BAB III METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research).

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Masalah ini akan dipecahkan dengan menggunakan metode penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai pembelajaran menulis cerpen menggunakan strategi. 3M (Meniru-Mengolah-Mengembangkan) dilakukan dengan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research atau

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Inggris dikenal dengan Clasroom Action Research (ARC). Penelitian tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. biasa dikenal dengan classroom action research. Menurut Stephen Kemmis

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Gambar 3.1 Bagan Penelitian Tindakan Kelas

BAB III METODE PENELITIAN. Penggunaan suatu metode dan teknik penelitian akan menentukan

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian tindakan

oleh : Arief Ramadhan Budi Aji

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 29 Bandung bertujuan untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan- tindakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN

J-SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS SISWA KELAS X.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan Classroom Action Research atau yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas

III. METODE PENELITIAN. Kemampuan menulis surat undangan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

KEMAMPUAN MEMPRODUKSI TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BONGOMEME

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) atau

BAB III METODE PENELITIAN. disarankan adalah penelitian tindakan. Dari namanya itu sendiri sudah. bukanlah kepentingan guru) (Arikunto, 2012:2).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. atau istilah dalam bahasa inggris adalah classroom action research, yaitu suatu action

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. diartikan sebagai prosedur atau cara memecahkan masalah penelitian dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. (PTK). Penelitian Tindakan kelas merupakan terjemahan dari Classroom

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. difokuskan pada situasi kelas atau yang dikenal classroom action research.

BAB III METODE PENELITIAN. dan kuantitatif. Hal ini dikarenakan dalam penelitian, peneliti membuat deskripsi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. bahasa Inggris sering disebut dengan istilah Classroom Action Research

III. METODE PENELITIAN. melakukan suatu perbaikan yang bersifat reflektif dan kolaboratif. Dalam

B. Disain Penelitian Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Taggart (dalam Wiriaatmadja: 2008)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah Penelitian Tindak Kelas

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian mengenai meningkatkan keterampilan berbicara dengan metode

BAB III METODE PENELITIAN. siklus dapat dihentikan meskipun masih ada siklus kedua. Hubungan keempat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Sebagai upaya mencari pembuktian dan solusi dari masalah yang diangkat

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. melakukan penelitian pembelajaran di kelas dalam rangka perbaikan mutu

BAB III 3. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penulis melaksanakan penelitian di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Classroom Action Research. Wardhani, dkk. (2008: 1.4) mengungkapkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Class Room Action

BAB III METODE PENELITIAN. Action Research (Wardhani, dkk., 2007: 1.3). Selanjutnya Suharsimi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Potri Olympia Rahayu, Pemanfaatan Media Gambar Sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Pasung.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tindakan kelas (PTK). PTK atau dalam bahasa inggris

BAB III METODE PENELITIAN. tindakan kelas menurut Kemmis (1983, dalam Rochiati Wiraatmadja, 2009 :

BAB III METODE PENELITIAN. situasi kelas, atau lazim dikenal classroom action research (Wardhani&

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kelas(classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal Classroom Action Research,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan di SMA Kartika Siliwangi 2 Bandung bertujuan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Oleh: Prihatini Mualifah Program Studi Pendidikan dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo

Transkripsi:

26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Masalah ini akan dipecahkan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Berdasarkan permasalahan yang muncul di dalam kelas, peneliti akan berusaha mengkaji dan merefleksi pembelajaran dengan tujuan dapat mengatasi permasalahan yang muncul. Elliot dalam Syamsuddin dan Damaianti, 2011, hlm. 192) menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas kegiatan yang ada di dalamnya. Seluruh prosesnya, yang meliputi penelaahan, pendiagnosaan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan dampak yang diperlukan. Selanjutnya Paizaluddin dan Ermalinda, 2013, hlm. 6) mengartikan PTK sebagai penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah pada sekelompok subjek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya, untuk kemudian diberikan tindakan lanjutan yang bersifat penyempurnaan tindakan atau penyesuaian dengan kondisi dan situasi sehingga diperoleh hasil yang lebih baik. Secara lebih luas penelitian tindakan kelas diartikan sebagai penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah pada sekelompok subjek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya, untuk kemudian diberikan tindakan lanjutan yang bersifat penyempurnaan tindakan atau penyesuaian dengan kondisi dan situasi sehingga diperoleh hasil yang baik. Tindakan yang secara sengaja diberikan tersebut diberikan oleh guru atau berdasarkan arahan guru kemudian dilakukan oleh peserta didik (Suharsimi, 2010, hlm. 17). Dengan demikian dapat disimpulkan, penelitian tindakan kelas adalah suatu kegiatan penelitian dengan mencermati sebuah kegiatan belajar yang diberikan tindakan, yang secara sengaja dimunculkan dalam sebuah kelas, yang bertujuan memecahkan masalah atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas tersebut. Tindakan yang secara sengaja dimunculkan. Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu 26 perpustakaan.upi.edu

