Pernyataan if MODUL V PERCABANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL 4 OPERATOR KONDISI PADA PEMROGRAMAN BAHASA JAVA

if (kondisi) Pernyataan;

MODUL. Operasi Kondisi. Modul Praktikum C++ Dasar Pemrograman Komputer JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

OPERASI PERNYATAAN KONDISI

PRAKTIKUM PEMROGRAMAN KOMPUTER MODUL II PERCABANGAN. Bahasa Pemrograman : C / C++

Struktur Kontrol Pemrograman Java : PERCABANGAN

Kondisional/Pencabangan/Pemilihan. Konsep Pencabangan Sintaks Konsep if (kasus tunggal) Konsep if-else (2-3 kasus) Konsep switch (lebih dari 3 kasus)

24/09/2017 PERCABANGAN

If (kondisi) pernyataan

BAB VI. STATEMENT CONTROL

FUNGSI IF Borland C++ Operasi Penyeleksian Kondisi

MODUL V PERULANGAN. Perulangan digunakan untuk menjalankan satu atau lebih perintah secara berulang selama kondisi tertentu.

OPERATOR, PERULANGAN DAN SELEKSI KONDISI

Pengambilan Keputusan. Konsep Pemrograman Oleh Tita Karlita

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR PERTEMUAN VI KOMPONEN KOMPONEN PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

Pert. 5. Operai Penyeleksian Kondisi

Tujuan : A. Percabangan Percabangan di dalam Java terdapat 2 macam, yaitu dengan memakai if dan switch.

I. RUNTUNAN(SEQUENCE)

Selection / Pemilihan PEMILIHAN

PERNYATAAN DAN KONDISI

MODUL 2 OPERATOR DAN OPERASI KONDISI

PRAKTIKUM 4 PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Operator Logika dan Pernyataan If. A ud Solehuddin::Januari2012

Dasar Pemrograman. Kondisi dan Perulangan. By : Hendri Sopryadi, S.Kom, M.T.I

Pengantar Pemrograman

PRAKTIKUM 4 PENGAMBILAN KEPUTUSAN

V. STRUKTUR PEMILIHAN

: Mahasiswa dapat mempraktekkan perintah selection/ pemilihan (If ; If Else ; Nested If ; Switch)

Kondisi dan Perulangan

Chapter 2 Tipe Data, Identifier, Operator dan Control Statement

Minggu III STRUKTUR PEMILIHAN (KONTROL PROGRAM)

STRUKUR KENDALI : PERCABANGAN

Struktur Kontrol. (Repetition)

BAB IV STRUKTUR RUNTUNAN DAN PERCABANGAN

3. Struktur Perulangan dalam Bahasa C++

PERCABANGAN P E N G E N A L A N P R O G R A M S T U D I T E K N I K I N F O R M AT I K A. Institut Teknologi Sumatera

MODUL ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN. STMIK AMIKOM Yogyakarta. Rajif Agung Yunmar, S.Kom., M.Cs.

3. Struktur Perulangan dalam C++

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Algoritmadan Pemrograman

Pengenalan C++ Oleh : Dewi Sartika

Tipe Data, Identifier, Operator dan Control Statement

Kisi-Kisi Ujian Tengah Semester Algoritma dan Pemrograman Lanjut

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE II PERCABANGAN

Akan diperhatikan tipe data dari masing-masing operand dalam ungkapan dan secara otomatis akan dilakukan.

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE II PERCABANGAN

Percabangan. Agus Priyanto, M.Kom

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK. Percabangan. Budhi Irawan, S.Si, M.T

Object Oriented Programming (OOP)

Pertemuan 5 PEMILIHAN/PERCABANGAN

Imam Fahrur Rozi. Algoritma dan Pemrograman SELEKSI KONDISI

Struktur dan Kondisi Perulangan. Struktur Kondisi

Percabangan. Yuli Sun Hariyani

Pertemuan X. Pemrograman Web Dasar Semester 1

Selection, Looping, Branching

STRUKTUR KENDALI PERCABANGAN

Pemrograman Fery Updi,M.Kom

TUTORIAL DASAR C++ BELAJAR C++ DARI NOL. Nor Kandir. Lab B201 - Teknik Elektro ITS Surabaya

MODUL 5 PERULANGAN (LOOPING)

PEMROGRAMAN WEB 1. Statement Control Pemilihan dan Perulangan. Rio Andriyat Krisdiawan, M.Kom

OPERATOR DAN STATEMEN I/O

MATERI IV ARRAY. Materi Praktikum Pemograman Bahasa C++ dengan menggunakan variabel Array

C++ menyediakan dua perintah pengambilan keputusan yaitu perintah IF dan perintah SWITCH yang disertai dengan CASE

Pengenalan Array. Array Satu Dimensi

PERCABANGAN. Bentuk if Sederhana

Struktur Kondisi dan Perulangan

Pertemuan II Algoritma Pemrograman & Struktur Data I

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk: Menggunakan struktur kendali pencabangan bersyarat dalam bahasa pemrograman.

