1. Deskripsi Riset I

dokumen-dokumen yang mirip
(Analisis model geomekanika pada zona penunjaman lempeng untuk estimasi potensi gempa besar di Indonesia)

: Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

PEMETAAN BAHAYA GEMPA BUMI DAN POTENSI TSUNAMI DI BALI BERDASARKAN NILAI SESMISITAS. Bayu Baskara

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Data Gempa di Pulau Jawa Bagian Barat. lempeng tektonik, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo Australia, dan

MELIHAT POTENSI SUMBER GEMPABUMI DAN TSUNAMI ACEH

Gempabumi Sumba 12 Februari 2016, Konsekuensi Subduksi Lempeng Indo-Australia di Bawah Busur Sunda Ataukah Busur Banda?

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Sebaran episenter gempa di wilayah Indonesia (Irsyam dkk, 2010). P. Lombok

BAB I PENDAHULUAN. lempeng Indo-Australia dan lempeng Pasifik, serta lempeng mikro yakni lempeng

tektonik utama yaitu Lempeng Eurasia di sebelah Utara, Lempeng Pasifik di

POTENSI KERUSAKAN GEMPA BUMI AKIBAT PERGERAKAN PATAHAN SUMATERA DI SUMATERA BARAT DAN SEKITARNYA. Oleh : Hendro Murtianto*)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terletak di antara tiga lempeng aktif dunia, yaitu Lempeng

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.4

Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang

KEGEMPAAN DI NUSA TENGGARA TIMUR PADA TAHUN 2016 BERDASARKAN MONITORING REGIONAL SEISMIC CENTER (RSC) KUPANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan Indonesia termasuk dalam daerah rawan bencana gempabumi

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Sistematika Penulisan...

BAB I PENDAHULUAN. komplek yang terletak pada lempeng benua Eurasia bagian tenggara (Gambar

KARAKTERISTIK GEMPABUMI DI SUMATERA DAN JAWA PERIODE TAHUN

Sulawesi. Dari pencatatan yang ada selama satu abad ini rata-rata sepuluh gempa

BAB I PENDAHULUAN. utama, yaitu lempeng Indo-Australia di bagian Selatan, lempeng Eurasia di bagian

BAB I PENDAHULUAN I.1. Judul Penelitian I.2. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi geologi Indonesia yang merupakan pertemuan lempeng tektonik

ANALISIS PROBABILITAS GEMPABUMI DAERAH BALI DENGAN DISTRIBUSI POISSON

PERKUAT MITIGASI, SADAR EVAKUASI MANDIRI DALAM MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

INTERPRETASI EPISENTER DAN HIPOSENTER SESAR LEMBANG. Stasiun Geofisika klas I BMKG Bandung, INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. yaitu Lempeng Euro-Asia dibagian Utara, Lempeng Indo-Australia. dibagian Selatan dan Lempeng Samudera Pasifik dibagian Timur.

ULASAN GUNCANGAN TANAH AKIBAT GEMPA TENGGARA DENPASAR BALI 22 MARET 2017

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dzikri Wahdan Hakiki, 2015

BAB II GEOLOGI REGIONAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

NEPAL MASIH PUNYA POTENSI GEMPA BESAR

ANALISIS ANOMALI UDARA BEBAS DAN ANOMALI BOUGUER DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang subduksi Gempabumi Bengkulu 12 September 2007 magnitud gempa utama 8.5

Ringkasan Materi Seminar Mitigasi Bencana 2014

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Peta Tektonik Indonesia (Bock, dkk., 2003)

BAB II GEOLOGI REGIONAL

BAB I PENDAHULUAN. bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan

Kelompok VI Karakteristik Lempeng Tektonik ATRIA HAPSARI DALIL MALIK. M HANDIKA ARIF. P M. ARIF AROFAH WANDA DIASTI. N

BAB I PENDAHULUAN. tatanan tektonik terletak pada zona pertemuan lempeng lempeng tektonik. Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

ANALISIS SEISMISITAS DAN PERIODE ULANG GEMPA BUMI WILAYAH SULAWESI TENGGARA BERDASARKAN B-VALUE METODE LEAST SQUARE OLEH :

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pantai selatan Pulau Jawa merupakan wilayah yang paling besar berpotensi gempa bumi sampai kekuatan 9 skala

