HAND OUT STATISTIK NON PARAMETRIK

dokumen-dokumen yang mirip
METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Karena

S T A T I S T I K A OLEH : WIJAYA

BAB IV ANALISIS DATA. analisis paired sample T-test yaitu Ada atau tidaknya Pengaruh Terapi Rational

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN. penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan

HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN DASAR SURVEY

BAB III METODE PENELITIAN. adalah untuk mengetahui kontribusi motivasi dan minat bekerja di industri

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, Definisi Variabel Penelitian,

BAB III METODE PENELITIAN. identifikasi variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, subjek

BAB III RANCANGAN PENELITIAN. tujuan utama yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk memperoleh

III. METODE PENELITIAN. menggunakan kuesioner sebagai teknik pokok. Penelitian yang bersifat

BAB III METODE PENELITIAN

1 ANGKET PERSEPSI SISWA TERH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun lokasi penelitian ini adalah Madrasah Hifzhil. Yayasan Islamic Centre Medan yang terletak di Jl.

Contoh Proposal Skripsi Makalahmudah.blogspot.com

III. METODE PENELITIAN

BAB. III METODE PENELITIAN. A.Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.

BAB III METODE PENELITIAN. Sedangkan penelitian ini akan dilaksanakan di SMPN 6 Kerinci Kanan,

Hubungan Layanan Informasi Dengan Kreativitas Belajar Siswa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan asosiatif simetris, yaitu hubungan yang bersifat sebab-akibat yang

III. METODE PENELITIAN. ilmiah, apabila penelitian tersebut menggunakan metode atau alat yang tepat. dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif.

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. hasil. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:136) metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian merupakan rencana atau metode yang akan ditempuh

Seminar Nasional Pendidikan Biologi FKIP UNS 2010

ANALISIS KORELASI. Konsep. Konsep (lanjutan) Arah hubungan. Agus Susworo Dwi Marhaendro

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HUBUNGAN UMPAN BALIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP NEGERI 9 BATANG

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Asosiatif dengan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang

Dan koefisien korelasi parsial antara Y, X 2 apabila X 1 dianggap tetap, dinyatakan sebagai r y 2.1 rumusnya sebagai berikut:

B. Konsep dan Variabel Penelitian BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. Pendekatan penelitian yang digunakan penulis adalah

*ANALISIS KORELASI* { }

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA MAHASISWA KURANG MAMPU PADA STMIK BUDIDARMA MEDAN MENERAPKAN METODE PROFILE MATCHING

BAB XII ANALISIS JALUR (PATH ANALYSIS) APA SIH?

4 Departemen Statistika FMIPA IPB

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH KEPEMIMPINAN DOSEN DAN KEMAMPUAN PRAKTIKUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MATAKULIAH FISIKA MODERN

STATISTIKA NONPARAMETRIK

ANALISIS PENGARUH HARGA JUAL DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN AYAM POTONG DI UD. SUPPLIER DAGING AYAM KOTA TANGERANG

BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD. hidup salahsatunyaadalah Regresi Proportional Hazard. Analisis

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan strategi umum yang dianut dalam

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

HUBUNGAN KEBUGARAN JASMANI DENGAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 8 BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PENGUKURAN RELIABILITAS DAN VALIDITAS SOAL MATEMATIKA BIDANG TEKNIK UNTUK TES MASUK CALON MAHASISWA BARU POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

IV. METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

Analisis Pengaruh Marketing Mix Terhadap Kepuasan Konsumen Sepeda Motor

ANALISA PENGARUH SISTEM MANAJEMEN TQC TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN PRODUK (STUDI KASUS PADA PT. SINAR KAYU ABADI SURABAYA)

PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM MENENTUKAN PENDIRIAN LOKASI GRAMEDIA DI SUMATERA UTARA

Pengembangan instrumen penilaian kemampuan berfikir kritis pada pembelajaran fisika SMA

98 Jurnal Fisika Edukasi (JFE) Vol.2 No.2 Oktober 2015

PENGARUH KOMPENSASI DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN USAHA KOMPUTER DI KOTA BANJARMASIN

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN MANAJEMEN DIRI DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 6 KOTA JAMBI

BAB II Tinjauan Teoritis

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

PENGARUH KINERJA KEPALA DESA TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI KERJA PERANGKAT DESA. (Studi pada Desa Sumbergede Kec. Sekampung Kab.

PENGARUH MODEL PRODUK TERHADAP TINGKAT VOLUME PENJUALAN Studi Kasus Pada Telepon Selular Merek Nokia Pada PT. Bimasakti

REGRESI. Imam Gunawan

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis mengenai pengaruh service

BAB 2 DASAR TEORI. on maka S 1. akan off. Hal yang sama terjadi pada S 2. dan S 2. Gambar 2.1 Topologi inverter full-bridge

PERCOBAAN 14 RANGKAIAN BAND-PASS FILTER AKTIF

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

ANALISIS PERBANDINGAN METODE SAW DAN TOPSIS DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI CALON DOSEN STMIK PALANGKARAYA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. banyaknya komponen listrik motor yang akan diganti berdasarkan Renewing Free

Angga Setiawan 1, Saripin 2, Ni Putu Nita Wijayanti 3 No. HP.

BAB VII ANALISIS VARIANSI KLASIFIKASI 2 ARAH DENGAN INTERAKSI

3Dok(xx) campuran salah satu strain R. Trifolii dengan

I Wayan Teresna 1, Djoko Suhantono 1. Bali,Phone : , Fax: Abstrak

Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Penerima Beasiswa Menggunakan Fuzzy Multi Attribut Decision Making (FMADM) dan Simple Additive Weighting (SAW)

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 89 TAHUN 2013 TENTANG PANDUAN RANCANG KOTA KORIDOR CILEDUG

Komponen Struktur Tekan

BAB III METODE PENELITIAN

APLIKASI PENGELOLAAN DATA KERJA PRAKTEK MAHASISWA (STUDI KASUS: FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS SEMARANG)

Transkripsi:

HAND OUT STATISTIK NON PARAMETRIK KASUS (k) SAMPEL BERHUBUNGAN Oleh : Aief Sudajat, S. Ant, M.Si PRODI SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 006

KASUS (k) SAMPEL BERHUBUNGAN Pada bagian ini akan disajikan mengenai bebagai uji statistik yang akan digunakan untuk menguji hipotesis nol (H 0 ) antaa tiga kelompok atau lebih (k sampel), khususnya pada sampel yang behubungan atau bepasangan.. Ati dai kata sample behubungan atau sample yang bepasangan adalah semua sample diambil bedasakan pada kaakteistik populasi yang sama atau populasi yang identik. Sampel bepasangan dapat dibentuk dengan dua caa yaitu petama mempelakukan sampel yang sama di bawah k kondisi atau pelakuan yang bebeda (tegang, santai, lucu dll), sehingga setiap subyek meupakan pengontol diinya sendii tehadap bebagai macam kondisi yang akan ia teima. Untuk yang kedua, peneliti dapat menggunakan metode pasangan, yaitu memasangkan subyek pada k kelompok yang bebeda dan kemudian mempelakukan k kelompok tesebut ke dalam k kondisi yang bebeda. Untuk caa yang petama, peneliti tidak akan banyak menemui bebagai kesulitan dan hambatan dalam poses pemasangan antaa bebagai sampel sebab subyek yang akan dipasangkan atau yang menjadi pasangannya adalah diinya sendii. Bebeda bilamana peneliti mencoba caa yang kedua yaitu memasangkan k sampel yang beasal dai subyek yang bebeda. Di dalam poses pemasangan k sampel dai subyek yang bebeda ini, kita tidak bisa melakukan poses pemasangan subyek setiap sampel dengan caa yang sembono. Hal ini disebabkan adanya pesyaatan yang haus dipenuhi. Pesyaatan tesebut bekaitan dengan upaya untuk memilih dua subyek pasangan yang semiip mungkin dalam hal kaakteistiknya sehubungan dengan vaiabel-vaiabel lua yang mungkin mempengauhi jalanya poses penelitian. 1