27 Terdapat beberapa alasan mengapa PTK ini digunakan sebagai metode pemecahan masalah dalam penelitian ini. Supardi, 2009, hlm. 110) mengemukakan penelitian tindakan kelas memiliki tiga ciri pokok, yaitu sebagai berikut. 1) Inkuiri reflektif. PTK berangkat dari permasalahan pembelajaran riil yang sehari-hari dihadapi oleh guru dan peserta didiknya. Jadi, kegiatan penelitian berdasarkan pada pelaksanaan tugas (practice driven) dan pengambilan tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi (action driven). 2) Kolaboratif. Upaya perbaikan proses dan hasil pembelajaran tidak dapat dilakukan sendiri oleh peneliti di luar sekolah (guru), tetapi ia berkolaborasi dengan guru. 3) Reflektif. PTK memiliki ciri khusus, yaitu sikap reflektif yang berkelanjutan. Berbeda dengan pendekatan penelitian formal, yang sering mengutamakan pendekatan empiris eksperimental, penelitian tindakan kelas lebih menekankan pada proses refleksi terhadap proses dan hasil penelitian. Prosedur pemecahan masalah dengan menggunakan penelitian tindakan model Suharsimi Arikunto (Erma dan Paizaluddin, 2013, hlm. 34). Alur penelitiannya sebagai berikut. Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan?

28 Keempat langkah atau tahap tersebut merupakan satu siklus yang artinya sesudah langkah ke-4, lalu kembali ke-1 dan seterusnya. Meskpun sifatnya berbeda, langkah ke-2 dan ke-3 dilakukan secara bersamaan jika pelaksana dan pengamat berbeda. Namun, apabila pelaksana merupakan pengamat juga, maka pengamatan dilakukan sesudah pelaksanaan dengan cara mengingat-ingat apa yang sudah terjadi. Dengan kata lain, objek pengamatan sudah lampau. Secara utuh, tindakan yang diterapkan dalam penelitian tindakan kelas seperti digambarkan dalam bagan, melalui langkah atau tahapan berikut. Tahap 1 Menyusun rancangan tindakan dan dikenal dengan perencanaan, menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Tahap 2 Pelaksanaan tindakan, yaitu implementasi atau penerapan isi rancangan di dalam kancah, yaitu mengenakan tindakan kelas. Pada tahap ini pelaksana harus ingat dan taat pada apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan, tetapi harus pula berlaku wajar. Modifikasi diperbolehkan selama tidak mengubah prinsip, dan hindari kekakuan. Tahap 3 Pengamatan, yaitu pelaksanaan pengamatan oleh pengamat. Tahap 4 Refleksi atau pantulan, yaitu mengemukakan kembali apa yang sudah terjadi. B. Subjek Penelitian Penelitian ini merupakan PTK kolaboratif, yaitu bersifat praktis berdasarkan permasalahan nyata dalam pembelajaran menulis teks eksposisi di SMP Citra Cemara kelas VII. Subjek pelaku tindakan adalah guru bahasa Indonesia. Subjek penerima adalah peserta didik SMP Citra Cemara. C. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di kelas VII-A SMP Citra Cemara kelas VII semester I Tahun Ajaran 2013/2014.

