BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
MEMINIMASI JUMLAH PRODUK CACAT PADA PROSES PRODUKSI GULA DI PG. KARANGSUWUNG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latar Belakang Pendirian Pabrik Sejarah Perkembangan Pabrik

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. pemurnian nira yang ternyata masih mengandung zat zat bukan gula dari proses

- Menghantar/memindahkan zat dan ampas - Memisahkan/mengambil zatdengan dicampur untuk mendapatkan pemisahan (reaksi kimia)

LAPORAN KERJA PRAKTEK PT PG CANDI BARU SIDOARJO. Diajukan oleh : Elizabeth Silvia Veronika NRP: Lovitna Novia Puspitasari NRP:

AUDIT KINERJA PROSES PENGOLAHAN PADA PABRIK GULA

01 PABRIK GULA PG. KEBON AGUNG MALANG JAWA TIMUR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tebu (Saccarum officinarum L) termasuk famili rumput-rumputan. Tanaman

Lampiran 1 Daftar Wawancara

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB I. Indonesia tidak dapat terus menerus mengandalkan diri dari pada tenaga kerja

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penyaringan nira kental pada proses pengkristalan berfungsi untuk

BAB I PENDAHULUAN. Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Pabrik tersebut terletak di Jalan Binjai-Stabat. KM 32 dan beranjak ± 4000 m dari jalan utama.

BAB IX TEKNIK KIMIAWI

BAB I PENDAHULUAN. bumi ini yang tidak membutuhkan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

PEMBUATAN GULA MERAH DENGAN BAHAN DASAR TEBU (SACCHARUM OFFICIANARUM)

BAB I PENDAHULUAN. impor gula. Kehadiran gula impor ditengah pangsa pasar domestik mengakibatkan

IV. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN

3 METODOLOGI PENELITIAN

Tebu dari kebun dikirim ke pabrik menggunakan beberapa model angkutan : trailer (tebu urai), truk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman tebu, jika digiling akan menghasilkan air dan ampas dari tebu,

PENENTUAN RENDEMEN GULA TEBU SECARA CEPAT 1

Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo

Analisis Produksi Emisi CO 2 Pada Industri Gula Di PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) Tbk. (Studi Kasus Di Pabrik Gula Lestari)

Pemetaan Korosi pada Stasiun Pemurnian di Pabrik Gula Watoe Toelis Krian, Sidoarjo. Adam Alifianto ( )

KELAYAKAN TEKNO-EKONOMI MIGRASI TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI GULA KRISTAL PUTIH DARI SULFITASI KE DEFEKASI REMELT KARBONATASI

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

HASIL SAMPING INDUSTRI GULA TEBU

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memiliki gugus hemiasetal. Oleh karena itu sukrosa di dalam air tidak berada

Peneliti : Budi Santoso Fakultas Teknik Industri Univesitas Gunadarma PROSES PEMBUATAN GULA DARI TEBU PADA PG X

PG. TJOEKIR PENERAPAN INDUSTRI HIJAU BY: EDWIN RISANANTO SURABAYA, 16 FEBRUARI 2017

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tebu ( Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman penting sebagai penghasil

PERENCANAAN UNIT SENTRIFUGASI, PENGEMASAN DAN PENGGUDANGAN PABRIK GULA TEBU SHS 1A DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 2000 KUINTAL PER HARI

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK BAGI KETEL UAP

KIMIA TERAPAN (APPLIED CHEMISTRY) (PENDAHULUAN DAN PENGENALAN) Purwanti Widhy H, M.Pd Putri Anjarsari, S.Si.,M.Pd

BAB I PENDAHULUAN. Gula pasir merupakan kebutuhan pokok strategis yang memegang peran

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Sejarah Perusahaan PT. Perkebunan Nusantara II Pabrik Gula

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Pabrik Gula (PG) Kebon Agung merupakan salah satu perusahaan. keteknikan pertanian di Indonesia yang mengolah tebu menjadi gula. PG.

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang.

