IMPLEMENTASI PERATURAN KEPEGAWAIAN DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM PERCEPATAN PENDIDIKAN PROGRAM DIPLOMA III BIDANG KESEHATAN

dokumen-dokumen yang mirip
STRATEGI DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

LATAR BELAKANG DAN KEBIJAKAN UMUM TERKAIT ASN

Peran KORPRI dalam Percepatan Reformasi Manajemen ASN

PENATAAN DAN PEMBINAAN SDM BIDANG KEMETROLOGIAN PADA KABUPATEN/KOTA (Impilkasi UU Pemda dan UU ASN)

PERENCANAAN, PENGADAAN DAN KARIER LULUSAN STTD. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

SMART ASN UNTUK MEWUJUDKAN WORLD CLASS GOVERNMENT

KEBIJAKAN UMUM FORMASI JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

RPP MANAJEMEN PPPK KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI

ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI SDM APARATUR KEMENTERIAN PAN DAN

PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN SDM PENELITI SESUAI PERMENPANRB NO 26/2016 EKA YULIA WIDYANTI. Kepala Bidang Jabatan Fungsional SDM Aparatur

MANAJEMEN KARIR JABATAN FUNGSIONAL

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MODEL PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA. DR. Adi Suryanto, MSi. Kepala LAN RI

PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR : 29 TAHUN 2013

KEBIJAKAN INPASSING NASIONAL untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa 2024

KEBIJAKAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL (Persfektif UU ASN dan RPP Manajemen PNS)

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN untuk meningkatkan daya saing bangsa

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG

Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Sektor Publik dan Pusat Kesehatan Masyarakat. Dwi Handono Sulistyo PKMK FKKMK UGM

KEBIJAKAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN JABATAN. FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH (Persfektif UU ASN dan RPP Manajemen PNS) Aba Subagja, S.Sos., M.AP.

- 1 - PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

DISIPLIN ASN DENGAN BERLAKUNYA PP NOMOR 11 TAHUN 2017

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 22 TAHUN 2016

PENGEMBANGAN KARIER PNS

, No.1901 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 No

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KABIJAKAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL (Persfektif UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan

BUPATI DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI DEMAK NOMOR 55 TAHUN 2015 TENTANG

PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI BIRO KEPEGAWAIAN

Yang Terhormat 1. Para Menteri Kabinet lndonesia Bersatu 11; 2. Panglirna Tentara Nasional Indonesia; 3. Kepala Kepolisian Republik Indonesia;

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS BELAJAR DAN IZIN BELAJAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Bandung, 16 Sept Aris Windiyanto Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN Badan Kepegawaian Negara

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA KOORDINATOR BIDANG PENGAWASAN PEMBANGUNAN DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 38/KEP/MK.

NO. 26 TAHUN 2016 ) 2/1/2017. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 2017

PERATURAN BUPATI WAJO NOMOR 22 TAHUN 2013 TENTANG

MENUJU ASN YANG PROFESIONAL BERBASIS SISTEM MERIT MELALUI PENGUATAN JABATAN FUNGSIONAL

PENGANGKATAN PNS DALAM JABATAN FUNGSIONAL MELALUI PENYESUAIAN/ INPASSING (PERATURAN MENTERI PANRB NO. 26 TAHUN 2016 )

PEMBENTUKAN JABATAN FUNGISONAL TERTENTU DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

Kep. MENPAN No. 7/KEP/M.PAN/7/2003 Tentang JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS RADIASI

Konsepsi Rekruitmen Calon Pegawai ASN (CP ASN)

IMPLIKASI Penerapan PP Nomor 11 Tahun 2017 Terhadap Pengembangan Kompetensi Perencana

BUPATI KEDIRI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEDIRI,

A. TUJUAN DAN SASARAN REFORMASI BIROKRASI

IMPLIKASI DIUNDANGKANNYA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG MANAJEMEN PNS

KATA PENGANTAR. Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur merupakan elemen terpenting bagi instansi

RENCANA AKSI REFORMASI BIROKRASI BIDANG SDM APARATUR

PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM

WALIKOTA YOGYAKARTA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 37 TAHUN 2014

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PEGAWAI ASN PEGAWAI ASN PNS PPPK Berstatus pegawai tetap dan Memiliki NIP secara Nasional; Menduduki jabatan pemerintahan. Diangkat dengan perjanjian