29 D. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap. Adapun tahapantahapan tersebut diuraikan sebagai berikut. 1. Tahapan Studi Pendahuluan Peneliti melakukan kegiatan studi pendahuluan atau penelitian awal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di lapangan seputar menulis teks eksposisi. Berikut hal-hal yang dilakukan dalam penelitian awal. a. Wawancara dengan peserta didik di kelas VII SMP Citra Cemara. b. Menyebarkan angket kepada peserta didik kelas VII SMP Citra Cemara mengenai pembelajaran menulis teks eksposisi. Setelah melakukan penelitian awal, peneliti mengevaluasi dan menganalisis hasil serta penyebaran angket. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala peserta didik dalam menulis, khusus menulis teks eksposisi. 2. Tahap Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan atau persiapan tindakan ini dilakukan sebagai bentuk perencanaan terhadap pemecahan masalah. Dalam hal ini, pemecahan masalah yang ditawarkan adalah penggunaan model pembelajaran konstruktif. Persiapan tindakan yang direncanakan meliputi hal-hal berikut ini. a) Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, mulai dari kegiatan yang dilakukan peserta didik, sampai pada media serta strategi yang diterapkan dalam rangka menerapkan tindakan perbaikan. b) Menyiapkan cara serta alat untuk menilai dan menganalisis proses serta hasil pembelajaran. 3. Tahap Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan atau penerapan tindakan dilakukan dengan empat prosedur, yakni perencanaan, aksi/pelaksanaan, refleksi dan observasi. Berikut ini penjabarannya. a. Perencanaan Tahapan perencanaan ini berupa rencana kegiatan dalam menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan peneliti untuk memecahkan permasalahan yang ada dalam proses pembelajaran menulis eksposisi. Rencana kegiatan yang

30 dilakukan adalah (1) menyusun rencana pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan model pembelajaran konstruktif, (2) menyiapkan instrumen penelitian berupa lembar observasi, lembar jurnal peserta didik, wawancara, dan dokumentasi foto untuk memperoleh data nontes, (3) menyiapkan perangkat tes menulis teks eksposisi dan pedoman penilaian, (4) menyiapkan teks eksposisi yang akan digunakan dalam pembelajaran, (5) menyiapkan media pembelajaran, (6) kolaborasi dengan guru atau rekan untuk membantu dalam kegitan dokumentasi. b. Aksi/pelaksanaan Dalam tahap pelaksanaan, peneliti melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah dipersiapkan. Secara garis besar rencana kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan proses pembelajaran menulis eksposisi dengan menggunakan model pembelajaran konstruktif. Tindakan ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu, pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. c. Observasi Dalam penelitian ini, peneliti dibantu oleh observer atau yang disebut pengamat untuk melakukan obervasi mengenai jalannya pelaksanaan pembelajaran. Pengamat mengamati dan mencatat segala hal yang terjadi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Melalui observasi ini, diungkap segala peristiwa yang berhubungan dengan pembelajaran, baik aktifitas peserta didik selama melakukan kegiatan pembelajaran maupun respons peserta didik terhadap media dan pembelajaran. Dalam mengobservasi, pengamat diberikan format observasi yang telah disediakan peneliti. d. Refleksi Setelah semua kegiatan pembelajaran berjalan dan selesai, peneliti melakukan refleksi terhadap apa yang telah dilaksanakan dengan cara mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilakukan. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis, diseleksi, disederhanakan,dan diorganisasikan secara rasional. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan refleksi untuk melihat bagaimana perkembangan yang telah dicapai. Peneliti juga mencermati hasil observasi untuk bahan refleksi.