Metode pasangan menuntut dipilihnya sejumlah pasangan yang memiliki kaakteistik yang sama. Misalnya bilamana kita ingin memasangkan seoang muid yang memiliki kemampuan dan motivasi yang sangat baik (melalui pengukuan tetentu) maka kita haus mencainya pada muid dai kelompok lain yang memiliki kamampuan dan motivasi yang sama. Sepintas, caa sepeti ini kelihatan sangat mudah sekali. Akan tetapi di dalam paktek di lapangan, kita akan seing menemui banyak kendala. Hal ini disebabkan ketebatasan kemampuan kita dalam memasangkan oang. Ketebatasan ini lebih banyak disebabkan oleh ketidaktahuan kita tentang vaiabel-vaiabel yang elevan yang menentukan tingkah laku manusia. Tidak ada pasangan yang tepat yang akan kita dapatkan dalam poses semacam ini, kecuali dengan memasangkan dengan diinya sendii. Oleh sebab itu, sampel behubungan atau bepasangan seyogyanya menggunakan setiap subyek sebagai pengontol diinya sendii dibandingkan dengan memasangkan pada subyek yang lain namun diasumsikan memiliki kaakteisik yang sama, baik kepibadian, sikap atau peilaku yang lain. Tidak ada pasangan manusia yang identik kecuali bila manusia itu dipasangan dengan diinya sendii. Test Q Cochan Uji Q-Cochan meupakan metode untuk menguji apakah tiga himpunan fekuensi atau poposi bepasangan (atau lebih dai tiga) saling bebeda signifikan di antaa meeka. Pemasangan sample dapat didasakan atas cii-cii yang elevan dalam subyeksubyek yang belainan, atau bedasakan kenyataan bahwa subyek-subyek yang sama dibawah kondisi-kondisi yang bebeda. Uji ini dipakai bilamana data yang digunakan

beskala nominal atau odinal yang dikotomi (tepisah menjadi dua, misalnya ya dan tidak ). Q = ( k 1) k G ( G ) n k k i i j= 1 j= 1 n k L L i i= 1 i= 1 i G i = Jumlah Keseluuhan Suskses dalam kolom ke j G = Mean G i L i = Jumlah Keseluuhan sukses dalam bais ke-i k = Kolom Posedu penggunaan test Q Cochan 1. untuk data yang beifat dikotomis (bepisah dua), beikanlah sko 1 untuk setiap sukses dan sko 0 untuk setiap kegagalan. tuliskan sko-sko tesebut ke dalam table k x N dimana k = kolom dan N = bais (banyak kasus dalam tiap kelompok k) 3. tentukan haga Q dengan caa memasukan ke dalam umus 4. bandingkan antaa haga Q hitung dengan Q tabel atau tabel haga kitis Chi Kuadat (Tabel C dalam bukunya Sidney Siegel) 5. lihat nilai db-nya, dicai dengan umus db= k-1 (pada sisi kii tabel) 6. bilamana db sudah ditemukan, taik ke kii untuk mencai taaf signifikansi atau taaf kepecayaannya (α = 0,05 atau α = 0,01) 7. bila sudah ketemu lihat nilai Q tabel dai pesilangan antaa nilai taaf signifikansi dengan nilai db 8. bandingan nilai Q hitung dengan Q tabel, bila Q hitung lebih besa dai Q tabel, tolaklah H0-nya dan teimalah H1-nya. 3

Contoh Soal: Kita mencoba untuk melihat apakah pengauh keamahan seoang pewawancaa dtehadap tanggapan atau jawaban seoang esponden (paa ibu umah tangga) dalam suatu suvai pendapat.. Pewawancaa dilatih dengan suatu metode tetentu aga dapat melakukan poses wawancaa dalam tiga kondisi. Kondisi tesebut adalah, wawancaa ke-1, seoang pewawancaa mampu menunjukan pehatian, keamahan dan antusias, wawancaa ke- menunjukan kefomalan, kebehati-hatian, dan kesopanan, wawancaa ke-3 menunjukan ketiadaan pehatian, ketebuu-buuan dan fomalitas yang kasa. Diketahui : a. Hipotesa (H 0 ) : Kemungkinan jawabab ya tidak ada pebedaan untuk ketiga jenis wawancaa, (H 1 ) : Kemungkinan jawabab ya bebeda menuut jenis wawancaanya b. Test Statistik : Uji Q-Cochan (sample lebih dai kelompok behubungan (k=3) dan data tepisah dua atau dikotomis (ya-tidak) ) c. Tingkat Signifikansi : α = 0,01 dan N = 18 d. Db = k-1 = (3-1) = e. Daeah Penolakan : semua haga yang sedemikian besa f. Keputusan : epesentasikan jawaban ya dengan 1 dan jawaban tidak dengan 0 4

Responden Wawancaa Wawancaa Wawancaa 1 L i L i 1 3 1 0 0 0 0 0 1 1 0 4 3 0 1 0 1 1 4 0 0 0 0 0 5 1 0 0 1 1 6 1 1 0 4 7 1 1 0 4 8 0 1 0 1 1 9 1 0 0 1 1 10 0 0 0 0 0 11 1 1 1 3 9 1 1 1 1 3 9 13 1 1 0 4 14 1 1 0 4 15 1 1 0 4 16 1 1 1 3 9 17 1 1 0 4 18 1 1 0 4 G 1 = 13 G = 13 18 18 G 3 = 3 L Li i= 1 i= 1 5

Q = ( k 1) k G ( G) n k k i i j= 1 j= 1 n k L L i i= 1 i= 1 i Q = Q = ( ) (3 1) 3 (13) (13) (3) + + (9) 3(9) 63 ( ) () 3 347 (841) 89 63 Q = Q = ( ) () 3 347 (841) 89 63 [ ] () 1041 841 4 Q = ()[ 00] 4 900 Q = = 16,6 4 Q = 16,7 6

Hasil penghitungan cocokan dengan Tabel C dengan db= Hasil Pembacaan Q Tabel menunjukan bahwa X (0,01 = 9,1) dan (0,001 = 13,8) dan Q Hitung sebesa 16,7. Q Hitung lebih besa dai Q tabel (0,01 = 9,1) dan (0,001 = 13,8). Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa kita menolah H0-nya 7

8

Analisis Vaian Ranking Dua Aah Fiedman X Uji Analisis vaian Ranking Dua Aah Fiedman dapat digunakan bilamana k sampel yang bepasangan memiliki skala data odinal atau angking. Uji Analisis vaian Ranking Dua Aah Fiedman menentukan apakah jumlah keseluuhan angking ( R ) bebeda signifikan. j X 1 = ( ) 3 ( 1 + N k+ ) k Rj Nk( k 1) j= 1 Posedu penggunaan Analisis Vaian Rangking Dua Aah Fiedman X 1. tuliskan sko-sko yang didapatkan dalam suatu tabel yang memiliki k kolom (kondisi) dan N bais (subyek atau kondisi). beikan angking pada sko-sko yang sudah kita tulis pada masing-masing bais dai 1 hingga ke k 3. hitunglah jumlah angking di tiap kolom ( R j ) 4. hitunglah haga Analisis Vaian Rangking Dua Aah Fiedman dengan menggunakan umus 5. jika jumlah N dan atau k yang kita gunakan lebih besa dai dafta yang ditunjukan pada tabel N. Maka kita pelu membandingkan antaa haga X hitung dengan X tabel atau tabel haga kitis Chi Kuadat (Tabel C dalam bukunya Sidney Siegel) 6. lihat nilai db-nya, dicai dengan umus db= k-1 (pada sisi kii tabel) 7. bilamana db sudah ditemukan, taik ke kii untuk mencai taaf signifikansi atau taaf kepecayaannya (α = 0,05 atau α = 0,01) 8. bila sudah ketemu lihat nilai X tabel dai pesilangan antaa nilai taaf signifikansi dengan nilai db 9. bandingan nilai X hitung dengan X tabel, bila X hitung lebih besa dai X tabel, tolaklah H0-nya dan teimalah H1-nya. 9

Soal: Peneliti mencoba melihat apakah 3 kondisi yang bebeda mempengauhi sko kemampuan mahasiswa sosiologi UNESA di dalam poses pembuatan poposal penelitian di kampus. Kondisi petama, mahasiswa di fasilitasi dengan pepustakaan digital dalam jaingan LAN, kedua difasilitasi dengan pepustakaan manual dan yang ketiga difasilitasi dengan pepustakaan dalam jaingan intenet. Apakah pebedaan kondisi yang dibeikan kepada mahasiswa ini akan mempengauhi kecepatan mahasiswa sosiologi di dalam meancang suatu penelitian sosial yang baik. Diketahui : a. Hipotesa (H 0 ) : pebedaan pembeian fasilitas tidak membawa pengauh pada kecepatan mahasiswa sosiologi dalam membuat poposal penelitian social yang baik, (H 1 ) : pebedaan pembeian fasilitas membawa pengauh pada kecepatan mahasiswa sosiologi dalam membuat poposal penelitian social yang baik. b. Test Statistik : Uji Analisis Vaian Rangking Dua Aah Fiedman (sample lebih dai kelompok behubungan (k=3). c. Tingkat Signifikansi : α = 0,01 dan N = 18 d. Db = k-1 = (3-1) = e. Daeah Penolakan : semua haga yang sedemikian besa f. Keputusan : X 10

