SISTEM VENTILASI DALAM KAPAL
|
|
|
- Ida Kartawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SISTEM VENTILASI DALAM KAPAL Budi Utomo *) Abstract Ventilation in ships is a process substitute dirty air in a hold of ship with fresh air from outside. If means for keep air in compartment always clean or fresh to make people comfort and to limit influence destruction part of ship also rattenness of cargo that caused by too high dampness of the air. Ventilation system in ships differences two kind, that are natural ventilation system and mechanical ventilation system. Natural ventilation principles uses movement or flow of natural air, for example there are wind or air flow that caused by symptom of air rising because temperature different. Where as on mechanical ventilation system the principles same with natural ventilation system, but air movement helped by ventilator or another similar tools that rotation in the tube. Key word : Ventilation system in ships, Natural ventilation and mechanical ventilation. Pendahuluan Ventilasi dalam kapal adalah proses penggantian udara kotor dengan udara segar dari luar ke berbagai ruangan (compartment) kapal dengan tujuan untuk mempertahankan kebutuhan susunan kimia dan kelembaban udara di dalam ruangan kapal. Oleh karena itu pada perencanaan kapal semua tipe, penentuan perleng-kapan ventilasi mutlak diperlukan karena berhubungan dengan kenyamanan bagi awak kapal atau penumpang, untuk melindungi kwalitas muatan, untuk ventilasi dan pembebasan gas pada ruang pompa kapal tangker dan sebagainya. Jadi Ventilasi Dalam Kapal secara garis besar diperlukan untuk ventilasi tempat tinggal dan ruang kerja, ventilasi ruang mesin dan ruang ketel,. ventilasi ruang muat, ventilasi bahan bakar dan sebagainya. Jumlah udara yang dibutuhkan untuk ventilasi di dalam kompartemen dihitung berdasarkan temperatur udara maksimum yang di ijinkan, kelembaban udara maksimum yang di ijinkan dan prosentase CO 2 maksimum yang di ijinkan di dalam kompartemen. Hal ini di lakukakan dengan cara mengatur aliran udara atau emisi ke dalam masing-masing ruangan, dengan mengganti udara yang telah kotor dengan udara segar ( fresh air), yang berarti mengatur tingkatan temperatur, tekanan (pressure) dan komposisi kimia ( chemis ) udara di dalam ruangan. Jadi prinsip dari sistem ventilasi adalah untuk mengatur temperatur dan untuk mengalirkan udara keluar-masuk pada masing-masing ruangan kapal. *) Staf Pengajar Jurusan D III T. Perkapalan Fakultas Teknik Undip Sifat udara yang terlalu lama berada atau tersimpan di dalam ruangan adalah sangat merugikan bahkan dapat mengganggu kesehatan manusia. Hal tersebut disebabkan antara lain : - Kadar zat arang meningkat ( dalam keadaan normal ± 0,04 % ) - Kadar uap air meningkat - Temperatur udara meningkat - Kadar zat asamnya menurun. Untuk mencegah hal tersebut diatas maka dilakukan sirkulasi udara di setiap ruangan-ruangan kapal, misalnya ruang mesin, ruang muatan, ruang akomodasi dan sebagainya. Fungsi sistem ventilasi ialah untuk mempertahankan komposisi kimia dan kelembaban udara (humidity ) ataupun mengubahnya sesuai dengan yang diperlukan didalam ruangan kapal, dengan cara mengatur aliran udara ke luar atau masuk ruangan kapal guna melakukan proses penggantian udara yang telah kotor dengan udara segar dan mengatur tingkatan temperatur, tekanan dan komposisi kimia udara di dalam ruangan kapal. Dengan terjadinya proses tersebut akan dapat memenuhi tujuan ventilasi dalam kapal yaitu : - Untuk menjaga udara di dalam ruangan di kapal selalu bersih atau segar sehingga dapat dirasakan nyaman oleh manusia. - Pengaruh kerusakan bagian-bagian kapal dan pembusukan muatan yang ditimbulkan oleh karena terlalu besarnya kelembaban dapat dibatasi. Sistem Ventilasi Dalam Kapal Seperti telah dijelaskan diatas sistem ini diperlukan untuk ruangan muatan ( barang ), ruangan atau kamar mesin, palka-palka, ruangan atau kamar penumpang dan para perwira serta awak kapal. TEKNIK Vol. 28 No. 1 Tahun 2007, ISSN
