Katalog BPS :

dokumen-dokumen yang mirip
Katalog BPS :



Katalog BPS :


KATALOG BPS:

Katalog BPS :

Katalog BPS :

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUWANGI


Katalog:

NO KATALOG :

Katalog BPS :

Katalog BPS :

KATALOG BPS: KATALOG BPS:


KATALOG BPS:

KATALOG BPS:


Katalog BPS:

Katalog BPS :

STATISTIK DAERAH KECAMATAN WONGSOREJO TAHUN 2012


Katalog BPS:

Katalog:

KATALOG BPS:

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013



STATISTIK DAERAH KECAMATAN JEKAN RAYA 2013

KATALOG :




Katalog : pareparekota.bps.go.id

STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT.


Kecamatan Selat Nasik

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SUMEDANG SELATAN 2016

Katalog BPS : BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALANGKA RAYA


Katalog : STATISTIK DAERAH KECAMATAN BOTIN LEOBELE DALAM ANGKA


STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

STATISTIK DAERAH KECAMATAN PEGANDON 2016

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO


STATISTIK DAERAH KECAMATAN TERAS TERUNJAM 2014


KATALOG BPS: STATISTIK DAERAH KECAMATAN KALIBARU TAHUN 2011 BPS KABUPATEN BANYUWANGI

STATISTIK DAERAH. Kecamatan Sukajadi Kota Bandung Tahun 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG. Katalog BPS nomor :



Katalog BPS : STATISTIK DAERAH KECAMATAN RANCASARI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BENGKONG


BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN RAJA AMPAT.

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA



Katalog BPS No : STATISTIK DAERAH KECAMATAN LENGKONG BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG


STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR MANJUNTO

STATISTIK DAERAH KECAMATAN PAHANDUT 2013

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SUKAJADI 2016 ISSN : - No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman

STATISTIK DAERAH KECAMATAN RANCASARI 2016 ISSN : - No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SABANGAU 2013

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BONDOWOSO 2015

Katalog BPS :

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BACUKIKI BARAT 2012

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN BARAT 2015

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LENGKONG 2016

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SINGOJURUH TAHUN 2014

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LOBALAIN 2016

tulungagungkab.bps.go.id

KATALOG BPS:

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BANTARAN 2015

PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS


S T A T I S T I K D A E R A H K E C A M A T A N P A G E R W O J O 2012

Katalog:


STATISTIK DAERAH KECAMATAN ANDIR 2015

Statistik Daerah Kabupaten Bintan



kaurkab.bps.go.id Statistik Daerah Kecamatan Padang Guci Hilir 2016 Halaman i

Katalog BPS :

Katalog BPS :


pelalawankab.bps.go.id

tulungagungkab.bps.go.id

Kecamatan Bojongloa Kaler

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BINAKAL 2015

STATISTIK DAERAH KECAMATAN WAY JEPARA TAHUN 2015


Transkripsi:

Katalog BPS : 1101002.3510050 Sumber gambar:h p://1.bp.blogspot.com

Sumber gambar: h p://1.bp.blogspot.com

STATISTIK DAERAH KECAMATAN MUNCAR 2015 No. Publikasi : 35100.1534 Katalog BPS : 1101002.3510050 Ukuran Buku : 18,2 cm x 25,7 cm Jumlah Halaman : v + 19 Halaman Pembuat Naskah : Koordinator Statistik Kecamatan Muncar Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi Penyunting : Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi Gambar Kulit : Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi Gambar : Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi Penerbit : Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya

Kata Sambutan Publikasi Statistik Kecamatan Muncar 2015 merupakan publikasi tahunan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi untuk yang ketiga kalinya. Pada publikasi ini disajikan data dan juga informasi beserta penjabaran mengenai perekonomian Kabupaten Banyuwangi untuk membantu pengguna data memahami perkembangan pembangunan serta potensi Kecamatan Muncar. Publikasi Statistik Kecamatan Muncar 2015 diterbitkan guna melengkapi publikasi yang telah terbit secara rutin setiap tahun. Publikasi Statistik Kecamatan lebih menekankan pada analisis, seperti angka pertumbuhan penduduk dan lainlain. Melalui publikasi ini, diharapkan dapat membantu pengguna dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan di Kecamatan Muncar. Diharapkan publikasi ini dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan akan data statistik, baik untuk instansi/dinas pemerintah, swasta, akademis maupun masyarakat luas. Oleh karena itu kami harapakan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi penerbitan yang lebih sempurna untuk yang akan datang. Banyuwangi, Oktober 2015 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi Ir. Mohammad Amin, M.M NIP. 19661109 199212 1 001

