RUED ADMINISTRATOR 1. Menyusun Agenda Kegiatan 2. Koordinasi dengan daerah 3. Koordinasi pendanaan kegiatan Tim P2RUED 4. Menyusun progress dan laporan tiap kegiatan FASILITATOR 1. Mengikuti Training of Trainers (ToT) 2. Menjadi fasilitator dalam seluruh Workshop dan Bimtek 3. Mendampingi Provinsi (1 Provinsi minimal 2 fasilitator) untuk: a. Mengontrol waktu pelaksanaan b. Membimbing pemodelan c. Membantu menyusun matriks program RUED d. Tabulasi data provinsi sesuai tanggung jawab PEMBINA MESDM TIM KERJA PERWAKILAN K/L & UNIT ESDM TIM TEKNIS PENGARAH DEN Es. 1 & 2 (K/L & UNIT ESDM) TIM PERENCANA TUGAS & TANGGUNG JAWAB 1. Menyusun modul dan pedoman teknis pemodelan 2. Merancang konsep pendampingan dan bimtek 3. Menyusun simulasi per daerah sebagai acuan dalam perhitungan awal 4. Menyusun konsep excel sakti RUED 5. Kalibrasi hasil pemodelan TIM DUKUNGAN TEKNIS & SINKRONISASI PUSAT DAN DAERAH TUGAS & TANGGUNG JAWAB 1. Membuat database data dan informasi daerah 2. menyusun template pre FS untuk daerah 3. Menyusun konsep elektrifikasi desa 4. menyusun kajian lainnya yang dibutuhkan daerah dalam 20 penyusunan RUED 5. Sinkronisasi Kegiatan Pusat dan Daerah terkait penyusunan RUED 20

Roadmap Pembinaan Penyusunan RUED 21 21

Roadmap Bimbingan Penyusunan RUED 34 Provinsi Bimbingan Teknis I Workshop 5 Wil Bimbingan Teknis II Finalisasi Dok Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des TOT Work Nas I Work Nas II DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT (Tim P2 RUED) PEMERINTAH PROVINSI TAHAPAN PERSIAPAN PENYUSUNAN DATA & PEMBEKALAN PENDAMPINGAN & BIMBINGAN PENGUJIAN (KALIBRASI) HASIL FINALISASI RANCANGAN RUED AKTIVITAS Membentuk Tim P2 RUED (SK Menteri ESDM) Menyusun Rencana Kerja Menyusun pedoman teknis Penyusunan RUED Menyusun format dan inventarisasi data nasional/daerah Menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Verifikasi data daerah Workshop Nasional Workshop Wilayah Bimbingan Per Provinsi Penggabungan hasil model seluruh provinsi Kalibrasi hasil dengan target RUEN Penyesuaian 34 Provinsi Penyusunan dan penetapan rancangan Perda RUED Menyusun pedoman teknis pemodelan OUTPUT Penetapan Tim dan Rencana Kerja Pedoman teknis penyusunan RUED Pedoman Teknis pemodelan Database: potensi, konsumsi, infrastruktur, personil dll Peningkatan SDM fasilitator Meningkatkan kapasitasi SDM daerah dalam: Penyusunan perencanaaan energi daerah Menyusun program/kegiatan dalam RUED Target RUEN dapat dijabarkan kedalam RUED Perda RUED 34 Provinsi 22 22

TERIMA KASIH KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18, Jakarta 23 23