PROSEDUR DIKOMPARTEMEN SATUAN PENGAMANAN (SATPAM)

dokumen-dokumen yang mirip
URAIAN TUGAS SATPAM INTERNAL

URAIAN TUGAS KEPALA INSTALASI RAWAT INAP

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN

TATA KERJA ORGANISASI

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 53 TAHUN 2014 TENTANG MANAJEMEN PELAKSANAAN TUGAS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 239/PMK.03/2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 239/PMK.03/2014 TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN BUKTI PERMULAAN TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN

PROSEDUR PEMELIHARAAN SARPRAS SPMI - UBD

2 perpajakan yang terkait dengan Bea Meterai telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai; e. bahwa ketentuan mengenai tin

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2018 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN

Hukum Acara Pidana Untuk Kasus Kekerasan Seksual

2018, No terhadap korban tindak pidana pelanggaran hak asasi manusia yang berat, terorisme, perdagangan orang, penyiksaan, kekerasan seksual, da

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 239/PMK.03/2014 TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN BUKTI PERMULAAN TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF. Pengamanan. Ketertiban. Pelaksanaan. Tata Cara.

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Dasar Pengadaan Dan Seleksi Karyawan

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116,

PERATURAN KETUA LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN

PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PIMPINAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PIMPINAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN REPUBLLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI BOGOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG IZIN GANGGUAN

QANUN KABUPATEN PIDIE NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

BUPATI BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO UTARA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 5 TAHUN 2010

2015, No. -2- untuk melaksanakan ketentuan Pasal 50 Undang- Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Pasal 47 Peraturan Pemerintah Nomor

PROVINSI PAPUA BUPATI MERAUKE PERATURAN DAERAH KABUPATEN MERAUKE NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TATA TERTIB KERJA PEGAWAI BADAN NARKOTIKA NASIONAL

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PMK.03/2013 TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN BUKTI PERMULAAN TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN

BUPATI SUKOHARJO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PMK.03/2013 TENTANG TATA C ARA PEMERIKSAAN BUKTI PERMULAAN TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN

~ 1 ~ BUPATI KAYONG UTARA PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN PASAR RAKYAT

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN NOMOR 2 TAHUN 2013

RUMAH SAKIT UMUM AULIA Jl. Raya Utara No. 03 Telp. (0342) , Fax. (0342) Kembangarum - Sutojayan - Blitar

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA

PERATURAN DAERAH KOTA BAU-BAU NOMOR 5 TAHUN 2009 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL LINGKUP DALAM LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BAU-BAU

PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN TERMINAL PENUMPANG DI KABUPATEN MAGELANG

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN

SURAT PERJANJIAN KERJA

2 2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2, Tambahan Le

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM, VISI, MISI, TUJUAN, MOTTO, NILAI DAN FALSAFAH RUMAH SAKIT

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

STANDAR PELAYANAN PENYELENGGARAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI LINGKUNGAN ISTANA YOGYAKARTA. NOMOR 06/SP/RTK/D-1/I-Yog/10/2009 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN PONDOKAN

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG. Nomor 7 Tahun 2000 Seri D PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG

POKOK-POKOK PELAKSANAAN PROGRAM KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA DI DALAM LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS GUNADARMA

- 1 - WALIKOTA SERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG IZIN TEMPAT USAHA DAN GANGGUAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPARKIRAN DALAM WILAYAH KOTA TARAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG

WALIKOTA MADIUN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 29 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI IZIN TRAYEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN,

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 7 TAHUN 2009 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA

MENTER! HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

PENGUMUMAN PELELANGAN TERBUKA DENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor : 0109.Pm / 612 / UBJOMIN / 2017

BAB III PERANAN PIHAK POLDA SUMATERA UTARA DALAM MENAGGULANGI PENCURIAN KENDARAAN NERMOTOR YANG DILAKUKAN SECARA TERORGANISIR

PEMERINTAH KABUPATEN BLORA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLORA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB II PRAPERADILAN DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA INDONESIA. A. Sejarah Praperadilan dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

BUPATI BATANG HARI PROVINSI JAMBI

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR

PANDUAN SUB KOMITE MUTU PROFESI KEPERAWATAN RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CISALAK

Penerapan Disiplin Kerja Karyawan Pada PT. Kusumahadi Santosa Alfinia Palupi Hidayah D