3. PENDUDUK 4 Daftar Isi 1. GEOGRAFI 1 6. KESEHATAN 12 2. PEMERINTAHAN 3 7. PERTANIAN 15 8. INDUSTRI 18 4. TENAGA KERJA 7 9. PERDAGANGAN 19 5. PENDIDIKAN 9

GEOGRAFI 1 ecara geografis Kecamatan Muncar merupakan kecamatan yang S terletak disebelah Selatan dari wilayah Kabupaten Banyuwangi. Kecamatan Muncar merupakan bagian dari 24 Kecamatan yang ada didalam wilayah Kabupaten Banyuwangi. Kecamatan Muncar berbatasan dengan beberapa wilayah diantaranya : Utara Selatan Barat Timur : Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Songgon : Kecamatan Kecamatan Tegaldlimo dan Cluring : Kecamatan Srono : Selat Bali Topografi Daratan Wilayah ini, menurut data dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Banyuwangi, mempunyai kemiringan santara 0-3 persen, sehingga termasuk dalam kategori landau. Dengan ketinggian yang berkisar antara 15-50 m diatas permukaan laut, Desa dengan rata-rata ketinggian wilayah tertinggi di Kecamatan Muncar adalah desa Tapanrejo yaitu 50 meter dia atas permukaan laut.sedangkan pada rata-rata ketinggian terendah adalah Desa Kumendung, Sumbersewu, Kedungringin, Wringinputih yaitu 15 m dpl. Kec. Cluring Peta Kecamatan Muncar Kec. Srono Kec. Tegaldlimo Ketinggian Wilayah Di Kecamatan Muncar Kec. Rogojampi Selat Bali Sumber Data : Kantor Kecamatan Muncar Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015 1

1 GEOGRAFI Pembagian Wilayah Di Kecamatan Muncar Sumber Data : Kantor Kecamatan Muncar Nama Dan Panjang Sungai Di Kecamatan Muncar Kecamatan Muncar memiliki luas wilayah sebesar 76,9 km 2. Dengan luas wilayah 15,24 km 2 atau 19,82 persen dari seluruh wilayah Kecamatan Muncar Desa Wringinputih menjadi desa yang memiliki wilayah terluas di Kecamatan Muncar, sedangkan Desa dengan wilayah terkecil ialah Desa Kedungringin dengan luas wilayah 4,74 km 2 atau 6,16 persen. Kecamatan Muncar ini dilalui beberapa sungai. Sungai-sungai itu ialah Sungai Bianu dengan panjang 27,7 Km yang merupakan sungai terpanjang yang melalui Kecamatan Muncar, Sungai Bomo dengan panjang 12 Km, Sungai Lumbun dengan panjang 9,97 Km. Sumber Data : Kantor Camat Muncar 2 Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015

PEMERINTAHAN 2 K ecamatan dipimpin seorang Camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota/ Bupati melalui Sekretaris Kota Administrasi/ Kabupaten Administrasi. Sedang -kan desa dipimpin seorang Kepala Desa yang dipilih langsung oleh penduduk desa. Secara administratif Kecamatan Muncar terbagi menjadi 10 desa. Selama periode 2012-2014, jumlah desa tidak ada perubahan. Ditingkat pemerintahan desa masih terdapat pembagian wilayah lagi yaitu dusun, rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT). Kecamatan Muncar terdiri dari 28 dusun, 198 rukun warga dan 770 rukun tetangga. Desa Kedungrejo merupakan desa dengan jumlah dusun terbanyak, yaitu 5 dusun, Desa Tembokrejo merupakan desa dengan jumlah pembagian dusun, RW dan RT terbesar yaitu 62 RW dan 167 RT. Statistik Permerintahan Di Kecamatan Muncar Sumber Data: Kantor Kecamatan Muncar Banyaknya Dusun, RW dan RT Sumber Data : Kantor Kecamatan Muncar Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015 3

