Technical Meeting MEDICAL DEBATE COMPETITION

dokumen-dokumen yang mirip
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

Ketentuan Kompetisi Debat Politic and Governance 2012

Ketentuan Kompetisi Debat Politic and Government 2012

PERATURAN UMUM LOMBA DEBAT PANGAN 3 BEM FTP 2016 TINGKAT SMA/SEDERAJAT KETENTUAN UMUM

PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI DEBAT HUKUM SEKOLAH MENENGAH ATAS ANTAR SISWA SMA TINGKAT NASIONAL SCIENCESATIONAL 2016 BAB I KETENTUAN UMUM.

PETUNJUK TEKNIS OLIMPIADE DEBAT BAHASA INDONESIA PEKAN UMUM MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET

PETUNJUK TEKNIS DAN PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA DEBAT BAHASA INGGRIS ITECHNO CUP TAHUN 2017 TINGKAT SMA/MA/SMK SE-JABODETABEK

DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PEKAN ILMIAH MAHASISWA FARMASI INDONESIA UNIVERSITAS PADJADJARAN 2015

TERM OF REFERENCE DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PHARMACIOUS 2017

PERATURAN UMUM SASANA DEBAT MAHASISWA TINGKAT UNIVERSITAS TAHUN 2015 BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

PERATURAN UMUM & PERATURAN TEKNIS KOMPETISI DEBAT UNIVERSITAS TINGKAT NASIONAL PADJADJARAN LAW FAIR IX

Kompetisi Debat Nasional MMO 2015 Himpunan Mahasiswa D3 Manajemen Pemasaran Telkom University

GUIDE BOOK ENGLISH DEBATE COMPETITION. English and Research Community Faculty of Social Science Semarang State University

PERATURAN UMUM & PERATURAN TEKNIS KOMPETISI DEBAT SEKOLAH MENENGAH ATAS TINGKAT NASIONAL PADJADJARAN LAW FAIR IX

Konfirmasi 16 finalis Maret Technical Meeting 7 April Debat dan Field Trip 8 April Seminar dan Final debat 9 April 2017

TERM OF REFERENCE DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PHARMACIOUS 2017

PERATURAN UMUM ECONOMICS DEBATE COMPETITION BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

Petunjuk Teknis Pendaftaran Kompetisi Debat Daerah Tertinggal dan Perbatasan Universitas Borneo Tarakan

PERATURAN UMUM DEBAT SOSIAL POLITIK NASIONAL 2016 BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT LINGKUNGAN FAKULTAS PERTANIAN, INSTITUT PERTANIAN BOGOR KETENTUAN UMUM

SMA NEGERI 1 BEKASI ENGLISH CONVERSATION CLUB (ECC)

KOMPETISI DEBAT HUKUM

BAGIAN I : DESKRIPSI KEGIATAN. A. Tema Kegiatan Tema kegiatan: Indonesia Sciencepreneur for Asian Economics Community.

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA OLIMPIADE ILMIAH MAHASISWA (OIM) 2013 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA KETENTUAN UMUM

Hari, tanggal : Selasa, 5 April 2016 Kamis, 7 April 2016 Tempat : Aula BKS, UNIKA Atma Jaya, Jakarta : Pukul WIBB

Booklet D E B A T I S U N A S I O N A L

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT BAHASA INGGRIS OLIMPIADE ILMIAH MAHASISWA (OIM) 2013 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA KETENTUAN UMUM

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT LINGKUNGAN FAKULTAS PERTANIAN, INSTITUT PERTANIAN BOGOR KETENTUAN UMUM Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan: 1.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAN PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT BAHASA INGGRIS TEENAGER ENGLISH COMPETITION IN SMANSASI (TENSES) 2017 SMAN 1 BEKASI

Menimbang: a. Bahwa kompetisi hukum bisnis antar mahasiswa fakultas hukum tingkat

Materi TM Debat FRESH 10 Nasional

PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT BAHASA INGGRIS TEENAGER ENGLISH COMPETITION IN SMANSASI (TENSES) 2016 KETENTUAN UMUM

CONTACT PERSON: Zaki ( )

GUIDE BOOK ENGLISH DEBATE COMPETITION. English and Research Community Faculty of Social Science Semarang State University

BOOKLET NATIONAL ECONOMIC DEBATE COMPETITION (NEDCO) 2017

PETUNJUK PELAKSANAAN ACCOUNTING DEBATE COMPETITION NATIONAL LEVEL Gambaran Umum. Pelaksanaan Acara. Rangkaian Acara

