Local Strength Global Structure

dokumen-dokumen yang mirip
Local Strength Global Structure

PT ISLAND CONCEPTS INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK

PT ISLAND CONCEPTS INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK

PT ISLAND CONCEPTS INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK

PT BATAVIA PROSPERINDO INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT MULTIBREEDER ADIRAMA INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI

PT Electronic City Indonesia Tbk dan Entitas Anak

1. Umum. a. Pendirian dan Informasi Umum

PT MAHAKA RADIO INTEGRA TBK. DAN ENTITAS ANAK

PT SUGIH ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT Panorama Transportasi Tbk dan Anak Perusahaan

Laporan Keuangan Konsolidasian Beserta Laporan Auditor Independen PT ALAM KARYA UNGGUL Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk

PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak

P.T. MAYORA INDAH Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

P.T. APAC CITRA CENTERTEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

P.T. APAC CITRA CENTERTEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3-4. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5


PT Alam Karya Unggul Tbk (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) dan Entitas Anak

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 Juni 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT MAHAKA RADIO INTEGRA TBK. (D/H PT GENTA SABDA NUSANTARA) DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

30 Juni 31 Desember

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan keuangan konsolidasian untuk tiga (3) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2012 dan 2011

Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember beserta Laporan Auditor Independen

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen

1. UMUM. a. Pendirian dan informasi umum

PT Mahaka Media Tbk. (dahulu PT Abdi Bangsa Tbk.) dan Entitas Anak

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT ALKINDO NARATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT VICTORIA INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Jumlah Aset Lancar 80,278,114,864 69,876,058,857

Jumlah Aset Lancar

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017

PT KAWASAN INDUSTRI JABABEKA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

Salinan Surat Pernyataan tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 PT Citatah Tbk

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian...4-5

PT BALI TOWERINDO SENTRA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MAHAKA MEDIA TBK. DAN ENTITAS ANAK

PT MAHAKA RADIO INTEGRA TBK. (D/H PT GENTA SABDA NUSANTARA) DAN ENTITAS ANAK

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Mahaka Media Tbk. (dahulu PT Abdi Bangsa Tbk.) dan Entitas Anak

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT PANASIA INDOSYNTEC Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah

PT VISI TELEKOMUNIKASI INFRASTRUKTUR Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT BINTANG OTO GLOBAL Tbk (d/h PT SUMBER UTAMA NIAGA) dan Entitas Anak

PT KAWASAN INDUSTRI JABABEKA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT ZEBRA NUSANTARA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 (TIDAK DIAUDIT)

PT GEMA GRAHASARANA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk

PT TIPHONE MOBILE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT LIONMESH PRIMA Tbk

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK

Transkripsi:

Local Strength Global Structure PT ISLAND CONCEPTS INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN 1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3 3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 4. Laporan Arus Kas Konsolidasian 5 5. Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2012 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2011 DAN 1 JANUARI 2011) Catatan 31 Desember 2012 31 Desember 2011 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2f,2i,2j,3,31,35 7.374.877.681 7.488.934.288 3.505.375.041 Piutang usaha - pihak ketiga setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 7.106.850.758 pada tahun 2012, Rp 3.780.545.533 pada tahun 2011 dan Rp 5.016.827.533 pada tahun 2010 2f,2j,2o,4,31,35 31.612.192.143 31.334.585.540 11.655.616.851 Piutang lain-lain - pihak ketiga 2j,5,35 123.409.050 142.541.230 194.655.005 Persediaan - setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 127.406.221 pada tahun 2012, 2011 dan 2010 2k,2o,6 4.356.603.915 5.511.173.868 2.045.895.883 Biaya dibayar di muka 2l,7 164.229.971 484.518.776 698.789.788 Pajak dibayar di muka 2r - - 26.500.000 Uang muka - - 1.271.955.234 Jumlah Aset Lancar 43.631.312.760 44.961.753.702 19.398.787.802 ASET TIDAK LANCAR Piutang pihak berelasi 2g,2j,29a,35 999.347.103 1.195.860.012 911.715.233 Investasi pada entitas asosiasi 2m,8 665.169.500 - - Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 22.532.971.322 pada tahun 2012, Rp 17.612.234.538 pada tahun 2011 dan Rp 12.618.240.892 pada tahun 2010 2n,2o,9 27.959.791.628 32.875.239.677 35.708.560.263 Taksiran tagihan pajak penghasilan 2r,28d 3.678.414.491 6.689.318.730 6.452.553.189 Aset tidak lancar lainnya 2f,2j,10,31,35 1.318.868.403 3.000.113.988 664.054.739 Aset pajak tangguhan 2r,28c 3.886.440.303 2.885.275.331 3.940.059.385 Jumlah Aset Tidak Lancar 38.508.031.428 46.645.807.738 47.676.942.809 JUMLAH ASET 82.139.344.188 91.607.561.440 67.075.730.611 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan. 1

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2012 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2011 DAN 1 JANUARI 2011) LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan 31 Desember 2012 31 Desember 2011 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010 LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank jangka pendek 2f,2j,11,31,35 2.430.071.000 7.777.823.096 891.263.166 Utang usaha - pihak ketiga 2f,2j,12,31,35 16.810.382.577 20.873.060.348 10.281.117.991 Utang lain-lain - pihak berelasi 2g,2j,29b,35 6.093.153.518 6.142.253.518 1.379.991.901 Biaya masih harus dibayar 13 3.955.560.587 4.227.289.641 2.520.487.854 Provisi 2u,14 2.652.575.084 - - Utang pajak 2r,28a 6.000.229.674 3.352.523.187 1.603.715.812 Pendapatan diterima di muka yang akan direalisasi dalam waktu satu tahun 2j,15,29b 57.350.020 57.350.020 57.350.020 Uang muka pelanggan 2j,16 259.804.260 691.745.023 1.472.062.552 Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank 2f,2j,17,31,35 4.226.505.689 3.781.850.864 2.931.992.341 Utang pembiayaan konsumen 2j,2o,18,35 161.251.399 149.614.696 289.885.173 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 42.646.883.808 47.053.510.393 21.427.866.810 LIABILITAS JANGKA PANJANG Utang jangka panjang - pihak berelasi 2j,29b,35 7.611.352.120 9.139.818.163 8.676.170.636 Pendapatan diterima di muka setelah dikurangi bagian yang terealisasi dalam waktu satu tahun 2j,15,29b 1.070.533.698 1.127.883.718 1.185.233.739 Liabilitas imbalan paska kerja 2q,27 5.868.305.597 8.988.084.405 8.584.613.459 Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank 2f,2j,17,31,35 4.978.621.120 8.426.516.392 11.141.583.352 Utang pembiayaan konsumen 2j,18,35 154.618.870 228.522.376 40.151.137 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 19.683.431.405 27.910.825.054 29.627.752.323 JUMLAH LIABILITAS 62.330.315.213 74.964.335.447 51.055.619.133 EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham - nilai nominal Rp 56,125 per saham Modal dasar - 1.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 726.500.000 saham pada tahun 2012 dan 2011 1e,20 40.774.812.500 40.774.812.500 14.031.250.000 Biaya emisi efek ekuitas 21 (1.224.457.299) (1.224.457.299) (1.224.457.299) Selisih kurs setoran modal 21 (2.272.200.000) (2.272.200.000) (2.272.200.000) Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 2e,22 (21.639.894.267) (21.639.894.267) 5.130.086.483 Defisit (7.507.602.624) (8.698.356.331) (9.400.725.604) Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Entitas Induk 8.130.658.310 6.939.904.603 6.263.953.580 Kepentingan non-pengendali 19 11.678.370.665 9.703.321.390 9.756.157.898 JUMLAH EKUITAS 19.809.028.975 16.643.225.993 16.020.111.478 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 82.139.344.188 91.607.561.440 67.075.730.611 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan. 2

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN Catatan PENDAPATAN USAHA 2p,23 122.456.590.211 109.383.644.774 BEBAN POKOK PENDAPATAN 2p,24 (99.535.624.138) (95.014.121.308) LABA BRUTO 22.920.966.073 14.369.523.466 BEBAN USAHA 2p Beban umum dan administrasi 25 (22.067.605.977) (13.160.563.462) Beban keuangan 26 (2.682.300.117) (2.401.453.496) Pendapatan keuangan 26 1.281.543.578 937.023.026 Pendapatan usaha lainnya - bersih 26 665.194.341 2.541.231.311 Jumlah Beban Usaha (22.803.168.175) (12.083.762.621) LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 117.797.898 2.285.760.845 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2r Kini 28b (602.155.403) (607.862.276) Tangguhan 28c 1.663.413.851 (1.054.784.054) Jumlah Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan 1.061.258.448 (1.662.646.330) LABA TAHUN BERJALAN 1.179.056.346 623.114.515 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN Keuntungan aktuarial kumulatif imbalan paska kerja 2g,27 2.648.995.515 - Pajak penghasilan tangguhan terkait 2r,28c (662.248.879) - PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN SETELAH PAJAK 1.986.746.636 - LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 3.165.802.982 623.114.515 Laba komprehesif neto yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik Perusahaan 1.190.753.707 675.951.023 Kepentingan non-pengendali 1.975.049.275 (52.836.508) 3.165.802.982 623.114.515 Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada Entitas Induk 2t,30 1,64 0,93 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan. 3

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Modal saham Biaya emisi Efek ekuitas Ekuitas yang Dapat Diatriibusikan kepada Pemilik Entitas Induk Modal proforma yang berasal dari Selisih nilai transaksi transaksi restrukturisasi restrukturisasi Selisih kurs dengan entitas entitas setoran modal sepengendali sepengendali Saldo Laba (defisit) Jumlah Kepentingan nonpengendali Jumlah ekuitas Saldo per 1 Januari 2011 14.031.250.000 (1.224.457.299) (2.272.200.000) 5.130.086.483 - (9.400.725.604) 6.263.953.580 9.756.157.898 16.020.111.478 Bagian laba bersih PT Gama Wahyu Abadi yang dibukukan sebagai modal proforma yang berasal dari transaksi restrukturisasi dengan entitas sepengendali - - - (26.418.250) - 26.418.250 - - - Penambahan saham baru sehubungan dengan penggabungan usaha 26.743.562.500 - - (5.103.668.233 21.639.894.267 - - - - Laba komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 - - - - - 675.951.023 675.951.023 (52.836.508) 623.114.515 Saldo per 31 Desember 2011 40.774.812.500 (1.224.457.299) (2.272.200.000) - 21.639.894.267 (8.698.356.331) 6.939.904.603 9.703.321.390 16.643.225.993 Laba komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 - - - - - 1.190.753.707 1.190.753.707 1.975.049.275 3.165.802.982 Saldo per 31 Desember 2012 40.774.812.500 (1.224.457.299) (2.272.200.000) - 21.639.894.267 (7.507.602.624) 8.130.658.310 11.678.370.665 19.809.028.975 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan. 4

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan 118.273.381.600 90.130.760.355 Penerimaan restitusi pajak 3.280.848.347 - Pembayaran bunga (2.097.993.606) (455.956.485) Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan pihak lain (106.655.887.388) (87.887.456.935) Kegiatan operasional lainnya (3.229.685.308) (4.307.038.354) Kas Bersih yang Diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Operasi 9.570.663.645 (2.519.691.419) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tetap 330.502.545 975.667.771 Perolehan aset tetap (660.847.150) (2.454.538.000) Investasi saham pada Entitas Asosiasi (825.000.000) - Kas Bersih yang Diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi (1.155.344.605) (1.478.870.229) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penurunan (kenaikan) piutang pihak berelasi 158.145.089 (284.144.779) Kenaikan (penurunan) utang pihak berelasi (314.412.526) 4.861.390.485 Kenaikan (penurunan) pinjaman (8.373.108.210) 3.404.875.189 Kas Bersih yang Diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (8.529.375.647) 7.982.120.895 KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS (114.056.607) 3.983.559.247 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 7.488.934.288 3.505.375.041 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 7.374.877.681 7.488.934.288 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan. 5

1. U M U M a. Perusahaan PT Island Concepts Indonesia Tbk. (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 3 tanggal 11 Juli 2001 dari Evi Susanti Panjaitan S.H., Notaris di Tabanan, Bali. Akta tersebut kemudian diubah melalui Akta Pemasukan, Pengeluaran dan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No. 14 tanggal 12 September 2002 dari Notaris yang sama. Kedua Akta ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 23 April 2003 dalam Surat Keputusan No. C-08791 HT.01.01.TH.2003 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 Tambahan No. 9004 tanggal 10 September 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir dengan Akta Notaris No. 9 tanggal 20 Juni 2012 dari Yurisa Martanti, S.H., MH, Notaris di Jakarta, yang antara lain dilakukan sehubungan dengan persetujuan rencana perubahan status Perusahaan kembali menjadi Perseroan Penanaman Modal Asing. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, Perusahaan menjalankan usahanya dalam bidang jasa akomodasi. Disamping itu, melalui PT Patra Supplies and Services (PSS), Entitas Anak, Perusahaan menjalankan kegiatan jasa katering dan jasa pemeliharaan fasilitas perkotaan. Kantor Perusahaan terletak di Jl. Raya Petitenget No. 469, Kerobokan, Kuta, Badung, Bali. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada April 2005. Lokasi utama kegiatan usaha Perusahaan adalah di Villas Bali Island, Jl. Raya Petitenget No. 469, Kerobokan, Kuta, Badung, Bali. b. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan Susunan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012, berdasarkan Akta Notaris No. 8 tanggal 20 Juni 2012 dari Yurisa Martanti, S.H., MH adalah sebagai berikut: Komisaris Komisaris Utama : Marzuki Usman Komisaris : A. Sulistyawati Komisaris Independen : R. Rivai M. Noer Direktur Direktur Utama : Dodi Prawira Amtar Direktur : Putu Agung Prianta Direktur : Octavianus Kuntjoro Direktur : Graham James Bristow Bapak Marzuki Usman mengundurkan diri pada tanggal 29 Oktober 2012 dan posisinya digantikan sementara oleh A. Sulistyawati berdasarkan rapat dewan komisaris tanggal 12 Nopember 2012. Susunan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2011, berdasarkan Akta Notaris No. 54 tanggal 20 Juni 2011 oleh M. Nova Faisal S.H., M.Kn., adalah sebagai berikut: Komisaris Komisaris Utama : Marzuki Usman Komisaris : Graham James Bristow Komisaris : A. Sulistyawati Komisaris Independen : R. Rivai M. Noer 6

1. U M U M (Lanjutan) b. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (Lanjutan) Direktur Direktur Utama : Dodi Prawira Amtar Direktur : Putu Agung Prianta Direktur : Octavianus Kuntjoro Susunan komite audit dan sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: 31 Desember 2012 31 Desember 2011 Ketua : R. Rivai M. Noer R. Rivai M. Noer Anggota : Tony Silitonga, MBA Tony Silitonga, MBA Anggota : W.R. Kaminski W.R. Kaminski Kepala Unit Audit Internal : Maxwell Morris Hunt Maxwell Morris Hunt Sekretaris Perusahaan : Widya Laksana Widya Laksana Jumlah gaji dan tunjangan lainnya yang diberikan kepada Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: Komisaris : 1.564.290.000 536.910.200 Direksi : 1.143.438.010 3.189.053.605 Jumlah 2.707.728.010 3.725.963.805 Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan dan Entitas Anak masing-masing mempunyai 114 orang dan 138 orang karyawan tetap (tidak diaudit). c. Penawaran Umum Saham Perusahaan Pada tanggal 22 Desember 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dengan suratnya No. 1303/III/PMA/2004 untuk melakukan penawaran umum kepada masyarakat sebanyak 125.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 112,50 per saham dan harga penawaran Rp 112,50 per saham. d. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 telah diselesaikan dan disetujui oleh Direksi Perusahaan untuk diterbitkan pada tanggal 21 Maret 2013. Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. 7

1. U M U M (Lanjutan) e. Penggabungan Usaha PT Gama Wahyu Abadi ke dalam PT Island Concepts Indonesia Tbk. Berdasarkan Akta No. 52 tanggal 20 Juni 2011 M. Nova Faisal S.H., M.Kn., Perusahaan dan PT Gama Wahyu Abadi (GWA) setuju untuk melakukan penggabungan usaha dimana GWA secara hukum terlikuidasi setelah penggabungan berlaku efektif. Pada tanggal 16 Juni 2011, Perusahaan menerima surat Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) tentang pemberitahuan efektifnya Pernyataan Penggabungan Usaha yang tertuang dalam surat No. S-6710/BL/2011. Perubahan anggaran dasar Perusahaan berkaitan dengan penggabungan usaha, sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 53 tanggal 20 Juni 2011, yang dibuat dihadapan Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn. telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-36158.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 19 Juli 2011. Berdasarkan laporan penilaian saham No. 041D-VAL-VI/2011 tanggal 10 Juni 2011, KJPP Rengganis, Hamid & Rekan berpendapat bahwa Nilai Pasar Wajar 100% saham Perusahaan per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 8.047.047.000 atau sebesar Rp 32,19 per saham. Berdasarkan laporan penilaian saham No. 041E-VAL-VI/2011 tanggal 10 Juni 2011, KJPP Rengganis, Hamid & Rekan berpendapat bahwa Nilai Pasar Wajar 100% saham GWA pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 15.337.092.000 atau sebesar Rp153.370,92 per saham. Berdasarkan metode dan tata cara konversi saham, maka Perusahaan menerbitkan saham baru dengan nilai nominal Rp 56,125 per saham. Dengan demikian konversi saham GWA dalam Perusahaan adalah setiap pemegang 1 (satu) saham GWA dengan nilai nominal Rp 100.000 per saham mendapatkan 4.765 saham baru dengan nilai nominal Rp 56,125 per saham. f. Susunan Pemegang Saham Sebelum dan Sesudah Penggabungan Usaha Susunan pemegang saham Perusahaan sebelum dan pada tanggal penggabungan usaha adalah sebagai berikut: Pemegang Saham Perusahaan Sebelum Penggabungan Usaha Pemegang Saham GWA Sebelum Penggabungan Usaha Jumlah Saham Sebelum Konversi % Pemegang Saham Perusahaan Setelah Penggabungan Usaha Jumlah Saham Setelah Konversi Jumlah Saham % Jumlah Saham % Island Regency Grup Ltd. 56.562.000 22,62 - - - 56.562.000 7,79 Island Regency Club Inc. 48.500.000 19,40 - - - 48.500.000 6,68 Graham James Bristow 32.000.000 12,80 - - - 32.000.000 4,40 Francis Street Pty. Ltd. 16.500.000 6,60 - - - 16.500.000 2,27 Masyarakat 96.438.000 38,58 - - - 96.438.000 13,27 Ir. Frans Bambang Siswanto - - 99.999 99,99 476.495.235 476.496.235 65,58 Octavianus Kuntjoro - - 1 0,01 4.765 4.765 0,01 Jumlah 250.000.000 100,00 100.000 100,00 476.500.000 726.500.000 100,00 8

1. U M U M (Lanjutan) g. Entitas Anak Perusahaan merupakan entitas induk yang memiliki sebuah Entitas Anak (secara bersama-sama untuk selanjutnya disebut Grup ). Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan mempunyai kepemilikan saham secara langsung pada Entitas Anak sebagai berikut: Domisili dan Entitas Anak Jenis Usaha Tahun Operasi Komersial PT Patra Supplies and Services Jasa Katering Jakarta (PSS) dan Jasa 1976 Pemeliharaan Fasilitas Perkotaan Persentase Kepemilikan Efektif Dan Jumlah Aset Sebelum Eliminasi 31 Desember 31 Desember 2012 2011 50% 50% 71.973.167.256 80.305.834.334 Perusahaan memiliki PSS melalui penggabungan usaha dengan PT Gama Wahyu Abadi (Catatan 1e). 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia ( SAK ), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK ) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ( ISAK ) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 sebagaimana terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012, yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ( BAPEPAM-LK ). Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait di bawah ini, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2011 secara prospektif atau retrospektif. b. Penerapan PSAK dan ISAK Baru Penerapan Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Efektif 1 Januari 2012 Pada tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK ) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ( ISAK ) baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut. Penerapan standar dan interpretasi baru atau revisi, yang relevan dengan operasi Grup dan memberikan dampak pada laporan keuangan konsolidasian, adalah sebagai berikut: PSAK 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja Standar yang direvisi ini memperkenalkan alternatif metode baru untuk mengakui keuntungan/(kerugian) aktuarial, yaitu dengan mengakui seluruh keuntungan/(kerugian) melalui pendapatan komprehensif lainnya. Standar yang direvisi juga mensyaratkan tambahan pengungkapan baru. Pengungkapan yang disyaratkan tersebut telah diungkapkan dalam Catatan 27 yang telah disusun sesuai dengan standar. 9

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) b. Penerapan PSAK dan ISAK Baru (Lanjutan) Penerapan Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Efektif 1 Januari 2012 (Lanjutan) PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan Standar yang direvisi ini memperkenalkan pengungkapan baru terkait dengan instrumen keuangan. Standar ini tidak berdampak pada klasifikasi dan penilaian atas instrumen keuangan Grup. Grup telah menyertakan pengungkapan baru agar sesuai dengan persyaratan dari standar. Lain-lain Penerapan dari standar dan interpretasi baru/revisi berikut, tidak menimbulkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan efek material jumlah yang dilaporkan atas periode berjalan atau periode sebelumnya: PSAK 10 : Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing PSAK 13 : Properti Investasi PSAK 16 : Aset Tetap PSAK 26 : Biaya Pinjaman PSAK 30 : Sewa PSAK 46 : Pajak Penghasilan PSAK 50 : Instrumen Keuangan: Penyajian PSAK 55 : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran PSAK 56 : Laba per Saham ISAK 25 : Hak Atas Tanah ISAK 56: Laba per Saham Standar akuntansi dan interpretasi baru atau revisi, yang relevan terhadap kegiatan operasi Perusahaan dan Entitas Anak, yang telah dipublikasikan dan diwajibkan untuk tahun yang dimulai sejak atau setelah 1 Januari 2013 adalah sebagai berikut: Penyesuaian PSAK 60 : Instrumen Keuangan: Pengungkapan PSAK 38 : Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali Grup masih mengevaluasi dampak yang mungkin timbul atas penerbitan standar akuntansi keuangan tersebut Penerapan Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Efektif 1 Januari 2011 Grup menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) lainnya yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2011 sebagai berikut: (1) Penyajian laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak disusun sesuai dengan PSAK No. 1 (Revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan. PSAK No. 1 (Revisi 2009) mengatur penyajian laporan keuangan, yaitu antara lain, tujuan pelaporan, komponen laporan keuangan, penyajian secara wajar, materialitas dan agregasi, saling hapus, perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar dan liabilitas jangka pendek dan jangka panjang, informasi komparatif, konsistensi penyajian dan memperkenalkan pengungkapan baru, antara lain, sumber estimasi ketidakpastian 10

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) b. Penerapan PSAK dan ISAK Baru (Lanjutan) Penerapan Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Efektif 1 Januari 2011 (Lanjutan) dan pertimbangan, pengelolaan permodalan, pendapatan komprehensif lainnya, penyimpangan dari standar akuntansi keuangan, dan pernyataan kepatuhan. Standar ini memperkenalkan laporan laba rugi komprehensif yang menggabungkan semua pendapatan dan beban yang diakui dalam laporan laba rugi secara bersama-sama dengan pendapatan komprehensif lain. (2) PSAK No. 3 (Revisi 2010), Laporan Keuangan Interim dan ISAK No. 17, Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai, mengatur isi minimum dan prinsip-prinsip pengakuan dan pengukuran laporan keuangan interim. (3) PSAK No. 4 (Revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri, mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian Perusahaan, dan akuntansi untuk investasi pada Entitas Anak, pengendalian bersama entitas, dan perusahaan asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan. (4) PSAK No. 5 (Revisi 2009), Segmen Operasi, mensyaratkan informasi dilaporkan dalam setiap segmen operasi sesuai dengan informasi yang dilaporkan secara regular kepada pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya. (5) PSAK No. 7 (Revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi, mensyaratkan pengungkapan pihak-pihak berelasi, transaksi dan saldo, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan. (6) PSAK No. 22 (Revisi 2010), Kombinasi Bisnis, menjelaskan transaksi atau peristiwa lain yang memenuhi definisi kombinasi bisnis guna meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding informasi yang disampaikan entitas pelapor dalam laporan keuangannya tentang kombinasi bisnis dan dampaknya. Grup menerapkan secara prospektif PSAK ini untuk transaksi kombinasi bisnis yang terjadi pada atau setelah awal periode/tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. (7) PSAK No. 23 (Revisi 2010), Pendapatan, mengatur akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kegiatan tertentu. Pendapatan diakui ketika kemungkinan besar manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke ekuitas, mengakibatkan kenaikan ekuitas, dan manfaat ini dapat diukur secara andal. Jumlah yang ditagih untuk kepentingan pihak ketiga bukan merupakan manfaat ekonomi yang mengalir ke ekuitas dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas. (8) PSAK No. 48 (Revisi 2009), Penurunan Nilai Aset, mengatur tentang prosedur yang digunakan oleh entitas untuk meyakinkan bahwa nilai tercatat aset tidak melebihi nilai yang dapat dipulihkan. Suatu aset nilai tercatatnya melebihi nilai yang dapat dipulihkan apabila nilai tercatatnya melebihi nilai yang dapat dipulihkan melalui pemakaian dan penjualan aset tersebut. Jika ini yang terjadi, maka aset tersebut diturunkan nilainya dan pernyataan ini mengharuskan entitas untuk mengakui kerugian penurunan nilai aset. PSAK ini juga mengatur kapan entitas harus memulihkan kerugian penurunan nilai aset yang telah diakui dan pengungkapan yang diperlukan. (9) PSAK No. 57 (Revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi, mengatur pengakuan dan pengukuran provisi liabilitas kontinjensi dan aset kontinjensi serta untuk memastikan informasi memadai telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. 11

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) b. Penerapan PSAK dan ISAK Baru (Lanjutan) Penerapan Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Efektif 1 Januari 2011 (Lanjutan) Berikut ini adalah PSAK dan ISAK baru dan revisi yang relevan dan telah diterapkan untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2011, namun tidak berdampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup: (1) PSAK No. 8 (Revisi 2010), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan (2) PSAK No. 15 (Revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi (3) PSAK No. 19 (Revisi 2010), Aset Tak Berwujud (4) PSAK No. 25 (Revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan c. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah ( Rp ) yang juga merupakan mata uang fungsional Grup. d. Prinsip-prinsip Konsolidasi dan Kombinasi Bisnis Prinsip Konsolidasi Efektif 1 Januari 2011, Grup secara retrospektif menerapkan PSAK No. 4 (Revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri, kecuali untuk beberapa hal berikut yang diterapkan secara prospektif, yaitu: (i) kerugian anak perusahaan yang mengakibatkan akun kepentingan nonpengendali bersaldo defisit; (ii) kehilangan pengendalian atas anak perusahaan; (iii) perubahan dalam bagian kepemilikan anak perusahaan yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian; (iv) hak suara potensial dalam menentukan pengendalian yang ada; dan (v) konsolidasi anak perusahaan yang dibatasi dalam jangka waktu yang panjang. Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak. Seluruh saldo dan transaksi akun antar perusahaan yang signifikan (termasuk laba atau rugi yang belum direalisasi) telah dieliminasi. Entitas Anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian. 12

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) d. Prinsip-prinsip Konsolidasi dan Kombinasi Bisnis Prinsip Konsolidasi Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak, lebih dari setengah kekuasaan suara entitas kecuali, dalam keadaan yang jarang, dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian. Dalam kondisi tertentu, pengendalian juga ada ketika Grup memiliki setengah atau kurang kekuasaan suara suatu entitas. Rugi Entitas Anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada Kepentingan Non pengendali (KNP) (sebelumnya dikenal sebagai hak minoritas) bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit. Jika kehilangan pengendalian atas suatu Entitas Anak, maka Grup: (1) menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas Entitas Anak; (2) menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP; (3) menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada; (4) mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima; (5) mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya; (6) mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi; dan (7) mereklasifikasi bagian induk perusahaan atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lain ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba. KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari anak-anak perusahaan yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung oleh Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan. Kombinasi Bisnis Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada nilai wajar atau sebesar proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disajikan sebagai beban administrasi. 13

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) d. Prinsip-prinsip Konsolidasi dan Kombinasi Bisnis (Lanjutan) Kombinasi Bisnis (Lanjutan) Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi, dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi. Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pada tanggal akuisisi pihak pengakuisisi mengukur kembali nilai wajar kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam komponen laba rugi. Imbalan kontinjensi yang dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas, akan diakui dalam komponen laba rugi atau pendapatan komprehensif lain sesuai dengan PSAK No. 55 (Revisi 2006). Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan kontinjensi tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk KNP atas aset bersih teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika nilai agregat tersebut lebih kecil dari nilai wajar aset neto Entitas Anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam komponen laba rugi. Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas ( UPK ) dari Perusahaan dan/atau Entitas Anak yang diharapkan akan menerima manfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi dialokasikan ke UPK tersebut. Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan. e. Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Akuisisi entitas yang merupakan entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest) sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2004) Akuntansi Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali. Berdasarkan PSAK No. 38 tersebut, pengalihan aset, liabilitas, saham dan instrumen kepemilikan lainnya di antara entitas sepengendali pada dasarnya tidak menghasilkan laba atau rugi bagi grup atau bagi perusahaan individu yang berada di bawah grup, dan karenanya restrukturisasi tersebut tidak menimbulkan perubahan substansi ekonomi atas kepemilikan aset, liabilitas, saham dan instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan. Dengan metode penyatuan kepemilikan tersebut, pengalihan aset dan liabilitas dicatat sebesar nilai tercatatnya. Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku setiap transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dibukukan pada akun Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali (STRES) pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. 14

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) e. Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Saldo STRES dibukukan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai laba atau rugi yang direalisasi pada saat (1) hilangnya status substansi sepengendalian antara entitas yang pernah bertransaksi, (2) pelepasan aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang mendasari terjadinya selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali ke pihak lain yang tidak sepengendali. Sebaliknya, jika ada transaksi resiprokal antara entitas sepengendali yang sama maka saling hapus dilakukan antara saldo yang ada dengan yang baru, sehingga menimbulkan saldo baru atas akun ini. Berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2004), dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, unsur-unsur laporan keuangan dari perusahaan yang diakuisisi untuk periode terjadinya restrukturisasi tersebut dan untuk periode perbandingan yang disajikan, harus disajikan sedemikian rupa seolah-olah perusahaan tersebut telah bergabung sejak permulaan periode yang disajikan tersebut. f. Penjabaran Mata Uang Asing Pembukuan Grup diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun yang bersangkutan. Keuntungan atau kerugian selisih kurs atas aset dan liabilitas moneter merupakan selisih antara biaya perolehan diamortisasi dalam Rupiah pada awal tahun yang disesuaikan dengan bunga efektif dan pembayaran selama tahun berjalan, dengan biaya perolehan diamortisasi dalam mata uang asing yang dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs yang berlaku pada akhir tahun. Kurs mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia sebagai berikut: Dolar Amerika Serikat 9.670 9.068 g. Transaksi Pihak Berelasi Pihak berelasi adalah orang atau perusahaan yang terkait dengan Grup: 1. langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, jika suatu pihak: - mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Grup; - memiliki kepentingan dalam Grup yang memberikan pengaruh signifikan atas Grup; atau - memiliki pengendalian bersama atas Grup; 2. Perusahaan asosiasi; 3. perusahaan ventura bersama dimana Grup sebagai venturer; 4. pihak tersebut adalah anggota dari personil manajemen kunci Grup atau induk perusahaan; 15

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) g. Transaksi Pihak Berelasi (Lanjutan) 5. anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (1) atau (4); 6. entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, dipengaruhi secara signifikan oleh, atau dimana hak suara signifikan atas entitas tersebut, langsung maupun tidak langsung, dimiliki oleh individu seperti diuraikan dalam butir (4) atau (5); atau 7. suatu program imbalan pasca-kerja untuk imbalan kerja dari Grup, atau entitas lain yang terkait dengan Grup. Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu diatur oleh Bapepam-LK melalui Peraturan Nomor IX.E.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK nomor : Kep-521/BL/2008, tanggal 12 Desember 2008, yang menyatakan antara lain: a. Benturan kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis Perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, pemegang saham utama Perusahaan dalam suatu transaksi yang dapat merugikan Perusahaan karena adanya penetapan harga yang tidak wajar. b. Perusahaan yang melakukan transaksi afiliasi wajib melakukan keterbukaan informasi, kecuali: Penggunaan setiap fasilitas yang diberikan oleh Perusahaan atau Perusahaan Terkendali kepada komisaris, direktur, dan pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan yang langsung berhubungan dengan tanggung-jawab mereka terhadap Perusahaan tersebut dan sesuai dengan kebijakan Perusahaan, serta telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham; Transaksi antara Perusahaan baik dengan karyawan, direksi atau komisaris Perusahaan tersebut maupun dengan karyawan, direksi atau komisaris Perusahaan Terkendali, dan transaksi antara Perusahaan Terkendali baik dengan karyawan, direksi atau komisaris Perusahaan Terkendali tersebut maupun dengan karyawan, direksi atau komisaris Perusahaan dengan persyaratan yang sama, sepanjang hal tersebut telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham. Dalam transaksi tersebut termasuk pula manfaat yang diberikan oleh Perusahaan atau Perusahaan Terkendali kepada semua karyawan, direksi atau komisaris dengan persyaratan yang sama, menurut kebijakan yang ditetapkan Perusahaan; dan/atau Imbalan, termasuk gaji, iuran dana pensiun, dan/atau manfaat khusus yang diberikan kepada komisaris, direktur dan pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, jika jumlah secara keseluruhan dari imbalan tersebut diungkapkan dalam laporan keuangan berkala. Berdasarkan PSAK No. 07, semua transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan tingkat harga dan persyaratan normal, sebagaimana dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, maupun tidak, telah diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan untuk masing-masing akun. h. Penggunaan Estimasi Manajemen membuat estimasi dan asumsi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan atas aset, liabilitas, pendapatan, dan beban. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Revisi estimasi akuntansi diakui dalam periode yang sama pada saat terjadinya revisi estimasi atau pada periode masa depan yang terkena dampak. 16

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) i. Kas dan Setara Kas Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya. j. Instrumen Keuangan Efektif 1 Januari 2010, Grup menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pelaporan dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Dalam penerapan standar ini, Grup telah mengidentifikasi sejumlah penyesuaian transisi sesuai dengan Buletin Teknis No. 4 mengenai Ketentuan Transisi Penerapan Awal PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Selanjutnya, sehubungan dengan telah efektifnya PSAK No. 50 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian dan PSAK No. 55 (Revisi 2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, sejak 1 Januari 2012, Grup telah mengevaluasi dampak revisi PSAK-PSAK tersebut dan menyimpulkan bahwa dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak material. Sehubungan dengan diberlakukannya PSAK No. 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan, Grup telah menerapkan pengungkapan atas instrumen keuangan pada laporan keuangan konsolidasian. Grup mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan pada laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pembelian atau penjualan yang lazim atas instrumen keuangan diakui pada tanggal penyelesaian. Instrumen keuangan pada pengakuan awal diukur pada nilai wajarnya, yang merupakan nilai wajar kas yang diserahkan (dalam hal aset keuangan) atau yang diterima (dalam hal liabilitas keuangan). Nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima ditentukan dengan mengacu pada harga transaksi atau harga pasar yang berlaku. Jika harga pasar tidak dapat ditentukan dengan andal, maka nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima dihitung berdasarkan estimasi jumlah seluruh pembayaran atau penerimaan kas masa depan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga pasar yang berlaku untuk instrumen sejenis dengan jatuh tempo yang sama atau hampir sama. Pengukuran awal instrumen keuangan termasuk biaya transaksi, kecuali untuk instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Biaya transaksi adalah biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung pada perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan, dimana biaya tersebut adalah biaya yang tidak akan terjadi apabila entitas tidak memperoleh atau menerbitkan instrumen keuangan. Biaya transaksi tersebut diamortisasi sepanjang umur instrumen menggunakan metode suku bunga efektif. 17

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) j. Instrumen Keuangan (Lanjutan) Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan, menggunakan suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa depan selama perkiraan umur instrumen keuangan atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari instrumen keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Grup mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tanpa mempertimbangkan kerugian kredit di masa depan, namun termasuk seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penurunan nilai atau nilai yang tidak dapat ditagih. Pengklasifikasian instrumen keuangan dilakukan berdasarkan tujuan perolehan instrumen tersebut dan mempertimbangkan apakah instrumen tersebut memiliki kuotasi harga di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam kategori berikut: aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, aset keuangan tersedia untuk dijual, liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, dan liabilitas keuangan lain-lain; dan melakukan evaluasi kembali atas kategori-kategori tersebut pada setiap tanggal pelaporan, apabila diperlukan dan tidak melanggar ketentuan yang disyaratkan. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Grup hanya memiliki aset keuangan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang serta liabilitas keuangan dalam kategori liabilitas keuangan lain-lain. Oleh karena itu, kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tidak diungkapkan. Penentuan Nilai Wajar Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian adalah berdasarkan kuotasi harga pasar atau harga kuotasi penjual/dealer (bid price untuk posisi beli dan ask price untuk posisi jual), tanpa memperhitungkan biaya transaksi. Apabila bid price dan ask price yang terkini tidak tersedia, maka harga transaksi terakhir yang digunakan untuk mencerminkan bukti nilai wajar terkini, sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan dalam perekonomian sejak terjadinya transaksi. Untuk seluruh instrumen keuangan yang tidak terdaftar pada suatu pasar aktif, kecuali investasi pada instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga, maka nilai wajar ditentukan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian meliputi teknik nilai kini (net present value), perbandingan terhadap instrumen sejenis yang memiliki harga pasar yang dapat diobservasi, model harga opsi (options pricing models), dan model penilaian lainnya. 18

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) j. Instrumen Keuangan (Lanjutan) Setelah pengukuran awal Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan nilai wajar yang dihitung menggunakan teknik penilaian dimana variabelnya merupakan data yang diperoleh dari pasar yang dapat diobservasi, maka Grup mengakui selisih antara harga transaksi dengan nilai wajar tersebut (yakni setelah pengukuran awal) dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, kecuali jika selisih tersebut memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset yang lain. Dalam hal tidak terdapat data yang dapat diobservasi, maka selisih antara harga transaksi dan nilai yang ditentukan berdasarkan teknik penilaian hanya diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian apabila data tersebut menjadi dapat diobservasi atau pada saat instrumen tersebut dihentikan pengakuannya. Untuk masing-masing transaksi, Grup menerapkan metode pengakuan setelah pengukuran awal yang sesuai. Aset Keuangan Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut tidak dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, atau aset tersedia untuk dijual. Setelah pengukuran awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode bunga efektif, dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau diskonto yang timbul pada saat perolehan serta imbalan dan biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Kerugian yang timbul akibat penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, kategori ini meliputi kas dan setara kas, deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain dan piutang pihak berelasi. Liabilitas Keuangan Liabilitas Keuangan Lain-lain Kategori ini merupakan liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal tidak ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Grup untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan. 19

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) j. Instrumen Keuangan (Lanjutan) Liabilitas keuangan lain-lain pada pengakuan awal diukur pada nilai wajar dan sesudah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, dengan memperhitungkan dampak amortisasi (atau akresi) berdasarkan suku bunga efektif atas premi, diskonto, dan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, kategori ini meliputi utang bank (jangka pendek dan panjang), utang pembiayaan konsumen, utang usaha dan utang lain-lain. Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Penurunan Nilai Aset Keuangan Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, manajemen Grup menelaah apakah suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan telah mengalami penurunan nilai. (1) Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut signifikan atau tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut (yang merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset tersebut langsung dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun penyisihan dan jumlah kerugian yang terjadi diakui di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. 20

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) j. Instrumen Keuangan (Lanjutan) Penurunan Nilai Aset Keuangan (1) Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi (Lanjutan) Jika pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas penyisihan kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut. (2) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual Penelaahan penurunan nilai atas instrumen ekuitas dalam kelompok tersedia untuk dijual mencakup penurunan nilai wajar dibawah biaya perolehannya yang signifikan dan berkelanjutan. Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka kerugian penurunan nilai kumulatif yang dihitung dari selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai yang sebelumnya telah diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, dikeluarkan dari ekuitas dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Kerugian penurunan nilai tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Kenaikan nilai wajar setelah terjadinya penurunan nilai diakui di ekuitas. Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan (1) Aset Keuangan Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika: a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; b. Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau c. Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut. Ketika Grup telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari suatu aset keuangan atau telah menjadi pihak dalam suatu kesepakatan, dan secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan dan masih memiliki pengendalian atas aset tersebut, maka aset keuangan diakui sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur berdasarkan jumlah terendah antara nilai aset yang ditransfer dengan nilai maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali oleh Grup. 21

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) j. Instrumen Keuangan (Lanjutan) (1) Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan, atau telah kadaluarsa. Jika liabilitas keuangan tertentu digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama namun dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau terdapat modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang ada saat ini, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dianggap sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal. Pengakuan timbulnya liabilitas keuangan baru serta selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan awal dengan yang baru diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. k. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan (acquisition cost) dan nilai realisasi bersihnya. Biaya perolehan meliputi harga beli material dan biaya lainnya yang timbul sampai persediaan dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dipakai (present location and condition). Biaya perolehan barang jadi terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya langsung lainnya dan biaya overhead yang dinyatakan sebesar nilai yang terkait dengan produksi. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan biaya penjualannya. Biaya perolehan ditentukan menggunakan basis metode masuk pertama keluar pertama (first-in firstout), kecuali persediaan barang konsumsi di lokasi Kerinci yang menggunakan metode rata-rata, dikurangi dengan penyisihan dan penurunan nilai untuk persediaan usang dan bergerak lambat. Penyisihan untuk persediaan usang dan bergerak lambat ditentukan berdasarkan estimasi pemakaian masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang. Pemakaian masing-masing jenis persediaan dicatat sebagai beban pada periode digunakan. Penyisihan persediaan usang dan penyisihan kerugian penurunan nilai persediaan dibentuk untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih. l. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. m. Entitas Asosisasi Entitas asosiasi adalah suatu entitas, yang bukan merupakan entitas anak ataupun pengendalian bersama entitas, tetapi Grup memiliki pengaruh signifikan. Entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Bagian Grup atas laba atau rugi entitas asosiasi paska akuisisi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan bagian atas mutasi pendapatan komprehensif lainnya paska akuisisi diakui di dalam pendapatan komprehensif lainnya dan diikuti dengan penyesuaian pada jumlah tercatat investasi. Dividen yang akan diterima dari entitas asosiasi diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi. Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, termasuk piutang tanpa agunan, Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi. 22

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) m. Entitas Asosisasi (Lanjutan) Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah terjadi penurunan nilai pada investasi pada entitas asosiasi. Jika demikian, maka Grup menghitung besarnya penurunan nilai sebagai selisih antara jumlah yang terpulihkan dan nilai tercatat atas investasi pada entitas asosiasi dan mengakui selisih tersebut pada bagian atas laba/(rugi) bersih entitas asosiasi di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang ditransfer. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi disesuaikan jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh Grup. n. Aset Tetap Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan. Setelah pengukuran awal, aset tetap diukur dengan metode biaya. Penyusutan aset tetap Perusahaan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan umur manfaat aset tetap sebagai berikut: Umur Manfaat Tarif Penyusutan Bangunan dan prasarana 20 25 4% - 5% Taman dan infrastruktur 2 50% Peralatan kantor 2 5 25% - 50% Perabot kantor 4 5 20% - 25% Kendaraan 4 5 20% - 25% Barak sementara 7 14,3% Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya. 23

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) n. Aset Tetap (Lanjutan) Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun terjadinya penghentian pengakuan. Nilai residu, umur manfaat, dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya. o. Penurunan Nilai Aset Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji penurunan nilai aset perlu dilakukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang secara signifikan independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai Rugi penurunan nilai. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menghitung nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, transaksi pasar kini juga diperhitungkan, jika tersedia. Jika transaksi pasar kini tidak tersedia, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini harus didukung oleh metode penilaian tertentu (valuation multiples) atau indikator nilai wajar lain yang tersedia. Kerugian penurunan nilai, diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya. Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya dipulihkan hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pemulihan tersebut dibatasi sehingga nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. 24

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) p. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan manfaat ekonomis akan mengalir ke Grup dan pendapatan tersebut dapat diukur secara andal. Kriteria pengakuan tersebut harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui: Pendapatan diakui pada saat penyerahan jasa kepada pelanggan. Uang muka yang diterima dari pelanggan dan pendapatan diterima dimuka akan diakui sebagai pendapatan pada saat jasa diserahkan. Pendapatan sewa diakui sejalan dengan berlalunya waktu atau selama periode sewa atau penggunaan aset yang bersangkutan. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis). Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian secara akrual menggunakan metode suku bunga efektif. Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan, maka pendapatan bunga yang diperoleh setelah pengakuan penurunan nilai tersebut diakui berdasarkan suku bunga yang digunakan untuk mendiskontokan arus kas masa depan pada saat perhitungan penurunan nilai. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung terhadap perolehan atau penerbitan instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian diamortisasi sepanjang umur instrumen keuangan menggunakan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biaya transaksi terkait aset keuangan, dan sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi terkait liabilitas keuangan. q. Imbalan Paska Kerja Grup telah menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Imbalan Kerja, yaitu PSAK No. 24 (Revisi 2010). Perusahaan mencatat kewajiban imbalan paska kerja berdasarkan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK) yang berlaku efektif sejak 25 Maret 2003. Kewajiban ditentukan berdasarkan penilaian atas kewajiban imbalan paska kerja dengan menggunakan metode projected unit credit. Imbalan paska kerja untuk tahun berjalan dicerminkan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan laporan posisi keuangan konsolidasian. Kriteria pengakuan dan pengukuran kewajiban Grup terhadap karyawannya sebagaimana diuraikan diatas, mengacu kepada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 57 yang mengatur tentang pengakuan dan pengukuran kewajiban estimasi, kewajiban kontinjensi, dan aset kontinjensi. Grup akan memiliki kewajiban yang sama berupa pembayaran uang pesangon, uang penghargaan kerja dan uang pengganti hak terhadap karyawan tetap, apabila terjadi penghentian/pemutusan kerja terhadap karyawan tersebut dimasa yang akan datang. Perhitungan Aktuaria untuk beban dan kewajiban imbalan paska kerja Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dinyatakan berdasarkan Laporan Perhitungan Aktuaria atas Kewajiban Diestimasi Manfaat Pensiun Pegawai berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Aktuaris Independen. 25

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) r. Perpajakan Perusahaan menghitung pajak penghasilan berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 46, tentang Akuntansi Pajak Penghasilan. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang, sedangkan aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak masa mendatang dan saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi akan diakui apabila besar kemungkinan jumlah laba fiskal pada masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi dengan manfaat pajak masa mendatang dan saldo rugi fiskal masih dapat dipakai. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau, jika mengajukan keberatan atau banding, pada saat keputusan atas keberatan atau banding tersebut telah ditetapkan. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Penghasilan (beban) pajak penghasilan merupakan jumlah agregat (i) pajak kini (current tax) dan (ii) pajak tangguhan (deferred tax) yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Akun ini disajikan dengan merinci unsur-unsur beban pajak kini dan penghasilan (beban) pajak tangguhan. Semua perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan kewajiban di dalam laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak penghasilan tangguhan menggunakan metode liabilitas neraca. Namun, pajak penghasilan tangguhan tidak diperhitungkan jika timbul dari pengakuan awal aset atau kewajiban dari transaksi selain penggabungan perusahaan yang pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba atau rugi akuntansi atau pajak. Beban pajak kini merupakan perhitungan kewajiban pajak penghasilan badan Perusahaan pada satu tahun fiskal sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia, dengan memperhitungkan (a) penghasilan neto komersial, (b) penghasilan yang dikenakan PPh final dan yang tidak termasuk obyek pajak, (c) penyesuaian fiskal positif dan negatif, dan (d) pengurangan penghasilan neto. Aset dan kewajiban pajak tangguhan yang timbul dari hasil perhitungan pendapatan (beban) pajak tangguhan pada tanggal laporan posisi keuangan, disajikan tersendiri sebagai aset atau kewajiban tidak lancar (non current) dan jumlahnya di-offset dan disajikan secara neto. s. Segmen Usaha Segmen usaha Perusahaan disusun berdasarkan pendekatan produk atau jasa yang dihasilkan, dan memiliki risiko dan imbalan yang berbeda untuk segmen produk jasa yang dihasilkan, misalnya segmen usaha jasa katering, jasa pemeliharaan fasilitas perkotaan, villa dan lain-lain. 26

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) t. Laba (Rugi) per Saham Dasar Sesuai dengan PSAK No.56, Laba per Saham, laba (rugi) per saham dasar dihitung berdasarkan ratarata tertimbang jumlah saham yang beredar dan disetor penuh pada tahun yang bersangkutan. u. Provisi Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 57 (Revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi. PSAK revisi ini diterapkan secara prospektif dan menetapkan pengakuan dan pengukuran liabilitas diestimasi, liabilitas kontinjensi dan aset kontinjensi serta memastikan informasi memadai telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan untuk memungkinkan para pengguna memahami sifat, waktu dan jumlah yang terkait dengan informasi tersebut. Tidak terdapat dampak signifikan atas penerapan standar akuntansi yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian. Provisi diakui jika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dibuat. Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, provisi dibatalkan. 3. KAS DAN SETARA KAS Akun ini merupakan saldo kas dan setara kas yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak dengan rincian sebagai berikut: Kas Rupiah 60.209.402 131.566.927 Dolar Amerika Serikat (2012: $AS 791,84) 7.657.093 - Jumlah Kas 67.866.495 131.566.927 Bank Rupiah PT Bank Internasional Indonesia Tbk. 861.447.113 807.058.939 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 675.762.472 204.914.153 PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk. 454.219.356 210.482.255 PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 367.555.156 116.411.285 Citibank NA 121.803.549 27.534.090 PT Bank Central Asia Tbk. 11.083.089 57.486.578 PT Bank BPD Sumsel 14.878.380 14.948.666 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 8.342.208 44.239.620 PT Bank Panin Tbk. 7.589.325 1.411.243 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 895.863 99.334 The Hongkong and Shanghai Banking Corporation - 24.737.300 PT Bank Bukopin Tbk. - 13.389.010 2.523.576.511 1.522.712.473 27

3. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan) Bank - Dolar Amerika Serikat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2012: $AS 94.853,24 dan 2011: $AS 397.130,47) 917.230.830 3.601.179.102 PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (2012: $AS 159.194,44 dan 2011: $AS 134.932,81) 1.539.410.235 1.223.570.721 Citibank N.A. (2012: $AS 31.375,55 dan 2011: $AS 16.450,54) 303.401.569 149.173.497 PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (2012: $AS 1.019,43 dan 2011: $AS 62.490,53) 9.857.888 566.664.126 PT Bank Central Asia Tbk. (2012: $AS 930,75 dan 2011: $AS 17.704,43) 9.000.373 160.516.567 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2012: $AS 468,85 dan 2011: $AS 11.944,76) 4.533.780 108.315.084 PT Bank Bukopin Tbk (2011: $AS 2.782,95) - 25.235.791 2.783.434.675 5.834.654.888 Deposito berjangka PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 2.000.000.000 - Jumlah 7.374.877.681 7.488.934.288 Deposito berjangka pada PT Bank Danamon Indonesia memiliki tingkat bunga 0,05% per bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Januari 2013. 4. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA Akun ini terdiri dari: Petrochina International Bermuda. Ltd. 10.719.300.305 9.254.651.139 PT Leighton Contractors Indonesia 4.162.730.238 3.278.297.475 PT Pertamina Hulu Energi 3.629.184.584 3.961.410.853 PT Barisan Tropical Mining 3.359.058.666 3.174.373.324 PT Kawasan Industri Kampar 3.465.403.828 - PT PUNJ Lloyd Indonesia 1.939.089.417 2.406.586.142 Oorja Group 1.823.352.834 611.764.979 PT Bina Insan Sukses Mandiri 1.818.071.605 1.034.171.490 PT Astina Putera Perkasa 1.263.911.277 1.188.844.236 PT Bangun Dwipantara Indah 962.821.583 50.469.838 PT Transportasi Gas Indonesia 944.449.102 858.057.047 Teras Offshore Pte. Ltd. 789.154.359 - PT Riau Andalan Pulp and Paper 787.561.397 1.621.903.337 28

4. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (Lanjutan) PT Sudjaca Palembang 518.390.580 - Salamander Energy Pte. Ltd. 485.719.739 857.964.071 CV Salawati 409.560.000 - PT Riau Andalan Kertas 182.937.885 317.996.811 PT Bumi Lago Indah 138.241.297 - PT Indokarya Bangun Persada 124.284.556 - PT PEC - Tech Services 100.746.427 1.208.694.284 PT Riau Prima Energy 90.315.333 138.763.964 PT JGC Corporation DS-LNG PJ - 1.220.115.247 PT Holcim Indonesia - 872.460.400 PT Weltekindo Nusantara - 389.297.351 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. - 374.930.000 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 100 juta) 1.004.757.889 2.294.379.085 Jumlah 38.719.042.901 35.115.131.073 Dikurangi penyisihan penurunan nilai piutang (7.106.850.758) (3.780.545.533) Jumlah - Bersih 31.612.192.143 31.334.585.540 Rincian piutang usaha sesuai dengan jenis valuta yang digunakan adalah sebagai berikut: Rupiah 7.625.438.331 24.544.191.685 Dolar AS (2012: $AS 3.215.471 dan 2011: $AS 1.165.741) 31.093.604.570 10.570.939.388 Jumlah 38.719.042.901 35.115.131.073 Rincian umur piutang usaha dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut: Belum jatuh tempo - 12.773.979.504 1 hari sampai 30 hari 20.796.741.301 15.546.367.647 31 hari sampai 60 hari 4.952.384.160 1.614.896.408 61 hari sampai 90 hari 4.744.140.859 82.600.384 91 hari sampai 120 hari 138.950.716 138.486.848 Lebih dari 120 hari 8.086.825.865 4.958.800.282 Jumlah piutang usaha 38.719.042.901 35.115.131.073 Dikurangi penyisihan penurunan nilai (7.106.850.758) (3.780.545.533) Jumlah 31.612.192.143 31.334.585.540 29

4. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (Lanjutan) Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut: Saldo awal tahun 3.780.545.533 5.016.827.533 Perubahan selama tahun berjalan Penambahan penyisihan (Catatan 25) 3.326.305.225 57.665.000 Penghapusan piutang - (1.102.599.000) Pemulihan atas penyisihan penurunan nilai karena selisih kurs - (191.348.000) Jumlah 7.106.850.758 3.780.545.533 Grup melakukan pembentukan penyisihan penurunan nilai berdasarkan pengalaman gagal bayar debitur dimasa yang lalu dan indikasi penurunan nilai lainnya yang dapat mengakibatkan gagal bayar debitur dimasa yang akan datang. Faktor-faktor yang dinilai antara lain kesulitan keuangan yang signifikan dari debitur, kemungkinan debitor mengalami pailit atau melakukan reorganisasi keuangan dan wanprestasi serta tunggakan pembayaran. Penyisihan atas penurunan nilai dibuat berdasarkan jumlah yang kemungkinan tidak dapat terpulihkan. Pada tanggal 31 Desember 2012, piutang usaha yang telah jatuh tempo lebih dari 120 hari sebesar Rp 8.086.825.865 (2011: Rp 4.958.800.282) mengalami penurunan nilai dan telah disisihkan sebesar Rp 7.106.850.758 (2011: Rp 3.780.545.533). Piutang usaha yang diturunkan nilainya terutama terkait dengan pelanggan yang secara tidak terduga mengalami situasi ekonomi yang sulit. Sebagian piutang ini diharapkan dapat dipulihkan. Piutang usaha lainnya pada tanggal 31 Desember 2012 tidak memiliki sejarah gagal bayar dan tidak memiliki indikasi penurunan nilai. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya piutang di kemudian hari. Termasuk dalam piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2012 adalah saldo piutang sekitar Rp 5 milyar kepada PT Kawasan Industri Kampar (KIK) dan sub-kontraktor sehubungan dengan jasa pemeliharaan fasilitas perkotaan (town-site facilities) yang diberikan oleh Entitas Anak kepada KIK (Catatan 32a). Pada tanggal 23 Nopember 2012, Entitas Anak dan KIK menandatangani nota Pernyataan dan Penegasan Kembali yang menyatakan, antara lain, kedua pihak akan melakukan rekonsiliasi pertanggungjawaban pemakaian anggaran operasional town-site tahun 2004 sampai 2012 yang disepakati akan diselesaikan sebelum akhir bulan Januari 2013. Pembayaran kewajiban KIK kepada Entitas Anak periode Oktober sampai Desember 2012 akan dilakukan setelah diselesaikannya rekonsiliasi tersebut. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, rekonsiliasi pertanggungjawaban pemakaian anggaran operasional tahun 2004 sampai 2012 belum disepakati secara tertulis oleh kedua pihak (Catatan 32a). Piutang usaha Entitas Anak dijadikan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Catatan 11 dan 17). 30

5. PIUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA Rincian piutang lain-lain adalah sebagai berikut: Piutang karyawan 123.409.050 59.836.026 Lain-lain - 82.705.204 Jumlah - bersih 123.409.050 142.541.230 6. PERSEDIAAN Rincian persediaan adalah sebagai berikut: Barang konsumsi 3.794.091.661 5.326.348.490 Bukan barang konsumsi 689.918.475 312.231.599 Jumlah persediaan 4.484.010.136 5.638.580.089 Dikurangi penyisihan penurunan nilai persediaan (127.406.221) (127.406.221) Jumlah - bersih 4.356.603.915 5.511.173.868 Mutasi penyisihan persediaan usang dan tidak lancar adalah sebagai berikut: Saldo awal tahun 127.406.221 127.406.221 Perubahan selama tahun berjalan Penambahan penyisihan - - Jumlah 127.406.221 127.406.221 Grup melakukan pembentukan cadangan penurunan nilai atas persediaan usang (obsolete) dan tidak lancar (slow moving). Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat persediaan usang dan tidak lancar. Persediaan Entitas Anak diasuransikan terhadap setiap risiko kebakaran atau pencurian dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 500.000.000 dan Rp 525.000.000, masing-masing pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. Persediaan milik Perusahaan tidak diasuransikan terhadap setiap risiko kerugian yang mungkin timbul. Manajemen Entitas Anak berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan. Persediaan Entitas Anak dijadikan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Catatan 11 dan 17). 31

7. BIAYA DIBAYAR DI MUKA Rincian biaya dibayar di muka adalah sebagai berikut: Asuransi 109.431.991 95.837.870 Sewa 54.797.980 372.827.433 Lain-lain - 15.853.473 Jumlah 164.229.971 484.518.776 8. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI Berdasarkan akta No. 18 tanggal 22 Nopember 2012 dari Yurisa Martanti, S.H., MH, notaris di Jakarta, mengenai Keputusan para Pemegang Saham PT Papua Supplies and Services (Papua SS), Entitas Anak melakukan investasi dalam bentuk saham pada Papua SS sebanyak 825 saham atau 30% kepemilikan, yaitu sebesar Rp 825.000.000. Bidang Usaha Persentase Kepemilikan Saldo Pada Awal Tahun Bagian atas Hasil Bersih Entitas Asosiasi Saldo Pada Akhir Tahun Nama Entitas Asosiasi Penambahan PT Papua Supplies and Services Jasa katering 30% - 825.000.000 (159.830.500) 665.169.500 Bagian Grup atas aset, liabilitas dan hasil usaha dari entitas asosiasi adalah sebagai berikut: Jumlah aset 3.430.249.995 - Jumlah liabilitas 1.213.018.327 - Pendapatan bersih 1.481.504.000 - Laba tahun berjalan (532.768.332) - 9. ASET TETAP Akun ini terdiri dari: 1 Januari 2012 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2012 Nilai tercatat Bangunan dan prasarana 11.139.362.912 - - 11.139.362.912 Taman dan infrastruktur 7.866.100 - - 7.866.100 Peralatan kantor 1.582.739.534 47.150.000-1.629.889.534 Perabot kantor 8.786.796.261 97.947.150 244.037.701 8.640.705.710 Kendaraan 5.004.937.301 515.750.000 411.520.714 5.109.166.587 Barak sementara 23.965.772.107 - - 23.965.772.107 Jumlah 50.487.474.215 660.847.150 655.558.415 50.492.762.950 32

9. ASET TETAP (Lanjutan) 1 Januari 2012 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2012 Akumulasi penyusutan Bangunan dan prasarana 2.993.471.774 422.996.875-3.416.468.649 Taman dan infrastruktur 7.866.100 - - 7.866.100 Peralatan kantor 1.395.207.200 140.535.199-1.535.742.399 Perabot kantor 6.612.848.606 804.502.297 155.615.525 7.261.735.378 Kendaraan 2.893.852.315 696.156.921 411.520.714 3.178.488.522 Barak sementara 3.708.988.543 3.423.681.731-7.132.670.274 Jumlah 17.612.234.538 5.487.873.023 567.136.239 22.532.971.322 Nilai Tercatat 32.875.239.677 27.959.791.628 1 Januari 2011 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2011 Nilai tercatat Bangunan dan prasarana 11.595.499.788-456.136.875 11.139.362.913 Taman dan infrastruktur 7.866.100 - - 7.866.100 Peralatan kantor 1.499.585.724 83.153.810-1.582.739.534 Perabot kantor 7.650.504.335 1.399.792.540 263.500.615 8.786.796.260 Kendaraan 3.607.573.101 1.565.954.200 168.590.000 5.004.937.301 Barak sementara 23.965.772.107 - - 23.965.772.107 Jumlah 48.326.801.155 3.048.900.550 888.227.490 50.487.474.215 Akumulasi penyusutan Bangunan dan prasarana 2.598.676.128 434.918.348 40.122.699 2.993.471.777 Taman dan infrastruktur 7.866.100 - - 7.866.100 Peralatan kantor 1.303.608.072 91.599.128-1.395.207.200 Perabot kantor 6.032.905.813 843.037.908 263.095.115 6.612.848.606 Kendaraan 2.389.877.968 606.903.513 102.929.167 2.893.852.314 Barak sementara 285.306.811 3.423.681.730-3.708.988.541 Jumlah 12.618.240.892 5.400.140.627 406.146.981 17.612.234.538 Nilai Tercatat 35.708.560.263 32.875.239.677 Pengurangan aset tetap merupakan penjualan aset tetap dengan rincian sebagai berikut: Harga jual 330.502.545 975.667.771 Nilai Tercatat 88.422.176 482.080.542 Laba penjualan aset tetap (Catatan 26) 242.080.369 493.587.229 Beban penyusutan untuk untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: Beban pokok pendapatan 4.633.811.879 4.563.822.792 Beban usaha 854.061.144 836.317.835 Jumlah 5.487.873.023 5.400.140.627 33

9. ASET TETAP (Lanjutan) Nilai wajar bangunan dan prasarana yang dimiliki oleh Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2012 sesuai dengan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) adalah sebesar Rp 2.791.834.000. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai wajar aset tetap diluar bangunan dan prasarana dengan nilai tercatatnya. Barak sementara adalah bangunan barak hunian sementara pada proyek Tambang Batubara Wahana milik PT Wahana Baratama Mining di Kalimantan Selatan yang dibangun oleh Entitas Anak sehubungan dengan penunjukan Entitas Anak sebagai Sub-kontraktor PT Leighton Contractors Indonesia atas jasa pengelolaan dan pemeliharaan, termasuk jasa katering (Catatan 32b). Aset tetap berupa bangunan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas utang bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Catatan 11 dan 17). Aset tetap tertentu diasuransikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 43.639.879.000 dan Rp 68.146.950.000 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. Menurut pendapat manajemen, polis tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian akibat pencurian, kerusakan dan lainnya. Manajemen tidak melihat indikasi terjadinya suatu peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan menurunnya nilai aset Perusahaan dan Entitas Anak, sehingga Perusahaan dan Entitas Anak tidak melakukan penyisihan penurunan nilai untuk aset tetap pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. 10. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Akun ini terdiri dari: Deposito marjin Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 135.092.457 - Dolar Amerika Serikat PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (2012: $AS 76.121 dan 2011: $AS 257.654) 736.091.521 2.336.411.731 Deposito berjangka PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 251.762.028 228.059.005 PT Bank Internasional Indonesia Tbk. - 269.983.826 Jaminan Sewa kantor 52.218.000 57.967.200 Lain-lain 86.015.500 47.070.000 Hak sewa tanah - dikurangi nilai amortisasi sebesar Rp 8.311.103 dan Rp 5.377.774 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 57.688.897 60.622.226 Jumlah 1.318.868.403 3.000.113.988 Deposito marjin timbul sehubungan dengan jaminan sebesar 30% atas setiap pinjaman Entitas Anak yang berasal dari fasilitas Open Account Financing (OAF) dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Catatan 11 dan 17). 34

10. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (Lanjutan) Pada tanggal 2 Pebruari 2011 dan 25 Juni 2011, Entitas Anak menempatkan deposito berjangka sebesar Rp 36.000.000 dan Rp 142.000.000 pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) sebagai jaminan untuk penerbitan fasilitas bank garansi (back to back) sebesar Rp 178.000.000 yang berlaku sejak tanggal 1 Juli 2011 hingga 31 Juli 2012 bagi pengadaan jasa kepada konsumen Salamander Energy (North Sumatra) Pte. Ltd. Deposito berjangka telah diperpanjang sampai 30 April 2013. Pada tanggal 1 Februari 2010, Entitas Anak menempatkan deposito berjangka pada PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (BII) sebesar Rp 243.000.000 sebagai jaminan untuk penerbitan fasilitas bank garansi (back to back) sebesar jumlah yang sama yang berlaku sejak tanggal 1 Pebruari 2010 hingga 3 Maret 2012. Deposito berjangka ini telah dicairkan dalam tahun 2012. Pada tanggal 16 Februari 2010, Perusahaan mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan I Nengah Nadra untuk hak sewa tanah seluas 28 m2 di Jalan Hotel Puri Ratih Kerobokan, Kuta, Bali sebagai lahan parkir selama 22 tahun 6 bulan dengan biaya Rp 66.000.000. 11. UTANG BANK JANGKA PENDEK Utang jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 merupakan saldo utang jangka pendek Entitas Anak kepada PT Bank Danamon Indonesia Tbk. masing-masing sebesar $AS 251.300 dan $AS 857.722. Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit (Term Loan Line Facility) No. B002/COM 11/0910 tanggal 1 September 2010 yang dikukuhkan dengan akta No. 18 tanggal 15 September 2010 dari Rr. Y. Tutiek Setia Murni S.H., MH, Notaris di Jakarta, Entitas Anak memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Bank) yang digunakan untuk modal kerja Entitas Anak. Jangka waktu : Sejak 15 September 2010 sampai dengan 15 September 2011, yang telah diperpanjang hingga 15 September 2013. Jenis fasilitas Jumlah fasilitas kredit Penarikan fasilitas Perpanjangan fasilitas Bunga : Open Account Financing (OAF) - revolving, yaitu dapat dilakukan penarikan dan/atau pembayaran kembali atas fasilitas kredit dari waktu ke waktu selama jangka waktu perjanjian. : Rp 8.000.000.000 (delapan miliar Rupiah) : Fasilitas dapat dicairkan dalam mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat dengan maksimal pencairan setara dengan Rp 8.000.000.000 (delapan miliar Rupiah). Penarikan fasilitas dapat dilakukan berjangka dengan ketentuan fasilitas kredit hanya dapat ditarik dalam masa penarikan. Apabila fasilitas kredit ini tidak dipergunakan selama 1 (satu) tahun, maka sisa outstanding fasilitas kredit yang belum ditarik secara otomatis berakhir/hangus. : Berdasarkan perjanjian antara Entitas Anak dan Bank No. PPWKP/289/0912 tertanggal 14 September 2012, Entitas Anak memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman hingga tanggal 15 September 2013. : 11,75% per tahun untuk mata uang Rupiah selama tahun 2012 dan 2011; atau 6,5% dan 6,25% per tahun untuk mata uang Dolar Amerika Serikat masingmasing selama tahun 2012 dan 2011. Tingkat suku bunga akan ditelaah oleh Bank setiap saat sesuai dengan kondisi pasar. 35

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) Jaminan : - 1 (satu) bidang hak atas tanah dan bangunan dengan Hak Guna Bangunan No. 638/Kelurahan Damai di Jalan Jenderal Sudirman No. 645, Propinsi Kalimantan Timur, Kotamadya Balikpapan, Kecamatan Balikpapan Timur, Kelurahan Damai dengan hak tanggungan Rp 4.139.000.000; - Piutang dan persediaan dengan total nilai penjaminan Rp 16.000.000.000; - Deposito berjangka/deposito marjin/marjin kas usaha dalam mata uang yang sama (ARO P+1) dengan deposito marjin sebesar 30% dari setiap pembukuan OAF; - Jaminan pribadi dari Putu Agung Prianta, Direktur Entitas Anak. Atas fasilitas pinjaman tersebut, Entitas Anak tanpa persetujuan dari Bank dilarang untuk menjual dan menyewakan aset di luar kegiatan usaha normal, menjaminkan aset dan mengadakan perjanjian yang menimbulkan perubahan kegiatan usaha, struktur perusahaan, susunan pemegang saham dan nilai nominal saham, serta mengumumkan dan membayarkan dividen, mengadakan penggabungan usaha (merger), konsolidasi (peleburan) atau pengambilalihan (akuisisi) dan membayar utang subordinasi. 12. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA Utang usaha terdiri dari: PT Duta Mandiri Abadi 2.346.644.550 - CV IC Logistics 1.032.387.390 1.630.524.180 PT Sumber Pangan Sejahtera 959.302.790 1.313.867.299 CV Bina Karya 820.574.788 870.538.605 UD Listy 752.535.056 586.560.700 PT Dexalindo 567.831.450 892.711.154 LA Aizi 551.795.000 955.878.000 CV Kencana Makmur Lestari 529.148.396 420.826.594 LA Dabu 523.343.000 426.360.500 PT Gunung Mas Abadi 487.600.823 632.895.939 CV Tirta Mas 475.041.822 153.545.410 UD Jaya Sardi 395.737.000 - CV Mahkota Terusan 365.441.582 214.045.433 CV Rizki Sarana Putra 364.000.000 - CV Putra Sipel Kelana 342.354.985 296.181.886 Toko Jaya Abadi 326.964.000 278.170.691 CV Vila Mas Utama 316.399.417 - CV Pulau Baru 270.779.571 - Cahaya Bone 270.118.000 - Toko 47 242.657.500 374.878.800 UD Aneka Bina Jaya 240.776.861 244.649.440 PT Andalan Jaya 236.965.021 100.423.160 Jaya Laksana 187.046.410 - Rizki Sarana Utama 183.900.000-36

12. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA (Lanjutan) PT Kawasan Industri Kampar 183.131.747 - CV Multi Guna Sarana 169.334.550 119.011.200 CV Sabilla 166.610.765 - Kelompok Tani 163.104.401 - Bel Food 160.797.434 - PT Nilo Eng 150.450.000 - CV Surya Yuda Perkasa 148.499.482 - PD Umar 141.894.150 - Balina Agung 140.585.765 - CV Eka Lancar 126.610.000 137.750.000 Tresna Trading 108.407.750 - CV Pelalawan Mitra Usaha 113.378.046 - Berkah Agro 102.600.000 - CV Sinar Era Maju 101.949.975 - PT Bumi Maestroayu - 2.117.231.175 CV Tri Mina - 202.847.100 UD Buah Segar - 139.491.050 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 100 juta) 2.043.683.100 8.764.672.032 Jumlah 16.810.382.577 20.873.060.348 Rincian umur utang usaha dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut: Sampai dengan 30 hari 4.734.380.589 6.502.292.013 31 hari sampai 60 hari 3.544.904.404 6.068.775.014 61 hari sampai 90 hari 4.292.088.148 4.792.527.554 Lebih dari 90 hari 4.239.009.436 3.509.465.767 Jumlah 16.810.382.577 20.873.060.348 Atas utang usaha ini, Perusahaan dan Entitas Anak tidak dikenakan bunga dan tidak ada aset yang dijadikan jaminan. Rincian utang usaha sesuai dengan jenis valuta adalah sebagai berikut: Rupiah 16.663.430.681 20.617.043.504 Dolar AS (2012: $AS 15.197 dan 2011: $AS 28.233) 146.951.896 256.016.844 Jumlah 16.810.382.577 20.873.060.348 37

13. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR Akun ini terdiri dari: Tunjangan bonus dan cuti 1.860.561.426 821.537.230 Bunga 951.761.484 1.654.010.295 Jasa profesional 227.564.780 143.250.000 Jamsostek 89.540.151 126.479.155 Lain-lain 826.132.746 1.482.012.961 Jumlah 3.955.560.587 4.227.289.641 14. PROVISI Akun ini terdiri dari: Pesangon pemutusan kontrak kerja 2.245.202.143 - Estimasi kewajiban proyek KIK (Catatan 32a) 407.372.941 - Jumlah 2.652.575.084 - Entitas Anak menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Kawasan Industri Kampar (KIK), konsumen, dimana KIK menunjuk Entitas Anak untuk melakukan jasa pemeliharaan fasilitas perkotaan (town-site facilities). Sesuai dengan Nota Kesepahaman tersebut, Entitas Anak berhak atas 50% dari selisih lebih antara anggaran operasional tahunan dengan realisasinya dikurangi jasa manajemen sebesar 10% dari Pendapatan Anggaran KIK ( Selisih Lebih Anggaran ) (Catatan 32a). Nota Kesepahaman tersebut berlaku hingga tanggal 31 Desember 2005 dan pada tanggal 23 Nopember 2012, Entitas Anak dan KIK menandatangani nota Pernyataan dan Penegasan Kembali yang menyatakan bahwa kedua pihak menyatakan dan menegaskan kembali keberlakuan Nota Kesepahaman tersebut hingga tanggal 31 Desember 2012. Nota tersebut juga menyatakan bahwa kedua pihak akan melakukan rekonsiliasi pertanggungjawaban pemakaian anggaran operasional tahun 2004 sampai 2012 yang disepakati akan diselesaikan sebelum akhir bulan Januari 2013. Pembayaran kewajiban KIK kepada Entitas Anak periode Oktober 2012 sampai Desember 2012 akan dilakukan setelah diselesaikannya rekonsiliasi tersebut. Berdasarkan surat Entitas Anak tanggal 28 Nopember 2012, Entitas Anak menyatakan menghentikan pemberian jasa fasilitas perkotaan efektif sejak tanggal 31 Desember 2012. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, rekonsiliasi pertanggungjawaban pemakaian anggaran operasional tahun 2004 sampai 2012 belum disepakati oleh kedua pihak, namun berdasarkan perhitungan sementara Entitas Anak, Selisih Lebih Anggaran yang harus dibayar oleh Entitas Anak kepada KIK berjumlah Rp 407.372.941. Butir anggaran yang belum disepakati adalah pembayaran pesangon kepada karyawan Entitas Anak yang dipekerjakan di KIK. KIK berpendapat bahwa pembayaran pesangon karyawan Entitas Anak merupakan tanggung jawab Entitas Anak dan biaya pesangon tersebut harus diambil dari dana anggaran operasional town-site yang dikelola Entitas Anak. Dipihak lain, Entitas Anak berpendapat bahwa butir 10.3 Nota Kesepahaman menyatakan secara jelas bahwa biaya pesangon merupakan kewajiban hukum KIK yang harus dibayarkan kepada karyawan melalui Entitas Anak. Butir 10.3 Nota Kesepahaman tersebut menyatakan bahwa semua klaim yang terkait dengan tenaga kerja (termasuk namun tidak terbatas pada jaminan sosial, pesangon dan tunjangan lainnya) yang dibayar oleh Entitas Anak akan ditanggung oleh KIK. Jika jumlah pesangon tersebut dimasukkan kedalam anggaran operasional townsite, maka Entitas Anak harus membukukan tambahan biaya pesangon sebesar Rp 2.245.202.143 (Catatan 25). 38

14. PROVISI (Lanjutan) Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, Entitas Anak dan KIK belum mencapai kesepakatan secara tertulis atas masalah diatas. Namun demikian, berdasarkan evaluasi manajemen atas kemungkinan penyelesaian akhir yang akan dicapai oleh kedua pihak, manajemen Entitas Anak memutuskan untuk mengakui beban yang mungkin akan dibayar oleh Entitas Anak atas Selisih Lebih Anggaran dan beban pesangon pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun 2012 (Catatan 25) dan membukukan provisi sebesar Rp 2.652.575.084 pada laporan posisi keuangan konsolidasian Entitas Anak. 15. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA Akun ini merupakan nilai pendapatan diterima di muka Perusahaan atas penyewaan Villa No. 10 dengan rincian sebagai berikut : Nilai yang belum jatuh tempo 1.127.883.718 1.185.233.738 Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun 57.350.020 57.350.020 Jumlah 1.070.533.698 1.127.883.718 Berdasarkan akta Notaris Evi Susanti Panjaitan, S.H., No. 65 tanggal 29 Juli 2010, Perusahaan menyewakan Villa No. 10, Villas Bali Island, Jalan Raya Petitenget No. 469, Kerobokan, Kuta, Bali kepada Graham James Bristow, direktur Perusahaan, sebesar Rp 1.266.479.600 untuk jangka waktu 22 tahun 1 bulan terhitung sejak tanggal 21 Juli 2010 sampai dengan tanggal 21 Agustus 2032. 16. UANG MUKA PELANGGAN Akun ini terdiri dari: Jaminan penghuni vila 129.433.020 552.869.643 Lain-lain 130.371.240 138.875.380 Jumlah 259.804.260 691.745.023 17. UTANG BANK JANGKA PANJANG Akun ini merupakan pinjaman jangka panjang Entitas Anak dengan rincian sebagai berikut: PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 8.832.144.557 12.010.100.942 PT Bank Panin Tbk. 372.982.252 198.266.314 Jumlah 9.205.126.809 12.208.367.256 Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun (4.226.505.689) (3.781.850.864) Bagian yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun 4.978.621.120 8.426.516.392 39

17. UTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan) Pinjaman PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Saldo pinjaman Entitas Anak kepada PT Bank Danamon Indonesia Tbk. pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp 8.832.144.557 terdiri dari $AS 885.660 dan Rp 267.815.838, sedangkan saldo pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp 12.010.100.942 terdiri dari $AS 1.280.561 dan Rp 397.971.708. Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit (Term Loan Line Facility) No. B002/COM 11/0910 tanggal 1 September 2010 yang dikukuhkan dengan akta No. 18 tanggal 15 September 2010 dari Rr. Y. Tutiek Setia Murni S.H., MH., Notaris di Jakarta, Entitas Anak memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Bank) yang digunakan untuk investasi Entitas Anak. a. Kredit Angsuran Berjangka 1 Jangka waktu Jenis fasilitas : 53 bulan (15 September 2010-15 Februari 2015), termasuk 5 bulan grace period. : Non revolving, yaitu tidak dapat dilakukan penarikan kembali atas pembayaran fasilitas kredit yang telah dibayar dari waktu ke waktu selama jangka waktu perjanjian. Jumlah fasilitas kredit Penarikan fasilitas : Rp 15.000.000.000 (lima belas miliar Rupiah) : Fasilitas dapat dicairkan dalam mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat dengan maksimal pencairan setara dengan Rp. 15.000.000.000 (lima belas miliar Rupiah) atau $AS 1.578.947. Bunga : 11,75 % per tahun untuk mata uang Rupiah selama tahun 2012 dan 2011; atau 6,25% untuk mata uang Dolar Amerika Serikat selama tahun 2012 dan 2011. Tingkat suku bunga akan ditelaah oleh Bank setiap saat sesuai dengan kondisi pasar. b. Kredit Angsuran Berjangka 2 Jangka waktu : 48 bulan (15 September 2010 15 September 2014) Jenis fasilitas Jumlah fasilitas kredit Penarikan fasilitas : Non revolving, yaitu tidak dapat dilakukan penarikan kembali atas pembayaran fasilitas kredit yang telah dibayar dari waktu ke waktu selama jangka waktu perjanjian. : Rp 3.000.000.000 (tiga miliar Rupiah) : Fasilitas dapat dicairkan dalam mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat dengan maksimal pencairan setara dengan Rp 3.000.000.000 (tiga miliar Rupiah) atau $AS 315.789. 40

17. UTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan) Pinjaman PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Lanjutan) b. Kredit Angsuran Berjangka 2 (Lanjutan) Bunga : 11,75% per tahun untuk mata uang Rupiah selama tahun 2012 dan 2011; atau 6,25% untuk mata uang Dolar Amerika Serikat selama tahun 2012 dan 2011. Tingkat suku bunga akan ditelaah oleh Bank setiap saat sesuai dengan kondisi pasar. Atas fasilitas kredit yang telah dijelaskan, Entitas Anak memberikan jaminan sebagai berikut: - 1 (satu) bidang hak atas tanah dan bangunan dengan Hak Guna Bangunan No. 638/Kelurahan Damai di Jalan Jenderal Sudirman No. 645, Propinsi Kalimantan Timur, Kotamadya Balikpapan, Kecamatan Balikpapan Timur Kelurahan Damai dengan hak tanggungan Rp 4.139.000.000; - Piutang dan persediaan dengan total nilai penjaminan Rp 16.000.000.000; - Deposito berjangka/deposito marjin/marjin kas usaha dalam mata uang yang sama (ARO P+1) dengan deposito marjin sebesar 30% dari setiap pembukuan OAF; - Jaminan pribadi dari Putu Agung Prianta, direktur Entitas Anak. Atas fasilitas pinjaman tersebut, Entitas Anak tanpa persetujuan dari Bank dilarang untuk menjual dan menyewakan aset di luar kegiatan usaha normal, menjaminkan aset, serta mengadakan perjanjian yang menimbulkan perubahan kegiatan usaha, struktur perusahaan, susunan pemegang saham dan nilai nominal saham, juga mengumumkan dan membayarkan dividen, mengadakan penggabungan usaha (merger), konsolidasi (peleburan) atau pengambilalihan (akuisisi) dan membayar utang subordinasi. Pinjaman PT Bank Panin Tbk. Berdasarkan perjanjian kredit No. 122124/VII/KPMCIR tanggal 18 Juni 2012 dan No. 569/PK- JAE/KPM/VIII/2011 tanggal 2 Agustus 2011 dengan PT Bank Panin Tbk., Entitas Anak memperoleh fasilitas Kredit Pemilikan Mobil dengan jumlah maksimal masing-masing sebesar Rp 290.400.000 dan Rp 227.600.000 untuk perolehan kendaraan. Pinjaman tersebut memiliki tingkat bunga masing-masing sebesar 4,6% dan 5,1% per tahun dan akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 18 Juli 2015 dan 1 Juli 2014. 18. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN Entitas Anak terikat dengan beberapa perjanjian pembiayaan konsumen selama 36 bulan yang tidak dapat dibatalkan untuk perolehan kendaraan dengan menggunakan mata uang Rupiah. PT Astra Auto Finance 40.604.794 63.299.841 PT Staco Estetika Sedaya Finance 110.976.988 163.184.094 PT Astra Sedaya Finance 76.941.013 111.502.000 PT Dipo Star Finance 87.347.474 - PT Toyota Astra Finance Service - 40.151.137 315.870.269 378.137.072 Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun (161.251.399) (149.614.696) Bagian yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun 154.618.870 228.522.376 41

18. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (Lanjutan) Utang pembiayaan konsumen dijamin dengan aset tetap yang bersangkutan dan ditambah syarat bahwa Entitas Anak tidak diperbolehkan untuk menjual atau memindahkan hak atas aset tetap tersebut ke pihakpihak lain sebelum kewajibannya dilunasi. Pembayaran minimum utang pembiayaan konsumen di masa mendatang adalah sebagai berikut: Pembayaran minimum utang pembiayaan konsumen di masa mendatang 352.322.600 442.862.365 Dikurangi beban bunga (36.452.331) (64.725.293) Jumlah Utang Pembiayaan Konsumen - Bersih 315.870.269 378.137.072 Jatuh tempo dalam tahun: 2012-149.614.696 2013 161.251.399 124.441.186 2014 144.085.136 104.081.190 2015 10.533.734 - Jumlah Utang Pembiayaan Konsumen 315.870.269 378.137.072 19. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI Rincian proporsi kepentingan non-pengendali atas aset bersih dan laba bersih Entitas Anak yang dikonsolidasi pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: 2012 Entitas Anak Saldo Awal Modal Saham Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Saldo Laba Saldo Akhir PSS 9.703.321.390 1.975.049.275 11.678.370.665 2011 Entitas Anak Saldo Awal Modal Saham Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Saldo Laba Saldo Akhir PSS 9.756.157.898 - - (52.836.508) 9.703.321.390 20. MODAL SAHAM Sebagai akibat dari penggabungan usaha antara Perusahaan dan PT Gama Wahyu Abadi (GWA), persentase kepemilikan para pemegang saham Perusahaan dan GWA terdilusi secara proporsional sesuai dengan besarnya kepemilikan mereka masing-masing berdasarkan faktor konversi, yaitu setiap 1 (satu) saham GWA ditukar dengan 4.765 saham baru Perusahaan dengan nilai nominal Rp 56,125 (Catatan 1e). 42

20. MODAL SAHAM (Lanjutan) Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya adalah sebagai berikut: 2012 Pemegang Saham Persentase Saham Kepemilikan Jumlah Nominal Ir. Frans Bambang Siswanto 476.495.235 65,59% 26.743.295.064 Graham James Bristow 62.500.000 8,60 3.507.812.500 Island Concepts Group Ltd. 35.625.000 4,90 1.999.453.125 Island Regency Group Ltd. 26.562.000 3,66 1.490.792.250 Francis Street Pty. Ltd. 16.500.000 2,27 926.062.500 Masyarakat 108.817.765 14,98 6.107.397.061 Total 726.500.000 100,00% 40.774.812.500 2011 Pemegang Saham Persentase Saham Kepemilikan Jumlah Nominal Ir. Frans Bambang Siswanto 476.495.235 65,59% 26.743.295.064 Island Regency Group Ltd. 56.562.000 7,79 3.174.542.250 Island Residences Club Inc. 48.500.000 6,68 2.722.062.500 Graham James Bristow 32.000.000 4,40 1.796.000.000 Francis Street Pty. Ltd. 16.500.000 2,27 926.062.500 Masyarakat 96.442.765 13,27 5.412.850.186 Total 726.500.000 100,00% 40.774.812.500 21. BIAYA EMISI SAHAM DAN SELISIH KURS SETORAN MODAL Biaya emisi saham merupakan biaya sehubungan dengan penawaran umum saham perdana. Selisih kurs setoran modal merupakan perbedaan antara setoran modal yang diterima Perusahaan yang menggunakan kurs aktual dengan kurs setoran modal yang digunakan dalam anggaran dasar Perusahaan. 22. SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI (STRES) Akun Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali (STRES) merupakan selisih antara harga akuisisi atau harga pengalihan saham Entitas Anak dengan nilai buku saham sehubungan dengan akuisisi atau pengalihan saham yang dilakukan dari/kepada entitas sepengendali. Pada tanggal 31 Desember 2011, akun ini adalah selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali yang timbul dari transaksi penggabungan usaha Perusahaan dengan PT Gama Wahyu Abadi sebesar Rp 21.639.894.267. 43

23. PENDAPATAN USAHA Akun ini terdiri dari: Katering dan Akomodasi Jasa katering 84.428.142.565 71.242.614.946 Sewa 6.021.554.036 5.618.202.592 Jasa akomodasi 4.435.808.653 3.725.146.804 Lain-lain 5.759.987.411 7.857.949.277 100.645.492.665 88.443.913.619 Pemeliharaan Fasilitas Perkotaan Jasa pemeliharaan rumah tinggal 9.647.805.425 9.730.984.686 Jasa kebersihan rumah tinggal 4.063.158.873 3.881.424.149 Jasa operator telepon 641.520.000 641.520.000 Sewa tempat makan 135.688.733 153.716.720 Lain-lain 758.056.758 27.729.395 15.246.229.789 14.435.374.950 Unit Bisnis Jasa kebersihan 1.283.021.812 1.336.650.019 Jasa pemeliharaan taman 76.036.338 151.341.310 Jasa pemotongan rumput 41.951.250 45.765.000 Jasa pengelolaan sampah - 93.550.000 Lain-lain 182.090.799 304.349.553 1.583.100.199 1.931.655.882 Villa Kamar 4.257.080.451 3.727.213.996 Makanan dan minuman 715.503.725 830.957.105 Binatu 9.183.382 10.226.639 Telekomunikasi - 4.302.583 4.981.767.558 4.572.700.323 Jumlah 122.456.590.211 109.383.644.774 44

24. BEBAN POKOK PENDAPATAN Akun ini terdiri dari: Katering Makanan 52.634.228.387 49.011.333.637 Villa Makanan dan minuman 486.268.713 424.064.913 Binatu 5.627.050 5.617.260 Telekomunikasi - 1.302.098 491.895.763 430.984.271 Pemeliharaan Fasilitas Perkotaan Pemeliharan rumah tinggal 4.670.987.833 6.417.707.107 Pengelolaan sampah 804.445.460 808.820.460 Kebersihan rumah tinggal 777.822.605 692.099.464 Prasarana 656.645.705 144.890.498 Pemeliharaan taman 70.665.724 96.506.449 Operator telepon 19.286.728 123.059.665 Lain-lain 1.717.649.447 1.581.918.230 8.717.503.502 9.865.001.873 Beban Langsung Gaji dan tunjangan 20.727.711.533 18.581.206.109 Penyusutan (Catatan 9) 4.633.811.879 4.563.822.792 Pengangkutan, penanganan dan pengemasan 2.283.068.082 2.260.382.643 Iklan dan pemasaran 1.946.359.829 - Tunjangan bonus dan cuti 2.050.212.318 1.203.720.499 Air dan listrik 830.529.272 880.800.170 Pemeliharaan, kebersihan dan perbaikan 818.121.270 821.999.615 Transportasi dan perjalanan 753.426.179 909.287.080 Penyisihan imbalan paska kerja (Catatan 27) 714.189.605 630.437.776 Beban kendaraan 522.040.020 575.725.291 Penggantian persediaan non-consumables 453.818.208 1.130.088.843 Kesehatan 437.951.453 662.728.122 Sewa 354.802.954 255.755.893 Seragam 220.625.420 322.730.915 Asuransi 147.720.885 105.604.057 Cetakan dan alat tulis 129.631.703 194.521.849 Jasa komisi keagenan 111.126.811 743.530.132 Binatu 107.525.136 76.324.530 Perlengkapan tamu, kamar dan dapur 101.498.088 122.928.243 Telekomunikasi 70.500.923 138.673.761 45

24. BEBAN POKOK PENDAPATAN (Lanjutan) Kesejahteraan karyawan 52.738.005 46.785.000 Pelatihan 51.978.710 60.571.000 Film dan video 33.000.000 33.000.000 Dekorasi 22.373.753 30.858.200 Jasa Profesional - 894.917.738 Administrasi bank - 19.419.410 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 20 juta) 117.234.450 440.981.859 37.691.996.486 35.706.801.527 Jumlah 99.535.624.138 95.014.121.308 25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Akun ini terdiri dari: Gaji dan tunjangan 7.118.066.091 6.007.586.367 Penyisihan piutang (Catatan 4) 3.326.305.225 57.665.000 Pesangon (Catatan 14) 2.245.202.143 - Denda pajak 1.929.509.344 - Air dan listrik 1.024.642.870 324.168.919 Penyusutan (Catatan 9) 854.061.144 836.317.835 Tunjangan bonus, cuti dan pengobatan 808.198.728 520.814.422 Sewa 723.419.115 702.528.477 Jasa professional 441.876.650 115.514.290 Transportasi dan perjalanan 415.026.348 422.056.942 Pengembalian selisih lebih anggaran operasional town-site (Catatan 14) 372.006.941 - Telekomunikasi 326.646.421 650.202.453 Iklan dan pemasaran 321.546.469 386.697.164 Beban kendaraan 297.543.886 458.210.462 Administrasi bank 255.249.452 176.149.427 Penyisihan imbalan paska kerja (Catatan 27) 230.915.138 365.020.675 Pemeliharaan, kebersihan dan perbaikan 175.762.161 219.635.666 Asuransi 130.564.964 386.833.332 Perijinan 129.598.043 551.576.954 Administrasi bursa 127.110.913 - Cetakan dan alat tulis 106.143.822 103.636.768 Jasa konsultasi pemasaran 83.123.619 535.237.712 Pelatihan 46.030.000 4.600.000 46

25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI (Lanjutan) Perayaan 45.564.158 87.559.448 Sumbangan 24.375.000 25.050.000 Pengangkutan, penanganan dan pengemas 24.177.190 64.971.171 Seragam 18.973.882 39.757.384 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 20 juta) 465.966.260 118.772.594 Jumlah 22.067.605.977 13.160.563.462 26. BEBAN KEUANGAN, PENDAPATAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN USAHA LAINNYA Beban keuangan Bunga pinjaman (2.682.300.117) (2.401.453.496) Pendapatan keuangan Laba selisih kurs 1.215.522.202 585.278.618 Pendapatan bunga 66.021.377 351.744.408 1.281.543.579 937.023.026 Pendapatan usaha lainnya Laba penjualan aset tetap (Catatan 9) 242.080.369 493.587.229 Pendapatan (Beban) lain-lain 582.944.472 2.047.644.082 Bagian atas laba bersih entitas asosiasi - bersih setelah pajak (Catatan 8) (159.830.500) - 665.194.341 2.541.231.311 Jumlah - Bersih (735.562.197) 1.076.800.841 27. IMBALAN PASKA KERJA Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan dan Entitas Anak mencatat estimasi liabilitas imbalan paska kerja berdasarkan perhitungan aktuaris independen yang dilakukan oleh PT Konsultan Aktuaria Mizan untuk Perusahaan serta PT Sigma Prima Solusindo (2012) dan PT Sigma Aktuarindo (2011) untuk Entitas Anak. Dalam perhitungannya, aktuaris menggunakan metode Projected Unit Credit dan asumsi-asumsi sebagai berikut: Perusahaan Tingkat diskonto per tahun 10% 10% Tingkat kenaikan gaji tahunan 8% 8% Tingkat mortalitas Tabel Mortalita Indonesia II 2000 Tabel Mortalita Indonesia II 2000 Usia pensiun 56 56 47

27. IMBALAN PASKAKERJA (Lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, jumlah karyawan Perusahaan yang diikutsertakan dalam program ini masing-masing adalah sebanyak 5 orang karyawan tetap. Entitas Anak Tingkat diskonto per tahun 8% 8% Tingkat kenaikan gaji tahunan 8% 8% Tingkat mortalitas Tabel Mortalita Indonesia II 1999 Tabel Mortalita Indonesia II 1999 Usia pensiun 55 55 Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 jumlah karyawan Entitas Anak yang diikutsertakan dalam program ini masing-masing adalah sebanyak 102 orang dan 136 orang karyawan tetap. Rekonsiliasi jumlah liabilitas imbalan paska kerja pada laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: Nilai kini liabilitas imbalan paska kerja yang tidak didanaai (5.738.948.261) (4.960.403.903) Kerugian aktuaria yang belum diakui (129.357.336) (4.027.680.502) Jumlah liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian (5.868.305.597) (8.988.084.405) Mutasi liabilitas imbalan paska kerja karyawan adalah sebagai berikut: Saldo awal tahun (8.988.084.405) (8.584.613.459) Beban penyisihan imbalan paska kerja tahun berjalan (945.104.743) (995.458.451) Pembayaran pesangon 1.415.888.036 591.987.505 Keuntungan aktuarial kumulatif yang diakui pada pendapatan komprehensif lainnya 2.648.995.515 - Saldo akhir tahun (5.868.305.597) (8.988.084.405) Rincian beban penyisihan imbalan paska kerja yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian adalah sebagai berikut: Beban jasa kini 582.883.428 415.367.106 Beban bunga 365.456.953 529.384.674 Keuntungan (kerugian) aktuaria yang diakui pada tahun berjalan (3.235.638) 50.706.671 Jumlah beban tahun berjalan 945.104.743 995.458.451 48

27. IMBALAN PASKA KERJA (Lanjutan) Grup memutuskan untuk menggunakan other comprehensive income approach untuk mengakui keuntungan/(kerugian) aktuarial pada laporan keuangan konsolidasian tahunan. Hal ini berbeda dari basis yang digunakan oleh Grup dalam pelaporan keuangan sebelumnya, dimana Grup menggunakan corridor approach yang digunakan sejak tahun 2011. Grup memutuskan mengakui keuntungan aktuarial atas imbalan paska kerja sebesar Rp 2.648.995.515 dan beban pajak tangguhan terkait sebesar Rp 662.248.879 sebagai pendapatan komprehensif lain pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. 28. PERPAJAKAN a. Utang pajak Perusahaan Pajak penghasilan Pasal 21 27.256.903 46.761.288 Pasal 23 7.962.171 2.602.993 Pasal 4 (2) 136.363.637 136.363.637 Pajak pertambahan nilai - 69.378.582 Pajak pembangunan daerah 1.429.181.382 1.214.121.556 1.600.764.093 1.469.228.056 Entitas Anak Pajak penghasilan Pasal 21 170.468.825 96.527.520 Pasal 23 69.843.111 109.098.809 Pasal 4 (2) 148.870.345 52.906.347 Pajak pertambahan nilai 135.064.276 418.725.121 Pajak pembangunan daerah 3.875.219.024 1.206.037.334 4.399.465.581 1.883.295.131 Jumlah 6.000.229.674 3.352.523.187 b. Pajak Kini Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan taksiran laba (rugi) fiskal untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: Laba sebelum beban (manfaat) pajak menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 117.797.898 2.285.760.845 Dikurangi Laba sebelum pajak penghasilan Entitas Anak (906.212.873) (1.561.476.337) Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan (788.414.975) 724.284.508 Beda temporer: Penyisihan imbalan paska kerja 110.110.972 107.066.702 Penyusutan dan laba penjualan aset tetap (93.633.338) (52.054.631) Pembayaran imbalan paska kerja - (37.000.000) 49