3 PENDUDUK Indikator Kependudukan Di Kecamatan Muncar Sumber : BPS Kab.Banyuwangi Perbandingan Jumlah Penduduk Laki-laki Dan Perempuan Sumber : BPS Kab.Banyuwangi B erdasarkan konsep BPS yang dimaksud dengan Penduduk Indonesia mencakup Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal dalam wilayah geografis Indonesia, baik bertempat tinggal tetap maupun yang bertempat tinggal tidak tetap (seperti tuna wisma, pengungsi, awak kapal berbendera Indonesia, masyarakat terpencil/terasing, dan penghuni perahu/rumah apung). Anggota korps diplomatik beserta keluarganya, meskipun menetap di wilayah geografis Indonesia, tidak dicakup sebagai penduduk. Proyeksi hasil Sensus Penduduk tahun 2010 memperkirakan jumlah penduduk Kecamatan Muncar pada tahun 2014 sekitar 132.014 jiwa dengan penduduk laki-laki sejumlah 66.535 jiwa dan penduduk perempuan 65.479 jiwa. Dalam tiga tahun terakhir terjadi penambahan pertumbuahan penduduk di Kecamatan Muncar, ini dapat dilihat dari laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2013 dari tahun 2012 mengalami pertambahan penduduk sejumlah 533 jiwa dari tahun 2012, sedangkan laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2014 dari tahun 2013 bertambah sejumlah 1.744 jiwa. 4 Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015

PENDUDUK 3 Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara jumlah penduduk pria dan jumlah penduduk wanita pada suatu daerah dan pada waktu tertentu, yang biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk pria per 100 wanita. Rasio jenis kelamin Kecamatan Muncar yaitu 101,61, besarnya rasio yang berada diatas 100 menunjukkan jumlah penduduk laki-laki di kecamatan ini lebih banyak dari penduduk perempuan. Jika dilihat pada masing-masing desa, semua desa yang mempunyai rasio diatas 100. Angka kepadatan penduduk menunjukan rata-rata jumlah penduduk tiap 1 kilometer persegi. Semakin besar angka kepadatan penduduk menunjukan bahwa semakin padat penduduk yang mendiami wilayah tersebut. Adapun kepadataan penduduk di Kecamatan Muncar ialah 1.700 jiwa/km 2, artinya bahwa secara rata-rata tiap 1 kilometer persegi wilayah di Kecamatan Muncar didiami oleh 1.700 penduduk. Rasio Jenis Kelamin Kecamatan Muncar Sumber : BPS Kab.Banyuwangi Kepadatan Penduduk Sumber : BPS Kab.Banyuwangi Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015 5

3 PENDUDUK Distribusi Penduduk menurut Wilayah Sumber : BPS Kab.Banyuwangi Piramida Penduduk Kecamatan Muncar Jika dilihat pada masing-masing desa, Desa Tembokrejo memiliki kepadatan penduduk tertinggi, yaitu 5.311 jiwa/km 2, sedangkan terendah ialah Desa Tapanrejo yaitu 735 jiwa/ km 2. Seperti halnya luas wilayah dari masing-masing desa yang bervariasi, distribusi penduduk pada desa-desa di Kecamatan Muncar juga bervariasi. Hal ini dapat dilihat pada pie chart disamping yang menunjukkan sebagian penduduk Kecamatan Muncar bermukim di Desa Kedungrejo yaitu berjumlah 21 persen dari total Penduduk Kecamatan Muncar. Sedangkan total penduduk Desa Kedungringin hanya 8 persen dari total Penduduk Kecamatan Muncar. Kecamatan Muncar masuk kategori penduduk usia muda. Dimana dari keseluruhan penduduk Kecamatan Muncar yang berjumlah 132.014 jiwa, prosentase usia antara 0-14 tahun sebesar 24,18 persen, usia 15-64 tahun sebesar 68,60 persen dan usia 65+ tahun sebesar 7,22 persen. Sumber : BPS Kab.Banyuwangi 6 Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015

