Regresi dengan Variabel Dummy

dokumen-dokumen yang mirip
Bentuk Fungsional Regresi Linear (Aplikasi Model dengan Program SPSS)

Model Regresi Binary Logit (Aplikasi Model dengan Program SPSS)

Estimasi, Pemilihan Model dan Peramalan Deret Waktu dengan Microsoft Office Excel

Estimasi, Pemilihan Model dan Peramalan Deret Waktu dengan Microsoft Office Excel

Analisis Hubungan Deret Waktu untuk Peramalan

Deteksi Autokorelasi dengan Metode Grafik Excel

Regresi dengan Microsoft Office Excel

Grafik Batang Sederhana pada SPSS

Membuat Piramida Penduduk dengan Microsoft Office Excel

ANALISA VARIABEL DUMMY INDEPENDEN NON LINEAR DENGAN REGRESI BERGANDA

Prosedur Uji Chi-Square

E-Jurnal Matematika Vol. 4 (2), Mei 2015, pp ISSN:

PENGENALAN EKONOMETRIKA

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Perumahan Kota Bogor tepatnya di

Multiple Box-Plot dengan Program Minitab dan SPSS

Membuat Piramida Penduduk dengan Excel

EKONOMETRIKA PERTEMUAN KE 1

Statistik Uji Kruskal-Wallis

ANALISA DATA. Mayang Adelia Puspita

BAB 2 LANDASAN TEORI. satu variabel yang disebut variabel tak bebas (dependent variable), pada satu atau

Membuat Box-Plot dengan Program Minitab dan SPSS

Membuat Grafik dengan Dua Sumbu (Axis) Vertikal yang Berbeda

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Peramalan

Peluang Asal Protein yang Ada di Dalam Inti Sel

BAB VI PENUTUP Kesimpulan

Ekonometrika Deret Waktu: Teori dan Aplikasi

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton. Menurut Galton,

Kesehatan reproduksi dalam perspektif gender. By : Fanny Jesica, S.ST

Estimasi, Pemilihan Model dan Peramalan Hubungan Deret Waktu

REGRESI LINEAR SEDERHANA

PENELITIAN EKSPERIMEN

BAB III METODE PENELITIAN

JENIS PENELITIAN KE-2

III. METODE PENELITIAN

Analisis Input-Output dengan Microsoft Office Excel

ADE (Analisis Data Eksplorasi)

ALGORITMA NEAREST NEIGHBOR

BAB 2. Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton. Menurut Galton,

4 METODE. Desain, Tempat dan Waktu. Teknik Penarikan Contoh

IV. METODE PENELITIAN

Peubah yang diamati sebagai peubah respon adalah peubah indikator keberhasilan mahasiswa, sedangkan peubah lainnya digunakan sebagai peubah penjelas.

MathPac : Aplikasi Hebat Berbasis Android untuk Menentukan Regresi Linear

BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode peramalan adalah suatu cara memperkirakan atau memprediksikan apa yang

Materi UAS: 1. Indeks 2. Trend Linear dan Non Linear 3. Regresi dan korelasi sederhana

3. Belum ada yang meneliti tentang kesadaran gender siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung tahun ajaran 2013/2014.

KAITAN POLA PENYEBARAN SALURAN GETAH

Perbandingan Tingkat Kemudahan Tiga Metode Konjoin pada Preferensi Mahasiswa terhadap Kualitas Dosen STIS

METODE PENELITIAN. wilayah Kecamatan Karawang Timur dijadikan sebagai kawasan pemukiman dan

STATISTIKA RATNA IMANIRA SOFIANI

BAB 11 ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA

HASIL DAN PEMBAHASAN. Analisis data menggunakan software SPSS 11.5 for windows, Microsoft Excel, dan SAS 9.1. Profil Responden

BAB 4 HASIL PENELITIAN. penelitian ini, terlebih dahulu dideskripsikan karakteristik responden secara

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menganalisis data, penulis menggunakan alat bantu komputer seperti paket

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

A. Pengertian dan Macam Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Kampar. Alasan penulis memilih tempat di SMP Negeri 1 Kuok dikarenakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 10 ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA

METODE SIMPLEKS (THE SIMPLEX METHOD)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI STATISTIKA

UU kes no 36 tahun 1992 NILUH WINDA ANGGRIANI

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. dilakukan peramalan, Oleh karena itu perlu diperkirakan atau diramalkan situasi apa dan

