BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Analisis Situasi

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

PEMBERDAYAAN KADER PKK DAN KADER POSYANDU SEBAGAI KADER KESEHATAN GIGI DAN MULUT

PENINGKATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK- ANAK TK DENGAN CARA MELAKUKAN KONTROL PLAK YANG BENAR

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. gigi dan mulut yang paling umum diderita, dan menggambarkan masalah

UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER

BAB 1 PENDAHULUAN. sebelum tidur malam, hal itu dikarenakan agar sisa-sisa makanan tidak menempel di

BAB 1 PENDAHULUAN. Hasil studi morbiditas Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2003

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. mutu pelayanan kesehatan pada seluruh masyarakat. Menurut WHO kesehatan adalah

BAB I PENDAHULUAN. yang tidak kalah pentingnya yaitu pertumbuhan gigi. Menurut Soebroto

BAB I PENDAHULUAN. efek yang buruk pada kesehatan pada umumnya, sehingga kesehatan mulut yang. baik dapat dicapai dengan kebersihan mulut yang baik.

PENINGKATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MELALUI KEGIATAN BAKTI SOSIAL PEPSODENT DAN FKG UNIVERSITAS JEMBER PADA SISWA SDI IMAM SYAFI I JEMBER

BAB I PENDAHULUAN. orang dewasa terdapat gigi tetap. Pertumbuhan gigi pertama dimulai pada

INDEKS DEF-T PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK SEKOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. Gigi merupakan bagian dari alat pengunyahan pada system pencernaan dalam

BAB I PENDAHULUAN. bidang kesehatan gigi (Depkes RI, 2000). integral dari kesehatan secara keseluruhan yang memerlukan penanganan

PERAN GURU DALAM KEBERHASILAN PROGRAM UKGS

PENINGKATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT UNTUK MENCEGAH GIGI BERLUBANG PADA SISWA-SISWI KELOMPOK BERMAIN AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH JEMBER

Sri Junita Nainggolan Jurusan Keperawatan Gigi Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan. Abstrak

BAB 1 PENDAHULUAN. nyeri mulut dan nyeri wajah, trauma dan infeksi mulut, penyakit periodontal,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kementerian Kesehatan Tahun 2010 prevalensi karies di Indonesia mencapai 60

BAB I PENDAHULUAN. Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan

PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MELALUI METODE PERMAINAN PADA SISWA KELAS 1-3 SDN SUCOPANGEPOK 02 JELBUK JEMBER

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. melalui makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Berbagai macam bakteri ini yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Analisis Situasi

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Mufidah (2012) umumnya permasalahan keseh atan pada

BAB I PENDAHULUAN. penanganan secara komprehensif, karena masalah gigi berdimensi luas serta mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. mempengaruhi kesehatan keseluruhan dari tubuh. Pembangunan di bidang

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat dipisahkan satu dan lainnya karena akan mempengaruhi kesehatan tubuh

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. kesehatan, terutama masalah kesehatan gigi dan mulut. Kebanyakan masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penyangga gigi dan karies gigi (Anonim, 2004). Salah satu penyebab terjadinya penyakit

PENGENALAN DINI KESEHATAN GIGI DAN MULUT MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL DAN PERMAINAN PADA SISWA SEKOLAH LAB PAUD YASMIN FKIP UNMUH JEMBER

BAB I PENDAHULUAN. (D = decayed (gigi yang karies), M = missing (gigi yang hilang), F = failed (gigi

1. Mitos: Menyikat gigi beberapa kali sehari merugikan enamel.

UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI MELALUI KEGIATAN SIKAT GIGI BERSAMA PADA SISWA TK AL-FATTAH KECAMATAN MUMBULSARI KABUPATEN JEMBER

KERANGKA ACUAN KEGIATAN SIKAT GIGI MASSAL

BAB VI PEMBAHASAN. dasar. Upaya-upaya yang dilakukan meliputi upaya promotif yaitu dengan. memberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan

PENINGKATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN PENYULUHAN PADA SISWA PLAY GROUP AZ-ZAHRO AISYIAH KALIWATES KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN FREKWENSI MENYIKAT GIGI TERHADAP KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA KELAS IV SDN 28 MATARAM

