BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti. 1 Pemilihan lokasi atau site selection

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan lokasi di Panti asuhan ini

BAB III METODE PENELITIAN. tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa SPBU di atas adalah SPBU yang

BAB III METODE PENELITIAN. kriteria pengambilan data yang akan dilakukan. untuk mengumpulkan data-data sekaligus untuk dianalisis lebih

BAB III METODE PENELITIAN. Pandanan Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. yaitu bulan Oktober sampai bulan Desember 2012.

III. METODE PENELITIAN. 22) metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data

BAB III METODE PENELITIAN. dihasilkan dalam penelitian berupa kata-kata tertulis atau lisan. Hal ini sesuai

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai dunia alam ataupun dunia sosial. memprioritaskan pada gambaran kejadian-kejadian yang berlangsung pada

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Fenomena Kehidupan Anak Pekerja Ojek Payung di

BAB III METODE PENELITIAN. Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi.

BAB III METODE PENELITIAN. ayam selain itu harapannya juga dapat memperoleh hasil penelitian yang. menyikapi fenomena sabung ayam tersebut.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. laporan keuanga di BWI dan untuk mengetahui persepsi nadzir terhadap

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Boyband Korea (Studi pada Komunitas Safel Dance Club ) mengambil. penggemar boyband Korea di Kota Yogyakarta.

BAB III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Mungkid, Kabupaten Magelang. Dipilihnya lokasi ini sebagai tempat

BAB III METODE PENELITIAN

Moleong (2012: 6) mengemukakan pengertian metode penelitian kualitatif sebagai berikut:

BAB III METODE PENELITIAN. beberapa kelompok warga yang menjadi seniman begalan.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. BERMUTU di MGMP Sub Rayon I Tanjungsari, sesuai dengan butir-butir

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atas dasar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Bab III ini membahas langkah-langkah yang dilakukan peneliti untuk. data, teknik dan pengumpulan data, serta analisis data.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini didesain sebagai penelitian yang bertipe deskriptif, dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pemahaman masing-masing manajemen pembiayaan bank syariah terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini masalah yang sedang diteliti yaitu mengenai peran tutor paud dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang yang terletak di

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi deskriptif yaitu memaparkan

BAB III METODE PENELITIAN. berupaya menggambarkan suatu fenomena atau kejadian dengan apa adanya

METODE PENELITIAN. penegasan identitas diri di kalangan siswa SMA dilakukan di Daerah Istimewa

BAB III METODE PENELITIAN. dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. pribadi dan sosial para partisipan (Smith, 2009).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tenaga kerja wanita (TKW) ini dilaksanakan di desa Citembong,

BAB III METODE PENELITIAN. Pengemis, Pengamen dan Gelandangan di Kota Madiun ini, jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini rancangan yang digunakan adalah Metodologi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dampak facebook terhadap perubahan pola komunikasi antar pribadi mahasiswa

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di tiga buah sekolah menengah pertama

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pendekatan Kualitatif. Denzin dan Lincoln (dalam Herdiansyah,2012)

BAB III METODE PENELITIAN. ditujukan untuk menganalisis secara mendalam dan mendeskripsikan suatu

BAB III METODE PENELITIAN. Pemuda Hijau Indonesia) regional Yogyakarta ini menggunakan metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Artinya data yang

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan/penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah suatu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini,

BAB III METODE PENELITIAN. Kota Batu. Alasan pemilihan lokasi dikarenakan PT. Kusuma Satria Dinasasri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sulawesi Tengah. Dengan judul penelitian Kajian bentuk dan makna simbolik

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kasus. Menurut Lexy J. Moleong (2007: 6) penelitian kualitatif adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif dan pendekatan deskriptif yaitu suatu prosedur pemecahan masalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan metodologi penelitian

1. Mengidentifikasi kasus untuk suatu studi.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data deskripstif berupa kata-kata tertulis, atau lisan dari orang-orang dan perilaku

BAB III METODE PENELITIAN. Modinan masih melestarikan tradisi Suran Mbah Demang.

BAB III METODE PENELITIAN. Ditinjau dari jenis datanya tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekskriptif kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Boyolali yang terletak di jantung Kota Boyolali merupakan salah satu pasar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar,

BAB III METODE PENELITIAN. Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Dipilihnya

BAB III METODE PENELITIAN. dua macam penelitian, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. Keduanya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. subyek penelitian, data dan jenis data, teknik pengumpulan data, instrumen

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertipe deskriptif dengan pendekatan

BAB 11 METODE PENELITIAN. yang memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti secara sistematis.