2 Sistem ventilasi dalam kapal dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : Sistem ventilasi alamiah. Ventilasi alamiah (natural ventilation), dengan menggunakan aliran udara secara alamiah, misalnya adanya aliran udara yang disebabkann oleh gejala naiknya udara karena perbedaan temperatur. Dalam ventilasi alamiah pembaharuan udara didalam ruangan kapal terjadi karena aliran udara / angin, yaitu dengan membentuk lubang aliran udara untuk keluar masuknya udara, dimana aliran udara ini terjadi dengan sendirinya sebagai akibat dari adanya perbedaan tekanan udara luar dengan tekanan udara di dalam ruangan kapal. Syarat-syarat yang diperlukan dalam ventilasi alamiah ialah : 1. Dibuat lubang angin untuk masing-masing ruangan kapal sebagai jalan keluar masuknya udara 2. Adanya perbedaan temperatur antara udara di dalam ruangan kapal dengan udara luar atau perbedaan tekanan udara. Jika sekiranya udara luar dapat masuk kedalam ruangan kapal melalui lubang angin pada bagian bawah dan keluar melalui lubang angin pada bagian atas, dan jika sekiranya temperatur udara di dalam ruangan kapal (T 1 ) lebih tinggi dari pada temperatur luar (To) sehingga udara di dalam ruangan kapal lebih ringan dari pada udara luar tiap satuan volume, maka udara akan mengalir dari bawah keatas di dalam ruangan kapal. Udara yang mengalir dari bawah keatas ini akan mengakibatkan hal-hal sebagai berikut : 1. Tekanan udara di bagian atas ruangan kapal bertambah besar hingga akhirnya lebih besar dari pada tekanan udara luar, sehingga udara di dalam ruangan kapal keluar melalui lubang angin yang tersedia di bagian atas. 2. Tekanan udara di bagian bawah ruangan kapal semakin menjadi lebih kecil hingga akhirnya lebih kecil dari pada tekanan udara luar, maka udara luar masuk ke dalam ruangan kapal melalui lubang angin yang tersedia di bagian bawah. Dengan demikian udara keluar dari dalam ruangan kapal melalui lubang angin di bagian atas, sedangkan udara luar masuk ke dalam ruangan kapal melalui lubang angin di bagian bawah, sedangkan udara di dalam ruangan kapal mengalir dari bawah ke atas. Proses aliran udara ini akan berlangsung terus selama Ti lebih tinggi dari To. Inilah prinsip dari ventilasi alamiah, yang berdasarkan perbedaan temperatur udara di dalam ruangan kapal dengan temperatur udara di luar atau berdasarkan perbedaan tekanan udara ( udara akan mengalir dari daerah yang tekanannya lebih besar ke daerah yang tekanannya lebih kecil, yang biasa disebut angin ). Karena tekanan pada permukaan laut lebih besar dari pada tekanan di bagian atasnya, di mana tekanan udara ini semakin kecil jika semakin ke atas / semakin tinggi, maka lubang angin masuk ke dalam ruangan kapal dibuat di bagian bawah, sedangkan lubang angin untuk keluar dari dalam ruangan kapal dibuat di bagian atas, berarti lubang angin untuk masuk ke dalam ruangan kapal lebih rendah atau lebih dekat ke permukaan laut dari pada lubang angin untuk keluar dari ruangan kapal. Sudah tentu ventilasi alamiah tidak akan terjadi jika temperatur udara luar sama dengan temperatur udara di dalam ruangan kapal. Tetapi pada umumnya temperatur udara luar lebih rendah dari temperatur udara di dalam kapal. Tekanan udara dalam ruangan kapal lebih besar dibagian atas dan lebih kecil di bagian bawah dari pada tekanan udara luar. Dengan demikian pada suatu ketinggian tertentu di dalam ruangan kapal tekanan udara luar sama dengan tekanan udara dalam. Bidang penampang, dimana tekanan udara luar sama dengan tekanan udara dalam disebut bidang netral ( neutral plane ) dari ruangan kapal tersebut. Jika lubang angin yang di bagian atas sama dengan lubang angin yang di bagian bawah dan di tempatkan simetris antara satu sama lain maka bidang neutral berada pada pertengahan ruangan kapal tersebut. Tapi lubang angin masingmasing ruangan letaknya tidak simetris antara satu sama lain sehingga udara dalam ruangan kapal ( panas, bau dan sebagainya ) keluar dari ruangan kapal melalui lubang udara yang berada di bagian atas bidang netral, sedangkan udara segar dari luar memasuki ruangan kapal melalui lubang angin yang berada di bagian bawah bidang netral. Untuk memperkuat ventilasi alamiah di buat lubang saluran udara yang ditempatkan vertikal di atas ruangan. Di dalam saluran udara ini terdapat temperatur udara dalam (Ti) yang pada umumnya tidak sama dengan temperatur udara luar ( To ). Karena adanya perbedaan temperatur ini, maka terjadilah perbedaan tekanan udara antara tekanan udara dalam ( Pi ) dengan tekanan udara luar ( Po ) sebesar P. Jika luas penampang saluran udara tersebut berbentuk persegi empat (= 1 m 2. ) tinggi kolum udara = H, serta kepadatan udara dalam = Yi dan kepadatan udara luar = Yo, maka : P = Po Pi = Yo x H Yi x H = ( Yo Yi ) x H TEKNIK Vol. 28 No. 1 Tahun 2007, ISSN
