LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI

DASAR FILSAFAT PENDIDIKAN

PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

KODE ETIK GURU INDONESIA

Sejarah pendidikan Indonesia 1. Dyah Kumalasari

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN DI AS

FILSAFAT ILMU DAN PENDAHULUAN. Dr. H. SyahrialSyarbaini, MA. Modul ke: 01Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi

BAB I PENDAHULUAN. kualitas sumber daya manusia yang bermanfaat bagi lingkungan masyarakat,

BAB I PENDAHULUAN. Hidup adalah pendidikan dan pendidikan adalah kehidupan. Di dalam

ETIKA & FILSAFAT KOMUNIKASI

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

BAB I PENDAHULUAN. peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk

Bagian Tiga Nilai-nilai Dasar dan Nilai-nilai Operasional Pasal 5

PENGERTIAN FILSAFAT (1)

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas yaitu yang

Disajikan dalam Pelatihan Peningkatan Kompetensi Gadik Secapa POLRI SUKABUMI JANUARI Oleh BABANG ROBANDI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fitri Indriyani, 2013

M. Hamid Anwar, M. Phil.

SAMSURI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara

RUMUSAN VISI DAN MISI SMP NEGERI 1 PAYUNG. Pengambilan keputusan dalam perumusan visi-misi dan tujuan satuan

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan dinamika perubahan sosial budaya masyarakat. mengembangkan dan menitikberatkan kepada kemampuan pengetahuan,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan kualitas

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

KODE ETIK GURU INDONESIA PEMBUKAAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,

PENDIDIKAN PANCASILA. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat. Modul ke: 06Fakultas Ekonomi. Program Studi Manajemen

The Elements of Philosophy of Science and Its Christian Response (Realism-Anti-Realism Debate) Rudi Zalukhu, M.Th

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai Negara yang berkembang dengan jumlah penduduk besar, wilayah

Kamis, 29 November 2012

MAZHAB FILSAFAT PENDIDIKAN. Imam Gunawan

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, serta orang tua. Menurut Dimyati dan Mujiono (2006: 7),

BAB I PENDAHULUAN. Pembinaan moral bagi siswa sangat penting untuk menunjang kreativitas. siswa dalam mengemban pendidikan di sekolah dan menumbuhkan

- 1 - PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA

BAB I PENDAHULUHAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang harus dikembangkan dan

PENDIDIKAN PANCASILA

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PERENIALISME

Perkenalan, diskusi Kontrak Perkuliahan, Ruang Lingkup Pendidikan Pancasila

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan di Indonesia dewasa ini telah mendapat perhatian yang

BAB III LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN SERTA PENERAPANNYA

BAB I PENDAHULUAN. kearah suatu tujuan yang dicita-citakan dan diharapkan perubahan tersebut

LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. perubahan zaman. Hal ini sesuai dengan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003

BAB I PENDAHULUAN. hanya manusia yang berkualitas saja yang mampu hidup di masa depan

BAB I PENDAHULUAN. bangsa yang paripurna, sebagaimana tercantum dalam garis-garis besar

Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka, (Jakarta : Kemenpora, 2010), hlm Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Undang-Undang Republik

PANCASILA PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT. Nurohma, S.IP, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM. Program Studi Sistem Informasi.

PENDIDIKAN PANCASILA

BAB I PENDAHULUAN. Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara juga. meningkatkan kualitas pendidikan.

PANCASILA IDEOLOGI TERBUKA

BAB I PENDAHULUAN. dan pengembangan potensi ilmiah yang ada pada diri manusia secara. terjadi. Dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya,

DOKUMEN JURUSAN ETIKA DOSEN PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ELEKTRO

Oleh BABANG ROBANDI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA JANUARI 2010

I. PENDAHULUAN. meningkatkan mutu pendidikan antara lain dengan perbaikan mutu belajarmengajar

PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KARTASURA TAHUN 2008/2009

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu tujuan pendidikan nasional yang ingin dicapai telah ditetapkan

KODE ETIK GURU INDONESIA. Drs. H. Asep Herry Hernawan, M.Pd. Laksmi Dewi, M.Pd.

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat mengembangkan semua aspek dan potensi peserta didik sebaikbaiknya

BAB I PENDAHULUAN. Bab I ketentuan umum pada pasal 1 dalam UU ini dinyatakan bahwa :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. membutuhkan sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Pembangunan manusia

BAB I PENDAHULUAN. Kepribadiannya berlandaskan dengan nilai-nilai baik di dalam masyarakat maupun

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana tujuan Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang No.