BAB I PENDAHULUAN. Gula adalah salah satu komoditas pertanian yang telah ditetapkan

PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU. Oleh : Dra. ZULTINIAR,MSi Nip : DIBIAYAI OLEH

Untuk Daerah Tertinggal

PERENCANAAN KETEL UAP PIPA API DENGAN KAPASITAS UAP HASIL 4500 Kg/JAM TEKANAN KERJA 9 kg/cm 2 BAHAN BAKAR AMPAS TEBU

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

LAPORAN HASIL PENELITIAN PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI LIMBAH BLOTONG PABRIK GULA DENGAN PROSES KARBONISASI SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN D S

BAB I PENDAHULUAN. akan dilakukan pada periode berikutnya. Jika tidak dilakukan penentuan. solusi terbaik dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Pabrik Sirup Glukosa dari Ubi Jalar (Ipomoea batatas ) dengan Proses Hidrolisa Enzim

BAB I PENDAHULUAN. arus globalisasi yang terus berjalan. Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan harus

TEKNOLOGI BERSIH PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG

Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN SUMBER KARBOHIDRAT

BAB III METODE PENELITIAN

INDUSTRI PENGOLAHAN GULA PT. PABRIK GULA CANDI BARU SIDOARJO LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN

DAFTAR PUSTAKA UNIVERSITAS MEDAN AREA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

ABSTRACT. Keywords:Fish bone diagrams, control charts, 5S, drops.

PENGARUH KONSENTRASI NaOH PADA PROSES PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU

BAB I PENDAHULUAN. peralatan untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Permasalahan umum yang ada di

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM ANALISA GULA

BAB I PENDAHULUAN. Tidak dapat dipungkiri bahwa minyak bumi merupakan salah satu. sumber energi utama di muka bumi salah. Konsumsi masyarakat akan

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 ANALISIS SITUASI

BAB I PENDAHULUAN. produk atau jasa. Melalui produktivitas, perusahaan dapat pula mengetahui. melakukan peningkatan produktivitas.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

VII. FAKTOR-FAKTOR DOMINAN BERPENGARUH TERHADAP MUTU

KATA PENGANTAR. Malang, Mei Penyusun

LAPORAN KERJA PRAKTEK DI PT. MADUBARU (PG/PS MADUKISMO) VITA UTARI DEWI

LAPORAN PRAKTEK LAPANGAN MEMPELAJARI ASPEK KETEKNIKAN DALAM PROSES PENYIMPANAN DAN PENGEMASAN GULA DI PG. MADUKISMO YOGYAKARTA

GULANAS PT. GULA ENERGY NUSANTARA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Pabrik Gula dari Nira Siwalan dengan Proses Fosfatasi-Flotasi

I PENDAHULUAN. tebu, bit, maple, siwalan, bunga dahlia dan memiliki rasa manis. Pohon aren adalah

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR PEMURNIAN. Nama : Shinta Wijaya NRP : Kelompok : E Meja : 10 (Sepuluh) Asisten : Tyas Citra Aprilia

III. METODOLOGI PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Universitas Sumatera Utara

I... INOUII: ~-:2/lf (/I 3

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

ANALISA PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DENGAN MELAKUKAN PENGUJIAN NILAI KALOR TERHADAP PERFOMANSI KETEL UAP TIPE PIPA AIR DENGAN KAPASITAS UAP 60 TON/JAM

Kata Kunci : evaluasi energi, kehilangan panas, penghematan energi

METODOLOGI AMDAL (EVALUASI DAMPAK)

BAB PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEPUNG BERAS

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK BAGI KETEL UAP

III. BAHAN DAN METODE. Aplikasi pengawet nira dan pembuatan gula semut dilakukan di Desa Lehan Kecamatan

Sekilas tentang Per-GULA-an Jember

Tabel I.1 Stasiun dan Fungsinya (Sumber:Rekaman Data PG Tasikmadu)

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan untuk menghasilkan suatu barang. Pentingnya masalah

Sistem Pengeringan Dorset untuk biomassa dan limbah unggas

Transkripsi:

