Jakarta, 5 April 2017

dokumen-dokumen yang mirip
Daftar Isi. Profil Perseroan. Kinerja Operasional. Ikhtisar Keuangan. Tantangan dan Strategi Ke Depan. Lampiran

INVESTOR PRESENTATION FY Jakarta, 14 April 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Laba Bersih AGII Tahun 2017 Naik 52% di atas Rp 90 miliar,

PROFIL PERSEROAN. Visi. Misi

Laba Bersih Kuartal AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar

BAB I PENDAHULUAN. Tahun (juta orang)

BAB I PENDAHULUAN. seperti karbohidrat, akan tetapi juga pemenuhan komponen pangan lain seperti

I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. hanya perusahaan jasa tapi juga perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur.

PT SIERAD PRODUCE TBK

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya melimpah

I. PENDAHULUAN. industri pertanian, dimana sektor tersebut memiliki nilai strategis dalam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peternakan merupakan salah satu sub sektor pertanian yang memiliki peranan cukup penting dalam memberikan

I. PENDAHULUAN. Komoditas ayam broiler merupakan primadona dalam sektor peternakan di

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. tahun seiring meningkatnya pendapatan dan kesadaran masyarakat akan

I. PENDAHULUAN. pembangunan kesehatan dan kecerdasan bangsa. Permintaan masyarakat akan

Analisis SWOT PT.Japfa Comfeed Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. karakteristik produk unggas yang dapat diterima oleh masyarakat, harga yang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan usaha peternakan unggas di Sumatera Barat saat ini semakin

tentang Prinsip-prinsip Pembuatan Kandang dan Kegiatan Belajar 2 membahas tentang Macam-macam Kandang. Modul empat, membahas materi Sanitasi dan

I. PENDAHULUAN. Teknologi mempunyai peran penting dalam upaya meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. dan pendidikan bagi peternak disertai pengembangan kelembagaan. Berbisnis

BAB III METODE PENULISAN. Metode yang penulis gunakan untuk mendapatkan data yang relevan dengan

I. PENDAHULUAN. kontribusi positif terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kondisi ekonomi yang tumbuh semakin pesat merupakan harapan bagi

BAB I PENDAHULUAN. Peternakan adalah bagian dari agribisnis yang mencakup usaha-usaha atau

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... i UCAPAN TERIMA KASIH... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN...

I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Jumlah Tenaga Kerja Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Lapangan Pekerjaan Tahun 2011

I. PENDAHULUAN. Pembangunan sub sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan

I. PENDAHULUAN. Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tinjauan umum Ayam Broiler. sebagai penghasil daging, konversi pakan irit, siap dipotong pada umur relatif

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kondisi Peternakan Sapi Perah di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai nilai sangat strategis. Dari beberapa jenis daging, hanya konsumsi

Analisis Keuangan Perusahaan

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Budidaya ayam ras khususnya ayam broiler sebagai ayam pedaging,

PAPARAN PUBLIK TAHUNAN 2018 PT MITRA INTERNATIONAL RESOURCES Tbk

BAB I Pendahuluan. Keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada keputusan yang

Corporate Secretary PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Total size =3843K

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Seiring dengan perkembangan peradaban dan pola berpikir manusia,

PAPARAN PUBLIK 16 Juni PT Sierad Produce Tbk Gedung Plaza City View Lt. 1 Jl. Kemang Timur no. 22 Jakarta 12510

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan adanya krisis yang melanda Indonesia, banyak masalah

POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PETERNAKAN

PENGANTAR. Latar Belakang. Peternakan merupakan salah satu subsektor yang berperan penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendukung untuk pengembangan usaha perikanan baik perikanan

BAB I PENDAHULUAN. bentuk dan merek dagang yang berbeda, khususnya ayam olahan di pasaran.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Usaha sektor peternakan merupakan bidang usaha yang memberikan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Bab 4 P E T E R N A K A N

Peran dan fungsi pemerintah pada era otonomi daerah adalah. berupa pelayanan dan pengaturan (fasilitator, regulator dan dinamisator)

I. PENDAHULUAN. Pembangunan pertanian, pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan

I. PENDAHULUAN. 1 Sapi 0,334 0, Kerbau 0,014 0, Kambing 0,025 0, ,9 4 Babi 0,188 0, Ayam ras 3,050 3, ,7 7

I. PENDAHULUAN. sektor pertanian yang memiliki nilai strategis antara lain dalam memenuhi

I. PENDAHULUAN. serta dalam menunjang pembangunan nasional. Salah satu tujuan pembangunan

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN... x

I. PENDAHULUAN. dikembangkan dan berperan sangat penting dalam penyediaan kebutuhan pangan

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini membahas mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah,

DESKRIPSI HARGA JUAL DAN VOLUME PENJUALAN PEDAGANG PENGUMPUL AYAM POTONG DI KOTA MAKASSAR

BAB I PENDAHULUAN. efetivitas rantai pemasok. Menurut Wulandari (2009), faktor-faktor yang

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Corporate Secretary PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Public Expose Material Bahasa.pdf. Public Expose Material English.

