Yulia Ayriz, Ph. D. Dr. Rita Eka izzaty, M. Si.

dokumen-dokumen yang mirip
MEMBENTUK KEHIDUPAN BARU. Yulia Ayriz, Ph. D. Dr. Rita Eka izzaty, M. Si.

Hakikat Perkembangan Anak

Rita Eka Izzaty Staf Pengajar FIP-BK-UNY

TAHAP PERKEMBANGAN ANAK USIA TAHUN

TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI. Rita Eka Izzaty

BAB I PENDAHULUAN. jangka waktunya berbeda bagi setiap orang tergantung faktor sosial dan budaya.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dasar perilaku perkembangan sikap dan nilai kehidupan dari keluarga. Salah

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju masa. lainnya. Masalah yang paling sering muncul pada remaja antara lain

MENGENALI POLA ASUH YANG TEPAT. Rita Eka Izzaty 1

Perkembangan Sepanjang Hayat

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan luar. Perubahan-perubahan tersebut menjadi tantangan besar bagi

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan dan pertumbuhan tersebut, salah satu fase penting dan menjadi pusat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN

bersama-sama agar acara kita disana sukses. Setelah itu kita bersiap-siap memasang banner masing-masing.

BAB I PENDAHULUAN. dalam Friz Oktaliza, 2015). Menurut WHO (World Health Organization), remaja adalah penduduk dalam rentang usia tahun, menurut

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan di zaman global seperti sekarang

BAB I PENDAHULUAN. penduduk besar. Jumlah penduduk yang besar ini telah membawa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. proses pematangan dan belajar (Wong, 1995) fungsi pematangan organ mulai dari aspek sosial, emosional, dan

BAB 1 PENDAHULUAN. pengaruhi oleh kematangan emosi baik dari suami maupun istri. dengan tanggungjawab dan pemenuhan peran masing-masing pihak yang

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia

BABI PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II KONSEP DASAR. Harga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan

BAB I PENDAHULUAN. Ibu memiliki lebih banyak peranan dan kesempatan dalam. mengembangkan anak-anaknya, karena lebih banyak waktu yang digunakan

BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi sumber daya yang berkualitas tidak hanya dilihat secara fisik namun

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi berkepanjangan juga merupakan salah satu pemicu yang. memunculkan stress, depresi, dan berbagai gangguan kesehatan pada

Jurnal Keperawatan, Volume IX, No. 1, April 2013 ISSN LINGKUNGAN BIOLOGIS DAN PSIKOSOSIAL DENGAN PERTUMBUHAN PERKEMBANGAN BAYI TIGA TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah individu yang selalu belajar. Individu belajar berjalan, berlari,

PERKEMBANGAN SOSIO-EMOSIONAL PADA MASA DEWASA AWAL

Santi E. Purnamasari, M.Si., Psikolog. Fakultas Psikologi UMBY 2015

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam kehidupan remaja, karena remaja tidak lagi hanya berinteraksi dengan keluarga

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENDAHULUAN Latar Belakang

Santi E. Purnamasari, M.Si., Psikolog. Fakultas Psikologi UMBY 2013

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Panti asuhan merupakan lembaga yang bergerak dibidang sosial untuk

Teori Etologi. Rizki Dawanti, M.Psi., Psikolog. Teori etologi Bowlby. Darwin dan Teori Evolusi. Etologi Modern. Evaluasi Teori.

BAB I. Pendahuluan. Masa anak-anak adalah masa yang sangat penting bagi perkembangan

MENTAL HEALTH, PSYCHIATRY and COMPREHENSIVE HOLISTIC APPROACH

GAMBARAN KONSEP DIRI ORANG TUA DENGAN ANAK RETARDASI MENTAL DI SLB NEGERI WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010 GAMBARAN POLA ASUH

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Panti Asuhan adalah suatu lembaga usaha sosial yang mempunyai

TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI. Rita Eka Izzaty

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

Kesehatan jiwa menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18. secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari

Proses Keperawatan pada Remaja dan Dewasa. mira asmirajanti

BAB I PENDAHULUAN. dalam menunjukkan bahwa permasalahan prestasi tersebut disebabkan

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penurunan kondisi fisik, mereka juga harus menghadapi masalah psikologis.

