PROPOSAL MITRA GARDA AGANCY

dokumen-dokumen yang mirip
URAIAN TUGAS SATPAM INTERNAL

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut Sumber Daya Manusia

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. dibidang jasa konstruksi. Sejak berdiri tahun 1974, PT. Multi Structure telah

2 2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2, Tambahan Le

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian tentang kesadaran hukum siswa dalam berlalu

Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PROFIL BADAN WAKAF INDONESIA. Ditulis oleh Web Master Sabtu, 12 Juni :54

I. PENDAHULUAN. material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 11/Menhut-II/2011 TENTANG PEDOMAN KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN KEHUTANAN

ANGGARAN DASAR RUMAH TANGGA PATROLI KEAMANAN SEKOLAH SMA NEGERI 1 BOYOLANGU BAB I KETENTUAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06/PRT/M/2012 TENTANG KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 8 TAHUN 2007 TENTANG SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PROVINSI JAWA TIMUR

Dasar Pengadaan Dan Seleksi Karyawan

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

PROFIL SATPOL PP KABUPATEN BINTAN TAHUN kerja daerah yang memiliki tipe A, yang dipimpin oleh seorang Kepala Satuan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2012 TENTANG

PENEGAKAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

PT. IKS PARKING Jl. Jend. Ahmad Yani No. 357, Sidomulyo, Sukoharjo. Solo Telp: (0271)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PATROLI SAT SABHARA POLRES SUMBAWA BARAT BAB I PENDAHULUAN

PERATURAN BUPATI KATINGAN NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN KATINGAN

PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI LEMBAGA TEKNIS DAERAH KOTA BENGKULU

PEMERINTAH KABUPATEN BULUKUMBA

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 25/PER/M.KOMINFO/12/2011 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06/PRT/M/2012 TENTANG KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan dan pengayoman pada masyarakat serta kemampuan professional dan

KEPUTUSAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR :16/DPR RI/I/ TENTANG KODE ETIK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan pegawai negeri sipil, oleh karena itu kedudukan dan peranan

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG KODE ETIK PEGAWAI BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UU 15/1997, KETRANSMIGRASIAN. Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 15 TAHUN 1997 (15/1997) Tanggal: 9 MEI 1997 (JAKARTA)

- 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

- 1 - PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 1994 TENTANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JABATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI TASIKMALAYA. KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA Nomor 36 Tahun 2004 TENTANG

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2010

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 8 TAHUN 2002 TENTANG PEMBERDAYAAN PELESTARIAN, PENGEMBANGAN ADAT ISTIADAT DAN KEDAMANGAN

PEMERINTAH KABUPATEN MERANG

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN PANDEGLANG

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT KERJA SATUAN PENGAMANAN ( SECURITY ) TAHUN 2016

KODE ETIK PEGAWAI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

BAB I PENDAHULUAN. Pemasyarakatan yang berperan penting dalam proses penegakan hukum. Untung S. Radjab (2000 : 22) menyatakan:

PROVINSI PAPUA BUPATI MERAUKE PERATURAN DAERAH KABUPATEN MERAUKE NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI,

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN KEPALA NOMOR : 539/KA/XI/2004 TENTANG GUGUS KEAMANAN DAN KETERTIBAN NUKLIR KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL,

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

KEPALA KEPOLISISAN NEGARA RI AMANAT KAPOLRI PADA ACARA PERINGATAN HUT SATPAM KE 34 TAHUN 2014

2016, No Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesi

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF. Pengamanan. Ketertiban. Pelaksanaan. Tata Cara.

BUPATI TAPIN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG URAIAN TUGAS UNSUR UNSUR ORGANISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN TAPIN

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 88 TAHUN 2016 TENTANG

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL

BAB I PENDAHULUAAN. publiknya baik internal maupun publik eksternal. Dengan pengayatan unit Public

PERATURAN DEKAN FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 62 TAHUN 2015

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. negara dengan memperbaiki kesejahteraan dan keprofesionalan serta

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN MANAJEMEN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 81 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA NOMOR 115/P/SK/HT/2004 TENTANG KEDUDUKAN, FUNGSI, DAN TUGAS SATUAN KEAMANAN KAMPUS

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SAT BINMAS POLRES BIMA KOTA TAHUN 2016

GUBERNUR JAWA BARAT PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 47 TAHUN 2017 TENTANG

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI NOMOR : 10/M/PER/XII/2006

Bab I. Pendahuluan. 1.1 Bentuk, Bidang, dan Perkembangan Usaha. keamanan dan kepastian terhadap resiko-resiko sosial ekonomi, dan