SALINAN PERATURAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2018 TENTANG PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang bermutu tinggi, dan sarana prasarana transportasi yang lebih

[1] KERANGKA ACUAN KERJA KEGIATAN PEMBINAAN PENERAPAN SISTEM MERIT MELALUI PENILAIAN MANDIRI DI INSTANSI PEMERINTAH TAHUN ANGARAN 2018

JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN REFORMASI BIROKRASI. Oleh Opong Sumiati. Dasar Hukum

KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI SAMBUTAN PADA RAPAT KOORDINASI KEBIJAKAN PROGRAM SDM APARATUR

PEMERINTAH KOTA MANADO BADAN KEPEGAWAIAN DAN DIKLAT Jalan Balai Kota Nomor 1 Manado Website :

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 79 TAHUN 2015 TENTANG

PERENCANAAN SDM APARATUR BERDASARKAN E FORMASI. KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, April 2015

PROGRAM PENATAAN SDM APARATUR. Oleh : DEPUTI SDM APARATUR Dalam Sosialisasi Reformasi Birokrasi Pemerintah Daerah Tanggal, 24 April

IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG MANAJEMEN PNS KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI 2017

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2 Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336); 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

KEBIJAKANPELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI

BUPATI PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI BANJARNEGARA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 45 TAHUN 2014

BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BIRO ORGANISASI DAN KEPEGAWAIAN KEMENTERIAN PERTANIAN-2017

2 Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusya

BAB III GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

KEBIJAKAN PENATAAN SDM & PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL MELALUI PENYESUAIAN/INPASSING

, No Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 29 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan Hak

BUPATI BENER MERIAH. KEPUTUSAN BUPATt BENER MERIAH NOMOR PEG. 789/ 3/^/SK/2018 TENTANG KETENTUAN TUGAS BELAJAR DAN IZIN BELAJAR BUPATI BENER MERIAH

Bagian PJKSE Litbang Kemendagri

2 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara R

2016, No Birokrasi Nomor PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perkayasa dan angka Kreditnya; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 18 T

2015, No /2014 tentang Pedoman Pemberian Tunjangan Kinerja bagi Pegawai di Lingkungan Kementerian Pertanian; Mengingat : 1. Undang-Undang Nom

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN

RANCANGAN UNDANG-UNDANG NOMOR... TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA

WALIKOTA PADANG PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 29 TAHUN 2013 TENTANG

WALIKOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN TUGAS BELAJAR DAN IZIN BELAJAR

PENGANGKATAN PNS DALAM JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN MELALUI PENYESUAIAN/INPASSING

2017, No KEP/58/M.PAN/6/2004 tentang Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat dan Angka Kreditnya; c. bahwa berdasarkan pertimbangan seb

Kondisi saat ini. Kondisi Yang diinginkan. Pembaharuan Sistem. Perencanaan. Pengembangan. Kompetensi MENGAPA PERLU KEGIATAN INI?

Peran Diklat untuk Meningkatkan Kompetensi ASN AGUSTINUS SULISTYO PENELITI LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA, JAKARTA MARET 2016

PERBANDINGAN MATERI POKOK UU NO. 8 TAHUN 1974 JO UU NO. 43 TAHUN 1999 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN DAN RUU TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA (RUU ASN)

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2014 NOMOR 45

BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

2016, No Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparat

BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN, DAN PELATIHAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS

PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

DASAR HUKUM JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KEPEGAWAIAN :

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN

OLEH BIRO KEPEGAWAIAN

ARAHAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI PADA ACARA

2017, No Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fu

2017, No Cara Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan Kategori Keahlian melalui Penyesuaian/I

Transkripsi:

IMPLEMENTASI PERATURAN KEPEGAWAIAN DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM PERCEPATAN PENDIDIKAN PROGRAM DIPLOMA III BIDANG KESEHATAN Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 1