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada tahun 1964 perusahaan NV My Handle Kian Gwan diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang bernama PT. Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) kemudian pada tanggal 1 Februari 1971 perusahaan NV My Handle Kian Gwan berubah nama menjadi PT. Perusahaan Ekspor Impor (PIE) Rajawali Nusindo dengan status kepemilikan modal secara keseluruhan dipegang oleh PT. PPEN. PT. Rajawali Nusantara Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan, impor, ekspor, serta menjadi grosir, supplier, dan distribusi obat-obatan, peralatan kesehatan, pengepakan dan pergudangan. Pada awalnya PT. Rajawali Nusantara Indonesia dibentuk untuk menunjang kelancaran penjualan produk-produk yang dihasilkan oleh kelompok sendiri untuk pasaran ekspor dan lokal, seperti: perdagangan obat-obatan atau alat kesehatan, penjualan gula atau tetes, CPO atau Palm Kernel, Teh dan Penyamakan kulit, serta menyediakan kebutuhan bahan baku, bahan pembantu obat-obatan, pupuk, pestisida untuk perkebunan, karung untuk pabrik gula dan lain sebagainya.dalam perkembangannya, sebagai perusahaan yang mandiri, PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) tidak hanya memasarkan produk-produk milik grup sendiri, tetapi juga melakukan perluasan usaha diberbagai bidang sesuai peluang bisnis yang tersedia dengan beragam cara termasuk membentuk usaha kemitraan dengan sesama BUMN maupun perusahaan swasta baik nasional atau internasional.kemudian RNI memisahkan unit distribusi dan perdagangan menjadi anak perusahaan sendiri yang diberi nama PT. Rajawali Nusindo yangberfokus dalam bidang pendistribusian produk-produk yang di hasilkan oleh anak perusahaan lain. PT. Rajawali Nusindo sendiri menangani tiga bidang kegiatan industri yang berbeda diantaranya yaitu bergerak dalam bidang Agro Industri, Farmasi dan Alat Kesehatan dan Perdagangan (umum). Daftar anak perusahaan yang terjun langsung menjalankan ketiga bidang industri tersebut dapat dilihat di lampiran 1.1 Pada Tugas Akhir ini yang menjadi fokus utama pembahasan adalah PT. Rajawali II yang memproduksi Gula Kristal Putih (GKP). Di PT. Rajawali II sendiri terdapat 3 unityaitu unit Pabrik Gula (PG), unit industri, dan unit usaha lain. Dimana setiap unitnya membawahi beberapa Perusahaan Terkait (PT) atau merupakan anak perusahaan, yang salah satunya adalah PG. Karangsuwung. Agar lebih lengkap lagi keterangan tersebut dapat dilihat di gambar bagan unitunit usaha PT. Rajawali II.

RNI GROUP PT.PG RAJAWALI II CIREBON UNIT PG UNIT INDUSTRI UNIT USAHA LAIN PG. SINDANGLAUT PG. KARANGSUWUNG PG. TERSANA BARU PSA. PALIMANAN PT INTI BAGAS PABRIK PUPUK NUSINDO FARMA : 1. APOTIK 2.LABORATORIUM DIAGNOSTIK 3. DOKTER SPESIALIS PG. SUBANG PG. JATITUJUH PT MITRA CANE TOP UNIT HORTIKULTURA DAN AGROMEDICINE PUSLIT AGRONOMI Sumber: PG. Karangsuwung Gambar 1.1 Unit-unit Bisnis PT. PG. Rajawali II PG. Karangsuwung merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang agro industri dengan produk berupa gula kristal dan tetes. Gula kristal adalah gula yang dihasilkan dari nira tebu sebagai bahan baku, yang dicampur dengan bahan kimia lainnya sebagai bahan pembantu yang melalui beberapa tahapan proses produksi menghasilkan gula kristal putihsehingga siap untuk di pasarkan. Sementara tetes adalah hasil samping pabrik gula yang merupakan cairan kental yang berwarna coklat, yang masih mengandung gula (sukrosa dan gula reduksi) dimana sukrosanya tidak dapat dikristalkan lagi dengan cara-cara biasa, sehingga secara teknis sudah tidak ekonomis untuk dikristalkan menjadi gula kristaldi pabrik-pabrik gula.dengan adanya tuntutan konsumen pengguna gula dengan kualitas yang baik, maka PG. Karangsuwung dituntut untuk lebih memperhatikan pengawasan mutu dalam proses produksi agar di dapat kualitas gula produksi yang baik sesuai dengan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ditetapkan. 1.1.1 Proses Pengolahan Gula Proses pengolahan gula secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Proses Penggilingan (Pemerahan)

