KEPEMIMPINAN ABAD 21

dokumen-dokumen yang mirip
PEMBAHASAN. 1.Pengertian Gaya Kepemimpinan Partisipatif

BAB I PENDAHULUAN. Organisasi merupakan suatu kesatuan yang komplek yang berusaha

Rangkaian Kolom Kluster I, 2012

PERTEMUAN 13 dan 14: KEPEMIMPINAN. DIKTAT KULIAH: TEORI ORGANISASI UMUM 1 Dosen: Ati Harmoni 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Terhadap Kinerja Pegawai pada kantor Departemen Agama Kabupaten

HP : Bisa diunduh di: teguhfp.wordpress.com

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

PROFESSIONAL IMAGE. Budaya Kerja Humas yang Efektif. Syerli Haryati, S.S. M.Ikom. Modul ke: Fakultas FIKOM. Program Studi Public Relations

BAB II KERANGKA TEORITIS

BAB 1 PENDAHULUAN. dikarenakan keberadaan pemimpin yang sangat penting bagi keberlangsungan

BAB 1 PENDAHULUAN. mengelola dan memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki sehingga dapat

GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN EFEKNYA KEPADA KEPERCAYAAN TERHADAP PEMIMPIN SERTA ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN RELEVAN. mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan

BAB I PENDAHULUAN. Dunia telah memasuki era perubahan dan transformasi yang sangat cepat.

Pertemuan ke- 11 kepemimpinan. Pengertian Kepemimpinan Gaya gaya Kepemimpinan

Pendetakan tradisional

MODUL KELIMA KEPEMIMPINAN. Di Susun Oleh: Erna Multahada, M.Si

ORGANISASI INOVATIF. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012

BAB II LANDASAN TEORI. dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa lalu atau yang

Kepemimpinan: Dampaknya Terhadap Organisasi Berkinerja Tinggi. Achmad Sobirin Universitas Islam Indonesia

PENDEKATAN DALAM STUDI KEPEMIMPINAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

KEPEMIMPINAN PENGARUH KOMUNIKASI DALAM BISNIS PERTEMUAN KEENAM

I. PENDAHULUAN. suatu keputusan politik, pemerintahan atau kenegaraan. sebagai proses atau upaya penciptaan dari (1) lembaga -lembaga yang

Gaya Kepemimpinan IKA RUHANA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Efektivitas Kinerja. sesuatu yang tepat ( Stoner, 1996). Menurut Yukl (1994) efektivitas diartikan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Leadership Karakteristik, Kompetensi, Perilaku

Sumber : Abdul Mukhyi dan Organisasi.org. yudaharja.com

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat menghambat pembangunan dan perkembangan ekonomi nasional.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Sutarto dalam buku Usman (2009:146) dalam buku Manajemen : Teori,

BAB I PENDAHULUAN. Penyelenggaraan otomomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 32

Hubungan Karakteristik Individual Anggota Masyarakat dengan Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Hutan

Majamenen Konflik Dalam Sebuah Organisasi

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat untuk mengaktualisasikan kepentingannya guna menjawab kebutuhan

Bab 9 Memotivasi & Memimpin Karyawan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DESENTRALISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING DALAM HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL

BAB I PENDAHULUAN. tersebut. Kompetensi sumber daya manusia yang baik pasti memerlukan pengelolaan

BAB I PENDAHULUAN. melalui pendidikan, baik secara pendidikan formal, non formal maupun

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi dewasa ini, sebuah perusahaan bertaraf nasional maupun

Disusun Oleh Lista Kuspriatni. Universitas Gunadarma 2014

PERTEMUAN VI KEPEMIMPINAN (PENDEKATAN DARI SEGI SITUASI)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Faktor manusia sebagai faktor modal merupakan sumber daya yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. agar sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam pengembangan dan

Niken Kartikasari F

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kelompok, sebagai pemberi tugas atau sebagai pengarah dan mengkoordinasikan

BAB II. KAJIAN PUSTAKA. Dalam setiap hubungan antar manusia maupun antar kelompok sosial

Materi 11 Memotivasi & Memimpin Karyawan. by HJ. NILA NUROCHANI, SE., MM.

BAB I PENDAHULUAN. organisasi, kenyataannya, banyak rintangan yang dilalui. menjawab dalam menghadapi perubahan-perubahan ini.

