BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. (Quasi Experiment). Rancangan yang digunakan adalah One Group Design. Kelompok Eksperimen 01 X 02

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif yaitu suatu metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan membuktikan hubungan tingkat pengetahuan

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah Descriptive Correlation yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross sectional yaitu suatu

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu (quasi

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN. metode survei dengan pendekatan Cross Sectional. Cross Sectional adalah data

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi korelasi (correlation

BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN DAN RANCANGAN PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskritif korelasi, yaitu. menggambarkan suatu kejadian pada variabel dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah deskriptif korelasi yang

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan rancangan nonrandomized

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. data dilakukan sebelum dilakukan intervensi penkes (pre test) dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan (post test).

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara variabel independent dan

O1 (X) O2. BAB lll METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental design:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah descriptive correlation yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Jenis atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN A. JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah discriptive correlation, yaitu

deskriptif korelation yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. untuk mengkaji perbandingan terhadap pengaruh (efek) pada kelompok

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi, karena menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. adalah penelitian rancangan Survei Analitik dimana mengetahui hubungan antara

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. intervensi diberikan pretest tentang pengetahuan stroke dan setelah

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (experiment), yang

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan penelitian preeksperimental dan pendekatan one group pre test

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. semu (eksperimen quasi). Rancangan yang digunakan adalah One Group. Pengetahuan diukur sebelum dan sesudah penyuluhan.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk

BAB III METODE PENELITIAN. variabel dengan variabel lain yang ada pada suatu objek

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian. Demak, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional

BAB III METODE PENELITIAN. Quasi Experiment (eksperimen pura-pura) disebut demikian karena

BAB III METODE PENELITIAN. desain deskriptif korelatif, yaitu mencari hubungan antara variabel bebas

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah descriptive colerational yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis / Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah correlation study yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross sectional (Nursalam, 2003). Metode penelitian dengan

BAB III METODA PENELITIAN. A. Jenis / Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Bilungala Kecamatan Bonepantai. Alasan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian. variabel. Peneliti dapat mencari, menjelaskan suatu hubungan,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif quasi

BAB III METODE PENELITIAN. desain cross sectional, yaitu data variabel bebas ( pengetahuan mobilisasi )

BAB III METODE PENELITIAN. Faktor yang dipelajari adalah kecemasan pada anak, hospitalisasi pada anak,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kemandirian personal higiene pada anak usia 6-12 tahun di panti asuhan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi, dengan rancangan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dengan rancangan cross sectional (belah lintang), yaitu menganalisis

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah jenis korelasi atau explanatory yaitu mengkaji

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Korelasional dengan. rancangan cross sectional, dengan mengukur variabel

BAB III METODE PENELITIAN. adalah penelitian yang mengkaji hubungan antara variable dengan

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan penelitian One Group Pretest Posttest yaitu sampel pada penelitian ini

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan metode diskriptif korelasional dan dengan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode explanatory

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan penelitian dan tujuan yang hendak dicapai, Jenis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan adalah penelitian non eksperimental, yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. menjelaskan hubungan antara variabel independent dan dependent melalui pengujian

Rumus Pearson Product Moment.(19)

BAB III METODA PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif, dengan rancangan

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional, yaitu suatu

Transkripsi:

35 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design, dimana pada penelitian ini membandingkan kelompok eksperiment yang sampelnya di observasi terlebih dahulu sebelum diberi perlakuan kemudian setelah diberikan perlakuan sample tersebut di observasi kembali dengan kelompok kontrol yang sampelnya diobservasi sebelum dan sesudah tanpa diberikan perlakuan. (Notoatmodjo, 005). Bentuk rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut : K-A PRETES PENYULUHAN HIPERTENSI POSTES A1 ( X ) A K-B PRETES KONTROL POSTES B1 ( Y) B Keterangan : K-A: Kelompok Eksperimen (Kelompok yang diberi perlakuan : penyuluhan ). K-B: Kelompok Kontrol (Kelompok yang tidak diberi perlakuan : tidak diberi penyuluhan ). A1: Tingkat pengetahuan pada kelompok intervensi sebelum diberikan penyuluhan. (X): Pemberian penyuluhan tentang. A : Tingkat pengetahuan pada kelompok intevensi setelah diberikan penyuluhan. B1: Tingkat pengetahuan pada kelompok kontrol yang diberi koesioner pertama. (Y): Tidak diberi penyuluhan.

