CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT

dokumen-dokumen yang mirip
I. PENDAHULUAN. Catu daya DC (power supply) merupakan suatu rangkaian elektronik yang. energi listrik untuk satu atau lebih beban listrik.

Adaptor/catu daya/ Power Supply

REKAYASA CATU DAYA MULTIGUNA SEBAGAI PENDUKUNG KEGIATAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM. M. Rahmad

RANGKAIAN INVERTER DC KE AC

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PROTOTIPE KONVEYOR SORTIR

PRAKTEK TV & DISPLAY

PERTEMUAN 12 ALAT UKUR MULTIMETER

BAB III PERANCANGAN. pembuatan tugas akhir. Maka untuk memenuhi syarat tersebut, penulis mencoba

BAB IV SISTEM KONVERSI ENERGI LISTRIK AC KE DC PADA STO SLIPI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III RANCANGAN SMPS JENIS PUSH PULL. Pada bab ini dijelaskan tentang perancangan power supply switching push pull

DASAR PENGUKURAN LISTRIK

Laporan Praktikum rangkaian listrik dan rangkaian logika. Power supply OLEH: PUTU NOPA GUNAWAN NIM : D

LAPORAN PRATIKUM TEKNOLOGI DISPLAY DAN TELEVISI OLEH : MUHAMMAD HUSIN 2005 / PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA

MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

VOLTAGE PROTECTOR. SUTONO, MOCHAMAD FAJAR WICAKSONO Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia

SEMIKONDUKTOR. Komponen Semikonduktor I. DIODE

MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

AVOMETER 1 Pengertian AVO Meter Avometer berasal dari kata AVO dan meter. A artinya ampere, untuk mengukur arus listrik. V artinya voltase, untuk

TINJAUAN PUSTAKA. Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan,

DIODA SEBAGAI PENYEARAH (E.1) I. TUJUAN Mempelajari sifat dan penggunaan dioda sebagai penyearah arus.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB II LANDASAN TEORI

RANCANG BANGUN SENSOR PARKIR MOBIL PADA GARASI BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560

Multimeter. NAMA : Mulki Anaz Aliza NIM : Kelas : C2=2014. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Lompat ke: navigasi, cari

TEORI DASAR. 2.1 Pengertian

Laporan Praktikum Analisa Sistem Instrumentasi Rectifier & Voltage Regulator

BAB III. RANCANG BANGUN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT. Dalam perancangan dan realisasi alat pengontrol lampu ini diharapkan

BAB III PERANCANGAN ALAT

USER MANUAL LAMPU EMERGENCY MATA DIKLAT : RANCANGAN ELEKTRONIKA SISWA XII ELEKTRONIKA INDUSTRI TEKNIK ELEKTRO SMKN 3 BOYOLANGU

III. METODOLOGI PENELITIAN. : Laboratorium Teknik Kendali Teknik Elektro Jurusan. Teknik Elektro Universitas Lampung

BAB III PERANCANGAN SISTEM KENDALI EXHAUST FAN MENGGUNAKAN BLUETOOTH

TIN-302 Elektronika Industri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun blok diagram modul baby incubator ditunjukkan pada Gambar 3.1.

Penyusun: Isdawimah,ST.,MT dan Ismujianto,ST.,MT Prodi D-IV Teknik Otomasi Listrik Industri

VERONICA ERNITA K. ST., MT. Pertemuan ke - 5

III. METODE PENELITIAN. dari bulan November 2014 s/d Desember Alat dan bahan yang digunakan dalam perancangan Catu Daya DC ini yaitu :

KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA. Prakarya X

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR 1 PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV ANALISA DAN PENGUKURAN. 4.1 Analisa dan Pengukuran Perangkat Keras (Hardware)

BAB III PERANCANGAN ALAT

RANGKAIAN PENYEARAH GELOMBANG (RECTIFIER) OLEH: SRI SUPATMI,S.KOM

LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2

ULANGAN MID SEMESTER GENAP. Mata Pelajaran : Ketrampilan Elektronika : VII (Tujuh) Hari/tanggal : Waktu :

KOMPONEN AKTIF. Resume Praktikum Rangkaian Elektronika

Adaptor. Rate This PRINSIP DASAR POWER SUPPLY UMUM

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKTRONIKA DASAR

LAB SHEET ILMU BAHAN DAN PIRANTI

Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

KOMPONEN-KOMPONEN ELEKTRONIKA

PERTEMUAN KE 3 KOMPONEN ELEKTRONIKA. Create : Defi Pujianto, S,Kom

PENGENALAN DAN PENGUKURAN KOMPONEN ELEKTRONIKA DASAR PONSEL

USER MANUAL LAMPU TAMAN OTOMATIS MATA DIKLAT : SISTEM PENGENDALI ELEKTRONIKA

Politeknik Negeri Bandung

BAB III METODOLOGI. rangkaian, kemudian ketika sensor mendeteksi objek output sensor yang berupa

III. METODE PENELITIAN. : Laboratorium Teknik Kendali Jurusan Teknik Elektro. Universitas Lampung

SISTEM KONVERTER DC. Desain Rangkaian Elektronika Daya. Mochamad Ashari. Profesor, Ir., M.Eng., PhD. Edisi I : cetakan I tahun 2012

BAB III PERANCANGAN SISTEM

II. KAJIAN PUSTAKA

SIMBOL DAN STRUKTUR DIODA

Jenis-jenis Komponen Elektronika, Fungsi dan Simbolnya

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat. Mulai. Tinjauan pustaka

Pertemuan 10 A. Tujuan 1. Standard Kompetensi: Mempersiapkan Pekerjaan Merangkai Komponen

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

MAKALAH KELOMPOK 2. Converter AC to DC

BAB III PERANCANGAN DAN KERJA ALAT

Kelompok 7. Anggota : 1. Sajaroh Tuduhri 2. Tati Mayasari 3. Triana Rahayu 4. Windi Mei Santi SOAL

Nama Praktikan :... NIM :... Program Studi :... Kelas :... Dosen Pengampu :...

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ELEKTRONIKA DASAR. Pertemuan Ke-3 Aplikasi Dioda Dalam Sirkuit. ALFITH, S.Pd,M.Pd

TAKARIR. periode atau satu masa kerjanya dimana periodenya adalah nol.

BAB III PERANCANGAN ALAT

USER MANUAL INVERTER DC TO AC 100VA MATA DIKLAT: RANCANGAN ELEKTONIKA

USER MANUAL ALARM ANTI MALING MATA PELAJARAN : ELEKTRONIKA PENGENDALI DAN OTOMASI

BAB IV PENGUJIAN PROPELLER DISPLAY

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

RANCANG BANGUN SUPLAI DAYA LISTRIK BEBAN PARSIAL 200 WATT MENGGUNAKAN AKUMULATOR DENGAN METODA SWITCHING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. relevan dengan perangkat yang akan dirancang bangun yaitu trainer Variable Speed

BAB III PERANCANGAN ALAT

1. Perhatikan gambar komponen elektronik di atas, merupakan simbol dari komponen. a. b. c. d. e.

BAB III PERANCANGAN ALAT. Gambar 3.1 Diagram Blok Pengukur Kecepatan

Modul 03: Catu Daya. Dioda, Penyearah Gelombang, dan Pembebanan. 1 Alat dan Komponen. 2 Teori Singkat. Reza Rendian Septiawan February 11, 2015

BAB III PERANCANGAN DAN CARA KERJA RANGKAIAN

BAB III METODE PROSES PEMBUATAN

Materi. Pengenalan elektronika Dasar. Pertemuan ke II. By: Khairil Anwar, ST.,M.Kom. Create: Khairil Anwar, ST., M.Kom

A. Kompetensi Mengukur beban R, L, C pada sumber tegangan DC dan AC

yaitu, rangkaian pemancar ultrasonik, rangkaian detektor, dan rangkaian kendali

KELOMPOK 4 JEMBATAN DC

Instruksi Kerja LABORATORIUM SISTEM KONTROL

BAB III PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI KERUSAKAN KABEL

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat

BAB I SEMIKONDUKTOR DAYA

AUDIO/VIDEO SELECTOR 5 CHANNEL DENGAN MIKROKONTROLER AT89C2051

Transkripsi:

CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT Hendrickson 13410221 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 2010 Dosen Pembimbing : Diah Nur Ainingsih, ST., MT.

Latar Belakang Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia memerlukan energi listrik untuk membantu proses berbagai kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Catu daya menjadi bagian yang penting dalam elektronika yang berfungsi sebagai sumber tegangan listrik misalnya pada baterai atau accu. Catu daya elektronik (atau catu daya yang digunakan dalam elektronik) seringkali berarti sebagai pengubah (altering), pengendalian (controlling), atau pengaturan (regulating) daya listrik. Dalam hal ini peralatan elektronik juga membutuhkan alat bantu yang berfungsi sebagai penguat pada komponen di dalam suatu peralatan elektronik. Dalam penulisan ilmiah ini penulis mengambil judul mengenai : CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT

Batasan Masalah dan Tujuan Penelitian Batasan Masalah : Komponen utama, yaitu : transformator, dioda dan kondensator. Komponen pendukung, yaitu : saklar, sekring (fuse), lampu indikator, voltmeter dan amperemeter, jack and plug, Printed Circuit Board (PCB), kabel dan steker, serta chasis dan ditambah dengan sevent segmen dengan tegangan input 220V, output variable. Tujuan Penelitian : 1. Untuk merancang pembuatan catu daya dengan menggunakan sevent segment sebagai indikator untuk mengetahui arus yang keluar. 2. Sebagai penguat tegangan dalam suatu peralatan elektronik.

