Efek Biologis. Shinta Rosalia Dewi

dokumen-dokumen yang mirip
Toksikologi Lingkungan - Efek

TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN

II. KERJA BAHAN TOKSIK DALAM TUBUH ORGANISMS

EFEK TOKSIK XENOBIOTIK Nasruddin Syam, SKM, M.Kes

BAB I PEDAHULUAN. banyak terdapat ternak sapi adalah di TPA Suwung Denpasar. Sekitar 300 ekor sapi

TEORI JOHN GORDON CHAPTER: CHEMICAL AGENTS. Oleh: SURATMAN, S.KM, M.Kes Staf Pengajar Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)

OBAT DAN NASIB OBAT DALAM TUBUH

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

II. Pertumbuhan dan aktivitas makhluk hidup

I. PENDAHULUAN. akumulatif dalam sistem biologis (Quek dkk., 1998). Menurut Sutrisno dkk. (1996), konsentrasi Cu 2,5 3,0 ppm dalam badan

EFEK DAN MEKANISME TOKSIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH Agen KIMIA Dan MEKANISME perubahan sel Serta penyakit Yang ditimbulkannya

BAB 1 PENDAHULUAN. mutasi sel normal. Adanya pertumbuhan sel neoplasma ini ditandai dengan

BAB III Efek Radiasi Terhadap Manusia

Soal Toksikologi Lingkungan

BIOTRANSFORMASI TOKSIKAN

TI T PS K ESEHATA T N 1

Keselamatan Penanganan Bahan Kimia. Kuliah 9

Toksikokinetik racun

OBAT-OBATAN DI MASYARAKAT

HEALTH SECRET. Q & S Dept Travira Air

PRINSIP KERJA OBAT. Pengertian

PRAKIRAAN DAMPAK KEGIATAN TERHADAP KESMAS

PENGANTAR FARMAKOLOGI

TINJAUAN PUSTAKA. manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai

Farmakokinetika. Shinta Rosalia Dewi

Chemoautotropic Eubacteria

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. yang dikenal sebagai penghasil buah dan sayuran yang dikonsumsi oleh sebagian

BAB I PENDAHULUAN. asap dan ditelan, terserap dalam darah, dan dibawa mencapai otak, penangkap pada otak akan mengeluarkan dopamine, yang menimbulkan

TOKSISITAS MERKURI (Hg) TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP, PERTUMBUHAN, GAMBARAN DARAH DAN KERUSAKAN PADA IKAN NILA Oreochromis niloticus

BAB I PENDAHULUAN. ternyata telah menimbulkan bermacam-macam efek yang buruk bagi kehidupan

HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA DENGAN PROSES ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI OBAT

Ciri-Ciri Organisme/ Mahkluk Hidup

Polusi. Suatu zat dapat disebut polutan apabila: 1. jumlahnya melebihi jumlah normal 2. berada pada waktu yang tidak tepat

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. - carboxyphenyl) diethylamino xanthenylidene] -

PENCEGAHAN KERACUNAN SECARA UMUM

BAB I PENDAHULUAN. berbahaya dalam arti (toksisitas) yang tinggi, biasanya senyawa kimia yang sangat

TOKSIKOLOGI PESTISIDA. Shinta Rosalia Dewi

BAB I PENDAHULUAN BAB II. 1.1 Latar Belakang

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER) Disusun Oleh: Diah Tria Agustina ( ) JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA DENGAN PROSES ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI OBAT

TOKSIKOLOGI. RUANG LINGKUP Far. Arti Penting Toksikologi Woolf 13/9/20 10 時 45 分 FM 1. Batas Keamanan. Kondisi Mekanisme Wujud Sifat

BAGIAN 1: MENGAPA PERLU DETOKS?

Fenasetin (anti piretik jaman dulu) banyak anak2 mati, Prodrug Hasil metabolismenya yg aktif

Ruko Jambusari No. 7A Yogyakarta Telp. : ; Fax. :

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kinetik= pergerakan farmakokinetik= mempelajari pergerakan obat sepanjang tubuh:

Pengertian farmakokinetik Proses farmakokinetik Absorpsi (Bioavaibilitas) Distribusi Metabolisme (Biotransformasi) Ekskresi

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Ruang Lingkup. Penerapan konsep, teori dan metode sains dalam bidang kedokteran atau perawatan kesehatan. Bidang:

Farmakologi. Pengantar Farmakologi. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran UNLAM. Farmakodinamik. ., M.Med.Ed. normal tubuh. menghambat proses-proses

Pengantar Farmakologi

BAB 1 PENDAHULUAN. sesuai jenis kulit, warna kulit, iklim, cuaca, waktu penggunaan, umur dan jumlah

Pengantar Farmakologi Keperawatan

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 3. MELAKUKAN PENGAMATANLatihan Soal 3.2

MENJELASKAN STRUTUR DAN FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN HEWAN TERTENTU, KELAINAN/ PENYAKIT YANG MUNGKIN TERJADI SERTA IMPLIKASINYA PADA SALINGTEMAS

I. TINJAUAN PUSTAKA. Ikan patin siam adalah jenis ikan yang secara taksonomi termasuk spesies

PENENTUAN KUALITAS AIR

Dasar-dasar Farmakoterapi Sistem Saraf

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. kesehatan bahkan menyebabkan kematian.