36 B: Tingkat pengetahuan pada kelompok kontrol yang diberi koesioner kedua. Dengan demikian didapatkan dua hasil obsevasi awal dan akhhir pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Rancangan ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan pada penderita. Hal ini dimaksudkan untuk menilai adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat dengan melihat besarnya pengaruh perlakuan terhadap kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan kelompok kontrol yang tidak diberikan penyuluhan. B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang menderita yang bertempat tinggal di Wilayah Kelurahan Kembangarum Semarang Barat, yaitu sebanyak 15 orang yang menderita.. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menderita di Kelurahan Kembangarum Semarang Barat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Dimana pengambilan sample ini dengan pertimbangan tertentu. Penentuan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan rumus sebagai berikut: N 15 n = = =60,31= 61 1 N ( d ) 1 15(0,1 ) Jadi, jumlah sampel yang akan diteliti dalam penelitian ini sebanyak 61orang. Keterangan : n = Perkiraan jumlah sampel. N = Besar Populasi.

37 d = tingkat kepercayaan atau ketepatan yang diinginkan. (Notoatmodjo, 00). Sampelnya terdiri dari 61 0rang yang menderita, dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperiment 31 orang dan kelompok kontrol 30 orang. Untuk menentukan layak atau tidaknya sampel yang mewakili keseluruhan populasi untuk diteliti, harus berdasarkan kriteria sebagai berikut : a. Kriteria inklusi Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti (Nursalam, 003). Yang termasuk dalam kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah : 1) Penderita yang berusia 40-60 tahun. ) Penderita dengan tingkat pendidikan SD,SMP,SMA. 3) Penderita dengan tekanan darah di atas 140/90 mmhg 4) Penderita yang setuju menjadi responden. 5) Responden yang dapat diajak komunikasi dengan baik, dapat membaca, menulis dan pendengarannya baik. b. Kriteria eklusi Kriteria eklusi adalah menghilangkan / mengeluarkan subjek yang tidak memenuhi kriteria inklusi karena berbagai sebab (Nursalam, 003). Yang termasuk dalam kriteria eklusi dalam penelitian ini adalah : 1) Penderita dengan komplikasi dan yang tidak memenuhi kriteria inklusi.

38 C. Definisi Operasional, Variabel Penelitian dan Skala Pengukuran Tabel 3.1 Definisi Operasional No Variabel Definisi Operasional Instrumen Hasil Ukur Skala 1 Penyuluhan tentang SAP Diberi penyuluhan. Nominal Pemberian penyuluhan pada penderita yang terdiri dari: Definisi Klasifikasi Penyebab Tanda gejala Komplikasi Penatalaksanaan Dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab yang dilakukan selama 1 x 45 menit sebanyak 3 kali. Tidak diberi penyuluhan Tingkat Pengetahuan Tingkat pemahaman masyarakat penderita untuk menjawab pertanyaan tentang meliputi: Definisi Klasifikasi Penyebab Tanda gejala Komplikasi Penatalaksanaan Kuesioner Diukur dengan kuesioner dengan 0 item pertanyaan favourabel: skor 1 untuk jawaban benar, skor 0 untuk jawaban salah. Skor tingkat Pengetahuan. Nilai tertinggi: 0 Nilai terendah: 0 Untuk mendeskripsika n maka dapat dikategorikan menjadi: Pengetahuan Baik:80-100% Pengetahuan Cukup: 66%-79% Pengetahuan Kurang:< 65% Ordinal

39 D. Metode Pengumpulan Data 1. Cara Pengumpulan Data Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah dengan pemberian kuesioner pada responden penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan model kuesioner tertutup. Peneliti menggunakan dua buah kuesioner, kuesioner A untuk mengetahui data diri responden dan kuesioner B untuk mengetahui tingkat pengetahuan pada penderita. Pada kuesioner B diberikan pada dua kelompok sample yang terdiri dari kelompok eksperiment dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperiment dilakukan pretest postest dengan diberikan kuesioner B dengan 0 item pertanyaan yang sama untuk yang mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Pada kelompok kontrol dilakukan pretest postest dengan diberikan kuesioner B dengan 0 item pertanyaan yang sama untuk yang mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah tanpa diberikan penyuluhan. Kemudian hasilnya dibandingkan antara kelompok eksperiment dan kelompok kontrol, dilihat adakah pengaruh tingkat pengetahuan pada penderita yang diberi penyuluhan dan yang tidak diberi penyuluhan setelah itu data tersebut diolah dan dianalisis sesuai dengan kebutuhan. Sebelum kuesioner diberikan responden diberi penjelasan tentang tujuan penelitian kemudian dianjurkan untuk menandatangani lembar persetujuan inform concent sebagai responden untuk mendapatkan data tingkat pengetahuan pada penderita dengan memberikan kuesioner yang berisi 0 item pernyataan kepada responden penelitian untuk diisi. Sebelum mengisi kuesioner responden diberi penjelasan tentang cara pengisian dan jika ada responden yang kesulitan untuk menulis atau membaca maka peneliti akan membantu mengisikan atau membacakan sesuai dengan jawaban yang dipilih oleh responden.

