SISTEM KEAMANAN GEDUNG BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK DENGAN MODUL NRF24

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem yang digunakan dari alat

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PERANCANGAN. 4-1

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi

BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai bagaimana alat dapat

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Studi Level Daya Pada Perangkat Zigbee Untuk Kelayakan Aplikasi Realtime Monitoring

BAB III PERANCANGAN ALAT

Wireless Sensor Network Untuk Pengumpulan Data Bergerak Pada Sistem Informasi Medis

Rancang Bangun Low Power Sensor Node Menggunakan MSP430 Berbasis NRF24L01

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian muncul

BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. real time atau pada saat itu juga. Didorong dari kebutuhan-kebutuhan realtime

PENGEMBANGAN APLIKASI USER INTERFACE ANDROID UNTUK PENGUKUR JARAK BERBASIS ARDUINO DAN BLUETOOTH

RANCANG BANGUN SISTEM PENGAMAN PINTU RUMAH MENGGUNAKAN ANDROID BERBASIS ARDUINO UNO

BAB III METODE PENELITIAN. Tujuan dari tugas akhir ini yaitu akan membuat sebuah mobile Robot

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

APLIKASI BLUETOOTH SEBAGAI INTERFACING KENDALI MULTI- OUTPUT PADA SMART HOME

Hardware terdiri dari catu daya 5VDC, sensor passive infrared, mikrokontroler. ATMega8, transmitter TLP434 dan receiver. WinAVR.

BAB III METODE PENELITIAN. mengerjakan tugas akhir ini. Tahap pertama adalah pengembangan konsep

REMOTE CONTROL INFRARED DENGAN KODE KEAMANAN YANG BEROTASI. Disusun Oleh : Nama : Yoshua Wibawa Chahyadi Nrp : ABSTRAK

BAB III PERANCANGAN SISTEM. untuk efisiensi energi listrik pada kehidupan sehari-hari. Perangkat input untuk

Perancangan dan Realisasi Prototipe Sistem Smart House dengan Pengendali Menggunakan Smart Phone Berbasis Android. Disusun Oleh:

Implementasi Multi Channel Pada Wireless Sensor Network

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Sistem Monitoring Energi Lampu Penerangan Jalan Umum Berbasis Wireless Sensor Network dengan Topologi Mesh

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

PURWA-RUPA PENAMPIL LOKASI MANUSIA MENGGUNAKAN GPS DENGAN KOORDINAT LINTANG-BUJUR

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. ketepatan masing-masing bagian komponen dari rangkaian modul tugas akhir

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

IMPLEMENTASI BLUETOOTH HC-05 UNTUK MENGURANGI TINGKAT KECELAKAAN PADA PENGENDARA SEPEDA MOTOR

Model Rangkaian Pengukur Intensitas Suara Menggunakan Smartphone Android Berbasis ATMega328

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM DAN HASIL PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN ALAT

WIRELESS TELEMETERING KWH METER DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi data telah menjadi layanan utama pada sistem telekomunikasi.

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Rancang Bangun Low Power Pada Wireless Sensor Node Berbasis NRF24L01+

MONITORING ELEKTROKARDIOGRAF MENGGUNAKAN TOPOLOGI MESH ELECTROCARDIOGRAPH MONITORING USING MESH TOPOLOGY

ALAT PENGENDALI OTOMATIS DAN DETEKSI KEADAAN PERALATAN RUMAH MENGGUNAKAN SMS CONTROLLER. Hasani

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

RANCANG BANGUN APLIKASI MONITORING DETAK JANTUNG MELALUI FINGER TEST BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK. Marti Widya Sari 1), Setia Wardani 2)

BAB III METODE PENELITIAN. Tujuan dari pengembangan tugas akhir ini adalah pengaturan temperature handphone

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan

RANCANG BANGUN SISTEM PENGAMAN PINTU RUMAH MENGGUNAKAN ANDROID BERBASIS ARDUINO UNO

BAB IV ANALISIS DAN PENGUJIAN. Berikut ini adalah diagram blok rangkaian secara keseluruhan dari sistem alat ukur curah hujan yang dirancang.

