IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan jaringan komputer lokal,

Gambar 1 Rancangan Penelitian.

BAB 4 ANALISA DAN EVALUASI

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

PERANCANGAN JARINGAN MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING PCC DAN FAILOVER PADA PT. AGRO BOGA UTAMA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN SISTEM. Implementasi Jaringan Menggunakan Protokol IPIP Tunnel. dengan Topologi Mesh di ISP Cobralink dibuat dengan

BAB 3 IMPLEMENTASI LOAD BALANCING

Modul 4. Mikrotik Router Wireless. Mikrotik Hotspot. IP Firewall NAT Bridge

Modul 3. Routing Static

BAB IV PEMBAHASAN /24 dan lainnya bisa berkoneksi dengan internet / ISP.

Praktikum Minggu ke-11 Konfigurasi Routing OSPF menggunakan Mikrotik

BGP-Peer, Memisahkan Routing dan Bandwidth Management

Perancangan dan Implementasi Sistem Jaringan Multiple ISP Menggunakan Load Balancing PCC dengan Failover

Praktikum Minggu ke-10 Konfigurasi Routing Dinamis OSPF dan RIP menggunakan Mikrotik

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

SETTING LOAD BALANCING DENGAN ROUTERBOARD 750G DARI WINBOX 4.10

Load Balancing 3 Line Speedy 2011

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

RANCANGAN LOAD BALANCING DAN FAILOVER MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER OS BERDASARKAN MULTIHOMED GATEWAY PADA WARUNG INTERNET DIGA

Mikrotik Indonesia - BGP-Peer, Memisahkan Routing dan Bandwidth Ma...

Load Balance menggunakan Metode PCC

Network Address Translation

Praktikum Minggu ke-11 Konfigurasi Routing Dinamis RIP dan BGP menggunakan Mikrotik

Simple Queue, Memisah Bandwidth Lokal dan Internasional. Kategori: Fitur & Penggunaan. Pada artikel ini, kami mengasumsikan bahwa:

Cara Setting MikroTik sebagai Gateway dan Bandwidth Management

BAB I PENDAHULUAN. harinya menggunakan media komputer. Sehingga banyak data yang disebar

Kata Pengantar

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. data dengan metode protokol Load Balancing pada Perusahaan Daerah Air

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

PRAKTIKUM ROUTING STATIK

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Sistem yang akan dibangun adalah sebuah sistem. jaringan didalamnya ada empat jaringan yang dipisahkan oleh

PRATIKUM INSTALASI & JARKOM [Manajemen Bandwidth]

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan 2 router yang

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pada artikel ini kami menggunakan RB750 routeros versi 5.1 dengan kondisi sebagai berikut :

Ketika Winbox sudah diunduh, hal yang pertama dilakukan adalah membuka. utility hingga tampil gambar seperti di bawah ini:

Load Balancing. Cara 1 :

BAB 4 SIMULASI DAN EVALUASI. Berikut ini adalah peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam implementasi

Aplikasi load-balancer yang akan digunakan oleh aplikasi saat melakukan koneksi ke sebuah system yang terdiri dari beberapa back-end server.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Lalu bagai mana dengan solusinya? apakah kita bisa menggunakan beberapa line untuk menunjang kehidupan ber-internet? Bisa, tapi harus di gabung.

CARA SETTING LOAD BALANCE MIKROTIK (2 MODEM DI GABUNGKAN DALAM SATU MIKROTIK ROUTER) DALAM BENTUK GUI

BAB 4 KONFIGURASI DAN UJI COBA. jaringan dapat menerima IP address dari DHCP server pada PC router.