Tujuan proses yaitu memerah nira dari batang tebu sebanyak-banyaknya dengan menekan kehilangan gula yang terbawa dalam ampas tebu sampai sekecil-kecilnya. Proses kerja pendahuluan: Batang tebu dicacah dengan unigrator menjadi serpihan-serpihan halus sehingga memudahkan proses selanjutnya yaitu pemerahan nira. Kerja Pemerahan Serpihan-serpihan halus batang tebu diperah dengan rol-rol gilingan, sehingga nira tebu dapat diperoleh (diambil) sebanyak-banyaknya yaitu pada gilingan I, II, III dan IV (4 battery gilingan). Analisa rendemen tebu diambil dari nira gilingan I yang disebut Nira Perahan Pertaman (NPP).Nira gilingan I dicampur dengan nira gilingan II disebut nira mentah yang akan diproses lanjut di Stasiun Pemurnian. Nira gilingan III dikembalikan ke ampas gilingan I yang akan masuk ke gilingan III. Ampas dari gilingan III selanjutnya masuk ke gilingan IV yang sebelumnya diberi air imbibisi panas (55 o C) yang fungsinya sebagai pengencer nira yang ada dalam ampas gilingan III sehingga nira yang ada dapat terperah sebanyak-banyaknya.sedangkan ampas yang keluar dari gilingan IV digunakan sebahai bahan bakar ketel (boiler) untuk dapat memproduksi uap sebagai tenaga penggerak mesin-mesin yang ada dalam pabrik. b. Proses Pemurnian Tujuan proses memisahkan kotoran (bukan gula) yang ada dalam nira tebu sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan nira dengan kemurnian yang setinggi-tingginya dengan menekan kehilangan gula dalam proses sampai sekecil-kecilnya Proses Kerja Nira mentah dipanaskan pada pemanas pendahuluan I (70 o C) selanjutnya ditambahkan susu kapur 12 o Bc pada peti Defekator dengan proses defekasi bertingkat.defekasi I ph = 7,2 7,4. Defekasi II ph = 8.2 8.4 dan Defekasi III ph = 9,2 9,5.Nira defekasi disulfitir pada peti reaksi sulfitasi nira mentah dengan dialiri gas SO 2. Sampai ph = 7.2, selanjutnya dipanaskan pada pemanas pendahuluan II (100º C). Dari pemanas pendahuluan II masuk ke prefloc tower yang tujuannya untuk mengeluarkan gas-gas atau udara yang terlarut dalam nira, yang selanjutnya masuksri Rapid Clarifier (peti pengendap) untuk memisahkan (bukan gula) dengan nira jernihnya. Nira kotor dari pengendap diproses lalu disaring pada Rotary Vacuum Filter dengan menghasilkan nira tapis dan blotong. Nira tapisnya dikembalikan ke peti nira mentah tertimbang, sedangkan blotongnya sebagai limbah padat dibuang ke lokasi penampungan blotong yang selanjutnya dapat digunakan sebagai pupuk.

c. Proses Penguapan Tujuan proses yaitu menguapkan air dalam nira jernih atau nira encer dari peti pengendap sampai diperoleh nira kental dengan kekentalan+ 30º C. Proses Kerja Nira jernih atau nira encer dipanaskan pada pemanas pendahuluan III (110 o C), selanjutnya diproses dalam bejana penguapan (Evaporator) dengan sistem quadruple effect pada kondisi vacuum+ 62 cm Hg. Adapun hasil proses penguapan adalah nira kental + 30º Bc dimasukkan dalam peti reaksi sulfitasi nira kental dengan dialiri gas SO 2 sebagai pemucat menghasilkan nira kental tersulfitir dengan ph = 5.4 5.6. d. Proses Pengkristalan Tujuan proses yaitu mengkristalkan sakarosa dalam larutan (nira kental) menjadi kristal gula. e. Proses Pemisahan Kristal Proses ini dilakukan menggunakan alat setrifugal untuk memisahkan kristal gula dari larutannya atau sirup f. Proses pengeringan Proses ini merupakan proses pengeringan gula kristal sebelum dikemas. g. Proses Penimbangan dan Pengepakan Gula Kristal Putih (GKP) yang dihasilkan ditimbang dikemas dalam karung plastik double (inner dan outer back) sebesar 50Kg sebelum disimpan dalam gudang penyimpanan. Proses produksi menjadi salah satu faktor untuk menentukan kualitas suatu produk, karena didalam proses produksi tidak semua produk sesuai dengan standar perusahaan atau terdapat produk yang cacat. Dengan adanya produk cacat, maka dapat membuat kerugian bagi perusahaan. Perhatian terhadap kualitas akan memberikan dampak positif bagi perusahaan, maka dari itu diperlukan peningkatan sistem kerja oleh perusahaaan untuk mengurangi produk cacat tersebut. Proses pengolahan gula dapat digambarkan dengan diagram alir sebagai berikut: Sumber: PG. Karangsuwung