BAB I PENDAHULUAN. Di era reformasi yang telah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu,

Kepemimpinan Dalam Perilaku Organisasi

Materi Minggu 2. Kelompok Kerja (Teamwork)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pentingnya gy kepemimpinan p bagi seorang wirausaha. Teori kepemimpinan awal Teori kepemimpinan kontemporer

I. PENDAHULUAN. Pembangunan merupakan suatu proses perubahan-perubahan yang terus. menerus ke arah yang dikehendaki. Menurut Rogers dikutif Zulkarimen

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan Penulisan

Interpersonal Communication Skill

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Menghadapi era globalisasi saat ini, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh

BAB I PENDAHULUAN. pelaksanaan tugas dan penyelenggaraan pemerintahan, dipengaruhi oleh

BAB I PENDAHULUAN. Fungsi aktuasi yaitu untuk menggerakkan dan mengarahkan pelaksanan

II. TINJAUAN PUSTAKA Kepemimpinan

KONFLIK ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan memiliki tujuan yang jelas untuk dijadikan sebagai landasan

BAB IV ANALISA DATA. 1. Komunikasi Organisasi Top Down Antara Pengurus Dan Anggota. Karang Taruna Setya Bhakti Dalam Membangun Solidaritas

BAB I PENDAHULUAN. yang bersangkutan. Kondisi organisasi yang sedang dipimpin akan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Anggaran merupakan elemen sistem pengendalian manajemen

BAB I PENDAHULUAN. Seperti yang kita ketahui bahwa pada saat ini persaingan antar perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi X (PT X) memiliki visi yaitu menjadi. Salah satu cara untuk mewujudkan visi tersebut adalah menyelenggarakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Pendidikan sangat penting apabila berbicara tentang kualitas

BAB I PENDAHULUAN. Dinas pendidikan pemuda dan olahraga memiliki kebijakan mutu yaitu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia yang tangguh diperlukan untuk menghadapi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Semangat Kerja. Mathis (2002) mengatakan masalah semangat kerja di dalam suatu

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. dalam sebuah organisasi, adalah perilaku extra-role atau perilaku baik warga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Merriam Webster dalam (Zangaro, 2001), menyimpulkan definisi

BAB 1 PENDAHULUAN. pengekspor kayu lapis yang berada di Desa Bajong, Kecamatan Bokateja,

BAB I PENDAHULUAN. inovasi. Perusahaan yang ingin tetap bertahan dalam lingkungan bisnis harus

BAB I PENDAHULUAN. satu syarat mutlak untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuannya.

I. PENDAHULUAN. hakekatnya ditujukan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. suatu perusahaan sangat diharapkan dalam menciptakan rasa keadilan bagi

BAB I PENDAHULUAN. terlalu dominan. Sesuai konsep government, negara merupakan institusi publik

Kepemimpinan PRESENTED BY: M ANANG FIRMANSYAH

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI: Perspektif Teoritik dan Metodologi

DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

KEPEMIMPINAN ABAD 21 Oleh : Abdul Syakur*) Abstraksi Kalau kita mengamati berbagai telaah mengenai kepemimpinan untuk menentukan apa yang melahirkan seorang pemimpin yang efektif dan apa yang membedakan pemimpin dari bukan pemimpin. Literatur kepemimpinan berlimpah, dan banyak itu membingungkan dan kontradiksi. Untuk menjelajah hutan ini, kita perlu memperhatikan beberapa pendekatan tentang apa yang membuat pemimpin efektif. Kata Kunci : Pemimpin, Transaksional dan Transformasional Pendahuluan Definisi tentang kepemimpinan hampir sama dengan orang yang mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan itu, walaupun tampaknya hampir semua orang sependapat bahwa kepemimpinan mencakup suatu proses pengaruh. Perbedaan itu cenderung berkisar pada apakah kepemimpinan itu harus nonkoersif ( tidak memaksa ), sebagai lawan dari penggunaan otoritas, ganjaran dan hukuman untuk memaksa pengaruh terhadap pengikutnya. Untuk itu Taliziduhu Ndraha mencoba membedakan antara kepemimpinan dengan kekepalaan. Kepemimpinan Adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain melalui dirinya sendiri dengan cara tertentu, agar orang lain itu berubah atau tetap menjadi integratif, Orang yang mempunyai kepemimpinan 28