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Deputi Bidang Koordinasi Insfratruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

Gambar 1. Peta Seismisitas Indonesia (Irsyam et al., 2010 dalam Daryono, 2011))

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Triantara Nugraha, 2015

KETENTUAN PERANCANGAN KAWASAN PESISIR SEBAGAI MITIGASI TSUNAMI (Studi Kasus: Kelurahan Weri-Kota Larantuka-Kab. Flotim-NTT) TUGAS AKHIR

BAB 1 : PENDAHULUAN. bumi dan dapat menimbulkan tsunami. Ring of fire ini yang menjelaskan adanya

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Gambar 1.1 Gambar 1.1 Peta sebaran gunungapi aktif di Indonesia (dokumen USGS).

Analisis Seismotektonik dan Periode Ulang Gempabumi.. Bambang Sunardi dkk

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng aktif (triple junction) yang saling

Penelitian untuk program doktor dilakukan selama 4 tahun dalam 4 tahapan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. bertipe komposit strato (Schmincke, 2004; Sigurdsson, 2000; Wilson, 1989).

BAB II GEOLOGI REGIONAL

BAB I PEDAHULUAN. yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau faktor non alam maupun. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 ).

Bab I Pendahuluan I.1. Latar Belakang Penelitian

Gempa atau gempa bumi didefinisikan sebagai getaran yang terjadi pada lokasi tertentu pada permukaan bumi, dan sifatnya tidak berkelanjutan.

SEISMISITAS DAN MODEL ZONA SUBDUKSI DI INDONESIA RESOLUSI TINGGI

BAB I PENDAHULUAN. lempeng besar (Eurasia, Hindia-Australia, dan Pasifik) menjadikannya memiliki

Puslit Geoteknologi LIPI Jl. Sangkuriang Bandung Telepon

Analisis Bahaya Kegempaan di Wilayah Malang Menggunakan Pendekatan Probabilistik

Pengembangan Program Analisis Seismic Hazard dengan Teorema Probabilitas Total Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

BAB IV ANALISIS 4.1 Analisis Posisi Foot Of Slope (FOS) Titik Pangkal N (m) E (m) FOS N (m) E (m) Jarak (M)

UNIT X: Bumi dan Dinamikanya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. lempeng raksasa, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Judul Penelitian. I.2. Latar Belakang

M MODEL KECEPATAN BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE TOMOGRAFI DATA MICROEARTHQUAKE DI LAPANGAN PANAS BUMI ALPHA

BAB II GEOLOGI REGIONAL

KAJIAN TREND GEMPABUMI DIRASAKAN WILAYAH PROVINSI ACEH BERDASARKAN ZONA SEISMOTEKTONIK PERIODE 01 JANUARI DESEMBER 2017

batuan pada kulit bumi secara tiba-tiba akibat pergerakaan lempeng tektonik.

BAB I PENDAHULUAN. dan dikepung oleh tiga lempeng utama (Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik),

Penyebab Tsunami BAB I PENDAHULUAN

Dokumen Kurikulum Program Studi : Magister Teknik Geofisika

Bab III Kondisi Seismotektonik Wilayah Sumatera

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

ANCAMAN GEMPABUMI DI SUMATERA TIDAK HANYA BERSUMBER DARI MENTAWAI MEGATHRUST

DAFTAR ISI PERNYATAAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN...

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dokumen Kurikulum Program Studi Sarjana Teknik Geofisika Lampiran III

Masyarakat perlu diberikan pelatihan mengenai caracara menyelamatkan diri saat bencana terjadi. Sebenarnya di Indonesia banyak perusahaan tambang dan

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan

BULETIN KARST GUNUNGSEWU

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gambar 1.1

Note : Kenapa Lempeng bergerak?

