DISAIN ADAPTER PEMEGANG SPESIMEN MINI VJI TARIK

dokumen-dokumen yang mirip
STUDI PEMBUATAN SPESIMEN MINI UJI TARIK DENGAN TEKNIK BLANKING/PUNCHING

Antonio Gogo. Kata kunei: SEM, tutup ruang spesimen, sistem buka-tutup, batang penarik.

PERANCANGAN HANDLING TOOL OUTER CONTAINER LIMBAH IRM DI IPSB3

RANCANG BANGUN AUTOCLAVE MINI UNTUK UJI KOROSI

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

ABSTRAK PENDAHULUAN. ISSN HasH-hasH Penelitian EBN Tahun 2010

a home base to excellence Mata Kuliah : Perancangan Struktur Baja Kode : TSP 306 Sambungan Baut Pertemuan - 12

PEMBUATAN KOMPONEN INNER TUBE LEU FOIL TARGET UNTUK KAPASITAS 1,5g U-235

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PEMBUATAN HEATING CHAMBER PADA TUNGKU KILN / HEAT TREAMENT FURNACE TYPE N 41/H

RANCANG BANGUN MESIN PRESS SANDAL WITH MINI CONVEYOR

PENGARUH VARIASI BENTUK PERMUKAAN FORGING SAMBUNGAN LAS GESEK ROTARY TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA MILD STEEL. Abstract

BAB III METODE PENELITIAN. Mulai

Laporan Praktikum Laboratorium Teknik Material 1 Modul A Uji Tarik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pengembangan teknologi di bidang konstruksi yang semakin maju tidak

KUALIFIKASI SPESIMEN MINI UJI TARIK TUBE ARAH TRANSVERSAL

PEMBUATAN PELAT ELEMEN BAKAR MINI U-7Mo/Al

BAB 3 METODE ANALISIS

Integrity, Professionalism, & Entrepreneurship. Mata Kuliah : Perancangan Struktur Baja Kode : CIV 303. Sambungan Baut.

PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA PROSES PENGELASAN SMAW

PENGARUH PROSES PREHEATING PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK MATERIAL BAJA ST 37

BAHAN DAN METODE. Waktu dan Tempat

PEMBUATAN FOIL TARGET DENGAN TINGKAT PENGKAYAAN URANIUM RENDAH

BAB III METODE PENELITIAN

TRANSFER MATERIAL RADIOAKTIF DI HOTCELL 101 IRM VIA KH-IPSB3

PENGARUH BENTUK TAKIKAN (NOTCHED) PADA POROS BAJA KARBON ST. 60 AKIBAT BEBAN TARIK

BAB I PENDAHULUAN. untuk memenuhi dan memudahkan segala aktifitas manusia, karena aktifitas

Struktur Rangka Ruang (Space frame)

ANALISA LANJUT PERUBAHAN SIFAT MEKANIK BAHAN PEWTER DENGAN REDUKSI 50% PADA PROSES PENGEROLAN BAHAN

PENGARUH VARIASI KUAT ARUS PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PABRIKASI FOIL URANIUM DENGAN TEKNIK PEROLAN

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

a home base to excellence Mata Kuliah : Perancangan Struktur Baja Kode : TSP 306 Batang Tarik Pertemuan - 2

PENENTUAN LAJU KOROSI PADA SUHU 150 ac UNTUK BAHAN STRUKTUR AIMg2 PASCA PERLAKUAN PANAS

PENGARUH KEKASARAN PERMUKAAN TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA AISI 4140 AFRIANGGA PRATAMA 2011/ PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

MESIN BUBUT Dedy Haryanto, Sagino, Riswan Djambiar Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir-BATAN ABSTRAK

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan dibeberapa tempat, sebagai berikut:

METODE PENDEKATAN EVALUASI PRODUK PRATIKAN MENGOPERASIKAN MESIN GERINDA DAN MESIN BUBUT UNTUK MATA KULIAH PRAKTEK MESIN PERKAKAS

