Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Kajian Sistem Jaringan Ventilasi Tambang Emas Blok Cikoneng PT Cibaliung Sumberdaya, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten

Menyingkirkan debu yang berada dalam aliran ventilasi tambang bawah tanah hingga ambang batas yang diperkenankan.

BAB I PENDAHULUAN. penambangan bawah tanah dengan cara Cut and Fill (C & F) yang terletak di

BAB IV PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Intake dan exhaust Tambang Ciurug. Intake Tambang Ciurug MHL RC

BAB III LANDASAN TEORI

Gas dan Debu. Pada Tambang Bawah Tanah

Rizal Fahmi, ST. Kuliah 2. ACC. DR. T. Andika Rama Putra

BAB I PENDAHULUAN. 4cm. 5 spasi (single)

Pengaruh Kecepatan Dan Arah Aliran Udara Terhadap Kondisi Udara Dalam Ruangan Pada Sistem Ventilasi Alamiah

PENGUKURAN KECEPATAN UDARA DI DALAM TEROWONGAN

1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

3 KARAKTERISTIK LOKASI DAN PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PENELITIAN

SISTEM VENTILASI DALAM KAPAL

BAB III PENGUKURAN DAN ANALISIS

BAB II TEORI DASAR. Laporan Tugas Akhir 4

DISAIN TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH DENGAN CAD

BAB I PENDAHULUAN. PT Cibaliung Sumberdaya (PT CSD) merupakan salah satu Perusahaan

APLIKASI PENGUKURAN VENTILASI ALAMI

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Prinsip Pembangkit Listrik Tenaga Gas

Laporan Tugas Akhir BAB II TEORI DASAR

BAB III PENGETAHUAN DASAR TENTANG AC ( AIR CONDITIONER )

Gophering Adalah metode penambangan yang tidak sistematis, umumnya dilakukan secara tradisional / manual. Dipakai untuk endapan tersebar dengan nilai

IV. PEMBAHASAN A. Distribusi Suhu dan Pola Aliran Udara Hasil Simulasi CFD

PENGOPERASIAN SISTEM VAC & OFF GAS (SISTEM TATA UDARA) Gatot Sumartono, Ade Suherman Pusat Teknologi Limbah Radioaktif

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

STUDI ANALISA OPTIMASI PENGHEMATAN ENERGI PADA SISTEM TATA UDARA DI TERMINAL KARGO BANDARA SOEKARNO HATTA. Budi Yanto Husodo 1,Novitri Br Sianturi 2

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. aktifitas yang diluar kemampuan manusia. Umumnya mesin merupakan suatu alat

BAB I PENDAHULUAN. terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan

BAB 9. PENGKONDISIAN UDARA

BAB IV ANALISA DATA DAN PERHITUNGAN

Perancangan Desain Ergonomi Ruang Proses Produksi Untuk Memperoleh Kenyamanan Termal Alami

PENGARUH DEBIT AIR SEMBURAN TERHADAP EFEKTIVITAS DIRRECT EVAPORATIVE COOLING POSISI HORISONTAL

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Hal ini disebabkan karena manusia memerlukan daya dukung unsur unsur

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 12: Penentuan total partikel secara isokinetik

FORMAT PELAPORAN PEMANTAUAN EMISI DAN KONDISI DARURAT PENCEMARAN UDARA KEGIATAN DAN/ATAU USAHA MINYAK DAN GAS BUMI

PENGOPERASIAN SISTEM VAC & OFF GAS. Gatot Sumartono Pusat T eknologi Limbah Radioaktif, BAT AN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Hubungan parameter..., Duniantri Wenang Sari, FKM 2 UI, Universitas Indonesia

BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L CC

II. TINJAUAN PUSTAKA

Elaeis Noviani R *, Kiki Ramayana L. Tobing, Ita Tetriana A, Titik Istirokhatun. Abstrak. 1. Pendahuluan. 2. Dasar Teori Karbon Monoksida (CO)

PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR PADA RADIATOR TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN KADAR EMISI GAS BUANG DAIHATSU HIJET Suriansyah Sabaruddin 1)

KAJIAN EKSPERIMEN COOLING WATER DENGAN SISTEM FAN

Simulator Otomatisasi Chilled Water Pump pada Sistem Pendingin Terpusat

BAB I PENDAHULUAN. campuran beberapa gas yang dilepaskan ke atmospir yang berasal dari

Pengaruh Jenis Sprayer Terhadap Efektivitas Pendinginan Evaporasi Kontak Langsung

Sistem Penambangan Bawah Tanah (Edisi I) Rochsyid Anggara, ST. Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah

Penyehatan Udara. A. Sound Level Meter

Unsur gas yang dominan di atmosfer: Nitrogen : 78,08% Oksigen : 20,95% Argon : 0,95% Karbon dioksida : 0,034%

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal ph (derajat keasaman) apabila tidak sesuai kondisi akan mempengaruhi kerja...

PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMAHAN DIAN REGENCY TAHAP 2 PALEMBANG LAPORAN AKHIR


Lampiran 1. Perhitungan kebutuhan panas

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)

BAB II TEORI DASAR. 2.1 Pengertian Sistem Tata Udara

STUDI ANALISA OPTIMASI PENGHEMATAN ENERGI PADA SISTEM TATA UDARA DI TERMINAL KARGO BANDARA SOEKARNO HATTA. Budi Yanto Husodo 1,Novitri Br Sianturi 2

IDENTIFIKASI & FUNGSI SISTEM BAHAN BAKAR

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PROGRAM PENCAHAYAAN (Lighting) TIM BROILER MANAGEMENT 2017

ANALISA PERBANDINGAN EMISI GAS BUANG BAHAN BAKAR LGV DENGAN PREMIUM PADA DAIHATSU GRAND MAX STANDAR

2.2.3 Persentil Konsep Perancangan dan Pengukuran Concept Scoring Hidrogen Karbon Monoksida 2-25

BAB II LANDASAN TEORI

KAJIAN TEORITIK PEMILIHAN HEAT PUMP DAN PERHITUNGAN SISTEM SALURAN PADA KANDANG PETERNAKAN AYAM BROILER SISTEM TERTUTUP

ANALISIS FAKTOR GESEKAN PADA PIPA HALUS ABSTRAK

LAPORAN PRAKTIKUM RESPIRASI PADA HEWAN (BELALANG)

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

Informasi Data Pokok Kota Surabaya Tahun 2012 BAB I GEOGRAFIS CHAPTER I GEOGRAPHICAL CONDITIONS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Rencana Rancangan Tahapan Penambangan untuk Menentukan Jadwal Produksi PT. Cipta Kridatama Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh

NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH Pengembangan Desain Alat Produksi Gas Metana Dari Pembakaran Sekam Padi Menggunakan Filter Tunggal

BAB III ANALISA DAN PERHITUNGAN

Prinsip kerja PLTG dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini : Gambar 1.1. Skema PLTG

Perencanaan Ulang Sistem Pengkondisian Udara Pada lantai 1 dan 2 Gedung Surabaya Suite Hotel Di Surabaya

SANITASI DAN KEAMANAN

RANCANG BANGUN EVAPORATIVE COOLING

BAB II LANDASAN TEORI

SISTEM KERJA. Nurjannah

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

3. METODE PENELITIAN

Studi Eksperimen Pengaruh Sudut Blade Tipe Single Row Distributor pada Swirling Fluidized Bed Coal Dryer terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISA TERMODINAMIKA LAJU PERPINDAHAN PANAS DAN PENGERINGAN PADA MESIN PENGERING BERBAHAN BAKAR GAS DENGAN VARIABEL TEMPERATUR LINGKUNGAN

Bagian V: PENGKONDISIAN UDARA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan

Hati-hati keracunan gas CO

BAB II TINJAUAN UMUM

Pathologi Bangunan dan Gas Radon Salah satu faktor paling populer penyebab terganggunya kesehatan manusia yang berdiam

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: ( Print) B-91

UJI PRESTASI PENDINGINAN EVAPORASI KONTAK TIDAK LANGSUNG (INDIRECT EVAPORATIVE COOLING) DENGAN VARIASI TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR

KAJI EKSPERIMENTAL SISTEM PENGKONDISIAN UDARA MENGGUNAKAN PEMODELAN VENTILASI ALAMIAH UNTUK PENGKONDISIAN UDARA PADA RUANGAN PERKANTORAN

KAJIAN EKSPRIMENTAL PENGARUH BAHAN ADITIF OCTANE BOSTER TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MESIN DIESEL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYIMPANAN PADA BIJI-BIJIAN