BAB III PERANCANGAN ALAT

SISTEM PENCATATAN PENGGUNAAN AIR BERBASIS WEMOS D1 MINI MELALUI PONSEL PINTAR ANDROID DENGAN KONEKSI WIFI

Rancang Bangun Counter Product Logger Menggunakan Sensor Infrared Berbasis Internet

Sistem Monitoring Cairan Infus Nirkabel Berbasis Mikrokontroler

BAB II DASAR TEORI. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,

BAB IV PERANCANGAN. Gambar 4. 1 Blok Diagram Alarm Rumah.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Gambar : 1. Rumah Jamur (slave). [7]

ALAT MONITORING KONDISI GUNUNG BERAPI NIRKABEL BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16. Disusun Oleh : Nama : Jaka Rahmana Triadi Idrus Nrp :

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM

Perancangan Persistence of Vision Display Dengan Masukan Secara Real Time

Gambar 3.1 Diagram Blok Alat

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN. Gambar 4.1 Blok diagram program

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

Perancangan Remote Control Terpadu untuk Pengaturan Fasilitas Kamar Hotel

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Computer. Parallel Port ICSP. Microcontroller. Motor Driver Encoder. DC Motor. Gambar 3.1: Blok Diagram Perangkat Keras

Model Sistem Keamanan Kendaraan Menggunakan Smartphone Android dan Sensor Ultrasonik Berbasis Mikrokontroler ATMega328. Abstrak

MONITORING DAN PENGISIAN TOKEN PULSA PADA KWH METER MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID. Alfathoni Agustian Alaziz 1, Ir. Syahrul, M.

BAB III PERANCANGAN DAN CARA KERJA SISTEM. Pada bab ini diterangkan tentang langkah dalam merancang cara kerja

BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada konsep dan design perancangan di sini yang dimaksud, meliputi

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dan

Perancangan Alat Peraga Papan Catur pada Layar Monitor. Samuel Setiawan /

BAB I PENDAHULUAN. dari analog ke sistem digital, begitu pula dengan alat ukur.

PERANCANGAN ALAT PENGUKUR KECEPATAN KENDARAAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ATMEGA32 DAN MODUL BLUETOOTH DBM 01

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Bidang Information Technology and Communication 336 PERANCANGAN DAN REALISASI AUTOMATIC TIME SWITCH BERBASIS REAL TIME CLOCK DS1307 UNTUK SAKLAR LAMPU

DETEKTOR JUMLAH BARANG DI MINIMARKET MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED DAN PPI 8255 SEBAGAI INTERFACE

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas

PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT PENDETEKSI WARNA CAT NIRKABEL

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM OTOMATISASI PERANGKAT ELEKTRONIKA RUMAH BERBASIS ARDUINO

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah

Pengaturan suhu dan kelembaban dilakukan dengan memasang satu buah sensor SHT11, kipas dan hairdryer dengan program bahasa C berbasis mikrokontroler A

Kotak Surat Pintar Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

SISTEM KEAMANAN GEDUNG BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK DENGAN MODUL NRF24 BUILDING SECURITY SYSTEM BASED ON WIRELESS SENSOR NETWORK USING NRF24 MODULLE Azhar Suhada Prodi S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom acagntng@gmail.com Abstrak Penemuan teknologi wireless memberikan pengaruh yang besar dalam banyak hal, khususnya dalam dunia telkomunikasi. Sejak pertama kali dimunculkan, teknologi wireless terus berkembang pesat hingga memunculkan teknologi teknologi baru. Salah satunya adalah munculnya teknologi Wireless Sensor Network., Wireless Sensor Network merupakan embedded system perangkat jaringan nirkabel yang terdiri dari sejumlah besar sensor node, yang didalamnya terdapat satu atau lebih sensor dan dilengkapi dengan peralatan sistem komunikasi untuk mengirim dan menerima data. Dengan kemampuan dari sensorsensor yang terhubung ke dalam sistem komunikasi yang dapat memudahkan kita untuk komunikasi, monitoring, tracking dan controlling. Penerapan inovasi teknologi Wireless Sensor Network adalah salah satu solusi untuk menerapkan system keamanan pada gedung. Pada Tugas Akhir ini prototype dirancang menggunakan sensor Pasive infra red untuk ditempatkan pada setiap ruangan yang akan mendeteksi adanya pergerakan, lalu data tersebut dikirim ke mikrokontroler Arduino Nano melalu node node yang dilengkapi dengan module nrf24 sebagai Penghubung wireless antara sensor dan mikrokontroller yang diprogram menggunakan bahasa C Dan sofware Arduino, lalu dihubungkan menggunakan Bluetooth dan ditampilkan pada interface android yang dibuat dengan APP Inventor untuk mengetahui ruangan mana yang terjadinya pergerakan. Kata kunci : Wireless sensor network, Pasive infra red, nrf24, Arduino Nano, APP Inventor Abstract The discovery of wireless technology gives a great influence in many ways, particularly in the telco world. Since it was first raised, wireless technology continues to grow rapidly to bring the technology the new technology. One is the emergence of Wireless Sensor Network technology., Wireless Sensor Network is an embedded system wireless network device that consists of a large number of sensor nodes, in which there are one or more sensors and equipped with a communication system to send and receive data. With the capabilities of the sensors are connected to the communication system that can help us for communication, monitoring, tracking and controlling. Application of Wireless Sensor Network technology innovation is one of the solutions to implement a security system in the building. In this final project prototype designed using sensors Pasive infra red to be placed in any room which will detect the movement, then the data is sent to a microcontroller Arduino Nano through node - the node is equipped with a module nrf24 as wireless between the sensor and the microcontroller is programmed using a language C and the Arduino software, and connected using Bluetooth and display interface android created by APP Inventor to know which room to the movement. Key Word : Wireless sensor network, Pasive infra red, nrf24, Arduino Nano, APP Inventor 1. Pendahuluan