BAB 1 PENDAHULUAN. utama bila dibandingkan dengan penyakit umum lainnya. Penyakit gigi yang paling banyak

KESEHATAN GIGI MASYARAKAT: Pelbagai Survei FKG UGM. Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, FKG-UGM

BAB I PENDAHULUAN. pada umumnya berkaitan dengan kebersihan gigi dan mulut. Faktor penyebab dari

BAB I PENDAHULUAN. Menurut data WHO (World Health Organization) (2013), terjadi peningkatan

BAB I PENDAHULUAN. menjadi penerus bangsa sehingga mereka harus dipersiapkan dan. yang sehat jasmani dan rohani, maju, mandiri dan sejahtera menjadi

BAB 1 PENDAHULUAN. kelangsungan hidup manusia, demikian juga halnya dengan kesehatan gigi dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit tertinggi ke enam yang

BAB I PENDAHULUAN. dalam perkembangan kesehatan anak, salah satunya disebabkan oleh rentannya

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit gigi dan mulut merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di

PENDAHULUAN. mulut adalah penyakit jaringan keries gigi (caries dentis) disamping penyakit gusi.

BAB I PENDAHULUAN. akan mempengaruhi kesehatan anak secara menyeluruh (Suryani, Putu, N.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Kesehatan gigi dan

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT PENYULUHAN CARA MENYIKAT GIGI YANG BAIK DAN BENAR PADA ANAK DI RT 01 RW 07, GEMBONG SARI, KALIGAWE SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB V HASIL PENELITIAN. n = 3990 = 363, sampel 3990 (5%) 2 + 1

BAB I PENDAHULUAN. makanan sehingga membantu pencernaan, untuk berbicara serta untuk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan dalam

BAB I. A. Latar Belakang Masalah. proses demineralisasi yang progresif pada jaringan keras permukaan mahkota dan

BAB I PENDAHULUAN. dengan baik agar jangan sampai terkena gigi berlubang (Comic, 2010).

BAB 1 PENDAHULUAN. ini. Anak sekolah dasar memiliki kerentanan yang tinggi terkena karies,

BAB 1 PENDAHULUAN. Kesehatan gigi dan mulut memiliki peranan yang besar dalam kehidupan

TINGKAT KEPARAHAN KARIES PADA GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN BERDASARKAN KELOMPOK UMUR 6 DAN 12 TAHUN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERTIWI, MAKASSAR

BAB 1 PENDAHULUAN. Karies gigi adalah proses perusakan jaringan keras gigi yang dimulai dari

GAMBARAN MENYIKAT GIGI TERHADAP TINGKAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA MURID KELAS V DI MIN 9 KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH

PENGARUH METODE MENGGOSOK GIGI SEBELUM MAKAN TERHADAP KUANTITAS BAKTERI DAN Ph SALIVA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. mulut akan mempengaruhi kinerja seseorang (Putri dkk., 2010). Penyakit gigi dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. karbohidrat pada plak yang menempel di permukaan gigi. Plak merupakan salah

BAB 6: KESIMPULAN DAN SARAN. pelayanan kesehatan, faktor lokal dan faktor perilaku dengan kejadian penyakit

BAB 1 PENDAHULUAN. jika gigi mengalami sakit akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kesehatan gigi

BAB I PENDAHULUAN. percaya diri. Salah satu cara untuk mendapatkan kesehatan rongga mulut adalah dengan

BAB I PENDAHULUAN. pada anak usia sekolah dasar (Soebroto, 2009). mulut adalah penyakit jaringan keras gigi (karies gigi) dan penyakit

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI ANAK SDN KLECO II KELAS V DAN VI KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB VII PENUTUP. 1. Lebih dari separoh responden mengalami karies gigi di Sekolah Dasar Negeri

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas) tahun 2013

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. masalah dengan kesehatan gigi dan mulutnya. Masyarakat provinsi Daerah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. rendah (Depkes RI, 2005). Anak yang memasuki usia sekolah yaitu pada usia 6-12

BAB I PENDAHULUAN. Gigi dan mulut merupakan alat pencernaan mekanis manusia. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. Karies gigi dan radang gusi (gingivitis) merupakan penyakit gigi dan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. kesehatan gigi dan makanan sehat cenderung dapat menjaga perilaku hidup sehat.