TENAGA KERJA 4 J umlah penduduk yang bekerja di kecamatan Muncar pada tahun 2014 adalah 64.254 jiwa, atau dengan kata lain penduduk Kecamatan Muncar yang bekerja pada tahun 2014 adalah 64,19 persen dari seluruh jumlah penduduk yang berusia 15 tahun keatas. Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja terbanyak di Kecamatan Muncar yaitu pertanian mencapai 46,95 persen atau 30.172 jiwa. Sektor kedua yang juga menyerap banyak tenaga kerja yaitu perdagangan sebanyak 20 persen atau 12.687 jiwa. Sedangkan sektor pertambangan hanya menyerap 0,11 persen dari jumlah tenaga kerja yang ada. Dari berbagai subsektor disektor pertanian, pertanian tanaman padi dan palawija menyerap tenaga kerja paling besar yaitu sebesar 46,62 persen seluruh tenaga kerja disektor pertanian dan perikanan 45,77 persen dari seluruh tenaga kerja di sector pertanian. Tenaga Kerja Sumber : BPS Kab.Banyuwangi Tenaga Kerja Sektor Pertanian Sumber : BPS Kab.Banyuwangi Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015 7

4 TENAGA KERJA Prosentase Tenaga Kerja Menurut Desa Sumber : BPS Kab.Banyuwangi Komposisi Tenaga Kerja Per Desa Jika dilihat dari distribusi jumlah tenaga kerja yang sebagian besar berada di Desa Tembokrejo dan Desa Kedungrejo masing-masing sejumlah 13.992 dan 13.348 tenaga kerja atau 21,78 persen dan 20,77 persen dari seluruh tenaga kerja di Kecamatan ini. Sedangkan jumlah tenaga kerja di Desa Tambakrejo hanya sejumlah 3.006 orang atau 4.68 persen, merupakan jumlah terendah dari seluruh tenaga kerja yang ada di Kecamatan Muncar. Tenaga kerja dari jumlah penduduk yang berusia 15 tahun keatas disetiap desa tidaklah sama. Desa Kumendung memiliki tenaga kerja sebanyak 3.134 orang. Desa kedua yang memiliki tenaga kerja yang tinggi terhadap jumlah penduduknya adalah Desa Sumbersewu yaitu sebanyak 3.245 orang. Sedangkan desa dengan tenaga kerja yang lebih rendah adalah Desa Tapanrejo dan Desa Kedungrejo dengan tenaga kerja 3.912 dan 13.348 dari jumlah penduduk berusia 15 tahun keatas dari masing-masing desa tersebut. Sumber : BPS Kab.Banyuwangi 8 Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015

PENDIDIKAN 5 D alam upaya menunjang pendidikan, Kecamatan Muncar memiliki sekolah-sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) baik dengan status negeri maupun swasta. Jumlah sekolah untuk SD sederajat (SD negeri / swasta dan SD ibtidaiyah negeri / swasta), SMP sederajat (SMP negeri / swasta dan SMP tsanawiyah negeri / swasta) dan SMA sederajat (SMA negeri / swasta, dan SMK) pada tahun 2014 sebanyak 60 unit, 22 unit dan 10 unit, dengan 6.385 siswa (SMP), 4.064 siswa (SMA). Sedang jumlah guru yang mengajar adalah 599 orang (SD), 355 orang (SMP) dan 223 orang (SMA). Perbandingan antara jumlah murid pada suatu jenjang sekolah dengan jumlah sekolah yang bersangkutan dapat menunjukkan rata-rata daya tampung per sekolah yang mana pada masing-masing jenjang pendidikan cukup bervariasi. Dapat dilihat rasio murid terhadap jumlah sekolah untuk jenjang SD, SMP dan SMA masingmasing sebesar 182, 290, dan 406 orang per sekolah. Beban kerja guru dalam mengajar pun berbeda untuk tiap tingkatan, semakin tinggi nilai rasio semakin berkurang tingkat pengawasan. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru Di Kecamatan Muncar 2014 Jenjang Sekolah Murid Guru SD 60 10.943 599 SMP 22 6.385 355 SMA 10 4.064 223 Sumber : Dinas Pendidikan Jenjang Rasio-Rasio Pendidikan Di Kecamatan Muncar 2014 Guru/Sekolah Murid/Sekolah Murid/Guru SD 10 182 18 SMP 16 290 18 SMA 22 406 18 Sumber : Dinas Pendidikan Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015 9