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Transkripsi:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Kajian Proses Pengendalian Kualitas dan Kuantitas Udara pada Sistem Ventilasi Penambangan Emas Bawah Tanah PT Cibaliung Sumberdaya di Kec CimangguKab Pandeglang Banten Study of Quality and Quantity of Air Controlling Process on Ventilation System in Underground Gold Mining in PT Cibaliung Sumberdaya at Cimanggu Residence Kab Pandeglang - Banten 1 Lucky Rojab Rifansyah, 2 Dudi Nasrudin, 3 Sriyanti 1,2,3 Prodi Teknik Pertambangan, FakultasTeknik, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116 email: 1 luckyrojab@gmail.com, Abstract. PT.Cibaliung Sumberdaya is one of the companies mining which working in the area of mining industry gold ore.mining system used in the company of this is a system mining underground by using the method cut and fill.important problem that must be considered in activities mining underground the system ventilation pertinent to the matter respiratory, it is in are caused by because of a lack of the quality and quantity of clean air good that in need handling good to ventilation System tissue have in use by PT CSD consisting of 2 ( two ) a unit to which it is attached each installed in block Cibitung and block Cikoneng.from second play fan distributed by comparison 60 % and 40 %.System tissue ventilation in block Cibitung consisting of 5 ( five ) a unit forcing booster fan consisting of 2 ( two ) a unit booster fan @ 37 Kw installed at Xcut-4 and 1 ( one ) of units at Xcut-7, 1 ( one ) a unit booster fan 1 @ 55 Kw, 1 ( one ) a unit booster fan 2 @ 55 Kw, 1 ( one ) a unit booster fan 1 @ 11 Kw and 1 ( one ) a unit main fan.discharge the air on location main fan block Cibitung reached 69.09 m 3 /second, the value of the debt is 96 % of the number of air supplied by so that air that goes to cross cut are not met, so that arising problems where the air that goes to play fan too large.based on the discussion over so that aspects subjects of subjects about the problems in the play fan with discharge 69.09 m3 per second.solve the problem, required actions has improving tissue play fan by doing engineering on a network play fan through the installation of prisoners regulator to dimension long 2 meters and 4 meters width so that the number of discharge air entering to play fan reduced Keywords : Vantilasi system, the quality and quantity of air, gold mining Abstrak. PT. Cibaliung Sumberdaya merupakan salah satu perusahaan tambang yang bergerak di bidang industri penambangan bijih emas. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan ini adalah sistem penambangan bawah tanah (underground mining) dengan menggunakan metode cut and fill.permasalahan penting yang harus diperhatikan dalam aktifitas penambangan bawah tanah yaitu system ventilasi.sistem ventilasi berhubungan dengan masalah pernafasan,hal ini di sebabkan karena kurangnya kualitas dan kuantitas udara bersih yang baik sehingga di perlukan penanganan yang baik pada sistem ventilasi. System jaringan ventilasi yang di gunakan oleh PT CSD terdiri dari 2 ( dua ) unit yang terpasang masing masing terpasang di Blok Cibitung dan Blok Cikoneng.dari kedua Main Fan tesebut didistribusikan dengan perbandingan 60% dan 40%.System jaringan ventilasi di blok cibitung terdiri dari 5 ( lima ) unit Forcing Booster Fan terdiri dari 2 ( dua ) unit Booster Fan @37 Kw yang terpasang pada Xcut-4 dan 1 ( satu ) unit pada Xcut-7, 1 ( satu ) unit Booster Fan 1 @ 55 Kw,1 ( satu ) unit Booster Fan 2 @ 55 Kw,1 ( satu ) unit Booster Fan 1 @ 11 Kw dan 1 ( satu ) unit Main Fan.Debit udara pada lokasi Main Fan Blok Cibitung mencapai 69.09 m 3 /detik, nilai tersebut merupakan 96% dari jumlah udara yang disuplai sehingga udara yang masuk ke Cross cut tidak terpenuhi, sehingga timbul permasalahan dimana udara yang masuk ke Main Fan terlalu besar.berdasarkan uraian di atas sehingga aspek bahasan yang diteliti mengenai permasalahan di jaringan main fan dengan debit 69.09 m3/detik. Untuk mengatasi masalah tersebut,diperlukan tidakan perbaikan terhadap jaringan main fan dengan melakukan perekayasaan pada jaringan main fan melalui pemasangan tahanan regulator dengan dimensi panjang 2 meter dan lebar 4 meter sehingga jumlah debit udara yang masuk ke main fan berkurang. Kata kunci : Sistem Vantilasi, Kualitas dan Kuantitas Udara, Penambangan emas 638

