BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. ini, menciptakan tren dan gaya hidup yang baru bagi kehidupan manusia di seluruh

PERANCANGAN JARINGAN RT/RW-NET MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTERBOARD 750 DAN TP-LINK MR3420 SEBAGAI ACCESS POINT

BAB 3 ANALISIS SISTEM OPERASIONAL

PERANCANGAN DAN SIMULASI RT/RW WIRELESS NET DENGAN ROUTER MIKROTIK

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan bisnis di Indonesia secara khusus dan di dunia secara umum

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN. dalam bidang penyedia jaringan infrastruktur Wireless. Dengan layanan Wireless

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. bertujuan untuk mempermudah pengelompokan sampel. Adapun analisis

Bagaimana ber-internet di tengah mahalnya Tarif Telepon?

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi. Gambar 3.1 Kerangka Metodologi

BAB 1 PENDAHULUAN. dinamakan hotspot. Batas hotspot ditentukan oleh frekuensi, kekuatan pancar

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III ANALISIS SISTEM

Cara Setting IP Address DHCP di

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi di bidang informasi berkembang dengan

PROPOSAL PENAWARAN INTERNET SERVICE PROVIDER Dedicated Access Unlimited Usage


BAB I PENDAHULUAN. Di masa sekarang ini, internet sangat berperan besar. Internet digunakan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan informasi. Untuk mendapatkan dan menghasilkan informasi,

BAB 3 METODOLOGI. Melakukan Survey. Mengidentifikasi Masalah & Menganalisis Kebutuhan User. Perancangan Jaringan Hotspot

BAB 1 PENDAHULUAN. sangatlah penting. Kebutuhan akan teknologi informasi menjadi sangat krusial

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

PROPOSAL IMPLEMENTASI JARINGAN ANTAR KOTA MENGGUNAKAN PROTOKOL VPN DAN DYNAMIC ROUTING OSPF

DASAR-DASAR WEB DESIGN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi data. router dengan kabel Unshielded Twisted Pair sebagai (UTP) Topologi jaringan

BAB IX JARINGAN KOMPUTER

BAB 1 PENDAHULUAN. layanan internet bahkan sudah mulai merambah ke daerah-daerah. Ini

BAB II PROSES BISNIS

BAB I PENDAHULUAN. IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMANSI ETHERNET OVER IP (EoIP) TUNNEL Mikrotik RouterOS PADA LAYANAN VoIP DENGAN JARINGAN CDMA 1

Perancangan dan Pembuatan Pemantauan Lalulintas Jaringan dan Manajer Bandwidth Berbasis Mikrotik RouterOS : Studi Kasus PT Arumindo Karya Utama

BAB III METODE PENGEMBANGAN

Pert 11 DASAR-DASAR WEB DESIGN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

voip Di susun : Fariansyah Gunawan Nim : Semester : IV

JENIS-JENIS KONEKSI INTERNET

VoIP. Merupakan singkatan dari Voice over Internet Protocol.

JARINGAN KOMPUTER DI SUSUN OLEH : MARINI SUPRIANTY SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu

BAB III METODE PENELITIAN

Bab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. topologi jaringan yang telah penulis rancang. dibutuhkan, diantaranya adalah sebagai berikut :

Internet kabel menggunakan media kabel koaksial sebagai media aksesnya. Asalnya kabel koaksial ini hanya digunakan untuk

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Tapi pasar ini berkembang pesat karena aplikasi web, SaaS, dan server co-lokasi.

BAB 1 PENDAHULUAN. komunikasi dapat bermacam-macam. Contohnya , telepon, short messaging. services (SMS), surat, chatting, dan sebagainya.

Akses Remote Database via Internet

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya yang berhubungan dengan VPN. Dengan cara tersebut peneliti dapat

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang ada dalam jaringan baik. tingginya tingkat kebutuhan dan semakin banyaknya pengguna jaringan yang

BAB 3 METODOLOGI Metode Penelitian

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. penggunaan bandwidth. Solusi yang sering dilakukan adalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI...

BAB I PENDAHULUAN. A. Pengantar Tentang VOIP

VoIP. Merupakan singkatan dari Voice over Internet Protocol.