40. Instrumen Penelitian Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari dua buah yaitu: kuesioner A untuk mengetahui data diri responden, kemudian kuesioner B yang terdiri dari 0 item pertanyaan dengan pilihan jawaban multiple choice, yang berisikan tentang pertanyaan yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan tentang yang diberikan pada masyarakat penderita di kelurahan Kembangarum Semarang Barat. Responden dapat memilih jawaban sesuai dengan tanggapannya. Pertanyaan sebanyak 0 item pertanyaan yang mendukung (favorable). Pemberian nilai untuk penyataan adalah pertanyaan favorable skor 1 untuk jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban salah. Instrumen tersebut berupa kuesioner yang telah dilampirkan (Notoatmodjo, 005). Menurut Waridjan, (1999) mengatakan bahwa pengkategorian tehadap tingkat pengetahuan sebagai berikut : Baik jika jawaban benar : 80-100 % Cukup jika jawaban benar : 66 79 % Kurang jika jawaban benar : < 65 % 3. Uji coba instrumen. Sebelum instrumen atau alat ukur digunakan maka dilakukan uji coba terlebih dahulu yaitu dengan pengujian validitas dan reliabilitas. a. Uji Validitas. Validitas berasal dari kata validity yang artinya bahwa sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut (Nursalam, 003). Sebelumnya peneliti telah melakukan uji ekspert dengan ahli dalam bidang keperawatan komunitas dan keperawatan medikal bedah yaitu dua orang dosen pengampu mata kuliah keperawatan komunitas dan keperawatan medikal bedah Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang dengan hasil sebagai berikut: dari 3 item

41 pertanyaan yang diajukan ada 1 item pertanyaan yang tidak relevan yaitu soal no.3, ada 1 item pertanyaan yang relevan apabila pertanyaan direvisi yaitu soal no.,4,5,7,8,9,11,1,16,19,0,1 sedangkan yang dinyatakan relevan ada 8 item pertanyaan yaitu soal no.1,6,10,13,14,15,17,18. Ada yang relevan akan tetapi soalnya sama dengan soal no.1 sehingga dihilangkan yaitu soal no.,3. Pengujian validitas eksternal dapat dicapai apabila data yang dihasilkan dari instrumen tersebut sesuai dengan data atau informasi lain mengenai variabel penelitian yang dimaksud. Agar diperoleh distribusi nilai hasil pengukuran mendekati normal, maka perlu dilakukan uji coba melalui kegiatan pilot study dengan jumlah responden untuk uji coba adalah 0 orang. Uji coba ini akan dilakukan dengan jumlah responden 0 orang di Kelurahan Kalipancur Semarang Barat ( Arikunto, 00). Uji validitas pada penelitian ini menggunakan rumus Pearson Product Moment untuk mengetahui validitas tiap item pertanyaan: r hitung XY X. Y X X.. n. n n. keterangan : Y Y r hitung : koefisien korelasi Xi Yi : jumlah skor item : jumlah skor total n : jumlah responden Hasil perhitungan korelasi tiap tiap item dengan skor akan dibandingkan dengan tabel nilai Product Moment, jika nilai r hitung lebih besar dari koefisien nilai tabel kritis r yaitu pada taraf signifikasi 5 % maka instrumen yang diujikan dinyatakan valid ( Riwidikdo, 006). Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas di Kelurahan Kalipancur Semarang Barat dengan 0 responden, dalam hal ini tentang tingkat pengetahuan pada penderita hiperternsi. Uji validitas ini dilakukan dengan perhitungan rumusan korelasi person product