Kesetimbangan asam basa tubuh

PENCEMARAN TANAH DAN CARA PENANGGU LANNYA

I.1.1 Latar Belakang Pencemaran lingkungan merupakan salah satu faktor rusaknya lingkungan yang akan berdampak pada makhluk hidup di sekitarnya.

Protein adalah sumber asam-asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O, dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat.

SIFAT FISIKA KIMIA terhadap FARMAKOKINETIK (Absorbsi Distribusi Ekskresi)

BAB I PENDAHULUAN. mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berkaitan dengan

Pengantar Farmakologi

B T M = ZAT BERACUN? Oleh : Estien Yazid, M.Si Dosen Biokimia Akademi Analis Kesehatan Delima Husada Gresik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Koefisien Partisi. [X]fase B [X]fase A

Nama : Irritant. Lambang : Xi. Contoh : NaOH, C 6 H 5 OH, Cl 2. Nama : Harmful. Lambang : Xn

Kanker Darah Pada Anak Wednesday, 06 November :54

BAB 1 PENDAHULUAN. Manusia dapat terpapar logam berat di lingkungan kehidupannya seharihari.

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan industri adalah limbah bahan berbahaya dan beracun. Penanganan dan

BAB I PENDAHULUAN. air yang cukup. Bagi manusia, kebutuhan akan air ini amat mutlak, karena

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN. adalah Timbal (Pb). Timbal merupakan logam berat yang banyak digunakan

Dasar-dasar Farmakoterapi Sistem Saraf

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Mortalitas dan Kecepatan Kematian. Tingkat mortalitas walang sangit pada aplikasi kontak dengan konsentrasi

BAB I PENDAHULUAN. dalam bidang perindustrian. Penggunaan logam krombiasanya terdapat pada industri

BAB I PENDAHULUAN. kekurangan cairan dalam tubuhnya (Suriawiria, U., 1996). Sekitar 70 % tubuh

BAB 1 PENGANTAR TOKSIKOLOGI INDUSTRI

I. PENDAHULUAN. Ilmu dan teknologi yang semakin berkembang, membuat banyaknya. peralatan listrik modernyang menggunakan gelombang elektromagnetik

BAB I PENDAHULUAN. Berbagai usaha dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya

BAB I PENDAHULUAN. semakin banyaknya industri-industri yang berkembang, baik dalam skala besar

TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN

SISTEM IMUN (SISTEM PERTAHANAN TUBUH)

KOMPOSISI PAKAN DAN TUBUH HEWAN

BAB I PENDAHULUAN. telah terjadi perubahan-perubahan dalam tatanan lingkungan sehingga tidak sama lagi

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat, terutama di negara-negara industri yang banyak memiliki pabrik dan

MAKALAH PLH Pencemaran Tanah. Disusun oleh Kelompok I: 1. Fery irawan 2. M fahrian 3. Taopik hidayat 4. Andi f 5. Anjas m 6.

Transkripsi:

Efek Biologis Shinta Rosalia Dewi

Perkiraan nasib racun Mobilitas Persistensi Akumulasi

Mobilitas Zat yg tidak mobil adalah zat yang mudah teradsorpsi, terdegradasi/transformasi, mengendap dsb Mobilitas suatu zat dilihat dari nilai kelarutannya, nilai koefisien distribusi tanah/air (Kd), kemampuan xenobiotik untuk terikat pada materi organik atau humus (Koc), sifat kepolaran

Solubilitas > 30 mg/l mudah dileachingdari tanah ke air Nilai Kd < 2 mobilitas tinggi Kd [X dalam air] [X total] - [X dalam air] Koc < 500 mobilitas tinggi Hubungan Kd dengan Koc : Koc Kd % organik karbon dalam sampel

Zenobiotik bersifat polar mobilitas tinggi Regulasi untuk menentukan pestisida dapat masuk ke air tanah Groundwater ubiquility score (GUS) : GUS (logt pada tanah)(4-(log Koc)) GUS yg tinggi mudah leaching dan masuk ke air tanah GUS > 2,8 : zat kimia mudah masuk ke air tanah (mudah leaching) GUS 1,8 2,8 1 2 : zat kimia transisi GUS < 1,8 : zat kimia tidak mudah ke air tanah (tidak mudah leaching)