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BLITAR

STANDAR PELAYANAN PENYELENGGARAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI LINGKUNGAN ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 05/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2017 TENTANG KONSIL TENAGA KESEHATAN INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2017 TENTANG PELAKSANAAN RESTITUSI BAGI ANAK YANG MENJADI KORBAN TINDAK PIDANA

b. bahwa Komisi Yudisial mempunyai peranan penting dalam usaha mewujudkan

TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PASAR KABUPATEN DELI SERDANG. A. Sejarah Singkat Dinas Pasar Kabupaten Deli Serdang

Transkripsi:

PROSEDUR DIKOMPARTEMEN SATUAN PENGAMANAN (SATPAM) A. Pendahuluan Rumah sakit adalah merupakan institusi dimana para tenaga profesional medis dan poara medis bekerja melayani anggota masyarakat yang memerluykan pelayanan kesehatan selama 24 jam dalam sehari dengan menggunakan sarana / prasarana dan pelayanan rumah sakit. Untuk kegiatan tersebut diatas perlu selalu dalam keadaan siap pakai setiap saat dapat dipergunakan, sehingga unsur kecepatan dan ketepatan tindakan para pelaksana rumah sakit akan selalu terjamin. Security di dalam melaksanakan tugasnya selalu dihadapkan pada masalah, tantangan, gangguan dan ancaman terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan kerjanya, walaupun dalam melaksanakan tugasnya telah dilakukan semaksimal mungkin, tidak menutup kemungkinan akan terjadi pelanggaran atau kejahatan di lingkungan kerjanya. Dalam menangani hal semacam ini setiap petugas security harus mampu melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara dengan prinsip bahwa petugas security membantu petugas kepolisian dalam melakukan penyelidikan maupun penyidikan sehingga kasus-kasus yang terjadi dapat dilengkapi dan diproses sesuai hukum yang berlaku, untuk itu maka setiap petugas security dalam melaksanakan TPKP, harus betul-betul berhatihati dan teliti, sesuai dengan preosedur yang ada. Untuk itu security RS Cikunir melaksanakan tugasnya di lingkungan RS Cikunir terhadap keamanan dan kenyamanan pasien dan keluarga pasien serta karyawan. Melaksanakan tugasnya dengan disiplin, handal dan profesional. Baik sikap maupun prilaku serta mental dalam melaksanakan tugas. Security RS Cikunir berbuat dan berkata jujur pada diri sendiri dalam bertugas maupun kehidupan sehari-hari, berbuat dan bertindak di dalam menegakkan peraturan sesuai SOP yang berlaku di lingkungan RS Cikunir sehingga dapat dipertanggung jawabkan baik secara moral maupun hukum. B. Pengertian SATPAM adalah singkatan dari Satuan Pengamanan dengan kata lain SATPAM merupakan unit/bagian yang kegiatan meliputi penyelenggaraan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja khususnya RS Cikunir berupa pengamanan fisik ( Physical Security ) serta untuk membantu pimpinan RS Cikunir/ Perusahaan tempat ia bertugas di bidang keamanan, serta segala usaha

dan kegiatan untuk melindungi dan mengamankan lingkungan di kawasan RS Cikunir dari setiap gangguan keamanan dan ketertiban serta pelanggaran hukum umumnya berupa usaha pencegahan (Preventif) C. Tujuan Untuk menjaga keamanan di lingkungan RS Cikuniragar tetap aman terkendali sesuai prosedur tetap (Protap) sehingga tercipta situasi yang kondusif dan nyaman. Security RS Cikunir diharapkan dapat menjalankan tugas dengan baik, bertanggung jawab, tegas dan ramah. D. Prosedur Kegiatan Security RS Cikunir (Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan 10 Karakter Security RS Cikunir) 1. Pengetahuan tentang pekerjaan 2. Keterampilan dan ketenagakerjaan bekerja 3. Prestasi kerja 4. Perintah / tata tertib 5. Semangat kerja 6. Kerjasama antar pegawai 7. Hubungan antar manusia 8. Tanggung jawab 9. Gagasan dan perencanaan 10. Kepemimpinan