KELOMPOK RANGKING A B C 1 1 3 3 1 3 1 3 4 1 3 5 3 1 6 1 3 1 7 3 1 8 1 3 9 3 1 10 3 1 11 3 1 1 3 1 13 3 1 14 3 1 15,5,5 1 16 3 1 17 3 1 18 3 1 R 38,5 4,5 6 j Bilamana ditemukan sko yang sama sepeti pada bais ke 15, maka kita pelu menjumlah angking yang sehausnya kemudian dibagi dua. Jadi pada bais ke 15, angking yang sehausnya adalah dan 3. kemudian kita jumlahkan +3 =5 dan dibagi menjadi,5. 11

X 1 = ( ) 3 N( k+ 1) + k Rj Nk( k 1) j= 1 X 1 = ((39,5) + (4,5) + (6, 0) ) 3.18(3+ 1) + k (18.3)(3 1) j= 1 X k 1 = ((1560,5) + (1806,5) + (676)) 54(4) (54)(4) j= 1 X X 1 = ( ) 16 (404,5) (16) = ( ) 0,05555.404,5 (16) (4,560875) (16) X = X = 8,560875 Hasil penghitungan cocokan dengan Tabel C dengan db= Hasil Pembacaan X Tabel menunjukan bahwa X (0,01 = 9,1) dan (0,001 = 13,8) dan X Hitung sebesa 16,7. X Hitung lebih besa dai X tabel (0,01 = 9,1) dan (0,001 = 13,8). Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa kita menolak H0-nya 1

13

14

15

Kasus k Sampel Independen ANALISIS VARIAN RANKING SATU ARAH KRUSKAL WALLIS H k 1 Rj = 3( N 1) N( N + 1) + n j= 1 j k = banyak sample n j = banyak kasus salam sample ke-j N = nj = banyak kasus dalam semua sample k j= 1 = menunjukan kita haus menjumlahkan seluuh k sample (kolom) mendekati distibusi chi-kuadat db= k-1 16

Sko Keotoitean Kelompok Pendidik Dosen Beoientasi Guu Beoientasi Administato Pengajaan Administatif 96 8 115 18 14 149 83 13 166 61 135 147 101 109 Ranking Keotoitean Kelompok Pendidik Dosen Beoientasi Guu Beoientasi Administato Pengajaan Administatif 4 7 9 8 13 3 10 14 1 11 1 5 6 R 1 = R =37 R 3 =46 17

H k 1 Rj = 3( N + 1) N( N + 1) n j= 1 j H 1 () (37) (46) = + + 3(14 + 1) 14(14 + 1) 5 5 4 H 1 (484) (1369) (116) = 3(15) 14(15) + + 5 5 4 1 H = [ 96,8 + 73,8 + 59 ] 45 10 H = 0, 05714857[ 899, 6] 45 H = 51,4057149 45 H = 6,40571486 18

Bila : N 1 = 5 N = 5 N 3 = 4 H 6,4 P < 0,049 α = 0,05 Kesimpulan: Oleh kaena P = 0,049 dan α = 0,05 kita menolak H 0 dan meneima H 1 19

0

1

Tes χ untuk k sampel independen χ ( ) k Oij Eij = E i= 1 j= 1 ij Db= (k-1) (-1) A B C TOTAL X 10 14,5 110 110,93 15 119,81 355 Y 0 15,75 15 14,06 10 15,187 45 140 15 135 400 E 11 = 355 140 = 14,5 E 1 = 45 140 = 15,75 400 400 E 1 = 355 15 = 110,93 E = 45 15 = 14,06 400 400 E 13 = 355 135 = 119,81 E 3 = 45 135 = 15,187 400 400

χ k = j= 1 ( O ) ij Eij E ij χ = χ = ( 10 14,5) ( 110 110,93) ( 15 119,81) + + 14, 5 110,93 119,81 ( 0 15,75) ( 15 14,06) ( 10 15,18) + + 15,75 14,06 15,18 + χ χ = 0,145 + 0,00077 + 0,4 + 1,14 + 0,068 + 1,76 = 3,35 db= (k-1)(-1) db= (3-1) (-1) = x 1 = 3

Koelasi dan Koefisien 4

5

6

7

8

9

30

31