Laporan Resmi. Static Routing Pada MikroTik

Test running well di RB750 OS ver.4.9 ISP= SAPIDI EXECUTIVE 512 2M

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi. Gambar 3.1 Kerangka Metodologi

Certified Network Associate ( MTCNA ) Modul 6

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Manajemen Bandwidth

SISTEM OPTIMASI PEMBEBANAN JARINGAN DENGAN KONEKSI INTERNET GANDA MENGGUNAKAN MIKROTIK

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 4. Implementasi Protokol BGP & OSPF Untuk Failover

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Muhammad wahidul

PERANCANGAN SISTEM Perancangan Topologi Jaringan Komputer VPN bebasis L2TP dan IPSec

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. dan pengamatan yang dilakukan terhadap analisis bandwidth dari sistem secara

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

CARA MENJALANKAN PROGRAM

Konfigurasi Bandwidth Limitter Menggunakan MikroTik RB 750

UJI KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN - PAKET 2

BAB IV HASIL DAN ANALISA

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI LOAD BALANCE DUA ISP MENGGUNAKAN MIKROTIK DENGAN METODE ROUND ROBIN. Naskah Publikasi

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Router Wireless PROLiNK WNR1004 Mikrotik RouterBoard Mikrotik RouterBoard 450G Kabel UTP dan konektor RJ45

Untuk mengamankan router mikrotik kita dari traffic virus dan excess ping dapat digunakan skrip firewall berikut :

Gambar.3.2. Desain Topologi PLC Satu Terminal

BAB 3. Analisis Routing Protokol BGP & OSPF

BAB 4 SIMULASI DAN EVALUASI. Perangkat keras yang dibutuhkan antara lain: Router Mikrotik RB450. Akses Point TL-WA730RE

KUMPULAN SOAL ASAH OTAK (MIKROTIK)

MODUL 11 QoS pada MPLS Network

Perbandingan Kinerja RouterOS Mikrotik dan Zeroshell pada Mekanisme Load Balancing Serta Failover

Contoh Kasus Management Bandwidth dengan Mikrotik BGP Web-Proxy

ROUTER DAN BRIDGE BERBASIS MIKROTIK. Oleh : JB. Praharto ABSTRACT

Bab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. topologi jaringan yang telah penulis rancang. dibutuhkan, diantaranya adalah sebagai berikut :

Bandwidth Limiter RB750

MIKROTIK SEBAGAI ROUTER DAN BRIDGE

Pemanfaatan Graphic Tools pada Sistem Operasi MikroTik untuk Menganalisa Bandwith Kustanto 4)

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM DAN UJI COBA

- Bandwidth Management - Simple Queue vs Queue Tree. by: Novan Chris Citraweb Nusa Infomedia, Indonesia

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. penggunaan bandwidth. Solusi yang sering dilakukan adalah

Bab 2 Tinjauan Pustaka

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM

Perintah Dasar Mikrotik Router OS

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Diagram Alir Kerangka Berpikir. Gambar 3.1 Diagram Alir Kerangka Pemikiran

A. TUJUAN PEMBELAJARAN


OPTIMALISASI LOAD BALANCING DUA ISP UNTUK MANAJEMEN BANDWIDTH BERBASIS MIKROTIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

LAN > Mikrotik RouterOS > Modem ADSL >

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

PENGATURAN BANDWIDTH DI PT. IFORTE SOLUSI INFOTEK DENGAN MIKROTIK ROUTER BOARD 951Ui-2HnD

hanya penggunakan IP saja yang berbeda. Berikut adalah cara menghubungkan station 2. Tentukan interface yang akan difungsikan sebagai station


BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

Transkripsi:

