Perbedaan Individual. Psikologi Pendidikan

dokumen-dokumen yang mirip
PSIKOLOGI PENDIDIKAN Oleh: Arumi SavitriFatimaningrum, S. Psi.

EVA IMANIA ELIASA, M.Pd

SUMBER PERBEDAAN INDIVIDUAL

MACAM-MACAM PERBEDAAN INDIVIDUAL PADA PESERTA DIDIK PROGRAM PENGAJARAN INDIVIDUAL

BAB III. Perbedaan individual

BAB I PENDAHULUAN. mengikuti perkembangan tersebut. Berdasarkan perkembangan tersebut, baik

Kebijakan dan Praktek SDM. Struktur dan Desain organisasi. Kepemimpinan. Struktur kelompok. Kekuasaan dan politik. Persepsi.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah


BAB I PENDAHULUAN. dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. pesan-pesan konstitusi serta suasana dalam membangun watak bangsa (nation

Adakah anda memiliki siswa yang bisa menciptakan seni visual yang indah?,

BAB I PENDAHULUAN. dan musik meningkatkan mutu hidup manusia. (dalam Anggraeni, 2005)

BAB I PENDAHULUAN. No. Daftar 1 : 185/S/PGSD-Reg/8/Agustus/2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh orang

PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Oleh: Arumi Savitri Fatimaningrum

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kegiatan belajar mengajar dalam dunia kampus berbeda dengan

PP No 19 Tahun 2005 (PASAL 19, AYAT 1)

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. berkembang secara optimal. Berikut pernyataan tentang pendidikan anak usia

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kecerdasan yang seimbang. Menurut Undang-Undang RI Nomor 20

GEJALA-GEJALA JIWA 1. Pengamatan

PERBEDAAN INDIVIDUAL Haryani, S.Pd

I. PENDAHULUAN. mampu berkompetensi baik secara akademik maupun non akademik. Memenuhi kebutuhan pendidikan yang mampu mengembangkan akademik

BAB II KAJIAN TEORITIK

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah

Bentuk-bentuk Gejala Jiwa dan Implikasinya dalam Pendidikan

I. PENDAHULUAN Latar Belakang. Usia dini merupakan periode awal yang paling penting dan mendasar

BAB I PENDAHULUAN. berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedagogiek. Pais artinya anak, gogos artinya

BAB I PENDAHULUAN. Pelaksanaan proses pembangunan suatu negara ditentukan oleh banyak

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran sains yang kurang diminati dan membosankan. Banyak siswa yang

BAB I PENDAHULUAN. Usia kanak-kanak yaitu 4-5 tahun anak menerima segala pengaruh yang diberikan

BAB I PENDAHULUAN Secara sederhana Flavell mengartikan metakognisi sebagai knowing

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk multidimensional yang dapat ditelaah dari

MENURUT WECHSLER 1. Entitas atau kuantitas yang mampu diukur oleh tes-tes inteligensi bukanlah kuantitas sederhana. Dengan demikian inteligensi tidak

BAB I PENDAHULUAN. berlaku untuk semua, mulai usia dini sampai jenjang perguruan tinggi. Usia

PENGEMBANGAN RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE. Oleh. Isniatun Munawaroh,M.Pd*)

Pokok Bahasan 9 INTELIGENSI. Psikologi Umum By Hiryanto, M.si.

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

PENERAPAN PEMBELAJARAN SAINS DENGAN QUANTUM TEACHING M.Gade*

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

Umi Rochayati (Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika FT-UNY)

BAB 1 PENDAHULUAN. terhadap setiap siswa akan berbeda dan bervariasi. Tidak setiap siswa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tidak

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

ETIK UMB MENGENAL POTENSI DIRI FEB. Manajemen. Modul ke: Fakultas SYAHLAN A.SUME,SE,MM. Program Studi

BAB II KAJIAN TEORITIK. 1. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

BAB I PENDAHULUAN. Musik merupakan salah satu cabang seni yang mempunyai fungsi melatih

BAB II KAJIAN TEORITIK. 1. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis

BAB I PENDAHULUAN. Hasil wawancara dengan beberapa siswa SMA kemala Bhayangkari Surabaya kelas XII pada tanggal 17 April

Psikologi Kepribadian I Analytical Psychology Carl Gustav Jung

DAFTAR ISI. II. PEMBELAJARAN PENGAYAAN A. Pembelajaran Menurut SNP... B. Hakikat Pembelajaran Pengayaan... C. Jenis Pembelajaran Pengayaan...