HASIL TECHNICAL MEETING LOMBA DEBAT WORLD AIDS DAY 2015 KMPA FK UNUD. Sabtu, 31 Oktober 2015

LOMBA PROGRAM KREATIF MAHASISWA (PKM) TAHUN 2017

PETUNJUK TEKNIS. 1 st Social Debating Competition: Upgrading Social Identity through Social Issue in Society

NATIONAL ECONOMIC BOOKLET. Aktualisasi Kebijakan Pemerintah untuk Stabilitas Perekonomian Nasional

Kerangka Acuan Kompetisi Debat Hak Asasi Manusia Dalam Rangka Perayaan Hari HAM Internasional 3-6 Desember 2009

PANDUAN LOMBA DEBAT SOCRATES NATIONAL COMPETITION 2017

TOR ( Term Of References ) LOMBA DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PEKAN ILMIAH MAHASISWA FARMASI INDONESIA( PIMFI ) 2017 UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Ekonomi Digital Dalam Perspektif Akuntansi

Youth Debate Competition II 2017

PEDOMAN KOMPETISI DEBAT MAHASISWA INDONESIA (KDMI)

JUKLAK JUKNIS LOMBA DEBAT EKONOMI BISNIS GEBYAR ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI

PEDOMAN KOMPETISI DEBAT MAHASISWA INDONESIA (KDMI)

KETENTUAN UMUM LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA

KETENTUAN LOMBA DEBAT BAHASA ARAB

Buku Panduan Lomba OIM FT 2013

INTERNAL ENGLISH DEBATE SELECTION OF UNUSA STUDENTS FOR NUDC 2017

Petunjuk Pelaksanaan English Debate Competition The Magnificent ESA s Fair 2017

TOR (Term Of References) Debat Nasional ANFEST 2016 Surakarta, Oktober 2016

SUSUNAN ACARA YOUTH NATIONAL ESSAY COMPETITION (YNEC) 2017

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA

LOMBA DEBAT MAHASISWA MILAD PGSD FKIP UAD KE-6 Million Memories of Milad PGSD UAD

P A N D U AN Musabaqah Debat Ilmiah Kandungan Al-Qur an dalam Bahasa Arab (DIA) dan Bahasa Inggris (DII)

LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA

Tema : Perobosan pemuda Indonesia terhadap kebjakan birokasi publik di era persaingan global.

A. Tujuan. B. Peserta

TATA TERTIB DAN PENJELASAN LOMBA DEBAT

ISIC 2014 Debate Competition

TATA TERTIB KOMET 2018

Waktu Kegiatan Pemateri Daftar ulang Panitia Pembukaan Panitia Bahasa Indonesia yang Cermat, Apik, dan Santun

Perlombaan dilakukan antar SMA/sederajat se-sumatera Barat, Riau dan Jambi dengan ketentuan sebagai berikut:

LNG ACADEMY PROGRAM PENDIDIKAN D-III KELAS KERJASAMA LNG ACADEMY POLITEKNIK NEGERI JAKARTA (PNJ) Badak LNG

UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)

Ketentuan Lomba KIC 2013

PEDOMAN PENYELENGGARAAN

KETENTUAN UMUM KOMPETISI SSC 2018

ITechno Cup Politeknik Negeri Jakarta. Jurusan Teknik Informatika dan Komputer. Lembar Informasi Bidang Lomba English Skill

PANDUAN LOMBA. Challenges for Creative Young Entrepreneurs in Digital Era Competition Deskripisi

PERATURAN LOMBA Festival Dema Prodi PBI 2018 (DEPBI-Fest 2018) 1. Peserta adalah pelajar SMA/SMK/MA di Provinsi Lampung.

DESKRIPSI VERBAL. JURI LOMBA DEBAT SMA TINGKAT NASIONAL DI CISARUA BOGOR (26 November s.d. 1 Desember 2012) oleh Setyawan Pujiono, M.Pd.

PERATURAN UMUM DAN KHUSUS NATIONAL ACCOUNTING AND TAX OLYMPIAD TAHUN 2017

ACCOUNTING AND TAX (ANTAX) COMPETITION IV ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA TAHUN 2017

PANDUAN BABAK SEMIFINAL 14 th OLIMPIADE EKONOMI UNAIR 26 SEPTEMBER 2017

PANDUAN PENJURIAN DEBAT BAHASA INDONESIA. Disusun oleh: Rachmat Nurcahyo, M.A

PEDOMAN LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA (LDBI) KATEGORI PENUTUR ASING TAHUN 2015

ISLAMIC ECONOMIC OLYMPIAD (SEO) IQTISHODUNA 2016 HIMPUNAN MAHASISWA EKONOMI ISLAM UNIVERSITAS AIRLANGGA, SURABAYA

Persyaratan Lomba Debat

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA KOMISI INFORMASI PUSAT RI TAHUN 2015