Tindak kejahatan yang terjadi pada lingkungan gedung perkantoran bahkan di lingkungan rumah akhir-akhir ini semakin sering terjadi, angka kriminalitas pun semakin meningkat. Di dalam sebuah gedung perkantoran tentunya banyak benda-benda penting yang tersimpan di beberapa ruangan. Semakin banyak ruangan yang menyimpan benda-benda penting maka semakin tinggi kebutuhan sistem keamanan gedung tersebut. Rasanya kurang efisien jika tugas itu di kerjakan oleh tenaga manusia. Misalnya dalam suatu gedung terdapat puluhan ruangan, untuk memaksimalkan keamanan tentunya diperlukan puluhan tenaga manusia untuk berpatroli di setiap ruangan itu. Untuk mempermudah hal tersebut, sebaiknya digunakan suatu alat pada setiap ruangan. Dengan sistematis digambarkan sebagai berikut, dalam setiap ruangan terdapat alat pendeteksi gerakan dibantu dengan adanya sensor infra merah. Gedung tersebut dapat di monitor dengan mobile phone. Ketika sensor dari alat ini mendeteksi adanya suatu gerakan maka alat ini akan mengisyaratkan/menginformasikan ke mobile phone, isyaratnya bisa berbentuk suara dan notifikasi yang menginformasikan ruangan mana yang teradi pergerakan. Dengan adanya isyarat, pihak security bisa memonitor dan segera mengambil tindakan. Tujuan dan manfaat dari sistem adalah untuk mengurangi bahkan mencegah tindak kejahatan pada lingkungan gedung perkantoran atau rumah tinggal dengan menggunakan sistem yang sederhana. 2. Dasar Teori 2.1 WSN (Wireless Sensor Network) [1] WSN adalah suatu infrastruktur jaringan wireless yang menggunakan sensor untuk memonitor fisik atau kondisi lingkungan sekitar, seperti suhu, suara, getaran, gelombang elektromagnetik, tekanan, gerakan, dan lain lain. Masing masing node dalam jaringan sensor nirkabel biasanya dilengkapi dengan radiotranciever atau alat komunikasi wireless lainnya, mikrokontroler, dan sumber energi. Adapun beberapa keuntungan WSN yaitu sebagai berikut: a. Meningkatkan efisiensi secara operasional. b. Mengurangi total biaya sistem secara signifikan. c. Dapat mengumpulkan data dalam jumlah besar. d. Konfigurasi software mudah. e. Memungkinkan komunikasi digital 2 arah atau lebih. f. Menyediakan konektivitas internet yang secara global, kapanpun dimanapun informasi tersebut dapat diakses melalui server,laptop,dan sebagainya. 2.1.1 Arsitektur WSN [6] Gambar 2.1: Arsitektur WSN Secara Umum [1] WSN menggunakan sensor node untuk mendeteksi berbagai parameter-paremeter fisis untuk kemudian dilakukan proses transmisi data agar hasil bacaan sensor dapat dibaca pada jarak maksimum sesuai dengan jangkauan modul radio yang digunakan. Node-node sensor memiliki kemampuan untuk membaca, ataupun meneruskan berbagai data (routing) sesuai kebutuhan untuk kemudian disalurkan kepada node base dan dibaca oleh end-user melalui PC. Arsitektur WSN secara umum dapat direpresentasikan pada Gambar 2.5. Node sensor memiliki dimensi relatif kecil sehingga memudahkan untuk dipoisisikan di berbagai tempat potensial yang diinginkan. Node sensor tersebut memiliki kemampuan bertukan data dengan node terdekat untuk kemudian diteruskan ke base node sebelum diterima oleh PC untuk dilihat hasil pembacaannya. Hasil bacaan sensor selain dapat dibaca di PC, dapat pula dikirim ke database internet untuk dibaca dari berbagai tempat di dunia kapanpun dibutuhkan secara realtime 2.1.2 Komponen Utama WSN

