BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PENUTUP. Upaya hukum yang dilakukan pekerja outsourcing dalam. negosiasi terhadap atasan atau pengusaha PT. Vidya Rejeki Tama.

BAB III PENUTUP. 1. Pengawas Ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

DAFTAR PUSTAKA. Abdul Kadir Muhammad, 1982, Hukum Perikatan, Alumni, Bandung. Adrian Sutedi, 2003, Hukum Perburuhan, Sinar Grafika, Jakarta.

ANALISIS YURIDIS PENYERAHAN SEBAGIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPADA PERUSAHAAN LAIN MELALUI PERJANJIAN PENYEDIAAN JASA PEKERJA DI PT.

BAB III PENUTUP. Swalayan 24 Jam tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang, pelaksanaan

BAB I PENDAHULUAN. jasa tenaga kerja atau sering disebut dengan perusahaan outsourcing.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembangunan ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan hasil setelah dilakukannya penelitian maka dapat disimpulkan, antara lain :

BAB III PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai Pelaksanaan

DAFTAR PUSTAKA. Abdul Khakim, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, Edisi Revisi, CitraAditya Bakti, Bandung, 2007.

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

KATA PENGANTAR. hidayahnya, skripsi berjudul PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK. UPAH PEKERJA ALIH DAYA DI INDONESIA dapat disusun meski tidak

BAB V P E N U T U P. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis. 1. Kepastian Hukum Penyelenggaraan Jamsostek bagi TK LHK belum

BAB I PENDAHULUAN. dengan memperkerjakan tenaga kerja seminimal mungkin untuk dapat

BAB III PENUTUP. kesimpulan bahwa pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan bagi para

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA OUTSOURCING (Alih Daya) PADAA PT. SUCOFINDO CABANG PADANG SKRIPSI

BAB III PENUTUP. dan kesehatan kerja bagi pekerja perempuan yang bekerja pada malam hari di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembangunan ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari

BENTUK PERJANJIAN YANG DIBUAT ANTARA PEKERJA TOKO DAN PENGUSAHA PEMILIK TOKO DI DENPASAR

BAB V PENUTUP DAFTAR PUSTAKA. Buku

BAB I PENDAHULUAN. Hukum ketenagakerjaan merupakan keseluruhan peraturan baik tertulis

BAB III PENUTUP. Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber dan responden yang

JURNAL BERAJA NITI ISSN : Volume 3 Nomor 9 (2014) Copyright 2014

DAFTAR PUSTAKA. Asikin, Zainal (ed), 1993, Dasar-Dasar Huku Perburuhan, Raja Grafindo. Tenaga Kerja, Jakarta

BAB 1 PENDAHULUAN. dibandingkan dengan pengusaha yang kedudukannya lebih kuat sehingga para

BAB II PERLINDUNGAN HAK-HAK PEKERJA KONTRAK YANG DI PHK DARI PERUSAHAAN

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA DALAM PERJANJIAN KERJA DENGAN SISTEM OUTSOURCING DI INDONESIA

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERJANJIAN KERJA, PERLINDUNGAN HUKUM DAN TENAGA KONTRAK

CLARA PETRA PRATHITA NPM

BAB III PENUTUP. wanprestasi dalam perjanjian konsinyasi di Distro Slackers adalah

DAFTAR PUSTAKA. Asikin, Zainal dan Amiruddin. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2004.

JURNAL HUKUM ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KERJA SECARA LISAN ANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA DI UD NABA JAYA SAMARINDA ABSTRAKSI

AdiMujianto, Doni Mujianto, Ivan Nugroho Ardi Fakultas Hukum UNS Surakarta ABSTRAK

DAFTAR PUSTAKA. Badrulzaman, Mariam Darus. Asas-Asas Hukum Perikatan. Medan: FH. Blatter, Joseph S. FIFA Regulations Club Licensing.

