JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 2. JULI

dokumen-dokumen yang mirip
JURNAL LOGIC. VOL. 17. NO. 1. MARET

ANALISIS PERUBAHAN KEKUATAN TARIK BAJA (St. 42) DENGAN PERLAKUAN PANAS 800 C

Analisa Deformasi Material 100MnCrW4 (Amutit S) Pada Dimensi Dan Media Quenching Yang Berbeda. Muhammad Subhan

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PROSES HEAT TREATMENT PADA KEKERASAN MATERIAL SPECIAL K (K100)

PENGARUH MEDIA PENDINGIN PADA PROSES HARDENING MATERIAL BAJA S45C

BAB 1. PENGUJIAN KEKERASAN

INFO TEKNIK Volume 14 No. 2 Desember 2013 ( ) PENGARUH ARUS TERHADAP KEKERASAN HASIL PENGELASAN BAJA ST 60 MENGGUNAKAN PENGELASAN SMAW

PENGARUH MEDIA PENDINGIN TERHADAP HASIL PENGELASAN TIG PADA BAJA KARBON RENDAH

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN

ANALISIS HASIL KEKERASAN METODE VIKERS DENGAN VARIASI GAYA PEMBEBANAN PADA BAJA

Karakterisasi Baja Karbon Rendah Setelah Perlakuan Bending

BAB IV PENGUJIAN MECHANICAL TEST.

ANALISA PENGARUH VARIASI KUAT ARUS DAN JARAK PENGELASAN TERHADAP NILAI KEKERASAN SAMBUNGAN LAS BAJA KARBON RENDAH DENGAN ELEKTRODA 6013 METODE ANAVA

PENGARUH PERLAKUAN PANAS DOUBLE TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL AISI 4340

PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA PROSES PENGELASAN SMAW

HUBUNGAN ANTARA KEKERASAN DENGAN KEKUATAN TARIK PADA LOGAM ULET DAN GETAS

ANALISA QUENCHING PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN MEDIA SOLAR

PERENCANAAN MESIN PENGEROLL PIPA. DENGAN UKURAN DIAMETER PIPA 27,2mm 60,5 mm. SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna memperoleh Gelar

ANALISIS PENGARUH WAKTU PERLAKUKAN PANAS TERHADAP NILAI KEKERASAN KARBURASI BAJA KARBON RENDAH

Jl. Prof. Sudharto, SH., Tembalang-Semarang 50275, Telp * Abstrak

Jurnal Teknik Mesin, Volume 6, Nomor 1, Tahun

Uji Kekerasan Material dengan Metode Rockwell

PENGARUH PERBANDINGAN GAS NITROGEN DAN LPG PADA PROSES NITROKARBURISING DALAM REAKTOR FLUIDIZED BED TERHADAP SIFAT MEKANIS BAJA KARBON RENDAH

KARAKTERISTIK SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO PROSES AUSTEMPER PADA BAJA KARBON S 45 C DAN S 60 C

PENGARUH PROSES PREHEATING PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK MATERIAL BAJA ST 37

ANALISIS MOMEN LENTUR MATERIAL BAJA KONSTRUKSI DENGAN VARIASI MOMEN INERSIA DAN BEBAN TEKAN

ANALISA STRUKTUR RANGKA DUDUKAN WINCH PADA SALUTE GUN 75 mm WINCH SYSTEM

Studi Uji Kekerasan Rockwell Superficial VS Micro Vickers

PENGARUH FEED RATE TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN DAN KEKUATAN BENDING PADA PENGELASAN FRICTION STIR WELDING ALUMINIUM 5052

MODUL PRAKTIKUM METALURGI (LOGAM)

Pengaruh Variasi Arus dan Jenis Elektrode pada Pengelasan Smaw Terhadap Sifat Mekanik Baja Karbon

11 Firlya Rosa, dkk;perhitungan Diameter Minimum Dan Maksimum Poros Mobil Listrik Tarsius X3 Berdasarkan Analisa Tegangan Geser Dan Faktor Keamanan

ANALISA PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 4340

PERENCANAAN MESIN BENDING HEAT EXCHANGER VERTICAL PIPA TEMBAGA 3/8 IN

30 Rosa, Firlya; Perhitungan Diameter Poros Penunjang Hub Pada Mobil Listrik Tarsius X3 Berdasarkan Analisa Tegangan Geser Dan Faktor Keamanan

