EDISI 10 Tahun Info Terkini Indonesia Power Bantu Gaungkan BUMN Hadir Untuk Negeri Hal 2 Inspiring Story Hal 4 Quiz IPWN Hal 6 PROFESIONAL Pembaca setia IPWN, di bulan februari tahun 2017 kami selalu hadir menyajikan informasi terbaru seputar PT Indonesia Power. Berita pertama adalah PT Indonesia Power teken MoU dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo terkait dengan pengelolaan Telaga Menjer yang merupakan salah satu sumber air bagi PLTA UP Mrica Jangan Lewatkan quiz IPWN edisi 10, hadiah menarik menanti anda. #SafetydiMulaiDariSaya Pengumuman Bagi rekan rekan yang akan mengirimkan tulisan atau materi sosialisasi dalam bentuk artikel/tips/ bentuk lainnya, setiap minggunya kami tunggu materinya maksimal hari Kamis pukul 13.00 WIB.
EDISI 10 Tahun INFO TERKINI Indonesia Power Bantu Gaungkan BUMN Hadir Untuk Negeri JAKARTA - PT Indonesia Power teken MoU dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo pada acara Gelar Budaya Kabupaten Wonosobo Tahun 2017 di anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (5/3). MoU yang ditandatangani oleh GM UP Mrica Adi Rekno dengan Bupati Wonosobo Eko Purnomo ini terkait dengan pengelolaan Telaga Menjer yang merupakan salah satu sumber air bagi PLTA UP Mrica. MoU yang disaksikan oleh Staff Ahli Menteri BUMN, Dirut IP, Sripeni Inten Cahyani, Jajaran Pemerintah Kab. Wonosobo serta perusahaan-perusahaan di lingkungan BUMN dan BUMD. BUMN oleh pemerintah di perintahkan untuk lebih dekat dengan rakyat, dan BUMN itu harus hadir untuk negeri. Mengenai penugasan di Wonosobo, merupakan salah satu daerah yang mendapatkan bantuan dari program BUMN hadir untuk Negeri. Tidak hanya CSR tetapi juga menghidupkan ekonomi di Wonosobo dengan program-program yang berkelanjutan. Hal ini juga telah dilakukan oleh perusahaan BUMN atau BUMD seperti Indonesia Power yang menandatangani nota kesepahaman pengelolaan objek wisata danau Telaga Menjer di Wonosobo, ungkap Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah.
INFO TERKINI Tujuan MoU ini adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan pengelolaan Telaga Menjer dari sisi kelestarian lingkungan, pariwisata dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka pemberdayaan telaga menjer dan peningkatan perekonomian di Kabupaten Wonosobo. Kerjasama ini berlaku efektif selama 12 bulan, yang meliputi pelestarian lingkungan kawasan telaga, pengembangan pariwisata, pengembangan masyarakat dan mempertahankan keberlangsungan PLTA dalam jangka panjang. Pada kesempatan itu pula paralel dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Wonosobo dengan PT Sarinah, dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).
INSPIRING STORY BangunHarmonidenganSemangatKajianReliji Dwi Jatmiko UJP ADP Satu Langkah. Dua langkah. Jatuh dan Bangkit kembali. Berjalan perlahan-lahan dengan terus menjaga keseimbangan. Layaknya anak kecil ataupun perahu yang berlayar, keseimbangan menjadi hal utama untuk sampai pada satu tujuan. Demikian sebuah analogi yang menjadi pegangan Dwi Jatmiko dalam membangun harmonis saat menginjakkan kaki di UJP Adipala, Cilacap. Sebagai pembangkit baru yang saat itu belum beroperasi, Dwi menyebut UJP Adipala sebagai anak kecil yang baru saja belajar untuk berjalan. Meski mayoritas personel dari PT Indonesia Power bukan orang baru dibidangnya masing-masing, namun karena bukan berasal dari daerah tersebut maka terhitung kesemuanya bermula dari nol. Interaksi dengan lingkungan sekitar pun harus dibangun sejak awal. Baik antara PLN, kontraktor Cina, konsultan yang bersifat independen, masyarakat sekitar maupun intern perusahaan sendiri. Kajian reliji menjadi cara untuk menyentuh hubungan harmoni antara elemen organisasi yang ada di didalam UJP Adipala. Kebetulan masjid sudah dibangun di kompleks ini sehingga dengan kajian reliji akan memunculkan keseimbangan hubungan bagi siapapun yang mengoperasikan unit. Paling tidak, ini menjadi pemantik kekompakan tiap seminggu sekali. Dwi menceritakan bahwa awal kajian itu dimulai pada Ramadhan tahun 2014 kemarin. Respon dari penerima materi saat itu bersifat positif. Walau tetap terdapat beberapa kendala, diantaranya, pertama, dalam hal pencarian materi dan tema-tema yang sesuai. Kedua, mengurus segala sesuatunya sendiri, sebelum terbentuk organisasi yang mengurusi seperti DKM. Ketiga, dari sisi pendanaan. Terus terang, kita kebingungan untuk mengambil dana-nya darimana. Kemudian kita buat-lah kotak infak dan zakat. Dari sana, teman- teman ternyata responnya bagus. Dana dari perusahaan ada, tapi belum bias meng-cover kebutuhan secara keseluruhan. Zakat kita alokasikan untuk anak-anak di sekitar panti dalam bentuk bingkisan. Dwi menyebut selain infak dan zakat, kegiatan yang dilakukanya itu buka puasa bersama dibulan Ramadhan. Meski dengan dana yang terbatas yaitu sekitar Rp12 juta, kegiatan dapat berlangsung lancer saat itu. Dan semakin berkembang hingga bias mencapai Rp32 juta dengan peserta tak kurang dari ratusan orang.