Kajian Proses Pengendalian Kualitas dan Kuantitas Udara 639 A. Pendahuluan PT. Cibaliung Sumberdaya merupakan salah satu perusahaan tambang yang bergerak di bidang industri pertambangan bijih emas. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan ini adalah sistem penambangan bawah tanah (underground mining) dengan menggunakan metode cut and fill. Dalam teknologi penambangan bawah tanah dimana pekerja dan pekerjaan yang dilaksanakan tidak berhubungan secara langsung dengan udara bebas, maka hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya adalah mengenai sistem pengaturan udara atau ventilasi tambang. Dimana ventilasi tambang ini berfungsi untuk menyediakan dan mengalirkan udara segar ke dalam tambang untuk keperluan menyediakan udara bersih dan segar bagi pernafasan para pekerja didalam tambang dan juga bagi segala proses yang terjadi dalam tambang yang memerlukan oksigen. Fungsi lain dari ventilasi ini adalah untuk melarutkan dan membawa keluar dari tambang segala pengotor dari gas-gas yang ada di dalam tambang sehingga tercapai keadaan kandungan gas dalam udara yang memenuhi syarat bagi pernafasan, selain itu untuk menyingkirkan debu yang berada dalam aliran ventilasi tambang bawah tanah hingga ambang batas yang diperkenankan dan mengatur panas juga kelembaban udara sehingga dapat diperoleh suasana atau lingkungan kerja yang nyaman. Pada area cross cut 4 terjadi permasalahan berupa kebocoran dan kerusakan dimensi dact sehingga kecepatan, debit,kelembaban serta persentase udara pada cross cut selanjutnya mengalami head lose sehingga penulis melaksanakan kajian terhadap kualitas dan kuantitas pada blok Cibitung. B. Landasan Teori Ventilasi tambang adalahilmu yang mempelajaritentangpengendalian terhadappergerakan udara, arahpergerakannya dan jumlahnya (Mine Ventilation And Air Conditioning, Howard I. Hartman, 1982). Ventilasi tambang berfungsi untuk menyediakan dan mengalirkan udara segar ke dalam tambang untuk keperluan penyediaan udara segar (oksigen) bagi pernapasan para pekerja dalam tambang dan juga bagi segala proses yang terjadi di dalam tambang yang memerlukan oksigen. Udara tambang meliputi campuran antara udara atmosfir dengan emisi gas - gas dalam tambang serta bahan-bahan pengotornya. Parameter kualitas udara meliputi gas, debu, temperatur serta kelembaban udara. Standar udara yang bersih adalah udara yang mempunyai komposisi sama atau mendekati dengan komposisi udara atmosfir pada keadaan normal. Udara segar normal yang dialirkan pada ventilasi tambang terdiri dari Nitrogen, Oksigen, Karbondioksida, Argon dan Gas-gas lain. Komposisi udara segar dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Komposisi Udara Segar Unsur Persen Volume (%) PersenBerat (%) Nitrogen (N 2 ) Oksigen (O 2 ) Karbondioksida CO 2 ) Argon (Ar), dll 78,09 20,95 0.03 0,93 75,53 23,14 0,046 1,284 (sumber : Hartman, 1982) Teknik Pertambangan,Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