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian. Penelitian untuk mengetahui perbedaan status kebersihan gigi dan mulut

BAB 1 PENDAHULUAN 3,4

HUBUNGAN WAKTU, TEKNIK MENGGOSOK GIGI DAN YANG DIKONSUMSI DENGAN KEJADIAN KARIES GIG SDN

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan gigi juga merupakan hasil interaksi antara kondisi fisik, mental dan

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENGGOSOK GIGI TERHADAP KEMAMPUAN MENGGOSOK GIGI PADA ANAK TK B

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PROGRAM PENDAMPINGAN MAHASISWA DALAM PERAWATAN KESEHATAN GIGI

BAB I PENDAHULUAN. sudah dimulai sejak 1000 tahun sebelum masehi yaitu dengan perawatan

BAB 1 PENDAHULUAN. umum. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut dilakukan upaya kesehatan yang. masyarakat dengan peran serta aktif masyarakat.

BAB V HASIL PENELITIAN. Selatan dengan luas wilayah kerja seluas 14,87 Km 2, terdiri dari 3 wilayah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

GASTER, Vol. 7, No. 2 Agustus 2010 ( )

BAB I PENDAHULUAN. cepat di masa yang akan datang terutama di negara-negara berkembang, seperti

BAB I PENDAHULUAN. sehat secara jasmani dan rohani. Tidak terkecuali anak-anak, setiap orang tua

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Karies gigi dan gangguan gigi berlubang merupakan gangguan kesehatan gigi yang paling umum dan tersebar luas di sebagian penduduk dunia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Eropa dan Asia disimpulkan 90-100 persen anak-anak di bawah usia 18 tahun terserang karies gigi. Namun pada saat ini banyak orang dewasa yang terserang penyakit karies gigi tersebut. Timbulnya karies gigi antara lain kurangnya perhatian masyarakat atau individu akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta didorong pola konsumsi bahan makanan yang dapat memicu timbulnya serangan karies gigi. Penyakit karies gigi dapat dialami oleh setiap orang dan dapat timbul pada satu sisi dan dapat meluas kebagian lebih dalam dari gigi. Plak merupakan penyebab awal terjadinya karies, oleh karena itu setelah kita makan kita harus meniadakan plak. Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang, ditandai oleh rusaknya email dan dentin yang progresif yang disebabkan oleh keaktifan metabolisme plak bakteri. Tempat yang sering mangalami karies adalah pit, fisur, dan permukaan gigi yang terdekat dengan gingiva, karena pada tempat tersebut sulit dibersihkan. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya, dan bahkan kematian. Upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dengan tindakan preventif dan kuratif. Upaya preventif atau pencegahan penyakit gigi dan mulut mendapat prioritas utama. Upaya pencegahan ini merupakan tindakan yang paling murah, paling kecil resikonya, tidak banyak membuka pengetahuan, keterampilan dan sarana yang canggih, serta tidak banyak menghabiskan dana, dibandingkan dengan tindakan kuratif maupun rehabilitatif. Tujuan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut adalah menghilangkan plak secara teratur untuk mencegah plak agar tidak tertimbun dan dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan periodontal. Plak tidak dapat hilang dengan berkumur. Oleh karena itu tindakan pencegahan yang paling penting yaitu 1

penggunaan sikat gigi yang efektif. Dewasa ini hanya cara mekanis dari sikat gigi dan sudah terbukti manfaatnya dapat mencegah bakteri dan deposit lain. Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan akan kebutuhan kesehatan gigi, maka perlu dilakukan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan terencana dan terarah. Melalui penyuluhan kesehatan gigi dan mulut diharapkan akan merubah perilaku masyarakat pada umumnya dan Ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Politeknik Negeri Jember khususnya terhadap kesehatan gigi dan mulut ke arah yang menguntungkan. B. Perumusan Masalah a. Angka kesakitan gigi terutama karies gigi dan penyakit periodontal di masyarakat masih cukup tinggi. b. Krisis ekonomi telah mengakibatkan jangkauan pelayanan kesehatan gigi menjadi semakin terbatas dan menurunkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatannya. c. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memperhatikan kesehatan gigi dan mulutnya d. Tindakan promotif merupakan suatu langkah awal untuk memberikan pengalaman yang baik untuk berobat ke dokter gigi 2