28. PERPAJAKAN (Lanjutan) b. Pajak Kini (Lanjutan) Beda tetap: Perijinan dan jasa profesional 105.648.320 - Pemasaran 80.992.100 - Jamuan dan sumbangan 79.705.020 72.259.791 Transportasi dan pengiriman 58.030.506 - Beban pajak 27.991.874 87.327.522 Pendapatan bunga (1.200.750) (578.061) Lain-lain 90.516.164 - Laba (rugi) fiskal Perusahaan tahun berjalan (330.254.107) 901.305.831 Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya: 2006 - (516.440.122) 2007 (169.203.196) (554.068.905) 2008 (726.430.575) (726.430.575) 2009 (537.689.396) (537.689.396) 2010 (2.222.928.223) (2.222.928.223) 2011 - - Akumulasi rugi fiskal Perusahaan akhir tahun (3.986.505.497) (3.656.251.390) Pajak kini Perusahaan - - Entitas Anak Final 602.155.403 607.862.276 Tidak final - - Taksiran tagihan pajak penghasilan tahun berjalan 602.155.403 607.862.276 Berdasarkan Undang-undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, laba atau kerugian Perusahaan dan Entitas Anak serta rekonsiliasi perhitungan perpajakannya dilakukan sendiri oleh wajib pajak dalam SPT tahunannya (self assessment system). Pihak fiskus dapat memeriksa perhitungan perpajakan tersebut dalam jangka waktu 10 tahun. Berdasarkan UU no 28 tahun 2007, terhitung sejak tahun pajak 2008, pihak fiskus dapat memeriksa perhitungan perpajakan tersebut dalam jangka waktu 5 tahun. Apabila dalam jangka waktu tersebut terhadap perhitungan perpajakan di atas tidak dilakukan pemeriksaan, maka SPT tahunan Perusahaan dianggap rampung. Kewajiban perpajakan lainnya, jika ada, akan dipenuhi oleh Perusahaan dan Entitas Anak pada saat jatuh tempo. 50

28. PERPAJAKAN (Lanjutan) c. Pajak Tangguhan Aset pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011adalah sebagai berikut: Dikreditkan (Dibebankan) ke Laporan Tahun Berjalan 2012 Dikreditkan (Dibebankan) ke Pendapatan Komprehensif Lain Saldo awal Saldo Akhir Perusahaan: Penyisihan imbalan paska kerja 70.947.690 27.527.743-98.475.433 Penyusutan dan laba penjualan aset tetap 40.343.078 (23.408.334) - 16.934.744 111.290.768 4.119.409-115.410.177 Entitas Anak Penyisihan imbalan paska kerja 2.176.073.410 (145.223.561) (662.248.879) 1.368.600.970 Penyusutan dan laba penjualan aset tetap 566.059.597 309.797.926-875.857.523 Provisi biaya KIK - 663.143.771-663.143.771 Penyisihan penurunan nilai persedian 31.851.556 - - 31.851.556 Penyisihan penurunan nilai - piutang - 831.576.306 831.576.306 2.773.984.563 1.659.294.442 (662.248.879) 3.771.030.126 Jumlah Aset Pajak Tangguhan 2.885.275.331 1.663.413.851 (662.248.879) 3.886.440.303 2011 Saldo awal Dikreditkan (Dibebankan) ke Laporan Tahun Berjalan Saldo Akhir Perusahaan: Penyisihan imbalan paska kerja 53.431.014 17.516.676 70.947.690 Penyusutan 53.356.736 (13.013.658) 40.343.078 106.787.750 4.503.018 111.290.768 Entitas Anak Penyisihan imbalan paska kerja 2.092.722.350 83.351.060 2.176.073.410 Penyusutan aset tetap 298.958.454 267.101.143 566.059.597 Penyisihan penurunan nilai persedian 10.627.408 21.224.148 31.851.556 Piutang usaha 1.254.206.883 (1.254.206.883) - Provisi tunjangan bonus 84.150.311 (84.150.311) - Provisi tunjangan cuti 51.451.754 (51.451.754) - Provisi jasa pemasaran 41.154.475 (41.154.475) - 3.833.271.635 (1.059.287.072) 2.773.984.563 Jumlah Aset Pajak Tangguhan 3.940.059.385 (1.054.784.054) 2.885.275.331 51

28. PERPAJAKAN (Lanjutan) c. Pajak Tangguhan (Lanjutan) Perusahaan dan Entitas Anak mengalami kerugian fiskal yang dapat dikompensasikan dengan laba fiskal pada masa lima tahun mendatang. Manajemen berpendapat bahwa jumlah tersebut seluruhnya dapat direalisasikan pada tahun mendatang, sehingga Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan atas kerugian fiskal tersebut. d. Taksiran Tagihan Pajak Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011, Entitas Anak mempunyai tagihan pajak dengan rincian sebagai berikut: Tahun pajak 2012 2.171.481.577 - Tahun pajak 2011 1.506.932.914 1.506.932.914 Tahun pajak 2010-3.352.659.296 Tahun pajak 2003-1.829.726.520 Jumlah 3.678.414.491 6.689.318.730 Taksiran tagihan pajak tahun 2012 dan 2011 merupakan kelebihan bayar Entitas Anak atas pajak penghasilan pasal 23 dibayar di muka untuk tahun yang bersangkutan. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP.0132.PPh/WPJ.07/KP.0903/2012 dan KEP.0151.PPN/WPJ.07/KP.0903/2012, keduanya tertanggal 28 September 2012, tentang pengembalian kelebihan pajak, Entitas Anak telah memperoleh restitusi sebesar Rp 3.280.848.347 atas SKPLB pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan badan (PPh badan) tahun 2010. Sejumlah Rp 71.810.949 yang tidak direstitusi dihapuskan ke laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Atas taksiran tagihan pajak tahun 2003, pada tahun 2006 Entitas Anak telah memperoleh Surat Keputusan Kantor Pelayanan Pajak No. KEP.1365/WPJ.07/BD.05/2006 mengenai PPh badan, serta KEP.1366/WPJ.07/BD.05/2006 dan KEP.1376/WPJ.07/BD.05/2006 mengenai PPN, dengan total tagihan pajak penghasilan sebesar Rp 1.584.869.148. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut, Entitas Anak telah mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak pada tanggal 10 Nopember 2006. Berdasarkan Surat Keputusan No. Put.13470/PP/M.IX/16/2008 tanggal 3 Maret 2008, Pengadilan Pajak menolak banding tersebut, sehingga Entitas Anak mengajukan peninjauan kembali kepada Mahkamah Agung pada tanggal 28 Agustus 2008. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 208/B/PK/PJK/2008 tanggal 2 Nopember 2010, Mahkamah Agung menolak permohonan peninjauan kembali tersebut dan sehubungan dengan putusan ini Entitas Anak menghapuskan tagihan pajak sebesar Rp1.829.726.520 pada tahun 2012 ke laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. 52

29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI Saldo transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: Pihak-pihak berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi PT Taman Merah Bali Perusahaan Berelasi Pinjaman berbunga PT Papua Supplies and Services Anak Entitas Anak Pinjaman tanpa bunga Putu Agung Prianta Direktur Perusahaan Pinjaman berbunga Ir. Frans Bambang Siswanto Pemegang Saham Perusahaan Pinjaman berbunga PT Trust Indonesia Perusahaan Berelasi Pinjaman berbunga Octavianus Kuntjoro Direktur Perusahaan dan Pinjaman berbunga Entitas Anak Graham James Bristow Pemegang Saham dan Direktur Perusahaan Pinjaman berbunga dan pendapatan jasa Maxwell M. Hunt Anggota Komite Audit Pinjaman tanpa bunga Perusahaan PT Trust Securities Perusahaan Berelasi Jasa konsultasi bisnis dan pinjaman tanpa bunga Saldo-saldo akun dengan pihak berelasi dan persentase terhadap jumlah aset dan liabilitas adalah sebagai berikut: a. Piutang Lain-lain - Berelasi PT Taman Merah Bali 919.101.025 1.167.742.197 PT Papua Supplies and Services 80.246.078 - Putu Agung Prianta - 12.458.707 Robert Nowak - 10.000.000 PT Karya Milik Nusantara - 5.659.108 Jumlah 999.347.103 1.195.860.012 Persentase terhadap jumlah aset konsolidasian 1,28% 1,31% Berdasarkan perjanjian tanggal 2 Januari 2011 antara Perusahaan dengan PT Taman Merah Bali (TMB), Perusahaan memberikan pinjaman jangka panjang sebesar Rp 1.167.742.197 kepada TMB untuk keperluan modal kerja. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 1 Januari 2014 dan dikenakan tingkat bunga 6% per tahun. Saldo pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp 919.101.025. Piutang kepada PT Papua Supplies and Services merupakan pemberian pinjaman yang diberikan oleh Entitas Anak untuk memenuhi kebutuhan operasional PT Papua Supplies and Services. b. Utang Lain-lain - Berelasi Jangka pendek Perusahaan Maxwell M. Hunt 550.000.000 404.100.000 PT Trust Securities 522.574.598 522.574.598 1.072.574.598 926.674.598 53

29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan) b. Utang Lain-lain - Berelasi (Lanjutan) Entitas Anak PT Trust Indonesia 3.800.000.000 4.500.000.000 PT Trust Securities 715.578.920 715.578.920 Octavianus Kuntjoro 505.000.000-5.020.578.920 5.215.578.920 Jumlah 6.093.153.518 6.142.253.518 Pendapatan diterima dimuka (Catatan 15) Sewa - Graham James Bristow 57.350.020 57.350.020 Jumlah 6.150.503.538 6.199.603.538 Persentase terhadap jumlah liabilitas konsolidasian 9,87% 8,27% Jangka panjang Perusahaan Ir. Frans Bambang Siswanto 4.128.838.028 4.128.838.028 Graham James Bristow 3.482.514.092 4.410.980.135 PT Trust Securities - 600.000.000 Jumlah 7.611.352.120 9.139.818.163 Pendapatan diterima dimuka (Catatan 15) Sewa - Graham James Bristow 1.070.533.698 1.127.883.718 Jumlah 8.681.885.818 10.267.701.881 Persentase terhadap jumlah liabilitas konsolidasian 13,93% 13,70% Jangka Pendek Perusahaan - Berdasarkan perjanjian tanggal 30 Nopember 2011 yang telah diperbaharui dengan perjanjian tanggal 26 Nopember 2012, pinjaman Perusahaan kepada Maxwell M. Hunt sebesar Rp 600.000.000 tidak dikenakan bunga dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Nopember 2013. Pinjaman tersebut dilunasi dengan cicilan tetap per bulan. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, saldo pinjaman masing-masing adalah sebesar Rp 550.000.000 dan Rp 404.100.000. - Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 31 Oktober 2011, Perusahaan memperoleh pinjaman jangka pendek yang dapat diperpanjang dari PT Trust Securities sebesar Rp 522.574.598 untuk keperluan modal kerja. Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga. Entitas Anak - Pada tanggal 18 Juli 2011 dan 30 Nopember 2011, Entitas Anak memperoleh fasilitas utang jangka pendek yang dapat diperpanjang dari PT Trust Indonesia masing-masing sebesar Rp 2.500.000.000 dan Rp 2.000.000.000 dengan jangka waktu masing-masing selama 12 bulan dan 3 bulan, serta tingkat bunga masing-masing sebesar 18 dan 18,5% per tahun. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, saldo pinjaman masing-masing adalah sebesar Rp 3.800.000.000 dan Rp 4.500.000.000. 54

29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan) b. Utang Lain-lain - Berelasi (Lanjutan) Jangka Pendek (Lanjutan) - Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 31 Oktober 2011, Entitas Anak memperoleh pinjaman jangka pendek yang dapat diperpanjang dari PT Trust Securities sebesar Rp 715.578.920 untuk keperluan modal kerja. Perjanjian tersebut tidak dikenakan bunga. - Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 25 September 2012, Entitas Anak memperoleh pinjaman jangka pendek dari Octavianus Kuntjoro sebesar Rp 625.000.000 dengan tingkat bunga 6% per tahun. Jangka Panjang Perusahaan - Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 26 Juli 2010 yang telah diperpanjang dengan perjanjian tanggal 26 Juli 2011 antara Perusahaan dengan Ir. Frans Bambang Siswanto, Perusahaan menerima pinjaman dengan bunga 6% per tahun untuk membiayai investasi pada Entitas Anak dengan jangka waktu 3 tahun. - Pada tanggal 2 Januari 2010, Perusahaan membuat perjanjian pinjaman dengan Graham James Bristow dengan bunga sebesar 6% per tahun dan jangka waktu 3 tahun. Entitas Anak - Pada tanggal 27 April 2011, Entitas Anak memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Trust Securities sebesar Rp 1.100.000.000 atas jasa konsultasi (advisory fee) antara lain sehubungan dengan penggabungan usaha Perusahaan. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga sebesar 15% per tahun dan telah dilunasi pada tanggal 12 Mei 2012. 30. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Perhitungan laba bersih per saham dasar adalah sebagai berikut: Laba bersih untuk perhitungan laba bersih per saham Dasar 1.190.753.707 675.951.023 Jumlah rata-rata saham untuk perhitungan laba bersih per saham dasar 726.500.000 726.500.000 Laba per saham dasar 1,64 0,93 55

31. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Aset Kas dan setara kas 288.634 2.791.091.768 643.433 5.834.650.444 Piutang usaha 3.215.471 31.093.604.570 1.165.741 10.570.939.388 Aset tidak lancar lainnya 76.121 736.091.521 257.655 2.336.415.540 Jumlah aset 3.580.226 34.620.787.859 2.066.829 18.742.005.372 Liabilitas Utang bank 1.136.960 10.994.399.719 2.138.283 19.389.950.244 Utang usaha 15.197 146.951.896 28.233 256.016.844 Jumlah liabilitas 1.152.157 11.141.351.615 2.166.516 19.645.967.088 Nilai Aset (Kewajiban) Moneter Bersih dalam Mata Uang Asing 2.428.069 23.479.436.244 (99.687) (903.961.716) 32. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING a. Berdasarkan Nota Kesepahaman antara Entitas Anak dengan PT Kawasan Industri Kampar (KIK) tanggal 31 Desember 2003, yang telah diperbarui dengan perjanjian tanggal 4 Mei 2004, KIK menunjuk Entitas Anak untuk melakukan jasa pemeliharaan fasilitas perkotaan (town-site facilities), meliputi jasa perumahan, kebersihan, transportasi, telekomunikasi dan lain-lain yang terkait di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Propinsi Riau, Sumatera Timur. Entitas Anak berhak atas 50% dari selisih lebih antara Anggaran Operasional Tahunan dengan realisasi, dikurangi jasa manajemen sebesar 10% dari Pendapatan Anggaran KIK. Nota Kesepahaman tersebut berlaku hingga tanggal 31 Desember 2005 dan dapat diperpanjang dengan syarat dan kondisi yang disepakati oleh kedua belah pihak. Pada tanggal 23 Nopember 2012, Entitas Anak dan KIK menandatangani nota Pernyataan dan Penegasan Kembali yang menyatakan kedua pihak setuju dan sepakat untuk menyatakan dan menegaskan kembali keberlakuan Nota Kesepahaman tanggal 31 Desember 2003 dan amandemennya tanggal 4 Mei 2004. Kesepakatan berlaku hingga tanggal 31 Desember 2012. Nota tersebut juga menyatakan kedua pihak akan melakukan rekonsiliasi pertanggungjawaban pemakaian anggaran operasional tahun 2004 sampai 2012 yang disepakati akan diselesaikan sebelum akhir bulan Januari 2013. Pembayaran kewajiban KIK kepada Entitas Anak periode Oktober sampai Desember 2012 akan dilakukan setelah diselesaikannya rekonsiliasi tersebut (Catatan14). Berdasarkan surat Entitas Anak tanggal 28 Nopember 2012, Entitas Anak menyatakan menghentikan pemberian jasa fasilitas perkotaan efektif sejak tanggal 31 Desember 2012. Dalam kaitannya dengan penyediaan jasa pemeliharaan fasilitas perkotaan tersebut, Entitas Anak membuat perjanjian jangka pendek yang dapat diperbarui dengan beberapa pemasok meliputi jasa perbaikan bangunan dan kebersihan lingkungan. 56

32. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (Lanjutan) b. Berdasarkan perjanjian tanggal 16 Juli 2010 dengan PT Leighton Contractors Indonesia (Kontraktor), Entitas Anak ditunjuk sebagai Sub-Kontraktor untuk mendirikan bangunan barak hunian sementara pada proyek Tambang Batubara Wahana milik PT Wahana Baratama Mining (Pemilik Tambang) di Kalimantan Selatan, dimana harga perolehan barak tersebut sebesar Rp 23.965.772.107 diakui sebagai aset tetap Entitas Anak (Catatan 9). Dalam perjanjian tersebut Entitas Anak juga ditunjuk oleh Kontraktor untuk memberikan jasa pengelolaan dan pemeliharaan, termasuk katering. Jangka waktu perjanjian adalah 7 tahun sejak tanggal 16 Juli 2010 sampai dengan 30 Nopember 2017, dan dapat diperpanjang oleh Kontraktor. Atas jasa yang diberikan, Entitas Anak memperoleh pendapatan jasa dari Kontraktor sebagai berikut: - Jasa pemeliharaan, yang dikenakan sebagai pendapatan sewa barak: i. Sebesar $AS 8,78 per penghuni per hari selama tahun pertama hingga tahun ke lima, atas 200 penghuni per hari. ii. Sebesar $AS 5,95 per penghuni per hari selama tahun ke 6 hingga tahun ke 7, atas 200 penghuni per hari.. - Jasa operasional, yang dikenakan sebagai pendapatan katering: i. Sebesar Rp 96.750 per penghuni per hari atas tingkat hunian sampai dengan 200 orang per hari. ii. Sebesar Rp 95.000 per penghuni per hari atas tingkat hunian di atas 200 orang per hari. Perjanjian jasa pemeliharaan fasilitas barak Proyek Tambang Batubara Wahana dengan Kontraktor telah diubah pada tanggal 18 April 2012 yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2012, di mana pendapatan jasa operasional Entitas Anak adalah sebagai berikut: i. Sebesar Rp 102.549 per penghuni per hari atas tingkat hunian sampai dengan 200 orang per hari. ii. Sebesar Rp 100.694 per penghuni per hari atas tingkat hunian di atas 200 orang per hari. Pada saat perjanjian berakhir, Entitas Anak akan menyerahkan kepemilikan fasilitas barak kepada Pemilik Tambang berdasarkan permintaan Kontraktor. c. Berdasarkan akta pendirian PT Patra Mitra Bandara (PMB) No. 6 tanggal 6 Oktober 2012 dari Sinta Susikto, S.H., Notaris Pengganti Tan Thong Kie, S.H., Notaris di Jakarta, Entitas Anak melakukan investasi dalam bentuk saham pada PMB sebanyak 300 saham yang setara dengan 30% kepemilikan, dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 per saham, atau sejumlah Rp 300.000.000. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, Entitas Anak belum melakukan penyetoran atas bagian sahamnya. d. Entitas Anak mengadakan perjanjian dengan konsumen-konsumennya untuk memberikan jasa kontraktor katering, binatu, pemeliharaan rumah tinggal, akomodasi dan jasa terkait lainnya. 33. INFORMASI SEGMEN USAHA Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan kegiatan usahanya menjadi 4 (empat) segmen usaha utama, yaitu katering, jasa pemeliharaan fasilitas perkotaan, Villa dan lain-lain. Bidang usaha Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut: Perusahaan Bidang Usaha PT Island Concepts Indonesia Tbk., Entitas Induk Jasa akomodasi (Villa) PT Patra Supplies and Services, Entitas Anak Katering, jasa pemeliharaan fasilitas perkotaan dan lain-lain 57

33. INFORMASI SEGMEN USAHA (Lanjutan) Informasi tentang Perusahaan dan Entitas Anak yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut: Keterangan Katering Jasa Pemeliharaan Fasilitas Perkotaan 2012 Villa Lain-lain Jumlah Eliminasi Konsolidasi Pendapatan Usaha 100.645.492.665 15.246.229.789 4.981.767.558 1.583.100.199 122.456.590.211-122.456.590.211 Beban Pokok Pendapatan 84.846.937.558 11.299.618.694 1.911.864.531 1.477.203.355 99.535.624.138-99.535.624.138 Laba Bruto 15.798.555.107 3.946.611.095 3.069.903.027 105.896.844 22.920.966.073-22.920.966.073 Beban Usaha 13.179.137.599 5.574.009.731 3.858.318.001 191.702.844 22.803.168.175-22.803.168.175 Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 2.619.417.508 (1.627.398.636) (788.414.974) (85.806.000) 117.797.898-117.797.898 Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan 1.057.139.040-4.119.408-1.061.258.448-1.061.258.448 Laba Tahun Berjalan 3.676.556.548 (1.627.398.636) (784.295.566) (85.806.000) 1.179.056.346-1.179.056.346 Pendapatan komprehensif lain - Bersih 1.986.746.636 - - 1.986.746.636-1.986.746.636 Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 5.663.303.184 (1.627.398.636) (784.295.566) (85.806.000) 3.165.802.982-3.165.802.982 Keterangan Katering Jasa Pemeliharaan Fasilitas Perkotaan 2011 Villa Lain-lain Jumlah Eliminasi Konsolidasi Pendapatan Usaha 88.443.913.619 14.435.374.950 4.572.700.323 1.931.655.882 109.383.644.774-109.383.644.774 Beban Pokok Pendapatan 78.652.310.535 12.983.386.913 1.802.557.288 1.575.866.572 95.014.121.308-95.014.121.308 Laba Bruto 9.791.603.084 1.451.988.037 2.770.143.035 355.789.310 14.369.523.466-14.369.523.466 Beban Usaha 10.037.999.223-2.045.858.528 (95.130) 12.083.762.621-12.083.762.621 Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan (246.396.139) 1.451.988.037 724.284.507 355.884.440 2.285.760.845-2.285.760.845 Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (1.667.149.348) - 4.503.018 - (1.662.646.330) - (1.662.646.330) Laba Tahun Berjalan (1.913.545.487) 1.451.988.037 728.787.525 355.884.440 623.114.515-623.114.515 Pendapatan komprehensif lain - Bersih - - - - - - Jumlah laba komprehensif tahun berjalan (1.913.545.487) 1.451.988.037 728.787.525 355.884.440 623.114.515-623.114.515 34. MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN Aset keuangan utama Perusahaan dan Entitas Anak meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lainlain dan aset tidak lancar lainnya. Perusahaan dan Entitas Anak juga mempunyai liabilitas keuangan seperti utang bank, utang usaha, utang lain-lain dan utang pembiayaan konsumen. Selama tahun 2012 dan 2011, kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak adalah untuk tidak melakukan lindung nilai atas instrumen keuangannya. Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko bunga, risiko mata uang, risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional dan risiko harga. Risiko suku bunga atas nilai wajar dan arus kas Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait dengan utang bank dan utang pembiayaan konsumen.. Utang bank dengan suku bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Perusahaan dan Entitas Anak. Tidak terdapat utang bank Perusahaan dan Entitas Anak yang dikenakan suku bunga tetap. 58

34. MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN (Lanjutan) Saat ini, Perusahaan dan Entitas Anak tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko tingkat suku bunga. Risiko mata uang asing Mata uang pelaporan Perusahaan dan Entitas Anak adalah Rupiah. Perusahaan dan Entitas Anak dapat menghadapi risiko nilai tukar mata uang asing karena utang bank, penjualan dan pembelian dalam mata uang asing (terutama dalam Dolar AS) atau harga yang secara signifikan dipengaruhi oleh perubahan tolak ukur harganya dalam mata uang asing. Saat ini, Perusahaan dan Entitas Anak tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai transaksi dalam mata uang asing. Risiko kredit Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan dan Entitas Anak berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan. Terdapat kebijakan untuk memastikan penjualan produk dan jasa hanya dilakukan kepada pelanggan yang dapat dipercaya dengan rekam jejak atau sejarah kredit yang baik. Merupakan kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak bahwa semua pelanggan yang akan melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang tak tertagih. Ketika pelanggan gagal melakukan pelunasan sesuai dengan syarat pembayaran, Perusahaan dan Entitas Anak akan menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan dan Entitas Anak akan menempuh jalur hukum. Sesuai dengan evaluasi oleh Perusahaan dan Entitas Anak, penyisihan spesifik dapat dibuat jika nilai piutang menurun karena dianggap tidak tertagih. Untuk menekan risiko kredit, Perusahaan dan Entitas Anak akan menghentikan penyaluran semua jasa kepada pelanggan yang terlambat dan/atau gagal bayar. Risiko Likuiditas Perusahaan dan Entitas Anak mengelola profit likuiditasnya untuk membiayai belanja modal dan melunasi utang yang jatuh tempo dengan menyediakan kas dan setara kas yang cukup, dan ketersediaan pendanaan melalui kecukupan jumlah fasilitas kredit yang diterima. Perusahaan dan Entitas Anak secara teratur mengevaluasi arus kas proyeksi dan aktual serta terus-menerus memantau kondisi pasar keuangan untuk mengidentifikasi kesempatan dalam melakukan penggalangan dana. Risiko Operasional Risiko operasional adalah risiko kerugian yang diakibatkan oleh kurang memadainya atau kegagalan dari proses internal, faktor manusia dan sistem atau dari kejadian-kejadian eksternal. Risiko ini melekat dalam semua proses bisnis, kegiatan operasional, sistem dan layanan Perusahaan dan Entitas Anak. Risiko Harga Risiko harga adalah fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar. Saat ini, Perusahaan dan Entitas Anak tidak menghadapi resiko harga. 59

35. INSTRUMEN KEUANGAN Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak yang tercatat dalam laporan keuangan konsolidasian. Pinjaman dan piutang Nilai wajar melalui laba rugi 2012 Liabilitas pada biaya perolehan diamortisasi Jumlah Aset Keuangan Kas dan setara kas 7.374.877.681 - - 7.374.877.681 Piutang usaha - pihak ketiga 31.612.192.143 - - 31.612.192.143 Piutang lain-lain - pihak ketiga 1.122.756.153 - - 1.122.756.153 Aset tidak lancar lainnya - deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 1.122.946.006 - - 1.122.946.006 41.232.771.983 - - 41.232.771.983 Liabilitas keuangan Utang bank - - 11.635.197.809 11.635.197.809 Utang usaha - pihak ketiga - - 16.810.382.577 16.810.382.577 Utang lain-lain - pihak berelasi - - 13.704.505.638 13.704.505.638 Utang pembiayaan konsumen - 315.870.268 315.870.268 - - 42.465.956.292 42.465.956.292 Pinjaman dan piutang 2011 Nilai wajar melalui laba rugi Liabilitas pada biaya perolehan diamortisasi Jumlah Aset Keuangan Kas dan setara kas 7.488.934.288 - - 7.488.934.288 Piutang usaha - pihak ketiga 31.334.585.540 - - 31.334.585.540 Piutang lain-lain - pihak ketiga 1.338.401.242 - - 1.338.401.242 Aset tidak lancar lainnya - deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 2.834.454.562 - - 2.834.454.562 42.996.375.632 - - 42.996.375.632 Liabilitas keuangan Utang bank - - 19.986.190.352 19.986.190.352 Utang usaha - pihak ketiga - - 20.873.060.348 20.873.060.348 Utang lain-lain - pihak berelasi - - 15.282.071.681 15.282.071.681 Utang pembiayaan konsumen - - 378.137.072 378.137.072 - - 56.519.459.453 56.519.459.453 Berikut metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar: Nilai wajar kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, utang bank, utang usaha dan utang lain-lain mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut. Nilai wajar dari piutang pihak berelasi, aset tidak lancar lainnya dan utang jangka panjang dinilai menggunakan arus kas yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga pasar. 36. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN Pertimbangan Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat. 60

36. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan) Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006). Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak seperti diungkapkan pada Catatan 2j. Cadangan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa para pelanggannya tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan penurunan nilai piutang. Estimasi dan Asumsi Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang memiliki resiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya, diungkapkan dibawah ini. Perusahaan dan Entitas Anak mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan dan Entitas Anak. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. Imbalan Paska Kerja Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan dan Entitas Anak bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual dan perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dan Entitas Anak dapat mempengaruhi secara material liabilitas imbalan paska kerja dan beban imbalan paska kerja bersih. 61

36. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan) Penyusutan Aset Tetap Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 2 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan dan Entitas Anak menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Pajak Penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Instrumen Keuangan Perusahaan dan Entitas Anak mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar asset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan dan Entitas Anak. Aset pajak tangguhan Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan total aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan. 37. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA a. Berdasarkan perjanjian tanggal 2 Januari 2013, Perusahaan memperbaharui pinjaman jangka panjang kepada Graham James Bristow, pemegang saham, sebesar Rp 3.482.514.092 dengan tingkat suku bunga 6% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun. b. Atas fasilitas kredit yang dimiliki oleh Entitas Anak (Catatan 11 dan 17) berdasarkan Surat Persetujuan Penambahan Fasilitas Kredit tanggal 6 Februari 2013 dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk., Entitas Anak memperoleh penambahan fasilitas pinjaman sebagai berikut: i. Kredit Angsuran Berjangka 1 - Tetap Jangka waktu : 15 September 2010-15 September 2015 Jenis fasilitas : Non Revolving Jumlah fasilitas : Rp 15.000.000.000 (lima belas miliar Rupiah) Bunga : 11 % per tahun Tujuan penggunaan: Investasi 62

37. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA (Lanjutan) ii. Kredit Angsuran Berjangka 2 - Tetap Jangka waktu : 15 September 2010-15 September 2014 Jenis Fasilitas : Non Revolving Jumlah fasilitas kredit : Rp 3.000.000.000 (tiga miliar Rupiah) Bunga : 11% per tahun Tujuan penggunaan: Investasi iii. Omnibus : Open Account Financing (OAF) Buyer dan OAF Seller Jangka waktu : Sejak pengikatan sampai 15 September 2013 Jenis Fasilitas : Revolving Jumlah fasilitas kredit : Rp 12.000.000.000 (dua belas miliar Rupiah) Bunga : 16% per tahun Maksimum pencairan : OAF Buyer dan OAF Seller masing-masing sebesar 100% dan 80% dari nilai faktur Tujuan penggunaan: Modal kerja iv. Kredit Rekening Koran Jangka waktu : sejak tanggal pengikatan sampai 15 September 2013 Jenis Fasilitas : Revolving Jumlah Fasilitas : Rp 1.000.000.000 (satu miliar Rupiah) Bunga : 16% per tahun Tujuan penggunaan : Modal kerja v. Bank Garansi Jangka waktu : sejak tanggal pengikatan sampai 15 September 2013 Jumlah fasilitas kredit : USD 200.000 yang setara dengan Rp. 1.960.000.000 Tujuan penggunaan : Modal kerja Atas fasilitas kredit yang telah dijelaskan, Entitas Anak memberikan jaminan sebagai berikut: - 1 (satu) bidang tanah dan bangunan di Jalan Jenderal Sudirman No. 645, Propinsi Kalimantan Timur, Kotamadya Balikpapan, Kecamatan Balikpapan Timur, Kelurahan Damai dengan hak tanggungan Rp 5.211.000.000; - Piutang dan persediaan dengan total nilai penjaminan Rp 19.271.000.000; - Deposito berjangka/deposito marjin/marjin kas usaha dalam mata uang yang sama (ARO P+1) sebesar USD 200.000 dari setiap pembukuan OAF; - Jaminan pribadi dari Putu Agung Prianta, direktur Entitas Anak, sebesar Rp 26.000.000.000. - 3 (tiga) unit kendaraan dengan total nilai penjaminan sebesar Rp 698.000.000. 63

38. AKUN REKLASIFIKASI Akun-akun tertentu pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 telah direklasifikasi untuk menyesuaikan dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang telah sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. VIII.G.7, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012. Rincian akun-akun signifikan yang direklasifikasi disajikan berikut ini. Akun-akun lainnya tidak disajikan karena tidak terkena dampak dari reklasifikasi. Laporan posisi keuangan konsolidasian 31 Desember 2011 Sebelum Reklasifikasi Reklasifikasi Sesudah Reklasifikasi Liabilitas Jangka Pendek Utang lain-lain Pihak ketiga 576.403.386 (576.403.386) - Pihak berelasi - 6.142.253.518 6.142.253.518 Biaya masih harus dibayar 4.942.868.561 (715.578.920) 4.227.289.641 Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank 3.711.123.488 70.727.376 3.781.850.864 Utang pembiayaan konsumen - 149.614.696 149.614.696 Liabilitas Jangka Panjang Utang lain-lain pihak berelasi 14.566.492.760 (5.426.674.597) 9.139.818.163 Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank 8.298.977.454 127.538.938 8.426.516.392 Utang pembiayaan konsumen - 228.522.376 228.522.376 Laporan posisi keuangan 1 Januari 2011 Sebelum Reklasifikasi Reklasifikasi Sesudah Reklasifikasi Liabilitas Jangka Pendek Utang lain-lain Pihak ketiga 330.036.310 (330.036.310) - Pihak berelasi - 1.379.991.901 1.379.991.901 Biaya masih harus dibayar 3.240.441.774 (719.953.920) 2.520.487.854 Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang pembiayaan konsumen - 289.885.173 289.885.173 Liabilitas Jangka Panjang Utang lain-lain pihak berelasi 9.336.208.617 (660.037.981) 8.676.170.636 Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang pembiayaan konsumen - 40.151.137 40.151.137 64