5 PENDIDIKAN APK SD, SMP, dan SMA Kecamatan Muncar Tahun 2014 (%) Sumber : Dinas Pendidikan Kesadaran akan pentingnya pendidikan sudah mulai disadari oleh masyarakat pada umumnya, ini dapat dilihat dari besarnya angka partisipasi sekolah, angka ini juga dapat menunjukkan besarnya peluang untuk mengakses pendidikan secara umum. Untuk mengetahui besarnya partisipasi dapat diketahui dari Angka Partisipasi Kasar (APK) yang merupakan rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah ditingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. Untuk tahun 2014 angka partisipasi sekolah untuk tingkat SD, SMP dan SMA masing-masing adalah 190 persen, 201 persen dan 130 persen. Jenjang SD dan SMP me-miliki besar APK diatas 100 persen yang menunjukkan bahwa ada penduduk yang sekolah walaupun usianya belum mencukupi dan atau melebihi usia yang seharusnya sekolah dikedua jenjang tersebut. Pada tahun 2014 ini terjadi kenaikan angka partisipasi sekolah disemua jenjang pendidikan di Kecamatan Muncar. Naiknya angka ini menunjukkan partisipasi pendidikan yang semakin meningkat. 10 Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015

PENDIDIKAN 5 Naiknya angka ini dapat disebabkan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu dapat juga disebabkan semakin banyaknya penduduk yang lebih memilih untuk bersekolah tanpa keluar dari wilayah Kecamatan Muncar. Di tahun 2013 APK SD sebesar 105,80 di tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi 190. APK SMP di tahun 2013 sebesar 103,20 dan di tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi 201, APK SMA di tahun 2013 adalah 58,40 dan di tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi 130. Besar APK untuk tingkat SD dan SMP di Kecamatan Muncar diatas 100 persen disebabkan adanya murid dengan usia diluar rentang usia sekolah. Pola APK yang semakin kecil pada setiap tingkat pendidikan, dapat dikarenakan adanya penduduk pada kelompok usia tersebut yang tidak me-lanjutkan pendidikannya, kurangnya ke-sempatan untuk menjangkau tingkat pendidikan lebih tinggi juga mempengaruhi APK. dan perhatian guru terhadap murid, sehingga mutu pengajaran cenderung semakin rendah. APK SD, SMP, dan SMA Kecamatan Muncar Tahun 2013-2014 Sumber : Dinas Pendidikan Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015 11

6 KESEHATAN Fasilitas Kesehatan Kecamatan Muncar 2014 Fasilitas Kesehatan Jumlah Rumah Sakit 1 Puskesmas 4 Pustu 8 Apotek 6 Kalinik/Balai Kesehatan 3 Praktek Dokter 29 Praktek Bidan 8 Posyandu 179 Sumber : BPS Kab.Banyuwangi K esehatan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu ketersediaan sarana dan prasarana penunjang kesehatan sangatlah penting. Di Kecamatan Muncar, tersedia berbagai fasilitas kesehatan lain seperti Rumah sakit, puskesmas, posyandu, Pustu, Polindes dan lainnya telah tersedia. Pada tahun 2014 Jumlah fasilitas kesehatan yang terdapat di Kecamatan Muncar adalah Rumah Sakit sebanyak 1 unit, Puskesmas sebanyak 4 unit yang dibantu dengan Puskesmas Pembantu (Pustu) sejumlah 8 unit, Apotek sejumlah 6 unit, Balai Kesehatan sejumlah 3 unit Praktek Dokter 29 unit, Praktek Bidan 8 unit, dan Posyandu sejumlah 179 unit yang tersebar di 10 desa di kecamatan Muncar. Tenaga kesehatan yang bertempat tinggal di Kecamatan Muncarbaik tenaga medis maupun tenaga non medis. Tenaga medis yang terdapat di Kecamatan Muncar yaitu Dokter sebanyak 15 orang, Dokter gigi 2 orang, Bidan sebanyak 36 orang. Untuk tenaga non medis yang terdapat di Kecamatan Muncar adalah Dukun bayi sejumlah 29 orang. 12 Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015

KESEHATAN 6 Perbandingan jumlah tenaga kesehatan dibanding jumlah jiwa di Kecamatan Muncar, satu tenaga kesehatan menangani sekitar 1.071-1072 orang. Apabila dirinci menurut tingkatannya, maka satu tenaga dokter menangani 21.623 penduduk Kecamatan Muncar. Dari tingginya angka perbandingan tersebut, dapat dilihat bahwa jumlah tenaga kesehatan di Kecamatan Muncar masih belum mencukupi. Jika dilihat jumlah tenaga kesehatan yang ada dimasing-masing desa, Desa Kedungrejo dan Tembokrejo merupakan wilayah dengan jumlah tenaga kesehatan terbanyak yaitu sejumlah 54 orang tenaga kesehatan. Sedangkan desa dengan jumlah tenaga kesehatan terkecil adalah desa Wringinputih sejumlah 8 orang tenaga kesehatan. Banyaknya Tenaga Kesehatan Kacamatan Muncar 2014 Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Tenaga Kesehatan Sumber : BPS Kab.Banyuw angi Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015 13