Adapun mekanisme pendistribusian yang dilakukan adalah door to door. Zakat didistribusikan secara door to door sejak awal sebelum Ramadhan. Iniefektif, tambah Dwi, terutama dalam menepis anggapan dari orang sekitar kalau PT Indonesia Power tidak member sumbangsih apapun. Nah, kita terjun langsung. Jadi, terasa ada perbedaannya. Kita bergantian membagikan infak tiap jumat. Kita benar-benar bias melihat betapa beruntungnya kita meski dengan kondisi unit yang berbeda dengan UBP yang kita tinggalkan sebelumnya, misalnya. Untuk menarik perhatian dan semangat pegawai, pengurus masjid menyiapkan strategi dalam menyusun materi kajian. Kita susun materi kajian yang sifatnya tematik yaitu bagaimana mengobati hati yang keras. Awalnya semangat dan hadir, diluar Ramadhan jumlah peserta sekitar 60-70 persen masih mengikuti. Strategi lainnya, mengambil pemateri dari luar UJP Adipala. Selain membuka link dengan lingkungan sekitar, kita juga sesuaikan dengan latar belakang pendidikan tinggi yang dimiliki teman-teman UJP Adipala. Baik pembawaan maupun muatan materi harus berbanding lurus dengan yang dibutuhkan. Dwi menggambarkan kondisi masyarakat di sekitar UJP Adipala terbilang masih terbelakang terutama terkait masalah pendidikan. Bahkan ia melihat sendiri bagaimana ada lansia usia 70 tahun-80 tahun tinggal di rumah seukuran kamar beratapkan gedheg. Orang tua itu makan dan tidur disitu walau MCK di luar, ungkap Dwi seraya menyebut pendidikan menjadi salah satu masalah utama di sana. Kedepannya, Dwi berharap pemberian wadah yang bersifat pelatihan dapat didirikan oleh PT Indonesia Power untuk menstimulus perubahan dalam diri warga masyarakat. Misal, dalam hal budidaya tiram, PT Indonesia Power dapat menjadi wadah untuk membantu dalam hal pemasaran. Saya berharap ada semacam wadah yang mengelola kegiatan masyarakat semacam UKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga ini bisa menjadi sebuah program unggulan.
INSPIRING QUIZ IPWN 10 Dari kisah diatas, jika dikaitkan dengan Nilai IP-AkSi (Integritas, Profesional, Proaktif dan Sinergi) termasuk dari nilai yang mana? Sebutkan alasannya. AYO, kirimkan jawaban Bapak/Ibu pada Dian (dian.oksatrianika@indonesiapower.co.id) Jawaban kami terima maksimal tanggal 3 Maret2017. Jawaban yang paling sesuai akan kami undi dan diumukan pada edisi InPower Weekly berikutnya dan hadiah akan dikirimkan ke Unit Bapak/Ibu Pemenang. PENGUMUMAN INSPIRING QUIZ IPWN EDISI8 Dari beberapa pengirim jawaban Kuis Inspiring Stories telah kami dapatkan 1 (Satu) Pemenang yang beruntung mendapatkan hadiah menarik melalui pengundian secara random untuk jawaban yang kami nilai lengkap. AGUS SOBANA UP SLA Jawaban : PROFESIONAL Dalam hal ini keakuratan data dari peralatan sangatlah penting yaitu sebagai acuan bahwa alat tersebut masih baik dan layak digunakan atau dioperasikan, seperti yang disampaikan Bapak Mulyadi, dengan segala cara dan dengan faktor kesulitan yang tinggi tetapi data tersebut harus dihasilkan demi tercapainya kehandalan Unit.