640 Lucky Rojab Rifansyah, et al. Dalam perhitungan ventilasi tambang selalu dianggap bahwa udara segar normal terdiri dari : Nitrogen = 79%, dan Oksigen = 21%.Disamping itu dianggap bahwa udara segar akan selalu mengandung karbondioksida (CO 2 ) sebesar 0,03%. Udara dalam ventilasi tambang selalu mengandung uap air, tidak pernah ada udara yang benar-benar kering. Karena itu akan selalu ada istilah kelembaban udara. Jenis-jenis ventilasi dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal berikut ini antara lain : 1. Penggolongan berdasarkan metode pembangkitan daya ventilasi, terdiri dari : ventilasi alami dan ventilasi mekanis. 2. Penggolongan berdasarkan tekanan ventilasi pada ventilasi mesin, terdiri dari : ventilasi tiup dan ventilasi sedot. 3. Penggolongan berdasarkan letak intake dan Outake airway, terdiri dari : ventilasi terpusat dan ventilasi diagonal. Jika suatu tambang memiliki dua shaft yang saling berhubungan pada kedalaman tertentu, sejumlah udara akan mengalir masuk ke dalam tambang meskipun tanpa alat mekanis. Ventilasi alam disebabkan udara pada downcast shaft lebih dingin dari udara padaupcast shaft. Dan juga dipengaruhi oleh perbedaan tekanan dan densitas udara antara dua shaft yang saling berhubungan tersebut. Ventilasi alami terjadi karena perbedaan temperatur di dalam dan luar stope. Temperatur di dalam stope akan mempengaruhi terjadinya ventilasi alami. Apabila terdapat perbedaan temperatur intake airway dan returnairway yangketinggianmulut pit intakedan Outakenya berbeda, akan timbul perbedaan kerapatan udara di dalam dan di luar stope atauudaradi intake airway dan returnairway yangberbeda temperaturnya, ya ng akan membangkitkan aliran udara. Ventilasimekanisadalahjenisventilasidimanaaliranudaramasukkedalamtambang disebabkanolehperbedaantekanan yang ditimbulkanolehalatmekanis. Yang dimaksud peralatan ventilasi mekanis adalah semua jenis mesin penggerak yang digunakan untuk memompa dan menekan udara segar agar mengalir ke dalam lubang bawah tanah. Yang paling penting dan umum digunakan adalah fanatau mesin angin. Mesin angin adalah pompa udara, yang menimbulkan adanya perbedaan tekanan antara kedua sisinya, sehingga udara akan bergerak dari tempat yang tekanannya lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Pada proses menerus dapat dilihat bahwa mesin angin menerima udara pada tekanan tertentu dan dikeluarkan dengan tekanan yang lebih besar. C. Hasil PenelitiandanPembahasan Banyaknya aliran udara yang masuk kedalam tambang melalui Portal sebanyak 115,00 m 3 /detik sebagai akibat dari adanya 2 (dua) Exhausting Main Fan yang masing masing terletak di Blok Cibitung dan Blok Cikoneng. Udara bersih yang masuk melalui Portal dicabangkan ke Blok Cibitung dan Blok Cikoneng. Banyaknya aliran udara bersih yang masuk ke Blok Cibitung 84,51 m 3 /detik dan ke Blok Cikoneng 50,09 m 3 /detik. Dalam hal ini, permasalahan system jaringan ventilasi tambang yang timbul di Blok Cibitung saja yang dikaji debit udara yang masuk pada Main Fan begitu besar sebanyak 69.09 m 3 /detik Kondisi suhukering (Td) di Blok Cibitung berkisar dari 29,27 C dengan suhu basah (Tw) berkisar dari 19,53 C sedangkan kelembaban relative berkisar dari 42,73% Tabel 4.5 menunjukkan hasil pengukuran kuantitas dan kualitas rata rata di Blok Cibitung. Volume 2, No.2, Tahun 2016

Kajian Proses Pengendalian Kualitas dan Kuantitas Udara 641 Kualitas oksigen dan karbon monoksida dari hasil Gas Detector blok Cibitung ditiap Cross Cut sebesar 2.8% kandungan oksigen sedangkan kandungan monoksida terdapat pada X-cut 7 2.8% di karnakan adanya aktifitas alat berat Drill Jumbo, X -cut 8 2.8% adanya aktifitas Drill Jumbo dan Mackbay 12 8% adanya aktifitas Drill Jack Leg. Dalam mengevaluasi kebutuhan udara di setiap stope harus dibandingkan dengan kondisi banyaknya aliran udara yang tersedia di setiap stope berdasarkan hasil pengukuran. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dengan ketersediaan udara di setiap stope, apakah kebutuhan udara para pekerja dan alat mekanis yang beroperasi sudah terpenuhi atau belum. PadaTabel 2menunjukkankebutuhanudaradenganketersediaanbanyaknyaaliranudaraudara di setiapstope. Tabel2.PerbandinganKebutuhanUdaraUntukSetiap Stope DenganKetersediaanBanyaknyaAliranUdaraSetiapStope Sumber : Data PenelitianVentilasi Tambang,2015 Keterangan : : Kebutuhanudarabersihbelumterpenuhi BerdasarkandarihasilperbandinganpadaTabel 5.1 dapatdisimpulkanbahwaketersediaanbanyaknyaaliranudara di setiapstope belummampumemenuhikebutuhanudarakarenaketersediaanudarabersih di setiapstope kurangdarikebutuhanudarabersih yang direncakan. Namun, yang menjadi focus dalampermasalahaniniadalahbelumterpenuhinyakebutuhanudarabersihpadasemuastope produksiaktif di karenakanmain Fan 132 Kw tidakbiasamenghisap di X-cut-4B dandecline Cibitung, sebab X-cut-4B tidakdapatterpenuhihinggadeclinedarihasilpengukurandari X-cut-4B dandeclinekurangdaristandar yang seharusnyayaitu 18.59m 3 /detik. Makadariituperlupenangananyaitudengan di buatkannyapintuatautahananpadajaringan debitudaramain Fan dengandi lakukannyasimulasipemasangan regulator denganpanjang 2 meter danlebar 4 meter sehingga debit udara yang masukkemain Fanberkurang. D. Kesimpulan Sistemventilasi di blokcibitungmenggunakanmetodeexhaust fan ( hisap ) yaitumemberikanhembusanudara yang berkebalikandengan system forcing (hembusan). DalammetodeinipadablokCibutungdanCikonengmasing masingmengguakan main fan dengankapasitas @ 132 Kw. Teknik Pertambangan,Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