31 Siklus diteruskan dan terus berlanjut ketika hasil refleksi memperlihatkan lemahnya kemampuan menulis eksposisi peserta didik. Siklus dihentikan ketika kemampuan menulis eksposisi peserta didik dirasakan sudah cukup memperlihatkan peningkatan yang signifikan serta semua peserta didik telah mencapai standar KKM. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini berupa teknik tes dan nontes. Teknik tes digunakan untuk mengetahui kemapuan peserta didik dalam menulis eksposisi setelah mendapat pembelajaran dengan metode konstruktif. Hasil tes ini merupakan tes berbentuk tertulis yang berupa hasil jenis tes yang digunakan adalah tes dengan menggunakan soal uraian. Hasil tes ini kemudian diolah dan dianalisis untuk melihat bagaimana perkembangan hasil belajar peserta didik. Seperti tujuan awal penelitian ini bahwa salah satunya adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis eksposisi maka melalui tes peneliti dapat melihat apakah kemampuan peserta didik benar-benar meningkat atau tidak. Teknik nontes digunakan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media dan pembelajaran yang digunakan. Untuk memperoleh data nontes dilakukan dengan menyebar angket, observasi, kegiatan wawancara dan catatan harian. F. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatan mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah (Arikunto, 2006, hlm. 134). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas wawancara, observasi guru dan peserta didik, jurnal peserta didik, catatan lapangan, instrumen tes, lembar kriteria penilaian teks eskpsosi, serta rencana pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksposisi.

32 a. Wawancara Wawancara dilakukan dengan peserta didik kelas VII SMP Citra Cemara. Wawancara dilakukan untuk mengetahui gambaran umum mengenai proses pembelajaran teks eksposisi yang selama ini dilaksanakan. Tabel 3.1 Format Wawancara dengan Peserta didik kelas VII SMP Citra Cemara No Pertanyaan Jawaban 1. Bagaimana menurutmu pembelajaran menulis yang dilaksanakan oleh guru bahasa Indonesia? 2. Apa yang kamu dapatkan dalam pembelajaran menulis? 3. Bagaimanakah strategi pembelajaran menulis teks eksposisi yang dilaksanakan di kelas? 4. Apakah ada kesulitan dalam melakukan kegiatan menulis teks eksposisi? b. Angket Angket yang disebarkan adalah angket yang bentuk pilihan ganda. Angket yang disebar berisi pertanyaaan mengenai hal pokok yang terkait dengan penelitian ini. Untuk mengetahui ketertarikan peserta didik terhadap menulis, angket ini disebarkan sebelum pemberian tindakan. Tabel 3.2 Lembar Angket Petunjuk pengisian angket : Berilah tanda (V) pada jawaban Ya atau Tidak sesuai dengan pembelajaran Bahasa Indonesia yang kamu dapatkan. No Pertanyaan/pernyataan Ya Tidak 1. Apakah bagi Anda pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran yang menyenangkan?

33 2. Apakah bagi Anda aktivitas menulis itu menyenangkan? 3. Apakah menulis membuat Anda percaya diri dalam menuangkan ide-ide pikiran atau pendapat? 4. Apakah Anda lebih menyukai kegiatan menulis daripada membaca? 5. Apakah Anda lebih menyukai kegiatan menulis daripada berbicara? 6. Apakah Anda Anda lebih menyukai kegiatan menulis daripada menyimak? 7. Apakah Anda mengetahui pengertian dari teks eksposisi? 8. Apakah Anda pernah menulis teks eksposisi? 9. Apakah Anda termotivasi dan berminat dalam kegiatan menulis teks eksposisi? 10. Apakah Anda senang jika mendapat tugas menulis teks eksposisi? 11. Apakah Anda sudah terbiasa berlatih menulis teks esksposisi? 12. Apakah Anda sering mengalami kesulitan dalam menuangkan ide ketika menulis teks eksposisi? 13. Apakah Anda sudah terbiasa menulis teks eksposisi dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran? 14. Apakah Anda sudah terbiasa menulis teks eksposisi dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik? 15. Apakah Anda merasa bahwa proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan sudah membuat Anda terampil menulis teks eksposisi?