Metode Penelitian a. Studi Pustaka Penulis mengacu pada referensi buku buku, tulisan tulisan ilmiah, maupun informasi dari internet yang berkaitan dengan penulisan. b. Proses Pembuatan Alat Setelah teori dan komponen yang dibutuhkan telah didapat, maka proses pembuatan alat bisa dimulai. c. Uji Coba dan Analisa Uji coba alat yang sudah terbuat, untuk dianalisa apakah alat berfungsi dengan baik sesuai dengan kegunaannya.

Cara Kerja Alat Blok Diagram Catu Daya Dengan Menggunakan Seven Segment. a. Pada catu daya menggunakan seven segment ini terdapat tiga bagian yaitu : penyearah (rectifier), penghalus (reservoir/ filter), dan pengatur tegangan output agar tetap berada dalam keadaan yang relatif konstan walaupun terdapat fluktuasi baik pada arus beban maupun pada tegangan input sumber. b. Secara umum blok diagram catu daya dengan menggunakan seven segment dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu input, proses dan output.

Cara Kerja Alat c. Diketahui bahwa pada bagian input dari blok diagram tersebut terdiri dari sumber tegangan 220V dan transformator step-down. d. Sumber tegangan ke transformator step-down, tegangan yang dibutuhkan adalah dengan cara menurunkan tegangan. Penurunan tegangan adalah bagian yang terdiri dari trafo jenis step-down yaitu yang berfungsi menurunkan tegangan yang berasal dari jala PLN 220 Volt menjadi searah (DC) yang sesuai dengan kebutuhan. e. Penyearah atau rectifier yaitu bagian yang terdiri dari satu, dua atau empat buah dioda yaitu yang berfungsi sebagai penyearah (rectifier) yaitu mengubah tegangan arus bolak-balik (AC) menjadi tegangan arus searah (DC). f. Penyaring atau filter adalah bagian yang terdiri dari kapasitor (kondensator) yang berfungsi sebagai penyaring atau meratakan tegangan listrik yang berasal dari rectifier. Dalam prakteknya pemasangan filter selain menggunakan kapasitor juga menggunakan komponen resistor (tahanan). Pengatur tegangan adalah bagian yang terdiri dari potensiometer yang berfungsi sebagai pengatur tegangan dan arus listrik yang berasal dari reserfoir/filter.

Blok Diagram Catu Daya Menggunakan Seven Segment

CARA KERJA BLOK DIAGRAM a. Blok Input terdapat sumber tegangan, trafo penurun tegangan, fuse, saklar, lampu indikator (LED). Pada bagian sumber tegangan AC yang berasal dari PLN merupakan jenis tegangan bolak-balik. Sedangkan tegangan DC merupakan tegangan jenis searah. Untuk sumber tegangan DC berasal dari trafo penurun tegangan sebesar 12 VDC yang terukur untuk menghaluskan tegangan agar dapat menghasilkan keluaran tegangan yang baik. b. Blok Proses terdapat enam bagian yaitu diode bridge, kapasitor, resistor, transistor, thyristor, potensiometer. Dioda bridge atau dikenal dengan sebutan jembatan dioda adalah rangkaian yang digunakan untuk penyearah arus (rectifier) dari AC ke DC. Dioda bridge digunakan sebagian penyearah pada power supply. Kapasitor adalah komponen elektronika yang mana bisa menyimpan arus listrik sementara pada komponen elektronika tersebut. Resistor adalah komponen dasar elektronika yang mana gunanya untuk menghambat atau membatasi arus listrik yang mengalir ke komponen lainnya dalam suatu rangkaian elektronika.

CARA KERJA BLOK DIAGRAM Transistor adalah komponen elektronika dasar yang bersifat semikonduktor yang digunakan untuk memutus dan menyambungkan arus listrik. Transistor berfungsi sebagai elemen kunci dalam amplifasi, deteksi, switching untuk arus listrik. Thyristor merupakan salah satu device semikonduktor yang paling penting dan telah digunakan ekstensif pada rangkaian elektronika daya. Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. c. Blok Output Pada blok output terdapat sevent segment, sekring / fuse. Display seven segment merupakan komponen yang berfungsi sebagai penampil karakter angka dan karakter huruf. Display seven segment sering juga disebut sebagai penampil 7 ruas. Sekring adalah suatu peralatan proteksi kerusakan yang disebabkan oleh arus berlebihan yang mengalir dan memutuskan rangkaian dengan meleburannya elemen sekring.