BAB 4. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1. Implementasi Implementasi adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam membangun suatu jaringan. Dalam membangun jaringan load balancing dan failover ada beberapa tahap konfigurasi yang dilakukan pada router Mikrotik. Konfigurasi yang dilakukan adalah pengaturan IP address, pembuatan mangle (aturan lalu lintas data), pengaturan load balancing PCC, pengaturan routing gateway serta pengaturan NAT. Konfigurasi router Mikrotik dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara tersebut antara lain menggunakan software Winbox Loader (Lampiran 1) atau juga bisa dilakukan dengan mengetikkan IP address untuk interface yang dihubungkan langsung dengan kabel UTP pada web browser. 4.1.1 Pengaturan Interface dan IP address Pengaturan interface dilakukan pada masing-masing interface yang akan digunakan. Untuk rancangan ini digunakan 3 interface ethernet yang terdapat pada router. Dua dari interface tersebut digunakan sebagai jalur penghubung ke internet (jalur ISP), sedangkan satu interface yang lainnya digunakan untuk jaringan lokal. Dilakukan pemberian IP address pada setiap interface tersebut. Konfigurasi IP address ditunjukkan pada Gambar 4-1. Gambar 4-1 Konfigurasi IP address 28

Penjelasan konfigurasi pada Gambar 4-1 adalah add address=[ip address/subnet mask] interface=[nama interface] digunakan untuk memberikan IP address dan subnet mask terhadap interface yang telah ditentukan. 4.1.2 Pembuatan Routing-policy Routing-policy digunakan sebagai aturan yang mengatur lalu lintas data, baik data yang keluar maupun menuju router. Routing-policy ini dikonfigurasi pada fitur mangle yang terdapat di menu firewall. Konfigurasi mangle ini seperti penanda (mark) yang menandai paket yang nantinya akan diolah dengan tanda khusus. Tanda atau marking yang diberikan kepada paket data, hanya dibaca dan digunakan pada router yang bersangkutan. Marking tersebut akan dilepas pada saat paket meninggalkan router sehingga marking pada suatu router tidak dapat digunakan pada router lain. Firewall mangle terdiri dari susunan aturan-aturan yang akan dibaca secara berurutan dari atas ke bawah. Konfigurasi pembuatan routing-policy ditunjukkan pada Gambar 4-2. [admin@mikrotik] > ip firewall mangle [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=input ininterface=ether1 action=mark-connection new-connection-mark=con-isp1 [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=input ininterface=ether2 action=mark-connection new-connection-mark=con-isp2 [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=output connection-mark=con-isp1 action=mark-routing new-routing-mark=toisp1 [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=output connection-mark=con-isp2 action=mark-routing new-routing-mark=toisp2 Gambar 4-2 Pembuatan routing-policy 29

Penjelasan konfigurasi pembuatan routing-policy: 1 Perintah add chain=input digunakan untuk memeriksa paket data yang menuju ke router. 2 in-interface=[nama interface] digunakan untuk menentukan interface dari suatu paket berasal yang masuk ke router. 3 action=[jenis aksi] digunakan untuk menentukan aksi jika paket telah cocok dengan aturan yang dibuat. 4 new-connection-mark=[nama connection mark] digunakan untuk menentukan marking yang digunakan untuk menandai suatu koneksi. 5 new-routing-mark=[nama routing mark] digunakan untuk menentukan marking yang digunakan untuk menandai suatu routing. Konfigurasi di atas berfungsi sebagai penanda asal dan tujuan dari suatu paket atau koneksi. Untuk mencegah terjadinya loop routing, semua traffic client menuju jaringan yang terhubung langsung dengan router harus dibypass dari load balancing. Konfigurasi pencegahan loop routing ditunjukkan pada Gambar 4-3. [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dstaddress=202.46.4.64/28 action=accept in-interface= ether3 [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dstaddress=202.77.115.112/30 action=accept in-interface=ether3 [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dstaddress=202.46.4.64/28 action=accept in-interface= ether4 [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dstaddress=202.77.115.112/30 action=accept in-interface=ether4 [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dstaddress=202.46.4.64/28 action=accept in-interface= ether5 [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dstaddress=202.77.115.112/30 action=accept in-interface=ether5 Gambar 4-3 Konfigurasi pencegahan loop routing 30