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

2012, No.74 2 MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN KOORDINASI, PENGAWASAN, DAN PEMBINAAN TEKNIS TERHADAP KEPOLI

PERATURAN DAERAH PROVINSI BANTEN NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN KETENTERAMAN, KETERTIBAN UMUM DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

2013, No Menetapkan : 3. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahu

2011, No Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 124, Tambahan Lem

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

PENEGAKAN PERATURAN DAERAH, PEMBINAAN TRANTIBUM DAN LINMAS TRANTIBUM DAN LINMAS. Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lamongan

VISI DAN MISI BIB LEMBANG


MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 31 TAHUN 2011 TENTANG

PIAGAM AUDIT INTERNAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 17/I3/KP/2011 Tentang PENGELOLAAN PEGAWAI BERSTATUS BUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 452 TAHUN 2013 TENTANG

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

Bab I. Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Tahun 1999 tentang Pegawai Negeri Sipil (selanjutnya disebut Undang- Undang Nomor 43 tahun 1999), adalah suatu landasan hukum untuk

RANCANGAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2011 NOMOR 11 PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG

PENUNJUK UNDANG-UNDANG PENANAMAN MODAL

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEKADAU NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SEKADAU

PERATURAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN NOMOR 005 TAHUN 2015

Transkripsi:

PROPOSAL MITRA GARDA AGANCY I. LATAR BELAKANG Mitra Garda Agancy merupakan wadah biro jasa yang menciptakan sumberdaya manusia yang dinamis, cekatan dan berloyalitas tinggi dalam bidang pengamanan yakni security/ satpam. Mitra Garda Agancy dalam usahanya mengelolah, merekrut dan menyalurkan tenaga tenaga terdidik dan terlatih, berwawasan luas dan loyalitas semangat yang bisa dihandalkan, cekatan, berpengalaman dalam bidang pengamanan. Tentunya institusi baik negeri, swasta maupun perseorangan tidak mau rugi dan dirugikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab antara lain harta, benda maupun nyawa. Terutama tentang ketertiban, kenyamanan, keamanan dan kebersihan dalam area local institusi. Maka dari itu Mitra Garda Agancy sebagai biro jasa satuan pengamanan mengajukan kerjasama dibidang security/ satpam di perusahaan yang Bapak/ Ibu pimpin sebagai satuan pengamanan perusahaan dalam menjaga ketertiban, keamanan, kenyamanan dan kebersihan lokal area institusi anda. II. MAKSUD DAN TUJUAN a. Mitra Garda Agancy bermaksud untuk menyampaikan tawaran kerjasama antara biro usaha kami dengan institusi perusahaan yang Bapak/ Ibu pimpin di bidang security/ satpam. b. Tujuan proposal ini adalah menawarkan kerjasama dibidang pengamanan dalam lingkup areal institusi diperusahaan yang Bapak/ Ibu pimpin guna

membantu penanganan keamanan dan guna mengurangi adanya pengangguran di lingkungan masyarakat. III. SASARAN 1. Personil Mitra Garda Agancy adalah security yang sudah terdidik dan terlatih di kesatuan TNI AD dan POLRI 2. Lokasi sasaran penempatan personil antara lain diperkantoran, perumahan, institusi negeri/ swasta maupun perseorangan. 3. Material 4. Karyawan 5. Tamu maupun kendaraan 6. Dan lain lain yang diperlukan IV. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB Tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh anggota security/ satpam pada suatu institusi/ instansi adalah sebagai berikut : a. Tugas Intern - Melakukan pengamanan terhadap harta, benda dan jiwa didalam kawasan kerja - Melakukan management pengamanan, operasionalisasi dan pengendalian pengamanan serta analisa dan evaluasi pelaksanaan kerja - Pelaksanaan management pengamanan selalu dikoordinasikan dengan pihak institusi b. Tugas Extern - Melakukan pendekatan dan pembinaan dimasyarakat sekitar kawasan kerja dibidang pengamanan - Menjalin hubungan yang harmonis antara institusi pengamanan Negara ( POLISI, TNI dan LINMAS ) - Tanggung jawab yang wajib diemban oleh tenaga kerja security/ satpam diatur dalam ADRT Mitra Garda Agancy dan dikoordinasikan dengan pihak institusi/ perorangan ( client )

V. PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS TUGAS SECURITY 1. DASAR a. UU no 2 thn 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara RI thn 2002 no 2, tambahan lembaran no 4168) b. Keputusan Presiden Kepolisian no 70 thn 2002 tentang Organisasi dan tata kerja Kepolisian Negara RI c. KEPPRES no 63 thn 2004 tentang pengamanan objek vital Nasional d. Peraturan pemerintah no 102 thn 2010 tentang atau dari standarisasi Nasional e. Peraturan Pemerintah UU no 13 thn 2012 tentang UMK dan kinerja f. Peraturan kepala Kepolisian Negara RI no 24 thn 2007 tentang system management pengamanan organisasi, perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah g. UU no 13 thn 2003 pasal 59 dan 66 UU pasal 1 angka 27 tentang kesatuan pengamanan 2. PENGERTIAN Satuan Pengamanan ( satpam ) adalah kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/ proyek/ badan usaha untuk melaksanaan pengamanan fisik dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa dilingkungan atau kawasan kerja. 3. Fungsi, tugas pokok dan peranan satpam a. Fungsi satpam Melindungi dan mengamanan lingkungan atau kawasan kerja dari segala gangguan keamanan dan ketertiban serta pelanggaran hokum b. Tugas pokok security Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban dilingkungan kerja c. Peranan satpam - Membantu pimpinan institusi/ perusahaan di bidang keamanan lingkungan kerja - Pembantu Polri/ TNI/ Linmas dalam pembinaan pengamanan di lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat VI. OPERASIONALISASI

Operasionalisasi tugas pengamanan dibagi dalam ikatan yang terdiri antara lain ; a. 12 jam kerja yakni, - Dimulai pukul 07.00 s/d 19.00 WIB ; merupakan shieff I ( pagi ) - Dimulai pukul 19.00 s/d 07.00 WIB ; merupakan shieff II ( malam ) b. 8 jam kerja yakni, - Dimulai 07.00 s/d 15.00 WIB ; merupakan shieff I ( pagi ) - Dimulai 15.00 s/d 23.00 WIB ; merupakan shieff II ( sore ) - Dimulai 23.00 s/d 07.00 WIB ; merupakan shieff III ( malam ) Ataupun pemakaian system lainnya sesuai kebutuhan maupun permintaan berdasarkan kesepakatan kerjasama. c. Kekuatan masing masing shieff diorganisir dalam satuan regu dan dipimpin oleh komandan regu d. Dalam pelaksanaan operasionalisasi kinerja akan disupervisi dari Mitra Garda Agancy VII. KELENGKAPAN Dalam pelaksanaan tugas satuan pengamanan (security/ satpam ), maka kepada pelaksana tugas diberikan kelengkapan perorangan lapangan ( KAPORLAP ), standarisasi security/ satpam Mitra Garda Agancy, antara lain seragam dinas security lengkap, borgol, peluit dan tongkat. Sedangkan untuk keperluan satuan pengamanan dilengkapi dengan senter, HT, Cash HT, Metal Detektor dan Mirror Inspection yang penggunaannya disesuaikan dengan tingkatan kebutuhan dan kerawanannya. VIII. BENTUK KERJA SAMA - Kerjasama antara Mitra Garda Agency dengan client ditawarkan dalam bentuk contract system. - Pihak MGA menyediakan/menyalurkan tenaga-tenaga security yang handal, terdidik, dan terlatih sesuai kebutuhan client. - Sedangkan client menyediakan tempat kinerja satpam dan menyediakan pembayaran terhadap pelaksanaan tugas-tugas pengamanan kepada biro Mitra Garda Agency. I. SISTEM PEMBAYARAN Rincian biaya di sesuaikan dan dikirimkan lebih lanjut, antara lain ;

System pembayar perbulan NO JABATAN GAJI POKOK UM TRANSPORT JUMLAH 1 Kepala Pengamanan (KA Chief) 2.300.000,- 2 Wakil KA Chief 2.000.000 3 Komandan Regu 4 Anggota 1.850.000,- 1.740.000,- 208.000,- 208.000,- 208.000,- 208.000,- 130.000,- 130.000,- 130.000,- 130.000,- System pembayaran ini bisa dibayarkan pada setiap bulannya ataupun langsung berkelipat sesuai dengan kesepakatan perjanjian kerjasama antara MGA dan instansi. 2.638.000 2.338.000 2.188.000 2.122.000 X. KEUNTUNGAN YANG AKAN DIPEROLEH Keuntungan kerjasama antara MGA dengan client apabila terjadi kesepakatan kerjasama. 1. Praktis : Pihak client sama sekali tidak perlu memikirkan masalah kepegawaian satpam/security ataupun segala hak dan kewajiban lainnya serta sarana pendukung security/satpam. 2. Professional : Dengan menggunakan tenaga security/ satpam yang sudah terdidik dan terlatih baik di kesatauan TNI AL maupun polri akan menghasilkan scuriti yang profesiona dan dapat di andalkan. 3. Jujur : Dengan tidak adanya hubungan security dengan pihak client maka menghilangkan segala kemungkinan terjadinya kerjasama orang dalam untuk melakukan kejahatan maupun pelanggaran lainnya. 4. Berwibawa : Security kami mempunyai wibawa tersendiri karena tidak terkait dalam suatu peraturan tertentu dalam suatu institusi sehingga dalam menjalankan peraturan tidak mempunyai beban apapun, biasanya security yang di rekrut langsung oleh suatu institusi kurang mempunyai wibawa karena security