BAB III METODE PENELITIAN. Pacitan. Pemilihan lokasi penelitian ini karena SMAN 1 Ngadirojo. berbagai prestasi yang diraih oleh siswa dan guru.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sendiri. Penelitian terkait judi online pada kalangan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Iskandar (2009), penelitian kualitatif digunakan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Peneliti mengambil lokasi penelitian tersebut

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Bab III ini akan membahas langkah-langkah yang dilakukan peneliti untuk

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

Feed Back BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Produk Kerajinan kriya anyam bahan lidi memiliki beragam varian, produkproduk tersebut memiliki nilai fungsi dan estetis yang menarik, hal ini yang melandasi pemikiran penulis untuk mengangkatnya menjadi sebuah judul penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di sentra kerajinan Karya Mandiri milik bapak Masykul Agil di desa Ciherang kecamatan Banjarsari kabupaten Ciamis. Subjek dari penelitian ini adalah analisis visual berbagai produk kriya anyam bahan lidi. B. Kerangka Penelitian ALUR PENELITIAN Kriya Anyam Lidi di desa Ciherang kecamatan Banjarsari kabupaten Ciamis Lapangan Produk Kerajinan Anyaman Lidi Literatur Analisis Bidang Kajian Kesimpulan Gambar 3.1 Kerangka Penelitian (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

45 C. Desain Penelitian Desain penelitian dalam metode kualitatif pada awalnya belum dapat direncanakan secara terperinci lengkap dan pasti. Dalam penelitian dengan metode kualitatif tidak ada langkah baku seperti halnya dalam penelitian kuantitatif. Selain itu tidak ada batas-batas yang tegas dalam penelitian kualitatif. Menurut Usman dkk (2009, hlm. 80) menyatakan bahwa: Dalam penelitian kualitatif, langkah-langkah penelitian tidak dapat ditentukan dengan pasti seperti halnya penelitian kuantitatif, karena langkah-langkah dalam penelitian kualitatif tidak mempunyai batas-batas yang tegas. Hal ini diperjelas oleh Nasution (1988) dalam Sugiyono (2014, hlm. 306) yang menyatakan bahwa: Dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama. Alasannya ialah bahwa, segala sesuatunya belum mempunyai bentuk yang pasti. masalah, fokus penelitian, prosedur penelitian, hipotesis yang digunakan, bahkan hasil yang diharapkan itu semuanya tidak dapat ditentukan secara pasti dan jelas sebelumnya. Segala sesuatu masih perlu dikembangkan sepanjang penelitian itu. Dalam keadaan yang serba tidak pasti dan tidak jelas itu, tidak ada pilihan lain dan hanya peneliti itu sendiri sebagai alat satu-satunya yang dapat mencapainya. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif belum ada langkah-langkah yang jelas, yang dapat dijadikan sebagai patokan dari awal sampai akhir mengenai kriya anyam bahan lidi karya dari sentra kerajinan Karya Mandiri milik bapak Masykul Agil di desa Ciherang kecamatan Banjarsari kabupaten Ciamis. Bahkan masalah yang akan diteliti pun tidak dapat dirumuskan dengan jelas dan tegas. No Aspek yang diamati 1 Pengrajin kriya anyam bahan lidi Tabel 3.1 Desain Penelitian Teknik Indikator Pengumpulan Data Mendeskripsikan Wawancara perkembangan kriya anyam bahan lidi di desa Ciherang Kuisioner 1.1.a Bagaimana perkembangan kriya anyam bahan lidi di desa Ciherang kecamatan