PERSPEKTIF PENDIDIKAN BERKUALITAS BAGI ANAK

MULTIPLE INTELLIGENCES (Kecerdasan Ganda)

PERSONALITY AND EMOTIONAL. By Syafrizal Chan

KISI-KISI KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU BIDANG STUDI MATEMATIKA (SMP)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

TINJAUAN MATA KULIAH...

Akselerasi 05/23/11. A. Konsep Cerdas Istimewa

2014 PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN MATEMATIKA-LOGIS SISWA

Perkembangan Sepanjang Hayat

KISI-KISI KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU BIDANG STUDI MATEMATIKA (SMA)

BAB I PENDAHULUAN. Di era informasi instan dewasa ini, setiap masyarakat membutuhkan informasi,

BAB I PENDAHULUAN. kecerdasan verbal - linguistik (cerdas kata-kata), logika matematika (cerdas angka), visual

BAB I PENDAHULUAN. keinginan orang tua untuk memberikan bimbingan belajar kepada anak-anaknya

Nama : Rahmadi, M.Kom. NIP : Instansi : Universitas Andalas Mata Diklat : Standar Layanan Pembelajaran Fasilitator : Hairun Nissa

BAB I PENDAHULUAN. Ada kecenderungan perbedaan kemampuan antara pria dan wanita dalam

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS KORELASI ANTARA GOLONGAN DARAH TIPE ABO DENGAN MODALITAS DAN GAYA BELAJAR MAHASISWA. ABSTRAK

Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar. (Peace Of Mind)

BAB I PENDAHULUAN. diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar sampai perguruan

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-3

Tes Inventory. Pengertian, Kegunaan, dan Metode Tes MBTI. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan proses membantu mengembangkan dan. yang lebih baik, pendidikan ini berupa pembelajaran.

BAB II KAJIAN TEORITIK

MBTI (Myers Briggs Type Indicator) Mengenali : -Kekuatan, keunikan, motivasi, potensi -Menghargai/berkomunikasi dg mereka yg berbeda dg kita

BAB II KAJIAN TEORITIK

BAB I PENDAHULUAN. Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan terutama,

PEMBELAJARAN DI TK AL AZHAR SOLO BARU DITINJAU DARI SUDUT PANDANG MULTIPLE INTELLIGENCES SKRIPSI

BERBAGAI MACAM KESULITAN BELAJAR YANG DAPAT DIKETAHUI SEJAK AWAL

SESI 1: HAKIKAT KEBERBAKATAN. Konsep, Oleh Drs.Yuyus Suherman,M.Si

MATHEMATICAL CREATIVE THINKING ABILITY AND MULTIPLE INTELEGENCE BASED LEARNING

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia. Pendidikan dijadikan sebagai dasar manusia untuk. yang timbul dalam diri manusia. Pembelajaran matematika

ANAK BERBAKAT MATERI 6 MATA KULIAH DETEKSI DINI DALAM PERKEMBANGAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Grenita, 2013

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Kemampuan Representasi Matematis. a) Pengertian Kemampuan Representasi Matematis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB V PENUTUP. 1. Layanan Konseling Individual Bagi Siswa Kelas Akselerasi. a. Guru bimbingan dan konseling dalam layanan konseling individual

Tes Kepribadian. Paulus dachi Tes telah diselesaikan pada: Feb. 16, 2013

MYERSS BRIGGS TYPE INDICATOR

Learning Style. M e m p e l a j a r i c a r a b e l a j a r u n t u k b e l a j a r l e b i h b a i k l a g y o l l a w i j a y a n t i

Transkripsi:

Perbedaan Individual Psikologi Pendidikan

Pengertian Perbedaan Individual Salah satu karakteristik pembelajaran yang efektif jika pembelajaran dapat merespon kebutuhan khusus siswa, karena adanya perbedaan individual Perbedaan Individual berkaitan dengan psikologi pribadi yang menjelaskan perbedaan psikologis antara orang-orang serta berbagai kesamaannya. Psikologi Perbedaan individual menguji dan menjelaskan bagaimana orang-orang berbeda dalam berfikir, berperasaan dan bertindak.