PENANGGUNG JAWAB UNIT SATPAM RS.Tiara Bekasi TANGGAL TERBIT 1 / 1 Ditetapkan Oleh Direktur Rumah Sakit PROSEDUR TETAP Dr. Linda Bahar.MARS PENGERTIAN Semua tentang tanggung jawab penanggung jawab unit SATPAM TUJUAN Penanggung jawab, menjalankan tugas dengan baik dan profesional PROSEDUR Tanggung jawab secara umum : 1. Menjaga keamanan di lingkungan RS Tiara Bekasi pada umumnya 2. Terpeliharanya situasi yang kondusif serta nyaman 3. Terpeliharanya keamanan aset-aset perusahaan baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak dari ancaman tindak kejahatan/pencurian 4. Berkoordinasi dengan unit-unit lain dalam proses sinkronisasi sebagai kegiatan dari berbagai jenis pegawai sehingga dapat tercipta keserasian dan mencapai obyektif Rumah Sakit. Wewenang 1. Menyetujui atau menolak permintaan usulan-usulan dari bagian lain baik dari suster, perawat, dokter atau management, mengenai pelaksanaan tugas security pada batas-batas security 2. Melaksanakan tugas, mengurus dan membantu pasien tabrak lari Tugas rutin 1. Melakukan pengawasan secara terus menerus 2. Membuat laporan mengenai keadaan dan tugas security 3. Mengatur strategi pelaksanaan tugas-tugas security melakukan kontrol-kontrol dari mulai ruang tempat mencuci,dapur, kantin, lantai I s/d III,dan ruangan Direksi. 4. Menerima dan mempelajari laporan-laporan baik dari anggota maupun dari management RS Tiara Bekasi

PENANGGUNG JAWAB UNIT SATPAM 2 / 2 RS.Tiara Bekasi PROSEDUR UNIT TERKAIT Tugas Periodik 1. Mengikuti rapat management 2. Melakukan pengarahan atau petunjuk sesuai dengan arahan atau petunjuk dari management 3. Mengevaluasi tugas-tugas security agar disiplin dan profesional Unit SATPAM

RS.Tiara Bekasi TANGGAL TERBIT TUGAS RUTIN SATPAM 1 / 3 Ditetapkan Oleh Direktur Rumah Sakit PROSEDUR TETAP Dr. Linda Bahar,MARS PENGERTIAN Pekerjaan yang dilakukan setiap anggota SATPAM TUJUAN Mencegah tindakan gangguan keamanan agar terciptanya situasi yang kondusif PROSEDUR A. POS I ( Pos Komando ) 1. Menjaga pos komando untuk mengantisipasi telpon baik dari management, suster, maupun dari pihak luar RS Tiara Bekasi 2. Menjaga kunci loker untuk ruang ganti pakaian dan menjaga absensi karyawan RS Tiara Bekasi. 3. Membantu Dokter, suster, serta pasien bila diperlukan 4. Membuka tutup/ tahan pintu serta berkoordinasi dengan petugas PP apabila terdapat gangguan pada pintu. 5. Mengawal management bilamana akan mengambil dan menyetorkan uang ke Bank. 6. Mengawasi fasilitas vital seperti fasilitas listrik dan disel dari gangguan pihak luar atau gangguan yang lain. 7. Membantu menolong mengantar pasien dan menyelesaikan pasien tabrak lari. 8. Memperlancar akses informasi dan komunikasi kamtibmas untuk mengatasi berbagai macam gangguan keamanan. 9. Mencatat semua kejadian yang terjadi di lingkungan RS Tiara Bekasi ke dalam buku mutasi SATPAM.

01.03.101 TUGAS RUTIN SATPAM 2 / 3 RS.Tiara Bekasi PROSEDUR B. Pos II ( Lobby Depan ) 1. Menjaga dan mengawasi pintu masuk RS Tiara Bekasi 2. Menjaga telepon satpam untuk memberitahu atau memanggil karyawan atau keluarga pasien bila diperlukan. 3. Menjaga dan mengawasi serta mengarahkan pasien keluarga pasien yang masuk ke RS Tiara Bekasi. 4. Melakukan pengawasan dan pengamanan ruang Apotek, Poliklinik serta barang-barang inventaris lainnya yang berada di lantai I. 5. Menjaga dan mengamankan mesin ATM dari gangguan keamanan serta pencurian. 6. Melarang/mencegah masuknya pengemis, gelandangan, pengamen dan pedagang asongan ke dalam lingkungan RS Tiara Bekasi. 7. Melakukan pengawasan terhadap setiap tamu yang masuk melalui pintu koridor lantai I termasuk mengarahkan sales obat-obatan ke ruang informasi untuk menukarkan kartu identitas mereka dengan Visitor Card. 8. Mencatat semua kejadian yang terjadi di area Lobby serta lantai I RS Tiara Bekasi ke dalam buku laporan SATPAM. C. Pos III (... ) 1. Melaksanakan pengamanan dan pengawasan dari mulai masuknya pasien sampai kantin untuk makan karyawan RS Tiara Bekasi.. 2. Memberi pengawasan pada lokasi parker baik parkir motor maupun parkir mobil bekerjasama dengan Secure Parking. 3. Melakukan peneguran apabila kedapatan kejanggalan atau kecurigaan bila terdapat orang yang tidak dikenal.

