Nanang Hendarsah. Direktur Task Force Program Pendalaman Pasar Keuangan

dokumen-dokumen yang mirip
2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu melakukan perubahan atas Peraturan Bank Indonesia

2 bagi pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi lindung nilai; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huru

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/ 8 / PBI/ 2013 TENTANG TRANSAKSI LINDUNG NILAI KEPADA BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 18/18/PBI/2016 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH ANTARA BANK DENGAN PIHAK DOMESTIK

2015, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu melakukan perubahan ketiga atas Pera

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/16/PBI/2014 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH ANTARA BANK DENGAN PIHAK DOMESTIK

2 e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu menetapkan Peraturan Bank Indonesia tenta

Pokok-Pokok Materi Pengaturan PBI NO.15/8/PBI/2013 tentang TRANSAKSI LINDUNG NILAI KEPADA BANK BANK INDONESIA OKTOBER 2013

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/31/PBI/2005 TENTANG TRANSAKSI DERIVATIF GUBERNUR BANK INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 9 /PBI/2014 TENTANG

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 37 /PBI/2008 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

No 18/35/DPPK Jakarta, 13 Desember Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA

No.10/ 42 /DPD Jakarta, 27 November S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

No.17/49/DPM Jakarta, 21 Desember Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA

No.16/5/DPM Jakarta, 8 April Kepada SEMUA BANK UMUM DAN LEMBAGA PERANTARA

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO. 15/17/PBI/2013 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI KEPADA BANK INDONESIA

TANYA JAWAB SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO.17/ 7/49 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 16/14

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

TANYA JAWAB SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO.17/ 7/49 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 16/14

No. 10/ 48 /DPD Jakarta, 24 Desember 2008 S U R A T E D A R A N. kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA

TANYA JAWAB SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO. 18/35/DPPK PERIHAL TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH ANTARA BANK DENGAN PIHAK ASING

PETUNJUK PENGISIAN LAPORAN TRANSAKSI DERIVATIF

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/17/PBI/2014 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH ANTARA BANK DENGAN PIHAK ASING

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 18/19/PBI/2016 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH ANTARA BANK DENGAN PIHAK ASING

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

TANYA JAWAB SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO.17/ 7/49 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 16/14

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/17/ PBI/ 2013 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI KEPADA BANK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

I. PENDAHULUAN. Krisis ekonomi yang melanda sejak pertengahan tahun menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 48 /SEOJK.03/2017

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

No.11/ 18 /DPNP Jakarta, 16 Juli Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL DI INDONESIA

No.17/50/DPM Jakarta, 21 Desember Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

No. 15/6/DPNP Jakarta, 8 Maret 2013 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL DI INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 28 /PBI/2008 TENTANG PEMBELIAN VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH KEPADA BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2016, No /17/PBI/2013 tentang Transaksi Swap Lindung Nilai Kepada Bank Indonesia; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Ban

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21/PBI/2014 UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK DAN SURAT EDARAN NO.16/24/DKEM

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN

STIE DEWANTARA Pengelolaan Risiko Pasar

-2- Dengan cara tersebut, diharapkan stabilitas nilai tukar Rupiah dapat terjaga dan tercipta pendalaman pasar valuta asing domestik. Transaksi Lindun

TENTANG PEDOMAN PENGGUNAAN METODE STANDAR DALAM PERHITUNGAN KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK UMUM DENGAN MEMPERHITUNGKAN RISIKO PASAR

TANYA JAWAB SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO. 18/ 34 /DPPK PERIHAL TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH ANTARA BANK DENGAN PIHAK DOMESTIK

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7 / 36 / PBI / 2005 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI GUBERNUR BANK INDONESIA,

menyebabkan meningkatnya risiko gagal bayar (default risk). Hal ini berpotensi mengganggu kestabilan sistem keuangan dan ekonomi makro seperti yang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia juga mengalami peningkatan. Bertambahnya aset dan modal yang

S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA. Perihal : Pembatasan Transaksi Rupiah dan Pemberian Kredit Valuta Asing oleh Bank

PEDOMAN PENGISIAN LAPORAN PROFIL MATURITAS

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 27 /SEOJK.03/2016 TENTANG KEGIATAN USAHA BANK UMUM BERDASARKAN MODAL INTI

No.16/ 14 /DPM Jakarta, 17 September Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 3/ 3 /PBI/2001 TENTANG PEMBATASAN TRANSAKSI RUPIAH DAN PEMBERIAN KREDIT VALUTA ASING OLEH BANK

