MANUSIA DAN AGAMA. Dede Rodin, M.Ag

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Koping Religius. menimbulkan masalah dinamakan koping. Koping adalah kemampuan

MANUSIA, AGAMA, DAN ISLAM. Presented By : Saepul Anwar, M.Ag.

Manusia, agama, dan islam

BAB I PENDAHULUAN. Manusia memiliki kebebasan untuk memeluk dan menjalankan agama menurut

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN. Pdt. Sundoyo GKJ Brayat Kinasih Yogyakarta

MATERI PERTEMUAN II. Kerangka Dasar Agama Islam Dan Ajaran Hukum Islam (Bagian Pertama)

TERMINOLOGIS KONSEP AGAMA SECARA ETIMOLOGIS DAN

ASAS-ASAS ISLAM. Agama Islam Iman & Taat Kenabian Pentafsiran Iman Ibadat-ibadat Agama & Syariah Hukum Syariah

BAB I PENDAHULUAN. secara kultural dengan wujud di atas manusia yang di asumsikan juga secara kultural dalam

BAB II LANDASAN TEORI. Llabel adalah bagian dari sebuah barang yang berupa keterangan (kata-kata) tentang

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Indonesia merupakan masyarakat majemuk dengan beragam etnis, Bahasa dan budaya Suku 300 Etnik Bahasa pulau

BAB II KERANGKA TEORI

Persatuan Dalam al-quran dan Sunnah

TEORISASI DAN STRATEGI PENDIDIKAN ISLAM Oleh : Fahrudin

Bimbingan Ruhani. Penanya:

BAB I PENDAHULUAN. yakni tingginya angka korupsi, semakin bertambahnya jumlah pemakai narkoba,

DAKWAH AMAR MA RUF NAHYI MUNKAR DAN JIHAD. Presented By : Saepul Anwar, M.Ag.

MAKALAH TUGAS KELOMPOK KLASIFIKASI AGAMA DAN PERAN AGAMA ISLAM DALAM KEHIDUPAN. Matakuliah: Agama Islam. Dosen: Muhadi, M.Pd.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kebahagiaan. Kebahagian di dalam hidup seseorang akan berpengaruh pada

BAB 2 PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN DEFINISI AGAMA DEFINISI AGAMA. Manusia dan Agama (IDA 102) 1/10/2013. Maruwiah Ahmat 1

Secara bahasa kata Islam berasal dari akar kata s-l-m : Penyerahan diri, pasrah, tunduk dan patuh dari makhluk kepada Khaliknya. Damai dan aman.

Spiritualitas Islam Dalam Pandangan Muhammadiyah. Farah Meidita Firdaus

Tauhid untuk Anak. Tingkat 1. Oleh: Dr. Saleh As-Saleh. Alih bahasa: Ummu Abdullah. Muraja ah: Andy AbuThalib Al-Atsary. Desain Sampul: Ummu Zaidaan

31. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMP/MTs

BAB IV ANALISA PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Modul 1 PENGERTIAN DAN MANFAAT PSIKOLOGI AGAMA

KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM

RIWAYAT PEKERJAAN. Pendidikan Agama Islam di UPI Bandung, th Dosen Pendidikan Agama Islam dan Seminar

HAKEKAT RELEGIUSITAS Oleh Drs.H.Ahmad Thontowi

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah salah satu negara yang dilihat dari letak geografis

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Dasar (SD)

BAB 2 ISLAM DAN SYARIAH ISLAM OLEH : SUNARYO,SE, C.MM. Islam dan Syariah Islam - Sunaryo, SE, C.MM

Kerangka Dasar Agama dan Ajaran Islam

BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MODEL PENDEKATAN ISLAMI DALAM PENANGANAN STUDENT DELINQUENCY KELAS VIII SMP N 04 CEPIRING KENDAL

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PROGRAM PAKET C

BAB I PENDAHULUAN. Grafindo Persada, 2012),hlm Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Raja

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu hal yang menjadi perhatian bagi masyarakat Indonesia adalah agama. Terdapat enam