1 GRAND DESIGN APARATUR SIPIL NEGARA (ROAD MAP 2015-2019 2

PEGAWAI ASN REPUBLIK INDONESIA Jumlah Pegawai ASN: 4.498.643 (PU PNS-BKN: Des 2015) -Pusat : 20,94% -Daerah: 79,06% Rasio Pegawai ASN terhadap Angkatan Kerja : 3,08% 100 80 60 40 20 0 POSISI INDONESIA DALAM WORLDWIDE GOVERNMENT INDIKATOR (EFEKTIFITAS PEMERINTAHAN), BANK DUNIA 2013 0,7 7 4 25 12 21 22 1,2 44 44 38 38 54 58 56 47 64 61 89 79 81 80 83 75 100 94 1,7 2,1 2,9 1,9 11,4 3,7 2,5 2002 2012 2,9 RASIO THD PENDUDUK (%) 3

RPJMN 2015-2019 ADALAH RPJMN KE III DALAM RPJPN 2005-2025 Visi Pembangunan 2005-2025 INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL DAN MAKMUR Good Governanc e Reformasi Birokrasi & UU ASN SMART ASN ASN Human Capital (UU 17 TAHUN 2007) 09/03/2017 4

SASARAN PEMBANGUNAN ASN 2015-2019 2015 Profil SDM ASN saat ini Benchmark ASN Internasional Tantangan Manajemen SDM ke Depan HIGHLY COMPETITIVE-AFTA-MEA GLOBALISASI COMPETITIVE ANTAR NEGARA TEKNOLOGI INFORMASI & DIGITASI HIGH COLLABARATION Arah Strategis Pembangunan Nasional 2015-2019 (Perencanaan, Rekruitmen & Profesionalisme) Tantangan SDM Internal MISMATCH KETERSEDIAAN ASN dg STRATEGI PEMBANGUNAN MISMATCH SPESIFIKASI JABATAN & MAN QUALIFICATION PENEGAKAN DISIPLIN BLM SEPENUHNYA DIJALANKAN KESADARAN SDM SBG HUMAN CAPITAL MSH RENDAH 2019 SMART ASN 1.BERWAWASAN GLOBAL 2.MENGUASAI IT/DIGITAL DAN BAHASA ASING 3.DAYA NETWORKING TINGGI 5

SASARAN 1 ROADMAP ASN 2015-2019 SASARAN 2015 2016 2017 2018 2019 ASN AWARD Audit Organisasi & Penataan ASN & Redistribusi Pegawai Perencanaan ASN Anjab & ABK dg E-FORMASI & SIM-ASN sesuai dengan Arah Pembangunan Nasional (NAWACITA) SASARAN 2 Rekruitmen ASN Standar Kompetensi Jabatan Rekruitmen CPNS & PPPK yang obyektif & transparan, (dg CAT), Promosi terbuka untuk JPT Penyelarasan Kompetensi dgn jabatan Talent Management JPT & JA ASN & Pengembangan Assessment Centre SMART ASN Berbasis Sistem Merit RPP UU ASN Gaji & Tunj. berbasis kinerja SASARAN 3 Profesionalisme ASN Capacity Building ASN (min 40 jam/tahun) Syarat Sertifikat dlm Jabatan Inpassing nasional JF

TUGAS BELAJAR DALAM STRETEGI 2 PENINGKATAN KOMPETENSI 7

Pengembangan Kompetensi dalam UU 5 Tahun 2014 Pasal 70 1)Setiap Pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi. 2)Pengembangan kompetensi antara lain melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, kursus, dan penataran. 3)Pengembangan kompetensi harus dievaluasi oleh Pejabat yang Berwenang dan digunakan sebagai salah satu dasar dalam pengangkatan jabatan dan pengembangan karier.

Pengembangan Kompetensi dalam UU 5 Tahun 2014 Pasal 70 4) Dalam mengembangkan kompetensi setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun rencana pengembangan kompetensi tahunan yang tertuang dalam rencana kerja anggaran tahunan instansi masing-masing. 5) Dalam mengembangkan kompetensi PNS diberikan kesempatan untuk melakukan praktik kerja di instansi lain di pusat dan daerah dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun dan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh LAN dan BKN. 6) Selain pengembangan kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui pertukaran antara PNS dengan pegawai swasta dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun dan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh LAN dan BKN.