4 moment. Berdasarkan perhitungan rumusan tersebut, nilai rhitung untuk pertanyaan dibandingkan rtabel adalah, dengan r hitung (0,5096-0,8887) > 0,44 r tabel atau p-value < 0,05. maka dapat diambil kesimpulan bahwa item kuesioner tersebut valid. b. Uji Reliabilitas. Uji Reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan bila fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berkali kali dalam waktu yang berlainan (Nursalam, 003). Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan ( Notoatmodjo, 005). Setelah mengukur validitas, maka perlu mengukur reabilitas data apakah alat ukur tersebut dapat digunakan atau tidak. Pengujian reliabel instrumen pada penelitian ini menggunakan rumus Alpa Cronbach: r 11 : [ k ] [1 - σb ] ( k-1 ) σi Keterangan : r 11 k σb σi = Koefisien reabilitas = Jumlah item dalam instrumen = Jumlah varians butir = Varians total Instrumen ini dikatakan reliabel apabila indeks reliabilitas yang di peroleh r 11 > r tabel. Pada penelitian ini nilai koefisian realibilitas instrumen memiliki nilai 0,9514 > 0,60, sehingga instrumen tersebut dinyatakan reliabel dan layak digunakan.

43 E. Metode Pengolahan dan Analisis Data 1. Pengolahan data. Adapun langkah-langkah dari pengolahan data meliputi : a. Editing data. Pada tahap ini dilakukan pemeriksaan pada kuesioner yang dikembalikan oleh responden diperiksa kebenaran dan kelengkapannya jika ada yang belum lengkap, maka responden diminta untuk melengkapinya b. Skoring Setiap item pertanyaan tingkat pengetahuan favorable dijawab benar bernilai 1 dan dijawab salah bernilai 0, setiap respon memiliki total skor pengetahuan untuk kemudian dihitung persen benar.(arikunto, 00). c. Entry data Data yang didapat dari penelitian kemudian dimasukkan ke dalam komputer dengan menggunakan program SPSS for window release 16. d. Tabulating Setelah entry data kemudian data tersebut dikelompokkan dan ditabulasikan, sehingga diperoleh frekuensi dari masing-masing variabel.. Analisis data. Data yang telah dikumpulkan univariat dan bivariat akan dianalisis dan diinterpretasikan lebih lanjut untuk menguji hipotesa. Dalam penelitian ini, untuk menganalisa data yang telah dikumpulkan. Analisis data dilakukan dengan komputer menggunakan program SPSS. Analisis data yang akan dilakukan: a. Univariat. Unit ini digunakan untuk mendiskripsikan frekuensi dari masingmasing variabel, baik variabel bebas maupun variabel terikat melalui prosentase dan distribusi frekuensi. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi sebagai bahan informasi (Notoatmodjo, 003). Penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan

44 karakteristik responden, penyuluhan sebagai variabel independen dan tingkat pengetahuan pada penderita sebagai variabel dependen. b. Bivariat. Yaitu analisis data yang dilakukan pada dua variabel yang diduga mempunyai hubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo, 005). Untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mendapat penyuluhan dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah tanpa diberi penyuluhan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji T - test( t - dependent / t paired test ). Sedangkan untuk mengetahui perbandingan perbedaan antara pre-test pada kelompok eksperiment dan kelompok kontrol, dan posttest pada kelompok eksperiment dan kelompok kontrol teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji T- test (T-independent). Sebelumnya dilakukan uji kenormalitasan menggunakan Kolmogorof Smirnov dengan derajat kemaknaan p > 0,05 maka menunjukan data berdistribusi normal. Hasil dari uji kenormalan saat pre-test pada kelompok eksperimen adalah sebesar p 0,346 > 0,05 dan post-test pada kelompok eksperiment adalah sebesar p 0,08 > 0,05 sehingga data dinyatakan berdistribusi normal. Hasil uji kenormalan pada kelompok kontrol pada saat pre-test adalah sebesar p 0,793 > 0,05 dan post-test pada kelompok kontrol adalah sebesar p 0,878 > 0,05 sehingga data dinyatakan berdistribusi normal.dari uji statistik tersebut dapat ditetapkan: 1. Hipotesa penelitian Ha diterima dan Ho ditolak jika dengan p value lebih kecil dari alpha 0,05.. Hipotesa penelitian Ha ditolak dan Ho diterima jika dengan p value lebih besar dari alpha 0,05.

45 F. Etika Penelitian 1. Informed Consent. Peneliti memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan penelitian serta memberikan hak untuk menolak dijadikan responden penelitian. Informed Consent terlampir pada lampiran IV.. Anonimity. Untuk tetap menjaga kerahasian responden, peneliti tidak akan mencantumkan nama responden, tapi peneliti menggunakan inisial nama atau kode tertentu untuk masing-masing responden. 3. Confidentiality Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari responden dijamin oleh peneliti. Data tersebut hanya akan disajikan / dilaporkan pada pihak yang terkait dengan penelitian. G. Jadwal Penelitian. Terlampir pada lampiran 18.