BAB II TUJUAN DAN MANFAAT KEGIATAN A. Tujuan Kegiatan 1. Masyarakat dapat mengetahui penyebab penyakit gigi dan mulut dan akibat yang ditimbulkan. 2. Masyarakat dapat mengetahui kelainan gigi dan mulut sedini mungkin. 3. Merubah perilaku masyarakat terhadap pemeliharaan dan perawatan kesehatan gigi dan mulut. B. Manfaat Kegiatan 1. Mengetahui gambaran prevalensi karies gigi pada masyarakat. 2. Mendapatkan pengetahuan tentang penyakit gigi dan mulut serta pencegahannya sedini mungkin. 3. Memperbaiki perilaku masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut menjadi lebih baik. 3

BAB III KERANGKA PEMECAHAN MASALAH Masalah kesehatan gigi di masyarakat merupakan suatu persoalan yang kompleks. Kesehatan gigi terkait dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti ekonomi, sosial, budaya, dan tingkat pengetahuan atau pendidikan masyarakat. Oleh karena pemecahan masalah kesehatan gigi sebaiknya juga memperhatikan aspek-aspek yang terkait di masyarakat. Tingginya angka kesakitan gigi di masyarakat dapat diakibatkan oleh satu atau beberapa hal di hawah ini: 1. Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan gigi yang rendah. 2. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi yang rendah. 3. Tingkat pendapatan masyarakat yang masih rendah. 4. Biaya perawatan kesehatan gigi yang sangat mahal. 5. Jangkauan pelayanan kssehatan gigi oleh pemerintah yang masih terbatas. 6. Program-program kesehatan gigi yang masih belum optimal. Berdasarkan falrtor-faktor penyebab di atas, maka kerangka pemecahan masalah mengenai tingginya angka kesekitan gigi di masyarakat antara lain dapat dilakukan dengan melalui : 1. Menggalakkan program peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan melalui berbagai kegiatan, strategi dan berbagai kesempatan. 2. Membangkitkan motivasi masyarakat untuk hidup sehat dan mandiri. 3. Menggiatkan sosialisasi mengenai pemeliharaan kesehatan gigi, seperti : cara menggosok gigi, pengaturan pola diet sehari-hari, perawatan gigi secara, sederhana, motivasi pemeriksaan gigi secara teratur dan lain-lain. 4. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat 5. Memberikan pelayanan perawatan gigi dengan biaya yang terjangkau masyarakat luas. 6. Mengoptimatkan semua potensi dan sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan gigi di masyarakat. 4

BAB IV PELAKSANAAN KEGIATAN A. Realisasi Pemecahan Masalah Realisasi pemecahan masalah tentang upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat khusunya Ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Politeknik Negeri Jember diperlukan penyusunan dan metode penyampaian yang mudah dipahami dan dilakukan oleh tim pelaksana dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Kegiatan pengabdian tersebut dilakukan dalam bentuk penyuluhan singkat yang pelaksanaanya bersamaan Pertemuan Rutin dan Peringatan Hari Kartini di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Politeknik Negeri Jember. Pelaksanaannya dibantu dengan alat-alat peraga serta demo cara menyikat gigi yang baik. B. Khalayak Sasaran Khalayak sasaran adalah Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Politeknik Negeri Jember C. Waktu dan Tempat Kegiatan Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 19 April 2013, bertempat di Gedung Serba Guna, Polteknik Negeri Jember. D. Metode yang Digunakan Dalam suatu pelaksanaan kegiatan tersebut metode yang digunakan adalah: - Ceramah - Alat peraga yang berupa : gambar, model gigi, dan sikat gigi - Demonstrasi cara menyikat gigi - Tanya jawab 5