Penjelasan konfigurasi pencegahan loop routing: 1 Perintah add chain=prerouting digunakan untuk memeriksa paket data yang menuju ke router (input) dan juga yang melintasi router (forward). 2 dst-address=[alamat IP tujuan] digunakan untuk mencocokkan paket yang tujuannya sama dengan IP yang telah ditentukan atau range IP tertentu. 3 action=[jenis aksi] digunakan untuk menentukan aksi jika paket telah cocok dengan aturan yang dibuat. 4 in-interface=[nama interface] digunakan untuk menentukan asal interface suatu paket yang masuk ke router. 4.1.3 Konfigurasi Per Connection Classifier (PCC) PCC memilih field dari header IP, kemudian diubah menjadi 32 bit dengan bantuan hashing algorithm. Nilai tersebut lalu dibagi oleh penyebut tertentu dan sisanya dibandingkan dengan remainder (sisa bagi) tertentu. Jika bernilai sama, paket yang melalui router akan ditangkap. Selanjutnya, paket dapat dipilih dari src-address, dst-address, src-port, dst-port dari header untuk digunakan dalam operasi ini. Biasanya penyebut merupakan jumlah koneksi yang akan di load balancing-kan. Hash adalah fungsi yang menerima input dan menghasilkan output. Hash yang digunakan dalam PCC bersifat deterministik. Input yang bernilai sama akan selalu menghasilkan output yang sama. Perbandingan downlink antara IPTEKNET dan Linknet adalah 4:1. Dengan metode PCC sebanyak 4 paket akan melewati jalur IPTEKNET dan 1 paket melewati jalur Linknet. Metode PCC bekerja dengan cara mengelompokkan lalu lintas jaringan berdasarkan parameter tertentu. Parameter yang dapat digunakan untuk PCC adalah alamat sumber, alamat tujuan, port sumber dan port tujuan. Metode ini digunakan karena adanya fungsi reminder yang mampu mengatur koneksi dengan mengingat jalur mana yang dilaluinya. Dengan demikian, PCC memungkinkan router akan mengingat jalur gateway yang dilewati di awal 31

traffic koneksi sehingga pada paket-paket selanjutnya yang masih berkaitan dengan koneksi awalnya akan dilewatkan pada jalur gateway yang sama. Konfigurasi PCC ditunjukkan pada Gambar 4-4. [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dst-addresstype=!local in-interface=ether3 per-connection-classifier=both-addressesand-ports:5/0 action=mark-connection new-connection-mark=con-isp1 passthrough=yes [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dst-addresstype=!local in-interface=ether3 per-connection-classifier=both-addressesand-ports:5/1 action=mark-connection new-connection-mark=con-isp1 passthrough=yes [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dst-addresstype=!local in-interface=ether3 per-connection-classifier=both-addressesand-ports:5/2 action=mark-connection new-connection-mark=con-isp1 passthrough=yes [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dst-addresstype=!local in-interface=ether3 per-connection-classifier=both-addressesand-ports:5/3 action=mark-connection new-connection-mark=con-isp1 passthrough=yes [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dst-addresstype=!local in-interface=ether3 per-connection-classifier=both-addressesand-ports:5/4 action=mark-connection new-connection-mark=con-isp2 passthrough=yes [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting connectionmark=con-isp1 in-interface=ether3 action= mark-routing new-routingmark=to-isp1 [admin@mikrotik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting connectionmark=con-isp2 in-interface=ether3 action=mark-routing new-routingmark=to-isp2 Gambar 4-4 Konfigurasi PCC 32