3 Keterangan : Po = tekanan udara luar ( kg/cm 2 ) Pi = tekanan udara dalam ( kg/cm 2 ) Yo = kepadatan udara luar ( kg/m 3 ) Yi = kepadatan udara dalam ( kg/m 3 ) H = tinggi kolum udara ( m ) Jika luas penampang saluran udara yang berbentuk persegi empat = 4 m 2, maka : P = 4 x ( Po Pi ) = 4 x ( Yo Yi ) x H Jika saluran udara tersebut berbentuk pipa bundar sehingga bidang penampangnya merupakan lingkaran dan jika diameternya = D sehingga jari-jari lingkaran R = ½ D, maka luas penampangnya = πr 2 atau π x ( ½ D ) 2, sedangkan π = 3,14 sehingga luas lingkaran penampangnya = 3,14 x ( ½ D) 2 = 0,785 D 2. Jika garis tengah saluran udara yang berbentuk pipa = 1 m, sehingga D = 1 dan D 2 = 1, maka : P -0,785 x ( Po Pi ) = 0,785 x ( Yo Yi ) x H. Adapun mengenai kepadatan ( density ) udara, datanya dapat diperoleh dari daftar kepadatan udara untuk berbagai tingkatan temperatur, misalnya : Temperatur 28 derajat celcius, kepadatan udara = 1,173 kg/m 3, temperatur 20 derajat celcius, kepadatan udara 1,205 kg/m 3. Jika temperatur semakin rendah, maka kepadatannya semakin besar ( udara semakin padat )sehingga tekanan semakin besar. Sebaliknya jika temperatur semakin tinggi, maka kepadatan udara semakin kecil. Kepadatan dan tekanan udara semakin kecil jika temperatur semakin tinggi dan udara akan mengembang. Efisiensi ventilasi alamiah akan bertambah dengan mengusahakan adanya tekanan angin ( wind pressure ), yaitu dengan mempergunakan alat yang berfungsi membelokkan angin atau deflektor. Cara ini adalah yang paling murah, karena didasarkan atas gerakan udara yang disebabkan karena adanya deflektor udara. Keburukannya pada waktu cuaca buruk tidak dapat bekerja sama sekali. Sebuah deflektor udara terdiri dari tabung yang permanen dan penutup yang dapat diputar dan dapat pula dilepas, sedang tabungnya tetap berada di geladak. Deflektor udara umumnya dipergunakan untuk ventilasi di dek utama, dek antara bawah dan dek antara atas. Jenis deflektor udara semacam ini terutama dipergunakan untuk alat pemasukan angin, dapat dipergunakan juga untuk mengeluarkan angin apabila diletakkan membelakangi arah datangnya angin. Ruangan Gambar 1. Sistem ventilasi natural Sistem ventilasi mekanis Ventilasi mekanis ( mechanical ventilation ), gerakan udara dibantu oleh adanya kipas ( ventilator ) atau alat lainnya yang sejenis yang berputar di dalam tabung. Prinsip ventilasi mekanis sama dengan ventilasi alamiah, hanya saja pada deflektor-deflektornya dilengkapi dengan alat-alat mekanis ( kipas ) yang digerakkan dengan listrik dan disebut ventilator. Di atas kapal-kapal penumpang dan kapal-kapal barang yang modern, ventilasi di dalam kamar-kamar dipergunakan Aircondition. Udara di dalam kamar-kamar dihisap keluar, dikeringkan lalu di atur pada suhu yang diinginkan dan ditiupkan kembali ke kamar-kamar dengan alat yang disebut louvers. Louvers berbentuk lubang yang bulat hingga dapat diputar-putar kearah yang dikehendaki. Udara juga dapat di alirkan melalui pipa-pipa udara yang berbentuk persegi empat ( duct ) yang mempunyai cabang-cabang yang sempit. Pada sistem air conditioned, maka suhu dalam kamar dapat di atur menurut kehendak yang sesuai dengan badan kita hingga terasa nyaman. Saluran udara biasanya dipasang pada plafon kamar dan lain-lain dan akhirnya di satukan untuk di isap atau dimasukkan udaranya dengan ventilator. Dalam sistem ventilasi mekanis pembaruan udara didalam ruangan kapal dilakukan dengan menggunakan kipas atau ventilator. Untuk memasukkan udara luar ke dalam ruangan kapal (supply) dan mengeluarkan udara dari dalam ruangan kapal ( exhaust ). Ventilasi mekanis dapat dilakukan dengan dasar supply ventilation system, exhaust ventilation system, dan supply-exhaust ventilation system. TEKNIK Vol. 28 No. 1 Tahun 2007, ISSN
4 Supply ventilation system Pada supply ventilation sistem, udara segar dimasukkan ke dalam ruangan kapal dengan menggunakan kipas. Oleh karenanya tekanan udara di dalam kompartemen bertambah besar sehingga udara dalam ruangan yang panas dan kotor terdesak ke luar melalui lubang angin yang tersedia. Kecepatan dan banyaknya udara dari luar yang masuk serta udara dalam yang keluar tergantung dari kapasitas kipas. Pada umumnya supply ventilation dipergunakan untuk ruangan yang membutuhkan udara segar atau ruangan yang memerlukan kenaikan tekanan udara untuk mencegah infiltrasi udara panas atau kotor dari ruangan yang lain dengan cara mengatur tekanan udara ruangan tersebut sedemikian rupa sehingga lebih besar dari tekanan udara ruangan lain yang mengandung udara panas atau kotor. Misalnya suatu ruangan yang berdekatan dengan ruangan atau kamar mesin yang mengandung udara panas, demikian juga suatu ruangan yang berdekatan dengan ruangan lain yang berisi muatan atau barang