34 c. Lembar Observasi Lembar Observasi merupakan alat pengamatan yang digunakan untuk melihat aktivitas guru dan peserta didik selama pembelajaran berlangsung dan proses pembelajarannya dengan menggunakan model pembelajaran konstruktif dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Pengisian lembar observasi berdasarkan kondisi yang nyata dan faktual yang terjadi saat proses pembelajaran. Lembar 3.3 Lembar Observasi Guru Hari/Tanggal : Nama Observer : Pertemuan ke : Petunjuk pengisian lembar observasi : Berilah tanda ceklis (V) pada salah satu kolom, 1 (kurang), 2 (cukup), 3 (baik), 4 (sangat baik) untuk setiap pernyataan sesuai dengan pendapat Anda. No Aspek yang dinilai Kategori 1 2 3 4 1. Kemampuan membuka pelajaran (apersepsi) a. Menarik perhatian peserta didik b. Memotivasi peserta didik c. Membuat kaitan materi ajar yang akan diajarkan d. Memberikan pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan awal peserta didik 2. Fase Eksplorasi a. Menampilkan gambar yang bertemakan Bahaya Narkoba Bagi Remaja b. Memberikan ruang gerak bagi peserta didik untuk bekerja sama. c. Mengarahkan peserta didik untuk melakukan pengamatan terhadap gambar yang disediakan. d. Menyuruh peserta didik mengembangkan

35 pola pikir melalui gambar yang mereka amati. 3 Diskusi dan Pengenalan Konsep a. Mendorong peserta didik untuk mengungkapkan dan menjelaskan konsep dengan argumrntasi mereka. b. Menyuruh peserta didik menentukan tesis secara individual. c. Menyuruh peserta didik menyusun argumen teks eksposisi yang akan dibuat secara individual. d. Menyuruh peserta didik menyusun kerangka teks eksposisi. 4 Pengembangan dan Aplikasi a. Mengarahkan peserta didik untuk mengembangkan kerangka tulisan yang dibuat ke dalam teks eksposisi yang utuh. 5 Evaluasi a. Menggunakan media secara efektif b. Menggunakan media secara efisien c. Membantu kelancaran proses pembelajaran 6 Tahap Evaluasi a. Melakukan evaluasi berdasarkan tuntutan aspek. b. Melakukan evaluasi sesuai dengan butir soal yang telah direnanakan dalam RPP c. Melakukan evaluasi sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan d. Melakukan evaluasi sesuai dengan bentuk dan jenis yang dirancang. 7 Kemampuan menutup pelajaran a. Meninjau kembali atau menyimpulkan materi

36 kompetensi yang diajarkan. b. Memberi kesempatan bertanya c. Menginformasikan materi ajar berikutnya. Tabel 3.4 Lembar Observasi Peserta Didik Hari/tanggal : Pertemuan ke : Petunjuk pengisian lembar observasi : Berilah tanda ceklis (V) pada salah satu kolom, 1 (kurang), 2 (cukup), 3 (baik), 4 (sangat baik) untuk setiap pernyataan yang sesuai dengan pendapat Anda. No Aspek yang Diamati Kategori Ya Tidak 1. Aktivitas peserta didik selama mengikuti KBM a. Memperhatikan penjelasan guru b. Mengikuti langkah-langkah pembelajaran (duduk santai, rileks, konsentrasi) c. Menulis teks eksposisi d. Memperhatikan penjelasan guru 2 Inisiatif dalam mengajukan pendapat (bertanya) a. Keaktifan untuk bertanya b. Penyanggahan terhadap sesuatu yang kurang sependapat. c. Mampu memberikan alasan atas pendapat yang diajukan. d. Peserta didik tidak mengerjakan pekerjaan lain pada saat pembelajaran berlangsung 3 Perilaku peserta didik selama pembelajaran a. Peserta didik berkonsentrasi penuh terhadap pembelajaran. b. Peserta didik amat fokus dan tertarik terhadap