Penjelasan konfigurasi PCC: 1 chain=prerouting digunakan untuk mencocokkan lalu lintas data yang melewati router (forward) sekaligus yang mengarah ke router (input). 2 dst-address-type=!local digunakan untuk mencocokkan bahwa tipe alamat tujuan bukan alamat lokal atau alamat yang berada pada interface yang terhubung langsung dengan router. 3 in-interface=[nama interface] digunakan untuk menentukan asal interface dari suatu paket yang masuk ke router. 4 per-connection-classifier=[parameter yang akan dicocokkan, penyebut, sisa bagi merupakan PCC matcher yang memungkinkan untuk membagi lalu lintas ke aliran yang sama, dengan kemampuan untuk menjaga paket tetap sama sesuai aturan yang telah ditentukan. 5 action=mark-connection digunakan untuk menentukan tindakan yang diambil saat paket cocok dengan aturan yang telah dibuat. Tindakan yang diambil adalah menandai koneksi. 6 new-connection-mark= [nama connection mark] digunakan untuk menentukan marking yang digunakan untuk menandai suatu koneksi. 4.1.4 Pengaturan Routing RIP Routing dilakukan untuk menghubungkan beberapa jaringan. Konfigurasi routing ini dilakukan dengan menggunakan routing protocol RIP. RIP dapat digunakan untuk meneruskan traffic yang tujuannya ke jaringan yang tidak terhubung langsung dengan gateway tersebut. Konfigurasi routing protocol RIP pada router gateway ditunjukkan pada Gambar 4-5. [admin@mikrotik] > routing rip network add network=202.46.4.76/30 [admin@mikrotik] > routing rip network add network=202.77.115.112/30 [admin@mikrotik] > routing rip network add network=192.168.0.40/29 [admin@mikrotik] > routing rip network add network=192.168.0.32/29 [admin@mikrotik] > routing rip network add network=192.168.0.0/27 [admin@mikrotik] > ip ro pr 33

Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme, B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit # DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE 0 ADC 192.168.0.0/27 192.168.0.1 ether5 0 1 ADC 192.168.0.32/29 192.168.0.33 ether4 0 2 ADC 192.168.0.40/29 192.168.0.41 ether3 0 3 ADC 202.46.4.76/30 202.46.4.78 ether1 0 4 ADC 202.77.115.112/30 202.77.115.114 ether2 0 Gambar 4-5 Konfigurasi routing RIP di router Gateway Konfigurasi routing protocol RIP pada router ISP 1 ditunjukkan pada Gambar 4-6. [admin@mikrotik] > routing rip network add network=202.46.4.76/30 [admin@mikrotik] > ip ro pr Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme, B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit # DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE 0 ADr 192.168.0.0/27 202.46.4.78 120 1 ADr 192.168.0.32/29 202.46.4.78 120 2 ADr 192.168.0.40/29 202.46.4.78 120 3 ADC 202.46.4.76/30 202.46.4.77 ether1 0 4 ADr 202.77.115.112/30 202.46.4.78 120 Gambar 4-6 Konfigurasi routing RIP di router ISP1 Konfigurasi routing protocol RIP pada router ISP 2 ditunjukkan pada Gambar 4-7. 34

[admin@mikrotik] > routing rip network add network=202.77.115.112/30 [admin@mikrotik] > ip ro pr Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme, B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit # DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE 0 ADr 192.168.0.0/27 202.77.115.114 120 1 ADr 192.168.0.32/29 202.77.115.114 120 2 ADr 192.168.0.40/29 202.77.115.114 120 3 ADr 202.46.4.76/30 202.77.115.114 120 4 ADC 202.77.115.112/30 202.77.115.113 ether1 0 Gambar 4-7 Konfigurasi routing RIP di router ISP2 4.1.5 Konfigurasi NAT Konfigurasi NAT berfungsi mengubah IP lokal (private) ke IP public. Konfigurasi NAT dilakukan terhadap interface yang terhubung langsung ke internet. Konfigurasi NAT ditunjukkan pada Gambar 4-8. [admin@mikrotik] > ip firewall nat [admin@mikrotik] /ip firewall nat> add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade [admin@mikrotik] /ip firewall nat> add chain=srcnat out-interface=ether2 action=masquerade Gambar 4-8 Konfigurasi NAT Penjelasan konfigurasi NAT: 1 chain=srcnat digunakan untuk mengubah field IP address pengirim maupun port pengirim yang ada pada paket. 35