kotor atau berdebu. Exhaust ventilation system Pada exhaust ventilation sistem, udara panas atau kotor dikeluarkan dari ruangan kapal dengan menggunakan kipas. Akibat pengeluaran udara ini, maka tekanan u- dara di dalam ruangan kapal turun menjadi lebih kecil sehingga udara segar dari luar masuk kedalam ruangan kapal melalui lubang angin yang tersedia, karena tekanannya lebih besar. Kecepatan dan banyaknya u- dara keluar dan masuk tergantung dari kapasitas kipas tersebut. mengalir melalui seluruh ruangan yang diganti udaranya, berarti udara segar dari luar yang masuk disebarkan ke segala penjuru ruangan yang bersangkutan. Pada supply ventilation system udara di masukkan kedalam ruangan kapal dengan mempergunakan kipas, dimana udara yang dimasukkan ini akan mendesak udara panas dan kotor yang terdapat di dalam ruangan kapal tersebut keluar melalui pipa yang tersedia. Karena aliran udara terjadi akibat adanya desakan udara yang di masukkan (di supply) ke dalam ruangan kapal, maka aliran udara yang melalui pipa saluran udara tersebut tidak merupakan aliran udara bebas. Sedangkan pada exhaust ventilation system udara dikeluarkan dari dalam ruangan kapal dengan mempergunakan kipas, sehingga udara di dalam ruangan kapal semakin renggang dan tekanan serta kepadatannya semakin kecil. Akibatnya udara luar yang mempunyai tekanan yang lebih besar mengalir masuk ke dalam ruangan kapal melalui pipa yang tersedia, aliran udara ini merupakan aliran udara bebas, karena aliran udara tersebut semata-mata terjadi karena perbedaan tekanan udara dalam dengan tekanan udara luar. Memang pada supply ventilation system terjadi perbedaan tekanan udara dalam dengan tekanan udara luar sehingga udara mengalir keluar melalui pipa saluran udara, tapi hal ini tidak semata-mata di sebabkan oleh perbedaan tekanan udara, tetapi di sebabkan juga oleh desakan udara yang di masukkan ke dalam ruangan kapal dengan mempergunakan kipas. Pada umumnya exhaust ventilation dipergunakan untuk ruangan yang mempunyai sumber yang menimbulkan dan mengakibatkan udara kotor (contamination), misalnya ruang muat yang berisi muatan kotor dan berdebu. Sistem ini juga dipergunakan untuk ruangan yang sulit dimasuki udara segar atau udara luar. Supply-exhaust ventilation system Sistem ini merupakan perpaduan antara supply ventilation system dengan exhaust ventilation system yaitu untuk memasukkan maupun mengeluarkan udara semuanya menggunakan kipas. Penempatan kipas dilakukan sedemikian rupa sehingga udara segar dari luar masuk ke dalam ruangan kapal akan dikeluarkan lagi setelah menjadi panas atau kotor Gambar 2. Sistem ventilasi mekanis TEKNIK Vol. 28 No. 1 Tahun 2007, ISSN
5 Pemakaian macam-macam tipe ventilasi pada ruangan kapal dapat dilihat pada tabel. 1. Tabel 1. Sumber Pesawat Bantu 2 Depdikbud Jakarta. Kata ya di bawah Natural berarti bahwa ventilasi tersendiri dipakai untuk hubungan keluar. Kenaikan temperatur adalah perbedaan maksimum antara temperatur udara yang keluar dan temperatur udara yang masuk. Pergantian udara maksimum berarti banyaknya udara yang masuk sama dengan volume ruangan yang dilayani dalam menit. Kapasitas pipa saluran udara Untuk menentukan kapasitas pipa saluran udara persoalan yang penting adalah pengertian mengenai aliran udara bebas. Dalam aliran udara bebas, kapasitas pipa saluran udara tergantung dari luas bidang penampang TEKNIK Vol. 28 No. 1 Tahun 2007, ISSN pipa saluran, di samping kecepatan udara mengalir. Sedangkan dalam aliran udara tidak bebas juga tergantung dari perbedaan kepadatan udara di dalam pipa dengan udara luar. Kapasitas ( Q ) suatu pipa saluran udara menunjukkan banyaknya udara yang mengalir melalui pipa tersebut selama tiap satuan waktu. Kapasitas tersebut tergantung dari luas bidang penampang pipa tersebut dengan kecepatan udara mengalir melaluinya, dan ditentukan dengan rumus : Q=AxV 80