BAB V HASIL KEGIATAN Kegiatan pengabdian pada masyarakat mengenai upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut pada Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Politeknik Negeri Jember yang dilakukan oleh para pengabdi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Semua materi yang telah disiapkan dapat terlaksana semuanya dengan baik, dengan demikian diharapkan Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita Persatuan Politeknik Negeri Jember yang hadir pada acara penyuluhan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan mereka tentang arti penting kesehatan gigi dan mulut dalam rangka meningkatkan khususnya bagi keluarga serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Ceramah, peragaan gambar-gambar dan model gigi, serta demontrasi menyikat gigi cukup menarik perhatian Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita, mereka tampak memperhatikan serta mendengarkan ceramah dan demontrasi yang disampaikan dengan antusias dan tertib. Hal ini sangat mengembirakan para penceramah karena hal ini menunjukkan bahwa mereka memberikan tanggapan yang positif terhadap kegiatan ini. Berdasarkan hasil evaluasi tanya jawab yang dilakukan oleh para pengabdi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember terhadap kegiatan pengabdian pada Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita mengenai peningkatan kesehatan gigi dan mulut, tampak bahwa kerusakan gigi dan mulut yang dijumpai pada masyarakat terutama anak-anak masih cukup tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan permasalahan yang disampaikan Ibu-ibu mengenai kondisi gigi dan mulut anak-anak yang mempunyai karies, yang menandakan adanya kerusakan gigi. Dalam rangka menindak lanjuti kegiatan ini disarankan ada kegiatan penyuluhan yang terus menerus dan diharapakan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Hal ini dipandang penting untuk mengubah perilaku masyarakat untuk mampu menjaga dan memelihara kesehatan gigi dan mulutnya secara mandiri dan membiasakan diri untuk berperilaku sehat. 6

VI. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Pada saat ini diperlukan program program yang bersifat kuratif segera agar penurunan angka kesakitan gigi di masyarakat lebih cepat dapat dicapai dengan tetap memprioritaskan program yang bersifat preventatif dan promotif. 2. Para peserta penyuluhan yang meliputi Ibu-ibu Anggota Dharma Wanita memberikan respon yang baik terhadap materi yang disampaikan 3. Pengetahuan dan sikap para peserta penyuluhan terhadap kesehatan gigi dan mulut sudah cukup baik. B. Saran 1. Diperlukan suatu strategi strategi khusus agar pelayanan kesehatan gigi di masyarakat dapat lebih terjangkau dan merata. 2. Diperlukan kepedulian semua pihak dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan gigi masyarakat. 3. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah salah satu bentuk kepedulian kita dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan gigi masyarakat yang perlu terus digalakkan. 7

DAFTAR PUSTAKA Andlaw, RJ dan W.P Rock. 1992. Perawatan Gigi Anak. Jakarta: Hipokrates Astoeti, 2004. Sudahkah Menggosok Gigi Hari Ini?. Buletin PPDSM Kesehatan. Edisi 5/ X/ 2004 Budiharjo. 1986. Pemeliharaan Gigi dan Mulut. Surabaya: Airlangga University Press Carranza, F.A 2000. Clinical Periodontologi. Philadelphia: W.B. Saundres Company Houwink, B. et all. 1993. Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan. Jogjakarta : Gadjah Mada University Press. Mc Donals, RE. Dan Avery, 2000. Dentistry For The Children and Adolescend. Ed.G.St. Louis Missouri. CV. Mosby Sarasati dan Lestari. 2002. Peran Faktor Sosial dan Budaya dalam Meningkatka Keberhasilan Pendidikan Kesehatan Gigi. Kumpulan Makalah Ilmiah Kedokteran Gigi Edisi Khusus FORIL. Suwelo, L.S. 1992. Karies Gigi pada Anak Dengan Pelbagai Faktor Etiaologi. Jakarta : EGC. Tarigan, R. 1990. Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut. Jakarta: Hipokrates Tarigan, R. 1995. Karies Gigi. Jakarta: Hipokrates