BAB I PENDAHULUAN. memiliki andil dalam pengembangan berbagai sarana dan prasarana kebutuhan

5ton 5ton 5ton 4m 4m 4m. Contoh Detail Sambungan Batang Pelat Buhul

TUJUAN PEMBELAJARAN. 3. Setelah melalui penjelasan dan diskusi. mahasiswa dapat mendefinisikan pasak dengan benar

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PADA PROSES PERLAKUAN PANAS BAJA AISI 304 TERHADAP LAJU KOROSI

KARAKTERISASI PADUAN AlFeNiMg HASIL PELEBURAN DENGAN ARC FURNACE TERHADAP KEKERASAN

METODE UJI UJI KUAT TEKAN BETON UJI MODULUS ELASTISITAS BETON UJI KUAT TARIK BAJA

PEMBUATAN SAMPEL INTI ELEMEN BAKAR U 3 Si 2 -Al

MODUL 5. Addendum Perencanaan Lantai Kenderaan Dengan Corrugated Steel Plate STRUKTUR BAJA II. Dosen Pengasuh : Ir.

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisa Kekuatan Tarik Baja Konstruksi Bj 44 Pada Proses Pengelasan SMAW dengan Variasi Arus Pengelasan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Studi Inovasi Peralatan Steam Wood untuk Membuat Gading Kapal Berbahan Laminasi Bambu

PENGEMBANGAN PENYANGGA BOX MOBIL PICK UP MULTIGUNA PEDESAAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Universitas Lampung. Sedangkan estimasi waktu penelitian dikisarkan

BAB III PROSES MANUFAKTUR. yang dilakukan dalam proses manufaktur mesin pembuat tepung ini adalah : Mulai. Pengumpulan data.

ANALISIS PENGARUH PEMOTONGAN PLASMA FLAME CUTTING BAJA PLAT JIS G 3101 SS 400 TERHADAP KEKUATAN TARIKNYA

PENGARUH PENGHILANGAN KULIT CANAI TERHADAP SIFAT MEKANIS BAJA TULANGAN BETON ABSTRACT

Analisis Pengaruh Cooling Rate pada Material ASTM A36 Akibat Kebakaran Kapal Terhadap Nilai Kekuatan, Kekerasan dan Struktur Mikronya

BAB II TEORI DASAR. Gage length

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BANTU PEGANG (FIXTURE) UNTUK PROSES PENGELASAN SAMBUNGAN-T

BAB I PENDAHULUAN. Kekuatan tarik adalah sifat mekanik sebagai beban maksimum yang terusmenerus

STUDI EKSPERIMENTAL GESER BLOK PADA BATANG TARIK KAYU INDONESIA

METODA UJI SMALL PUNCH UNTUK STUDI AWAL SIFAT MEKANIK DAN PATAHAN MATERIAL

III. METODOLOGI PENELITIAN. waktu pada bulan Oktober hingga bulan Maret Peralatan dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini :

RENCANA PENINGKATAN KEMAMPUAN OPERASI FASILITAS HOTCELL IRM DENGAN MELAKUKAN PERBAIKAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH

RANCANG BANGUN ALAT UJI MEKANIK BATANG KENDALI RSG-GAS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1(Sept. 2012) ISSN: G-340

STUDI EKSPERIMENTAL HUBUNGAN BALOK-KOLOM GLULAM DENGAN PENGHUBUNG BATANG BAJA BERULIR

PENGARUH PENAMBAHAN NIKEL TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA BESI TUANG NODULAR 50

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Pengaruh Diameter Pin Terhadap Kekuatan dan Kualitas Joint Line Pada Proses Friction Wtir Welding Aluminium Seri 5083 Untuk Pre Fabrication

METODOLOGI PENELITIAN

ANALISA KEKUATAN TARIK PENYAMBUNGAN PELAT DENGAN KETEBALAN BERBEDA PADA TYPE SAMBUNGAN BUTT JOINT

PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN BALANCING RODA MOBIL

Spesifikasi batang baja mutu tinggi tanpa pelapis untuk beton prategang

PENGARUH FEED RATE TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN DAN KEKUATAN BENDING PADA PENGELASAN FRICTION STIR WELDING ALUMINIUM 5052