01.03.101 TUGAS RUTIN SATPAM 3 / 3 RS.Tiara Bekasi PROSEDUR 4. Menjaga dan melindungi aset perusahaan dari tindak pencurian dan pengerusakan. 5. Mengamankan harta serta keselamatan karyawan yang berada di lingkungan gedung sesuai dengan peraturan yang berlaku 6. Menemani suster piket berpatroli memeriksa asset dan situasi di lingkungan RS Tiara Bekasi UNIT TERKAIT Unit SATPAM Secure parking

SERAH TERIMA TUGAS JAGA SATPAM TANGGAL TERBIT 1 / 1 Ditetapkan Oleh Direktur Rumah Sakit RS.Tiara Bekasi PROSEDUR TETAP Dr. Linda Bahar,MARS PENGERTIAN TUJUAN Pemberitahuan secaa lisan atau tulisan semua kejadian dan kegiatan yang terjadi dan sudah dikerjakan selama dinas Supaya anggota SATPAM yang akan bertugas dapat mengetahui semua permasalahan serta kejadian yang didapat dari anggota SATPAM shift sebelumnya dan segera menindak lanjuti masalah tersebut. PROSEDUR 1. Mencatat setiap kegiatan dan kejadian yang terjadi serta hal-hal yang UNIT TERKAIT dianggap perlu ke dalam buku mutasi SATPAM. 2. Menjelaskan secara lisan semua kegiatan dan kejadian yang terjadi kepada anggota SATPAM shift berikutnya. 3. Menindak lanjuti laporan yang telah didapat dari anggota SATPAM shift sebelumnya. Unit SATPAM

INSFEKSI ( KONTROL KELILING ) TANGGAL TERBIT 1 / 1 Ditetapkan Oleh Direktur Rumah Sakit STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) Dr.Ines Marianne Santoso PENGERTIAN TUJUAN Pemeriksaan dan pengamanan semua aset-aset perusahaan baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Supaya dapat melakukan tindakan pencegahan terhadap tindakan pencurian dan gangguan keamanan. PROSEDUR 1. Pengontrolan dan pengamanan dilakukan setiap setengah jam UNIT TERKAIT 2. Pencatatan jumlah pasien di setiapn lantai sebagai laporan 3. Membuat laporan yang dituliskan di dalam Buku mutasi SATPAM mengenai hasil pengontrolan tersebut 4. Menindak lanjuti semua permasalahan yang ditemukan Unit SATPAM

INSFEKSI ( KONTROL KELILING ) TANGGAL TERBIT 1 / 1 Ditetapkan Oleh Direktur Rumah Sakit STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) Dr.Ines Marianne Santoso PENGERTIAN TUJUAN Pemberitahuan secara tulisan adanya kehilangan barang dari si pelapor Supaya dapat diketahui oleh pihak keamanan serta menegement RS Cikunir Bekasi dan apabila itu ditemukan/mendapat informasi lebih lanjut dapat diberitahukan kepada si pelapor sesuai dengan nama dan alamat yang dicantumkan 36 formulir laporan kehilangan. PROSEDUR 1. Laporan kehilangan diisi berdasarkan keterangan korban dan ditanda FORMULIR TERKAIT tangani oleh korban 2. Menindak lanjuti laporan tersebut 3. Memberitahukan bahwa telah terjadi kehilangan kepada suster piket atau penanggung jawab ruangan tempat barang tersebut dilaporkan hilang. Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama LAPORAN KEHILANGAN :. No. KTP/SIM :. PASPOR Alamat No. Telp :.. :. Pada hari : Tanggal : Waktu :.. Jenis barang :...Merk :. Jumlah : Warna :

LAPORAN KEHILANGAN BARANG 2 / 2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) FORMULIR TERKAIT Kronologis kejadian :.... Demikian Laporan Kehilangan ini saya buat dengan sebenar-benarnya agar dapat diketahui oleh pihak keamanan RS Cikunir Bekasi dan apabila barang tersebut telah ditemukan / mendapat informasi lebih lanjut. Saya mohon agar diberitahukan pada alamat atau No. Telp yang tercantum diatas. Serta saya tidak akan menuntut dan meminta ganti rugi kepada pihak RS Cikunir Bekasi Bekasi, Petugas Satpam : Pelapor : UNIT TERKAIT (.. ) (. ) Unit SATPAM Suster Piket Kepala Ruangan