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi dalam perkembangannya ditandai dengan adanya perdagangan

No.18/13/DPM Jakarta, 24 Mei Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA

PEDOMAN PERHITUNGAN ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO UNTUK RISIKO KREDIT DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN STANDAR

PERHITUNGAN ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO UNTUK RISIKO KREDIT DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN STANDAR BAGI BANK UMUM SYARIAH

No.14/ 11 /DPM Jakarta, 21 Maret Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

Booklet Tanya Jawab PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 7/14/PBI/2005 SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 7/23/DPD SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN

GUBERNUR BANK INDONESIA,

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 30 SEPTEMBER 2003 & 2002

GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERTEMUAN 14 KONSEP, TRANSAKSI DAN LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING

Laporan Keuangan Triwulanan 30 September 2009

PEDOMAN PENGISIAN LAPORAN PROFIL MATURITAS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 31 MARET 2007 (Dalam Jutaan Rupiah)

NERACA PER 31 MARET 2005 & 2004 (Dalam Jutaan Rupiah) NO POS - POS

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Chapter 8 FINANCIAL RISK MANAGEMENT. By MAHSINA, SE, MSI

No.17/ 23 /DPM Jakarta, 30 September Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (Dalam Jutaan Rupiah)

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/ 20 /PBI/2011 TENTANG PENERIMAAN DEVISA HASIL EKSPOR DAN PENARIKAN DEVISA UTANG LUAR NEGERI

Likuiditas Valuta Asing

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7 / 14 / PBI / 2005 TENTANG PEMBATASAN TRANSAKSI RUPIAH DAN PEMBERIAN KREDIT VALUTA ASING OLEH BANK

KONSOLIDASI POS-POS. Des 2005 Des 2004 Des 2005 Des 2004 AKTIVA 41,215 28,657

tetap yang disetujui selama jangka waktu yang disepakati dalam jangka waktu maksimum 1 tahun.

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)

Transkripsi:

Nanang Hendarsah Direktur Task Force Program Pendalaman Pasar Keuangan Jakarta, 1 Juni 2015

2 1 2 3 4 5 Tujuan Penyempurnaan Ketentuan Skema Transaksi Cross Currency Swap (CCS) Skema Transaksi Dengan Settlement secara Netting Perubahan PBI No. 16/16/PBI/2014 Perubahan PBI No. 16/17/PBI/2014

1 3

4 Memperdalam pasar valas domestik, dengan cara: Mendorong efisiensi pasar (pasar valuta asing) Meningkatkan volume pasar melalui peningkatan transaksi derivatif Meningkatkan fleksibilitas transaksi (instrumen, tenor, penyelesaian) Mendukung transaksi lindung nilai (hedging) Mendukung Stabilitas Nilai Tukar Mendukung peningkatan perdagangan dan investasi di dalam negeri, melalui peningkatan kemudahan(fleksibilitas) bertransaksi di pasar valuta asing

2 5

6 CCS adalah : Kesepakatan antara 2 (dua) pihak utk melakukan pertukaran serangkaian pembayaran bunga (interest payment) dalam mata uang yg berbeda. Pertukaran bunga ini karena perbedaan antara suku bunga yg fixed atau floating Tujuan : lindung nilai atas suatu portofolio atau kewajiban terhadap pergerakan nilai tukar mata uang dan suku bunga Arus kas CCS : Akibat adanya perbedaan mata uang dan pergerakan nilai tukar, maka tidak dapat dilakukannetting dariprincipal sehingga arus kas CCS bukan saja pembayaran bunga tetapi juga pertukaranprincipal pada awal dan akhir kontrak

7 Sebelum tahun 2000 an, banyak bank membuka posisi CCS untuk kepentingan trading (spread) yang terus di roll over untuk jangka waktu relatif panjang, tanpa economic underlying. Kondisi saat ini spekulasi atau trading CCS sudah tidak dapat dilakukan karena ketentuan underlying. Kasus-kasus CCS dimasa lalu lebih disebakan oleh perlakukan pencatatan yang tidak dilakukan marking to market atas posisi derivatif (termasuk CCS). Saat ini pencatatan derivatif wajib dilakukan Mark to Market Valuation CCS digunakan oleh Bank sebagai media utk memperoleh funding USD jangka panjang. Penggunaan CCS oleh nasabah digunakan untuk hedging atas eksposur valas dan suku bunga. Untuk melakukan CCS diperlukan kesiapan dalam hal membukukan dan valuasi transaksi CCS sehingga resiko dapat dimonitor dan terukur. Resiko CCS disebabkan resiko kredit kepada nasabah (default) sehingga nasabah gagal bayar terhadap kontrak CCS nya (bukan resiko karena CCS).