Gambar 1.2 Alur Produksi Gula Data hasil produksi gula dari PG.Karangsuwung pada musim giling 2013 seperti dalam tabel berikut: Tabel 1.1 Hasil Produksi Gula 2013 Periode Hasil Produksi Gula ( Kw ) 26 Mei 2013 s/d 15 Juni 2013 749 16 Juni 2013 s/d 30 Juni 2013 1504 1 Juli 2013 s/d 15 juli 2013 2159 16 Juli 2013 s/d 31 Juli 2013 3339 1 Oktober 2013 s/d 15 Oktober 2013 9813 1 Agustus 2013 s/d 15 Agustus 2013 4044 15 Agustus 2013 s/d 31 Agustus 2013 5396 1 September s/d 15 September 2013 7005 16 September 2013 s/d 30 September 2013 8494 16 Oktober 2013 s/d 31 Oktober 2013 11060 1 November 2013 s/d 21 November 2013 12615 Sumber: PG. Karangsuwung Sumber: PG. Karagsuwung Gambar 1.3Grafik Hasil Produksi Gula 2013

Dengan adanya gambar diatas menunjukan bahwa PG. Karangsuwung mengalami fluktuasi hasil produksi gula pada tahun 2013 dengan beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi maka dari itu melakukan penelitian ini akan sangat bermanfaat untuk mencari tahu penyebab utama terjadinya penurunan hasil produksi. Gambar di bawah ini menjelaskan tentang bagaimana kegiatan Quality Control yang di terapkan oleh PG. Karangsuwung. PRODUK HASIL NON REJECT LOWQUALITY EKSPOR LOKAL LOKAL DIBUANG (DAUR ULANG) Sumber: PG. Karangsuwung Gambar 1.4Quality Control Produk PG.Karangsuwung Dari penjelasan diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki kecacatan yang terdapat pada Gula Kristal Putih yang diproduksi oleh PG. Karangsuwung. 1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana menganalisis peningkatan kualitas melalui pengendalian kualitas nira encer pada proses produksi di stasiun pemurnian dengan objek produk gula kristal. 1. Jenis cacat yang sering ditemukan pada produk yang diteliti adalah terdapat fluktuasi kualitas nira encer. 2. Faktor apakah yang mempengaruhi terjadinya cacat pada proses pengolahan gula kristal putih di PG. Karangsuwung? 3. Apa solusi yang dapat diambil oleh perusahaan untuk mengatasi masalah tersebut? 1.3 Ruang Lingkup Pembahasan Mengenai isi dari laporan tugas akhir membatasi ruang lingkup penelitian, yaitu: 1. Penelitian dilakukan di departemen produksi PG. Karangsuwung. 2. Objek penelitian adalah Gula Kristal Putih.

3. Jenis cacat yang ada yaitu terjadinya fluktuasi kejernihan serta kemurnian Nira Encer pada stasiun pemurnian. 1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui cacat pada proses pengolahan gula di stasiun pemurnian. 2. Mengetahui seluruh tahapan proses produksi gula di PG. Karangsuwung. 3. Mengetahui penyebab terjadinya cacat pada proses pemurnian. 4. Memberikan solusi yang berguna untuk mengatasi terjadinya kecacatan. 1.5 Sistematika Penelitian Sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : BAB 1 : PENDAHULUAN Bab ini berisikan Latar Belakang, Identifikasi dan Perumusan Masalah, Ruang Lingkup, Tujuan dan Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penelitian. BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan tentang teori yang berkaitan tentang penelitian. BAB 3 : METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menjelaskan tentang tahapan-tahapan proses penelitian yang berisikan Diagram Alir Penelitian dan Langkah-langkah Penelitian. BAB 4 : PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Bab ini berisikan tentang Gambaran Umum Perusahaan, Hasil Observasi Lapangan, Pengumpulan Data, Pengolahan Data, dan Analisis Data. BAB 5 :SIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan Kesimpulan dan saran berdasarkan hasil dari penelitian.