INSFEKSI ( KONTROL KELILING ) TANGGAL TERBIT 1 / 1 Ditetapkan Oleh Direktur Rumah Sakit STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) Dr.Ines Marianne Santoso PENGERTIAN TUJUAN Serangkaian tindakan yang dilakukan petugas SATPAM setelah kejadian dengan prosedur yang telah ditentukan. Supaya dengan cepat dan akurat mendapatkan informasi dari tempat kejadian. PROSEDUR A. Apabila Pencuri Tidak Tertangkap Tangan 1. Memberitahukan bahwa telah terjadi kehilangan kepada Suster piket atau penanggung jawab ruangan tempat barang tersebut dilaporkan hilang. 2. Melokalosir daerah TKP / menutup area dari kerusakan orang yang tidak berkepentingan. 3. Mencatat orang-orang yang berada di TKP serta melakukan penggeledahan (cek body). 4. Melakukan olah TKP dengan mencari sumber informasi serta saksi yang dapat dipertanggung jawabkan. 5. Mengorek informasi dari orang-orang yang berada di TKP saat kejadian. 6. Apabila ditemukan pelaku dengan didasari oleh pengakuan. Usahakan agar mendapatkan barang bukti, proses pelaku dengan menggunakan F.02. B. Apabila Pencuri Tertangkap Tangan 1. Pelaku dikapdah ( Tangkap dan Geledah ) dengan teliti 2. Barang bukti diamankan beserta pelaku dengan status quo 3. Di foto pada bagian wajah atau muka dan dari samping

SIKAP SATPAM SETELAH MENERIMA LAPORAN KEHILANGAN / PENCURIAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) 2 / 4 PROSEDUR 4. Melakukan pemeriksaan formulir 02 5. Melaporkan kepimpinan guna memohon petunjuk mengambil keputusan. 6. Bila kasusnya ditindak lanjuti ke Polisi / hukum Anggota SATPAM membuat formulir 03 rangkap 2 untuk tanda bukti penyerahan pelaku ke Polisi. 7. Bila kasusnya tidak dilanjutkan ke Polisi anggota SATPAM membuat surat perjanjian bahwa pelaku tidak akan mengulangi FORMULIR TERKAIT perbuatannya serta menghadirkan keluarga pelaku sebagai saksi. F.02/Pam/RSC/2015 PROSES PEMERIKSAAN Pada hari :.... Tanggal :.... Waktu :..... Nama :. Pekerjaan :. Jabatan :. Telah memeriksa.. Di RS Cikunir Bekasi Nama :.. Jenis Kelamin : ( Laki-laki/Perempuan) Pendidikan :.. Tempat Tanggal Lahir :.. Status Perkawinan :.. Alamat :...... No. KTP/SIM/Pasport :.. Barang-barang pribadi milik (Pelaku/Korban yang diindentifikasi ) antara lain : 1... 2... 3... Melakukan :... di RS Cikunir Bekasi Dilakukan oleh Orang Kondisi fisik. Tertangkap atas dasar laporan dengan barang bukti sebagai berikut : 1. 2. 3....

SIKAP SATPAM SETELAH MENERIMA LAPORAN KEHILANGAN / PENCURIAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) 3 / 4

FORMULIR TERKAIT Berdasarkan proses pemeriksaan dan wawancara, pelaku telah mengakui segala perbuatannya tanpa ada tekanan dan paksaan. Proses pemeriksaan ini disaksikan oleh : Saksi I Nama : Pekerjaan :. Jabatan : Alamat : Pelaku Saksi II Nama : Pekerjaan :. Jabatan : Alamat : Bekasi, Pemeriksa (.. ) (.. ) Mengetahui (. ) F.03/Pam/RSC/2015 SERAH TERIMA Pada hari :.. Tanggal :. Waktu :. Saya sebagai Satpam RS Cikunir Bekasi Nama :.. Jabatan :.. Telah memeriksa seorang yang tidak dikenal. Berdasarkan proses pemeriksaan orang tersebut : Nama :. Usia :. Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan Alamat :.. No. KTP/SIM/Pasport :.. Pendidikan :. Yang bersangkutan.. di RS Cikunir Bekasi,jln.Cikunir Raya,Gang Hj.Napiah No.8,Jakamulya,Bekasi Selatan. Dengan barang bukti : 1... 2... Atas nama pemilik/instansi :... Alamat :.... No. Telp :...