BAB I PENDAHULUAN. Perseroan Terbatas (PT) Telkom Cabang Solo merupakan salah satu badan

PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) (Studi Tentang Perlindungan Hukum Bagi Karyawan)

BAB III PENUTUP. hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (i) Bagaimana tangung jawaban Pemerintah terhadap hak anak jalanan atas

I. FENOMENA IMPLEMENTASI OUTSOURCING TERHADAP KETENAGAKERJAAN INDONESIA

BAB III UPAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN

Miftakhul Huda, S.H., M.H

SILABUS. A. Identitas Mata Kuliah. 1. Nama Mata Kuliah : Perselisihan Hubungan Industrial. 2. Status Mata Kuliah : Wajib Konsentrasi

BAB III PENUTUP. Tv One Yogyakarta), bahwa dapat ditarik kesimpulan dalam Pelaksanaan

PERLINDUNGAN HAK KONSTITUSIONAL BURUH DALAM OUTSOURCING BERDASARKAN UNDANG-UNDANG KETENAGAKERJAAN. abstract

Model Perjanjian Kerja Yang Memberikan Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Kontrak Di Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum

PERATURAN TENTANG PEMBORONGAN PEKERJAAN (OUTSOURCING)

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

PERLINDUNGAN TERHADAP HAK-HAK NORMATIF KARYAWAN AKIBAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PADA PERUSAHAAN PT. FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE DENPASAR

BAB I PENDAHULUAN. guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang

LAMPIRAN PANDUAN WAWANCARA BURUH KONTRAK

PENERAPAN OUTSOURCING

SURAT EDARAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE.04/MEN/VIII/2013 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional merupakan upaya pembangunan yang. berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat,

DAFTAR PUSTAKA. Abdulkadir Muhammad, 1982, Hukum Perikatan, Alumni, Bandung , 1993, Hukum Perdata Indonesia, Citra

Lex Crimen Vol. VI/No. 10/Des/2017

BAB I PENDAHULUAN. Dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu syarat keberhasilan pembangunan nasional kita adalah kualitas

BAB IV PENUTUP. atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: a) Perlindungan hukum yang diberikan oleh PT. Wahyu Septyan dan PT

Bab III PENUTUP A. Kesimpulan

BAB III PENUTUP. maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

BAB V PENUTUP. 1. Pelaksanaan penegakan hukum penataan ruang di kawasan jalan Bantul-

TINJAUAN HUKUM TERHADAP SYARAT-SYARAT PENYERAHAN SEBAGIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPADA PERUSAHAAN LAIN. Oleh:

SKRIPSI PELAKSANAAN PERJANJIAN PENYEDIAAN JASA SATUAN PENGAMAN (SATPAM) ANTARA PT.PLN (PERSERO) CABANG PADANG DENGAN PT. CAHAYA CITRA MULIA (CCM)

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM DAN PENGAWASAN PEKERJA PEREMPUAN MALAM HARI

TESIS. (Kajian Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1985 Tentang Ketenagalistrikan)

NGATIRAN UNIVERSITAS PAMULANG ABSTRAK

Pengawasan Ketenagakerjaan dalam Bentuk Pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di Wilayah Provinsi DKI Jakarta

TANGGUNGJAWAB PERUSAHAAN PENYEDIA JASA AKIBAT PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH PEKERJA OUTSOURCING

Transkripsi:

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dalam memberikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja outsourcing Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dirasa masih kurang, karena peran yang dilakukan tidak berjalan efektif. Hal ini terjadi karena kurangnya kerjasama antara pengusaha dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan peran Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dalam memberikan perlindungan terhadap hakhak pekerja outsourcing antara lain: 1. Pengawasan dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantul terhadap: a. Ijin operasional dari perusahaan pemberi pekerjaan dan perusahaan penerima pekerjaan (user). Pengawasan ini tidak berjalan efektif karena dari pihak perusahaan tidak semuanya berbadan hukum sesuai dengan persyaratan yang terdapat dalam Keputusan Menteri Tenagakerja dan Transmigrasi Nomor: KEP/101/MEN/VI/2004 Tentang Tata Cara Perijinan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh b. Penempatan pekerja Pengawasan yang berkaitan dengan penempatan pekerja ini dilakukan karena pekerja outosurcing tidak boleh ditempatkan pada jenis pekerjaan yang sama dengan pekerja/buruh yang bukan