BAB I PENDAHULUAN Posisi Indonesia dalam Kawasan Bencana

PEMETAAN BAHAYA GEMPA BUMI DAN POTENSI TSUNAMI DI BALI BERDASARKAN NILAI SEISMISITAS

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko tinggi

Transkripsi:

1. Deskripsi Riset I (Karakterisasi struktur kerak di bawah zona transisi busur Sunda-Banda menggunakan metoda inversi gabungan gelombang permukaan dan gelombang bodi dari data rekaman gempa dan bising seismik) 1.1 Deskripsi singkat Daerah transisi busur Sunda-Banda dikarakterisasikan oleh terjadinya perubahan tatanan tektonik dari subduksi lempeng samudera Indo-Australia di sepanjang busur Sunda ke tumbukan benua-busur di sepanjang busur Banda (Shulgin dkk., 2009). Kondisi ini memberikan implikasi pada kompleksitas tatanan geologi dan geodinamika di daerah transisi ini. Aktifitas dinamika bumi dimanipestasikan oleh terbentuknya beragam struktur geologi seperti patahan dan perlipatan, terbentuknya gunung api dan juga meningkatnya aktifitas kegempaan. Kompleksitas daerah transisi busur Sunda-Banda menjadi salah satu tantangan bagi para peneliti. Beberapa hal yang masih menjadi perdebatan sampai sekarang seperti evolusi serta asal kejadian pulau Sumba (Abdullah dkk., 2001; Harris dkk., 2009), demikian juga dengan belum jelasnya asal-usul batuan dasar cekungan Lombok (van der Werff dkk., 1994). Aktifitas kegempaan yang terjadi, baik lokal, regional bahkan global, didukung dengan ketersediaan data-data seismik (seperti dari BMKG dan ISC) memberikan peluang pada peneliti bidang seismologi untuk mempelajari daerah transisi ini baik kondisi struktur dan dinamika bawah permukaan dan lebih jauh implikasinya juga, seperti yang terkait dengan potensi sumber daya alam yang ada maupun pada aspek kebencanaaanya. Riset kami ini bertujuan untuk memperoleh struktur kecepatan seismik lapisan kerak dalam dengan memanfaatkan data rekaman seismik, baik gelombang bodi (P dan S) maupun gelombang permukaan (Rayleigh dan Love). Kami akan memanfaat data yang berasal dari kejadian gempa maupun rekaman bising-bising seismik (seismic noise). Pada studi-studi sebelumnya (Wiyono dan Nugraha, 2015; Syuhada, dkk., 2016), analisis pada umumnya dilakukan dengan menggunakan data-data rekaman seismik ini secara terpisah (single data inversion). Dengan mengkombinasikan dua jenis rekaman gelombang yang berbeda akan dapat meningkatkan resolusi baik untuk struktur dangkal dan juga struktur dalamnya. Demikiaan pula dengan solusi yang

dihasilkan akan dikontrol oleh dua data yang berbeda sehingga akan meningkatkan akurasinya. Rekaman gelombang bodi dan permukaan secara simultan akan digunakan sebagai data masukan dalam inversi gabungan (joint inversion). Studistudi sebelumnya yang menggunakan data-data bising seismik untuk daerah di sepanjang busur Sunda untuk berbagai skala (Zulfakriza, dkk., 2014; Trichandi dkk., 2015; dan Yudistira dan Widiyantoro, 2016) menunjukkan potensi daari penerapan metoda ambient seismic noise dalam riset yang akan kami lakukan. Hasil akhir dari riset kami ini adalah citra kecepatan seismik yang dihasilkan dari metoda joint inversion data-data seismik yang berkorelasi dengan kondisi bawah permukaan zona transisi busur Sunda-Banda. Dengan diperolehnya model kecepatan seismik yang memiliki akurasi dan resolusi tinggi tentunya akan menunjang dalam analisis struktur geologinya maupun geodinamikanya, sehingga hal ini akan berimplikasi pada semakin baiknya pemahaman kita terkait struktur kompleks daerah zona transisi Sunda-Banda. 1.2 Peta jalan riset program doktor Topik riset ini sangat sejalan dengan road-map KK Geofisika Global. Kolaborasi antara para peneliti yang terlibat pada penelitian ini menyatukan beragam aspek penting dalam kajian struktur geologi serta geodinamiknya secara komprehensif, baik dari aspek geofisika maupun geologinya. Aspek potensi sumber daya alam di satu sisi serta aspek kebencanaan di sisi yang lain yang ada pada daerah kajian, sudah menjadi perhatian khusus kami. Dari sisi penggunaan metoda yang digunakan, topik riset ini sangat sesuai dengan kepakaran Dr. Hanneke Paulssen (Utrecht University) yang telah banyak mengaplikasikan dan juga mengkaji secara mendalam aplikabilitas metoda tomografi seismik pada berbagai skala (lokal, regional dan global). Sementara itu, jika dilihat dari daerah yang dikaji, hal ini sangat sesuai dengan kepakaran Dr. Andri D. Nugraha (ITB) yang sudah banyak bekerja dan meneliti secara mendalam kondisi seismisitas dan tomografi seismik gelombang body daerah zona transisi Sunda-Banda, sementara Dr. Tedi Yudistira (ITB) adalah pakar seismologi yang menggeluti metoda tomografi seismik baik menggunakan gelombang seismik permukaan yang berasal dari rekaman gempa maupun bising seismik. Dr. Tedi Yudistira dan Dr. Andri Dian Nugraha akan bertanggung-jawab sebagai daily supervisor dalam proses pembimbingan mahasiswa. Tahapan riset program Doktor selama empat tahun ini ditunjukkan pada Gambar 2. 2

Gambar 2. Tahapan riset program Doktor (PMDSU) selama 4 tahun (2017-2020) untuk topik karakterisasi struktur kerak di bawah zona transisi busur Sunda-Banda menggunakan metoda inversi gabungan gelombang permukaan dan gelombang bodi dari data rekaman gempa dan bising seismik 1.3 Indikator keberhasilan No. Indikator Keberhasilan Deskripsi 1. Keluaran (output) Hasil Riset 2 (dua) makalah pada jurnal internasional dan 2 (dua) makalah pada prosiding pertemuan ilmiah internasional 2. Dampak (outcome) Hasil Riset 1. Diperolehnya pemahaman komprehensif tentang struktur seismik lapisan kerak bagian bawah daerah transisi Sunda-Banda yang dapat mendukung pada kajian potensi sumber daya alam serta kebencanaan. 2. Peningkatan kapasitas SDM, khususnya peneliti muda yang disiapkan secara dini, yaitu melalui pemilihan dan perekrutan sarjana unggul 3. Presentasi pada international conference 2 (dua) presentasi pada pertemuan setingkat Asia Oceania Geoscience Society (AOGS) dan/atau SEACG (Southeast Asian Conference on Geophysics) 4. Networking nasional dan internasional Kolaborasi antara ITB dan Utrecht 3

1.4 Tim pembimbing dan kolaborator 1. Prof. Dr. Nanang T. Puspito (Ketua tim pembimbing) 2. Dr. Tedi Yudistira (Ko-pembimbing) 3. Dr. Andri D. Nugraha (Ko-pembimbing) 4. Dr. Hanneke Paulssen (kolaborator) 4

2. Deskripsi Riset II Studi seismisitas untuk menentukan sesar aktif daerah Jawa, Bali, Sumbawa, Sumba dan Flores 2.1 Deskripsi singkat Pulau Jawa, Bali, Sumbawa, Sumba dan Flores merupakan zona yang mempunyai tingkat tektonik dan geologi yang aktif dan komplek sebagai konsekuensi subduksi lempeng Indo-Australia dibawah lempeng Eurasia. Gempa intraslab yang terjadi akibat proses subduksi tersebut seringkali terjadi, bahkan menimbulkan goncangan yang bersifat merusak, menimbulkan korban jiwa dan beberapa gempa membangkitkan Tsunami seperti gempa Banyuwangi 1994 (Mw 7.8) dan gempa Pangandaran 2006 (Mw 7.6). Selain itu, terdapat potensi bencana gempa yang disebabkan oleh sesar-sesar aktif yang ada di daratan seperti sesar Lembang, sesar Cimandiri, sesar Opak, sesar Lasem dan sesar sesar lainnya yang belum teridentifikasi oleh kajian ilmu geologi, geodesi dan seimologi. Sesar-sesar tersebut lokasinya dekat dengan beberapa kota besar yang padat penduduk, sehingga studi mengenai pemetaan bahaya gempa sangat diperlukan sebagai usaha mitigasi bencana gempa. Hasil studi ini dapat mendukung update dari Peta Bahaya Gempa Nasional Indonesia sebagai salah satu program pemerintah untuk usaha mitigasi bencana gempa. 2.2 Peta jalan riset program doktor Topik riset tentang seismisitas di Pulau Jawa dan sekitarnya ini mendukung kegiatan riset KK Geofisika Global, FTTM, ITB yang ditunjukkan dalam Gambar 1. Riset ini juga mendukung kolaborasi dengan para peneliti tentang pemetaan sesar-sesar aktif di Indonesia, khususnya kerjasama antara ITB, BMKG, Australian National University dan University of Southern California. Dalam studi ini, akan dikembang metode identifikasi dan penentuan lokasi hiposenter gempa yang presisi dan analisis mekanisme sumber gempa yang berhubungan dengan sesar-sesar aktif di daratan terutama untuk sesar yang belum terdefinisikan. Kopembimbing yang terlibat adalah dan Dr. Andri D. Nugraha (ITB) yang merupakan pakar di bidang seismisitas dan tomografi dengan menggunakan data gelombang tubuh. Selain itu mahasiswa penerima beasiswa PMDSU akan diberi kesempatan untuk bekerjasama dengan para kolabolator kami, yaitu: Prof. Phil Cummins (Australian National University), Prof. Jim Mori (Kyoto University), dan Assoc. Prof. Meghan Miller (University of Southern California). Dengan demikian diharapkan kandidat mahasiswa akan mendapatkan bimbingan secara maksimal. 5