46 kecamatan banjarsari kabupaten Banjarsari Ciamis? kabupaten Ciamis Mendeskripsikan Wawancara 1.1.b sejarah Bagaimana sejarah berdirinya sentra berdirinya sentra kerajinan kriya kerajinan kriya anyam anyam bahan lidi bahan lidi Karya Mandiri Karya Mandiri di di desa Ciherang desa Ciherang kecamatan Banjarsari kecamatan kabupaten Ciamis? Banjarsari kabupaten Ciamis 2 Produk Memperoleh Observasi, 2.1.a kriya anyam gambaran bentuk wawancara dan Apa saja bentuk produk bahan lidi produk kriya dokumentasi kriya anyam bahan lidi? anyam bahan lidi secara jelas Mendeskripsikan Observasi, 2.2.b dan menganalisis wawancara dan Apa fungsi dari tiap fungsi produk dokumentasi produk kriya anyam kriya anyam bahan lidi? bahan lidi Mendeskripsikan Observasi, 2.3.c dan menganalisis wawancara dan Apa jenis dari tiap jenis produk dokumentasi produk kriya anyam kriya anyam bahan lidi? bahan lidi

47 Mendeskripsikan Wawancara 2.4.d pemasaran Bagaimana pemasaran produk kriya produk kriya anyam anyam bahan lidi bahan lidi? 3 Proses Mendeskripsikan Observasi, 3.1.a Pembuatan alat dan bahan wawancara dan Apa saja alat dan bahan dalam proses dokumentasi yang digunakan dalam pembuatan proses pembuatan produk produk kriya kriya anyam bahan lidi? anyam bahan lidi Mendeskripsikan Observasi, 3.2.b proses wawancara dan Bagaimana proses pembuatan dokumentasi pembuatan produk kriya produk kriya anyam bahan lidi? anyam bahan lidi D. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang diguanakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan penelitian ini tidak menggunakan model-model statistik, matematik atau komputer tetapi tergantung kepada pengamatan peneliti di lapangan. Berdasarkan sifat realistik, metode kualitatif mengandung persepsi subjektif bahwa realitas (komunikasi) bersifat ganda, rumit semu, dinamis (mudah berubah), dikonstruksikan dan holistik. Kebenaran realitas bersifat relatif (Mulyana, 2001, hlm. 147) menurut Nasution (1988) dalam Sugiyono (2011, hlm. 306) menyatakan bahwa: Dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrument penelitian utama. alasannya ialah bahwa, segala sesuatunya belum mempunyai bentuk yang pasti. Masalah, fokus penelitian, prosedur penelitian, hipotesis yang digunakan, bahkan hasil yang diharapkan

48 itu semuanya tidak dapat ditentukan secara pasti dan jelas sebelumnya. Segala sesuatu masih perlu dikembangkan sepanjang penelitian itu. Dalam keadaan tidak pasti dan tidak jelas itu, tidak ada pilihan lain dan hanya peneliti itu sendiri sebagai alat satu-satunya yang dapat mencapainya. Proses penelitian dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam penelitian. Asumsi dan aturan berpikir tersebut selanjutnya diterapkan secara sistematis dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan penjelasan dan argumentasi. Dalam penelitian kualitatif informasi yang dikumpulkan dan diolah harus tetap objektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat peneliti sendiri. Pendekatan kualitatif banyak digunakan dalam penelitian deskriptif. Data kualitatif berbentuk kata-kata, kalimat, gambar dan tabel. E. Metode Penelitian Metode ialah suatu prosedur atau cara untuk untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis (Usman dkk, 2009, hlm. 41) sedangkan metodologi penelitian ialah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan yang terdapat dalam penelitian (Usman dkk, 2009, hlm. 41). Kajian tentang kriya anyam bahan lidi bersifat khusus, karena bukan hanya meneliti tentang alat dan bahan, proses pembuatan dan sebagainya, tetapi juga mengkaji tentang kajian visual dari kriya anyam bahan lidi itu sendiri. Dengan demikian, masalah yang diteliti tersebut memerlukan pengungkapan deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa buku, tulisan, gambar, foto dan hasil wawancara. Berdasarkan hal tersebut, secara metodologis, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Usman dkk (2009, hlm. 130) menyatakan bahwa: Penelitian deskriptif kualitatif diuraikan dengan kata-kata menurut pendapat responden, apa adanya sesuai dengan pertanyaan penelitiannya, kemudian dianalisi pula dengan kata apa yang melatarbelakangi responden berperilaku (berpikir, berperasaan, dan bertindak) seperti itu tidak seperti lainnya, direduksi, ditriangulasi, disimpulkan (diberi makna oleh peneliti),