MENGAPA KITA HARUS BERBAHASA ROH? Bagian ke-1

KLASIFIKASI AGAMA DAN PERAN AGAMA ISLAM DALAM KEHIDUPAN

BAB IV NILAI-NILAI SPIRITUALITAS AJARAN KEROHANIAN SAPTA DARMA DI DUKUH SEPAT KELURAHAN LIDAH KULON

BAB IV ANALISIS UPAYA GURU PAI DALAM MEMBINA MORAL SISWA SMP NEGERI 1 KANDEMAN BATANG

Pembaharuan.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

RAMADAN Oleh Nurcholish Madjid

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Ayat di atas bermakna bahwa setiap manusia yang tunduk kepada Allah

HIDUP DALAM KEKUDUSAN 1 Petrus 1:14-19 Herman Yeremia

BAB I PENDAHULUAN. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW membawa agama yang suci. kehidupan, menjamin bagi manusia berkehidupan bersih lagi mulia, dan

RAMADAN Oleh Nurcholish Madjid

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kesejahteraan Psikologis. Ryff (1989) mendefinisikan kesejahteraan psikologis adalah sebuah kondisi

Secara bahasa, kata AGAMA berasal dari bahasa sangsekerta yang berarti TIDAK PERGI, tetap di tempat.

BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan ahkirat. manusia dengan berbagai dimensi kemanusiaannya, potensinya, dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Program Bimbingan Keagamaan Islam dalam Coping Stress Narapidana

TEMA 1 IBADAH YANG SEJATI DAFTAR TEMA KOTBAH

TALIM MADANI #12 IMAN KEPADA ALLAH (PERBEDAAN MALAIKAT DAN MANUSIA)

UKDW BAB I PENDAHULUAN

KEBENARAN SEDERHANA untuk ORANG PERCAYA BARU (Pertanyaan dan Jawaban)

BAB IV PENGARUH AKTIFITAS SHALAT TAHAJJUD TERHADAP KESEHATAN MENTAL LANSIA DI PANTI WREDHA PUCANG GADING SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Manusia diciptakan Allah dalam dua dimensi untuk melakukan hal-hal positif

Mendidik Anak Menuju Surga. Ust. H. Ahmad Yani, Lc. MA. Tugas Mendidik Generasi Unggulan

Kedudukan Tauhid Bagi Seorang Muslim

Pekerja Dalam Gereja Tuhan

12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

BAB I PENDAHULUAN. Mempelajari pendidikan Islam sangat penting bagi kehidupan setiap. muslim karena pendidikan merupakan suatu usaha yang membentuk

THE WARRIOR S CALL #4 - PANGGILAN PAHLAWAN #4 GRADE A LOYALTY - KESETIAAN GRADE A

BAB II LANDASAN TEORI. sekelompok individu (Eisenberg, 1989). Hudaniah, 2006), menekankan bahwa perilaku prososial mencakup tindakantindakan

HAND OUT 9, 10, 11 BERBAGAI ALIRAN DAN TEORI TENTANG ETIKA

BAB V. Penutup. GKJW Magetan untuk mengungkapkan rasa syukur dan cinta kasih karena Yesus

BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM I

GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN

6. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Dasar (SD)

BAB IV ANALISIS PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK AKHLAQUL KARIMAH PADA REMAJA DI DUSUN KAUMAN PETARUKAN PEMALANG

MATAN. Karya Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab

MODUL 1 KONTRAK PERKULIAHAN RUANG LINGKUP MATA KULIAH AGAMA ISLAM

KERANGKA DASAR AJARAN ISLAM

A. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMALB TUNAGRAHITA

BAB I PENDAHULUAN. macam suku, ras, agama, dan budaya. Keberagaman tersebut tersebar hampir

Rajawali Pers, 2009), hlm Abudin Nata, Ilmu Pendidikan Islam dengan Pendekatan Multidisipliner, (Jakarta:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Manusia merupakan makhluk hidup yang sangat istimewa, karena manusia berbeda dengan makhluk

IPTEK DAN SENI DALAM ISLAM

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Sekolah Menengah Pertama (SMP) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan

1. lebih menitikberatkan pencapaian kompetensi secara utuh selain penguasaan materi;

Cahaya di Wajah Orang-Orang Yang Memahami Ilmu Agama

BAB V PENUTUP. tesis ini yang berjudul: Konsep Berpikir Multidimensional Musa Asy arie. dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam, sebagai berikut:

UTS Al-Islam dan Kemuhammadiyahan II Aqidah dan Ibadah

03. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia.