WSN memiliki lima komponen utama untuk beroperasi, yaitu : 1.Transceiver Transceiver ini berfungsi untuk menerima / mengirim data dengan menggunakan protokol IEEE 802.15.4 atau IEEE 802.11b kepada alat lain seperti modul RF, modemgsm, ataupun node-node lainnya. 2. Kontroler Kontroler berfungsi untuk melakukan perhitungan aritmatika dan logika yang sangat berguna dalam berbagai proses data, seperti mengirim, menerima, mengatur mode sleep, dan lain sebagainya. Pada umumnya digunakan mikrokontroler pada komponen ini karena memiliki kemampuan pemrosesan aritmatika dan logika, mikrokontroler juga memiliki kemampuan menyimpan data dalam RAM. 3. Catu daya Catu daya berfungsi untuk memberikan daya agar jaringan WSN dapat berfungsi karena secara umum semua perangkat dalam WSN merupakan perangkata elektronik yang memerlukan daya dalam pengoperasiannya. 4. Memori Memori berfungsi sebagai media penyimpan data, akan tetapi karena media penyimpanan ini sudah tersedia pada mikrokontroler, keberadaanya menjadi hal yang opsional. 5. Sensor Sensor berperan sebagai alat untuk mendeteksi besaran-besaran fisis di dunia nyata. Sensor merupakan suatu alat yang dapat mengubah suatu besaran fisis menjadi besaran listrik berupa tegangan atau arus yang kemudian diubah oleh ADC menjadi deretan pulsa terkuantisasi sehingga dapat lebih lanjut diolah oleh mikrokontroler. 2.1 Serial Peripheral Interface [3] Serial Peripheral Interface ( SPI ) merupakan salah satu mode komunikasi serial synchrounous kecepatan tinggi yang dimiliki oleh ATmega 328. Komunikasi SPI membutuhkan 3 jalur yaitu MOSI, MISO, dan SCK. Melalui komunikasi ini data dapat saling dikirimkan baik antara mikrokontroller maupun antara mikrokontroller dengan peripheral lain di luar mikrokontroller.penjelasan 3 jalur utama dari SPI adalah sebagai berikut : MOSI : Master Output Slave Input Artinya jika dikonfigurasi sebagai master maka pin MOSI sebagai output tetapi jika dikonfigurasi sebagai slave maka pin MOSI sebagai input. MISO : Master Input Slave Output Artinya jika dikonfigurasi sebagai master maka pin MISO sebagai input tetapi jika dikonfigurasi sebagai slave maka pin MISO sebagai output. CLK : Clock Jika dikonfigurasi sebagai master maka pin CLK berlaku sebagai output tetapi jika dikonfigurasi sebagai slave maka pin CLK berlaku sebagai input. 2.2Penentuan arsitektur 2.2.1 Topolaogy Star Gambar 2.3 : Arsitektur WSN Topologi Star [6] Pengujian perangkat akan dilakukan dengan penentuan arsitektur topologi Star. dengan 1 node sebagai master dan node sensor yang lain sebagai slave. seperti pada gambar diatas. 2.3 Diagram blok sistem

Gambar 2.4: Diagram Blok Sistem Gambar 2.5: Program secara umum Dimulai dengan inisialisasi data pada tiap perangkat kemudian dilanjutkan dengan pengiriman data dari tiap node yaitu end device1, end device 2, end device 3 menuju master node. Data pada master node diolah dan ditampilkan dalam hasil akhir GUI yaitu apabila terjadi atau tidaknya pergerakan disetiap node sensor, apabalia terjadi maka akan menampilkan warning. Kemudian sistem kembali ke pembacaan data pada masing-masing node.

Gambar 2.6 : flowchart kordinasi tiap slave node menuju master node Dimulai dengan inisialisasi data dari tiap perangkat mikrokontroller kemudian masuk pada kondisi idle dilanjutkan dengan pencarian Network 16bit pada NRF24. Bila tidak tersedia komunikasi maka data tidak tersampikan dan jika terdeteksi maka end device dapat mentransmisikan datanya menuju router. Bila router tidak tersedia maka komunikasi data tidak tersampaikan dan jika terdeteksi maka router akan suskses mentransmisikan datanya menuju master node. Kemudian sistem kembali ke pengiriman data awal. 2.4 Desain rangkaian sistem 2.4.1 desain rangkaian tiap node sensor Gambar 2.7 :desain rangkaian tiap node Tabel pinout node sensor