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Cara Pengambilan Contoh

KUANTIFIKASI & OBJEKTIVITAS DALAM PEMERIKSAAN PSIKOLOGI

III. METODOLOGI Waktu dan Lokasi Penelititan

PROGRAM STUDI PEND. EKONOMI DAN KOPERASI FPIPS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA ============================================ SILABUS MATA KULIAH

IV. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tanjungpinang Timur,

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Provinsi Lampung memiliki kegiatan pembangunan yang berorientasikan pada potensi sumberdaya alam

PENERAPAN METODE TWO STAGE LEAST SQUARES PADA MODEL PERSAMAAN SIMULTAN DALAM MERAMALKAN PDRB

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis Korelasi adalah metode statstika yang digunakan untuk menentukan tingkat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. Dengan pengertian obyek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2010:38)

BAB I PENDAHULUAN. Peramalan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam

III. METODE PENELITIAN

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS Disusun oleh: Andryan Setyadharma

Kelas 2. Kelas 1 Mahasiswa. Mahasiswa. Gambar 1 Struktur data kelompok dalam pengukuran berulang pada data Metode Statistika

IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Metode penelitian. Penulisan Skripsi

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan karena data yang terwujud merupakan data dalam bentuk angka.

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi merupakan serangkaian kebijakan-kebijakan. yang diambil pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,

Fungsi Linier & Grafik Fungsi Aplikasi dalam Ekonomi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Transkripsi:

Regresi dengan Variabel Dummy Author: Junaidi Junaidi 1. Pendahuluan Dalam regresi, variabel dependent pada dasarnya tidak hanya dapat dipengaruhi oleh variabel independent kuantitatif, tetapi juga dimungkinkan oleh variabel kualitatif.. Lalu bagaimana cara memasukkan variabel independent kualitatif tersebut (yang tidak berbentuk angka) ke dalam model regresi? Variabel kualitatif tersebut harus dikuantitatifkan atributnya (cirinya). Untuk mengkuantitatifkan atribut variabel kualitatif, dibentuk variabel dummy dgn nilai 1 dan 0. Jadi, inilah yang dimaksud dengan variabel dummy tersebut. Nilai 1 menunjukkan adanya, sedangkan nilai 0 menunjukkan tidak adanya ciri kualitas tsb. Misalnya variabel jenis kelamin. Jika nilai 1 digunakan untuk laki-laki maka nilai 0 menunjukkan bukan laki-laki (perempuan), atau sebaliknya. (Kategori yg diberi nilai 0 disebut kategor i dasar, dlm artian bahwa perbandingan dibuat atas kategori tsb.) Jika variabel kualitatif tsb terdiri lebih dari dua kategori, jumlah variabel dummy yg dibentuk harus sebanyak n-1, dimana n adalah banyaknya kategori variabel tsb. Misalnya variabel jenis pekerjaan dgn tiga kategori yaitu pekerja kasar, setengah terampil dan pekerja terampil, maka dibentuk dua variabel dummy sbb: Alternatif 1 Dk1 = 1 jika kasar, = 0 jika lainnya Dk2 = 1 jika setengah terampil, = 0 jika lainnya Pada alternatif 1, Dk1 = 0, Dk2 = 0 jika terampil Dk1 = 0, Dk2 = 1 jika ½ terampil Dk1 = 1, Dk2 = 0 jika kasar Alternatif 2 Dk1 = 1 jika setengah terampil, = 0 jika lainnya January 4, 2015 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Page 1

Dk2 = 1 jika terampil, = 0 jika lainnya Pada alternatif 2, Dk1 = 0, Dk2 = 0 jika kasar Dk1 = 0, Dk2 = 1 jika terampil Dk1 = 1, Dk2 = 0 jika ½ terampil 2. Data Latihan berikut: Untuk dasar latihan regresi dengan variabel dummy, diberikan data latihan sebagai Jenis Kelamin (Ds) Pendidikan (Pd) Jenis Pekerjaan Dk1 Dk2 Penghasilan (Y) 0 10 pekerja kasar 0 0 374938 0 15 pekerja kasar 0 0 474938 0 12 pekerja kasar 0 0 465375 0 12 pekerja kasar 0 0 462188 0 15 pekerja kasar 0 0 592875 0 12 pekerja kasar 0 0 455813 0 8 pekerja kasar 0 0 465375 0 15 pekerja kasar 0 0 449438 0 16 pekerja kasar 0 0 854250 1 8 pekerja kasar 0 0 621563 1 15 pekerja kasar 0 0 659813 1 15 pekerja kasar 0 0 745875 1 15 pekerja kasar 0 0 691688 1 15 pekerja kasar 0 0 745875 1 15 pekerja kasar 0 0 682125 1 12 pekerja kasar 0 0 867000 1 12 pekerja kasar 0 0 898875 1 15 pekerja kasar 0 0 739500 0 12 1/2 terampil 1 0 637500 0 11 1/2 terampil 1 0 631438 0 12 1/2 terampil 1 0 663438 0 12 1/2 terampil 1 0 653438 0 12 1/2 terampil 1 0 653438 1 12 1/2 terampil 1 0 673438 1 10 1/2 terampil 1 0 641438 1 17 1/2 terampil 1 0 2104688 1 13 1/2 terampil 1 0 673438 January 4, 2015 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Page 2