BAB I PENDAHULUAN. kemandirian sehingga dapat diterima dan diakui sebagai orang dewasa. Remaja

Pedologi. Penganiayaan Anak dan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Yenny, M.Psi. Psikolog. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

MASA DEWASA AWAL DAN MADYA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Anak usia sekolah adalah anak pada usia 6-12 tahun, yang artinya pada

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia yang paling unik, penuh dinamika, sekaligus penuh tantangan

Tumbuh Kembang Anak. ARUMI SAVITRI FATIMANINGRUM, S.Psi S-1 PG PAUD FIP-UNY

BAB I PENDAHULUAN. matang baik secara mental maupun secara finansial. mulai booming di kalangan anak muda perkotaan. Hal ini terjadi di

DESKRIPSI DAN SILABI MATA KULIAH

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 2. PERKEMBANGAN PADA MANUSiAlatihan soal 2.5

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. merasa senang, lebih bebas, lebih terbuka dalam menanyakan sesuatu jika berkomunikasi

BAB I PENDAHULUAN. dan pengurus pondok pesantren tersebut. Pesantren memiliki tradisi kuat. pendahulunya dari generasi ke generasi.

Strategi pemulihan gangguan jiwa berdasar stress vulnerability model

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Latar Belakang Eksistensi Proyek. Pusat Penitipan dan Pendidikan Anak Usia Dini di Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pembangunan (UU Kesehatan No36 Tahun 2009 Pasal 138)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan

BAB I PENDAHULUAN. masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa yang terdiri dari dewasa awal,

mengenai seksualitas membuat para remaja mencari tahu sendiri dari teman atau

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Bagi sebagian besar orang, masa remaja adalah masa yang paling berkesan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam perkembangan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB 1 PENDAHULUAN. kepribadian siswa, yakni saat remaja menguasai pola-pola perilaku yang khas

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan motorik, verbal, dan ketrampilan sosial secara. terhadap kebersihan dan kesehatan.

BAB I PENDAHULUAN. definisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Remaja

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak ke fase remaja. Menurut

B. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik komunikasi interpersonal orang tua tunggal dalam mendidik

Disusun oleh Ari Pratiwi, M.Psi., Psikolog & Unita Werdi Rahajeng, M.Psi., Psikolog


Perkembangan Sepanjang Hayat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah. Kelangsungan hidup sebuah bangsa ditentukan oleh generasi penerusnya.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang

Budaya dan Komunikasi 1

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Keperawatan memandang manusia sebagai makhluk holistik yang meliputi biopsiko-sosio-spiritual-kultural.

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan yang lain. Usia dini merupakan awal dari pertumbuhan dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dalam menjalani kehidupan manusia memiliki rasa kebahagiaan dan

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam hal perkembangan otak dan pertumbuhan fisik yang baik. Untuk memperoleh

BAB II TINJAUAN TEORITIS

MASA KANAK-KANAK AKHIR. Rita Eka Izzaty

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun

Transkripsi:

Yulia Ayriz, Ph. D. Dr. Rita Eka izzaty, M. Si.

PERKEMBANGAN MANUSIA: BIDANG YANG SELALU BERKEMBANG Proses perubahan dari masa pembuahan sampai seumur hidupnya. Dari satu sel tunggal berkembang menjadi individu yang hidup, bernapas, berjalan, dan berbicara. Perubahan pengalaman dan karakteristik manusia memiliki pola yang umum. Contoh: 10-15% anak merupakan anak pemalu, dan 10-15 persen lainnya pemberani

Perkembangan manusia berfokus pada studi ilmiah dari proses perubahan yang sistematis dan keseimbangan pada individu. Ilmuwan perkembangan (developmentalist) melihat dari sudut pandang ketika individu berubah mulai dari proses pembuahan sampai dengan proses kedewasaan; atau dari karakteristik yang cukup stabil pada individu. Hasil kerja ilmuwan perkembangan memiliki dampak yang dramatis pada kehidupan individu. Temuan penelitian sering berimplikasi pada pengasuhan anak, pendidikan, kesehatam, dan kebijakan sosial.