Sumber Perbedaan Individual Faktor Bawaan Merupakan faktor biologis yang diturunkan melalui pewarisan genetik dari orangtuanya. Faktor Lingkungan SES orang tua, yang meliputi; tingkat pendidikan ortu, pekerjaan ortu dan penghasilan ortu Pola Asuh Orangtua, yakni pola perilaku yang digunakan untuk berhubungan dengan anakanaknya (otoriter, permisif dan autoritatif) Budaya, merupakan pikiran, akal budi dan hasil karya manusia (adat istiadat) Urutan Kelahiran

Macam-macam perbedaan Individu Perbedaan Jenis kelamin dan gender Istilah jenis kelamin dan gender sering dipertukarkan dan dianggap sama. Jenis kelamin menunjuk pada perbedaan biologis dari laki-laki dan perempuan, sementara gender merupakan aspek psikososial dari laki-laki dan perempuan. Perbedaan muncul dari apa yang diajarkan

Perbedaan Gender dan Prestasi di kelas O Pola-pola interaksi guru-siswa, siswa-siswa, isi kurikulum serta ujian ditengarai banyak menunjukkan bias gender. O Prestasi akademik tidak bisa dijelaskan melalui perbedaan jenis kelamin, tetapi karena faktor sosial dan budaya O Faktor familiaritas siswa terhadap mata pelajaran, perubahan aspirasi pekerjaan, persepsi terhadap pelajaran tertentu dianggap tipikal gender tertentu, gaya penampilan laki-laki dan perempuan serta harapan guru.

Perbedaan Kemampuan O Kemampuan sering diartikan kecerdasan O Kecerdasan adalah kemampuan dalam belajar O Kemampuan umum diartikan sebagai prestasi komparatif individu dalam berbagai tugas, termasuk memecahkan masalah dengan waktu tertentu O Perbedaan Kecerdasan dapat dipahami dari perbedaan skor IQ

Lanjutan perbedaan kemampuan O Tabel IQ yang dikembangkan Wechsler IQ Deskripsi Di atas 130 Very Superior 120-129 Superior 110-119 Bright Normal 90-109 Average 80-89 Dull Normal 70-79 Borderline Di bawah 70 Defective

Gifted Anak yang memiliki skor tes kecerdasan di atas 130 Jumlahnya 1% dari paling atas dari populasi Hasil penelitian menunjukkan, sepertiga dari mereka merupakan anak-anak para profesional, setengah dari mereka anak para pengusaha dan hanya 7 persen datang dari kelas pekerja atau buruh Di sisi lain anak kelompok ini, terlibat dalam perkara kriminal, DO, gagal dalam pekerjaan. Mereka kurang sukses karena secara emosional kurang matang atau kurang motivasi dibanding yang lain

Karakteristik anak gifted Memiliki penjelasan yang bagus Pengamat yang hebat Memiliki pendengaran yang tajam Memiliki banyak ide yang menarik Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi Perspektif dan insightfull Memiliki rasa humor yang tinggi Mungkin memiliki kemampuan yang bagus dalam seni, sain, geometri, mekanik, teknologi atau musik Memiliki ingatan jangka panjang yang sangat bagus Pengusaan kosa kata yang luas Pemahaman bacaan yang bagus Pemikiran matematis yang bagus Kemampuan verbal tingkat tinggi dalam diskusi Lancar menggunakan komputer Memahami konsep abstrak Dapat melakukan pekerjaan yang menantang Sangat kreatif dan imajinatif