XI. masih dianggap sebagai pelengkap penderita, sehingga segala peraturan di tempat tersebut bila dilangga oleh karyawan, maka security tidak bisa menegurnya padahal peraturan tersebut untuk kepentingan bersama/perusahaan. PENUTUP Demikian proposal penawaran jasa pengamanan ini di ajukan dengan harapan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan biro Mitra Garda Agency sebagai mitra dalam bidang keamanan lingkungan usaha anda guna tercapainya kerjasama dan keuntungan pada masing-masing pihak. Kami siap memberikan layanan untuk jasa pengamanan (security/satpam) agar dapat memperoleh rasa aman,tertib,lancer,nyaman,dan bersih dengan motto perusahaan kami sebagai berikut : Kedisiplinan Mitra Keamanan Penyelenggaraan keamanan dan pengembangan system Tanggung jawab Mitra Ganda Agency adalah memberikan rasa aman dan senantiasa menciptakan kenyamanan pembangunan system keamanan terpadu yang pertama dan utama di Indonesia telah melahirkan security/satpam yang mampu menjalankan fungsi multi dimensional disamping tugas pokoknya : 1. Berjaga tiap saat selama 24 jam sehari dengan bergilir/rolling regu jaga 2. Mengawasi setiap jenis kegiatan 3. Mencegah timbulnya tindakan kejahatan 4. Menanggulangi kasus 5. Membuat dan memberikan laporan kegiatan kepada pengguna jasa. Personil Mitra Garda Agency dibekali suatu keterampilan, pendidikan, dan pelatihan agar mampu menjadi tuan rumah yang ramah, sopan tetapi tetap tegas berwibawa. Serta konsisten dalam menciptakan keamanan dan kanyamanan lingkungan. Proses Seleksi, Pembinaan dan Pelatihan Mitra Garda Agency - Penerimaan calon security/satpam dilakukan melalui penyaringan dan ujian yang ketat seperti psikotes, pengetahuan umum, kemampuan fisik dan mental.

- Pendidikan dasar satpam yang kami terapkan merupakan pembinaan fisik dan mental yang mengacu pada standart pendidikan dan pelatihan-pelatihan dari POLRI mauoun TNI AD termasuk beladiri seperti tercantum dalam Security Guide Book. - Seleksi ketat calon security/satpam di teruskan dengan penyuluhan teori keamanan dalam pendidikan dasar berstandart POLRI, melahirkan personil keamanan yang berkualitas dan dapat dibanggakan. Visi Misi Mitra Garda Agency V I s i : Menjalin, meningkatkan, menjaga, dan memelihara hubungan kerjasama dengan mitra usaha guna menciptakan lapangan kerja yang dinamis serta mengerti kemiskinan dan pengangguran masyarakat. M I s I : 1. Meningkatkan program-program pemerintah dalam mengentas kemiskinan dan pengangguran. 2. Menghasilkan tenaga-tenaga kerja yang unggul, terdidik dan terlatih dibidang pengamanan yakni security/satpam. 3. Menjadikan contoh pelopor perjuangan anak bangsa sesuai dengan nilainilai pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. 4. Menciptakan kerjasama yang dinamis dengan mitra usaha yang di koordinasi pengawasan dan pembinaan teknis dengan kepolisian dan TNI AD sebagai mitra dalam kesatuan pengamanan Mitra Garda Agency. Motto Mitra Garda Agency Kedisiplinan Mitra Keamanan Dengan artian dan maksunya yakni, bahwa ;

Setiap anggota security/ satpam Mitra Garda Agancy wajib mentaati, menertibkan, mematuhi, menjaga institusi kerja adalah kunci dalam kesatuan pengamanan. Tugas Kami Manfaat Bagi Anda Institusi maupun perseorangan yang berkerjasama dengan kami Mitra Garda Agency akan memperoleh manfaat meminimakan beban kerja dan biaya, berkat pola kemitraan yang di terapkan akan menjadi tanggung jawab Mitra Garda Agency, diantaranya : 1. Proses rekrutmen tenaga keamanan 2. Dapat segera menambah atau mengganti personil keamanan. 3. Jaminan profesionalisme personil keamanan. 4. Program pembinaan berkala tenaga keamanan. 5. Bebas dari keberpihakan unsur lain