IF ELSE IF ELSE. BU : if (kondisi1) Statement; else if (kondisi2) Statement;

FUNGSI. tipe Tipe nilai yang dihasilkan oleh fungsi. Jika tidak dinyatakan, hasil fungsi dianggap bilangan bulat (int)

UJIAN TENGAH SEMESTER KU1072/PENGENALAN TEKNOLOGI INFORMASI B SEM /2014

PENYELEKSIAN KONDISI

Struktur Kondisi dan Perulangan

Keg. Pembelajaran 5 : Perulangan dalam C++ 1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 2. Uraian Materi while do..while for continue dan break go to

IF IF ELSE. ELSE IF SWITCH CASE STATEMENT F NT OR, W HILE D O WHILE I 2

IMPLEMENTASI NOTASI ALGORITMIK KE DALAM BAHASA C

MODUL 1 Alur Seleksi dengan C++

PERTEMUAN 4 DIAGRAM ALUR (FLOWCHART)

Algoritma & Pemograman (Flowchart & C++)

Pemrograman Fery Updi,M.Kom

Ian Sommerville 2004 Software Engineering, 7th edition. Chapter 1 Slide 1

Tujuan : mahasiswa dapat menerapkan struktur kendali untuk membuat program dengan C++

Bab 3. Decision 1 (Pengambilan Keputusan)

Identifier dan Tipe Data

IF PEMROGRAMAN LANJUT PERCABANGAN. Oleh : Andri Heryandi, M.T.

BAB 4 KONDISI / PEMILIHAN

Pemrograman Dasar S E L E C T I O N

Percabangan & Perulangan

PERNYATAAN KONTROL. salah

MODUL 2 STRUKTUR KONTROL

TPI4202 e-tp.ub.ac.id. Lecture 5 Mas ud Effendi

MODUL 5 STRUKTUR KONDISI (PERCABANGAN)

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

PERTEMUAN V PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR DENGAN VISUAL C Setiap bahasa C mempunyai satu fungsi dengan nama main (program utama).

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++)

MODUL 3 PERCABANGAN A. TUJUAN

Pertemuan 3 Struktur Kondisi dan Perulangan

BAB III PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Struktur Kontrol. Contoh, Akan tercetak x is 100 jika nilai yang disimpan pada variable x adalah 100:

Transkripsi:

MODUL V PERCABANGAN Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada. Pernyataan if Pernyataan if mempunyai pengertian, Jika kondisi bernilai benar, maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: Kondisi T Y Perintah Bentuk Umum dari pernyataan if: if (kondisi) { // pernyataan Contoh Program: * Program5-1.cpp : if (true) { cout << "Perintah ini akan dijalankan\n";

if (!true) { cout << "Perintah ini TIDAK akan dijalankan\n"; if (1+1 == 2 && 100 > 99) { cout << "Anda benar\n"; Pada contoh di atas, perintah akan dijalankan jika kondisi akhir bernilai benar. Berikut ini contoh program untuk menentukan besarnya potongan dari pembelian barang dengan kriteria: Tidak ada potongan jika total pembelian kurang dari Rp. 50.000,- Jika total pembelian lebih dari atau sama dengan Rp. 50.000,- potongan yang diterima sebesar 20% dari total pembelian. * Program5-2.cpp : * contoh penggunakan if double tot_beli, potongan = 0, jum_bayar = 0; cout << "Total pembelian Rp. "; cin >> tot_beli; if ( tot_beli >= 50000 ) { potongan = 0.2 * tot_beli; cout << "Besarnya potongan Rp. " << potongan << endl; jum_bayar = tot_beli - potongan; cout << "Jumlah yang harus dibayarkan Rp. " << jum_bayar;

Hasil Eksekusi: Total pembelian Rp. 70000 Besarnya potongan Rp. 14000 Jumlah yang harus dibayarkan Rp. 56000 Pernyataan if - else Pernyataan if mempunyai pengertian, Jika kondisi bernilai benar, maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: Kondisi T Y Perintah-1 Perintah-2 Bentuk Umum dari pernyataan if-else: if (kondisi) { // pernyataan 1 else { // pernyataan 2 Berikut ini contoh program untuk menentukan besarnya potongan dari pembelian barang dengan kriteria: Jika total pembelian kurang dari Rp. 50.000,- maka potongan yang diterima sebesar 5% dari total pembelian. Jika total pembelian lebih dari atau sama dengan Rp. 50.000,- potongan yang diterima sebesar 20% dari total pembelian.