49 dan diverifikasi (dikonsultasikan kembali kepaada responden atau teman sejawat). Oleh karena dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, maka mendeskripsikan hasil peneliti menurut perspektif sendiri. Seperti yang dijelaskan Usman dkk (2009, hlm. 78) yang menyatakan bahwa Metode kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif sendiri. Dalam penelitian ini penulis mengkaji sampling, menentukan teknik pengumpulan data serta menentukan tahapan penelitian. 1. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber dan berbagai cara. Menurut Usman dkk (2009, hlm. 52) menyatakan bahwa: Teknik pengumpulan data terdiri atas observasi (observation), wawancara (interview), angket (questionary), dan dokumentasi (documentation). Dalam kegiatan penelitian kualitatif penulis dapat memperoleh data secara lengkap melalui: a. Wawancara Tujuan dari wawancara yaitu sebagai teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi atau data-data yang bersifat pandangan dari narasumber dengan tujuan agar narasumber mengetahui bagaimana memandang dirinya menurut sudut pandangnya sendiri, perasaannya dan pikirannya. Menurut Usman dkk (2009, hlm. 55) menyatakan bahwa mengemukakan bahwa: Wawancara ialah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung. Pewawancara disebut interviewer, sedangkan orang yang diwawancarai disebut interviewee. Pada saat melakukan wawancara, hal-hal yang harus diperhatikan peniliti diantaranya peniliti harus mempersiapkan beberapa pertanyaan yang akan

50 diberikan kepada narasumber. Wawancara dilakukan oleh penulis dengan cara santai kepada narasumber, selain itu wawancara juga dilakukan dalam suasana biasa yang tidak mengganggu pekerjaan narasumber. b. Observasi Observasi yaitu pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti, observasi merupakan bagian yang penting dalam penelitian kualitatif. Menurut Usman dkk (2009, hlm. 52) menyatakan bahwa : Observasi ialah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejalagejala yang diteliti. Observasi menjadi salah satu teknik pengumpulan data apabila sesuai dengan tujuan penelitian, direncanakan dan dicatat secara sistematis, serta dapat dikontrol keandalan (reliabilitas) dan kesahihannya (validitasnya). Sentra kerajinan Karya Mandiri dijadikan objek utama oleh peneliti untuk mengumpulkan data dan hasil obsevasi berupa foto serta data-data yang menunjang penelitian. Dalam Penelitian ini, peneliti mengobservasi beberapa produk kriya anyam bahan lidi untuk mengetahui bahan dan peralatan penunjang produksi berbagai produk kerajinan kriya anyam bahan lidi, proses produksi berbagai produk kriya anyam bahan lidi dan analisis estetis berbagai produk kriya anyam bahan lidi dengan melihat langsung, melakukan pengamatan dan mendengarkan penjelasan dari narasumber. Jadi, peneliti terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan di lokasi penelitian. Narasumber, dokumentasi dan catatancatatan merupakan hal penting dalam proses observasi ini untuk menambah informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. c. Studi Dokumentasi Usman dkk (2009, hlm. 69) menyatakan bahwa: Dokumentasi ialah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumendokumen. Data-data yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi cenderung merupakan data sekunder, sedangkan data-data yang dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan angket cenderung merupakan data primer atau data yang langsung didapat dari pihak pertama.

51 Dokumentasi yang diperoleh oleh penulis berupa foto-foto yang berasal dari berbagai buku, internet dan hasil pendokumentasian sendiri di lokasi penelitian, yaitu berupa pendokumentasian lokasi penelitian, pendokumentasian bahan dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi, pendokumentasian proses pembuatan mulai dari tahapan awal menganyam lidi hingga menjadi bentuk yang diinginkan serta proses finishing. Hal tersebut membantu peneliti dalam proses pengamatan dan mendeskripsikan hasil penelitian. d. Teknik Triangulasi Teknik triangulasi yaitu teknik pengumpulan data gabungan. Menurut Sugiono dalam Prastowo (2011, hlm. 231) menyatakan bahwa: Teknik triangulasi merupakan suatu teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Hal ini dipertegas oleh Sugiyono (2014, hlm. 327) yang menyatakan bahwa: Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data. Hal ini diperkuat lagi oleh Lexy J. Moloeng (2010) dalam Ikbar (2012, hlm. 166) yang menyatakan bahwa: Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian. Menurut S. Nasution (2003) dalam Ikbar (2012, hlm. 166) menyatakan bahwa: Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Selain itu triangulasi juga dapat berguna untuk menyelidiki validitas tafsiran peneliti terhadap data, karena itu triangulasi bersifat reflektif.

