Pengantar Psikologi Abnormal

dokumen-dokumen yang mirip
NORMAL, ABNORMAL, KLASIFIKASINYA DALAM PSIKOLOGI KLINIS

Seorang wanita yang mengalami kesulitan tidur dan kehilangan konsentrasi setelah kematian suaminya. Seorang wanita muda mencoba memanjakan dirinya

KONSEP NORMAL & ABNORMAL

BAB II TINJAUAN TEORI

KONSELING REMAJA Putri Marlenny P, S.Psi, M.Psi, Psikolog Rumah Duta Revolusi Mental HP/WA :

Pengertian Normal dan Abnormal

Prilaku Kesehatan Ada Dua Aspek utama; 1. Aspek Fisik 2. Aspek Non Fisik Aspek Fisik misalnya sarana kesehatan dan pengobat penyakit. Aspek non Fisik

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PENYEBAB PERILAKU ABNORMAL

SILABUS PSIKOLOGI ABNORMAL

PERSOALAN DEPRESI PADA REMAJA

BAB I PENDAHULUAN. dan pengurus pondok pesantren tersebut. Pesantren memiliki tradisi kuat. pendahulunya dari generasi ke generasi.

PENGANTAR PSIKOLOGI KLINIS DITA RACHMAYANI, S.PSI., M.A

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Faktor-Faktor Pendulung..., Nisa Nur Fauziah, FPSI UI, 2008

Kesehatan Mental. Pengantar Kesehatan Mental. Aulia Kirana, M.Psi, Psikolog. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

BAB II PEMBAHASAN A. STRES. yang berasal dari situasi dengan sumber-sumber daya sistem biologis, psikologis dan

kesehatan fisik-jiwa-ruhani dan secara lebih rinci, normal dan abnormal dibahas dalam psikologi kesehatan Islami. Di dalam psikologi kesehatan

KONSEP KESEHATAN MENTAL LIA AULIA FACHRIAL, M.SI

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Menurut Hariandja dalam Tunjungsari (2011) stres adalah ketegangan

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI) Mei Vita Cahya Ningsih. Pengertian

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN SBMPTN NASKAH PUBLIKASI

BAB II KONSEP DASAR. Harga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan

Modul ke: Pedologi. Skizofrenia. Fakultas PSIKOLOGI. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi.

PRINSIP KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

KESEHATAN MENTAL. Oleh : Isti Yuni Purwanti

EMOSI DAN SUASANA HATI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. diberikan dibutuhkan sikap menerima apapun baik kelebihan maupun kekurangan

Jahoda (Ihrom, 2008), batasan lebih luas Kesehatan mental mencakup : 1) sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri, kemampuan mengenali diri

Pendahuluan. By : Farida Harahap Tim: Nanang Erma by FH 1. Gunawan:

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. manusia, ditandai dengan perubahan-perubahan biologis, kognitif dan sosial-emosional

tuntutan orang tua. Hal ini dapat menyebabkan anak mulai mengalami pengurangan minat dalam aktivitas sosial dan meningkatnya kesulitan dalam memenuhi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. berhubungan dengan orang lain (Stuart & Sundeen, 1998). Potter & Perry. kelemahannya pada seluruh aspek kepribadiannya.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kehamilan dan kelahiran anak adalah proses fisiologis, namun wanita

BAB II LANDASAN TEORI. tersebut mempelajari keadaan sekelilingnya. Perubahan fisik, kognitif dan peranan

Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si.

BAB II TINJAUAN TEORI. dengan orang lain (Keliat, 2011).Adapun kerusakan interaksi sosial

Konsep Krisis danangsetyobudibaskoro.wordpress.com

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN. Dari hasil analisa utama bab 4 dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial teman

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa yang penting di dalam suatu kehidupan. manusia. Teori Erikson memberikan pandangan perkembangan mengenai

BAB I PENDAHULUAN. menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki. suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data Badan Kesehatan

Perkembangan Sepanjang Hayat

BAB II TINJAUAN TEORITIS Kesejahteraan Psikologis (Psycological Well Being) Pengertian Kesejahteraan Psikologis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN TEORITIS. A. Karyawan PT. INALUM. capital, yang artinya karyawan adalah modal terpenting untuk menghasilkan nilai

BAB II KONSEP DASAR A. PENGERTIAN. Halusinasi adalah suatu persepsi yang salah tanpa dijumpai adanya

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI GURU TAHUN 2011

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Gangguan perkembangan seseorang bisa dilihat sejak usia dini, khususnya pada usia

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PERBEDAAN TOLERANSI TERHADAP STRES PADA REMAJA BERTIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT DI KELAS XI SMA ASSALAAM SUKOHARJO

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Keadaan disabilitas yang adalah keterbatasan fisik, kecacatan baik fisik maupun mental, serta berkebutuhan

Konsep Wellbeing dalam Psikologi Positif. Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi

BAB 1 PENDAHULUAN. deskriminasi meningkatkan risiko terjadinya gangguan jiwa (Suliswati, 2005).