Penawaran Jasa Inter-Conection, Maintenance Networking Dan Cctv JASA PENYEDIA AKSES INTERNET

Willy Permana Putra, S.T., M.Eng Willy Permana Putra, S.T Jaringan Komputer

BAB III PEMBAHASAN 3.1. Pemanfaatan jaringan di kantor di Departemen Pekerjaan Umum Bidang Sosial Ekonomi Dan Lingkungan

BANDWIDTH CONTROLLER MENGATUR TRAFIK DATA DIDALAM JARINGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. berkembang dan dapat dilakukan tidak hanya secara langsung tetapi juga. mendukung hal tersebut adalah jaringan komputer.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

LATIHAN SOAL UAS TIK GANJIL Pilihlah jawaban yang paling tepat dari soal di bawah ini dengan memberi tanda silang (x) pada lembar jawaban!!

Mengenal Mikrotik Router

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. multicast menggunakan perangkat-perangkat sebagai berikut:

Akses Remote Database via Internet

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk chating. Layanan-layanan yang sebelumnya sulit berkembang, seperti

Batasi bandwidth TANPA MIKROTIK

Nama Kelompok : 1. Arvita Mizza Utami (12/327968/SV/00144) >> Presenter. 2. Chusnul Khotimah M (12/327950/SV/00126) >>presenter & pencari materi

TEKNIK MARK PACKET DAN MARK CONNECTION UNTUK MANAJEMEN BANDWITH DENGAN PENDEKATAN TOP-DOWN

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN DENGAN PERHITUNGAN PEMAKAIAN AKSES INTERNET PADA PT. BONET UTAMA. 07 PCT / Kelompok 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. anak dan orangtua pun sudah tidak asing dengan internet tersebut. Dikarenakan dampak

DAFTAR ISTILAH. : perkumpulan dari ethernet service switch yang. Ethernet. interface yang berupa ethernet.

BAB 3 METODOLOGI 3.1 Kerangka Berpikir

BAB II TEORI DASAR. Resource Reservation Protocol (RSVP) merupakan protokol pada layer

SIMULASI APLIKASI MIKROTIK ROUTER DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

BAB IV IMPLEMENTASI METRO ETHERNET NETWORK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TAHUN PELAJARAN

IMPLEMENTASI MANAJEMEN BANDWIDTH JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) MENGUNAKAN METODE QUEUE TREE PADA PT. TUMBUH SELARAS ALAM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN

7.4. SISTEM WIDE AREA NETWORKS

JARINGAN RT/RW NET. Rizky Yugho Saputra. Abstrak. ::

7.1 Karakterisasi Trafik IP

Konfigurasi Mikrotik Sebagai Router Gateway Internet

Skenario: Rumah Sakit Sehat Selamanya

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Tinjauan Pustaka

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. packet-switch, jadi dalam bertelepon menggunakan jaringan IP atau Internet.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Your Logo Here. FIQI NUARI, S.Kom SMK ALMADANI PONTIANAK THE ROUTER. Media presentasi ini menggunakan

TELECOMMUNICATIONS & NETWORKS

Kecepatan akses internet sama dengan kecepatan transfer data Kecepatan transfer data adalah jumlah data dalam bit yang melewati suatu media tertentu

BAB 1 PENDAHULUAN. daya, dimana dibutuhkan layanan-layanan dan aturan-aturan (protocols) yang

BAB I. PENDAHULUAN. Teknologi jaringan Wi-Fi (Wireless Fidelity) saat ini memperlihatkan

BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM

Transkripsi:

188 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis dan perancangan jaringan serta perhitungan pemakaian akses internet pada PT. Bonet Utama ini antara lain adalah : o Penjualan bandwidth yang kurang efektif dan tidak tepat sasaran. Selama ini konsep akses internet unlimited berdasarkan waktu yang diterapkan oleh banyak ISP termasuk PT. Bonet Utama merupakan obral bandwidth dan hal tersebut kurang efektif dan tidak tepat sasaran, karena pada kenyataannya banyak pelanggan yang berprinsip tidak mau rugi sehingga menggunakan akses Internet unlimited tersebut untuk download atau upload sepanjang hari, selain itu juga terdapat pelanggan yang membagi akses internetnya ke beberapa komputer tetangga. Jadi dapat dipastikan bahwa dari segi keuntungan dan alokasi bandwidth ISP tidak dapat sebaik mungkin. o Penggunaan PPPoE merupakan solusi yang terbaik untuk saat ini. Dengan menggunakan PPPoE maka ISP bisa mencatat aktifitas akses internet pelanggan terutama berdasarkan waktu dan kuota bandwidth yang terpakai. Selain itu penggunaan PPPoE sebagai salah satu protokol untuk koneksi dial-up yang melalui media ethernet, sangatlah potensial untuk dikembangkan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan

189 koneksi dialup dengan protokol PPP yang banyak digunakan oleh ISP saat ini o Pemisahan antara akses LAN dan akses Internet. Teknik ini digunakan agar pelanggan tetap dapat menggunakan dan menikmati akses LAN untuk bermain game, chatting, dsb pada jaringan PT. Bonet Utama dengan biaya yang relatif murah. o Penggunaan media kabel dan nirkabel secara tepat. Saat ini kebanyakan orang berpendapat bahwa salah satu dari media kabel atau nirkabel yang terbaik, tetapi sebenarnya perancangan jaringan yang terbaik adalah dapat menentukan media yang terbaik pada masing-masing kondisi, yakni bila dimungkinkan pada suatu tempat untuk dilewati media kabel maka gunakanlah media kabel tersebut dan begitu juga pada media nirkabel, sehingga mendapatkan perancangan jaringan yang terbaik dari sisi ekonomis dan kualitas jaringan itu sendiri. o Billing system sangat bermanfaat untuk memantau aktifitas pengunaan internet. Untuk melengkapi penelitian, dibuat juga sebuah interface billing system berbasiskan PHP dan MySQL. Diharapkan melalui halaman web ini, klien akan lebih mudah untuk melihat data-data administratif miliknya seperti misalnya sisa paket dan jurnal koneksinya o Penggunaan Queue Tree sebagai bandwidth limiter. Dengan menggunakan teknik Queue Tree maka suatu bandwidth dapat di manajemen secara cerdas, sehingga alokasi bandwidth ke para pelanggan di setiap segmennya pun menjadi sangat efektif.

190 o Penggunaan berbagai Access Point untuk masing-masing kebutuhan. Pemilihan Access Point didasarkan pada kemampuan dan harga Access Point itu sendiri, yakni : Access Point merk SmartBridges dapat diandalkan sebagai backbone dan cukup reliable dalam transmisi data dibandingkan merk lainnya. Sayangnya harga produk ini cukup mahal di pasaran dan sebuah Access Point merk SmartBridges sebagai transmiter harus berpasangan dengan Access Point merk SmartBridges juga sebagai receiver. Biasanya Access Point ini pada PT. Bonet Utama digunakan pada antena direksional untuk kebutuhan transmisi data Point-to-Point. Access Point merk AP2000 sebagai transmiter dapat diandalkan untuk menangani transmisi data secara langsung ke para pelanggan RT/RW-Net, para pelanggan dapat menggunakan Access Point merk Compex dan D-Link sebagai receiver. Access Point merk AP2000 ini terkenal cukup bandel karena mampu menangani banyak merk Access Point yang berperan sebagai receiver dan jarang hang sehingga cukup reliable bila digunakan sebagai transmisi data. Sayangnya produk ini masih terasa cukup mahal, sehingga hanya digunakan pada kondisi yang memang sangat membutuhkan ciri khas Access Point ini. Biasanya Access Point ini pada PT. Bonet Utama digunakan pada antena sectoral untuk kebutuhan transmisi data Point-to-Multi Point.

191 Access Point merk Senao sebagai transmiter dapat cukup diandalkan untuk menangani transmisi data secara langsung ke para pelanggan RT/RW-Net, para pelanggan dapat menggunakan Access Point merk Compex dan D-Link sebagai receiver. Access Point merk Senao ini dapat menangani berbagai merk Access Point yang berperan sebagai receiver. Harga produk ini cukup murah, tetapi sayang kurang reliable karena terhitung cukup sering hang, sehingga penggunaan Access Point merk ini biasanya pada lokasi yang tidak terlalu banyak pelanggannya. Biasanya Access Point ini pada PT. Bonet Utama digunakan pada antena sectoral untuk kebutuhan transmisi data Point-to-Multi Point. o Penggunaan media media nirkabel rentan dengan ancaman petir. Bogor sebagai kota hujan, musuh utamanya adalah petir yang kerap kali menyambar peralatan wireless pada pusat atau pada pelanggan yang dapat mengakibatkan kerusakan alat dan harus diganti baru, oleh karena itu membutuhkan teknik penangkal petir yang sangat baik, yakni : Pada ujung atas tower. Antara antena dan access point. Pada setiap kabel twisted pair utama.