1 17 1/2 terampil 1 0 2214688 1 19 1/2 terampil 1 0 2868750 0 13 pekerja terampil 0 1 796125 0 11 pekerja terampil 0 1 781725 0 11 pekerja terampil 0 1 784125 0 16 pekerja terampil 0 1 1465500 1 16 pekerja terampil 0 1 1506000 1 10 pekerja terampil 0 1 772125 1 15 pekerja terampil 0 1 1453500 1 16 pekerja terampil 0 1 1530000 1 10 pekerja terampil 0 1 798450 1 16 pekerja terampil 0 1 2645625 1 18 pekerja terampil 0 1 1880625 3. Regresi Atas Satu Variabel Kualitatif (Dua Kategori) Dari data yang diberikan, misalnya kita ingin meregresikan variabel kualitatif jenis kelamin (sex) terhadap penghasilan, dengan kuantifikasi laki-laki =1 dan perempuan =0 Model regresi yang kita bentuk : Y = b 0 + b 1 Ds Dimana : Y = penghasilan Ds = variabel dummy untuk seks Berdasarkan pengolahan data, persamaan regresi yang terbentuk sebagai berikut: Model ini memungkinkan untuk mengetahui perbedaan penghasilan berdasarkan jenis kelamin. Interpretasinya : b 0 = rata-rata penghasilan pekerja perempuan, b 1 = besarnya perbedaan penghasilan pekerja laki-laki dengan perempuan, dan b 0 + b 1 merupakan rata-rata penghasilan pekerja laki-laki. Karena variabel Ds signifikan, artinya secara statistik terdapat perbedaan nyata penghasilan laki-laki dengan perempuan Jika Ds=0, artinya rata-rata penghasilan pekerja perempuan adalah 647884 (sebesarb 0 ). Jika Ds=1, artinya rata-rata penghasilan pekerja laki-laki adalah 647884 + 552801 =1200685 (sebesar b 0 + b 1 ) January 4, 2015 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Page 3

4. Regresi Atas Satu Variabel Kuantitatif dan Satu Variabel Kualitatif (dua kategori) Dari data yang sudah diberikan, misalnya kita bentuk suatu model regresi sbb: Y = b 0 + b 1 Ds + b 2 Pd + ei Dimana : Ds = dummy jenis kelamin Pd = pendidikan Berdasarkan pengolahan datanya, ditampilkan hasilnya sebagai berikut : Interpretasi : Pada setiap tingkat pendidikan, terdapat perbedaan besarnya penghasilan laki-laki dan perempuan. Perbedaaan tsb besar-nya adalah 331928 (sebesar b 1 ) lebih tinggi untuk laki-laki Misalnya jika tahun pendidikan (Pd) = 15, maka Jika Ds=0, rata-rata penghasilan perempuan adalah Y = -1039341 + 331928 (0) + 134978 (15) = 985329 Jika Ds=1, rata-rata penghasilan laki-laki adalah Y = -1039341 + 331928 (1) + 134978 (15) = 1317257 5. Regresi Atas Satu Variabel Kuantitatif dan Satu Variabel Kualitatif (lebih dua kategori) January 4, 2015 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Page 4