Jl. Prof. Sudharto, SH., Tembalang-Semarang 50275, Telp * Abstrak. Abstract

ANALISA PENGARUH TEBAL PELAT PADA PENGELASAN LISTRIK TERHADAP KEKERASAN DAERAH HAZ BAJA KARBON St-37. By Nurfa Anisa Universitas Soerjo

I. PENDAHULUAN. mengalami pembebanan yang terus berulang. Akibatnya suatu poros sering

Analisis Kekerasan Pada Pipa Yang Dibengkokan Akibat Pemanasan

Jurusan Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

PERENCANAAN MESIN PENGADUK, DAN PENCETAK ADONAN MIE

PENGARUH VARIASI SUHU POST WELD HEAT TREATMENT ANNEALING

PENGARUH PROSES HARDENING PADA BAJA HQ 7 AISI 4140 DENGAN MEDIA OLI DAN AIR TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO

PENGARUH BAHAN ENERGIZER PADA PROSES PACK CARBURIZING TERHADAP KEKERASAN CANGKUL PRODUKSI PENGRAJIN PANDE BESI

RANCANG BANGUN ALAT PENGIRIS BAWANG MERAH KAPASITAS 46 KG/JAM

PERENCANAAN MESIN PENGEPRES PLAT PISAU ACAR KAPASITAS 600 LEMBAR/ JAM

STUDI PEMBUATAN BESI COR MAMPU TEMPA UNTUK PRODUK SAMBUNGAN PIPA

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Material Teknik Mesin Jurusan Teknik

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Beberapa kesimpulan yang dapat ditulis adalah sebagai berikut :

PERENCANAAN MESIN PEMECAH KEMIRI DENGAN KAPASITAS 50 KG/JAM SKRIPSI

ANALISA KEKERASAN PADA PISAU BERBAHAN BAJA KARBON MENENGAH HASIL PROSES HARDENING DENGAN MEDIA PENDINGIN YANG BERBEDA

Pengaruh Variasi Media Quenching Air, Oli, dan Angin Kompresor Terhadap Struktur Mikro dan Kekerasan Pada Baja AISI 1045

ANALISIS NOSEL BAHAN TUNGSTEN DIAMETER 200 mm HASIL PROSES PEMBENTUKAN

ANALISA PERBEDAAN SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA PISTON HASIL PROSES PENGECORAN DAN TEMPA

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen,

Pengaruh Variasi Media Karburasi Terhadap Kekerasan Dan Kedalaman Difusi Karbon Pada Baja ST 42

PENGARUH TEMPERATUR DAN HOLDING TIME DENGAN PENDINGIN YAMACOOLANT TERHADAP BAJA ASSAB 760

PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PROSES NITRIDASI TERHADAP KEKERASAN PERMUKAAN FCD 700 DENGAN MEDIA NITRIDASI UREA

PENGARUH KEKUATAN PENGELASAN PADA BAJA KARBON AKIBAT QUENCHING

RANCANG BANGUN ALAT BANTU CEKAM DATAR DAN SILINDER PADA MESIN UJI TARIK HUNG TA ( PROSES PEMBUATAN) LAPORAN AKHIR

PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP STRUKTUR MIKRO LOGAM ST 60

Laporan Praktikum Struktur dan Sifat Material 2013

PEMBANDINGAN KEKUATAN TARIK TULANGAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BRINEL DAN MENGGUNAKAN UTM (UNIVERSAL TEST MACHINE)

ANALISIS KEKUATAN TARIK BAJA ST37 PASCA PENGELASAN DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN MENGGUNAKAN SMAW. Yassyir Maulana

ANALISA DONGKRAK ULIR DENGAN BEBAN 4000 KG

MATERIAL TEKNIK 3 IWAN PONGO,ST,MT

VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN PADA PROSES PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKERASAN DENGAN MATERIAL SS 304L

I. PENDAHULUAN. Baja adalah sebuah senyawa antara besi (Fe) dan karbon (C), dimana sering

BAB I PENDAHULUAN. perlu dapat perhatian khusus baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya karena

ANALISA SIFAT MEKANIK PERMUKAAN BAJA ST 37 DENGAN PROSES PACK CARBURIZING, MENGGUNAKAN ARANG KELAPA SAWIT SEBAGAI MEDIA KARBON PADAT