itu disebut dengan pemimpin, dan Pemimpin itu tidak Given, melainkan Achieved. Sedangkan Kekepalaan Adalah kekuasaan yang sah seseorang untuk menggunakan orang lain atau organisasi, guna mencapai tujuan tertentu, Orang yang mendapat kepercayaan kekepalaan disebut dengan kepala, Kepala diberi atau memperoleh kekuasaan yang sah (legitimasi power yang disebut dengan otoritas dan Melalui cara : turun temurun ( tradisi ), diberi ( dipilih, ditunjuk, dilimpahkan ), dibagi ( sharing ), diakui (kesaktian, kehebatan, dipuji, dikultuskan, dipercayai) atau penaklukan lewat kekerasan. Pembahasan Terkait dengan kepemimpinan abad 21 ini penulis mencoba membahas kepemimpinan dilihat dari segi pendekatan pemimpin yang efektif dan dari teori kepemimpinan transaksional dan tranfomasional. 1. Pendekatan Pemimpin Efektif Pertama, berusaha mencari kepri-badian yang universal dan sampai sesuatu derajat yang lebih tinggi dari yang dimiliki oleh pemimpin ketimbang bukan pemimpin. Kedua, mencoba menjelaskan kepemimpinan dalam perilaku seseorang yang terlibat di dalamnya. Kedua pendekatan ini telah dicap sebagai awal yang palsu yang didasarkan pada konsepsi mengenai kepemimpinan yang keliru dan terlalu disederhanakan. Ketiga, menggunakan model model kepemimpinan untuk menjelaskan tidak memadainya teori teori 29

kepemimpinan sebelumnya dalam merujukkan dan memadukan aneka ragam penemuan riset. Sekarang para peneliti mencoba mengidentifikasi seperangkat ciri yang secara implisit menjadi acuan bila seseorang mengidentifikasi orang lain sebagai pemimpin. Garis pemikiran ini mengemukakan bahwa hakekat kepemim-pinan adalah gaya yang menonjolkan penampilan sebagai pemimpin. Kepemimpinan termasuk ke dalam segelintir istilah pada OB yang definisinya kurang mendapat kata sepakat. Seperti kata seorang pakar jumlah definisi kepemimpinan hampir sama banyak dengan orang yang mencoba mengidentifikasi konsep kepemimpinan itu. walaupun tampaknya hampir semua orang sependapat bahwa kepemimpinan mencakup suatu proses pengaruh, perbedaan cenderung berkisar pada apakah kepemimpinan itu harus nonkoersif ( tidak memaksa ), sebagai lawan dari penggunaan otoritas, ganjaran dan hukuman untuk memaksa pengaruh terhadap pengikutnya. Dan apakah itu berbeda jelas dari manajemen. Abraham Zalesznik misalnya berpendapat, bahwa pemimpin dan manajer sangat berbeda. Mereka berbeda dalam motivasi, sejarah pribadi dan cara berpikir serta bertindak. Selanjutnya dia mengatakan bahwa manajer cenderung mengambil sikap impersonal, jika tidak pasif terhadap tujuan. Manajer cenderung memandang kerja sebagai suatu proses yang memungkinkan, mencakup suatu kombinasi dari orang dan gagasan yang berinteraksi untuk menetapkan strategi dan mengambil keputusan. Pemimpin bekerja dari posisi berisiko tinggi, sering mereka secara temperamental ingin 30

mencari resiko dan bahaya, teristimewa bila kesempatan dan ganjaran tampak tinggi. 2. Pemimpin dilihat dari sudut pandang Transaksional dan Transformasional Pemimpin transaksional adalah pemimpin yang memandu atau memotivasi pengikut mereka mengarah ke arah tujuan tujuan yang telah ditetapkan dengan memperjelas peran dan tuntutan tugas. Sedangkan, Pemimpin yang transformasional yaitu pemimpin yang mencurahkan perhatian pada keprihatinan dan kebutuhan pengemban dari pengikut individual. Mereka mengubah kesadaran kesadaran para pengikut akan persoalan persoalan yang membantu mereka memandang masalah masalah lama dengan cara cara baru dan mereka mampu menggairahkan, membangkitkan dan mengilhami para pengikut untuk mencapai tujuan kelompok. Tetapi kepemimpinan transaksional dan transformasional tidak dapat dipandang sebagai sesuatu yang berlawanan, karena kepemimpinan transformasional dibangun di atas kepemimpinan transaksional. Dia menghasilkan tingkat upaya dan kinerja bawahan yang melampui apa yang terjadi dengan pendekatan transaksional saja. Lagi pula kepemimpinan transformasional lebih dari pada kharisma. Pemimpin yang semata mata kharismatik dapat menginginkan para pengikutnya untuk mengadopsi pandangan dunia si kharismatik dan tidak beranjak lebih jauh, pemimpin transformasional akan berupaya menanamkan dalam diri pengikutnya kemampuan untuk memperta nyakan tidak hanya 31

