TOR (TERM of REFERENCE) DISTRIBUSI SYARIAH

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. 2.1 Sejarah Singkat PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur

Jumlah Penduduk Jawa Timur dalam 7 (Tujuh) Tahun Terakhir Berdasarkan Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab./Kota

EVALUASI/FEEDBACK KOMDAT PRIORITAS, PROFIL KESEHATAN, & SPM BIDANG KESEHATAN

GUBERNUR JAWA TIMUR TIMUR

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2013

P E N U T U P P E N U T U P

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 78 TAHUN 2013 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2014

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 121 TAHUN 2016 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2017

PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN DESA/KELURAHAN DI JAWA TIMUR 22 MEI 2012

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 69 TAHUN 2009 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2010

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 68 TAHUN 2015 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2016

VISITASI KE SEKOLAH/MADRASAH BADAN AKREDITASI NASIONAL SEKOLAH/MADRASAH

EVALUASI TEPRA KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR OKTOBER 2016

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2014 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2015

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik

Gambar 1. Analisa medan angin (streamlines) (Sumber :

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 125 TAHUN 2008

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/359/KPTS/013/2015 TENTANG PELAKSANAAN REGIONAL SISTEM RUJUKAN PROVINSI JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 75 TAHUN 2015 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2013

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TIMUR

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini sebagai berikut.

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Registrasi Nomor 41/PHPU.D-VI/2008 Tentang Sengketa perselisihan hasil suara pilkada provinsi Jawa Timur

Grafik Skor Daya Saing Kabupaten/Kota di Jawa Timur

Lampiran 1 LAPORAN REALISASI DAU, PAD TAHUN 2010 DAN REALISASI BELANJA DAERAH TAHUN 2010 KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR (dalam Rp 000)

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG

KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 557 /KPTS/013/2016 TENTANG PENETAPAN KABUPATEN / KOTA SEHAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016

1.1. UMUM. Statistik BPKH Wilayah XI Jawa-Madura Tahun

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN BABAK SEMIFINAL KMNR 12 RAYON SURABAYA

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 94 TAHUN 2016

MATRIKS RENCANA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

MEWUJUDKAN BIROKRASI AKUNTABEL, EFEKTIF DAN EFISIEN

KABUPATEN / NO ORGANISASI PERANGKAT DAERAH ALAMAT KANTOR KOTA. Dinas PMD Kab. Trenggalek

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG

Nomor : KT.304/ 689 /MJUD/XI/2014 Surabaya, 20 Nopember 2014 Lampiran : - Perihal : Awal Musim Hujan 2014/2015 Prov. Jawa Timur.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pusat dan pemerintah daerah, yang mana otonomi daerah merupakan isu strategis


BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. sebuah provinsi yang dulu dilakukan di Indonesia atau dahulu disebut Hindia

BAB I PENDAHULUAN. mengurus dan mengatur keuangan daerahnya masing-masing. Hal ini sesuai

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

RILIS HASIL LISTING SENSUS EKONOMI 2016 PROVINSI JAWA TIMUR TEGUH PRAMONO

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/43/KPTS/013/2006 TENTANG

DAFTAR PENERIMA SURAT KELOMPOK IV

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Program dari kegiatan masing-masing Pemerintah daerah tentunya

2. JUMLAH USAHA PERTANIAN

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2016

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR KEPUTUSAN NOMOR 159 TAHUN 1980

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 69 TAHUN 2014 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 110 TAHUN 2016

TABEL II.A.1. LUAS LAHAN KRITIS DI LUAR KAWASAN HUTAN JAWA TIMUR TAHUN

Gambar 3.16 Layer Jalan Kali Jatim Gambar 3.17 Atribut Tabel Jalan Kali Gambar 3.18 Layer layanan TV Gambar 3.