A. KETENTUAN UMUM KOMPETISI SSC 2016

KETENTUAN UMUM KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2014

Olimpiade Pasar Modal Exploring The Young Investorsism: Investor Muda Generasi Emas Indonesia

UNAI ECONOMIC FAIR BOOKLET ACCOUNTING & PAPER COMPETITION. Unveiling The New Era of Accounting

Booklet Debat. Temilnas XV

PANITIA PELAKSANA PEKAN KREATIVITAS SISWA KELAS BERASRAMA XIII & ENGLISH MONTH COMPETITION VII SMA NEGERI 1 LUBUK SIKAPING TP 2012/2013

5. Juara 1 Deloitte Risk Intelligence Challenge

3. SASARAN PESERTA Mahasiswa pada umumnya dan anggota FoSSEI pada khususnya.

FORMULIR PENDAFTARAN LOMBA CEPAT TEPAT BUDDHIS STAB DHARMA WIDYA

Olimpiade Akuntansi Dan Pasar Modal Tingkat Nasional Olimpiade Akuntansi Dan Pasar Modal Tingkat Nasional

BOOKLET ACCOUNTING INTERN CUP (AIC) 2016 Raise the Bar and Shine Your Accounting Spirit from the Inside Out

KETENTUAN UMUM KOMPETISI DEBAT KETERBUKAAN INFORMASI PUBLK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA KOMISI INFORMASI PUSAT TAHUN 2015

Transkripsi:

Technical Meeting Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan MEDICAL DEBATE COMPETITION Universitas Warmadewa 2015

Cakupan Pembahasan

Sistem Debat Tanda Mekanisme Debat Keterangan Tugas Pembicara Juri dan Penjurian Kriteria Penilaian Ketentuan Lain Panduan dalam Menyusun Kasus

Sistem Debat

Sistem Debat Sistem Debat Parlemen Asia ( Asian Parlimentary System)

Mekanisme Debat

Aturan Umum Tiap sesi debat terdiri dari 2 tim. Satu tim bertindak sebagai tim pemerintah/government dan tim lain bertindak sebagai tim oposisi. Dalam tiap sesi debat terdapat 1 buah topik/mosi yang akan diperdebatkan. Tim pemerintah bertindak sebagai pendukung mosi sedangkan tim oposisi menentang mosi tesebut. Setiap tim terdiri dari 3 orang yang bertindak sebagai pembicara pertama, pembicara kedua, pembicara ketiga serta pembaca kesimpulan (dilakukan oleh pembicara pertama atau kedua)

TIM PEMERINTAH TIM OPOSISI CASE BUILDING (20 menit) PEMBICARA 1 Waktu : 7 menit toleransi 20 detik PEMBICARA 2 Waktu : 7 menit toleransi 20 detik PEMBICARA 3 Waktu : 7 menit toleransi 20 detik PEMBICARA 1 Waktu : 7 menit toleransi 20 detik PEMBICARA 2 Waktu : 7 menit toleransi 20 detik PEMBICARA 3 Waktu : 7 menit toleransi 20 detik PEMBACA KESIMPULAN Waktu : 3 menit toleransi 20 detik PEMBACA KESIMPULAN Waktu : 3 menit toleransi 20 detik

TUGAS PEMBICARA TIM PEMERINTAH TIM OPOSISI

PEMBICARA 1 Pro Memberikan definisi, parameter terhadap mosi Menyampaikan susunan argument yang akan dibawakan oleh pembicara 1 dan pembicara 2 (tim split) Menyampaikan garis besar kasus yang dibawakan Menyampaikan argumen yang mendukung mosi

Pembicara 2 Pro - Menyampaikan bantahan atas kasus atau argument yang dibawakan oleh pembicara 1 dari tim oposisi - Menyampaikan argument yang menjadi tugasnya Pembicara 3 Pro - Menyampaikan bantahan atas kasus atau argument yang dibawakan oleh pembicara 1 dan 2 dari tim oposisi - Menyusun kembali kasus tim pemerintah dan tidak di perkenankan menyampaikan argumen baru

PEMBICARA 1 Kontra Menyatakan sikap (menerima atau menolak) definisi yang diberikan oleh tim pemerintah Menyampaikan susunan argument yang akan dibawakan oleh pembicara 1 dan 2 ( tim split) Menyampaikan bantahan terhadap argumen yang dibawakan oleh pembicara 1 dari tim pemerintah Membawakan argument yang merupakan tugasnya