52 Dalam penelitian ini penulis menggabungkan antara data yang diperoleh di lapangan dengan data-data dari berbagai buku, internet dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian. F. Definisi Operasional Dalam penelitian ini digunakan beberapa operasional variabel, diantaranya: 1. Kriya Anyam Bahan Lidi di Desa Ciherang Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis Seni kerajinan dari bahan lidi dari desa Ciherang merupakan produk seni kriya yang digunakan untuk tempat makanan di berbagai rumah makan, sebagai wadah buah, wadah air mineral kemasan, wadah sendok dan garpu, wadah parcel serta lampu hias. Dalam penelitian ini konteks berbagai produk kriya anyam bahan lidi mulai dari studi bahan dan peralatan penunjang produksi berbagai produk kriya anyam bahan lidi, proses produksi berbagai produk kriya anyam bahan lidi, struktur berbagai produk kriya anyam bahan lidi dan analisis visual kriya berbagai produk anyam bahan lidi. Dalam penelitian ini penulis mengkaji tentang berbagai produk kriya anyam bahan lidi mulai dari studi bahan dan alat penunjang produksi kerajinan kriya anyam bahan lidi, proses produksii kriya anyam bahan lidi, struktur produkproduk kriya anyam bahan lidi dan analisis visual produk-produk kriya anyam bahan lidi. 2. Bahan Lidi Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan berbagai produk kriya anyam bahan lidi adalah lidi, Bahan baku dalam pembuatan produk-produk kriya anyam bahan lidi diperoleh dari Parigi, Pangandaran dan Legok. 3. Desa Ciherang Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis

53 Desa Ciherang terletak di kecamatan Banjarsari, sebelah selatan dari kabupaten Ciamis. Desa Ciherang merupakan desa penghasil produk kerajinan berbahan dasar lidi, produk kerajinan lidi di desa Ciherang mulai berkembang sejak tahun 2000 an. G. Instrumen penelitian Instrumen penelitian pada umumnya dalam bidang sosial dan khususnya pada bidang pendidikan yang sudah baku dan sulit ditemukan. Menurut Nasution dalam Prastowo (2011, hlm. 43) menyatakan bahwa: Peneliti adalah key instrument atau peneliti utama. Dialah yang mengadakan sendiri pengamatan atau wawancara tak berstruktur, sering hanya menggunakan buku catatan. Hanya manusia sebagai instrumen dapat memahami makna interaksi antar manusia, membaca gerak muka, menyelami perasaan dan nilai yang terkandung dalam ucapan atau perbuatan responden. Walaupun digunakan alat rekam atau kamera, peneliti tetap memegang peranan utama sebagai alat penelitian. Peneliti harus mampu membuat instrumen yang dapat memberikan pandangan mengenai hal-hal yang dihadapinya. Yang menjadi sumber informasi dalam penelitian diantaranya: 1. Sumber utama yaitu pengrajin berbagai produk kriya anyam berbahan lidi dan sentra kerajinan Karya Mandiri 2. Buku-buku yang relevan seperti buku tentang seni kriya, sistem produksi kriya, desain, internet, tulisan ilmiah, media cetak dan kamus. 3. Hasil produk kriya anyam bahan lidi 4. Foto-foto hasil observasi H. Analisis Data Tujuan analisis data adalah untuk mengungkapkan data apa yang masih perlu dicari, hipotesis apa yang masih perlu diuji, pertanyaan apa yang perlu dijawab, metode apa yang harus digunakan untuk mendapatkan informasi baru, dan