Rangkaian Catu Daya Variabel Menggunakan Seven Segment Jenis tegangan yang digunakan adalah AC (Alternating Current) untuk sumber tegangan yang berasal dari PLN sebesar 220 VAC, dan tegangan DC (Direct Current) tegangan yang berasal dari trafo. Dari sumber tegangan DC masuk ke saklar kutub satu kondisi ON yang terhubung ke sekring yang berfungsi sebagai pemutus beban lebih. Kemudian masuk ke dioda bridge yang berfungsi sebagai penyearah arus, kemudian terhubung ke thyristor yang berfungsi sebagai saklar dan pengendali daya AC. Kemudian terhubung ke resistor yang berfungsi sebagai penghambat arus listrik, kemudian terhubung ke kapasitor yang berfungsi sebagai penyimpan arus listrik sementara pada komponen elektronika. Kemudian terhubung ke transistor berfungsi sebagai elemen kunci dalam amplifasi, deteksi, switching untuk arus listrik dan pemutus dan menyambungkan arus listrik. lalu terhubung ke potensiometer atau lebih dikenal sebagai resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat diatur. Lalu seven segment sebagai indikator output-nya agar mudah untuk mengetahui arus atau tegangan yang keluar melalui seven segment tersebut.

Rangkaian Catu Daya Variabel Menggunakan Seven Segment Rangkaian catu daya variabel menggunakan seven segment ini dapat mengeluarkan sampai 5A dengan tegangan keluaran +3Volt -3Volt, +4,5Volt -4,5Volt, +6Volt -6Volt, +7Volt -7Volt, +9Volt -9Volt, +12Volt -12Volt.

Analisa dan Pembahasan Analisa Secara Rinci. Catu daya variable dengan menggunakan seven segment ini dapat digunakan untuk keperluan masyarakat yang biasa menggunakan barang elektronik tengan tegangan yang kurang dari 12V. Catu daya variable menggunakan seven segment ini dapat memberikan pengaturan garis beban yang sangat baik. Rangkaian didasarkan thyristor TIP 41A yang berfungsi sebagai rectifer yang dikendalikan silikon, dan berfungsi sebagai saklar dan pengendali daya AC. Tegangan catu positif didapat dari transformator melalui penyearah jembatan dari transistor C1815 dan TL431 berfungsi sebagai komponen elektronika dasar yang bersifat semikonduktor yang digunakan untuk memutus dan menyambungkan arus listrik., catu ke thyristor TIP 41A distabilkan oleh dioda bridge 427A, untuk menjaga agar jangkauan catu maksimal tidak terlampaui.

Analisa dan Pembahasan Pengambilan Data Pengamatan Untuk menyetel tegangan keluaran tiga Volt, mula-mula potensiometer diputar berlawanan arah jarum jam dan diatur hingga tegangan keluaran tepat tiga Volt. Dengan memutar potensiometer searah jarum jam penuh, maka tegangan keluaran yang didapat sekitar 12V. Koneksi-koneksi bersama untuk anoda dalam tampilan LED LD1-LD3 secara bersamaan dihubungkan ke saluran catuan positif lewat potensiometer.

Analisa dan Pembahasan Penggunaan / Cara Kerja Alat Menghubungkan kabel rangkaian Catu daya ke arus PLN yaitu sebesar 220V untuk mengaktifkan rangkaian dan lampu indikator pun menyala. Pasang kabel output (+) dan (-) pada posisi masingmasing output. Dengan memutar potensiometer searah jarum jam hingga penuh maka tegangan keluaran yang akan didapat sekitar 12V.

Pengambilan Data Pengamatan Dengan cara mengamati dan mencatat saat memberi inputan berupa arus listrik AC menjadi DC dengan cara memutar potensiometer sampai mendapat keluaran 12V, dan dibantu dengan menggunakan alat multitester atau langsung menggunakan seven segment.

Kesimpulan Transformator (trafo) adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tegangan / daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan) dan juga untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Catu daya dengan menggunakan sevent segment sebagai indikator output. Dengan menggunakan tampilan seven segment lebih mudah menentukan arus yang keluar. Dan nilai pengukurannya sangat tepat, jika di bandingkan dengan multimeter kemungkinan nilai pengukurannya sedikit kurang tepat.

TERIMA KASIH