Contoh: Penelitian menunjukkan bahwa otak remaja yang belum matang telah mendorong usulan terhadap pembebasan dari hukuman mati bagi remaja yang melakukan tindakan kejahatan. Peneliti dari Boston menemukan bahwa pelajar yang berangkat sekolah dalam keadaan lapar atau kurang gizi memiliki nilai yang rendah, lebih emosional, dan memiliki tingkah laku yang bermasalah. Setelah sekolah memberikan sarapan gratis, partisipasi belajar meningkat, emosionalitas, dan permasalahan tingkah laku berkurang.

Mempelajari rentang kehidupan (Life Span) Menurut developmentalist teori perkmebangan rentang kehidupan/life-span development perkembangan manusia adalah proses seumur hidup Studi life-span development yang telah dilakukan 1. Studi Stanford pada kecerdasan dari masa anak-tua 2. Studi pedoman dan pertumbuhan Berkeley 3. Studi pertumbuhan remaja Oakland 4. Studi pendekatan perkembangan rentang kehidupan (Paul B. Baltes)

Perkembangan Manusia Saat Ini Konsep perkembangan manusia sebagai proses kehidupan yang panjang bisa dipelajari secara ilmiah Tujuan deskripsi, penjelasan, prediksi, dan intervensi Contoh penelitian perkembangan manusia 1. Menggambarkan kapan pertama kali anak memperoleh bahasa 2. Menjelaskan bagaimana anak belajar bahasa 3. Memperkirakan kemungkinan hambatan yang dihadapi anak ketika belajar 4. Memberikan penanganan hambatan dalam perkembangan anak

interdisiplin ilmu Perkembangan manusia Psikologi Psikiatri Antropologi Biologi Genetika Ilmu tentang keluarga Pendidika Historis Pengobatan

Konsep Dasar Studi Perkembangann Manusia Ilmuwan mempelajari 3 domain utama PERKEMBANGAN FISIK pertumbuhan dari badan dan otak, termasuk pola-pola perubbahan dala, kepastian sensori, keterampilan motorik, dan kesehatan PERKEMBANGAN KOGNITIF pola-pola perubahan di dalam kemampuan mental, misalnya belajar, atensi, memori, bahasa, berpikir, penalaran, dan kreativitas PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL pola-pola perubahan di emosi, kepribadian, dan hubungan sosial

PERIODE-PERIODE RENTANG KEHIDUPAN Pembagian rentang keidupan dalam periodeperiode adalah KOSNTRUKSI SOSIAL suatu konsep yang mungkin muncul secara alami dan jelas pada mereka yang menerimanya, tetapi pada kenyataannya, hal ini merupakan penemuan dari suatu budaya atau masyarakat. konsep masa remaja sebagai periode yang unik dari perkembangan dalammasyarakt industrial masih baru.

Periode Perkembangan Manusia dibagi menjadi 8 Perkembangan Utama yang Umum 1. Periode pranatal (pembuahan-kelahiran) 2. Bayi dan batita (lahir usia 3 tahun) 3. Awal masa anak (usia 3-6 tahun) 4. Pertengahan masa anak (usia 6-11 ahun) 5. Remaja (usia 11-20 tahun) 6. Peralihan dan dewasa muda (usia 20-40 tahun) 7. Pertengahan masa dewasa/paruh baya (usia 40-65 tahun) 8. Dewasa akhir/lanjut (usia 65 tahun ke atas)

Masa berkembangnya kedewasaan banyak orang yang belum siap untuk menetap pada tugas-tugas khas dari masa dewasa muda Menjelang usia 30 an sebagian besar individu dewasa telah sukses memenuhi tugas Di masa paruh baya sebagian mengalamai penurunan kemampuan, sebagian menemukan kegembiraan dan tantangan dalam perubahan kehidupan di masa dewasa akhir, individu butuh masa untuk mengatasi situasi kehilangan kemampuan, kehilangan orang yang dicintai, dan persiapan kematian