6 Keterangan : Q = kapasitas pipa saluran udara dinyatakan dalam satuan volume (m 3 ) untuk tiap detik atau jam. A = luas bidang penampang saluran udara dalam satuan m 2. V = kecepatan aliran udara melalui pipa saluran udara dalam satuan m per detik. Jika garis tengah lingkaran bidang penampang pipa saluran = D meter, maka jari-jari lingkaran R = ½ D sehingga, A = π R 2 ( luas lingkaran bidang penampang pipa saluran ) A = π (½ D) 2 sedangkan π = 3,14 sehingga A = 0,785 D 2 Pada ventilasi alamiah terjadi aliran udara bebas melalui pipa saluran udara sehingga : Q = A x V m 3 /detik Q = 3600 x A x V m 3 /jam Q = 3600 x 0,785 D 2 x V m 3 /jam Q = 2826 x D 2 x V m 3 /jam. Pada supply ventilation udara yang di masukkan ke dalam ruangan kapal mempergunakan kipas akan mendesak udara yang tadinya berada di dalam ruangan kapal keluar melalui pipa saluran udara. Karena udara di masukkan ke dalam ruangan kapal, maka kepadatan udara di dalam berbeda dengan kepadatan udara di luar, demikian juga kapasitas udara di dala pipa saluran (Yi) berbeda dengan kepadatan udara di luar ( Yo ). Udara keluar melalui pipa saluran karena desakan dari udara dalam, yaitu dari udara yang dimasukkan oleh kipas sehingga kapasitas pipa saluran dipengaruhi oleh desakan udara dari dalam, yaitu oleh perbandingan antara Yo dengan Yi, sehingga : Q = A x V x Yo/Yi m 3 /detik Q = 3600 x A x V x Yo/Yi m 3 /jam Q = 3600 x 0,785 D 2 x V x Yo/Yi m 3 /jam Q = 2826 x D 2 x V x Yo/Yi m 3 /jam Pada exhaust ventilation system, udara dikeluarkan dari dalam ruangan kapal dengan mempergunakan kipas sehingga tekanan udara di dalam semakin kecil. Jika tekanan udara di dalam telah lebih kecil dari pada tekanan udara di luar, maka udara luar masuk ke dalam ruangan kapal melalui pipa saluran udara secara bebas, sehingga : Q = A x V m 3 /detik Q = 3600 x A x V m 3 /jam Q = 3600 x 0,785 D 2 x V m 3 /jam Q = 2826x D 2 x V m 3 /jam. Perhitungan untuk menentukan kapasitas Q dari pipa saluran udara dengan menggunakan rumus-rumus seperti di atas, hasilnya akan menyimpang jika dibandingkan dengan kenyataan dalam praktek, terutama Q dalam ventilasi alamiah dan pada exhaust ventilation, karena dalam ke dua sistem ini masuknya udara ke dalam ruangan kapal adalah sebagai akibat dari adanya perbedaan tekanan udara antara udara luar dengan udara di dalam ruangan kapal ( aliran udara bebas ). Lain halnya dengan sistem supply ventilation di mana masuknya udara ke dalam ruangan kapal karena dipaksa oleh kipas yang dipergunakan. Walaupun demikian masih terdapat penyimpangan bila dibandingkan dengan kenyataan di dalam praktek. Sebabsebab yang menimbulkan penyimpangan tersebut antara lain : 1. perubahan arah aliran udara luar 2. perubahan arah pelayaran kapal 3. percikan-percikan gelombang laut 4. kecepatan aliran udara/angin yang tinggi atau sama sekali tidak ada aliran udara /udara tenang. Namun bila ditinjau dari segi kecepatan aliran udara yang berkisar antara 2 sampai 4 m per detik, hasil yang diperoleh dengan memakai rumus di atas akan mendekati kenyataan di dalam praktek (kecepatan aliran udara berada dalam lingkungan flauwe koelte dan lichte koelte menurut Beaufort scale ) Kesimpulan : Ventilasi dalam kapal adalah proses penggantian udara kotor dengan udara segar dari luar ke berbagai ruangan kapal, pada ventilasi alamiah pembaharuan udara di dalam ruangan terjadi dengan sendirinya sebagai akibat dari perbedaan tekanan udara luar dengan tekanan udara di dalam ruangan kapal. Sedangkan pada sistem ventilasi mekanis dibedakan menjadi supply ventilation, exhaust ventilation dan gabungan antara supply dan exhaust ventilation system. Dalam ketiga sistem ventilasi mekanis yang telah diuraikan diatas, banyaknya udara yang dapat dimasukkan ke dalam ruangan kapal setiap jam tergantung dari kapasitas kipas yang dipergunakan. Data masing-masing tipe kipas umumnya disediakan oleh pabrik pembuatnya, yang penting ialah bahwa kapasitas kipas yang dipergunakan untuk tujuan ventilasi harus cukup kuat untuk mempertahankan atau mengatur komposisi kimia kelembaban udara dan temperatur udara di dalam masing-masing ruangan kapal sesuai dengan yang diperlukan. TEKNIK Vol. 28 No. 1 Tahun 2007, ISSN
7 Daftar Pustaka : 1. Alan Osbourne Cornell, tanpa tahun, Modern Marine Engineer s, Maritim Press, Inc. 2. Anonim, 1985, Perlengkapan Kapal, Fakultas Teknik Perkapalan ITS Surabaya 3. Biro Klasifikasi Indonesia, 2001, Chapter III, Machinery And Electrical, Jakarta 4. Fatchurrochman Murtadho, Murdiyanto, 1983, Pesawat Bantu 2, Edisi, Depdikbud Jakarta. 5. Harrington, 1992, Marine Engine, Sname 6. Lloyd Register, 1985, Journal Of Ship Production, London. 7. Radiks Purba, 1981, Angkutan Muatan Laut, Bhratara Karya Aksara, Jakarta. TEKNIK Vol. 28 No. 1 Tahun 2007, ISSN
BAB VII. bahan Papan-papan, balokbalok, tikar, kertas, terpal, sasak, plastik, dan tali.
BAB VII PENERAPAN (DUNNAGE) Penerapan Lepas dan Penerapan Tetap Penerapan atau dunnage adalah bahan-bahan yang di dalam kegiatan Pengaturan Muatan (Stowage) dan merupakan bagian yang sangat memegang peranan
Menyingkirkan debu yang berada dalam aliran ventilasi tambang bawah tanah hingga ambang batas yang diperkenankan.