Dari data yang diberikan, misalnya kita bentuk suatu model regresi sbb: Y = b 0 + b 1 Dk1 + b 2 Dk2 + b 3 Pd + ei Dimana : Dk1 = dummy jenis pekerjaan 1 = setengah terampil 0 = lainnya Dk2 = dummy jenis pekerjaan 1 = terampil 0 = lainnya Pd = pendidikan Berdasarkan pengolahan datanya, ditampilkan hasilnya sebagai berikut : Interpretasi : Jika Dk1 = 0, Dk2 = 0 pekerja kasar Jika Dk1 = 1, Dk2 = 0 pekerja setengah terampil Jika Dk1 = 0, Dk2 = 1 pekerja terampil Pada setiap tingkat pendidikan, terdapat perbedaan penghasilan pekerja kasar, setengah terampil dan terampil. Pekerja setengah terampil memiliki penghasilan 475244 (sebesar b 1 ) lebih tinggi dibandingkan pekerja kasar. Pekerja terampil memiliki penghasilan 590905 (sebesar b 2 ) lebih tinggi dibandingkan pekerja kasar. Misalnya jika tahun pendidikan (Pd) = 15, maka Jika Dk1=0 dan Dk2=0, rata-rata penghasilan pekerja kasar adalah: Y = -1286520 + 475244 (0) + 590905 (0) + 145168 (15) = 891000 Jika Dk1=1 dan Dk2=0, rata-rata penghasilan pekerja ½ terampil : Y = -1286520 + 475244 (1) + 590905 (0) + 145168 (15) = 1366244 Jika Dk1=0 dan Dk2=1, rata-rata penghasilan pekerja terampil: Y = -1286520 + 475244 (1) + 590905 (1) + 145168 (15) = 1481905 6. Membandingkan Dua Regresi dengan Variabel Dummy Secara implisit, teknik penggunaan variabel dummy (dari pembahasan sebelum ini), pada dasarnya mengandung asumsi bahwa variabel kualitatif mempengaruhi intersep tetapi tidak January 4, 2015 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Page 5

mempengaruhi koefisien kemiringan dari berbagai regresi sub-kelompok. Kita dapat menghindari asumsi ini dengan menggunakan teknik pooling (menge lompokkan), dengan dasar pemikiran sbb: (catatan: banyak teknik yang lain, tetapi ini salah satunya) Misalnya, dari model regresi terdahulu: Y = b 0 + b 1 Ds + b 2 Pd + ei dimana : Ds = dummy jenis kelamin, Pd = pendidikan Kita dapat merubah model ini dengan meregresi secara terpisah antara pekerja perempuan dan laki-laki sebagai berikut: Regresi untuk pekerja perempuan Y = l 0 + l 1 Pd + ei Regresi untuk pekerja laki-laki Y = a 0 + a 1 Pd + ei (Catatan: banyaknya sampel untuk laki-laki dan perempuan tidak perlu sama) Dua persamaan regresi tersebut, memberikan empat kemungkinan hasil sebagai berikut: Semua kemungkinan tsb dapat diuji jika kita mengelompokkan (pool) semua sampel lakilaki dan perempuan, dengan memodifikasi model menjadi : Y = b 0 + b 1 Ds + b 2 Pd + b 3 (Ds.Pd) + ei Dibandingkan model sebelumnya, model ini mempunyai variabel tambahan DsPd Implikasi model ini sebagai berikut: January 4, 2015 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Page 6

Jika Ds=0 (perempuan), maka model menjadi : Y = b 0 + b 2 Pd + ei, setara dgn Y = l 0 + l 1 Pd + ei Jika Ds=1 (laki-laki), maka model menjadi : Y = (b 0 + b 1 ) + (b 2 + b 3 )Pd + ei, setara dgn Y = a 0 + a 1 Pd + ei Dari data yg telah diberikan, kita meregresikan secara terpisah untuk pekerja perempuan dan laki-laki didapatkan : Regresi pekerja perempuan : Y = 12971 + 50793 Pd Regresi pekerja laki-laki : Y = -1242495 + 172830 Pd Dengan teknik pooling kita modifikasi model tersebut, dan melalui perhitungan, persamaan regresinya menjadi : Y = 12971-1255466 Ds + 50793 Pd + 122036 DsPd Jika Ds=0 (perempuan), persamaan regresi tsb menjadi: Y = 12971-1255466 (0) + 50793 Pd + 122036 (0)Pd Y = 12971 + 50793 Pd Jika Ds=1 (laki-laki), persamaan regresi tsb menjadi : Y = 12971-1255466 (1) + 50793 Pd + 122036 (1)Pd Y = 12971-1255466 + 50793 Pd + 122036 (1)Pd Y = -1242495 + 172830 Pd. REFERENCES 1. Amri A., Junaidi, Yulmardi. (2009). Metodologi Penelitian Ekonomi dan Penerapannya. Bogor. IPB Press 2. Gujarati DN. (2013). Basic Econometrics. New York. McGraw-Hill 3. Junaidi, J. (2014). Regresi dengan Microsoft Office Excel. Jambi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi 4. Juanda, B. Junaidi. (2012). Ekonometrika Deret Waktu: Teori dan Aplikasi. Bogor. IPB Press 5. Junaidi, J. (2014). Analisis Hubungan Deret Waktu untuk Peramalan. Jambi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi January 4, 2015 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Page 7