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manusia sebagai makhluk holistik dipengaruhi oleh lingkungan dari dalam

BAB II TINJAUAN TEORI. pengecapan maupun perabaan (Yosep, 2011). Menurut Stuart (2007)

MODUL PERKULIAHAN. Kesehatan Mental. Kesehatan Mental yang Berkaitan dengan Kesejahketaan Psikologis (Penyesuaian Diri)

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Anak-anak yang mengalami kekerasan seksual memiliki gejala gangguan yang lebih

DEWI KUSUMA WARDHANI F

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan jiwa menurut WHO (World Health Organization) adalah ketika

BAB I PENDAHULUAN. permasalahan, persoalan-persoalan dalam kehidupan ini akan selalu. pula menurut Siswanto (2007; 47), kurangnya kedewasaan dan

CHAPTER EIGHT Emotional Determinants. (Personality Development, Elizabeth B. Hurlock)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN-FAKULTAS PSIKOLOGI- UNIVERSITAS GUNADARMA MATA KULIAH : PSIKOLOGI UMUM 2 * KODE MATAKULIAH / SKS = MKK / 3 SKS

BAB I PENDAHULUAN. mental dalam beberapa hal disebut perilaku abnormal (abnormal behavior). Hal

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. yaitu gangguan jiwa (Neurosa) dan sakit jiwa (Psikosa) (Yosep, hubungan interpersonal serta gangguan fungsi dan peran sosial.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Skizofrenia merupakan sindroma klinis yang berubah-ubah dan sangat

kalangan masyarakat, tak terkecuali di kalangan remaja. Beberapa kejadian misalnya; kehilangan orang yang dicintai, konflik keluarga,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Halusinasi adalah persepsi atau tanggapan dari panca indera tanpa adanya

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010 GAMBARAN POLA ASUH

Pedologi. Batasan Pedologi Bidang Terapan. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi.

5. KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju masa. lainnya. Masalah yang paling sering muncul pada remaja antara lain

BAB I PENDAHULUAN. Orang tua merupakan sosok yang paling terdekat dengan anak. Baik Ibu

BAB I PENDAHULUAN. sebagai aset yang berharga. Tak jarang, perusahaan hanya mengganggap bahwa

BAB II KAJIAN TEORI. karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam membangun hidup berumah tangga perjalanannya pasti akan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. tekanan mental atau beban kehidupan. Dalam buku Stress and Health, Rice (1992)

SINOPSIS THESIS FENOMENA MASYARAKAT MENGATASI MASALAH DAN DAYA TAHAN DALAM MENGHADAPI STRESS. Oleh: Nia Agustiningsih

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan saat yang penting dalam mempersiapkan

BAB I PENDAHULUAN. untuk jangka waktu lama dan bersifat residif (hilang-timbul). Sampai saat ini

BAB I PENDAHULUAN. mengenal awal kehidupannya. Tidak hanya diawal saja atau sejak lahir, tetapi keluarga

BAB I PENDAHULUAN. riskan pada perkembangan kepribadian yang menyangkut moral,

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi berkepanjangan juga merupakan salah satu pemicu yang. memunculkan stress, depresi, dan berbagai gangguan kesehatan pada

perilaku proses mental, mental organisme lingkungan eksternal

LAMPIRAN. Depresi. Teori Interpersonal Depresi

BAB I PENDAHULUAN. namun akan lebih nyata ketika individu memasuki usia remaja.