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. Kabupaten yang berada di wilayah Jawa dan Bali. Proses pembentukan klaster dari

PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN FASILITASI AKREDITASI FASILITAS TINGKAT PERTAMA

Segmentasi Pasar Penduduk Jawa Timur

DANA PERIMBANGAN. Lampiran 1. Data Dana Perimbangan

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) JAWA TIMUR TAHUN 2015

BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR. Provinsi Jawa Timur membentang antara BT BT dan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI JAWA TIMUR

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG

Lampiran 1 Nomor : 7569 /D.3.2/07/2017 Tanggal : 26 Juli Daftar Undangan

per km 2 LAMPIRAN 1 LUAS JUMLAH WILAYAH JUMLAH KABUPATEN/KOTA (km 2 )

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR. KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR: 21/Kpts/KPU-Prov-014/2013 TENTANG

- 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN AIR TANAH

KANAL TRANSISI TELEVISI SIARAN DIGITAL TERESTERIAL PADA ZONA LAYANAN IV, ZONA LAYANAN V, ZONA LAYANAN VI, ZONA LAYANAN VII DAN ZONA LAYANAN XV

Analisis Biplot pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur Berdasarkan Variabel-variabel Komponen Penyusun Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

PENGUMUMAN Nomor : KP PKP.121.3/1048 Tanggal : 08 Mei 2014

Tim Pendampingan PUAP BPTP Jatim

Surabaya, 11 Juni 2014

APLIKASI KOMUNIKASI DATA

Analisis Cluster Average Linkage Berdasarkan Faktor-Faktor Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur

PERKIRAAN BIAYA (Rp) PENUNJUKAN LANGSUNG/ PEMBELIAN SECARA ELEKTRONIK PENGADAAN LANGSUNG

KETERSEDIAAN DATA KESEHATAN MASYARAKAT DI PROP. JAWA TIMUR DINKES PROPINSI JATIM

BAB 3 METODE PENELITIAN. disajikan pada Gambar 3.1 dan koordinat kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur disajikan

Universitas Negeri Malang Kata Kunci: cluster, single linkage, complete linkage, silhouette, pembangunan manusia.

SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT (SIPBM) Rangga Perdhana, SE Kasubbid Pendidikan dan Pemerintahan BAPPEDA KAB.

UPAH MINIMUM KABUPATENIKOTA DI JA WA TlMUR TAHUN 2004

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR KEPUTUSAN NOMOR 406 TAHUN 1991 TENTANG

LUAS AREAL DAN PRODUKSI / PRODUKTIVITAS PERKEBUNAN RAKYAT MENURUT KABUPATEN TAHUN Jumlah Komoditi TBM TM TT/TR ( Ton ) (Kg/Ha/Thn)

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Tabel 1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun (juta rupiah)

POTRET PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR (Indikator Makro)

KAJIAN AWAL KETERKAITAN KINERJA EKONOMI WILAYAH DENGAN KARAKTERISTIK WILAYAH

PROPINSI KOTAMADYA/KABUPATEN TARIF KABUPATEN/KOTAMADYA HARGA REGULER. DKI JAKARTA Kota Jakarta Barat Jakarta Barat

STIKOM SURABAYA BAB II. PROFIL PT PLN (Persero) DISTRIBUSI JAWA TIMUR. 2.1 Sejarah dan perkembangan Sejarah PLN

RENCANA KERJA DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010

64 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2001 TENTANG BADAN KOORDINASI WILAYAH PROPINSI JAWA TIMUR

Lampiran 1. Tabel Durbin-Watson LAMPIRAN

RESUME PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH TAHUN ANGGARAN 2015 IHPS I TAHUN 2016

Summary Report of TLAS Trainings in Community Forest on Java Year of Implementation :

Transkripsi:

TOR (TERM of REFERENCE) DISTRIBUSI SYARIAH www.distribusisyariah.com I. Latar Belakang Bermula dari keprihatinan akan produk UKM yang kalah bersaing dengan produk MLM di masyarakat, Dimana salah satu faktor utama penyebabnya adalah Visi dan Misi UKM yang masih belum terkonsep dengan baik, disamping juga masalah saluran distribusi yang memang belum terkelola secara professional. Berdasarkan hal diatas maka kami membentuk Channel Distribusi Management (Saluran Manajemen Distribusi) bernama Distribusi Syariah, yang merupakan wadah saluran/jaringan usaha untuk mengoptimalisasi potensi UKM di bidang Distribusi dengan menyebarkan produk dari produsen/ukm ke konsumen dengan sistem yang transparan, terkendali dan saling menguntungkan satu sama lain sesuai dengan konsep berdagang dalam islam yang syar i Distribusi syariah untuk saat ini baru beroperasi di 40 Kabupaten di Indonesia dengan partner 5 UKM Binaan, Kelompok Tani dan Organisasi Kepemudaan di beberapa Kabupaten II. III. IV. Ruang Lingkup Ruang Lingkup Distribusi Syariah adalah Pemberdayaan UKM, Individu di Indonesia termasuk didalamnya adalah Pembinaan, Pengelolaan, Pendampingan dan optimalisasi jaringan distribusinya Tujuan Tujuan di bentuknya Distribusi Syariah membantu UKM untuk menjadi Pemilik Produk yang dikenal luas di Indonesia dengan Jaringan Mandiri bersama. Segmentasi dan Stake Holder Secara umum segmentasi pelaku usaha di Distribusi Syariah di bedakan menjadi 2 a. Pemilik Produk adalah mereka para wirausahawan pemula (individu), UKM, LSM yang mempunyai Produk unggulan dan mempunyai keinginan untuk membina jaringan usaha mandirinya di daerah masing masing untuk diperkenalkan secara luas di Indonesia b. Distributor adalah mereka para wirausahawan pemula (individu), UKM, LSM yang ingin membentuk jalur distribusi independen di daerah atau di cluster wilayahnya Stake holder Distribusi Syariah adalah a. Individu/personal : semua individu/pribadi yang mempunyai keinginan kuat untuk maju dan mengoptimalisasikan potensinya. Tidak terikat pada jenjang pendidikan usia dll. b. UKM : semua UKM yang mempunyai keinginan kuat untuk maju dan mengoptimalisasikan potensinya. Tidak terikat pada skala besar dan kecilnya cakupan usahanya dll. c. LSM : semua LSM yang mempunyai keinginan kuat untuk membantuk mengoptimalisasikan potensi daerah dan mempunyai visi mengenai pemberdayaan masyarakat. d. Pemerintah : semua komponen pemerintahan yang berkorelasi dengan pengembangan masyarakat V. Fokus dan Mekanisme Distribusi Syariah Fokus kami adalah kemitraan jangka panjang dengan para stake holder untuk mengoptimalisasi nilai jaringan dan produk di masyarakat Mekanisme Distribusi Syariah Mekanisme Stake Holder : a. Mekanisme Distributor Partnership

Untuk menjadi Partner distributor, hal yang paling substansial di penuhi oleh stake holder adalah 1. Mempunyai visi dan misi yang jelas 2. Mempunyai rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang yang akan di implementasikan di area masing masing 3. Mempunyai sasaran dan segmentasi konsumen yang jelas 4. Mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang memadai 5. Mempunyai mental yang kuat untuk terus tumbuh dan berkembang. Apabila hal hal diatas telah di penuhi tahap selanjutnya akan dilakukan Stake Holder Profiling untuk selanjutnya di lakukan study kelayakan untuk implementasi b. Mekanisme Product owner Partnership Untuk menjadi Product Owner Partnership, hal yang paling substandial harus di penuhi oleh stake holder adalah 1. Mempunyai visi dan misi yang jelas 2. Mempunyai rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang mengenai Produk itu sendiri 3. Ide dan Konsep Product harus original Mekanisme Penentuan Harga: Mekanisme penentuan harga untuk partner Distributor dan Pemilik produk di atur dan di sepekati bersama secara Nasional. Untuk detail harga di atur dan di update secara berkala. Mekanisme Penentuan Bagi Hasil: Mekanisme penentuan Bagi Hasil untuk partner Distributor dan Pemilik produk di atur dan di sepekati bersama secara Nasional. Untuk detail besarannya di atur dan di update secara berkala. VI. Strategi dan Implementasi Mengapa Distribusi Syariah Beberapa Hal yang menjadi alasan untuk bergabung dengan kami antara lain. a. Sistem Relasi kemitraan b. Basis usahanya adalah Pemberdayaan Masyarakat c. Masyarakat akan mendapatkankan nilai tambah d. Distribution Tracking channel untuk mengetahui tingkat sebaran produk di masing masing wilayah distribusi e. Sistem Kendali harga yang transparan f. Saluran distribusi pemasaran yang Kuat dan Unik g. CSR Distribusi Syariah berkomitmen untuk menjadi bagian Masyarakat h. Sumber daya manusia yang Handal Strategi dan Implementasi Distribusi Syariah : a. Stake Holder Profiling Stake Holder Profiling atau Penyamaan Visi Misi dari Stake Holder Distribusi Syariah merupakan fase yang paling krusial. Hal ini dikarenakan dengan profile DNA yang sama dan saling terhubung satu sama lain maka efektifitas dan efisiensi dalam implementasi suatu program akan lebih optimal. b. Product Profiling Untuk mengaktivasi produk unggulan disuatu daerah, Distribusi Melakukan Product profiling yang mencakup aspek kelayakan, Potensi, Nilai Pasar, Fungsi dan Manfaat secara menyeluruh. c. Distribusi dan Promosi Distribusi :