Bab I Pendahuluan. Dorongan beragama bagi manusia merupakan tuntutan yang tidak dapat dihindari.

Modul 2. Materi dan Pembelajaran Individu sebagai Insan Tuhan Yang Maha Esa, Makhluk Sosial dan Warga Negara Indonesia. M. KHANIF YUSMAN, M,Pd

Pendidikan Agama Kristen Protestan

PENDIDIKAN PANCASILA. Pancasila Sebagai Ideologi Negara. Modul ke: 05Fakultas EKONOMI. Program Studi Manajemen S1

Beribadah Kepada Allah Dengan Mentauhidkannya

SUMBER AJARAN ISLAM. Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK H. U. ADIL, SS., SHI., MH. Modul ke: Fakultas ILMU KOMPUTER

BAB II TINJAUAN TEORITIS

Transkripsi:

MANUSIA DAN AGAMA Dede Rodin, M.Ag

Kesulitan mendefinisikan Agama: 1. Etnosentrisme; agama selalu diterima dan dialami secara subyektif. Orang sering mendefinisikan agama sesuai dengan pengalamannya dan penghayatannya pada agama yang dianutnya. 2. Kompleksitas; definisi hanya menangkap sebagian dari realitas agama. Definisi adalah batasan; dan agama sangat sulit dibatasi.

AGAMA: ETIMOLOGIS Agama - Sanskerta; kata dasar gam (pergi) agama (jalan); jalan yang harus ditempuh manusia sepanjang hidupnya; atau jalan yang menghubungkan antara sumber dan tujuan hidup manusia. Pengertian jalan ciri hakiki banyak agama; Taoisme dan Shinto (jalan). Buddhisme menyebutkan undangundang pokoknya dengan jalan; Yesus menyuruh pengikutnya untuk mengikutinya jalannya; dalam Islam thariqat, syari ah, shirath (jalan). Religi (latin, relegere/relegare) berhati-hati dan berpegang pada norma-norma atau aturan-aturan secara ketat keyakinan, nilai-nilai dan norma-norma hidup yang harus dipegangi dan dijaga dengan penuh perhatian, agar jangan sampai menyimpang dan lepas.

AGAMA: ETIMOLOGIS Din (Arab); agama, pembalasan, hukum, ketaatan, ketundukan. Secara etimologis, kata yg terdiri dari d-y-n (dayndyn): 2 pihak yg melakukan interaksi, dimana pihak pertama mempunyai kedudukan yg lebih tinggi dari pihak kedua. Din: hubungan antara makhluk dan Khalik yg diwujudkan dlm bentuk sikap taat, tunduk, dan patuh dlm beribadah kepada-nya. Din: peraturan Ilahi yg mengantarkan orang yg berakal sehat atas kehendak mereka sendiri menuju kebahagiaan dunia akhirat (Abdullah Darraz)

AGAMA: TERMINOLOGIS SUBSTANTIF Apa yang diyakini / dipercayai oleh individu atau umat dari agamanya? Mukti Ali: Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan hukum-hukum yang diwahyukan kepada kepercayaan utusan-utusan-nya untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat. FUNGSIONAL Apa peran agama dalam kehidupan personal dan masyarakat? Batson, Schoenrade, Ventis: Apa saja yang kita lakukan sebagai individu dalam usaha kita mengatasi masalahmasalah yang kita hadapi karena kita sadar bahwa kita, dan yang lain seperti kita, hidup dan bakal mati.

PSIKOGRAFI AGAMA: Peta Keberagamaan 1. Dimensi Ideologis Berkaitan dengan apa yang harus dipercayai; tauhid (Islam), Trinitas yang Suci (Kristen), Ahuramazda (Zoroaster). a. Kepercayaan yg menjadi dasar esensial suatu agama: Kepercayaan kepada Nabi Muhammad Saw. (Islam), ketuhanan Kristus (Gereja Katolik) b. Kepercayaan yg berkaitan dengan tujuan Ilahi dalam penciptaan manusia. Islam: beramal saleh (Qs. al-mulk [67]:2). Yahudi: umat pilihan Tuhan dgn misi menciptakan dunia yang lebih baik secara moral-spiritual. Hindu: memperoleh keselamatan dgn mengikuti 3 jalan: Jalan Kerja, Jalan Pengetahuan, dan Jalan Pengabdian. c. Kepercayaan yang berkaitan dengan cara terbaik untuk melaksanakan tujuan Ilahi di atas. Islam: cara beramal saleh adlh mengabdi kepada Allah dan berkhidmat kepada sesama manusia. Budha: berbuat baik ialah menjalankan 8 yang Benar, spt bernapas yg benar, bicara yg benar. Shinto: setia dan melaksanakan kewajiban untuk keluarga dan nenek moyang

2. Dimensi Ritualistik Berkaitan dengan dengan sejumpah perilaku khusus yang ditetapkan oleh agama; tata cara ibadah, shalat dengan menghadap kiblat beserta ruku dan sujud, berpuasa, pembaptisan, pengakuan dosa, menjalankan ritus-ritus khusus pada hari-hari suci. 3. Dimensi Eksperensial Berkaitan dengan perasaan keagamaan yang dialami oleh penganut agama (religious experiences); kekhusyuan di dalam shalat.

4. Dimensi Intelektual Berkaitan dengan sejumlah informasi khusus yg harus diketahui para pengikutnya; Ilmu fiqh (Islam), Perjanjian Baru (Kristen) 5. Dimensi Konsekuensial Menunjukkan akibat ajaran agama dalam perilaku umum, yang tidak secara langsung dan secara khusus ditetapkan agama (seperti dalam dimensi ritualistik) efek ajaran agama pada perilaku individu dalam kehidupannya seharihari; Martin Luther King Jr. berjuang untuk menentang diskriminasi rasial di Amerika Selatan.; Jim Jones mendorong hampir seribu pengikutnya untuk minum racun, juga atas dasar agama

Agama dalam bentuk apa pun tetap memenuhi kebutuhan manusia yang paling ideal (Anselm Fuerbach) KEBUTUHAN MANUSIA KEPADA AGAMA 1. Beragama adalah fitrah manusia Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS. al-rum: 30). - Bukti Historis dan Antropologis: pada masyararakat primitif sll muncul berbagai keyakinan: dinamisme, animisme, dll 2. Kelemahan dan kekurangan manusia

KEBUTUHAN MANUSIA KEPADA AGAMA Kebutuhan Dasar Manusia: Kebutuhan Material/fisik: bersifat alami, sama pada semua orang, mendesak Kebutuhan Spiritual (kebutuhan akan Tuhan dan agama): ada pada semua orang, dapat ditangguhkan. Dan Kami menyeberangkan Bani Israil ke laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, yang hendak menganiaya dan menindas; sehingga ketika Firaun tenggelam ia berkata: Saya beriman bahwa tidak ada tuhan kecuali Tuhan yang diimani Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang Muslim (Qs. Yunus:90)

KLASIFIKASI AGAMA Agama Budaya Tumbuh dan berkembang secara alami bersama dengan sistem dan lingkungan budaya masyarakat (agama alami). Produk penggunaan akal dan budi daya manusia (agama akal) dalam kehidupannya di muka bumi (agama bumi/ (ardli) Agama Samawi Turun dari langit (berasal dari Tuhan) Disampaikan melalui wahyu kepada Rasul untuk disampaikan kepada manusia (agama wahyu)

AGAMA DAN KESEHATAN o o Banyak penelitian yang menunjukkan efek positif keagamaan terhadap kesehatan mental dan kebahagiaan spiritual. A.E. Bergin melakukan meta-analisis pada hasil-hasil penelitian tentang agama dan kesehatan mental. Ia menyimpulkan bahwa jika religiusitas dikorelasikan dengan ukuran kesehatan mental, dari 30 efek yang ditemukan, sebanyak 47 % menunjukkan hubungan positif, dan 30 % hubungan zero. Jadi, 77 % dari hasil penelitian bertentangan dengan teori efek negatif agama.