STUDI EKSPERIMENTAL DAN ANALITIS KAPASITAS SAMBUNGAN BAJA BATANG TARIK DENGAN TIPE KEGAGALAN GESER BAUT

PEMASANGAN STRUKTUR RANGKA ATAP YANG EFISIEN

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Jember 2

PENGARUH VARIASI SUDUT DIES TERHADAP PENARIKAN KAWAT ALUMINIUM. Asfarizal 1 dan Adri Jamil 2. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

TUGAS AKHIR PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT PEMBUKA BALL BEARING DENGAN HYDRAULIC JACK 4 TON

PEMBANDINGAN DISAIN JEMBATAN RANGKA BAJA MENGGUNAKAN PERATURAN AASHTO DAN RSNI

BAB III LANDASAN TEORI. Bangunan Gedung SNI pasal

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MODEL DRILL JIG UNTUK PENGGURDIAN FLENS KOPLING

KEKUATAN TARIK DAN BENDING SAMBUNGAN LAS PADA MATERIAL BAJA SM 490 DENGAN METODE PENGELASAN SMAW DAN SAW

Baja profil kanal U proses canai panas (Bj P kanal U)

BAB III. Dimensi bata yang biasa ditemui di lapangan dan digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Analisa Kekuatan Sambungan Las SMAW Pada Material Baja ST 37

PERBANDINGAN KEKUATAN PENGELASAN LISTRIK DENGAN PENGELASAN GAS PADA MATERIAL BESI SIKU JIS G3101

STUDI PENGARUH PERLAKUAN PANAS PADA HASIL PENGELASAN BAJA ST 37 DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK BAHAN

SIMULASI PENGUJIAN TEGANGAN MEKANIK PADA DESAIN LANDASAN BENDA KERJA MESIN PEMOTONG PELAT

Komponen Struktur Tarik

PERENCANAAN ALAT BANTU PENGANGKAT DAN PEMINDAH KERTAS GULUNG

pembentukan material dengan model lingkaran penuh.

BAB III CARA PEMBUATAN ALAT TRACKE R BEARING. Rahang penahan berfungsi sebagai rumah atau sarang dari bagian komponen lain

BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM

Prosiding SENTIA 2016 Politeknik Negeri Malang Volume 8 ISSN:

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Transkripsi:

Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2009 SSN 0854-5561 DSAN ADAPTER PEMEGANG SPESMEN MN VJ TARK Antonio Gogo, Suhardyo, Achmad Paid, Purwanta ABSTRAK DSAN ADAPTER PEMEGANG SPESMEN MN UJ TARK. Disain adapter dari pemegang spesimen mini uji tarik terpilih telah dilakukan. Disain digunakan untuk pembuatan adapter pemegang spesimen mini uji tarik yang akan diterapkan pada mesin uji tarik di ruang 206 dengan spesifikasi yang sama dengan mesin uji tarik di hotcel/11 O. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan teknik uji pasca iradiasi. Tahapan dari kegiatan disain ini meliputi; pengukuran ulang spesifikasi dari spesimen mini uji tarik yang telah dibuat (dari pelat SS-304 dan AMg), mempelajari spesifikasi mesin uji tarik di R-206 dan di hotcel/11 0 berikut batang penahan spesimennya (fixed or moving anvil), serta studi literatur yang terkait dengan uji tarik spesimen mini ter-iradiasi. Jenis adapter pemegang spesimen mini uji tarik hasil disain adalah pin loaded sesuai spesifikasi spesimen mini uji tarik terpilih. Panjang total adapter 80 mm, dan bagian atas 035 mm dengan ulir Whitworth sepanjang 32 mm (1 inci, 8 ulir). Pemasangan pin ke adapter pemegang spesimen mini uji tarik dilakukan dengan suaian paksa yaitu; 02H7 untuk lubang dan 02h7 untuk pin. Panjang pin 24 mm, panjang bagian berdiameter 2,2 mm adalah 4,5 mm. Sisa bagian berdiameter 2,0 mm yang menonjol keluar adalah 3,0 mm. Material adapter peme:)gangbaja nirkarat SS-304, sedangkan pin dari Molibdenum. Kata kunci: Adapter pemegang, spesimenmini uji tarik, pin PENDAHULUAN Uji tarik merupakan salah satu teknik untuk investigasi sifat-sifat mekanik dari suatu bahan serta menggunakan berbagai macam jenis spesimen uji tarik. Salah satu jenis spesimen uji tarik yaitu sheet-type specimens (ASTM E8-04). Miniatur spesimen uji tarik untuk studi efek iradiasi dari material-material reaktor juga sudah dilakukan dengan beragam ukuran, dan salah satunya yaitu seperti pad a gambar-1[1]. Jenis pin loaded, sheet type specimen dengan panjang total 30 mm, gage length 10 mm dan lebarnya 3 mm [2]. 3mm 8mm 22 mm 30mm Gambar 1. Dimensi Spesimen Mini Uji Tarik (tebal 0,1 sid 2 mm) [1] Pada kegiatan sebelumnya telah berhasil dibuat spesimen mini uji tarik dengan ukuran seperti pada gambar-1, yang terdiri dari dua jenis material, yaitu baja nirkarat SS-304 dengan tebal ± 0,57 mm dan aluminium (AMg2) dengan tebal ± 1,32 mm. Hasil pengukuran terhadap produk spesimen mini uji tarik disajikan pada tabel-1 dan tabel-2. 162

Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2009 SSN 0854-5561 Tahapan Disain Tahapan dari kegiatan disain ini meliputi pengukuran ulang spesimen mini uji tarik dari yang telah dibuat (masing-masing 10 buah), mempelajari spesifikasi batang penahan (fixed or moving anvil) spesimen dari mesin uji tarik di R-206 (spesifikasi ulir), penentuan jarak terdekat dari batang penahan spesimen yang dapat dijangkau, untuk penentuan panjang pemegang spesimen mini uji tarik, serta studi literatur yang terkait dengan uji tarik spesimen mini ter-iradiasi. Kriteria perancangan Proses untuk tarik pada mesin uji tarik di R-206 dilakukan dengan memasang adapter pemegang spesimen mini uji tarik pada batang penahan/penarik (fixed or moving anvil) yang sudah terpasang pada mesin uji tarik. Bagian atas adalah batang penarik (moving anvil), sedangkan pada bagian bawah adalah batang penahan (fixed anvil). Kemudian jarak antara kedua batang penahan dan penarik tersebut didekatkan sampai jarak terdekat maksimum yang dapat dicapai. Hal ini dilakukan untuk menentukan panjang dari adapter pemegang spesimen mini pada mesin uji tarik. Dengan proses tersebut maka beberapa kriteria disain dari pemegang spesimen mini uji tarik akan disesuaikan dengan spesifikasi batang penahan/penarik (fixed or moving anvil) serta jarak terdekatnya (untuk penentuan panjang dari pemegang spesimen mini uji tarik). Mudah dibuat dan digunakan Dapat digunakan di mesin uji tarik di R-206, untuk proses uji tarik spesimen mini uji tarik terpilih (gambar-1) Spesifikasi ulir batang penahan/penarik (fixed or moving anvil) adalah jenis Whitworth 1 (satu) inci dengan jumlah ulir 8 (delapan) buah per-inci (gambar-2) Adapter pemegang spesimen mini uji tarik, dapat dipasang dan dilepas dengan manipulator dari batang penahan/penariknya. Gambar-2: Batang penahan/penarik (fixed atau moving anvil) mesin uji tarik R-206 HASL DAN PEMBAHASAN Pad a kegiatan disain dari adapter pemegang spesimen mini uji tarik, penentuan diameter pin sangat tergantung kepada diameter lubang dari produk spesimen mini uji tarik. Dari pengukuran diameter-diameter lubang tersebut, diameter terbesar adalah 3,113 mm (tabel-2) dan terkecil adalah 3,012 mm (tabel-1) dan jarak antar lubang 22 mm. Untuk memudahkan pemasangan spesimen mini uji tarik ke pemegangnya, maka suaian antara diameter pin dan diameter lubang spesimen mini uji tarik harus cukup longgar (memperkecil diameter pin), akan tetapi kekuatan pin harus tetap maksimum (memperbesar diameter pin). 163