192 5.2 Saran Untuk pengembangan selanjutnya dari jaringan PT. Bonet Utama dan strategi pemasaran, disarankan beberapa hal diantaranya : o Billing system dapat dikembangkan lebih kaya lagi, seperti : Penambahan paket-paket akses Internet yang dapat dipilih oleh pelanggan. Fasilitas yang terdapat pada web site billing system untuk para pelanggan dapat ditingkatkan. Tersedia fasilitas control panel untuk administrator. o PT. Bonet Utama juga dapat mengembangkan layanan-layanan yang dimilikinya menjadi lebih bervariasi seperti misalnya menyediakan layanan khusus Broadband (streaming film, lagu, dsb), layanan pay-per-use (yaitu user membayar sesuai dengan pemakaian mereka), dan sebagainya. Contoh dari layanan-layanan khusus tersebut : 1. Basic Internet Service Hal ini adalah layanan yang paling mendasar yang dapat diberikan oleh PT. Bonet Utama, yaitu koneksi menuju internet. PT. Bonet Utama dapat kemudian mengembangkan layanan-layanan ini untuk mendapatkan pemasukan tambahan setiap bulannya seperti yang telah disebutkan pada paragraf sebelumnya. Misalnya dengan membuat : a. Movie Server PT. Bonet Utama dapat bekerja sama dengan penyedia layanan jasa lainnya (content provider) untuk membuat sebuah movie server dan menjual userid dan password yang dapat digunakan

193 untuk mengakses server tersebut. Biayanya mungkin saja dihitung perbulan atau bisa juga per-film yang mereka tonton. b. Streaming Radio Server PT. Bonet Utama juga dapat bekerja sama dengan penyedia layanan jasa (content provider) dan membuat sebuah layanan streaming radio melalui sebuah server. Sama seperti movie server, PT. Bonet Utama dapat menjual userid dan password untuk mengakses server tersebut. Biaya untuk layanan seperti ini mungkin saja dihitung perbulannya. c. Game Server PT. Bonet Utama dapat bekerja sama dengan content provider dan membuat sebuah game server. PT. Bonet Utama dapat menjual userid, IP dan password yang dapat digunakan untuk mengakses server tersebut dan mengenakan biaya perbulan untuk layanan jenis ini. d. Voice over IP (VoIP) Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu melewatkan trafik suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP. Kelebihan VoIP adalah biaya yang bisa lebih murah karena tidak usah menyediakan saluran khusus untuk sebuah stasiun. Kekurangannya adalah kualitas suara akan sangat bergantung pada kondisi jaringan IP pada saat itu. Teknologi VoIP menggunakan protokol H323 dan dapat diterapkan pada jaringan lokal PT. Bonet Utama atau keluar dari jaringan lokal

194 PT. Bonet Utama, seperti tergabung dengan VoIP Merdeka (http://voipmerdeka.net/) dan lain sebagainya. Biaya untuk layanan seperti ini mungkin saja dihitung perbulannya atau berdasarkan besar akses. e. WebCam (Network Camera atau IP Camera) Memungkinkan user untuk dapat mengakses video secara langsung atau rekamannya dari berbagai komputer yang tersambung pada jaringan lokal PT. Bonet Utama atau Internet. Teknologi WebCam dapat diterapkan pada pada jalan-jalan, pabrik, kantor, rumah, dsb sebagai alasan keamanan atau sekedar informasi tentang keadaan pada saat itu. Komputer yang berfungsi sebagai server WebCam beserta hasil rekamannya dapat diletakkan pada ruang server PT. Bonet Utama sehingga penyewa jasa tersebut tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk seperangkat komputer yang dipergunakan sebagai server dan media penyimpanan hasil rekaman, selain itu penyewa juga tidak perlu khawatir mengenai perawatan komputer tersebut dan resiko hilangnya hasil rekaman dapat diperkecil. Biaya untuk layanan seperti ini mungkin saja dihitung berdasarkan lokasi pemasangan, banyak kamera yang ingin ditangani, kebutuhan penggunaan kamera dan lain sebagainya. f. One Stop Portal PT. Bonet Utama dapat mengembangkan suatu situs web yang menyediakan layanan penjualan, penyewaan, jasa, informasi dan

195 sebagainya. Karena dengan adanya media informasi seperti situs web, maka suatu informasi dapat diketahui lebih jelas dalam bentuk multimedia (teks, suara, grafis, animasi, video, dan interaktif). Contohnya adalah sebagai berikut : o Penjualan dan penyewaan video. o Penjualan tiket. o Penjualan kebutuhan rumah tangga. o Dan lain sebagainya. Keenam contoh diatas dapat di-host pada jaringan lokal PT. Bonet Utama dan umumnya hanya pelanggan dari jaringan PT. Bonet Utama tersebut, yang memiliki userid dan password yang terverifikasi, yang dapat menggunakan layanan-layanan tersebut, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dapat disesuaikan dengan keinginan pelanggan dan kebijakan PT. Bonet Utama seperti pantauan WebCam di jalan-jalan dapat diakses oleh banyak orang di luar jaringan lokal PT. Bonet Utama dan lain sebagainya. Trafik yang dibutuhkan sebagian besar adalah trafik jaringan lokal, tetapi apabila PT. Bonet Utama memerlukan biaya tambahan untuk bandwidth keluar dari jaringan lokal PT. Bonet Utama (Internet) maka dapat dikemas dengan biaya yang akan dibebankan kepada pelanggan layanan tersebut. 2. Berdasarkan jenis akses a. Speed Options