Pengaruh-Pengaruh dalam Perkembangan Ada 3 pengaruh perkembangan HEREDITAS sifat bawaan atau karakteristik yang diwariskan dari orang tua biologis (nature) LINGKUNGAN dunia di luar individu, dimulai dari masa kandungan, dan proses belajar yang berasal dari pengalaman (nurture) KEMATANGAN berlangsung bertahap secara alami dari perubahan fisik dan perilaku

KONTEKS PERKEMBANGAN Kontak terdekat manusia sejak bayi adalah keluarga. Keluarga kemudian mennjadi subjek dari perubahan yang terus menerus dipengaruhi oleh beberapa hal: 1. KELUARGA INTI dua generasi kekerabatan, ekonomi, dan unit rumah tangga terdiri dari satu atau dua orang tua dan anak-anak mereka, baik anak biologis, adopsi, maupun anak tiri. 2. KELUAR BESAR jaringan kekerabatan multigenerasi dari orang tua, anak, dan kerabat lain, terkadang tinggal bersama dalam sebuah rumah tangga besar

Akhir akhir ini rumah tangga multi generasi menjadi lebih umum karena beberapa alasan 1) Masing-masing laki-laki dan perempuan menikah diusia yang terlambat sehingga mereka tinggal di rumah lebih lama dari pada yang umum sebelumnya 2) Adanya arus populasi imigran sejak 1970 dan mereka cenderung mencari rumah multigenerasi dengan alasan lebih praktis dan lebih disukai. 3) Banyak keluarga

3. STATUS SOSIAL EKONOMI (SSE) kombinasi dari faktor ekonomi dan sosial yang menggambarkan individu atau keluarga termasuk pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan. SSE berdampak pada berbagai proses dan hasil tidak langsung, melalui berbagai faktor terkait, misalnya jenis rumah dan lingkungan sekitar individu tinggal dan kualitas dari gizi, perawatan medis, dan sekolah yang tersedia untuk mereka

Kemiskinan berdampak secara tidak langsung pada Kondisi emosional orang tua Praktek pengasuhan Lingkungan sekitar

Ancaman kesejahteraan bisa menimbulkan FAKTOR RESIKO, yaitu kondisi yang meningkatkan kecenderungan hasil perkembangan negatif. Terkadang perkembangan positif juga bisa muncul pada individu yang hidup di tengah faktor resiko yang ada. Sebagai contoh Abraham Lincoln bisa menjadi orang besar meski dia hidup di lingkungan miskin. Kekayaan belum tentu melindungi anak dari resiko. Anak yang orang tuanya sibuk dan tidak memiliki waktu rentan terhadap penyalahgunaan obatobatan terlarang, kecemasan, dan depresi

4. BUDAYA cara hidup suatu kelompok sosial atau kelompok secara keseluruhan termasuk kebiasaan, tradisi, keyakinan, nilai-nilai, bahasa, dan produk fisik-semua perilaku yang dipelajari yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya. 5. KELOMPOK ETNIS suatu kelompok yang bersatu melalui keturunan, ras, agama, bahasa, atau kebanhgsaan yang berkontribusi untuk perasaan memiliki identitas yang sama.

Lingkunganyang penting dipengaruhi oleh budaya, ras, etnis, dan konteks historis. Menurut para ilmuwan istilah ras dianggap sebagai identifikasi kategori biologis, adalah konstruksi sosial. Tidak ada konsesus ilmiah yang jelas mengenai definisi ras, sehingga tidak memungkinkan untuk mengukur kedalamannya (Bonham, Warshauer- Baker, & Collins 2005)

Budaya, ras, dan etnis bersifat cair karena individu sekarang lebih menyebar secara geografis dan pernikahan campuran, hetergenitas yang besar dalam populasi dapat dilihat. Hal ini terkadang menyebabkan KILAPAN ETNIS (overgeneralisasi mengenai etnis atau budaya yang justru mengaburkan perbedaan dalam kelompok)