642 Lucky Rojab Rifansyah, et al. Keduafan memiliki diameter 2,4 meter dandipasangpadabagianluardengan diameter 3,9 meter. Blade angel Main Fan sebesar 48 derejatdantermasuklow pressure fan. Banyaknyaaliranudara yang dihasilkandarimain Fan inisekitar 60 m 3 /detiksampai 98 m 3 /detikdantotal pressure fan inisebesar 390 Pa sampai 1.490 Pa Dari hasil kegiatan lapangan di lokasipenelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. Sistem ventilasi yang digunakanadalah sistem ventilasi hisap, dimana udara bersih dialirkan ke dalam tambang dan udara serta gas kotor dialirkan ke luar tambang melalui aramco ke saluran vent saft Cibitung dan Cikoneng 2. Cara pengukuran debit dilakukanlangsung di titiktitikpengukurandenganmenggunakananemometer Velocicalc. Ujung darialatini di pasangkanpadasebuahtongkatuntukmenjangkau duct yang berada di bagianataslokasilalualat di arahkanketitik yang dianggapmewakili. 3. BerdasarkanKepmen 555 tentangkualitasudara di tambangbawahtanah, nilaikualitas udara di lokasipenelitianterbilang baik, hal ini dapat dilihat dari kadar oksigen rata-rata yang diatas standar yaitu 20,8% dimana ambang batasnyamenurutkepmen 555 adalah 19%, dan kadar karbon monoksidanya berada di bawah ambang batas yaitu 5ppm. 4. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa kebutuhan udara di beberapalokasi Blok Cibitungyang sedang melakukan kegiatan masih kekurangan udara segar, hal ini dipicu karena adanya kehilangan udara. Kehilangan udara disebabkan karena adanya faktor kebocoran pada duct di daerah yang mengalamikekuranganudara, belokan dan percabanganduct. E. Saran 1. Untuk mengoptimalkan debit udara yang dapat disuplay ke tiap ujung duct, sebaiknya kondisi duct selalu dipantau dan diperbaiki jika terjadi kebocoran dan jika terdapat shock loss pada duct kehilangan head yang dihasilkan dari perubahan aliran atau luas penampang dari saluran, belokan atau percabangan. 2. Lakukan sistem buka tutup sementara pada vent bag (diikat) pada area-area dengan kondisi debit udara rendah (secara visualisasi vent bag terlihat kempes) pada area dengan aktivitas penambangan terbesar sehingga supplay udara bersih dapat terpenuhi. 3. Penambahan Auxiliary maupun Exhaust Fan pada area-area dengan supplay udara rendah < 2m 3 /s (Kondisi actual debit udara berwarna merah pada tabel simulasi kebutuhan debit udara). Daftar Pustaka Anonim a ) DirektoratTeknikPertambanganUmum,DirektoratJendralPertambanganUmum,Surat KeputusanMentriPertambangan Dan Energy Republic Indonesia Nomor 555. K/26/MPE/1995.Tentang Keselamatan Dan KesehatanKerjaPertambanganUmum,Jakarta 1995 Hall C.J., Mine Ventilation Engineering American intitute of Mining Metallurgical and Petrolum Engineering INC 1981 Hartman,.HL.,Mutmansky j.,ramani R., Wang Y..J., Mine Ventilation and Air Conditioning, john Willey 1997. Volume 2, No.2, Tahun 2016

Kajian Proses Pengendalian Kualitas dan Kuantitas Udara 643 Kelly, EG., Spottiswood, DJ., Introdution To Mining Proserring, John Willey &Sons,1997. McPherson, MJ., Subsurface Ventilation and Environmental Engineering, Chapman hall,. 1993 Nekrasov,B., Hidraulics For Aeronautical Engineer, Moscow 1969 Teknik Pertambangan,Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016