Distribusi yang merupakan faktor utama dari Distribusi Syariah ini di bangun dengan sistem kemitraan atau agency sehingga memungkinkan setiap stake holder mempunyai keleluasaan dalam pengembangan pasarnya akan tetapi tetap dalam satu payung Distribusi Syariah. Ada 2 type pelaku distribusi : a. Agency Partner : yang merupakan stake holder partnership dimana kepemilikan modal tidak dimiliki oleh Distribusi Syariah akan tetapi dimiliki oleh individu, akan tetapi aturan main dan sistem yang di pakai dibawah payung Distribusi Syariah b. Agen Distribusi Syariah : Dimana modal kepemilikannya di bawah Distribusi Syariah. Promosi : Strategi promosi Distribusi Syariah di klasifikasikan menjadi 2 a. Promosi Aktif ; promosi ini dipakai untuk produk produk baru yang baru di perkenalkan, media yang di gunakana adalah online dan offline (menggunakan atribut dan tenaga distribusi yang ada) b. Promosi Pasif : promosi ini di pakai untuk produk produk yang sudah dikenal masyarakat, umumnya promosi pasif ini juga kita pakai untuk memperkenal produk baru kita dengan sistem bundling. d. Penyempurnaan Keberlanjutan Penyempurnaan produk atau sistem yang di implementasikan di review secara berkala dan untuk penyempurnaan produk dan serapannya di masyarakat. e. Implementasi Waktu yang diperlukan dalam halnya persiapan sampai implementasi kegiatan di distribusi syariah sebagai berikut : 1. Pembentukan Titik Distribusi Daerah Untuk membentuk satu titik Distribusi Daerah memerlukan waktu 2-3 minggu yang dimulai dari penentuan lokasi, segmentasi pasar, sosialisasi pengenalan dan system set-up 2. Aktivasi Produk Baru dari UKM Untuk aktivasi produk baru dari UKM waktu yang diperlukan dari persiapan, perijinan, branding, packaging sampai distribusi rata rata memerlukan waktu 2-3 bulan. VII. VIII. IX. Monev (Monitoring dan Evaluasi) Untuk fungsi pengawasan di bedakan menjadi 2 a. Pengawasan produk : pengawasan produk dilakukan secara berkala dengan adanya audit langsung yang dilakukan oleh Distribusi Syariah ke setiap titik distribusi. Item pengawasan meliputi semua aspek yang berkaitan dengan produk di bawah Distribusi Syariah b. Pengawasan jaringan : pun pengawasan jaringan di lakukan secara berkala untuk memantau perkembangan jaringan dan titik Distribusi yang telah ada untuk pengembangan lebih lanjut. Resiko dan Profit Sharing Resiko dalam Distribusi Syariah kita bedakan menjadi 2 a. Resiko Sistematis yang terkait dengan sistematika kerja dari stake holder b. Resiko Non Sistematis yang terkait dengan produk dan kondisi external Manajemen Resiko dalam Distribusi Syariah di minimisasi dengan perencanaan yang terencana. Resiko yang umumnya terjadi adalah kegagalan adalah dalam penentuan segmentasi harga dan produk itu sendiri. Produk Distribusi Syariah Di usianya yang baru 6 bulan berdiri Distribusi Syariah telah membina beberapa UKM dan Kelompok Tani di beberapa daerah. Optimist beberapa waktu kedepan diferensiasi produk dari Distribusi Syariah akan lebih banyak dipasaran.