54 kesalahan apa yang haru segera diperbaiki. Menurut Bogdan dan Biklen dalam Usman dkk (2009, hlm. 84) menyatakan bahwa: Analisis data ialah proses pencarian dan penyusunan data yang sistematis melalui transkip wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi secara akumulasi menambah pemahaman peneliti terhadap yang ditemkan. Dalam buku yang sama menurut Spradley dalam Usman dkk (2009, hlm. 84) menyatakan bahwa: Analisis data merujuk pada pengujian sistematis terhadap sesuatu untuk mendapatkan bagian-bagiannya, hubungan diantara bagian-bagian dan hubungan bagian-bagian itu dengan keseluruhan Hal ini diperjelas oleh Usman dkk (2009, hlm. 84) yang menyatakan bahwa: Analisis data ialah kegiatan analisis mengkategorikan data untuk mendapatkan pola hubungan, tema, menafsirkan apa yang bermakna, serta menyampaikan atau melaporkannya kepada orang lain yang berminat. Teknik analisis data dilakukan setelah semua data dari responden atau nara sumber sudah terkumpul untuk dianalisa atau mengolah hasil wawancara, observasi dari narasumber, dokmentasi pribadi dari nara sumber berupa foto-foto, materi dari buku sumber, materi dari internet dan data-data yang didapat dari sumber yang lainnya. Berikut adalah langkah-langkah yang diambil dalam menganalisis data: 1. Penyajian Data Penyajian data (display data) yaitu kumpulan beberapa informasi yang tersusun yang dapat memudahkan dalam menarik kesimpulan dan pengambilan tindakan. Menurut Usman dkk (2009, hlm. 85) menyatakan bahwa: Penyajian data (display data) ialah menyajikan data dalam bentuk matriks, network, chart atau grafik dan sebagainya. Dengan demikian, peneliti dapat menguasai data dan tidak terbenam dengan setumpuk data. Hal ini dipertegas oleh Miles dan Huberman dalam Usman dkk (2009, hlm. 87) yang menyatakan bahwa: Penyajian data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan

55 tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif. Penyajian juga dapat berbentuk matriks, grafiks, jaringan dan bagan. Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam bentuk yang padu dan mudah dipahami. Setelah data yang diperoleh di lapangan direduksi, langkah selanjutnya adalah melakukan display data atau penyajian data. Tujuan dari penyajian data adalah agar lebih mudah melihat gambaran keseluruhan data untuk diambil kesimpulan yang tepat. Penyajian data akan mempermudah untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan data yang telah dipahami. Adapun penyajian data yang dilakukan penulis yaitu menyusun dan mengelompokan data sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian yang berupa bagan. 2. Reduksi Data Reduksi data adalah proses penyederhanaan, pemilihan dan transformasi data yang diperoleh di lapangan selama penelitian yang masih bersifat kasar. Menurut Usman dkk (2009, hlm. 84) menyatakan bahwa: Reduksi data ialah memilah hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian kita, kemudian dicari temanya. Data-data yang telah direduksi memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan dan mempermudah peneliti untuk mencarinya jika sewaktu-waktu diperlukan. Reduksi dapat pula membantu dalam memberikan kode-kode pada aspekaspek tertentu. Dalam buku yang sama menurut Miles dan Huberman dalam Usman dkk (2009, hlm. 85) menyatakan bahwa: Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data, dimulai dengan membuat ringkasan, mengkode, menelusuri tema, membuat gugus-gugus, menulis memo, dan lain sebagainya, dengan maksud menyisihkan data/informasi yang tidak relevan. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkn, menggolongkan, mengategorisasikan, mengarahkan, membuang data yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga akhirnya data yang terkumpul dapat diverifikasi.

56 Data yang diperoleh dari proses pengamatan, narasumber dan dokumentasi ditulis dalam bentuk yang sistematis. Selama proses pengumpulan data, terjadilah tahapan reduksi selanjutnya membuat rangkuman, hal ini berlangsung hingga penelitian selesai dan laporan akhir telah tersusun lengkap serta sistematis. 3. Menarik Kesimpuan/Verifikasi Kesimpulan adalah tahap akhir yang menentukan makna dari data yang telah ada dengan cara mencari tema, persamaan, hubungan dan lainnya. Menurut Miles dan Huberman dalam Usman dkk (2009, hlm. 87) menyatakan bahwa: Penarikan kesimpulan atau verifikasi merupakan kegiatan di akhir penelitian kualitatif. Peneliti harus sampai pada kesimpulan dan melakukan verifikasi, baik dari segi makna maupun kebenaran kesimpulan yang disepakati oleh subjek tempat penelitian itu dilaksanakan. Makna yang dirumuskan peneliti dari data harus diuji kebenaran, kecocokan, dan kekokohannya. Kesimpulan dalam penelitian ini merupakan deskripsi atau penjelasan tentang kriya anyam bahan lidi yang sebelumnya masih samar-samar bahkan tidak jelas dan setelah diselidiki menjadi jelas, mulai dari bahan, dan peralatan yang digunakan, teknik, fungsi, dan visual dari kriya anyam bahan lidi itu sendiri.