PENGARUH PROFIL PIN DAN TEMPERATUR PREHEATING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO SAMBUNGAN MATERIAL AA5052-H32 FRICTION STIR WELDING

EFFECT OF HEAT TREATMENT TEMPERATURE ON THE FORMATION OF DUAL PHASE STEEL AISI 1005 HARDNESS AND FLEXURE STRENGTH CHARACTERISTICS OF MATERIALS

PERANCANGAN ALAT PEMBUAT ALUR PENSIL KAYU UNTUK PENGISIAN KARBON DENGAN KECEPATAN 13,19mm/menit

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

ek SIPIL MESIN ARSITEKTUR ELEKTRO

BAB I PENDAHULUAN. pesat dewasa ini telah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. dari dunia industri, sebab adanya ilmu pengetahuan dan teknologi

PENGARUH ANNEALING TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PAHAT HSS DENGAN UNSUR PADUAN UTAMA CROM

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KEKERASAN PERLAKUAN PANAS BAJA PEGAS DENGAN PENDINGINAN SISTEM PANCARAN PADA TEKANAN 20, 40 DAN 60 PSi. Abstract

III. METODOLOGI PENELITIAN. Universitas Lampung. Sedangkan waktu penelitian dilaksanakan pada rentang

Analisa Struktur Mikro Dan Kekerasan Baja S45C ANALISA STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA S45C PADA PROSES QUENCH-TEMPER DENGAN MEDIA PENDINGIN AIR

ANALISA PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA KARBON RENDAH (ST41) DENGAN METODE PACK CARBIRIZING

Gambar 1. Skema pembagian elemen pada BEM [1]

ANALISA PENGARUH HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO BESI COR NODULAR (FCD 60)

BAB III METODE PENELITIAN. oleh pengelola program studi sampai dinyatakan selesai yang direncanakan

PENGARUH TINGKAT KEKERASAN DAN KEDALAMAN DIFUSI KARBON PADA BAJA ST 42 DENGAN METODE PACK CARBURIZING

JURNAL MER-C NO. 10/VOL. 1/2018

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan dibeberapa tempat, sebagai berikut:

Pengaruh Temperatur Bahan Terhadap Struktur Mikro

UJI KEKERASAN MATERIAL DENGAN METODE ROCKWELL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pandangan Umum terhadap Mesin Uji Tarik

PERANCANGAN BUSHING METAL BRONZE PENGGANTI BEARING PADA MESIN PABRIK GULA

PENGARUH PERBEDAAN WAKTU PENAHANAN SUHU STABIL TERHADAP KEKERASAN LOGAM

DWI HANDOKO. Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Pontiana, Jl. Ahmad Yani Pontianak

PENGARUH PEMANASAN DAN PERUBAHAN BENTUK PADA KEKUATAN TARIK POLYVINYL CHLORIDE (PVC)

Transkripsi:

JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 2. JULI 2016 87 PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKERASAN BAJA (St. 42) DENGAN TEMPERATUR PEMANASAN 800 C, METODE BRINELL, DI LABORATORIUM UJI BAHAN POLITEKNIK NEGERI BALI I Ketut Rimpung Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali Bukit Jimbaran, PO Box 1064 Tuban Badung - Bali Telp. (0361) 701981, Fax. (0361) 701128 Abstrak: Bahan teknik baja dihasilkan dari pengolahan bijih besi berturut-turut melalui: proses pendahuluan, proses peleburan di dalam dapur tinggi dan proses lanjutan pada converter. Baja sebagai bahan teknik konstruksi, ketahanannya terhadap beban luar sangat perlu untuk diketahui sebelum dipergunakan sebagai komponen mesin. Beban luar yang sering terjadi pada komponen mesin adalah beban: puntir, gesek, tarik, bengkok, dan beban tumbuk. Penelitian ini menganalisis kekerasan baja (St.42 standar) dibandingkan dengan baja jenis yang sama setelah mendapat perlakuan panas untuk dikeraskan maupun baja yang dilunakkan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium uji bahan Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali. Hasilnya menunjukkan adanya ketidak sesuaian antara teori dibandingkan dengan fakta hasil pengujian yaitu; baja yang dikeraskan melalui pemanasan 800 C dan didnginkan cepat menggunakan air tawar, ternyata menjadi lebih ulet/lunak dibandingkan dengan baja (St.42standar), sedangkan baja yang dilunakkan hasil pengujiannya sesuai dengan teori. Kata kunci : Bahan teknik, baja, perlakuan panas dan kekerasan. EFFECT OF HEAT TREATMENT TO STEEL HARDNES DURABILITY (St. 42) WITH HEATING TEMPERATURE 800 o C, BRINELL METHOD AT MATERIAL TESTING LABORATORY BALI STATE POLYTECHNIC Abstract: Steel is produced from the processes of iron ore. The process included initiation, melting, and advanced process. Melting process took place in Blasfurnice and the advanced process took place in a converter. As a construction material, its resistance to external loads shall be recognized prior to its usage as an engine component. External load frequently reveals on an engine are torsion, friction, tensile, bending and impact load. This research analyzed steel hardnes (St.42 standard) being compared to the same type of steel upon heat treatment to be hardened or softened. The research was done in the material testing laboratory, Mechanical Engineering Department, Politeknik Negeri Bali. The result showed that there was a discrepancy between theory and the fact of testing result. The steel hardened through heating until 800 C and cooled quickly with raw water became softer than steel (St 42 standard), and the steel softened fostered the same testing result as the theory. Keywords: engineering materials, steel, heat treatment and hardness.

JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 2. JULI 2016 88 1. PENDAHULUAN Mesin/peralatan yang handal adalah sistem mesin/alat yang dapat menghasilkan proses kerja yang aman bagi operator dan lingkungannya pada waktu dioperasikan, terjamin keberlanjutan dalam perawatan dan perbaikannya, serta menghasilkan produk yang kompetitif di pasaran, [7]. Untuk memenuhi kriteria di atas maka pemilihan bahan untuk komponen mesin/alat harus tepat sesuai dengan peruntukan dan ketahanannya terhadap beban berdasarkan sifat-sifat mekanisnya. Sifat-sifat mekanis bahan/baja dapat diketahui melalui beberapa proses pengujian di laboratorium pengujian bahan, [3]. Pengujian bahan/baja yang umum dan demonstratif adalah pengujian kekerasan yang dapat memberikan informasi mengenai sifat mekanis baja tentang ketahanan gesek yang dapat diterimanya, [4]. Pengujian kekerasan memberikan informasi tetang kekerasan permukaan baja maksimum (the ultimate shearing stress), [2]. Proses pengujian kekerasan dilakukan pada mesin yang dirancang khusus yang dapat melakukan pengujian kekerasan dengan metode; Brinell, Vickers dan Rockwell pada benda uji, [4]. Ketiga jenis metode pengujian kekerasan ini menggunakan penetrator yang berbeda. Demikian juga, besarnya beban yang diberikan setiap metode pengujian ini harus sesuai dengan tabel pembebanannya masingmasing. Namun, lamanya waktu penekanan untuk ketiga jenis metode penguian ini sama yaitu ditetapkan selama limabelas detik, walaupun proses pemberian bebannya berbeda-beda satu sama lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekerasan baja St.42 standar dibandingkan baja St.42 yang di-heat treatment. atau yang mendapat perlakuan panas. Kekerasan adalah kemampuan suatu bahan untuk tahan terhadap suatu penetrasi atau daya tembus dari benda lain yang lebih keras. Kekerasan dari suatu bahan sebagian besar dipengaruhi oleh unsur-unsur paduannya. Karbon dalam besi secara pasti mempengaruhi kualitas baja dan kekerasan baja yang dibutuhkan dapat dicapai dengan perlakuan panas.[4]. Penelitian ini menggunakan pengujian kekerasan dengan rumus pada metode Brinell dan berdasarkan teori-teori teknologi bahan, [6]. Pengujian dengan metode Brinell terdiri dari pemberian beban dari suatu bola baja yang berdiameter D, dengan beban F terhadap benda kerja. Dengan mengukur dimeter rata-rata dari indentasi pada permukaan benda uji setelah beban dilepaskan atau dihilangkan. Kekerasan Brinell atau hardnes Brinell () merupakan hasil bagi yang didapatkan dari pembagian beban F (Kg) dengan kurva luas permukaan indentasi (mm 2 ) di mana kurva permukaan tersebut dianggap sebagai bagian dari bola baja yang berdiameter D(mm) tadi. 2. METODE PENELITIAN 2.1 Lokasi dan Proses Penelitian Penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan mahasiswa yang melakukan kegiatan praktikum uji bahan pada semester empat di Laboratorium Uji Bahan dan Metrologi, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali. Mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok dan setiap kelompoknya terdiri dari enam sampai tujuh mahasiswa. Setiap kelompok diberikan ketiga jenis benda uji yaitu benda uji standar, hardening dan anaeling, masing-masing satu buah. Setiap kelompok menguji setiap benda uji sebanyak lima kali. Jadi, setiap benda uji mendapat pengujian sebanyak duapuluh kali. Proses penelitian ini dilakukan melalui dua tahap yaitu: tahap pertama persiapan benda uji termasuk memperlakukan panas terhadap benda uji dan tahap kedua yaitu pengambilan data pada mesin uji kekerasan. Pekerjaan persiapan dimaksudkan untuk mendapatkan permukaan benda uji yang halus dan rata. Sedangkan perlakuan panas terhadap benda uji di dalam dapur pemanas dimaksudkan untuk memperkeras dan atau memperlunak benda uji dibandingkan dengan benda uji yang standar. Penelitian ini menguji tiga jenis benda uji yaitu; standar, keras, dan lunak masing-masing sebanyak duapuluh kali pada masing-masing benda uji. Pengujian kekerasan ini dilakukan dengan metode Brinell, menggunakan mesin uji kekerasan Precision Hardness Tester-GNEM OM-150 dan perlengkapannya. Penelitian ini menguji dengan merusak benda uji melalui penekanan permukaan benda uji menggunakan penetrator bola baja khusus. Jadi, pengujian benda uji menggunakan penetrator yang dipasang pada rumahnya ditekankan secara langsung terhadap benda uji standar maupun yang dikeraskan dan yang dilunakkan, [11]. Benda uji diuji sebanyak masing-masing duapuluh kali pada mesin uji kekerasan. Proses pengujian mulai dari memasang penetrator bola baja khusus diameter 2,5 mm dan mengatur pembebanan pada 187,5 Kgf. Input beban diberikan dengan memutar handwheel, sesuai standar pengoperasian baku. Pembebanan tersebut dilakukan selama 15 detik, kemudian handel dikembalikan ke posisi awal. Akibat penekanan pada benda uji terjadi indentasi yang berbentuk bulat. Bayangan indentasi dapat dilihat pada monitor. Diameter bayangan indentasi pada monitor diukur menggunakan penggaris yang sesuai dengan lensa pemantul cahaya yaitu lensa dan penggaris pengukur dengan pembesaran limapuluh kali.dari pengukuran ini didapat besaran d1 dan d2, kemudian dirata-ratakan untuk mendapatkan besaran d. Demikian proses pengujian dilakukan masingmasing lima kali terhadap setiap benda uji secara

JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 2. JULI 2016 89 teliti sampai selesai, [5]. Input beban diberikan melalui handel pemberi beban pada mesin dalam waktu 15 detik. Demikian, proses pengujian dilakukan secara teliti dan berulang masing-masin sebanyak duapuluh kali pada setiap benda uji sampai selesai. Ketebalan minimum benda uji adalah 8 x h. Dimana h dihitung dengan rumus; h F d. Dimana: h = kedalaman indentasi (mm) F = Beban yang diberikan (Kgf) d = diameter indentasi minimum (mm) Hb= Kekerasan Brinel minimum(kgf/mm 2 ) III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Hasil Pengujian Pengujian dilakukan secara teliti dan sistimatis mulai dari pengujian benda uji St.42 standar, St.42 perkersan dan St.42 pelunakan. Hasil pengujian yang dilakukan masing-masing jenis benda uji sebanyak duapuluh kali, dicatat dan diolah dengan rumus yang sesuai kemudian dimasukkan ke dalam tabel-tabel seperti di bawah ini. Gambar 1. Tim Pengambilan Data 2.2 Parameter yang diamati Pengujian menggunakan Precision Hardness Tester-GNEM OM-150 mendapatkan data primer berupa besarnya diameter indentasi yang terjadi pada permukaan benda uji sesuai dengan metode Brinell tentunya sesuai dengan keperluan penelitian. Metode pengujian Brinell, data yang didapatkan adalah besaran diameter indentasi baik diameter pada bidang horizontal maupun diameter pada bidang vertikal. Dimensi diameter horizontal dan vertikal dirata-ratakan untuk menghitung besarnya nilai kekerasan Brinell. Data lain yang diperlukan dihitung dengan menggunakan rumus-rumus yang relevan seperti di bawah ini, [5]. Kekerasan Brinel () dihitung dengan rumus: Beban pengujian Luas permukaanindentasi D( D 2F ( D 2 d 2 )) Dimana: = Kekerasan Brinell (Kgf/mm 2 ) F = Beban yang diberikan (Kgf) D = Diameter penetrator (mm) d = Diameter indentasi (mm) Selanjutnya, dari hasil perhitungan dibuatkan tabel masing-masing bahann benda uji,[8]. Benda uji I : St.42(Standard) Tabel 1. Kekerasan Baja St.42 Standard No Bahan St.42 I. Standar Percobaan 1. 1,45 1,45 1,45 103,0220 Percobaan 2. 1,47 1,47 1,47 99,9200 Percobaan 3. 1,47 1,47 1,47 99,9200 Percobaan 4. 1,45 1,45 1,45 103,0220 Percobaan 5. 1,47 1,47 1,47 99,9200 Percobaan 6. 1,45 1,45 1,45 103,0220 Percobaan 7. 1,47 1,47 1,47 99,9200 Percobaan 8. 1,47 1,47 1,47 99,9200 Percobaan 9. 1,45 1,45 1,45 103,0220 Percobaan 10. 1,47 1,47 1,47 99,9200 Percobaan 11. 1,45 1,45 1,45 103,0220 Percobaan 12. 1,47 1,47 1,47 99,9200 Percobaan 13. 1,47 1,47 1,47 99,9200 Percobaan 14. 1,45 1,45 1,45 103,0220 Percobaan 15. 1,47 1,47 1,47 99,9200 Percobaan 16. 1,45 1,45 1,45 103,0220 Percobaan 17. 1,47 1,47 1,47 99,9200

JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 2. JULI 2016 90 Percobaan 18. 1,47 1,47 1,47 99,9200 Percobaan 19. 1,45 1,45 1,45 103,0220 Percobaan 20 1,47 1,47 1,47 99,9200 Benda uji II : St.42(Hardening) Tabel 2. Kekerasan Baja St.42 Herdening No Bahan St.42 II. Hardening Percobaan 1. 1,56 1,56 1,56 87,3841 Percobaan 2. 1,55 1,55 1,55 88,6657 Percobaan 3. 1,55 1,55 1,55 88,6657 Percobaan 4. 1,58 1,58 1,58 84,8704 Percobaan 5. 1,55 1,55 1,55 88,6657 Percobaan 6. 1,56 1,56 1,56 87,3841 Percobaan 8. 1,55 1,55 1,55 88,6657 Percobaan 9. 1,55 1,55 1,55 88,6657 Percobaan 10. 1,58 1,58 1,58 84,8704 Percobaan 11. 1,55 1,55 1,55 88,6657 Percobaan 12. 1,56 1,56 1,56 87,3841 Percobaan 13. 1,55 1,55 1,55 88,6657 Percobaan 14. 1,55 1,55 1,55 88,6657 Percobaan 15. 1,58 1,58 1,58 84,8704 Percobaan 16. 1,55 1,55 1,55 88,6657 Percobaan 17. 1,56 1,56 1,56 87,3841 Percobaan 18. 1,55 1,55 1,55 88,6657 Percobaan 19. 1,55 1,55 1,55 88,6657 Percobaan 20. 1,58 1,58 1,58 84,8704 Benda uji III : St.42(Anaeling) Tabel 3. Kekerasan Baja St.42 Anaeling, No III. Bahan St.42 Anaeling Percobaan 1. 1,65 1,65 1,65 76,7826 Percobaan 2. 1,60 1,60 1,60 82,4594 Percobaan 3. 1,62 1,62 1,62 79,0767 Percobaan 4. 1,60 1,60 1,60 82,4594 Percobaan 5. 1,62 1,62 1,62 79,0767 Percobaan 6. 1,65 1,65 1,65 76,7826 Percobaan 7. 1,60 1,60 1,60 82,4594 Percobaan 8. 1,62 1,62 1,62 79,0767 Percobaan 9. 1,60 1,60 1,60 82,4594 Percobaan 10. 1,62 1,62 1,62 79,0767 Percobaan 11. 1,65 1,65 1,65 76,7826 Percobaan 12. 1,60 1,60 1,60 82,4594 Percobaan 13. 1,62 1,62 1,62 79,0767 Percobaan 14. 1,60 1,60 1,60 82,4594 Percobaan 15. 1,62 1,62 1,62 79,0767 Percobaan 16. 1,65 1,65 1,65 76,7826 Percobaan 17. 1,60 1,60 1,60 82,4594 Percobaan 18. 1,62 1,62 1,62 79,0767 Percobaan 19. 1,60 1,60 1,60 82,4594 Percobaan 20 1,62 1,62 1,62 79,0767 3.2 Pembahasan Selanjutnya dari masing-masing data pada tabeltabel ketiga pengujian di atas, dihitung kekerasan rata-rata masing-masing benda uji. Sehingga, didapat: Kekerasan St.42Standar =101,1608 Kg/mm 2 Kekerasan St.42 Hardening = 87,65032 Kg/mm 2, dan Kekerasan St.42 Anaeling =79,97096 Kg/mm 2. Ketebalan minimum benda uji dihitung dengan F rumus h d. = 1,617 mm. Jadi ketebalan benda uji sudah memenuh, Karena ketebalan benda uji= 31,27 mm. Data hasil perhitungan dengan menggunakan rumus yang relevan ketiga jenis benda uji di atas, terjadi perbedaan dan perubahan sifat-sifat mekanis yaitu kekerasan masing-masing benda uji. Ternyata benda uji yang mendapat perlakuan panas baik yang dikeraskan maupun yang dilunakkan kekerasannya

JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 2. JULI 2016 91 menurun dibandingkan dengan kekerasan benda uji standard. IV. SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1. Baja St.42 Hardening yang dikeraskan dengan pemanasan sampai 800 o C dan didinginkan cepat menggunakan air tawar ternyata menjadi lebih ulet/lunak dibandingkan dengan baja St.42 Standar.Terbukti dari angka kekerasan St.42 Hardening= 87,65032 Kg/mm 2, sedangkan kekerasan St.42 Standar= 101,1608 kg/mm 2. Hal ini menunjukkan perbedaan dengan teori perkerasan logam, dimana logam yang dikeraskan semestinya menjadi lebih keras dari logam yang standar. 2. Baja St.42 Annaeling yang dilunakkan dengan pemanasan sampai 800 o C dan didinginkan lambat di dalam dapur, menjadi lebih ulet/lunak dibandingkan dengan baja St.42 Standar maupun dengan baja St.42 Hardening. Hal ini terbukti dari hasil penelitian St.42 Annaeling =79,97096 Kg/mm 2, jauh lebih lunak dari St.42 Standar, maupun St.42 Hardening. Hal ini menunjukkan adanya kesesuaian dengan teori pelunakkan logam. [6] Khurmi, R.S dan J.K. Gupta. 1982. A Text Book of Machine Design, New Delhi : Eurasia Publishing House Ltd. [7] Moh. Pambudu Tika, 2006. Metode Riset Bisnis. PT Bumi Aksara, Jakarta. 13220. [8] Setiawan, F.D. 2008. Perawatan Mekanikal Meain Produksi, Yogyakarta. Maximus. [9] Sularso, Kiyokaysu Suga. 1990. Dasar Perencanaan Mesin dan Perencanaan Elemen Mesin. Jakarta. PT. Pradnya Paramita. [10] Universitas Udayana Denpasar, 2008. Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Tesis, dan Disertasi. Penerbit Program Pascasarjana. 4.2 Saran 1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melakukan penelitian terhadap benda uji yang sama pada jenis pengujian kekerasan dengan metode lainnya, yaitu metode Vickers maupun Rockwell. 2. Perlu dilakukan pengujian benda uji yang dipanaskan lebih tinggi secara bertahap pada pengujian kekerasan yang sama. 3. Perlu dilakukan pengujian dengan metode yang ada dengan lamanya waktu penekanan yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA [1] Achmad, Zainun. 1999. Elemen Mesin 1, Bandung : PT. Refika Aditama. [2} Daniel A Brant. 1985. Metallurgy Fundamentals, Industrrial Technology Division western Wisconsien Technical Institute. South Holland Illinois. [3] Daryanto. 1997. Fisika Teknik, Jakarta : PT. Rineka Cipta. [4] Tim Laboratorium Uji Bahan dan Metrologi 2015. Jobsheet Uji Kekerasan, Badung, Bali, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali [5] John E Neely. 1984. Practical Metallurgy and Material of Industry. Second Edition.