6 KESEHATAN Peserta KB Aktif dan Alat Kontra sepsi yang Digunakan Tahun 2012-2014 Sumber Data : Dinas Kesehatan Prosentase Peserta KB Aktif Menurut Desa Tahun 2014 Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) Kecamatan Muncar pada tahun 2014 sejumlah 29.993 pasangan, angka ini mengalami penurunan dari tahun 2013 sebanyak 523 pasangan atau 0.41 persen. Diantaranya, terdapat sekitar 20.881 PUS yang menjadi peserta KB aktif atau sekitar 69,62 persen. Jumlah peserta KB aktif juga mengalami penurunan dari tahun 2014 sebanyak 1347 pasangan. Alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan pasangan peserta KB aktif adalah suntik, dengan jumlah pengguna mencapai 10.073 pasangan atau 48,24 persen dari seluruh pengguna KB aktif. Pengguna alat kontrasepsi ini mengalami pengurangan sebesar 696 pasangan dari tahun 2013. Jika dilihat prosentase per desa dari seluruh peserta KB aktif kecamatan Muncar peserta terbanyak berada di desa Kedungringin yaitu sebesar 22,11 per -sen atau sebanyak 4.616 pasangan. Sumber Data : Dinas Kesehatan 14 Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015

PERTANIAN 7 alah satu factor pendukung berjalannya roda perekonomian di S Kecamatan Muncar adalah sector pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama sebagai petani yang menyerap tenaga kerja lebih dari 50 persen dari penduduk bekerjanya. Pada tahun 2014, luas panen tanaman pangan sebesar 8.212 hektar. Turunnya luas panen ini dialami oleh ketiga komoditi. Dari 3 jenis komoditi tanaman pangan yang diusahakan di Kecamatan Muncar, komoditas tanaman pangan dengan luas panen terbesar selama tahun 2014 adalah padi sawah, yaitu sebesar 4.062 Ha atau merupakan 49,46 persen dari seluruh luas panen. Sedangkan luas panen terkecil ialah jagung yang hanya 9,56 persen dari seluruh luas panen. Hasil produksi seluruh tanaman pangan mencapai 44.864 ton pada tahun 2014, dari seluruh komoditas tanaman pangan di Kecamatan Muncar yang paling kecil hasil produksinya yaitu Kedelai yang hanya 16,64 persen dari seluruh hasil produksi, dan hasil produksi terbesar adalah Padi sawah sebesar 70,97 persen. Statistik Tanaman Pangan Kecamatan Muncar Tahun 2012-2014 Sumber : Kantor Kec. Muncar Kontribusi Produksi Tanaman Pangan Kecamatan Muncar Tahun 2014 Komoditas Sumber : Kantor Kec. Muncar Produksi Padi s awa h 70,97% Ja gung 12,38% Kedel ai 16,64% Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015 15

7 PERTANIAN Produksi Perikanan Laut Menurut Jenis Ikan di Kecamatan Muncar Tahun 2011-2013 (Kg) Sumber : Kantor Kec.Muncar Selain sektor tanaman pangan, pertanian di Kecamatan Muncar juga meliputi sektor perikanan terutama perikanan laut. Kecamatan Muncar merupakan penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Produksi ikan pada tahun 2013 adalah 13.061,480 ton, produksi ini mengalami kenaikan produksi dari tahun 2012 sebesar 1.602.475 ton atau sebesar 13,98 persen. Ikan yang paling banyak ditangkap diperairan ini adalah ikan lemuru, dimana produksi ikan ini pada tahun 2013 mencapai 2.743,198 ton. Selain lemuru, terdapat beberapa jenis ikan lain yang banyak ditangkap oleh nelayan Muncar, diantaranya ikan layang, tongkol, tuna, cakalang, ubur-ubur dan berbagai jenis ikan lainnya. Selama tahun 2013 rata-rata hasil tangkapan 1.088,457 ton per bulan. 16 Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015