37 pembelajaran yang diberikan (tidak melamun atau berguarau). c. Peserta didik dengan sungguh-sungguh mengerjakan tugas yang diberikan guru. d. Peserta didik tidak mengerjakan pekerjaan lain pada saat pembelajaran. d. Instrumen Tes Untuk mengetahui kemampuan proses belajar dalam menulis teks eksposisi, berikut adalah soal yang digunakan. Susunlah sebuah teks eksposisi yang utuh sesuai karakteristik teks eksposisi berdasarkan kerangka teks yang kamu susun sebelumnya! e. Jurnal Harian Peserta Didik Jurnal peserta didik diberikan kepada peserta didik setiap akhir proses pembelajaran, jurnal ini diberikan dengan tujuan untuk memperoleh data mengenai respons peserta didik terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Data yang diperoleh dgunakan sebagai masukan untuk pembelajaran berikutnya. Petunjuk Jurnal Harian Peserta Didik 1. Tuliskan terlebih dulu nama, kelas, serta hari dan tanggal pada lembaran yang telah disediakan! 2. Pertanyaan ini tidak mempengaruhi penilaian maka jawablah dengan jujur dan sebenar-benarnya. Nama : Kelas : Hari, tanggal : a) Materi apa yang kamu dapat hari ini dan bagaimana kesanmu tentang materi hari ini? Jawab : b) Kesulitan apa yang kamu temukan dalam pembelajaran hari ini?

38 Jawab : c) Manfaat apa yang kamu dapatkan dari pembelajaran hari ini? Jawab : d) Apa yang kamu rasakan setelah menulis teks eksposisi hari ini? Jawab : f. Instrumen Penilaian Teks Tabel 3.5 Skala Penilaian Teks Eksposisi Aspek Skor Kriteria Komentar Sangat baik - sempurna: menguasai I S I 27-30 22-26 17-21 13-16 18-20 topik tulisan; substantif; lengkap; relevan dengan topik yang dibahas. Cukup-baik: cukup menguasai permasalahan; cukup memadai; pengembangan tesis terbatas; relevan dengan topik, tetapi kurang terperinci Sedang-cukup: penguasaan permasalahan terbatas; substansi kurang; pengembangan topik tidak memadai Sangat kurang-kurang: tidak menguasai permasalahan; tidak ada substansi; tidak relevan; dinilai tidak layak Sangat baik-sempurna: ekspresi lancar; gagasan terungkap padat dengan jelas; tertata dengan baik; urutan logis; kohesif 14-17 Cukup-baik: kurang lancar; kurang

39 S T R U K T U R T E K O S A K A T A 10-13 7-9 13-15 10-12 7-9 4-6 18-20 terorganisasi, tetapi ide utama ternyatakan; pendukung terbatas; logis, tetapi tidak lengkap Sedang-cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak terkait; urutan dan pengembangan kurang logis Sangat kurang-kurang: tidak komunikatif; tidak terorganisasi; tidak layak dinilai Sangat baik-sempurna: penguasaan kata canggih; pilihan kata dan ungkapan efektif; menguasai pembentukan kata; penggunaan register tepat Cukup-baik: penguasaan kata memadai; pilihan, bentuk, dan penggunaan kata/ungkapan kadangkadang salah, tetapi tidak mengganggu Sedang-cukup: penguasaan kata terbatas; sering terjadi kesalahan bentuk, pilihan, dan penggunaan kosakata/ungkapan;makna membingungkan atau tidak jelas Sangat kurang-kurang: pengetahuan tentang kosakata, ungkapan, dan pembentukan kata rendah; tidak layak nilai Sangat baik-sempurna: konstruksi kompleks dan efektif; terdapat hanya sedikit (<5) kesalahan penggunaan bahasa (urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, preposisi)

40 K A L I M A T M E K A N I K 14-17 10-13 7-9 13-15 10-12 7-9 Cukup-baik: konstruksi sederhana, tetapi efektif; terdapat kesalahan kecil pada konstruksi kompleks; terjadi sejumlah kesalahan (5 s.d. 10) penggunaan bahasa (fungsi/urutan kata, artikel, pronomina, preposisi), tetapi makna cukup jelas Sedang-cukup: terjadi kesalahan serius dalam konstruksi kalimat tunggal/kompleks (sering terjadi kesalahan pada kalimat negasi, urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, kalimat fragmen, pelesapan; makna membingungkan atau kabur. 10 s.d. 15 kesalahan Sangat kurang-kurang: tidak menguasai tata kalimat; terdapat banyak kesalahan (>15); tidak komunikatif; tidak layak dinilai Sangat baik - sempurn : menguasai aturan penulisan; terdapat sedikit kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf (<5) Cukup-baik: kadang-kadang terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf, tetapi tidak mengaburkan makna (5 s.d. 10) Sedang-cukup: sering terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan

41 penataan paragraf; tulisan tangan tidak jelas; makna membingungkan atau kabur (10 s.d. 15) Sangat kurang-kurang: tidak menguasai aturan penulisan; terdapat 4-6 banyak kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tidak terbaca; tidak layak dinilai (>15) Sumber : Buku Guru Wahana Pengetahuan Kelas VII, Jakarta : Kemendikbud RI, 2013. Keterangan : SB = Sangat baik ; B = baik ; C = cukup ; K=kurang Nilai = Skor perolehan Skor Maksimal X 100 Setelah teks eksposisi dihitung skornya, kemudian skor tersebut dikelompokkan berdasarkan kategori nilai. Penulis menggunakan kategori penilaian berdasarkan skala nilai berikut ini : Tabel 3.6 Kategori Penilaian Teks Laporan Hasil Observasi Berdasarkan Skala Nilai Nilai Predikat 3,67 4,00 A 3,34 3,66 A - 3,01 3,33 B + 2,67 3,00 B 2,34 2,66 B - 2,01 2,33 C + 1,67 2,00 C 1,34 1,66 C - 1,01 1,33 D +

42 1,00 D Sumber : Permendikbud No.66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan Kurikulum 2013. Data hasil penelitian dan pengamatan, selanjutnya dididentifikasi kelemahan dan kelebihannya serta dikonsultasikan kepada rekan kolaborasi. Hasilnya kemudian disusun menjadi kesimpulan-kesimpulan untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam upaya mencapai hasil tindakan yang lebih baik dan memuaskan. G. Teknik Pengolahan Data Penelitian Tehnik pengolahan data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Uraian tentang teknik kuantitatif dan teknik kualitatif adalah sebagai berikut. a. Teknik Kuantitatif Teknik kuantitatif dipakai untuk menganalisis data kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes keterampilan menulis teks eksposisi dengan menggunakan model pembelajaran konstruktif. Nilai dari setiap siklus dihitung jumlahnya dalam satu kelas, selanjutnya jumlah tersebut dihitung dalam persentase dengan rumus sebagai berikut. Secara sederhana rumusnya adalah : X = X N Keterangan : X X N = Rata-rata = Jumlah seluruh skor = Banyak subjek Untuk mencari persentase menurut Sudjana, 2005, hlm. 131), persentase dihitung dengan rumus f N x 100. Contoh: Siswa yang memenuhi ketuntasan KKM 15 orang siswa dari 40 siswa. Untuk mencari persentase siswa yang tuntas KKM dengan cara: f x 100 = % N 15 〱 100 = 37,5% 40

43 Jadi persentase siswa yang tuntas KKM adalah 37,5%. Hasil perhitungan tes kemampuan peserta didik dalam menulis teks eksposisi dengan menggunakan model pembelajaran konstruktif dengan teknik pengamatan objek langsung di setiap siklsnya dan jika dibandingkan akan memberikan gambaran mengenai persentase peningkatan kemampuan menulis peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran konstruktif pada siswa kelas VII-A SMP Citra Cemara. b. Teknik Kualitatif Teknik kualitatif dipakai untuk menganalisis data non-tes yang berupa lembar observasi guru dan siswa, jurnal siswa, angket siswa, dan dokumentasi foto. Data hasil pengamatan beserta data jurnal siswa dan angket siswa dianalisis dengan cara mendeskripsikan hasil pengamatan yang kemudian dikelompokkan berdasarkan aspek-aspek yang diteliti. Sementara itu, data yang berupa foto digunakan sebagai bukti otentik proses pembelajaran. H. Kategori dan Interpretasi Data Data yang dianalisis dan direfleksi terlebih dahulu dikategorikan berdasarkan fokus penelitian. Data dalam penelitian ini adalah tingkat kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi melalui model pembelajaran konstruktif, hasil observasi terhadap aktivitas guru dan siswa yang berupa narasi dianalisis berdasarkan format penilaian menulis teks eksposisi. Interpretasi data dilakukan berdasarkan kriteria tingkat keberhasilan perencanaan pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan model pembelajaran konstruktif.