BAB I PENDAHULUAN. nasional. Undang-undang itu menjelaskan bahwa:

BAB I PENDAHULUAN. memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebersamaan agar dapat

I. PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif. mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR. Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008

BAB I PENDAHULUAN. dirinya, dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum

Judul BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. dijangkau dengan sangat mudah. Adanya media-media elektronik sebagai alat

KONSEP PENDIDIKAN. Imam Gunawan

Filsafat Ilmu dalam Perspektif Studi Islam Oleh: Maman Suratman

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

FALSAFAH PENDIDIKAN PANCASILA. Imam Gunawan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Global artinya seluas dunia (world wide), sedangkan prosesnya disebut

BAB I. A. Latar Belakang Penelitian. sistem yang lain guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan

Landasan dan Prinsip PengembanganKurikulum

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. tersebut ditujukan untuk membantu anak dalam menghadapi dan. dalam perkembangan anak (Suryosubroto, 2010).

Pemetaan kompetensi dan sub kompetensi guru secara fomal seperti. berikut: SUB KOMPETENSI. PEDAGOGIK 1. Menguasai teori dan praksis pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat.

SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian prasyarat Guna mencapai derajat Sarjana S- 1. Pendidikan Kewarganegaraan ROSY HANDAYANI A.

memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan harus dilaksanakan sebaik mungkin, sehingga akan diperoleh hasil

Tugas Filsafat. Mohamad Kashuri M

BAB I PENDAHULUAN. dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang. negara, dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Perilaku-perilaku yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.

KODE ETIK PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Era informasi dan globalisasi yang terjadi saat ini, menimbulkan

PENGERTIAN FILSAFAT (1)

BAB I Pengantar PLSBT. Dosen : Elly M. Setiadi

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah wahana untuk mengembangkan dan melestarikan. dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang

BULETIN ORGANISASI DAN APARATUR

BAB I PENDAHULUAN. kemajuan suatu bangsa. Peningkatan mutu pendidikan berarti pula peningkatan

Transkripsi:

LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN Disampaikan pada Diklat Pengembangan Kompetensi Gadik Secapa POLRI SUKABUMI 210110 Oleh BABANG ROBANDI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA JANUARI 2010

LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN Apa itu LFP? Asumsi yang bersumber dari filsafat yang menjadi titik tolak dalam praktek /studi pendidikan. Apa itu Filsafat? Philosophy :kata Yunani lama philia : mencintai dan sophia = bijaksana. Jadi filsafat berarti mencintai kebijaksanaan atau kebenaran. Filsafat : Pemikiran individual, reflektif, sistematis dan radikal dengan maksud mengungkapkan gagasan yang spekulatif komprehensif dan normatif tentang masalahmasalah abadi dalam hidup dan kehidupan manusia sepanjang zaman

KARAKTERISTIK DAN SIFAT-SIFAT SISTEM PEMIKIRAN FILSAFAT 1. Individual : hasil pemikiran perorangan yang mempunyai kemampuan khusus, 2. Subyektif, pengaruh pribadi mempunyai peranan penting Cara pengungkapan filsafat : 3. reflektif : berpikir secara kritis untuk terus mencari yang paling tepat dan benar. 4. sistematis : bertahap, tertib dalam mencapai kejelasan, dan tuntas dalam mencapai inti atau akar (radix) masalah.

lanjutan 5. Radikal : berpikir mendalam sampai pada akar permasalahan / sampai pada penyebab awal (prima causa) 6.spekulatif : berpikir mencari makna terdalam yang ada di balik atau di luar yang nampak /tersurat 7. komprehensif : sistem pemikiran yang mengungkap makna secara keseluruhan mencakup segala aspek 8. Isi pemikiran filsafat bersifat normatif : mengungkapkan apa yang seharusnya (das solen) bukan mengungkapkan apa yang terjadi (das sein)/apa adanya. 9. filsafat berusaha mengungkapkan pemikiran tentang masalah abadi dalam hidup

MASALAH ABADI 1. Hakekat Realitas (Ontologi) : Cabang Filsafat yang mempersoalkan hakekat kenyataan atau apa sebenarnya hidup dan kehidupan ini. 2. Hakekat Pengetahuan (Epistemologi) : membahas masalah cara mengenal dunia alam semesta beserta isinya, hakekat pengetahuan yang benar, bagaimana cara memperolehnya dan dari mana sumberny.