The Healing Power of Faith 1999, Harold G. Koenig, M.D. Orang-orang beragama dengan nilai spiritual tinggi punya KELUARGA yang lebih bahagia punya GAYA HIDUP yang lebih sehat dapat mengatasi stress melindungi dari dan menyembuhkan depresi hidup lebih lama dan lebih sehat melindungi orang dari kardiovaskular punya sistem imun yang lebih kuat lebih sedikit menggunakan jasa rumah sakit

David Larson: Hubungan Spiritualitas dengan Kesehatan 1. Meditasi mengurangi tingkat kolesterol serum 2. Kepercayaan agama mengurangi tingkat rasa sakit pada pasien kanker; 3. Lebih banyak orang yang religius ketimbang yang tidak religius selamat setelah pembedahan jantung; 4. Ada hubungan antara kehadiran di gereja secara mingguan dengan tingkat penyakit jantung yang lebih rendah dan emphysema; 5. Dalam penelitian yang melibatkan pasien kardiak, yang didoakan mengalami lebih sedikit kegagalan jantung, serangan jantung, dan pneumonia

MODEL KEBERAGAMAAN KEBERAGAMAAN EKSTRINSIK: MEMBAWA PENDERITAAN KEBERAGAMAAN INTRINSIK: MEMBAWA KEBAHAGIAAN

Keberagamaan Ekstrinsik Orang dengan orientasi keberagamaan ekstrinsik menggunakan pandangan agamanya untuk memperoleh rasa aman, ketentraman, status sosial, atau dukungan sosial untuk dirinya- agama bukan untuk agama itu sendiri, agama berfungsi untuk memenuhi kebutuhan lain, agama semata-mata dijalankan untuk dimanfaatkan (something to use not to live) Allport and Ross, 1967:441

Keberagamaan Ekstrinsik Memandang agama sebagai sesuatu untuk dimanfaatkan, dan bukan untuk kehidupan (something to use but not to live). Agama digunakan untuk menunjang motif-motif lain: kebutuhan akan status, rasa aman atau harga diri. Melaksanakan bentuk-bentuk luar dari agama. Ia puasa, salat, naik haji dan sebagainya tetapi tidak di dalamnya. Menjadikan agama sebagai alat politis dan ekonomis

Keberagamaan Intrinsik Memasukkan nilai-nilai agama ke dalam dirinya. Nilai dan ajaran agama terhujam jauh ke dalam jiwa penganutnya. Adanya internalisasi nilai spiritual keagamaan. Ibadah ritual bukan hanya praktik tanpa makna. Semua ibadah itu memiliki pengaruh dalam sikapnya sehari-hari. Agama adalah penghayatan batin kepada Tuhan. Agama dipandang sebagai comprehensive commitment dan driving integrating motive, yang mengatur seluruh hidup seseorang. Agama diterima sebagai faktor pemadu (unifying factor).

Keberagamaan Intrinsik Alat Berintegrasi dengan kehidupan Petunjuk kehidupan Diyakini sepenuh hati Tujuan Spiritual Penyatuan Kasih sayang Itsaar (unselfish)

KEBERAGAMAAN INTRINSIK: Lebih sedikit dendam atau bermusuhan Lebih baik dalam penyesuaian Lebih senang menolong Lebih sedikit depresi Lebih bisa mengatasi musibah (Greater coping efficacy) Lebih bahagia (Greater well-being) Lebih sehat secara mental (Better mental status) Lebih dewasa (personal growth)

Kehidupan modern ditandai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan iptek pada satu sisi mampu menjadikan kehidupannya makmur dan sejahtera secara meteriil. Tetapi, pada sisi lain, manusia tidak mampu menemukan dan merumuskan tujuan hidup yang pasti; tidak mampu menemukan nilai-nilai universal yang hakiki, yang mampu menjadi sumber kekuatan pengendali dan pengontrol perkembangan iptek modern. Dampak dari semua itu, (1) manusia merasa hidup mandiri dan menolak pengaruh dan kontrol yang berasal dari agama; (2) berkembangnya kehidupan sosial budaya sekuler secara bebas mengancam kehidupan umat manusia.