Tahapan riset program Doktor selama empat tahun (Gambar 3) yaitu untuk tahun ke-1 akan dilakukan identifikasi sumber gempa, penentuan lokasi hiposenter dan relokasi hiposenter serta penentuan mekanisme sumber gempa dari data BMKG terkini di zona Pulau Jawa. Sedangkan pada tahun ke-2 akan difokuskan untuk zona Bali, Lombok, Sumbawa, Flores dan Sumba. Pada tahun ke-3 akan dilakukan penentuan magnitudo dan analisis b-value. Gambar 3. Tahapan riset program Doktor (PMDSU) selama 4 tahun (2017-2020) untuk topik Studi seismisitas untuk menentukan sesar aktif di daerah Jawa, Bali, Sumbawa, Sumba dan Flores 2.3 Indikator keberhasilan No. Indikator Keberhasilan Deskripsi 1. Keluaran (output) Hasil Riset 2 (dua) makalah pada jurnal internasional dan 2 (dua) 2. Dampak (outcome) Hasil Riset 3. Presentasi pada international conference 4. Networking nasional dan internasional pada prosiding pertemuan ilmiah internasional Peningkatan kapasitas SDM, khususnya peneliti muda yang disiapkan secara dini, yaitu melalui pemilihan dan perekrutan sarjana unggul 2 (dua) presentasi pada pertemuan ilmiah internasional, setingkat Asia Oceania Geoscience Society (AOGS) Kolaborasi antara ITB, BMKG, Kyoto University, Australian National University dan University of Southern California 6

2.4 Tim pembimbing dan kolaborator 1. Prof. Dr. Nanang T. Puspito (Ketua tim pembimbing) 2. Dr. Andri Dian Nugraha (Ko-pembimbing) 3. Prof. Dr. Phil Cummins (Kolaborator/Ko-pembimbing, Australian National University) 4. Prof. Jim Mori (Kolaborator, Kyoto University, Jepang) 5. Assoc. Prof. Dr. Meghan S. Miller (Kolaborator, University of Southern California, Amerika Serikat) 7