Kesulitan belajar anak Gifted Menunjukkan hiperaktifitas di sela sela konsentrasi yang intensif Mudah terganggu dalam situasi gaduh Tidak dapat mengingat perintah tiga tahap Sulit belajar fonem Sulit mengeja Sulit belajar fakta-fakta matematis Minta mengulang perintah Tidak mampu mengerjakan tes Tulisannya tidak terbaca Tidak menyelesaikan tugas tertulis Sulit menyelesaikan tugas-tugas sederhana tetapi bagus dalam konsep Tidak merespon remedial dengan baik Lemah dalam beberapa mata pelajaran tetapi baik dalam pelajaran lain.

Anak Terbelakang (retarded) O Merupakan area bermasalah lain dari kecerdasan ekstrim, yaitu mereka yang memiliki IQ di bawah 70. O Klasifikasi tradisional membagi mereka menjadi: moron (IQ 50-70), imbecile (20-50) dan idiot (dibawah 20) O Pembagian lain menjadi mild (50-70), moderate (36-50), Severe (20-36) dan profound (di bawah 20)

Perbedaan kepribadian O Kepribadian adalah pola perilaku dan cara berfikir yang khas yang menentukan penyesuaian diri seseorang dengan lingkungan O Ada 2 model yang mencoba meninjau perbedaan kepribadian yaitu model big five dan model Brigg-Myers

Model Big Five Model yang diajukan oleh Lewis Golderg yang melihat kepribadian seseorang berdasarkan lima dimensi yaitu: Extroversion, orang yang menikmati keberadaanya bersama orang lain, penuh energi serta mengalami emosi positif. Agreeableness, berhubungan dengan kerjasama dan harmoni sosial Conscientiousness, berkaitan dengan cara kita mengontrol, mengatur dan memerintah impuls Neoroticism atau sebaliknya stabilitas emosional Opennes to experience

Model Brigg-Myers (MBTI) O Dikenal dengan model big four, yang meliputi empat dimensi yakni: O Extraversion (E) versus Introversion O Sensing (S) versus Intuition (N) O Thinking (T) versus Feeling (F) O Judging (J) versus Perceptive (P)

Perbedaan Gaya Belajar O Gaya belajar O Pola spesifik dalam menerima informasi baru dan mengembangkan ketrampilan baru serta proses menyimpan informasi atau ketrampilan baru O Kumpulan karakteristik pribadi yang membuat suatu pembelajaran efektif untuk beberapa orang dan tidak efektif untuk orang lain O Gaya belajar berhubungan dengan cara anak belajar serta cara belajar yang disukai

Model Gaya belajar Tidak ada gaya belajar yang lebih baik dibandingkan yang lain. Satu gaya belajar mungkin lebih efektif atau kurang efektif Menurut Horne terdapat beberapa model atau pendekatan gaya belajar yang berbeda-beda Modalitas belajar Belajar dengan otak kiri dan kanan Belajar sosial Lingkungan belajar Emosi Belajar Belajar konkrit dan abstrak Belajar global dan analitik Multiple Inteligence

Model Felder dan Solomon Active and reflective learner Melakukan secara aktif, suka memikirkan lebih dulu Coba dulu dan lihat hasilnya Aktiv suka kelompok, reflektive suka belajar sendiri Tanpa melakukan sesuatu secara fisik Sensing and intuitive learner Tipe sensing suka fakta, intuitif menemukan hubungan dan kemungkinan Sensor suka memecahkan masalah dengan cara yang pasti, intuitor suka inovasi Sensors suka sesuatu yang rinci, ingatan bagus tentang fakta, intuitor, bagus dalam menemukan konsep baru Visual dan verbal learners Sequential dan global learners

Model 4 MAT System O Mengalami (merasakan dan merefleksikan) : innovative learner O Mengkonseptualisasikan (merefleksikan dan memikirkan) Analytic learner O Mengaplikasikan (memikirkan dan melakukan) : common sense learner O Membentuk (membentuk dan melakukan) dynamic learner