Hasil-hasil Penelitian ESN Tahun 2009 SSN 0854-5561 Tabel1. Hasil Pengukuran Sam pel Mini Uji Tarik, Stainless Steel (millimeter) Alat Ukur: Mitutoyo, Absolute Digimatic Caliper No. 8,0213 8,0193 8,0183 8,0193 8,0173 8,0173 8,0163 Total Panjang 3,014 3,012 3,016 3,017 3,015 3,013 Gage Lebar 0,576 0,575 0,579 0,580 0,573 0,571 Lubang Diameter Sahu Length 22,05 10 3022 Tebal 10Jarak Lubang Tabel 2/ Hasil Pengukuran Sampel Mini Uji Tarik, Aluminium (millimeter) Alat Ukur: Mitutoyo, Absolute Digimatic Caliper 3 No. 8,0173 8,0183 8,0223 8,0163 8,0203 8,0243 Total 3,105 3,113 3,110 3,016 3,014 3,022 Panjang 3,015 3,020 Lebar Gage 1,324 1,325 1,270 1,297 1,328 1,331 1,266 1,335 1,310 Diameter Lubang Sahu 22,05 Length 3022 Tebal Jarak Lubang Disain adapter pemegang spesimen mini uji tarik disajikan pada Gambar 5, dan pad a Lampiran1. Spesifikasi ulir dari batang penahan yaitu ulir Whitworth dengan panjang ulir 1 inci dan jumlah ulir per-inci sebanyak 8 buah. Ulir Whitworth dengan sudut ulir sebesar 55 sedangkan ulir Metris dengan sudut 60. Spesifikasi disain dari ulir adapter pemegang spesimen mini uji tarik disesuaikan dengan spesifikasi ulir batang penahan dan dengan panjang ulir yang sama (1 inci). 164

SSN 0854-5561 Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2009 Apabila pengukuran regangan diukur langsung pad a spesimen mini dengan ekstensometer, maka[2]; Lo = 5,65 X (SO)1/2 Lo = jarak sensor ekstensometer; So = Luas penampang gage length dimana lebar gage length sebesar 3 mm (Gambar-1) Pad a ketebalan 1 mm, jarak sensor sebesar; 5,65 x (3 x 1)1/2mm = 9,79 mm, sedangkan pada ketebalan 1,1 mm, jarak sensor yang diperlukan sebesar 10,26 mm (> gage length spesimen mini terpilih, 10 mm). Dengan metoda pengukuran langsung ini, maka tebal spesimen maksimum yaitu 1 (satu) mm. Spesifikasi disain dari pin disesuaikan dengan diameter lubang (pin hole) dari spesimen mini, dimana dari hasil pengukuran diameter lubang spesimen mini uji tarik yang telah dibuat (Tabel 1 dan Tabel2) yaitu; 3,012 mm dan 3,113 mm. Untuk diameter luar pin diambil sebesar 2,7 mm (panjang 4,5 mm) dan diameter dalam pin sebesar 2,5 mm (panjang 19,5 mm), luas penampangnya 4,9 mm2, dan panjang totalnya 24 mm (Gambar 4). Luas penampang gage length dengan ketebalan spesimen 1 mm, sebesar 3 mm2 «4,9 mm\ Hal ini juga mempertimbangkan tingkat kesulitan untuk pemasangan spesimen mini pada adapter pemegangnya. Semakin kecil diameter pin maka semakin mudah pemasangannya. Pin terpasang pada adapter pemegang dengan suaian paksa [3] dengan diameter pin terpasang 2,5 h7 dan lubangnya dengan diameter 2,5 H7 (Gambar 3 dan Gambar 4). Panjang total pin 24 mm, sedangkan lebar adapter pemegang pada lokasi pin terpasang sebesar 16,5 mm sehingga bagian yang tersisa yaitu 7,5 mm. Dengan sisa yang menonjol sebesar 7,5 mm tersebut terdiri dari bagian yang berdiameter 2,2 mm sepanjang 4,5 mm, sedangkan bagian yang tersisa sepanjang 3,0 mm, berdiameter 2,0 mm, yang merupakan lokasi penempatan spesimen mini uji tarik (Lihat Gambar 5, Lampiran 1). Material dari adapter pemegang spesimen mini uji tarik yaitu baja nirkarat SS-304, yang cukup kuat dan mudah diperoleh dipasaran. Pemilihan material pin ini mempertimbangkan keakurasian dan variasi dari material spesimen mini yang akan diuji cukup luas, seperti material bejana tekan reaktor daya (RPV) atau struktur dari bahan bakar nuklir lainnya seperti baja A533B, baja nirkarat 316, zircaloy-4 dan paduan aluminium (struktur elemen bakar nuklir reaktor riset). Material pin dipilih dengan elongasi yang kecil atau dengan tensile yield strength-nya besar. Molybdenum dipilih sebagai material pin ~4]. ~~ 24 ~ N ~ N B t% B Gambar 3. Spesifikasi Pin (ukuran dalam milimeter) J 16.5 Gambar 4. Spesifikasi Lubang Pin (ukuran dalam milimeter) 165