3. Deskripsi Riset III Tomografi gempa lokal untuk zona pulau Jawa dan sekitarnya 3.1 Deskripsi singkat Pulau Jawa, Bali, Sumbawa, Sumba dan Flores merupakan zona yang mempunyai tingkat tektonik dan geologi yang aktif dan komplek sebagai konsekuensi subduksi lempeng Indo-Australia dibawah lempeng Eurasia. Gempa intraslab yang terjadi akibat proses subduksi tersebut seringkali terjadi, bahkan menimbulkan goncangan yang bersifat merusak, menimbulkan korban jiwa dan beberapa gempa membangkitkan Tsunami seperti gempa Banyuwangi 1994 (Mw 7.8) dan gempa Pangandaran 2006 (Mw 7.6). Penentuan geometri dan struktur 3-D seismik bawah permukaan di zona subduksi dan zona sesar aktif sangat penting untuk mendelineasi bentuk dan luas dari zona potensi bahaya gempa tersebut. Selain itu, terdapat potensi bencana gempa yang disebabkan oleh sesar-sesar aktif yang ada di daratan seperti sesar Lembang, sesar Cimandiri, sesar Opak, sesar Lasem dan sesar sesar lainnya yang belum teridentifikasi oleh kajian ilmu geologi, geodesi dan seimologi. Sesar-sesar tersebut lokasinya dekat dengan beberapa kota besar yang padat penduduk, sehingga studi mengenai pemahaman struktur bawah permukaan 3-D sangat diperlukan sebagai usaha untuk memahami mekanisme sumber gempa dan geometri bawah permukaan untuk tujuan mitigasi bencana gempa. Hasil studi ini dapat mendukung untuk keperluan geoteknik dan update dari Peta Bahaya Gempa Nasional Indonesia sebagai salah satu program pemerintah untuk usaha mitigasi bencana gempa. 3.2 Peta jalan riset program doktor Topik riset tentang Tomografi di Pulau Jawa dan sekitarnya ini mendukung kegiatan riset KK Geofisika Global, FTTM, ITB yang ditunjukkan dalam Gambar 1. Riset ini juga mendukung kolaborasi dengan para peneliti tentang pencitraan struktur seismik 3-D dibawah zona subduksi dan sesar-sesar aktif di Indonesia, khususnya kerjasama antara ITB, BMKG, Australian National University, Kyoto University dan University of Southern California. Dalam studi ini, akan dikembangkan metode pencitraan struktur seismik 3-D bawah permukaan zona subduksi dan sesar-sesar aktif di Pulau Jawa dan sekitarnya menggunakan jaringan lokal seismometer BMKG. Ko-pembimbing yang terlibat adalah dan Dr. Andri D. Nugraha (ITB) yang merupakan pakar di bidang seismisitas dan tomografi dengan menggunakan data gelombang tubuh. Selain itu mahasiswa penerima beasiswa PMDSU akan diberi kesempatan untuk bekerjasama dengan para kolabolator kami, yaitu: Prof. Phil Cummins (Australian 8

National University), Prof. Jim Mori (Kyoto University), dan Assoc. Prof. Meghan Miller (University of Southern California). Dengan demikian diharapkan kandidat mahasiswa akan mendapatkan bimbingan secara maksimal. Tahapan riset program Doktor selama empat tahun (Gambar 4) yaitu tahun ke-1 akan dilakukan penentuan lokasi hiposenter gempa secara presisi. Sedangkan pada tahun ke-2 akan difokuskan untuk tomografi zona Jawa. Pada tahun ke-3 akan dilakukan tomografi untuk zona Bali, Lombok, Sumbawa, Flores dan Sumba. Gambar 4. Tahapan riset program Doktor (PMDSU) selama 4 tahun (2017-2020) untuk topik Tomografi gempa lokal untuk zona pulau Jawa dan sekitarnya 3.3 Indikator keberhasilan No. Indikator Keberhasilan Deskripsi 1. Keluaran (output) Hasil Riset 2 (dua) makalah pada jurnal internasional dan 2 (dua) 2. Dampak (outcome) Hasil Riset 3. Presentasi pada international conference pada prosiding pertemuan ilmiah internasional Peningkatan kapasitas SDM, khususnya peneliti muda yang disiapkan secara dini, yaitu melalui pemilihan dan perekrutan sarjana unggul 2 (dua) presentasi pada pertemuan ilmiah internasional, setingkat Asia Oceania Geoscience Society (AOGS) 9

4. Networking nasional dan internasional Kolaborasi antara ITB, BMKG, Kyoto University, Australian National University dan University of Southern California 3.4 Tim pembimbing dan kolaborator 1. Prof. Dr. Nanang T. Puspito (Ketua tim pembimbing) 2. Dr. Andri Dian Nugraha (Ko-pembimbing) 3. Prof. Dr. Phil Cummins (Kolaborator/Ko-pembimbing, Australian National University) 4. Prof. Jim Mori (Kolaborator, Kyoto University, Jepang) 5. Assoc. Prof. Dr. Meghan S. Miller (Kolaborator, University of Southern California, Amerika Serikat) 10