BAB I. PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

PENDAHULUAN. Tabel 1. Konsumsi Telur dan Daging Broiler pada Beberapa Negara ASEAN Tahun 2009

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26/Permentan/PK.230/5/2016 TENTANG PENYEDIAAN, PEREDARAN, DAN PENGAWASAN AYAM RAS

I. PENDAHULUAN. potensi sumber daya alam yang besar untuk dikembangkan terutama dalam

Karya Ilmiah Bisnis ayam jawa super online

BAB I PENDAHULUAN. Pangan merupakan kebutuhan dasar dan pokok yang dibutuhkan oleh

BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut (Muhammad Rasyaf. 2002).

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Pola kemitraan ayam broiler adalah sebagai suatu kerjasama yang

PT Lionmesh Prima Tbk

I. PENDAHULUAN. Pembangunan sektor pertanian merupakan salah satu pilihan strategis untuk

I. PENDAHULUAN. Pertanian merupakan sektor potensial yang memegang peranan penting

2 seluruh pemangku kepentingan, secara sendiri-sendiri maupun bersama dan bersinergi dengan cara memberikan berbagai kemudahan agar Peternak dapat men

PENGANTAR. Latar Belakang. andil yang besar dalam pemenuhan kebutuhan pangan terutama daging.

I. PENDAHULUAN. khususnya bagi sektor pertanian dan perekonomian nasional pada umumnya. Pada

Tinjauan Pasar Daging dan Telur Ayam. Informasi Utama :

BAB I PENDAHULUAN. beli masyarakat. Sapi potong merupakan komoditas unggulan di sektor

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan tersebut belum diimbangi dengan penambahan produksi yang memadai.

PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR A11211 TENTANG

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. untuk meningkatkan produktivitas ayam buras agar lebih baik. Perkembangan

I. PENDAHULUAN. Protein hewani memegang peran penting bagi pemenuhan gizi masyarakat. Untuk

DITOPANG BISNIS MODEL YANG KOKOH, ADARO ENERGY BUKUKAN LABA INTI SEBESAR US$148 JUTA Pasar batubara masih menghadapi periode yang penuh tantangan

fax : + 62 PT 2010 mencata logam timah di LME Selama terendah ton. Produksi bijih timah tercatat halaman 1 dari 7

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN PETERNAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN PETERNAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis pembuatan kerupuk kulina (kulit ikan nila) merupakan salah satu

I. PENDAHULUAN. mempunyai peranan dalam memanfaatkan peluang kesempatan kerja.

memberikan multiple effect terhadap usaha agribisnis lainnya terutama peternakan. Kenaikan harga pakan ternak akibat bahan baku jagung yang harus

I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Data Perkembangan Koperasi tahun Jumlah

Transkripsi:

Jakarta, 5 April 2017

Daftar Isi Profil Perseroan Kinerja Operasional Ikhtisar Keuangan Tantangan dan Strategi Ke Depan Lampiran 2

Sekilas Japfa Tbk Perusahaan agribisnis terintegrasi vertikal berfokus di Indonesia Salah satu pelaku usaha perunggasan yang terbesar di Indonesia dengan penjualan bersih sebesar Rp27,1 triliun dan EBITDA sebesar Rp3,5 triliun pada tahun 2016. Diversifikasi usaha strategis di bidang budidaya perairan dan penggemukkan sapi. Tercatat di BEI lebih dari 20 tahun dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp16,6 triliun per tanggal 31 Desember 2016. Fokus di Indonesia, pasar pangan berprotein hewani dengan potensi pertumbuhan yang tinggi. Pemimpin pasar dan tingkat pertumbuhan yang tinggi Berhasil mempertahankan pangsa pasar yang tinggi selama lebih dari 40 tahun beroperasi. Skala ekonomis usaha yang memberikan keunggulan dalam efisiensi pembelian dan harga bahan baku. Jangkauan geografis usaha yang luas, mendekatkan Perseroan dengan para pelanggan dan pemasok bahan baku. Tingkat pertumbuhan penjualan bersih sebesar 14,7% CAGR dari tahun 2007-2016. Perseroan memilki pangsa pasar kedua terbesar untuk pakan ternak dan DOC. Fokus sebagai penyedia protein hewani terjangkau di Indonesia 4