outsourcing. Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: KEP/220/MEN/X/2004 Tentang Tata Syarat- Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerja Kepada Perusahaan Lain terutama pada Pasal 6 disebutkan 1) pekerjaan harus dipisahkan dari pekerjaan utama 2) dilakukan dengan perintah langsung dari pemberi pekerjaan 3) merupakan suatu pekerjaan yang menunjang pekerjaan utama 4) tidak menghambat proses produksi pengawasan terhadap penempatan pekerja ini dilakukan melalui pengawasan terhadap perjanjian penempatan pekerja. Karena dalam perjanjian penempatan tersebut seharusnya memuat jenis pekerjaan, upah dari pekerja. Melalui pengawasan ini maka hak dari pekerja akan terlindungi. Tetapi pelaksanaan dari pengawasan ini kurang berjalan efektif karena dari perusahaan enggan untuk memberikan laporan, dan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak maksimal dalam melaksanakan fungsi pengawasan ini. 2. Pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Bantul dilakukan tidak hanya kepada pekerja/buruh tetapi juga terhadap pencari kerja. pembinaan ini dilakukan dengan melakukan pengarahan kepada para pencari kerja termasuk juga mengenai outsourcing. Pengarahan mengenai

outsourcing adalah mengenai kelebihan dan kekurangan dari outsourcing. Namun peran-peran tersebut kurang berjalan efektif karena kurangnya kesadaran dari pengusaha dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Pengusaha dan pekerja tidak mempunyai kesadaran untuk memberikan laporan mengenai kegiatan mereka kepada pemerintah. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Bantul kurang berpartisipasi aktif atau pemerintah Kabupaten Bantul hanya menunggu adanya laporan dari pengusaha ataupun pekerja. Seharusnya dengan petugas minim Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi harus tetap melaksanakan fungsi atau peran dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. B. Saran 1. Pemerintah Kabupaten Bantul seharusnya lebih aktif lagi dalam memberikan perlindungan terhadap hak pekerja outourcing dengan melakukan pengawasan langsung terhadap kegiatan dari perusahaan baik itu perusahaan penerima pekerjaan outsourcing ataupun pemberi pekerjaan outsourcing. 2. Pemerintah Kabupaten Bantul membuat suatu produk hukum yang berupa peraturan daerah yang mengatur tentang outsourcing di Kabupaten Bantul. Peraturan daerah ini berisi tentang pembatasanpembatasan dalam pelaksanaan perjanjian kerja outsourcing dan juga mengatur hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak dalam perjanjian outsourcing Peraturan ini memang hanya berlaku bagi

wilayah Kabupaten Bantul namun dengan adanya peraturan ini maka dari pihak pengusaha dan pekerja masing-masing mengetahui hak dan kewajibannya

DAFTAR PUSTAKA Buku Daliyo J.B., 2001, Pengantar Ilmu Hukum,.PT Prehalindo Jakarta Damanik Sehat, Jakarta 2006, outsourcing dan perjanjian kerja DSS pu blising Eko Indrajit Richardus dan Djokopranoto Richardus 2003, Proses bisnis outsourcing, Grasindo. Jakarta Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002, Balai Pustaka, Jakarta Mertokusumo Sudikno, 1999, Mengenal hukum Liberty, Yogyakarta Rahardjo,Satjipto 2000, Ilmu Hukum PT. Citra Aditya Bakti, Bandung Suhardi Gunarto, 2006, Perlindungan hukum bagi para pekerja kontrak outsourcing, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta Supomo Imam, 2005 Hukum Perburuhan Bidang ketenagakerjaan Pradya Paramita, Jakarta Sendjun H Manulang., 2001, Pokok-pokok hukum ketenagakerjaan di Indonesia, PT. Rineka cipta, Jakarta Website http://jurnalhukum.blogspot.com/27/05, outsourcing-dan-tenaga-kerja.html tanggal akses 26 agustus 2008 http://horizonilmu.blogspot.com/2006/06/pelaksanaan-outsourcing-ditinjaudari.html tanggal akses 26 agustus 2008 Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Undang-Undang No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: KEP.101/MEN/VI/2004 Tentang Tata Cara Perijinan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Repubik Indonesia nomor: KEP.220/MEN/X/2004 Tentang Syarat-Syarat Penyerahan Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain Undang-Undang No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja