BAB II PROFIL PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA. 1. Keberhasilan yang dicapai Sebelum Kemerdekaan Sampai 1965

BAB II PROFIL PT. PLN (PERSERO) CABANG RANTAU PRAPAT. Sejarah kelistrikan di Sumatera Utara bukanlah hal baru. Jika listrik mulai

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB II PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA

BAB II GAMBARAN UMUM PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA

A. Sejarah Ringkas PT PLN ( Persero ) Wilayah Sumatera Utara Area Medan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

BAB II PROFIL PERUSAHAAN / INSTITUSI. Departemen Pekerjaan Umum. Untuk mengambil peristiwa ambil alih itu, maka

BAB II PROFIL INSTITUSI. A. Sejarah Ringkas PT PLN Unit Induk Pembangunan II Medan

BAB II PROFIL PT PLN (PERSERO) UPT MEDAN. Listrik mulai dikenal di Indonesia pada akhir abad ke-19 yaitu pada masa

BAB II PROFIL PT. PLN (PERSERO) Listrik Sebelum Kemerdekaan dan di Awal kemerdekaan sampai 1965

BAB II. PROFIL PT. PLN (Persero)

BAB II PROFIL PT PLN (PERSERO) PIKITRING SUAR MEDAN

BAB II PROFIL PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA AREA MEDAN. Listrik mulai dikenal di Indonesia pada akhir abad ke-19 yaitu pada masa

BAB II PROFIL PT PLN (PERSERO) UIP II MEDAN. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II (PLN UIP II) adalah

BAB II PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA AREA MEDAN. Listrik mulai dikenal di Indonesia pada akhir abad ke-19 yaitu pada masa

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TENGAH DAN D.I. YOGYAKARTA

BAB II PROFIL PT. PLN (PERSERO) PIKITRING SUAR MEDAN. Listrik mulai dikenal di Indonesia pada akhir abad ke-19 yaitu pada

BAB II PROFIL PT. PLN (PERSERO) CABANG MEDAN. A. Sejarah Ringkas PT. PLN (Persero) Cabang Medan

BAB II PROFIL PT PLN PERSERO PIKITRING SUMUT, ACEH DAN RIAU. A. Sejarah Ringkas PT PLN (PERSERO) PIKITRING SUAR

BAB II PROFIL ORGANISASI

BAB II PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA AREA MEDAN. Listrik mulai dikenal di Indonesia pada akhir abad ke-19 yaitu pada masa

BAB II PROFIL PT.PLN (PERSERO) CABANG MEDAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Ringkas PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. 1. Sejarah PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

BAB II PT.PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA. ketika perusahaan swasta belanda bernama NV NIGEM / OGEM

BAB II PT. PLN (PERSERO) KANTOR INDUK PEMBANGKIT SUMATERA BAGIAN UTARA

BAB 2 PROFIL PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PT. PLN (PERSERO) CABANG RANTAU PRAPAT. Sejarah kelistrikan di Sumatera Utara bukanlah hal baru. Jika listrik mulai

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT PLN (Persero) APD JATENG DAN DIY

BAB II GAMBARAN UMUM DAN LOKASI PENELITIAN. secara umum di Indonesia, karena tanpa mengaitkan sejarah berdirinya

BAB II PROFIL PT.(PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I BELAWAN

BAB II PROFIL PT PLN (PERSERO) KANTOR INDUK PEMBANGKITAN SUMATERA BAGIAN UTARA. A. Sejarah Ringkas PT PLN (Persero) Kantor Induk KITSBU

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan

BAB II. PT PLN ( Persero ) WILAYAH SUMATERA UTARA AREA MEDAN. Listrik mulai dikenal di Indonesia pada akhir abad ke-19 yaitu pada

BAB III METODE PENELITIAN. Sejarah Ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19, ketika

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB III TINJAUAN UMUM PT PLN RAYON SUKOHARJO. berinteraksi secara langsung dengan PT. PLN Interaksi yang dilakukan seperti

BAB I PENDAHULUAN Bentuk, Bidang, dan Perkembangan usaha

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Sejarah Singkat Perusahaan PT. PLN (PERSERO) pemerintah daerah otonom (GEMENTE) atau gabungan keduanya.

BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN UMUM PT. PLN (PERSERO) UPJ BANDUNG UTARA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV GAMBARAN SUBJEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Sejarah keberadaan kelistrikan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

BAB II. GAMBARAN UMUM PT. (Persero) PELABUHAN INDONESIA I CABANG BELAWAN. A. Sejarah dan Perkembangan PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Pembakuan Lambang Perusahaan Umum Listrik Negara. Sumber : Bagian SDM PT PLN Persero APD Jatim

7. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 1999 tentang Kepengurusan Badan Usaha Milik Perusahaan Daerah;

Ahmad Fauzi : Sistem Pengawasan Intern Kas Pada PT. PLN (PERSERO) Proyek Induk Pembangkit Dan Jaringan Sumatera Utara, Aceh Dan Riau medan, 2010.

PT. PLN (PERSERO) RAYON KRIAN

BAB III GAMBARAN UMUM

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Pembangunan fisik PLTU ini dimulai sejak tahun 2001 (Lot I: Site Preparation).

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. PT. PLN (PERSERO) Distribusi Jawa Barat dan Banten yang bergerak

BAB II GAMBARAN UMUM PT. PLN (PERSERO)

BAB II GAMBARAN UMUM PT. PLN ( PERSERO )

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

BAB III OBJEK PENELITIAN DAN METODE PENELITIAN. PT UG didirikan dengan akta notaris Abdul Latief, SH, No.104 tertanggal 29

BAB II PT.PLN (PERSERO) MEDAN. PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera bagian Utara dibentuk

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum PT PLN (Persero) Area Surabaya Selatan Sejarah PT PLN (Persero) Area Surabaya Selatan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. perusahaan milik Negara yang yang dirintis sejak tahun 1859, ketika masih

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. tahun 1897, yaitu dengan dimulai digarapnya bidang listrik oleh salah satu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1905, di Jawa Barat khususnya di kota Bandung berdiri perusahaan Bandungsche

BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN. Pada awalnya perusahaan ini berdiri pada 1917 yang didirikan oleh

harus meliputi lima komponen yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, informasi dan komunikasi, aktivitas pengendalian, serta pengawasan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN PT (Persero) PELABUHAN INDONESIA I MEDAN

BAB II BPJS KETENAGAKERJAAN KANTOR WILAYAH SUMBAGUT. jawab dan kewajiban Negara - untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. diberikan kepada pelanggan atau konsumen. Pelayanan ialah usaha melayani

BAB II GAMBARAN UMUM PT. PLN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II PT TASPEN (PERSERO) KANTOR CABANG UTAMA MEDAN

BAB II PROFIL PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGUNAN II MEDAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pandangan Umum Sistem Tenaga Listrik. Pada umumnya sistem tenaga listrik terdiri atas kumpulan komponen

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. untuk wilayah Riau Dan Kepulauan Riau ini memiliki 4 kantor cabang, terdiri dari

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB III METODE PENULISAN. Dalam metode penulisan, sumber data yang digunakan oleh penulis adalah:

BAB II PT. PELABUHAN INDONESIA I BICT. berlokasi di Gabion, Belawan. Disini, PT. Pelabuhan Indonesia I ( Persero )

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Bentuk, Bidang dan Perkembangan Usaha

BAB II PT. PELABUHAN INDONESIA I BICT. memenuhi harapan pelanggan. Dengan luas area lebih dari 200 ribu m 2, kami siap

BAB III OBJEK DAN METODE TUGAS AKHIR

BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN. Pada awal 1990-an, pemerintah Indonesia mempertimbangkan perlunya

BAB I PENDAHULUAN. tenaga kerja dari kecelakaan atau penyakit akibat kerja (Ramli, 2013).

BAB II GAMBARAN UMUM TEKNOLOGI INFORMASI PLN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. PT. SURYAPRABHA JATISATYA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Sejarah Singkat Berdirinya PT PLN (Persero) UPJ Singaparna

BAB II PROFIL PT. PLN (PERSERO) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Area Cengkareng

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

I. PENDAHULUAN. maupun dunia usaha. Perubahan yang terjadi pada akhirnya mempengaruhi

- 1 - BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 55 TAHUN 2016

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO

BAB II PERUM BULOG DIVRE SUMUT

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

PT PLN (PERSERO) KEPUTUSAN DIREKSI PT PLN (PERSERO) NOMOR : 500.K/DIR/2013 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Bentuk, Bidang, dan Perkembangan Usaha Bentuk Usaha. PAM JAYA adalah Badan Usaha Milik Daerah yang

BAB II PROFIL PT PLN ( PERSERO ) DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG

Transkripsi:

BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. SEJARAH RINGKAS Sebelum Kemerdekaan Sampai 1965 Sejarah kelistrikan di Sumatera Utara bukanlah baru. Kalau listrik mulai ada di wilayah Indonesia tahun 1893 di daerah Batavia (Jakarta sekarang ), maka 30 tahun kemudian (1923) listrik mulai ada di Medan. Sentralnya dibangun di tanah pertapakan Kantor PLN Cabang Medan yang sekarang di Jl. Listrik No. 12 Medan, dibangun oleh NV NIGEM / OGEM perusahaan swasta Belanda. Kemudian menyusul pembangunan kelistrikan di Tanjung Pura dan Pangkalan Brandan (1924), Tebing Tinggi (1927), Sibolga (NV ANIWM) Brastagi dan Tarutung (1929), Tanjung Balai (1931) milik Gemeente Kotapraja, Labuhan Bilik (1936) dan Tanjung Tiram (1937) Masa penjajahan Jepang, Jepang hanya mengambil alih pengelolaan Perusahaan Listrik Swasta Belanda tanpa mengadakan penambahan mesin dan perluasan jaringan. Daerah kerja dibagi menjadi Perusahaan Listrik Sumatera Utara, Perusahaan Listrik Jawa dan seterusnya sesuai struktur organisasi pemerintahan tentara Jepang waktu itu. Setelah Proklamasi RI 17 Agustus 1945, dikumandangkanlah Kesatuan Aksi Karyawan Perusahaan Listrik di seluruh penjuru tanah air untuk mengambil alih perusahaan listrik bekas milik swasta Belanda dari tangan Jepang. Perusahaan Listrik yang sudah diambil alih itu diserahkan kepada Pemerintah RI dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum. Untuk mengenang peristiwa ambil alih itu, maka

dengan Penetapan Pemerintah No.1 SD/45 ditetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik. Sejarah memang membuktikan kemudian bahwa dalam suasana yang makin memburuk dalam hubungan Indonesia Belanda, tanggal 3 Oktober 1953 keluar Surat Keputusan Presiden No. 163 yang memuat ketentuan Nasionalisasi Perusahaan Listrik milik swasta Belanda. Setelah aksi ambil alih itu, sejak tahun 1955 di Medan berdiri Perusahaan Listrik Negara Distribusi Cabang Sumatera Utara (Sumatera Timur dan Tapanuli) yang mula-mula dikepalai R. Sukarno (merangkap kepala di Aceh), tahun 1959 dikepalai oleh Ahmad Syaifullah. Setelah BPU PLN berdiri dengan SK Menteri PPUT No. 16/1/20 tanggal 20 Mei 1961, maka organisasi kelistrikan dirubah. Sumatera Utara, Aceh, Sumbar, Riau menjadi PLN Eksploitasi. Tahun 1965, BPU PLN dibubarkan dengan Peraturan Menteri PUT No. 9 /PRT/64 dan Peraturan Menteri No. 1/PRT/65 ditetapkan pembagian daerah kerja PLN menjadi 15 Kesatuan daerah Eksploitasi. Sumatera Utara tetap menjai Eksploitasi II. Dari Perum menjadi Persero Dengan keluarnya peraturan pemerintah No. 23 / 1994 tanggal 16 Juni 1994 maka ditetapkan status PLN sebagi persero. Adapun yang melatarbelakangi perubahan status tersebut adalah untuk mengantisipasi kebutuhan listrik yang terus meningkat dewasa ini. Dimana pada abad 21 nanti PLN tidak dapat harus mampu menghadapi tantangan yang ada. PLN harus mampu menggunakan tolak ukur Internasional,

dan harus mampu berswadaya tinggi, dengan manajemen yang berani transparan, terbuka, desentralisasi, profit center dan cost center. Pemisahan Wilayah, Pembangkitan dan Penyaluran Perkembangan kelistrikan di Sumatera Utara terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang begitu pesat, hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah pelanggan, perkembangan fasilitas kelistrikan, kemampuan pasokan listrik dan indikasi indikasi pertumbuhan lainnya. Untuk mengantisipasi pertumbuhan dan perkembangan kelistrikan Sumatera Utara dimasa masa mendatang serta sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa kelistrikan, maka berdasarkan Surat Keputusan Nomor 078.K/023/DIR/1996 tanggal 8 Agustus 1996 dibentuk organisasi baru bidang jasa pelayanan kelistrikan yaitu PT PLN (Persero) Pembangkitan dan Penyaluran Sumatera Bagian Utara. Dengan pembentukan Organisasi baru PT PLN (Persero) Pembangkitan dan Penyaluran Sumatera Bagian Utara yang terpisah dari PT PLN (Persero) Wilayah II, maka fungsi fungsi pembangkitan dan penyaluran yang sebelumnya dikelola PT PLN (Persero) Wilayah II berpisah tanggung jawab pengelolaanya ke PLN Pembangkitan dan Penyaluran Sumbagut. Sementara itu, PT PLN (Persero) Wilayah II berkonsentrasi pada distribusi dan penjualan tenaga listrik. Pada Tahun 2003 PT PLN (Persero) Wilayah II Berubah Menjadi PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.

B. JENIS USAHA / KEGIATAN PT.PLN (PERSERO) WILAYAH bergerak dalam bidang jasa pelayanan arus listrik. Adapun ada bererapa proses dan masing-masing tugas pada PT PLN lainnya. C. STRUKTUR ORGANISASI Adapun Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara dapat dilihat pada Gambar 2.1. berikut ini:

D. URAIAN FUNGSI DAN TUGAS POKOK 1. GENERAL MANAGER Bertanggung Jawab atas pengelolaan usaha melalui optimalisasi seluruh sumber daya secara efisien, efektif dan sinergis. Pengelolaan Pengusahaan pembangkit, pendistribusian dan penjualan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang memadai secara efisien, meningkatkan mutu dan keandalan serta pelayanan pelanggan, dan memastikan terlaksananya corporate governance (GCG) di PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara. Rincian Tugas Pokok Sebagai berikut: a. Melakukan kegiatan Pengusahaan Pembangkit (skala Kecil) secara efisien, hemat energi, handal dan ramah lingkungan. b. Mengusulkan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Wilayah Sumatera Utara. c. Memastikan Program rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Wilayah Sumatera Utara dilaksanakan sesuai penetapan direksi. 2. BIDANG PERENCANAAN Bertanggung jawab atas perencanaan kerja, sistetm manajemen kinerja, perencanaan investasi, pengembangan aplikasi sistem informasi, untuk mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang memiliki efisiensi, mutu dan keandalan yang baik serta upaya pencapaian sasaran dan ketersediaan kerangka acuan pelaksanaan kerja. Rincian Tugas Pokok Sebagai Berikut:

a. Menyusun Rencana Umum Pengenbangan Tenaga Listrik (RUPTL), Rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) dan Rencana Kerja Anggaran perusahaan (RKAP). b. Menyusun rencana pengembangan sistem ketenagalistrikan. c. Menyusun sistem manajemen kinerja unit-unit kerjanya. 2.1. SUB BIDANG PERENCANAAN PERUSAHAAN Rincian Tugas Pokok Sebagai berikut: a. Memonitor lingkungan eksternal yang berkaitan dengan ketenagalistrikan. b. Melaksanakan, koordinasi dan konsolidasi dalam penyusunan RJP dan RKAP. c. Mengkordinasikan penyusunan kebutuhan investasi (LKAI). 2.2. SUB BIDANG PERENCANAAN SISTEM Rincian Tugas Pokok Sebagai Berikut: a. Menyusun dan memutakhirkan RPTL. b. Membuat perkiraan beban untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang. c. Menyusun kebutuhan investasi unntuk penyediaan tenaga listrik. 2.3. SUB BIBANG SISTEM INFORMASI Rincian tugas pokok sebagai berikut:

a. Merencanakan program pengembangan naplikasi sistem innformasi berdasarkan bisnis proses. b. Merencanakan dan mengembangkan sistem multimedia. c. Mengevaluasi kinerja sistem informasi yang ada. 2.3.1. SUB SUB BIDANG OPERASI APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI Bertanggunng jawab beroperasinya sistem-sistem aplikasi serta menjaga terpeliharanya sistem sistem aplikasi yang telah diopersaikan,menyiapkan pengembangan sistem aplilkasi sesuai kebutuhan perusahaan. 2.3.2. SUB SUB BIDANG OPERASI JARINGAN DAN MULTIMEDIA Bertanggung jawab beroperasinya sarana jaringan, komunikasi data dan sarana multimedia, menyiapkan pengembangan kebutuhan sarana multimedia. 2.3.3. SUB BIDANG LAYANAN DATABASE Bertanggung jawab atas rancangan data base sesuai kebutuhan dalam rangka pengembangan aplikasi dan sistem dari masing masing user, dan pengembangan layanan database serta pengamanannya. 3. BIDANG TEKNIK a. Menyusun dan membina penerapan sistem pengelolaan jaringan distribusi dan pembangkit:

1. Strategi pengeoperasian dan pemeliharaan pembangkit, jaringan distribusi, serta SOP untuk operasi penerapannya. 2. SOP penerapan dan pengujian peralatan distribusi, serta SOP untuk operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi. 3. standard desain kontruksi jaringan distribusi, kriteria kontruksi dan peralatan kerjanya. b. Menyusun Regulasi untuk penyempurnaan data induk pembangkit dan data induk jaringan (DIJ). c. Memantau dan mengevaluasi data induk jaringan. 3.1. SUB BIDANG KONTRUKSI a. Menyusun metoda tata kelola kontruksi dan administrasi. b. Membuat pedoman manajemen konstruksi. c. Menuysun analisa harga satuan materil jasa. 3.2. SUB BIDANG DISTRIBUSI a. Menyusun Rencana kebijakan operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi. b. Menyusun anggaran biaya operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi beserta sarananya. c. Membuat pedoman pemeliharaan jaringan distribusi.

3.3. SUB BIDANG PENGUKURAN DAN SISTEM PROTEKSI a. Merencanakan sistem proteksi yang handal dan sistem pengukuran yang benar dan akurat. b. Menganalisa dan mengevaluasi unjuk kerja sistem proteksi dan pengukuran. c. Menyusun kebutuhuan peralatan test / peralatan kerja yang dibutuhkan. untuk pemeliharaan sistem proteksi pengukuran. 4. BIDANG NIAGA DAN PELAYANAN PELANGGAN Rincian Tugas poko sebagai berikut: a. Menyusun: 1. Ketentuan dan Strategi pemasaran. 2. Rencana penjualan energi dan rencana pendapatan. b. Mengevaluasi harga jual energi listrik. c. Menghitung biaya penyediaan energi listrik. 4.1. SUB BIDANG PEMASARAN Rincian Tugas Poko sebagai berikut: a. Menyusun rancangan kebijakan dan strategi pemasaran yang berorientasi pada pelanggan. b. Menyusun dan mengendalikan anggaran rutin investasi perluasan jaringan. c. Melaksanakan riset pasar dan menyusun data potensi pasar.

4.2. SUB BIDANG KOMERSIAL a. Menyusun Rencana pelaksanaan DSM dan SSM. b. Menyusun kebijakan dan pengawasan pelaksanaan manajemen sistem baca meter. c Menyusun, mengevaluasi dan konsilidasi tingkat mutu pelayanan Mengawasi pelaksanaan bisnis proses penagihan. 4.3. SUB BIDANG PENGEMBANGAN USAHA Rincian tugas pokok sebagai berikut: a. Mengevaluasi BPP per titik transaksi. b. Mengevaluasi komponen biaya yang mempengaruhi BPP. c. Menyusun mekanisme transfer energi. 5. BIDANG KEUANGAN Rincian tugas pokok sebagai berikut: a. Menyusun kebijakan anggaran dan proyeksi keuangan perusahaan. b. Menyusun biaya perolehan poko (BPP) per transaksi dan perfungsi. c. Mengendalikan anggaran investasi dan anggaran operasi. 5.1. SUB BIDANG ANGGARAN Rincian Tugas pokok Sebagai berikut: a. Menyusun RKAP bersama bidang lain.

b. Menyusun cash budgeting untuk seluruh aktifitas. c. Memantau realisasi cash budgeting (anggaran tunai). 5.2. SUB BIDANG KEUANGAN Rincian tugas pokok sebagai berikut: a. Mengajukan permintaan droping anggaran tunai ke PLN pusat. b. Membuat perencanaan aliran kas pembiayaan AO / AI. c. Melaksanakan droping kas pembiayaan ke unit. 5.2.1. SUB SUB BIDANG ADMINISTRASI KEUANGAN Bertanggung jawab melaksanakan administrasi tata usaha keuangan pengusahaan, sarana penyediaan tenaga listrik dan pelaporan penggunaan setiap pos anggaran. 5.3. SUB BIDANG PENGENDALIAN PENDAPATAN Rincian Tugas pokok sebagai berikut: a. Mengendalikan aliran kas pendapatan b. Memantau dan mengevaluasi Revenue protection c. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan transfer otomatis bank receipt 5.4. SUB BIDANG PAJAK DAN ASURANSI Rincian Tugas poko sebagai berikut: a. Melakukan pengadministrasian asuransi dan perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.

b. Melaksanakan pelaporan kepada kantor pajak sesuai ketentuan yang berlaku. c. Mengkoordinasi dengan bagian / bidang terkait tentang perlakuan perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. 5.5. SUB BIDANG AKUNTANSI Rincian Tugas Pokok Sebagai berikut: a. Menyusun laporan keuangan bulanan, triwulan, semester, dan tahunan. b. Menyusun laporan keuangan konsilidasi bulanan, triwulan, semester, dan tahunan. c. Menyajikan data laporan proyek selesai ke departemen. 5.5.1. SUB SUB BIDANG AKUNTANSI AKTIVA TETAP DAN PDP PERSEDIAAN Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan akuntansi untuk pembangunan dan pemugaran sarana penyediaan tenaga listrik serta akuntansi aktiva tetap, akuntansi persediaan, dan analisa evaluasi keuangan / akuntansi. 5.5.2. SUB BIDANG AKUNTANSI UMUM Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan akuntansi umum wilayah dan pengusahaan sarana penyediaan tenaga listrik serta menyusun laporan keuangannya.

6. BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA DAN ORGANISASI a. Mengelola: 1. Pengembangan organisasi 2. Pengembangan sumber daya manusia 3. Manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi. 4. Administrasi dan data kepegawaian. b. Perencanaan tenaga kerja. c. Perencanaan anggaran kepegawaian. 6.1. SUB BIDANG PENGEMBANGAN ORGANISASI DAN SDM Rincian tugas sebagai berikut: a. Mengelola pola pengembangan karir pegawai b. Mengindentifikasi kebutuhan diklat untuk pengembangan potensi pegawai c. Mengelola proses pelaksanaan penilaian kinerja individu (pegawai) melalui penilaian oleh komite oppraisal 6.1.1. SUB SUB BIDANG PERENCANAAN KARIR DAN DIKLAT Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan perencanaan karir dan diklat untuk pembinaan pegawai serta merencanakn proses promosi dan rotasi pegawai.

6.2. SUB BIDANG ADMINISTRASI SDM a. Memelihara kesesuaian peraturan internal terhadap ketentuan ketenagakerjaan. b. Mengelola administrasi penghasilan pegawai pensiunan. c. Mengelola administrasi kesejahteraan dan kesehatan pegawai &pensiunan 6.2.1. SUB SUB BIDANG KESEJAHTERAAN PEGAWAI Bertanggung jawab atas kegiatan administrasi gaji / upah dan kesejahteraan pegawai serta pensiun, mengelola data pensiun. 6.2.2. SUB SUB BIDANG ADMINISTRASI PEGAWAI Bertanggung jawab atas kegiatan administrasi SDM meliputi pengangkatan, penempatan, pemindahan, dan pemberhentian pegawai, serta mengelola data pegawai meliputi fisik/ dosier, maupun data komputerisasi/ sipeg. 7. BIDANG KOMUNIKASI HUKUM DAN ADMINISTRASI a. Mengelola: 1. Komunikasi perusahaan dengan pihak eksternal dan internal. 2. Fasilitas dan prasarana kerja 3. Sistem keamanan dan pengamanan kantor