SIKAP SATPAM SETELAH MENERIMA LAPORAN KEHILANGAN / PENCURIAN 4 / 4 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) FORMULIR TERKAIT Dengan ini pelaku dan barang buktinya sudah diamankan oleh Satpam RS Cikunir Bekasi, Selanjutnya diserahkan kepada pihak yang berwajib (Polisi) guna proses hukum lebih lanjut. Jakarta,. Yang menyerahkan Yang menerima SATPAM POLISI UNIT TERKAIT ( ) (.. ) Unit SATPAM KEPOLISIAN Jika diperlukan Direksi / Management

PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN KUNCI LOKER RS.Tiara Bekasi 01.03.106 TANGGAL TERBIT Ditetapkan Oleh Direktur RS 1 / 1 PROSEDUR TETAP Dr. Linda Bahar,MARS PENGERTIAN TUJUAN PROSEDUR UNIT TERKAIT Peminjaman dan Pengembalian kunci loker yang digunakan oleh seluruh karyawan RS Tiara Bekasi Supaya lebih terjaga keamanan dan perawatan Loker tersebut selama pemakaian. Anggota SATPAM memberikan kunci loker setelah karyawan tersebut mengisi buku daftar peminjam dan pengembalian kunci Menjaga dan mengawasi area Kamar ganti dan ruang loker untuk mencegah adanya barang yang tertinggal. Peminjam kunci loker mengembalikan kunci loker setelah mengisi buku daftar peminjam dan pengembalian kunci Apabila didapati pengguna kunci tidak mengembalikan kunci loker tersebut maka Anggota SATPAM berhak menegur dan melaporkan Karyawan tersebut kepada atasannya agar ditindaklanjuti sesuai peraturan RS Tiara Bekasi. Unit SATPAM Karyawan RS Tiara Bekasi

JUMLAH SDM ( SUMBER DAYA MANUSIA ) RS.Tiara Bekasi 01.03.107 TANGGAL TERBIT 1 / 2 Ditetapkan Oleh Direktur Rumah Sakit PROSEDUR TETAP Dr. Linda Bahar,MARS PENGERTIAN Semua yang mencakup jumlah tenaga kerja atau anggota SATPAM. TUJUAN Supaya diketahui jumlah anggota SATPAM dan kendala yang dihadapi. PROSEDUR A. Jumlah SDM ( Sumber Daya Manusia ) Jumlah SDM yang ada saat ini berjumlah 7 (Tujuh) orang termasuk Koordinator security (Penanggung Jawab) 1 (satu) orang, dengan yang dilemburkan setiap hari 2 (dua) orang dan untuk pembagian tugas dinagi menjadi tiga shift yaitu : 1. Shift I (Pertama) Pagi terdiri dari 3 (Tiga) orang Anggota 2. Shift I (Kedua) Siang terdiri dari 3 (Tiga) orang Anggota Dan dengan jumlah tenaga yang ada sekarang ini, dirasakan kurang cukup terutama terutama bila melaksanakan lembur, yang diperlukan 2 (dua) orang setiap harinya. Untuk itu diperlukannya penambahan tenaga sebanyak 2 (dua) orang untuk mengganti yang dilemburkan. B. Pembagian lokasi bertugas ( POS ) Pelaksanaan tugas security setiap hari terdiri dari : 1. Bertugas di posko komando 1 (satu) orang 2. Bertugas di Lobby depan pintu masuk lantai I 1 (satu) orang 3. Bertugas di lantai II Runag Intensive (satu) orang 4. Bertugas melakukan patroli keliling (kontrol / pengawasan) serta mengawal pasien yang meninggal serta pasien yang akan dirujuk ke rumah sakit lain.

JUMLAH SDM ( SUMBER DAYA MANUSIA ) 01.03.107 2 / 2 RS.Tiara Bekasi PROSEDUR UNIT TERKAIT Security RS Tiara Bekasi melaksanakan pelatihan di setiap bulannya sebanyak 1 (satu) kali yang dilakukan di halaman belakang RS Tiara Bekasi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kecekatan dalam melaksanakan tugas agar security RS Tiara Bekasi lebih disiplin dan profesional menghadapi kemajuan RS Tiara Bekasi. Unit SATPAM