HERBAL SEDUH SEKAR SARI MADU ANAK PROKIDS (PROKIDS HONEY) DISTRIBUSI SYARIAH TOUR AND TRAVEL KATALIS PEMBERSIH HERBAL SERBA GUNA HERBAKLIN TEH CELUP DAUN JATI CINA TEH CELUP DAUN SIRSAK TEH CELUP SARI MANGGIS BANDREK MEDAN ALMADINA CANGKIR MAS Dan beberapa produk binaan hasil pertanian lainnya

X. Kontak dan Daerah Distribusi Syariah Kontak Person Distribusi Syariah Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang hamper 240jt jiwa dimana Berpartner dengan kami akan memperluas jaringan distribusi di setiap kabupaten di Indonesia Distribusi Syariah. Nama : Slamet Riyanto Email : sales@distrisbusisyariah.com Telp : 085233638828 PIN : 2801709F Alamat : JL. Haji Anam Arnain NO 40, Beji Depok Web : www.distribusisyariah.com Kantor Perwakilan : 1 Jember : www.distribusisyariahjember.weebly.com 2 Banyuwangi : www.distribusisyariahbanyuwangi.weebly.com 3 Situbondo : www.distribusisyariahsitubondo.weebly.com 4 Bondowoso : www.distribusisyariahbondowoso.weebly.com 5 Lumajang : www.distribusisyariahlumajang.weebly.com 6 Probolinggo : www.distribusisyariahprobolinggo.weebly.com 7 Pasuruan : www.distribusisyariahpasuruan.weebly.com 8 Malang : www.distribusisyariahmalang.weebly.com 9 Surabaya : www.distribusisyariahsurabaya.weebly.com 10 Mojokerto : www.distribusisyariahmojokerto.weebly.com 11 Sidoarjo : www.distribusisyariahsidoarjo.weebly.com 12 Gresik : www.distribusisyariahgresik.weebly.com 13 Lamongan : www.distribusisyariahlamongan.weebly.com 14 Tuban : www.distribusisyariahtuban.weebly.com 15 Sumenep : www.distribusisyariahmadura.weebly.com 16 Pamekasan : www.distribusisyariahmadura.weebly.com 17 Bangkalan : www.distribusisyariahmadura.weebly.com 18 Bandung : www.barokahherbacimahi.weebly.com 19 Bontang : www.kalimantanherbamandiri.weebly.com 20 Madiun : www.distribusisyariahmadiun.weebly.com 21 Kediri : www.distribusisyariahkediri.weebly.com 22 Blitar : www.distribusisyariahblitar.weebly.com 23 Magetan : www.distribusisyariahmagetan.weebly.com 24 Ponorogo : www.distribusisyariahponorogo.weebly.com 25 Pacitan : www.distribusisyariahpacitan.weebly.com 26 Jakarta Selatan : www.distribusisyariahjaksel.weebly.com 27 Jakarta Utara : www.distribusisyariahjakut.weebly.com 28 Jakarta Barat : www.distribusisyariahjabar.weebly.com 29 Jakarta Timur : www.distribusisyariahjaktim.weebly.com 30 Jakarta Pusat : www.distribusisyariahjakpus.weebly.com 31 Tanggerang : www.distribusisyariahtanggerang.weebly.com 32 Bekasi : www.distribusisyariahbekasi.weebly.com 33 Bogor : www.distribusisyariahbogor.weebly.com 34 Pamulang : www.rumahherbal-hijab.weebly.com 35 Tenggarong : www.kalimantanherbamandiri.weebly.com 36 Balikpapan : www.kalimantanherbamandiri.weebly.com 37 Samarinda : www.kalimantanherbamandiri.weebly.com 38 Cilacap : www.salammart.weebly.com