Pembicara 2 Kontra Menyampaikan bantahan terhadap argument pembicara 1 dan 2 dari tim pemerintah Membawakan argument yang merupakan tugasnya Pembicara 3 Kontra Menyampaikan bantahan terhadap argument pembicara 1, 2 dan 3 dari tim pemerintah Menyususn kembali argument tim oposisi dan tidak diperkenankan membawakan argument baru

Pembicara Kesimpulan Menegaskan argument dan bantahan yang telah disampaikan oleh pembicara 1, 2 dan 3 Tidak diperkenankan membawakan argument baru

INTERUPSI Interupsi hanya boleh diberikan pada saat pidato substantif (disampaikan oleh pembicara 1, 2 dan 3 dari masing-masing tim), pada rentang waktu antara menit ke 1-6, diberikan kepada pembicara 1, 2 dan 3 tim lawan.

INTERUPSI Toleransi waktu yang diberikan untuk masing-masing interupsi adalah maksimal 15 detik. Pembicara yang sedang membawakan kasusnya memiliki otoritas penuh untuk menerima atau menolak interupsi.

KRITERIA PENILAIAN a. Isi argument (Matter) Penilaian mencakup substansi dari kasus yang dibawakan, argument dan bukti-bukti yang disajikan serta penalaran logis dari argument yang disampaikan. Dengan point penilaian 40 % b. Penampilan (Manner) Penilaian mencakup kelancaran berbicara, pemilihan kata-kata dan bahasa tubuh. Dengan point penilaian 40 % c. Metode penyampaian (Method) Mencakup struktur kasus yang dibawakan, apakah terstruktur dengan baik atau tidak serta kesesuaian dengan prinsip-prinsip debat misalnya ketepatan waktu. Dengan point penilaian 20 %

Babak Penyisihan

Terdiri dari 3 babak, dengan topik yang berbeda disetiap babaknya. Topik ditentukan pada saat pengumuman pembagian ruangan dan ditentukan secara acak dari daftar topik. Pada babak pertama dan ke-3 akan menggunakan prepare mosi, sedangkan untuk babak kedua akan menggunakan mosi impromptu. Topik yang telah ditentukan tidak dapat diganggu gugat. Pengundian lawan pada babak pertama akan dilakukan pada saat Pembukaan acara Medical Debate Competition (MDC). Tim yang akan bertanding ditentukan menggunakan sistem undian. Setiap tim akan diberi nama menggunakan susunan angka 1 sampai 24. Dimana tim ganjil sebagai tim pemerintah dan tim genap sebagai tim oposisi.

Apabila saat pengundian didapatkan lawan yang berasal dari asal sekolah yang sama, maka akan dilakukan pengundian ulang. Lawan akan ditetapkan pada pengundian kedua walaupun masih mendapatkan dari sekolah yang sama.

Bagan Babak Penyisihan Pertama A No Undi 1 VS No Undi 2 B No Undi 3 VS No Undi 4 C No Undi 5 VS No Undi 6 D No Undi 7 VS No Undi 8

Untuk babak penyisihan selanjutnya peserta akan dirangking berdasarkan akumulasi nilai dari babak selanjutnya, misalnya rangking babak penyisihan ke- 2 ditentutan dari total babak penyisihan pertama dan rangking babak penyisihan ke-3 berdasarkan total babak penyisihan ke-2.

Rangking akan ditentukan berdasarkan : Victory point (menang = 1, kalah= 0 ). Judge point (Total=3, close=2 dan 1, clear=3) Total score Judge point dan total score digunakan sebagai penilaian selanjutnya apabila memiliki victory point yang sama.

Untuk pertemuan lawan pada babak penyisihan ke-2 dan ke-3 akan menggunakan power match, yaitu mempertemukan ranking yang berdekatan.

Bagan Babak Penyisihan Kedua dan Ketiga Ranking 1 Ranking 2 Ranking 3 Ranking 4 Ranking 5 Ranking 6 Ranking 1 vs Ranking 2 Ranking 3 vs Ranking 4 Ranking 5 vs Ranking 6

Jika pada babak ke-3 terdapat peserta yang telah menduduki posisi positif/negatif sebanyak dua kali, maka akan dilakukan tos koin untuk menentukan posisi. Hasil yang keluar akan langsung ditetapkan. Pada akhir babak ke-3 akan dilakukan akumulasi nilai dari babak 1, 2 dan 3 Berdasarkan total dari ketiga babak tersebut, maka akan ditentukan 8 tim terbaik yang lolos ke babak selanjutnya.