Creditor- offshore 8 i$us Borrow $1 mio Asumsi: - Tenor CCS 1 tahun, bunga per 6 bulan - Kurs USD/IDR=13000 - TD-Transaction Transaction Date Nasabah (Debitur Debitur) Nasabah (Debitur Debitur) Nasabah (Debitur Debitur) $1mio IDR 13 bio + i IDR IDR 13 bio + i IDR TD 6m 12m IDR 13 bio $1mio + i$ $1mio + i$ Bank Bank Bank

9 BANK $ 1 juta $ 1 juta CCS USD/IDR (Spot fixing Principal 13.000) TD 6m 12m Rp 13 miliar Rp 13 miliar NASABAH Nilai tukar utk konversi principal di awal dan akhir transaksi sama (terdapat kepastian kurs USD/IDR)

10 BANK $ 10k $ 10k CCS USD/IDR (Spot fixing Principal 13.000) TD 6m 12m Rp 747 Juta Rp 747 Juta NASABAH Nilai tukar utk konversi bunga pada setiap periode pembayaran/penerimaan tergantung harga pasar

11 Loan USD Hedge dengan CCS Loan IDR 1 2 3 4 5 Bayar bunga dalam USD Bayar pokok dalam USD Terima pokok dalam USD Terima bunga dalam USD 1 2 3 4 5 Bayar bunga dalam IDR Bayar pokok dalam IDR 1 2 3 4 5 Bayar bunga dalam IDR Bayar pokok dalam IDR Kombinasi loan USD dengan CCS (USD/IDR), sama artinya memiliki loan dalam IDR. Hal ini terjadi karena kewajiban bunga dalam USD sdh tercover dengan penerimaan bunga USD dari CCS

3 12

13 Dampak netting dapat mendorong efisiensi dan penurunan risiko transaksi valas, bila dibandingkan dengan pergerakan dana pokok secara penuh Settlement Risk Credit Risk Liquidity Risk Operational Risk Gross - $5 @ 13000 = Rp.65000 Nasabah A + $2 @ 13500 = Rp.27000 + $3 @ 12500 = Rp 37500 Bank A Net Settlement: Nasabah menerima $ 0 Nasabah membayar Rp500 EFICIENCY FLEXIBILITY

14 FULL DELIVERY SETTLEMENT Penyelesaian transaksi melalui pemindahan dana pokok secara penuh, yaitu penyerahan dana secara riil untuk masing-masing transaksi jual dan/atau atau transaksi beli valuta asing terhadap Rupiah sebesar nilai penuh nominal transaksi atau ekuivalennya Nasabah membeli Forward $ 1 jt Trade Date 5 Jun Kurs: 13000 + Buy Fwd + Buy Fwd Bank membayar kepada Nasabah sebesar $ 1 Jt $1 jt @ 13000 Nasabah membayar kepada bank sebesar Rp.13 milyar NETTING SETTLEMENT (13000 * $1 jt) Penyelesaian transaksi tanpa pergerakan dana pokok (notional amount) sehingga yang diselesaikan hanya perhitungan selisih kurs dengan notional amount. Nasabah membeli Forward $ 1 jt Trade Date 5 Jun Kurs: 13000 Maturity Date 5 Sep Maturity Date 5 Sep Kurs: 13500 + Buy Fwd + Buy Fwd $1 jt - Sell Spot Netting Bank membayar kepada Nasabah sebesar (13500 13000) * $1 Jt = Rp.500 jt

4 15

16 Pelarangan Bank memberikan kredit atau pembiayaan dalam valuta asing dan/atau atau dalam Rupiah untuk kepentingan transaksi derivatif, Interpretasi pasal 17 PBI No. 16/16/PBI/2014 tentang Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah antara Bank dengan Pihak Domestik: Melarang Bank memberikan kredit atau pembiayaan dalam valuta asing dan/atau dalam Rupiah untuk kepentingan transaksi derivatif, kecuali transaksi derivatif yang dilakukan dalam rangka ekspor impor a. Transaksi derivatif dilakukan dengan bank yang sama Bank A Kredit CCS Debitur b. Transaksi derivatif dilakukan dengan bank lain Bank A Kredit Debitur CCS Bank B Pelaku pasar memerlukan klarifikasi apakah transaksi tersebut dapat dilakukan berdasarkan ketentuan existing?