KEBIJAKAN PEMBERIAN TUGAS BELAJAR 1961 1986 PERPRES 12 TAHUN 1961 2004 KEPPRES 57 TAHUN 1986 SE/18/M.PAN/5/2004 2013 SE 04 TAHUN 2013 B32646/M.PAN-RB/10/2013 2017 R-PERPRES PEMBERIAN TUGAS BELAJAR B.1364/M.PAN-RB/03/2016 B.2556D.II-.PAN-RB/07/2016

PRINSIP DASAR PEMBERIAN TUGAS BELAJAR Tugas belajar sebagai bagian dari penghargaan atas kinerja dan dedikasi pegawai T ugas belajar direncanakan sebagai bagian integral dari pengembangan karier pegawai (terintegrasi dalam perencanaan pegawai) Tugas belajar diberikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan organisasi (standar kompetensi dan persyaratan jabatan) T ugas belajar dilakukan pada lembaga pendidikan yang berkualitas (minimal terakreditasi B oleh lembaga yang berwenang) Direncanakan penempatanya dalam jabatan yang sesuai pasca tugas belajar Adanya pembatasan usia dalam pemberian tugas belajar (nilai guna investasi/return of invesment A danya aturan yang jelas tentang hak dan kewajiban dalam pemberian tugas belajar (selama dan pasca)

SE MENPAN NO 04 TAHUN 2013 Dasar Hukum : 1.PP nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat PNS sebagaimana diubah dengan PP nomor 13 Tahun 2002 2.Peraturan Presiden No : 12 Tahun 1961 tentang Pemberian Tugas Belajar 3.Keputusan Presiden No : 97 Tahun 1986 tentang tunjangan Tugas Belajar bagi Pengajar Biasa pada Perguruan tinggi yang ditugakan mengikuti pendidikan pada pasca sarjana Persyaratan 1. PNS dengan masa kerja minimal 1 tahun sejak diangkat sebagai PNS, untuk ilmu yang langka dapat diberikan sejak diangkat PNS 2. Mendapat surat tugas dari pejabat yang berwenang 3. Bidang ilmu sesuai persyaratan jabatan 4. Penilaian kinerjanya 1 tahun terakhir bernilai baik 5. Akreditasi Program studi minimal B 6. Dibebaskan dari jabatanya

Usia DI, DII, DII dan S1 paling tinggi 25 tahun - untuk 3 ter - 37 th S2 paling tinggi 37 Tahun - untuk daerah 3 ter, - 42 th S3 paling tinggi 40 Tahun - untuk daerah 3 ter - 47 th Dosen (S2 dan S3) paling tinggi 50 tahun s/d tahun 2015 Guru (S1) paling tinggi 45 tahun s/d tahun 2015 Jangka waktu pemberian tugas belajar DI, paling lama 1 th DII, paling lama 2 tahun DIII, paling lama 3 tahun DIV/S1 paling lama 4 tahun S2 paling lama 2 tahun S3 paling lama 4 tahun Dapat diperpanjang paling lama 1 tahun dg persetujuan instansi/sponsor, bila blm selesai dpt diperpanjang 1 tahun (beralih menjadi ijin belajar)

Wajib Kerja pasca tugas belajar PNS yang memperoleh Tugas Belajar wajib kerja sekurang kurangnya 2 x n (lama studi) PNS dapat melaksanakan Tugas belajar berkelanjutan secara berturut turut : a. di butuhkan oleh organisasi b. mendapat ijin dari pimpinan instansinya c, Prestasi pendidikan sangat memuaskan d. jenjang pendidikan linier e. di butuhkan oleh organisasi

IZIN BELAJAR Prinsip : a. Menjamin kesesuaian pendidikan yang ditempuh pegawai dengan kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan organisasi (standar kompetensi dan persyaratan jabatan) b. Menjamin kualitas pegawai - program studi di dalam negeri yang akan diikuti telah mendapatkan persetujuan / akreditasi minimal B dari lembaga yang berwenang; c. Tidak meninggalkan tugas jabatannya, dikecualikan sifat pendidikan yang sedang diikuti, PNS dapat meniggalkan jabatan sebagian waktu kerja atas izin pimpinan instansi; d. Biaya pendidikan ditanggung oleh PNS yang bersangkutan; e. PNS tidak berhak menuntut penyesuaian ijazah ke dalam pangkat yang lebih tinggi, kecuali terdapat formasi

TERIMA KASIH 16