3. Hakekat Nilai (Aksiologi), yaitu cabang filsafat yang mempertanyakan hakekat nilai atau apakah nilai itu sebenaranya, apakah nilai baik dan jahat (etika), serta apakah nilai indah dan buruk itu(estetika)? 4. Hakekat Manusia (Humanologi ) /Antropologi filsafat, Cabang Filsafat mempersoalkan hakekat manusia atau apakah sebenarnya manusia? Implikasi Filsafat terhadap Pendidikan ( Tujuan, Isi/Kurikulum,

IMPLIKASI LANDASAN FILOSOFIS TERHADAP PENDIDIKAN 1. Tujuan, 2. Kurikulum/isi, 3. metode Pendidikan, 4. peranan pendidik dan peserdik)

IMPLIKASI LANDASAN FILOSOFIS TERHADAP PENDIDIKAN 1. Tujuan, 2. Kurikulum/isi, 3. metode Pendidikan, 4. peranan pendidik dan peserdik)

L.FILOFIS IDEALISME Konsep filsafat umum Idealisme : Apa itu realitas? 1. Realitas bersifat spiritual Dunia yang kita lihat, sentuh dan alami melalui indera bukanlah dunia sesungguhnya, melainkan suatu dunia bayangan (a copy world); dunia sesunggunhnya adalah dunia idea (The world of ideas) (PLATO) What cannot be thought cannot be real (parmenides) (apa yang tidak dapat dipikirkan tidaklah nyata)

HAKIKAT PENGETAHUAN pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir atau intuisi Mengingat kembali Hakikat nilai Nilai bersifat abadi Nilai bersifat absolut atau tidak berubah

KALAU BEGITU MANUSIA ITU APA? Manusia bersifat spiritual/ kejiwaan Pribadi manusia digambarkan dengan kemampuan kejiwaannya (kemampuan berpikir/ kemampuan memilih) Pikiran manusia diberkahi kemampuan rasional, maka ia mempunyai kemampuan untuk menentukan pilihan, ia adalah makhluk yang bebas. (Edward J Power)

Manusia memiliki tiga bagian jiwa (Platos s theory) Nous (akal) Thumos (semangat) Ephitumia (keinginan) Counselors (penasehat) State-assistans/ guardians (pembantu/penjaga) Money makers (karya/penghasil)

IMPLIKASI TERHADAP PENDIDIKAN a. Tujuan => membantu perkembangan diri pribadi siswa => membantu pengembangan karakter/ bakat (the right man on the right place) b. Kurikulum pendidikan pengembangan rasionalitas dan moral

c. Metode pendidikan =>struktur dan atmosfir kelas hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir d. Peranan guru dan siswa =>guru harus unggul =>guru harus melatih siswa untuk berpikir kreatif =>siswa berperan bebas mengembangkan kepribadian dan bakat

REALISME Hakekat Kenyataan : Dunia terbentuk dari sesuatu yang nyata (realisme X idealisme) Manusia bagian dari alam sebagai hasil puncak mata rantai evolusi yang terjadi di alam

HAKIKAT PENGETAHUAN Ketika lahir, jiwa dan pikiran manusia adalah kosong Manusia ketika lahir bagaikan tabula rasa (meja lilin/kertas putih yang masih kosong)(john Locke) Hakikat Nilai Mengingat manusia adalah bagian dari alam, maka ia harus tunduk kepada hukum alam Tingkah laku manusia diatur oleh hukum alam, dan pada tingkat yang lebih rendah diuji melalui konvensi/kebiasaan

IMPLIKASI TERHADAP PENDIDIKAN? a. Tujuan pendidikan pendidikan bertujuan agar para siswa dapat bertahan hidup di dunia yang bersifat alamiah b. Kurikulum pendidikan meliputi sains dan matematika; ilmu kemanusiaan dan sosial; nilai-nilai

c. Metode pendidikan => pembiasaan => guru bersifat otoriter d. Peran guru dan siswa =>guru adalah penguasa pengetahuan =>siswa harus taat pada aturan dan berdisiplin

LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN PRAGMATISME Realitas/Metafisika : Kenyataan yang sebenarnya adalah kenyataan fisik, plural dan berubah (becoming). anti metafisika, suatu teori umum tentang kenyataan tidaklah mungkin Pengetahuan : Pengetahuan yang benar diperoleh melalui pengalaman, bersifat relatif, Pengetahuan yang benar adalah yang berguna dalam kehidupan. Manusia: manusia adalah hasil evolusi biologis, psikologis dan sosial Nilai: Ukuran tingkah laku individual dan sosial ditentukan secara eksperimental dalam pengalaman hidup

Implikasi pendidikan Pragmatisme Tujuan Pendidikan: memperoleh pengalaman yang berguna untuk mampu memecahkan masalahmasalah baru dalam kehidupan Kurikulum berisi pengalaman-pengalaman yang telah teruji, yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa Mengutamakan metode pemecahan masalah, penyelidikan, dan penemuan. Peranan pendidik adalah memimpin dan membimbing (fasilitator)belajar tanpa ikut campur terlalu atas minat dan kebutuhan siswa. Sedangkan peserta didik berperan sebagai organisme yang rumit yang mampu tumbuh.

LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN NASIONAL Landasan filosofis pendidikan nasional adalah Pancasila (Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.) Hakekat Kenyataan (Metafisika): Segala sesuatu berasal dari Tuhan YME sebagai pencipta. Hakekat hidup bangsa Indonesia adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan perjuangan yang didorong oleh keinginan luhur untuk mencapai dan mengisi kemerdekaan Hakekat Manusia: Manusia adalah ciptaan Tuhan YME. Manusia bersifat mono-dualisme, dan mono-pluralisme. Manusia yang dicita-citakan adalah manusia seutuhnya.

H.Pengetahuan (Epistemologi): Pengetahuan diperoleh melalui pengalaman, pemikiran dan penghayatan. H. Nilai (Aksiologi): Perbuatan manusia diatur oleh nilai-nilai yang bersumber dari Tuhan, kepentingan umum dan hati nurani Tujuan Pendidikan: Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. kurikulum berisi pendidikan umum, pendidikan akademik, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik, dan pendidikan profesional.

Metode: Mengutamakan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) dan penghayatan. Berbagai metode dapat dipilih dan dipergunakan dalam rangka mencapai tujuan. Peranan Guru/Murid : berpegang pada prinsip: ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.

PANDANGAN-PANDANGAN ALIRAN FILSAFAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN TINJAUAN MASALAH IDEALISME REALISME FRAGMATISME PANCASILA 1. HAKEKAT KENYATAAN IDEALISME ABSOLUT : KENYATAAN SEBENARNYA ADALAH KENYATAN SPIRITUAL (ROHANIAH). IDEALISME KRITIK : KENYATAAN ADA YANG BERSIFAT ROHANIAH MATERIALISME : KENYATAAN ADALAH BERSIFAT FISIK DUALISME : KENYATAAN ADALAH BERSIFAT MATERI DAN NON-MATERI PLURALISME : KENYATAAN ADALAH TERBENTUK DARI BERBAGAI HAL KEBENDAAN KENYATAAN ADALAH HANYA BERSIFAT FISIK BELAKA KENYATAAN YANG ADA ADALAH BERSIFAT RAHMAT TUHAN YANG KUASA 2. HAKEKAT MANUSIA MANUSIA MEMILIKI AKAL YANG MAMPU BERPIKIR, DAN KEMAMPUAN MEMILIH HAKEKAT MANUSIA TERLETAK PADA APA YANG DAPAT DIKERJAKAN AKAL MANUSIA MERUPAKAN ORGAN UNTUK BERPIKIR MANUSIA MEMILIKI KEBERADAAN DAN KETERIKATAN SEBAGAI HASIL EVOLUSI BIOLOGIS, SOSIAL, DAN PSIKOLOGIS MANUSIA SEUTUHNYA YANG BERSIFAT MONODUALISME DAN MONO- PLURALISME 3. HAKEKAT PENGETAHUAN PENGETAHUAN YANG BENAR DIPEROLEH MELALUI INTUISI. KEBENARAN TERCAPAI OLEH ORANG YANG MEMILIKI AKAL PIKIRAN YANG BAIK PENGETAHUAN : INDEPENDEN DAN YANG SELALU BERUBAH INDEPENDENT : ESENSI PENGETAHUAN TERGANTUNG PADA REALITASNYA PENGETAHUAN ADALAH RELATIF. KEBENARANNYA TERGANTUNG PADA PENGGUNAAN INSTRUMENTALNYA PENGETAHUAN DIPEROLEH MELALUI PENGALAMAN DAN PENGHAYATAN 4. HAKEKAT NILAI KEHIDUPAN MANUSIA DIATUR OLEH KEWAJIBAN MORAL YANG DITURUNKAN DARI KENYATAAN SEBENARNYA TINGKAH LAKU MANUSIA DIATUR OLEH HUKUM ALAM TINGKAH LAKU INDIVIDU SOSIAL DITENTUKAN SECARA EKSPERIMENTAL DALAM PENGALAMAN HIDUP PERBUATAN MANUSIA DIATUR OLEH TUHAN YME. KEPENTINGAN UMUM DAN HATI NURANI