196 PT. Bonet Utama dapat menawarkan beberapa ID pada pelanggan rumah, dengan menekankan bahwa setiap ID akan mendapat kecepatan akses yang sama, hal ini dimungkinkan pada router dengan fitur-fitur tambahan seperti RouterOS MikroTik. PT. Bonet Utama kemudian dapat mengenakan biaya pada masingmasing userid. b. Rated Access PT. Bonet Utama juga dapat menyediakan userid bagi anak-anak yang masih di bawah umur untuk akses ke internet. userid ini akan difilter pada PT. Bonet Utama sehingga anak-anak tidak dapat menembus keamanan yang terdapat pada layanan ini. PT. Bonet Utama dapat memberikan userid ini dengan harga lebih murah dibandingkan userid untuk umum, atau dapat juga menawarkan satu buah userid khusus anak-anak ini sebagai layanan tambahan (value added service). c. Pilihan layanan tambahan lainnya o Time Packages Pelanggan mungkin hanya membutuhkan 5 jam akses internet yang berkualitas broadband access perbulannya, maka dari itu PT. Bonet Utama dapat menawarkan paket yang berbeda perhitungan biayanya pada jam-jam tertentu, misalnya, akses internet pada jam 22.00-05.00 akan lebih murah bila dibandingkan jam kerja.

197 o Data Amount Packages Bandwidth tidaklah murah. PT. Bonet Utama dapat juga menawarkan paket yang mengenakan biaya berdasarkan bandwidth yang user gunakan, misalkan Rp. 250.000,- untuk 100 MB perbulannya dengan biaya Rp. 2.000,- per-mb untuk setiap kelebihan penggunaannya. o Multiple Speed Packages PT. Bonet Utama juga dapat menawarkan paket akses internet dengan kecepatan sesuai dengan keinginan pengguna baik untuk aktivitas upload maupun download. Untuk hal ini tentunya semakin cepat akan semakin mahal biaya yang dikeluarkan oleh user, contohnya: user yang menginginkan kecepatan transfer data hingga 512 Kbps, tentunya harus membayar lebih mahal dibandingkan user yang hanya membutuhkan 128 Kbps. Sebagai tambahan, bila user memilih paket ini, maka PT. Bonet Utama harus dapat menjamin bahwa bandwidth sedemikian akan didapat user tersebut. o Rated Access Accounts PT. Bonet Utama dapat memberikan paket-paket berdasarkan akses internet yang telah dirating dan difilter oleh PT. Bonet Utama. Tawarkan paket berdasarkan rating ini misalnya paket SU (semua umur)

198 hingga D (dewasa) dengan biaya perbulan yang berbedabeda. o Alamat IP Personal Personal IP dapat ditawarkan bagi user yang membutuhkan IP public namun statik. Hal ini dapat diberikan oleh RADIUS atau PC Router agar user tersebut selalu mendapat IP yang sama setiap kali melakukan logon. PT. Bonet Utama dapat mengenakan biaya bulanan yang lebih besar untuk paket jenis ini (atau dapat juga ditawarkan sebagai value added service untuk kepentingan pemasaran). o Membentuk suatu komunitas yang kuat melalui media chatting, web forum dan mailing list antar pelanggan PT. Bonet Utama di kota Bogor. Sarana tersebut harus dipantau setiap hari untuk menghindari seseorang yang sengaja ingin menghasut atau membuat onar, sehingga dapat lebih cepat di antisipasi. o Riset dan pengembangan untuk mendapatkan jaringan yang terbaik dari segi harga dan kualitas harus terus dilakukan. o Meningkatkan strategi penjualan bandwidth tanpa mengorbankan kualitas sehingga keuntungannya nanti dapat digunakan untuk pengembangan sumber daya yang ada pada PT. Bonet Utama. o Meningkatkan pelayanan kepada pelanggan lebih baik lagi, bahkan mempunyai dukungan 24 jam setiap hari melalui media komunikasi yang ada.