pandangan yang sudah mapan melainkan juga pandangan yang ditetapkan oleh pemimpin. 3. Nilai dan Budaya Kepemimpinan di Indonesia Nilai dan Budaya suatu Negara tidak dapat dipisahkan dengan nilai dan budaya para pemimpin dan masyarakatnya, artinya nilai dan budaya yang sudah tertanam dan terbiasa dilakukan oleh masyarakat akan sulit dihilangkan dan itu akan menjadi ciri dari pemimpinnya. Seperti halnya nilai dan budaya yang ada di Negara kita, akan mempengaruhi dan merupakan ciri dari pemimpin kita. Misalnya : a. Nilai Kharismatik : Masyarakat kita akan selalu menjunjung orang orang yang mempunyai kharisma walaupun orang itu tidak pandai (ahli) dalam memimpin, sebaliknya orang yang pandai ( ahli ) tetapi tidak mempunyai kharisma, maka dia akan sulit untuk menjadi pemimpin. b. Nilai Ekonomis : Orang akan tertarik menjadi pemimpin karena ingin menjadi kaya, bukan ingin bagaimana membawa masyarakat ini menjadi lebih maju. c. Nilai Politik : Pemimpin kita rata rata pemimpin yang ingin mempertahankan kelompk kelompok tertentu, sehingga pada saat menjadi pemimpin, maka dia akan berupaya bagaimana caranya dia akan selalu bertahan. 32

d. Nilai Religius : Nilai ini sangat melekat pada pemimpin pemimpin kita, karena nilai inilah yang masih dipegang teguh oleh masyarakat kita, dan nilai inilah yang kebanyakan dimiliki oleh negara negara yang mayoritas masyarakatnya beragama, baik Islam maupun Kristen, dan nilai ini merupakan ciri daripada negara yang beragama. Pada suatu kesimpulan yang umum yang muncul akhir akhir ini mengenai kepemimpinan adalah bahwa pemimpin yang efektif ialah pemimpin yang tidak menggunakan gaya tunggal apapun, mereka menyesuaikan gaya mereka pada situasi, yang diantaranya situasi itu adalah budaya nasional yang akan menetapkan gaya kepemimpinan manakah yang paling efektif. Budaya nasional mempengaruhi lewat gaya pengikut. Pemimpin tidak dapat mempunyai gaya mereka sesuka hati, mereka dikendalikan oleh kondisi budaya yang ternyata diharapkan oleh pengikut mereka. Misalnya : masyarakat kita mempu-nyai budaya gotong royong dan rasa kekeluargaan yang tinggi, maka pemimpin yang efektif untuk masyarakat seperti ini adalah pemimpin yang mempunyai gaya demokratis dan partisipatif. Bukan pemimpin yang manipulatif dan otokratis itu duterapkan, maka hasilnya tidak efektif. 4. Pemimpin dan Organisasi Perubahan organisasi tidak terlepas dari persepsi pemimpin organisasi dalam memandang organisasinya. (Thoha, 1995) Cara pandang pemimpin organisasi terhadap perubahan dapat digolongkan menjadi 3 bagian, yakni : 33