2 out-interface=[nama interface] digunakan untuk menentukan interface yang terhubung dengan internet atau jaringan luar. IP dari jaringan lokal ditranslasi menjadi IP interface tersebut. 3 action=masquerade digunakan untuk membuat IP address jaringan lokal (192.168.10.0/24) yang ada pada setiap paket data yang keluar dari router mikrotik diubah menjadi IP address public sesuai dengan konfigurasi out-interface. 4.2. Pengawasan dan Pengelolaan 4.2.1 Pengujian Load Balancing Pengujian load balancing dilakukan dengan melakukan pengujian download file untuk melihat pembagian beban jalur koneksi. Penulis melakukan download sebanyak 2 file, kemudian dilakukan pengecekan terhadap besar bandwidth yaang didapatkan dari masing-masing download. Proses download file yang pertama akan menggunakan jalur ISP pertama, sedangkan download file yang kedua akan menggunakan jalur ISP kedua. Hal ini disebabkan karena client 1 menggunakan jalur utama sedangkan client 2 menggunakan jalur cadangan yang belum dilewati. Jalur cadangan akan dilewati jika jalur utama sedang digunakan. Hasil pengujian load balancing dapat dilihat pada gambar diawah ini : Gambar 4-9 Hasil pengujian load balancing 36

Dari gambar 4-10 terlihat bahwa hanya dengan melakukan 1 file download (1 koneksi), besarnya throughput yang didapatkan adalah 1009kBps (8,072Mbps) karena pada saat itu melewati gateway ISP1, sedangkan setelah mendownload file (membuka koneksi baru) lagi pada web lain, maka akan mendapatkan 248kBps (1,984Mbps). Dari pengujian ini terlihat dapat disimpulkan bahwa 8,1Mbps + 2Mbps 10,1 Mbps. 4.2.2 Pengujian Failover Saat kedua jalur koneksi ISP sedang terhubung dan aktif, IP public yang terdeteksi adalah jalur ISP utama yaitu 202.46.4.65 (IPTEKNET) sedangkan saat jalur utama terputus atau tidak aktif maka IP public yang terbaca adalah IP pada jalur ISP cadangan 202.77.115.113 (Linknet). Hal tersebut menunjukkan bahwa saat salah satu ISP mengalami kegagalan (link disconnected) atau jalur internet terputus, jalur ISP yang terputus akan digantikan dengan jalur ISP yang kedua begitu juga sebaliknya. Hasil pengujian failover dapat dilihat pada gambar dibawah ini : a Pengujian alamat IP kedua jalur aktif Gambar 4-10 Sebelum link utama terputus 37

b Pengujian alamat IP saat jalur utama terputus c Gambar 4-11 Setelah link utama terputus Pengecekan failover saat perpindahan dari jalur 1 ke jalur yang kedua. Gambar 4-12 Proses perpindahan jalur ISP Dari gambar 4-13 dapat dilihat bahwa saat jalur ISP pertama terputus (link disconnected) maka router akan memindahkan koneksi menuju jalur ISP yang kedua. (backup link) secara otomatis. Terjadi Request timed out disebabkan koneksi data sebelumnya menggunakan jalur ISP pertama (Main link). 4.2.3 Pengelolaan (Management) Di tahapan ini merupakan tahapan pengaturan masalah kebijakan, yaitu dalam hal aktivitas, pemeliharaan dan pengelolaan dikategorikan pada tahap 38

ini. Kebijakan perlu dibuat untuk membuat dan mengatur agar sistem yang telah dibangun dan berjalan dengan baik dapat berlangsung lama dan unsur reliability terjaga. Dalam hal ini penulis menambahkan kebijakan agar sistem berjalan dengan optimal, yaitu antara lain : Pengubahan username dan password dimaksud agar client tidak dapat mengakses perangkat jaringan dengan menggunakan username dan password yang umum. Disini penulis akan mengubah username dan password dari mikrotik router : A. Buka console dan masuk ke dalam mikrotik. B. Lalu ketikkan perintah / command : [admin@mikrotik] > user add name=adminrouter password=admin2017 group=full 39