Segmen Bisnis Yang Terintegrasi UPSTREAM MIDSTREAM DOWNSTREAM PAKAN PEMBIBITAN PETERNAKAN KOMERSIAL PEMROSESAN DIVISI PERUNGGASAN DIVISI PETERNAKAN SAPI POTONG DIVISI BUDIDAYA PERAIRAN 5

Divisi Perunggasan Penyumbang Terbesar Penjualan dan Divisi Pakan Ternak Pendukung Utama Laba Perseroan FY16 Kontribusi Penjualan Per Segmen Usaha FY15 Kontribusi Penjualan Per Segmen Usaha Perdagangan & Lain-Lain: 4% Peternakan sapi: 4% Peternakan sapi: 4% Budidaya Perairan: 6% Pakan Ternak: 45% Budidaya Perairan: 7% Perdagangan & Lain-Lain: 4% Pakan Ternak: 45% Peternakan & Produk Konsumen: 30% Peternakan & Produk Konsumen: 31% Divisi Perunggasan: 86% dari total Divisi Perunggasan: 85% dari total Anak Ayam Umur Sehari: 11% Anak Ayam Umur Sehari: 9% Total Penjualan Bersih FY16: Rp. 27,1 Triliun Total Penjualan Bersih FY15 : Rp. 25,0 Triliun Diversifikasi bisnis dengan fokus yang jelas di bidang perunggasan, didukung oleh keahlian Perseroan dan keadaan industri perunggasan yang dinamis Catatan: Konstribusi penjualan per segmen usaha diatas adalah berdsarkan penjualan kotor, dimana tidak termasuk penyesuaian eliminasi antar segmen. 6

Kilas Balik 2016 Pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2016 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun dampaknya terhadap masyarakat, antara lain daya beli, masih belum terlihat nyata. Perseroan di tahun 2016 membukukan kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari aspek operasional, Perseroan berhasil melakukan efisiensi, melalui sejumlah inovasi, baik dalam proses produksi maupun operasional internal Perseroan. Hal ini berdampak sangat signifikan terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dalam hal kinerja operasional, Perseroan masih merupakan salah satu pemain yang paling efisien di bidang perunggasan di Indonesia. Masih rendahnya tingkat konsumsi daging sapi, daging ayam dan ikan di Indonesia membuat peluang usaha Perseroan ke depan masih sangat terbuka lebar. Kami tetap yakin akan prospek jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan Perseroan pada masa-masa yang akan datang. 8

Ikhtisar Keuangan PENJUALAN BERSIH (Rp. Milyar) LABA OPERASIONAL (Rp. Milyar) EBITDA (Rp. Milyar) LABA BERSIH TERMASUK NON-CONTROLLING INTEREST (Rp. Milyar) Catatan: Berdasarkan Lapkeu FY2016 Perseroan 10

Ikhtisar Keuangan JUMLAH ASET (Rp. Milyar) HUTANG BERSIH/EKUITAS BELANJA MODAL (CAPEX) (Rp. Milyar) Catatan: Berdasarkan Lapkeu FY2016 Perseroan 11

Tantangan & Strategi Ke Depan Tantangan Perekonomian Indonesia tahun 2017 diharapkan akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016. Harga-harga komoditas dan tambang diperkirakan masih belum mengalami recovery yang tinggi di tahun 2017. Ini semua akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi makro di tahun 2017, yang dampaknya juga akan berpengaruh terhadap kinerja Perseroan. Strategi Ke Depan 1. Perseroan memanfaatkan rencana belanja modal (capex) dengan memperhatikan tingkat konsumsi, daya beli dan pertumbuhan berkelanjutan Perseroan pada masa-masa yang akan datang. 2. Perseroan melakukan refinancing terhadap kewajiban-kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat: obligasi Rupiah yang jatuh tempo tahun 2017 dan obligasi US Dollar yang jatuh tempo tahun 2018, dengan menerbitkan obligasi Rupiah dan US Dollar, dimana komposisi obligasi US Dollar lebih kecil dibanding yang sebelumnya. 3. Perseroan melakukan lindung nilai (hedging) terhadap seluruh kewajiban obligasi US Dollar yang diterbitkan, baik pokok maupun bunganya. Perseroan juga melakukan operational hedging untuk pembayaran bahan baku pakan ternak kepada para supplier berjangka waktu 2-3 bulan ke depan. 4. Perseroan akan terus fokus dalam meningkatkan efisiensi dan profitabilitas, termasuk memperbaiki efisiensi dalam hal modal kerja. 13

Wilayah Kerja Perseroan Catatan: Japfa memiliki 66 pembibitan broiler & layer serta 24 pusat penetasan telur. Tidak semua fasilitas bisa digambar di peta. 15