Persistensi Xenobiotik juga berguna sebagai sumber karbon, sumber energi, dll terjadi biodegradasi Bila tidak terjadi biodegradasi persisten Sifat persisten dapat diperkirakan dari waktu paruhnya Waktu paruh > 25 minggu (hidrolisis) persisten Waktu paruh > 2-3 minggu di dalam tanah persisten

Kelas degradasi Persistensi 1 = mudah 1 3 minggu 2 = dapat 1 3 bulan 3 = sulit 3 bulan 1 tahun 4 = sulit sekali 1 2 tahun 5 = refractory > 2 tahun

Mobilitas Koc Persistensi T1/2 (hari) Tidak mobil >4000 Tidak persisten < 5 Sedikit mobil 4000 500 Sedikit persisten 5 21 Cukup mobil 499 75 Cukup persisten 22 60 Mobil 74 15 Sangat persisten >60 Sangat mobil < 15

Akumulasi Bioakumulasi : pengambilan (uptake) zat kimia dari lingkungan oleh makhluk hidup terdapat pencemar dalam organisme dalam konsentrasi jauh lebih besar dari konsentrasi di lingkungannya Biokonsentrasi : kasus spesifik dari bioakumulasi, dimana suatu zat yang terlarut secara selektif masuk ke dalam jaringan organisme dan terkonsentrasi melalui rute selain makanan Rasio organik/lingkungan bioakumulasi yg berbahaya

Biokonsentrasi Zat masuk dan dikeluarkan melalui proses pasif transpor Zat dimetabolisme secara lambat Zat mempunyai kelarutan dalam air yang rendah Zat mempunyai kelarutan dalam lipid tinggi Xenobiotik masuk dari air ke jaringan lipid ikan dan terbiokonsentrasi

Efek biologis

Prinsip terjadinya efek Efek biologis hasil akhir dari interaksi fungsi homeostasis dengan xenobiotik Efek terjadi akibat interaksi xenobiotik dengan organ target organ target mempunyai reseptor bagi xenobiotik Reseptor : tempat yg sensitif terhadap xenobiotik, di mana xenobiotik menempel dan berinteraksi

Jenis reseptor : Tipe I : reseptor di permukaan sel Tipe II : reseptor di dalam sitoplasma Tipe III : reseptor di dalam inti/nukleus Ikatan xenobiotik dengan reseptor ikatan kovalen, ionik, hidrogen, van der Waals

Efek pada elemen sel Efek pada elemen sel dapat terjadi mulai dari portal entri Kontak langsung / tak langsung menimbulkan efek ringan (iritasi), sensitasi sampai kerusakan hebat (kematian sel) Ex : paparan silika menyebabkan Silikosis, terjadi fibrosis (kerusakan jaringan ikat ) yg progresif Paparan Asbes asbestos dan kanker paruparu

Efek pada enzim Xenobiotik mengganggu kerja enzim Ex : insektisida organofosfat mengganggu enzim asetilkolinesterase, logam berat memblocking SH dalam sistem enzim, menggantikan

Efek pada DNA, RNA DNA : informasi genetik yg ada dalam inti sel dan berfungsi sebagai cetakan dalam produksi protein atau pembelahan sel, sehingga cetakan yg baru akan sama dengan cetakannya Adanya xenobiotik dapat menyebabkan mutasi genetik Efek mutasi genetik : Pada sel genetik mutan Sel tubuh (somatik) kanker Sel embrio teratogenesa / cacat bawaan

Efek atas dasar organ target Xenobiotik masuk ke tubuh terdistribusi sesuai dengan afinitasnya Ex : iodium menyerang kelenjar gondok Xenobiotik dapat menyerang organ hati, sistem saraf, paru-paru, ginjal, kulit, darah, reproduksi,mata

a. Hepatotoksisiti Hepatotoksisiti : keadaan di mana xenobiotik mempunyai daya racun terhadap hati Ex : DDT, aflatoksin-b, CCl4, As, Be, Mn, Fe

a. Hepatotoksisiti (cont d) Xenobiotik dapat masuk melalui oral, inhalasi atau dermal Xenobiotik masuk ke hati : hasil absorpsi usus lewat pembuluh vena porta Xenobiotik akan dimetabolisme, disimpan, dibiotransformasi, dikonyugasi lalu dieksresi Apabila xenobiotik tidak dapat dimetabolisme kerusakan sel kanker

b. Neurotoksisiti Xenobiotik bersifat toksik pada sistem saraf Sistem saraf mentrasmisi impuls lewat sel saraf Neurotoksikdikelompokkan menjadi 3 : Racun yg mengganggu neuro-transmisi Racun yg menyebabkan saraf kekurangan oksigen (hipoksia sampai anoksia) Racun yg merusak sistem saraf secara fisik