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki ambang millennium ketiga, masyarakat Indonesia mengalami

BAB I PENDAHULUAN. Sekarang ini kita dihadapkan pada berbagai macam penyakit, salah satunya

Transkripsi:

Pengantar Psikologi Abnormal

NORMAL (SEHAT) sesuai atau tidak menyimpang dengan kategori umum ABNORMAL (TIDAK SEHAT) tidak sesuai dengan kategori umum. PATOLOGIS (SAKIT) sudut pandang medis; melihat keadaan sakit, menyimpang atau mengalami kerusakan. Psikologi Abnormal; Cabang dari psikologi yang berusaha untuk memahami pola perilaku abnormal (deskripsi dan penyebabnya) dan cara menolong orang-orang yang mengalami keabnormalan tersebut

Aspek Sikap terhadap diri sendiri Realitas Integrasi Kompetensi Otonomi Aktualisasi diri Ciri-ciri Penerimaan diri, jati diri positif, penilaian realistik (kekurangan dan kelebihan) Diri sendiri, dunia, dan manusia Kepribadian utuh, bebas konflik, dan toleransi baik terhadap stress Fisik, intelektual, emosional dan sosial Mandiri, tanggung jawab, penentuan diri dan kemampuan yang cukup Berkembang kearah kematangan Supratiknya (1995)

ABNORMALITAS Abnormal; menggambarkan kepribadian (inner personality) & perilaku luar (outer behavior) yang diamati. Maladaptif; perilaku yang memiliki dampak merugikan individu dan atau masyarakat. Perilaku menyimpang; Perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat

Normal dan Abnormal Pendekatan Kuantitatif: berdasarkan patokan statistik (sering atau tidaknya sesuatu terjadi) Pendekatan Kualitatif: berdasarkan observasi empirik pada tipe-tipe ideal dan sering terikat faktor sosiokultural

Karakteristik Perilaku Abnormal Perilaku tidak biasa Melanggar norma sosial Persepsi atau interpretasi yang salah Berada dalam stres personal yang signifikan Perilaku maladaptif Perilaku berbahaya (Nevid, Rathus & Greene, 2008) Jarang terjadi Bertentangan dengan nilai/norma kelompok Menimbulkan stres pribadi Menunjukkan disability atau disfungsi Tidak diharapkan (Davison & Neale, 2004)

Mendefinisikan Perilaku Abnormal Perilaku yang tidak biasa Perilaku menyimpang; tidak dapat diterima secara sosial atau melanggar norma sosial Persepsi /interpretasi yang salah terhadap realita Stress personal yang berlebihan Perilaku maladaptif atau self-defeating Perilaku berbahaya

Perspektif Historis Biologis Psikologis Sosiokultural Biopsikososial: Dahulu; perilaku abnormal = tanda kerasukan Sekarang; perilaku abnormal = produk faktor fisik dan psikososial Psikopatologi = penyakit hati. hilangnya kesucian qolbu Bersumber dari dosa Perspektif Kontemporer Perspektif Islam

Perspektif Biologis Adanya tingkat abnormal ahan biokemis dalam sistem syaraf Adanya simptom badaniah (tidur, nafsu makan dan energi) Gangguan struktur dan fungsi bagian otak Perspektif Psikologis Persepsi yang keliru Fungsi kognitif yang menyimpang Emosi yang terganggu Distres (kesedihan) Perilaku Maladaptif Sosiokultural Pelanggaran norma sosial Menyakiti atau mengganggu orang lain Biopsikososial hubungan antara faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiokultural

Penyebab perilaku Abnormal (Coleman, 1984) PRIMER : kondisi yang harus dipenuhi agar gangguan muncul, meskipun kenyataan gangguan tersebut tidak atau belum muncul PREDISPOSISI : Keadaan sebelum munculnya gangguan, kemungkinan terjadinya suatu gangguan dimasa yang akan datang PENCETUS : peristiwa yang sebenarnya tidak terlalu parah namun seolah-olah menjadi penyebab timbulnya perilaku abnormal. PENGUAT : Peristiwa yang terjadi yang memantapkan sesuatu keadaan atau kecenderungan tertentu

Pengertian Keliru 1. Keyakinan bahwa perilaku abnormal selalu kacau 2. Perbedaan yang mencolok terkait normal dan abnormal 3. Keyakinan bahwa gen (keturunan) menentukan abnormalitas 4. Pandangan terkait kriteria diatas normal (IQ=superior/genius) mendekati kegilaan 5. Penderita gangguan mental = berbahaya dan tidak dapat disembuhkan 6. Gangguan mental = tidak terhormat 7. Ketakutan berlebihan atas gangguan mental

wellness illness