Babak Perempatfinal, Semifinal dan Final

Menggunakan sistem gugur, dimana tim yang kalah tidak dapat mengikuti babak selanjutnya Tim yang menang berhak mengikuti babak selanjutnya hingga diperoleh 2 tim di babak final Posisi positif dan negatif akan ditentukan melalui tos koin. Topik ditentukan pada saat pengumuman pembagian ruangan. Pada babak perempat final akan digunakan mosi impromptu sedangkan babak semifinal dan final akan menggunakan prepare mosi.

Bagan Babak Penyisihan Kedua dan Ketiga Ranking 1 vs Ranking 8 Ranking 3 vs Ranking 6 FINAL Ranking 2 vs Ranking 7 Ranking 4 vs Ranking 5

TANDA Tanda berupa bunyi bel akan diberikan dengan ketentuan sebagai berikut : Pada menit pertama dengan jumlah bunyi 1 kali Pada menit keenam dengan jumlah bunyi 1 kali Pada menit ketujuh dengan jumlah bunyi 2 kali Pada menit ke 7.20 dengan jumlah bunyi berulangulang

Untuk menyampaikan kesimpulan, tanda berupa bunyi bel juga akan diberikan kepada pembicara dengan ketentuan sebagai berikut : Pada detik ke-60 (menit ke-1) dengan jumlah bunyi 1 kali Pada detik ke-180 (menit ke-3) dengan jumlah bunyi 2 kali Pada detik ke-200 (waktu toleransi 20 detik setelah 3 menit) dengan jumlah bunyi berulang-ulang

PANDUAN DALAM MENYUSUN SEBUAH KASUS

A. TIM PEMERINTAH Pembicara 1 Definisi, parameter dari mosi Garis besar kasus Pembagian tugas antar pembicara (team split) Argumen Pembicara 2 Bantahan terhadap argument pembicara 1 tim oposisi Argumen Pembicara 3 Bantahan terhadap argument pembicara 1 dan 2 tim oposisi Rekonstruksi kasusnya

B. TIM OPOSISI Pembicara 1 Pernyataan sikap atas definisi dari tim pemerintah Garis besar kasus Pembagian tugas antar pembicara Bantahan terhadap argumen pembicara 1 tim pemerintah Argumen Pembicara 2 Bantahan terhadap argument pembicara 1 dan 2 tim pemerintah Argumen Pembicara 3 Bantahan terhadap argument pembicara 1 dan 2 tim oposisi Rekonstruksi kasusnya

Keterangan 1. Definisi a). definisi adalah pemberian makna terhadap mosi yang diperdebatkan, dengan memberikan suatu parameter/tolak ukur. b). Definisi harus fair, dalam arti masih bisa diperdebatkan. c). Tim oposisi berhak menolak definisi yang diberikan tim pemerintah, namun tidak perlu memperdebatkan alasan.

2. Garis besar kasus Adalah garis besar/alasan utama yang mendasari tim tersebut menerima/menolak suatu mosi 3. Pembagian tugas/tim split Pembagian argumen yang akan dibawakan oleh pembicara 1 dan 2 dari sebuah tim.

4. Argumen terdiri dari a). Asersi : Pernyataan b). Reason : alasan-alasan yang mendasari asersi c). Bukti : fakta/data yang mendukung alasan d). Sinkronisasi : kemampuan untuk menghubungkan komponen asersi, alasan dan bukti

5. Bantahan Bantahan/sanggahan terhadap argumen yang diberikan kepada lawan harus disertai alasan yang jelas dan bila perlu dengan bukti yang dapat menjatuhkan argument lawan. Tidak diperkenankan menyinggung hal-hal yang bersifat pribadi dari lawan.

KETENTUAN-KETENTUAN LAIN 1. Kompetisi dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 2. Selama debat berlangsung peserta tidak diperkenankan menggunakan perangkat elektronik. 3. Tidak diperkenankan menggunakan alat peraga seperti gambar, frafik, table dan lain-lain dalam pemaparan argument. 4. Pada saat casebuilding, tim yang sedang bertanding dilarang untuk melakukan komunikasi dengan pembimbing atau pihak diluar dari anggota tim. 5. Kemenangan tim dalam suatu babak dan penilaian dewan juri merupakan keputusan yang mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Juri dan Penjurian Juri bersifat objektif Penempatan juri dalam setiap babak akan ditetapkan oleh ketua juri Panitia akan menetapkan kriteria penilaian untuk penjurian. Pemberian nilai pada setiap kriteria tersebut adalah kewenangan penuh masingmasing juri Juri akan menghadiri technical meeting untuk menjawab pertanyaan berkaitan dengan sistem penilaian.

thanks for your attention..