17 1. Definisi Transaksi valas/idr & Transaksi Derivatif valas/idr 4. Kredit atau pembiayaan Bank untuk kegiatan perdagangan dan investasi, dapat menjadi underlying transaksi derivatif valas/idr dalam rangka lindung nilai oleh nasabah. Pokok-pokok Penyesuaian PBI 16/16/PBI/2014 2. Kewajiban mitigasi risiko bank yang dapat melakukan transaksi valas/idr (termasuk CCS) 3. Penegasan cakupan underlying perdagangan dan investasi termasuk perkiraan pendapatan dan biaya (income and cost estimation)

18 Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah adalah transaksi jual beli valuta asing terhadap Rupiah dalam bentuk: a. Transaksi Spot pot,, termasuk transaksi yang dilakukan dengan valuta today dan/atau valuta tomorrow; b. Transaksi Derivatif Valuta Asing Terhadap Rupiah yang standar (plain vanilla), dalam bentuk forward, swap, option, dan swap (CCS). dan cross currency Transaksi Derivatif Valuta Asing Terhadap Rupiah adalah transaksi yang didasari oleh suatu kontrak atau perjanjian pembayaran yang nilainya merupakan turunan dari nilai tukar valuta asing dan Rupiah, atau gabungan turunan dari nilai tukar valuta asing dan Rupiah dan suku bunga (valuta asing dan Rupiah), sepanjang bukan merupakan structured product valuta asing terhadap Rupiah.

19 Dalam melakukan kegiatan Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah, Bank wajib: a. memiliki pedoman internal tertulis sebagaimana dimaksud dalam ketentuan otoritas perbankan yang mengatur tentang transaksi derivatif dan penerapan manajemen risiko Bank; PBI No. 11/25/PBI/2009 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bank Umum b. memenuhi ketentuan otoritas perbankan yang mengatur mengenai kategori Bank yang dapat melakukan kegiatan transaksi valuta asing; PBI 14/26/PBI/2012 tentang Kegiatan Usaha Bank Umum Berdasarkan Modal Inti c. menerapkan manajemen risiko secara efektif sebagaimana dimaksud dalam ketentuan otoritas perbankan yang mengatur mengenai penerapan manajemen risiko Bank; PBI No. 11/25/PBI/2009 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bank Umum d. melakukan self assessment mengenai kesiapan manajemen risiko Bank sebagaimana dimaksud dalam ketentuan otoritas perbankan yang mengatur mengenai transaksi derivatif dan tingkat kesehatan Bank Umum; PBI No 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum e. melakukan mark-to to-market untuk Transaksi Derivatif Valuta Asing Terhadap Rupiah sebagaimana dimaksud dalam ketentuan otoritas perbankan yang mengatur mengenai transaksi derivatif dan penerapan manajemen risiko Bank; dan PBI 7/31/PBI/2005 tentang Transaksi Derivatif f. memberikan edukasi tentang Transaksi Derivatif Valuta Asing Terhadap Rupiah kepada Nasabah untuk pelaksanaan kegiatan Transaksi Derivatif Valuta Asing Terhadap Rupiah.

20 Underlying Transaksi perdagangan barang dan jasa dan/atau atau investasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi juga perkiraan pendapatan dan biaya (income and expense estimation). Pemberian kredit atau pembiayaan Bank dalam valuta asing dan/atau dalam Rupiah untuk kegiatan perdagangan dan investasi, dapat menjadi Underlying Transaksi dari Transaksi Derivatif Valuta Asing Terhadap Rupiah dalam rangka lindung nilai.

5 21

22 SAAT INI Jangka waktu transaksi derivative paling singkat 1 (satu) minggu, yang dihitung berdasarkan tanggal dimulai transaksi derivative, sampai dengan jatuh waktu transaksi derivative dan paling lama dengan jangka waktu investasi Persyaratan transaksi derivative dengan jangka waktu paling singkat 1 (satu) minggu sebagaimana yang dimaksud pada pasal 7 huruf d dikecualikan untuk transaksi forward beli valuta asing (oleh bank) terhadap rupiah antara bank dengan pihak asing dalam rangka penyelesaian transaksi investasi

23 SAAT INI DERIVATIVE JUAL $ OLEH ASING (Tenor < 1 minggu) Bank Domestik Trade $ Transaksi Derivatif JualUSD/IDR Fwd/Swap/Option Pihak Asing Rp Settlements 3 hari Diperbolehkan Vostro Account RP Rp Custodian Beli SSB Settlements 3 hari Securities Firm