a. Persepektif Teknis : Pusat perhatian adalah bagaimana mengaplikasikan ilmu pengetahuan pada cara kerja dalam organisasi sehingga dapat dicapai efektifitas kerja b. Persepektif Politik : Organisasi diubah dan diperbaiki melalui penggunaan kekuasaan (power) oleh kelompok yang dominan terhadap kelompok yang kurang berdaya, atau dengan cara tawar menawar diantara kelompok kelompok yang berpengaruh. Pemimpin menghadapi masalah bagaimana mengalokasikan kekuasaan dan sumber c. Persepektif Kultural : Sistem kultural dipandang sebgai suatu kesatuan nilai, kepercayaan dan kebiasaan yang diikuti serta memiliki kekuatan mengikat sebagai suatu ikatan normatif dalam organisasi. Proses perubahan harus memperhatikan kultur organisasi. 5. Kepemimpinan Birokrasi Masa Depan Kepemimpinan birokrasi masa depan menurut Miftah Thoha paling tidak harus melakukan beberapa hal,yaitu : a. Desentralisasi : penyebaran kekuasaan kepada bawahannya b. Kekuasaan yang menekankan kemitraan antara masyarakat dan aparatur pemerintah : Mengupayakan pemberdayaan masyarakat Menghargai partisipasi masyarakat Tidak elitis, tetapi berorientasi pada yang dipimpin(masyarakat) c. Gaya Kepemimpinan : Persuasif 34

Partisipatif Bottom up Otonomi Keterbukaan Desentralisasi Kemitraan Mewujudkan keadilan 6. Kepemimpinan Abad 21 Bagaimana pemimpin yang diharap-kan di abad ini? Pemimpin di abad 21 ini di samping mempunyai power juga faktor manajerial. Pemimpin itu harus memiliki dan mengkondisikan dirinya pada situasi, artinya pemimpin itu harus mempunyai gaya kepemimpinan yang situasional. Disamping nilai atau gaya kepemimpinan di atas, pemimpin abad 21 juga harus memiliki jiwa : a. Enterprener Pemimpin abad 21 harus kompeten, individualistis, egosentris, dominan, percaya pada diri sendiri, inovatif, punya kemampuan keras, memiliki dorongan untuk mencapai sesuatu yang luar biasa. Jiwa Enterprener ini baik sekali untuk pemimpin saat sekarang. Disamping mempunyai dedikasi yang tinggi, juga tidak mementingkan pada kepentingan sendiri. b. Corporatif Seorang pemimpin selalu dianggap sebagai tindakan tim, ia sangat dominan, tetapi tidak suka mendominasi. Sangat direktif namun masih memberikan kebebasan pada bawahannya, konsultatif, tetapi kurang partisipatif. 35

c. Developer Seorang pemimpin harus juga seorang pembangun yaitu orang yang menganggap orang lain sebagai sumber kekuatan utama. Itu sebabnya ia sangat percaya kepada bawahannya. Selalu membantu mengaktualisasikan potensi yang dimiliki bawahan. Memiliki ketrampilan dalam membina hubungan yang hebat. Dengan itu ia mampu memenagkan loyalitas dari masyarakat dan menciptakan iklim yang memberi dukungan penuh atas kepemimpinannya. d. Integrator Seorang integrator ialah seorang yang selalu ingin membangun konsensus dan komitmen. Memiliki kemampuan dalam melakukan hubungan dan bantuan, serta sangat partisipatif, ia juga seorang pelopor pembentukan tim yang kokoh, seorang yang penuh motivasi, terampil dalam menyatukan masukan yang bervariasi. Pendeknya ia adalah pemimpin yang brillian dan lebih menyukai pengambilan keputusan kelompok. Penutup Mencari seorang pemimpin yang ideal seperti apa yang kita harapkan, memang tidak gampang, apalagi yang memenuhi kriteria yang ada di atas. Karena sesungguhnya manusia tidak ada yang sempurna, tentunya pasti ada kekurangan nya. Akan tetapi dengan kita mengetahui kriteria kepemimpinan di atas, kita akan dapat memilih atau menentukan pemimpin yang memiliki sebagian kriteria yang ada di atas tersebut, sehingga kita tidak 36

terpancang dan terpengaruh oleh janji janji yang disampaikan oleh calon pemimpin. Tetapi oleh sifat yang dimiliki oleh calon pemimpin tersebut *) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Sultan Fatah Demak 37

Daftar Pustaka Stephen P. Robbins, 1996, Perilaku Organisasi, Jakarta. PT. Prenhalindo Gary Dessler, 1997, Manajemen Sumberdaya Manusia, Jakarta. PT. Prenhalindo Thoha, Miftah, 1994, Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya, Raja Grafindo Persada, Jakarta. Sutarto, 1998, Dasar Dasar Kepemimpinan Administrasi, Gajah Mada University Press, Yogyakarta. 38