IMPLIKASI PANDANGAN FILSAFAT TERHADAP PENDIDIKAN TINJAUAN MASALAH IDEALISME REALISME FRAGMATISME PANCASILA 1. TUJUAN PENDIDIKAN PEMBENTUKAN KARAKTER, PENGEMBANGAN BAKAT INSANI DAN KEBAJIKAN SOSIAL PENYESUAIAN HIDUP DAN TENGGUNG JAWAB SOSIAL MEMBERIKAN PENGALAMAN UNTUK MEMECAHKAN HAL- HAL BARU DALAM KEHIDUPAN INDIVIDUAL DAN SOSIAL MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA DAN MENGEMBANG- KAN MANUSIA SEUTUHNYA 2. PERANAN TERDIDIK DAN PENDIDIK TERDIDIK : BEBAS MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN DAN BAKATNYA, BEKERJA SAMA DAN MENGIKUTI PROSES ALAM DARI PERKEMBANGAN INSANI PENDIDIK : BER- TANGGUNG JAWAB UNTUK MENCIPTAKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN YANG KONDUSIF TERDIDIK : MENGUASAI PENGETAHUAN DAN DISIPLIN MENTAL SERTA MORAL UNTUK MENCAPAI KEBAJIKAN PENDIDK : MENGUASAI PENGETAHUAN DAN TERAMPIL DALAM TEKNIK MEMBIDIK UNTUK MEMBENTUK PRESTASI SISWA TERDIDIK : MENGUASAI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ME- LAKUKAN PEMECAHAN MASALAH PENDIDIK : MENGAWASI DAN MEMBIMBING PENG- ALAMAN BELAJAR SISWA TANPA MENCAMPURI MINAT DAN KEBUTUHAN TERDIDIK TERDIDIK DAN PENDIDIK BERPERANAN : ING NGARSO SUNG TULODO ING MADYA MANGUN KARSO TUT WURI HANDAYANI 3. KURIKULUM / ISI PENDIDIKAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR MELALUI PENDIDIKAN LIBERAL DAN PENDIDIKAN PRAKTIS BERSIFAT KOMPREHENSIF YANG BERISI SEMUA PENGETAHUAN YANG BERGUNA. ISI KURIKILUMNYA : PENDIDIKAN LIBERAL (BERPIKIR), DAN PENDIDIKAN PRAKTIS (UNTUK BEKERJA). ISI PENDIDIKANNYA : PENGALAMAN- PENGALAMAN YANG TELAH TERUJI PENGEMBANGAN MINAT DAN KEBUTUH- AN UNTUK KEHIDUPAN DI MASYARAKAT PENDIDIKAN UMUM PENDIDIKAN AKADEMIK PENDIDIKAN KETERAMPILAN / KEJURUAN / KEAHLIAN 4. METODE PENDIDIKAN METODE DIALEKTIKA METODE YANG MENDORONG SISWA BELAJAR CONDITIONING/PEMBIAS AAN METODE YANG MEMPERHATIKAN SIFAT LOGIS DAN PSIKOLOGIS METODE BELAJAR AKTIF, DENGAN BELAJAR SAMBIL BEKERJA (LEARNING BY DOING) CBSA (CARA BELAJAR SISWA AKTIF) PENGHAYATAN MELALUI PER- MAINAN PERANAN

TENGKIYU I Friday

Terima kasih Wassalamu alaikum wr.wb