* Program5-3.cpp : * contoh penggunakan if-else double tot_beli, potongan = 0, jum_bayar = 0; cout << "Total pembelian Rp. "; cin >> tot_beli; if ( tot_beli >= 50000 ) { potongan = 0.2 * tot_beli; else { potongan = 0.05 * tot_beli; cout << "Besarnya potongan Rp. " << potongan << endl; jum_bayar = tot_beli - potongan; cout << "Jumlah yang harus dibayarkan Rp. " << jum_bayar; Hasil Eksekusi: Total pembelian Rp. 49000 Besarnya potongan Rp. 2450 Jumlah yang harus dibayarkan Rp. 46550 Pernyataan Nested if Nested if merupakan pernyataan if yang berada di dalam pernyataan if yang lain. Bentuk penulisan pernyataan nested if adalah: if (kondisi1) { if (kondisi2) {

// perintah else { // perintah else { if (kondisi3) { // perintah else { // perintah Contoh Kasus: Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para salesman dengan ketentuan sebagai berikut: Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 2.000.000, - maka akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 500.000,- ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. Bila salesman dapat menjual barang di atas Rp. 2.000.000, - maka akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 500.000,- ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. Bila salesman dapat menjual barang di atas Rp. 5.000.000, - maka akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 1.000.000,- ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. * Program5-4.cpp : * contoh penggunakan nested if long pendapatan, jasa = 0, komisi = 0, total = 0; cout << "Pendapatan hari ini Rp. "; cin >> pendapatan; if ( pendapatan > 0 && pendapatan <= 2000000) { jasa = 500000; komisi = 0.1 * pendapatan;

else { if ( pendapatan <= 5000000 ) { jasa = 500000; komisi = 0.15 * pendapatan; else { jasa = 1000000; komisi = 0.2 * pendapatan; total = komisi + jasa; cout << "Uang jasa Rp. " << jasa << endl; cout << "Uang Komisi Rp. " << komisi << endl; cout << "------------------------------" << endl; cout << "Hasil Total Rp. " << total << endl; Hasil Eksekusi: Pendapatan hari ini Rp. 3500000 Uang jasa Rp. 500000 Uang Komisi Rp. 524999 ------------------------------ Hasil Total Rp. 1024999 Pernyataan if-else Majemuk Bentuk dari if-else majemuk bertingkat sebenarnya mirip dengan nested if. Keuntungan penggunakan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah bentuk penulisannya yang lebih sederhana. if (kondisi1) { // perintah 1 else if (kondisi2) { // perintah 2 else { // perintah N

Berikut ini adalah penyederhanaan dari kasus sebelumnya dengan menggunakan if-else majemuk. * Program5-5.cpp : * contoh penggunakan if-else majemuk long pendapatan, jasa = 0, komisi = 0, total = 0; cout << "Pendapatan hari ini Rp. "; cin >> pendapatan; if ( pendapatan > 0 && pendapatan <= 2000000) { jasa = 500000; komisi = 0.1 * pendapatan; else if ( pendapatan <= 5000000 ) { jasa = 500000; komisi = 0.15 * pendapatan; else { jasa = 1000000; komisi = 0.2 * pendapatan; total = komisi + jasa; cout << "Uang jasa Rp. " << jasa << endl; cout << "Uang Komisi Rp. " << komisi << endl; cout << "------------------------------" << endl; cout << "Hasil Total Rp. " << total << endl;

Pernyataan switch - case Pernyataan switch case memiliki kegunaan yang sama seperti if else bertingkat, tetapi untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. Bentuk penulisannya seperti berikut: switch (ekspresi) { case kontanta-1: // pernyataan 1 case konstanta-2: // perintah 2 default: // perintah Contoh Program: * Program5-5.cpp : * contoh penggunakan switch-case int nhari; cout << "Masukkan No Hari [1..7] : "; cin >> nhari; cout << "Ini adalah hari "; switch (nhari) { case 1: cout << "Ahad"; case 2: cout << "Senin"; case 3: cout << "Selasa";

case 4: cout << "Rabu"; case 5: cout << "Kamis"; case 6: cout << "Jum'at"; case 7: cout << "Sabtu"; default: cout << "Kiamat :))"; Hasil Eksekusi: Masukkan No Hari [1..7] : 5 Ini adalah hari Kamis Pernyataan break menunjukkan siap keluar dari switch. Jika pernyataan ini tidak ada, maka program akan diteruskan ke cabang-cabang yang lainnya. Contoh Program: * Program5-5.cpp : * contoh penggunakan switch-case char jkl; cout << "Gender Anda (L/P) : "; cin >> jkl;

cout << "Anda adalah "; switch (jkl) { case 'p': case 'P': cout << "Perempuan"; case 'l': case 'L': cout << "Laki-laki"; default: cout << "Complecated"; Hasil Eksekusi: Gender Anda (L/P) : l Anda adalah Laki-laki Tugas Perusahaan DINGIN DAMAI, memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.500.000,- per bulan, ditambah tunjangan sebagai berikut: Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Tunjangan Pendidikan Kode Pendidikan Persentase 1 SMU 2,5% 2 D3 5% 3 S1 7,5% Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. Kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur per jam sebesar Rp. Rp. 2.500,- untuk setiap kelebihan jam kerja per hari. Tampilan yang diinginkan adalah sebagai berikut:

Layar Masukan Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT. DINGIN DAMAI Nama Karyawan :... Golongan :... Pendidikan (1/2/3) :... Jumlah Jam kerja :... Layar Keluaran Karyawan yang bernama :... Honor yang diterima Honor Tetap Rp.... Tunjangan jabatan Rp.... Tunjangan Pendidikan Rp.... Honor Lembur Rp.... -------------------------------- Honor yang diterima Rp....