PERTANIAN 7 Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, produksi perikanan laut Kecamatan muncar terus mengalami penurunan. Pada tahun 2009 produksi perikanan laut Kecamatan Muncar dapat mencapai 32.782,997 ton. Penurunan yang cukup drastis terjadi pada tahun 2010, dimana terjadi penurunan produksi sebesar 32,75 persen dari produksi tahun 2009 sebesar 32.782,997 ton menjadi 22.046,289 ton ditahun 2010. Sedangkan pada tahun 2013 terjadi kenaikan sebesar 13,98 persen atau naik sebanyak 1.602,475 ton produksi tahun 2011 yaitu 16.526,715 ton menjadi 11.459,005 ton ditahun 2012. Tingginya produksi perikanan diperairan Kecamatan Muncar mendorong mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan, dalam tiga tahun terakhir terjadi kenaikan jumlah nelayan di Kecamatan Muncar. Pada tahun 2012 jumlah nelayan berkurang sejumlah 63 orang. Pada Tahun 2013 terjadi penambahan jumlah nelayan sejumlah 1.013. Selain itu, juga terjadi penambahan jumlah armada kapal sebanyak 7 unit, Produksi Perikanan Laut Kecamatan Muncar Tahun 2009-2013 Sumber : Kantor PPI Muncar Banyaknya Nelayan, Armada dan Alat Penangkapan Ikan Kecamatan Muncar Tahun 2011-2013 Sumber : Kantor PPI Muncar Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015 17

8 INDUSTRI Jumlah Industri Kecamatan Muncar Sumber : Dinas Perindustrian Kontribusi Industri Kecamatan Muncar K eberadaan perusahaan industri pengolahan mempengaruhi kehidupan perekonomian masyarakat Kecamatan Muncar. Ini dikarenakan industri dapat menyerap tenaga kerja dan sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat Dari hasil pendataan potensi desa pada tahun 2014 tercatat data perusahaan industri kecil/rumah tangga sebanyak 1.479 lokasi dengan usaha terbanyak di Desa Blambangan yaitu sebanyak 70.6 lokasi. Desa yang memiliki industri paling sedikit adalah desa Kedungringin sejumlah 21 lokasi usaha. Jenis usaha terbanyak adalah industri anyaman sejumlah 1.209 usaha atau 81,69 persen dari seluruh industri yang ada. Industri makanan dan minuman memiliki kontribusi sebesar 18,04 persen, Industri tekstil memiliki konstribusi sebesar 0,02 dan industri terkecil di kecamatan Muncar yaitu industri tembakau yang memiliki konstribusi hanya sebesar 0,07. Sumber : Dinas Perindustrian 18 Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015

PERDAGANGAN 9 alah satu pusat perekonomian bagi S suatu daerah adalah pasar. Sehingga keberadaannya sangatlah penting tidak hanya sebagai pendorong roda perekonomian tapi juga untuk memenuhi kebuutuhan bahan pokok bagi masyarakat sekitar. Kecamatan Muncar memiliki 22 pasar tradisional, baik dengan bangunan permanen, semi permanen maupun tanpa bangunan. Selain itu, terdapat 11 minimarket dan took peracangan sejumlah 1.724 unit yang sangat membantu mencukupi kebutuhan masyarakat yang berdomisili jauh dari pasar. Untuk sarana akomodasi, terdapat warung atau kedai makanan sejumlah 352 unit. Jika melihat ketersediaan akan sarana perdagangan dan akomodasi per desa, maka desa dengan sarana terbanyak adalah Desa Kedungrejo dengan jumlah sarana perdagangan dan akomodasi 622 unit, atau 622 persen dan yang kedua adalah Desa Tembokrejo sejumlah 488 unit atau 23,14 persen dari sarana yang ada di Kecamatan Muncar, dan Sedangkan jumlah sarana terkecil berada di Desa Tambakrejo yaitu 40 unit, atau hanya 1,90 persen. Sarana Perdagangan dan Akomodasi Kecamatan Muncar Sumber : BPS Kab.Banyuwangi Distribusi Sarana Perdagangan dan Akomoda si Sumber : BPS Kab.Banyuwangi Statistik Daerah Kecamatan Muncar Tahun 2015 19

Sumber gambar: h p://rmol.co BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUWANGI Jl. KH. Agus Salim No 87 Bany uwangi 68425 Telp.(033 3)421774 Faks.(0333)413904; Website: bany uwangikab.bps.go.id; Email : bps3510@bps.go.id