Model Multiple Inteligence (Howard Gardner) Kecerdasan linguistic verbal (sensitif terhadap kata-kata) Kecerdasan logika matematika (mampu memberikan penjelasan dan mengenali pola yang digunakan ilmuwan Kecerdasan musikal (sensitif terhadap nada, melodi irama dan nada dalam suatu komposisi musik/lagu) Kecerdasan visual spasial (memahami dunia dengan tepat dan mencoba mengubah aspek dunia) Kecerdasan body kinestetik (dapat menggunakan anggota tubuh dengan cakap) Kecerdasan interpersonal (memahami orang dan hubungan seperti penjual atau guru) Kecerdasan intrapersonal (memiliki akses terhadap kehidupan emosional seseorang) Kecerdasan naturalis (berhubungan dengan seluk belum alam)

Model Quantum Learning O Orang Visual O Orang Auditorial O Orang kinestetik

Implikasi perbedaan individual dalam proses pembelajaran O Pembelajaran harus mampu merespon adanya perbedaan individual O Strategi pembelajaran O Program Remedial (Remedial teaching) O Program Pengayaan (Enrichment) O Program Percepatan (Acceleration) O Eklektik dan fleksibel

Program Pembelajaran Individual O Pengajaran terprogram O Program Linier dan bercabang O Pengajaran dengan bantuan komputer O Pengajaran dengan modul O Sistem Kontrak O Sistem Keller

Pengajaran Terprogram Diciptakan oleh Skiner dan dimodifikasi oleh Crowder Terdiri dari langkah-langkah yang tersusun menurut urutan yang membawa siswa dari apa yang telah diketahui sampai apa yang harus diketahuinya yaitu tujuan pembelajaran. Dua macam pengajaran terprogram, yakni: Program linier (skinner), yang mengharuskan siswa melalui semua langkah dari awal hingga akhir Program bercabang (crowder), memungkinkan siswa melampaui bagian yang telah dikuasai

Pengajaran dengan bantuan komputer O Pengajaran yang menggunakan komputer sebagai alat bantu O Komputer dapat memberi bantuan antara lain: O Menyimpan bahan pelajaran O Memberi informasi tentang berbagai referensi O Memberi informasi tentang ruangan belajar O Memberi informasi tentang hasil hasil belajar O Menyarankan kegiatan belajar yang diperlukan siswa

Pengajaran Modul Pengajaran yang sebagian atau seluruhnya didasarkan atas modul Modul adalah suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri atau terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan Tujuan pengajaran modul adalah kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut kecepatan masing-masing.

Pengajaran Modul Pengajaran modul memiliki tujuan antara lain: Memberikan kesempatan untuk memilih diantara sekian banyak topik Mengadakan penilaian secara berkala tentang kemajuan dan kelemahan siswa Memberikan modul remedial untuk mengolah kembali semua bahan yang telah diberikan guna pemantapan dan perbaikan

Sistem Kontrak O Diuraikan sejumlah tugas yang harus dilakukan oleg siswa O Siswa menandatangani suatu kontrak tentang tugas-tugas yang akan diselesaikan dalam jangka waktu tertentu O Untuk setiap tugas ditentukan jumlah kredit yang dapat diperolehnya O Dalam program ini siswa harus mengetahui apa yang harus diharapkan dari mereka

Sistem Keller O Termasuk sistem pengajaran individual O Sistem ini digunakan pada tingkat perguruan tinggi dan mendapatkan sukses besar O Komunikasi antara pengajar dengan mahasiswa kebanyakan dilakukan secara tertulis, tutorial dan penilaian dilakukan oleh mahasiswa senior, dosen berperan sebagai manager instruksional dan memberi motivasi

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam sistem keller O Tujuan yang akan dicapai harus ditentukan secara jelas O Bahan yang dipelajari dipecah dalam bagian-bagian kecil O Setiap mahasiswa diberikan perhatian pribadi O Gagal dalam tes tidak diberi hukuman dan tes tersebut dapat diulangi sampai tercapai O Kuliah tak diharuskan untuk dihadiri.