b. Mengelola program kemitraan dan program bina lingkungan ( PKBL ) c. Melakukan advokasi hukum dan peraturan-peraturan perusahaan. 7.1. SUB BIDANG KOMUNIKASI DAN BINA LINGKUNGAN a. Menyusun kebijakan dan program komunikasi kehumasan untuk menunjang citra perusahaan. b. Membina komunikasi dengan media massa, eksekutif, legislatif, dan yudikatif di tingkat lokal. c. Mengelola informasi internal dan eksternal. 7.2. SUB BIDANG HUKUM Rincian Tugas Pokok Sebagai berikut: a. Mengevaluasi kesesuaian produk hukum / peraturan dengan ketentuan yang berlaku. b. Membina penerapan produk hukum dan peraturan. c. Memberikan bantuan advokasi terhadap pegawai dalam tugas kedinasan. 7.3. SUB BIDANG ADMINISTRASI UMUM DAN FASILITAS a. Menyelenggarakan administrasi kesekretariatan dan kearsipan. b. Mengevaluasi kebutuhan fasilitas dan sarana kantor serta rumah tangga. c. Mengendalikan pengamanan dan kebersihan fasilitas kantor dan instalasi.

7.3.1. SUB BIDANG KESEKRETARIATAN Bertanggung jawab atas kegiatan kesekretariatan dan kearsipan kegiatan kedinasan, mengendalikan biaya pemakaian ATK dan sarana kantor dan keamanan lingkungan kantor. 7.3.2. SUB SUB UMUM DAN FASILITAS KANTOR Bertanggung jawab atas pengelolaan administrasi pembayaran pajak dan asuransi atas aset wilayah dan mengelola pemeliharan gedung, instalasi dan sarana kerja, mengawasi pelaksanaan outsourcing SATPAM, CLEANING SERVICE. 8. AUDIT INTERNAL a. Menyusun program kerja pemeriksaan tahunan program kerja perusahaan. b. Melaksanakan audit internal yang meliputi audit keuangan, teknik, manajemen dan SDM. c. Memonitori tindak lanjut temuan hasil audit internal.

E. KINERJA USAHA TERKINI Kinerja PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara dari triwulan IV tahun 2008 s/d triwulan I 2009, untuk lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut ini: Tabel 2.2 Kinerja Usaha Terkini PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Triwulan IV 2008 - Harga jual rata-rata Rp 640.51,-/KWh sudah diatas sasaran triwulan IV 2008 sebesar Rp 627.53,-/KWh. - Khusus untuk distribusi angka SAIDI sudah tercapai sebesar 384.84 menit/plg bila dilihat dari target 450.00 menit/plg dan SAIFI sudah tercapai sebesar 10.60 kali/plg dari target 12.00 kali/plg. - Sedangkan susut distribusi sudah tercapai yaitu sebesar 9.70% bila dilihat sasaran triwulan IV tahun 2008 sebesar 10.36%. Triwulan I 2009 - Harga jual rata-rata Rp 640.51,-/KWh sudah diatas sasaran triwulan I 2009 sebesar Rp 627.53,-/KWh. - Khusus untuk distribusi angka SAIDI sudah tercapai sebesar 1.28 jam/plg bila dilihat dari target 2.50 jam/plg dan SAIFI sudah tercapai sebesar 12.55 kali/plg dari target 12.00 kali/plg. - Sedangkan susut distribusi sudah tercapai yaitu sebesar 9.44% bila dilihat sasaran triwulan I tahun 2009 sebesar 10.08%.

F. RENCANA KEGIATAN USAHA Saat ini PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara mau meningkatkan sasaran di segala bidang, sasaran yang ditujuh antara lain: 1. Pemasaran a. Penjualan tenaga listrik b. Penambahan pelanggan c. Penambahan daya tersambung d. Peningkatan pelayanan e. Peningkatan efisiensi f. Pengembangan listrik pedesaan 2. Produksi a. Produksi tenaga listrik b. Pemakaian bahan bakar 3. Teknologi a. Penelitian dan pengembangan b. Pengembangan dan impelementasi sistem informasi 4. Sumber daya manusia a. Peningkatan pendayagunaan tenaga kerja b. Peningkatan mutu sumber daya manusia 5. Keuangan dan akuntansi 6. Pembinaan usaha kecil dan koperasi