Etnis dan pola-pola budaya berdampak pada perkembangan dan berpengaruh pada komposisi rumah tangga 1. sumber daya sosial ekonomi 2. bagaimana anggota keluarga bertindak terhadap satu sama lain 3. makanan yang dimakan 4. permainan yang dimainkan anak-anak, 5. bagaimana mereka belajar 6. seberapa bagus mereka di sekolah 7. pekerjaan yang dimiliki individu dewasa 8. bagaimana anggota keluarga berpikir dan menerima dunia

Pengaruh normatif dan non-normatif NORMATIF karakteristik suatu kejadian yang terjadi dengan cara yang sama bagi hampir semua orang di dalam suatu kelompok NON-NORMATIF karakteristik dan peristiwa yang tidak biasa yang terjadi pada orang-orang tertentu atau peristiwa khas yang terjadi di waktu yang tidak biasa dalam kehidupan Pengaruh pada manusia mungkin bersifat normatif (umur-bertingkat atau historis-bertingkat) atau nonnormatif

Contoh pengaruh normatif 1. Usia normatif pengaruh bertingkat sangat mirip untuk individu di kelompok usia tertentu. Contoh: individu tidak akan mengalami pengalaman pubertas di usia 35 tahun atau monopause di usia 12 tahun. 2. Historis normatif pengaruh bertingkat merupakan peristiwa-peristiwa signifikan yang membentuk perilaku dan sikap sebagai generasi historis. Contoh individu yang mengalami perang dunia.

Contoh pengaruh non-normatif: 1.Kematian orang tua ketika anak masih muda 2.Memutuskan memiliki bayi di pertengahan umur 50 tahun 3.Menjalani hobi yang beresiko seperti skydiving

Pengaruh Waktu: Periode Kritis atau Sensitif Konrad Lorenz (1957) seorang zoologis Austria diikuti oleh bayi bebek yang baru menetas seolah-olah dia adalah ibu si bebek. Meurut Lorenz bebek yang baru menetas secara instingtif mengikuti objek pertama yang mereka lihat bergerak, meskipun bukan anggota spesies mereka. Fenomena ini disebut ikatan (imprinting) bentuk instingtif dari belajar dalam periode kritis di awal perkembangan, seekor bayi binatang membentuk kelekatan dengan objek bergerak pertama yang dilihatnya, biasanya ibu.

Periode kritis adalah waktu spesifik pada suatu peristiwa atau ketiadaanya memiliki dampak pada perkembangan. Jika suatu peristiwa penting tidak terjadi dalam periode kritis dari kematangan, perkembangan normal tidak akan terjadi dan menghasilkan polapola abnormal yang mungkin tidak bisa diubah(knudsen, 1999; Kuhl, Conboy, Padden, Nelson, & Pruitt 2005). Apakah manusia mengalami periode kritis?

Konsep periode kritis pada manusia adalah kontroversial. Karena banyak aspek dari perkembangan, bahkan di domain fisik telah ditemukan untuk menunjukkan kekenyalan (plasticity) atau kemampuan memodifikasi performa. Setiap individu memiliki kekenyalan yang berbeda untuk merespons peristiwa-peristiwa di lingkungan. Contoh: anak-anak yang memiliki temperamen yang sulit, sangat reaktif, dan dengan variasi gen khusus

Pendekatan Perkembangan Rentang Hidup dari Paul B. Baltes Baltes (1936-2006) mengidentifikasi 7 prinsip dari pendekatan perkembangan rentang kehidupan 1. Perkembangana dalah proses seumur hidup 2. Perkembangan adalah multidimensi 3. Perkembangan adalah multi arah 4. Pengaruh relatif dari biologis dan budaya bergantian selama rentang kehidupan 5. Perkembangan melibatkan perubahan alokasi sumber daya 6. Perkembangan menunjukkan kekenyalan 7. Perkembangan dipengaruhi oleh historis dan konteks budaya