Hasil-hasil Pene/itian EBN Tahun 2009 SSN 0854-5561 KESMPULAN Hasil disain adapter pemegang spesimen mini uji tarik telah diperoleh. Jenis pemegang spesimen mini uji tarik yang telah didisain adalah pin loaded sesuai spesimen mini uji tarik terpilih. Panjang total adapter 80 mm, dan bagian atas 035 mm dengan ulir Whitworth sepanjang 32 mm (1 inci, 8 ulir). Diameter luar pin sepanjang 4,5 mm yaitu, 2,7 mm sedangkan diameter bagian dalam (panjang 3 mm, tempat menggantung pin), sebesar 2,5 mm. Material adapter pemegang baja nirkarat SS-304, sedangkan pin dari Molibdenum. DAFTAR PUSTAKA [1] ANTONO GOGO, Studi Pembuatan Spesimen Mini Uji Tarik Dengan Teknik Blanking/Punching, Majalah miah Pengelolaan nstalasi Nuklir, PN NO.02/Tahun, Oktober 2008 [2] DJORDJE DOB, EVA JUNGHANS, Determination of the Tensile Properties of Spesimens With Small Dimensions, Kovine, Zlitine, Tehnologije 33, (1996). [3] G.TAKESH SATO, N.SUGARTO HARTANTO, Menggambar Teknik Mesin Menurut Standar SO, Pradnya Paramita, Cetakan keduabelas, 2008. [4] BUD BRYATMOKO, Spesifikasi Disain Pemegang Spesimen Mini Uji Tarik, Studi Pasca Sarjana, Tohoku University, 1991. 166

SSN 0854-5561 Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2009 Lampiran 1 3 A 35 32 A ~,----, ~ L{) 81 "- A 1 ",,('Q e ~ 1- ~ ~ ~ j i 2 Chamfer 0.5 mm Skala D ~ ~ 2:1 18 24 Lubang Pin Skala 2:1 02 01 No.Bag. PTBN BATAN PN Adapter Pemegang Nama Bagian Digambar Nama Gambar Nama A.Paid Suhardjo ---- Antonio G. Nickel and its alloys 2 SS-304 2 Bahan ~~- Tanggal 12-11- 2009 ADAPTER PEMEGANG SPESMEN MN UJ TARK 3 Ttd Jmh Keterangan Skala 1 : 1 2: 1 Gambar 5. Adapter Pemegang Spesimen Mini Uji Tarik 167