Racun yg mengganggu sistem saraf : Zat yg menghentikan transmisi toksin botulinum Zat yg menyebabkan depolarisasi DDT mendepolarisasi ujung saraf presinaptik berulang dengan meningkatkan permeabilitas terhadap Na Zat stimulan xantine spt kafein mencegah camp bertindak sebagai sistem transpor aktif Na/K

Zat depresan (kebalikan stimulan) alkohol memblokir konduksi impuls dengan mengurangi konduktivitas Na, dan K Zat sbg antagonis reseptor mencegah neurotransmiter untuk mengaktivasi reseptor dan memulai impuls, ex : atropin Zat antikolinesterase menghambat saraf kolinergik, ex : organoklorin

Racun perusak sel saraf : Merusak lapisan mielin Mielin sebagai insulator saraf sehingga impuls berjalan cepat Toksin : Pb, CN, difteri, dll Merusak saraf motorik perifer Merusak penglihatan dan pendengaran Toksin : As, metanol, metil merkuri, TEL, dll Merusak otak Ex : DDT, Hg, Mn

c. Pneumotoksisiti Pneumotoksisiti : keadaan di mana xenobiotik bersifat toksik terhadap sistem pernapasan Ex : gas klorin, Nox, Sox, Cd, Ni, Hg, Cr, aseton, CO, nikotin, HCN, As, Pb, fenol, dll

d. Nefrotoksisiti Nefrotoksisiti : keadaan di mana xenobiotik bersifat toksik terhadap organ ginjal Ex : As, Cd, Cr, Pb, Hg, antibiotik, analgetik, dll Zat nefrotoksik dibagi 2 : Nefrotoksikan primer merusak ginjal tanpa terjadi bioaktivasi atau biotransformasi, ex : garam merkuri Nefrotoksikan sekunder merusak ginjal setelah mengalami biotransformasi menjadi lebih toksik, ex : trikloroetilen

e. Dermatotoksisiti Dermatoksisiti : keadaan di mana xenobiotik bersifat toksik terhadap kulit Kulit merupakan membran semipermeable, yg berfungsi memelihara homeostasis, regulasi termal, melindungi tubuh dari zat kimia, sinar UV, dll Dermatitis kontak akibat sabun, pelarut asam/basa, oli, dll Kelainan warna kulit hidrokuinon, petroleum, dll Luka kromium Tumor akibat UV, produk petroleum Kelainan spt jerawat karena PCB, herbisida, dioksin

f. Teratogenesis & Reproduktifitoksisiti Teratogenesis : toksistas terhadap janin kelainan struktur maupun fungsi tubuh yg reversibel / irreversibel oleh faktor lingkungan yang mengganggu perkembangan normal Dapat disebabkan oleh virus sifilis, herpes, oleh obat, metabolisme ibu tidak seimbang, kelainan genetik, dll Reproduktiftoksisiti : disfungsi dari sistem reproduktif, termasuk proses Disebabkan oleh semua racun yg berpengaruh terhadap alat reproduksi, ex: metil klorida, imidazole, dll

g. Hematoksisiti Hematoksisiti : toksisitas terhadap sistem hematopoetik (sistem pembentuk sel darah dan berfungsi dalam respirasi seluler) Penyebab : Berkurangnya trombosit/trombositpenia aspirin, benzena, Hg, paracetamol, DDT, dll

Penyebab (cont d) : Hilangnya sel darah putih yg polimorfonyklear Tidak terbentuknya sel darah/apiatik anemia dan pansitopenia aspirin, CCL4, klordane, Au, hidrokuinon, dll Anemia hemolitik insektisida, insulin, penicilin, dll Leukemia radiasi pengion, benzena, dll

h. Oftalmotoksisiti Oflamotoksisiti : toksisitas terhadap mata Efeknya ringan : iritasi, korosi, sampai beat (kebutaan) Racun kornea paparan asam basa, detergen, logam Ag, Hg Racun lensa mata 2,4-dinitrofenol (obat anti gemuk) penyebab katarak, talium sulfat pada insektisida, dll Racun perusak sel saraf dan serabut saraf metanol penyebab kebutaan, talium, As pentavalen, kina, Hg organik

Efek berdasarkan gejala Fibrosis terbentuknya jaringan ikat yg berlebihan dan pada tempat yg tidak normal Granuloma kelainan jaringan yg berbentuk jaringan radang kronis, sehingga tampak merah dan bonjol2 Demam Asfiksia keadaan di mana darah dan jaringan tubuh kekurangan oksigendan tidak dapat membuang CO2

Alergi kondisi badan yg bereaksi berlebih terhadap materi tertentu yg disebut allergen Mutan, kanker, teratoma Mutan radiasi pengion, metil Hg Kanker PAH, vinilklorida, dll Teratoma arsen, metil Hg, TEL, benzena, dll Keracunan sistemik keracunan seluruh badan Pb, Cd, Hg, TEL, dll