24 Bank Domestik Rp SAAT INI LARANGAN TRANSAKSI DERIVATIVE BELI $ OLEH PIHAK ASING (Tenor < 1 minggu) $ Transaksi Derivatif JualUSD/IDR Fwd/Swap/Option Settlements 3 hari Vostro Account RP Pihak Asing Custodian Kebutuhan Menghapus Larangan Derivative Beli Tenor < 1 minggu oleh Pihak Asing Kebutuhan FX derivatif pihak asing tidak hanya tenor jk. panjang, namun terdapat kebutuhan utk tenor-tenor jk.pendek terutama utk menyesuaikan dengan setlement SSB Equality treatment bagi pihak asing pd saat pembelian SSB dan penjualan SSB Pasal 7 butir d : Jangka waktu transaksi beli derivative paling singkat 1 (satu) minggu, yang dihitung berdasarkan tanggal dimulai transaksi derivative, sampai dengan jatuh waktu transaksi derivative dan paling lama dengan jangka waktu investasi Rp Securities Firm Jual SSB Settlements 3 hari Dimasa lalu terdpt FX derivatif jk.pendek (O/N, T/N swap) yg dilakukan utk spekulasi, namun hal tsb saat ini sdh tidak dimungkinkan krn kewajiban underlying dan larangan structured products.

25 1. Memperluas Definisi Transaksi valas/idr & Transaksi Derivatif valas/idr 4. Menghapus persyaratan jangka waktu minimum transaksi derivatif 1 minggu Pokok-pokok Penyesuaian PBI 16/17/PBI/2014 2. Pengaturan persyaratan/kewajiban bank yang dapat melakukan transaksi valas/idr (termasuk CCS) terkait mitigasi risiko 3. Memperluas cakupan underlying perdagangan dan investasi termasuk perkiraan pendapatan dan biaya (income and cost estimation)

26 Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah adalah transaksi jual beli valuta asing terhadap Rupiah dalam bentuk: a. Transaksi Spot pot,, termasuk transaksi yang dilakukan dengan valuta today dan/atau valuta tomorrow; b. Transaksi Derivatif Valuta Asing Terhadap Rupiah yang standar (plain vanilla), dalam bentuk forward, swap, option, dan dan cross currency swap (CCS). Transaksi Derivatif Valuta Asing Terhadap Rupiah adalah transaksi yang didasari oleh suatu kontrak atau perjanjian pembayaran yang nilainya merupakan turunan dari nilai tukar valuta asing dan Rupiah, atau gabungan turunan dari nilai tukar valuta asing dan Rupiah dan suku bunga (valuta asing dan Rupiah), sepanjang bukan merupakan structured product valuta asing terhadap Rupiah.

27 Dalam melakukan kegiatan Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah, Bank wajib: a. memiliki pedoman internal tertulis sebagaimana dimaksud dalam ketentuan otoritas perbankan yang mengatur tentang transaksi derivatif dan penerapan manajemen risiko Bank; PBI No. 11/25/PBI/2009 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bank Umum b. memenuhi ketentuan otoritas perbankan yang mengatur mengenai kategori Bank yang dapat melakukan kegiatan transaksi valuta asing; PBI 14/26/PBI/2012 tentang Kegiatan Usaha Bank Umum Berdasarkan Modal Inti c. menerapkan manajemen risiko secara efektif sebagaimana dimaksud dalam ketentuan otoritas perbankan yang mengatur mengenai penerapan manajemen risiko Bank; PBI No. 11/25/PBI/2009 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bank Umum d. melakukan self assessment mengenai kesiapan manajemen risiko Bank sebagaimana dimaksud dalam ketentuan otoritas perbankan yang mengatur mengenai transaksi derivatif dan tingkat kesehatan Bank Umum; PBI No 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum e. melakukan mark-to to-market untuk Transaksi Derivatif Valuta Asing Terhadap Rupiah sebagaimana dimaksud dalam ketentuan otoritas perbankan yang mengatur mengenai transaksi derivatif dan penerapan manajemen risiko Bank; dan PBI 7/31/PBI/2005 tentang Transaksi Derivatif f. memberikan edukasi tentang Transaksi Derivatif Valuta Asing Terhadap Rupiah kepada Nasabah untuk pelaksanaan kegiatan Transaksi Derivatif Valuta Asing Terhadap Rupiah.

28 Underlying Transaksi perdagangan barang dan jasa dan/atau atau investasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi juga perkiraan pendapatan dan biaya (income and expense estimation).

29 29