Pir Vcc Out Arduino nano 5v D8 Nrf24 Arduino nano Vcc 3.3v CE D9 CSN D10 SCK D13 MOSI D11 MISO D12 2.4.2 Desain rangkaian kordinator Tabel pinout kordinator HC-06 Vcc 5v Tx 7 Rx 8 Arduino nano Gambar 2.8 : desain rangkaian pada kordinator HC-06 Vcc 5v Tx 7 Rx 8 Arduino nano 3. Pembahasan

Pada percobaan ini akan dibahas mengenai hasil pengujian dan analisis tiap blok dari sistem yang telah dirancang. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja sistem. Pengujian sistem meliputi : 1. Pengujian jarak. 2. Pengujian daya. 3. Pengujian sensor 3.1 Pengujian Jarak. Jarak minimal Jarak maksimal Jarak optimal Node to node 0cm 1015cm 80cm-1000cm Multinode 0cm 1015cm 80cm-1000cm Bluetooth 0cm 1040cm 0-1000cm Pir 0cm 230cm 10cm-200cm Nrf24 Lebih memprioritaskan jarak terdekat jika multinode Jarak objek pada pir mempengaruhi kestabilan pembacaan pir Bluetooth memilki koneksi yang lebih stabil dibanding nrf24 3.2 Pengujian Daya Pada pengujian daya digunakan rumus P = V. I untuk menghitung daya dan variabel tegangan dan arus yang di dapat. Perangkat Tegangan optimal Arus optimal Daya optimal Arduino nano 7-12v 40ma 0.28watt 0.48watt Nrf24 3.3v 250ma 0.825watt Pir 5v 40ma 0.2watt Hc-06 3.1v 4.2 v 30ma 40ma 0.093watt 0.168watt 1. Pemakaian kapasitor 3.3uF pararel dengan Vcc dan pada modul nrf24 karena nrf24 membutuhkan 250ma sedangkan keluaran arduino nan 40ma. 2. Pemakaian mini adaptor 220v -5v sebagai catu daya agar praktis dibawa dan ditempatkan pada tempat yang tersembunyi karena ukuranya kecil. 4.3 Pengujian sensor Sensor pir mempunyai 2 slot di dalamnya yang terbuat dari bahan khusus yang sensitif sebagai lensa, ketika salah satu lensa mendeteksi perbedaan potensial lalu dibandingkan dengan lensa satunya maka sensor akan memberikan logika high pada pin output. 4.3.1 hasil pengujian sensor Jarak Pembacaan 50 cm HIGH 75 cm HIGH 100 cm HIGH 125 cm HIGH 150 cm HIGH 175 cm HIGH 200 cm HIGH 220 cm HIGH 230 cm LOW 240 cm LOW Sensor membaca hanya jika objek bergerak ato terjadi perpindahan Semakin cepat gerakan respon semakin bagus

Jarak objek dari sensor mempengaruhi kestabilan pembacaan sensor Kesimpulan Berdasarkan pengujian dan analisa perancangan dan implementasi sistem pemanggil perawat menggunakan wireless yang diintegrasikan dengan android diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain : NRF24LU1 dapat digunakan untuk mengakses wireless antara transmitter dan receiver. Data diterima dan data feedback dapat terbaca jarak maksimal 1000cm tanpa halangan. Aplikasi Android dapat memberikan informasi tentang ruang mana yang terdapat pergerakan. Android menjadi salah alat bantu sistem keamanan pada gedung. Kinerja alat sudah cukup baik karena hardware yang terdiri atas beberapa komponen elektronika dapat berfungsi dengan baik. Daftar Pustaka: [1]. Wireless Sensor Network (WSN) dan algoritma PEGASIS. 2012 http://giaz.weebly.com/blog/category/wireless. [diakses pada 08 oktober 2015] [2]. AN10216-01 I2C Manual, Jean-marc irazabal [March 24 20016] [3]. nrf24l01+ Single Chip 2.4GHz Transceiver Product Specification v1.0 http://www.nordicsemi.com/eng/products/2.4ghz-rf/nrf24l01 [diakses pada 01 nopember 2015] [4]. Pir motion sensor https://learn.adafruit.com/downloads/pdf/pir-passive-infrared-proximity-motionsensor.pdf [diakses pada 03 nopember 2015] [5]. Bab II Landasan Teori. Avalaibe from: http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/452/jbptunikompp-gdlharkaputra-22572-2-unikom_hi.pdf [6]. HC-06 Product Data sheet. 2016 Guangzhou HC Information Technology Co., Ltd. [7]. AN10216-01 I2C Manual, Jean-marc irazabal [March 24 20016]