apa kabar nih kalian Miners Blogger?? Kali gue Posting tentang bagaimana Ventilasi tambang Sebenarnyaa.. Dalam proses penambangan bawah tanah, salah satu hal yang penting adalah dibuatnya ventilasi tambang,
Pengaruh Kecepatan Dan Arah Aliran Udara Terhadap Kondisi Udara Dalam Ruangan Pada Sistem Ventilasi Alamiah
Pengaruh Kecepatan Dan Arah Aliran Udara Terhadap Kondisi Udara Dalam Ruangan Pada Sistem Ventilasi Alamiah Francisca Gayuh Utami Dewi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
19 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 PENDAHULUAN Sistem tata udara Air Conditioning dan Ventilasi merupakan suatu proses mendinginkan atau memanaskan udara sehingga dapat mencapai suhu dan kelembaban yang diinginkan
SANITASI DAN KEAMANAN
SANITASI DAN KEAMANAN Sanitasi adalah.. pengendalian yang terencana terhadap lingkungan produksi, bahan bahan baku, peralatan dan pekerja untuk mencegah pencemaran pada hasil olah, kerusakan hasil olah,
BAB II TEORI DASAR. Laporan Tugas Akhir 4
BAB II TEORI DASAR Sistem tata udara adalah suatu proses mendinginkan/memanaskan udara sehingga dapat mencapai suhu dan kelembaban yang diinginkan/dipersyaratkan. Selain itu, mengatur aliran udara dan
BLOWER DAN KIPAS SENTRIFUGAL
BLOWER DAN KIPAS SENTRIFUGAL Hampir kebanyakan pabrik menggunakan fan dan blower untuk ventilasi dan untuk proses industri yang memerlukan aliran udara. Sistim fan penting untuk menjaga pekerjaan proses
ANALISIS TEMPERATUR DAN ALIRAN UDARA PADA SISTEM TATA UDARA DI GERBONG KERETA API PENUMPANG KELAS EKONOMI DENGAN VARIASI BUKAAN JENDELA
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 ANALISIS TEMPERATUR DAN ALIRAN UDARA PADA SISTEM TATA UDARA DI GERBONG KERETA API PENUMPANG KELAS EKONOMI DENGAN VARIASI BUKAAN JENDELA Lustyyah Ulfa, Ridho
BAB I PESAWAT PESAWAT BANTU DI KAPAL
BAB I PESAWAT PESAWAT BANTU DI KAPAL Pesawat bantu terdiri dari dan berbagai peralatan yang secara garis besar dapat dibagi menjadi mesin bantu di kamar mesin dan mesin bantu, di geladak (dek) atau di
Mekatronika Modul 11 Pneumatik (1)
Mekatronika Modul 11 Pneumatik (1) Hasil Pembelajaran : Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan karakteristik dari komponen Pneumatik Tujuan Bagian ini memberikan informasi mengenai karakteristik dan
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Radiator Radiator memegang peranan penting dalam mesin otomotif (misal mobil). Radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin. Pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin menyalurkan
BAB IV. TINGKAT KEBOCORAN yang DIIZINKAN PADA KABIN PESAWAT BOEING Bepergian dengan pesawat terbang sudah meningkat sejak beberapa tahun.
BAB IV TINGKAT KEBOCORAN yang DIIZINKAN PADA KABIN PESAWAT BOEING 747-400 Bepergian dengan pesawat terbang sudah meningkat sejak beberapa tahun. Menurut Federal Aviation AdministrationI, sudah mencapai
1. Bagian Utama Boiler
1. Bagian Utama Boiler Boiler atau ketel uap terdiri dari berbagai komponen yang membentuk satu kesatuan sehingga dapat menjalankan operasinya, diantaranya: 1. Furnace Komponen ini merupakan tempat pembakaran
ANALISA TERMODINAMIKA LAJU PERPINDAHAN PANAS DAN PENGERINGAN PADA MESIN PENGERING BERBAHAN BAKAR GAS DENGAN VARIABEL TEMPERATUR LINGKUNGAN
Flywheel: Jurnal Teknik Mesin Untirta Vol. IV, No., April 208, hal. 34-38 FLYWHEEL: JURNAL TEKNIK MESIN UNTIRTA Homepagejurnal: http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jwl ANALISA TERMODINAMIKA LAJU PERPINDAHAN
BAB III PENGETAHUAN DASAR TENTANG AC ( AIR CONDITIONER )
BAB III PENGETAHUAN DASAR TENTANG AC ( AIR CONDITIONER ) A. Pengertian Dasar Tentang AC (Air Conditioner) Secara umum pengertian dari AC (Air Conditioner) suatu rangkaian mesin yang memiliki fungsi sebagai
INSTALASI PERMESINAN
INSTALASI PERMESINAN DIKLAT MARINE INSPECTOR TYPE-A TAHUN 2010 OLEH MUHAMAD SYAIFUL DITKAPEL DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT KEMENTRIAN PERHUBUNGAN KAMAR MESIN MACHINERY SPACE / ENGINE ROOM RUANG
KOMPARASI WAKTU PENGERINGAN AWAL GREEN BODY HASIL CETAK KERAMIK DENGAN SISTEM ALAMIAH dan SISTEM VENTILASI PADA PT X BALARAJA - BANTEN
Seminar Nasional Cendekiawan ke 3 Tahun 2017 ISSN (P) : 2460-8696 Buku 2 ISSN (E) : 2540-7589 KOMPARASI WAKTU PENGERINGAN AWAL GREEN BODY HASIL CETAK KERAMIK DENGAN SISTEM ALAMIAH dan SISTEM VENTILASI
Reg. II/54.3/19.4 of SOLAS 1974
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN MINISTRY OF TRANSPORTATION DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DIRECTORATE GENERAL OF SEA TRANSPORTATION LAPORAN PEMERIKSAAN KELAYAKAN KAPAL UNTUK PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA
Desain Sistem Pendingin Ruang Muat Kapal Ikan Tradisional Dengan Memanfaatkan Uap Es Kering
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-5 1 Desain Sistem Pendingin Ruang Muat Kapal Ikan Tradisional Dengan Memanfaatkan Uap Es Kering Alwi Asy ari Aziz, Alam Baheramsyah dan Beni Cahyono Jurusan
Penyehatan Udara. A. Sound Level Meter
Penyehatan Udara Penyehatan udara merupakan upaya yang dilakukan agar udara yang ada disekeliling kita sebagai makhluk hidup tidak mengalami cemaran yang dapat berdampak pada kesehatan. Penyehatan udara
BAB II MOTOR BENSIN DAN MOTOR DIESEL
BAB II MOTOR BENSIN DAN MOTOR DIESEL I. Motor Bensin dan Motor Diesel a. Persamaan motor bensin dan motor diesel Motor bensin dan motor diesel sama sama mempergunakan jenis bahan bakar cair untuk pembakaran.
Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PEMANAS AIR (WATER HEATER) DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Perencanaan pengkondisian udara dalam suatu gedung diperlukan suatu perhitungan beban kalor dan kebutuhan ventilasi udara, perhitungan kalor ini tidak lepas dari prinsip perpindahan
PERENCANAAN KETEL UAP PIPA API DENGAN KAPASITAS UAP HASIL 4500 Kg/JAM TEKANAN KERJA 9 kg/cm 2 BAHAN BAKAR AMPAS TEBU
TUGAS AKHIR PERENCANAAN KETEL UAP PIPA API DENGAN KAPASITAS UAP HASIL 4500 Kg/JAM TEKANAN KERJA 9 kg/cm 2 BAHAN BAKAR AMPAS TEBU Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh derajat
I. Pendahuluan. A. Latar Belakang. B. Rumusan Masalah. C. Tujuan
I. Pendahuluan A. Latar Belakang Dalam dunia industri terdapat bermacam-macam alat ataupun proses kimiawi yang terjadi. Dan begitu pula pada hasil produk yang keluar yang berada di sela-sela kebutuhan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian pompa Pompa adalah peralatan mekanis untuk meningkatkan energi tekanan pada cairan yang di pompa. Pompa mengubah energi mekanis dari mesin penggerak pompa menjadi energi
3 KARAKTERISTIK LOKASI DAN PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PENELITIAN
44 3 KARAKTERISTIK LOKASI DAN PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Industri susu adalah perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mempunyai usaha di bidang industri
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Motor Bakar Motor bakar adalah motor penggerak mula yang pada prinsipnya adalah sebuah alat yang mengubah energi kimia menjadi energi panas dan diubah ke energi
BAB II MESIN PENDINGIN. temperaturnya lebih tinggi. Didalan sistem pendinginan dalam menjaga temperatur
BAB II MESIN PENDINGIN 2.1. Pengertian Mesin Pendingin Mesin Pendingin adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mendinginkan air, atau peralatan yang berfungsi untuk memindahkan panas dari suatu tempat
PENGUKURAN KECEPATAN UDARA DI DALAM TEROWONGAN
PENGUKURAN KECEPATAN UDARA DI DALAM TEROWONGAN Tujuan : Memeriksa apakah pada setiap lokasi pada tambang bawah tanah telah mendapatkan ventilasi udara yang cukup sehingga dapat diketahui kesalahan ventilasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyejuk udara atau pengkondisi udara atau penyaman udara atau erkon atau AC (air conditioner) adalah sistem atau mesin yang dirancang untuk menstabilkan suhu udara
Cooling Tower (Menara Pendingin)
Cooling Tower (Menara Pendingin) A. Pengertian Menurut El. Wakil, menara pendingin didefinisikan sebagai alat penukar kalor yang fluida kerjanya adalah air dan udara yang berfungsi mendinginkan air dengan
PENGOLAHAN BATU BARA MENJADI TENAGA LISTIRK
TUGAS LINGKUNGAN BISNIS KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS TENTANG PENGOLAHAN BATU BARA MENJADI TENAGA LISTIRK disusun oleh Ganis Erlangga 08.12.3423 JURUSAN SISTEM INFORMASI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 MOTOR DIESEL Motor diesel adalah motor pembakaran dalam (internal combustion engine) yang beroperasi dengan menggunakan minyak gas atau minyak berat sebagai bahan bakar dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mesin Fluida Mesin fluida adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah energi mekanis poros menjadi energi potensial fluida, atau sebaliknya mengubah energi fluida (energi potensial
BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN
Bab 7. Kesimpulan dan Saran BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan Berdasarkan pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan pada bab 4 dan 5, maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut
PRINSIP KERJA TENAGA ANGIN TURBIN SAVOUNIUS DI DEKAT PANTAI KOTA TEGAL
PRINSIP KERJA TENAGA ANGIN TURBIN SAVOUNIUS DI DEKAT PANTAI KOTA TEGAL Soebyakto Dosen Fakultas Teknik Universitas Pancasakti Tegal E-mail : [email protected] ABSTRAK Tenaga angin sering disebut sebagai
Bagian V: PENGKONDISIAN UDARA
Bagian V: PENGKONDISIAN UDARA PRINSIP KERJA SISTEM AC (AIR CONDITIONING SYSTEM) Prinsip AC yaitu memindahkan kalor dari satu tempat ke tempat yang lain. AC sebagai pendingin memindahkan kalor dari dalam
BAB I PENDAHULUAN. campuran beberapa gas yang dilepaskan ke atmospir yang berasal dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pencemaran udara dewasa ini semakin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri,
1. EMISI GAS BUANG EURO2
1. EMISI GAS BUANG EURO2 b c a Kendaraan Anda menggunakan mesin spesifikasi Euro2, didukung oleh: a. Turbocharger 4J 4H Turbocharger mensuplai udara dalam jumlah yang besar ke dalam cylinder sehingga output
BAB VI Aliran udara dan gas buang II. Pembilasan
BAB VI I. Aliran udara dan gas buang Udara masuk kedalam silinder dapat dijelaskan sbb : a. Untuk musim - musim kecil dan jenis 4 takt, udara masuk kedalam silinder hanya oleh perantaraan toraknya sendiri
OPTIMASI PENGGUNAAN AC SEBAGAI ALAT PENDINGIN RUANGAN
OPTIMASI PENGGUNAAN AC SEBAGAI ALAT PENDINGIN RUANGAN Irnanda Priyadi Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu, Staf Pengajar Program Studi Teknik Elektro Universitas Bengkulu Jl.
PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK PERKAPALAN VI - 1 UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG BAYU AFENDI L0G
BAB VI PERHITUNGAN SISTEM PIPA (PIPING SYSTEM) A. UMUM Sistem pipa merupakan bagian utama suatu sistem yang menghubungkan titik dimana fluida disimpan ke titik pengeluaran semua pipa baik untuk memindahkan
Materi Kuliah: - Tegangan Permukaan - Fluida Mengalir - Kontinuitas - Persamaan Bernouli - Viskositas
Materi Kuliah: - Tegangan Permukaan - Fluida Mengalir - Kontinuitas - Persamaan Bernouli - Viskositas Staf Pengajar Fisika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Beberapa topik tegangan permukaan
BAB 1 PENDAHULUAN. letaknya ini, matahari dapat bersinar di wilayah Indonesia selama 12 jam per
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Iklim tropis yang ada di Indonesia diakibatkan karena letak Indonesia berada tepat di garis ekuator, yang berarti dekat dengan matahari. Dipengaruhi letaknya ini, matahari
BAB III DASAR TEORI SISTEM PLTU
BAB III DASAR TEORI SISTEM PLTU Sistem pembangkit listrik tenaga uap (Steam Power Plant) memakai siklus Rankine. PLTU Suralaya menggunakan siklus tertutup (closed cycle) dengan dasar siklus rankine dengan
MESIN PENGERING KAYU SEDERHANA UNTUK HOME INDUSTRI. Murni *)
MESIN PENGERING KAYU SEDERHANA UNTUK HOME INDUSTRI Murni *) Abstract Dryer machine of wood is made to fulfill need of wood in order to produce raw of drying wood is not depended weather. Making of dryer
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. PENGUJIAN PENDAHULUAN FILTER Dalam pengambilan sampel partikel tersuspensi (TSP) dengan metode high volume air sampling, salah satu komponen utama yang harus tersedia adalah
JENIS-JENIS PENGERINGAN
JENIS-JENIS PENGERINGAN Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat membedakan jenis-jenis pengeringan Sub Pokok Bahasan pengeringan mengunakan sinar matahari pengeringan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Steam merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari teknologi modern. Tanpa steam, maka industri makanan kita, tekstil, bahan kimia, bahan kedokteran,daya, pemanasan
2.2.3 Persentil Konsep Perancangan dan Pengukuran Concept Scoring Hidrogen Karbon Monoksida 2-25
ABSTRAK Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Selain mudah dan praktis dalam penggunaannya, konsumsi bahan bakar yang lebih rendah daripada mobil membuat
PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR DENGAN RADIATOR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KINERJA MESIN BENSIN
PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR DENGAN RADIATOR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KINERJA MESIN BENSIN Suriansyah Sabarudin 1) ABSTRAK Proses pembakaran bahan bakar di dalam silinder dipengaruhi oleh: temperatur,
BAB II DASAR TEORI. dipakai saat ini. Sedangkan mesin kalor adalah mesin yang menggunakan
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Umum Motor Bakar Motor bakar merupakan salah satu jenis mesin kalor yang banyak dipakai saat ini. Sedangkan mesin kalor adalah mesin yang menggunakan energi panas untuk
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan Setelah melakukan pengamatan perbaikan sistem kerja di perusahaan, maka dapat diambil suatu kesimpulan yaitu: 1. Waktu baku yang dibutuhkan dari setiap proses
BAB 9. PENGKONDISIAN UDARA
BAB 9. PENGKONDISIAN UDARA Tujuan Instruksional Khusus Mmahasiswa mampu melakukan perhitungan dan analisis pengkondisian udara. Cakupan dari pokok bahasan ini adalah prinsip pengkondisian udara, penggunaan
TUGAS AKHIR. Disusun oleh : ENDI SOFAN HADI NIM : D
TUGAS AKHIR PERENCANAAN FAN PENDINGIN RADIATOR PADA KENDARAAN RODA EMPAT DENGAN DAYA MESIN 88 HP DAN PUTARAN 3100 RPM DENGAN JUMLAH SUDU 8 BUAH SERTA DIAMETER KIPAS 410 mm Tugas Akhir Disusun Sebagai Syarat
Kamariah Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Musamus
PEMANFAATAN UAP PANAS PADA AIR CONDITIONER (AC) UNTUK PENGERINGAN IKAN ASIN Kamariah Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Musamus E-mail: [email protected] Martha Loupatty Jurusan Pendidikan
Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM).
Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM). Pertemuan ke Capaian Pembelajaran Topik (pokok, subpokok bahasan, alokasi waktu) Teks Presentasi Media Ajar Gambar Audio/Video Soal-tugas Web Metode Evaluasi
BAB VI PERHITUNGAN SISTEM PIPA. BAHAN PIPA Bahan pipa yang digunakan di kapal adalah : Seamless Drawing Steel Pipe ( pipa baja tanpa sambungan )
BAB VI PERHITUNGAN SISTEM PIPA UMUM Sistem pipa merupakan bagian utama suatu sistem yang menghubungkan titik dimana fluida disimpan ke titik pengeluaran semua pipa baik untuk memindahkan tenaga atau pemompaan
ABSTRAK. penting dalam penentuan kualitas dari tepung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan matematis
PEMODELAN PADA PROSES PENGERINGAN MEKANIS TEPUNG KASAVA DENGAN MENGGUNAKAN PNEUMATIC DRYER: HUBUNGAN FINENESS MODULUS DENGAN VARIABEL PROSES PENGERINGAN Modelling on Mechanical Cassava Flour Drying Process
BAB I PENDAHULUAN. mencakup syarat-syarat keselamatan kerja yang berkaitan dengan suhu,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kepedulian pemerintah Indonesia terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk meningkatkan kesadaran bagi pihak perusahaan dan tenaga kerja telah diatur dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningkatnya konsumsi bahan bakar khususnya bahan bakar fosil sangat mempengaruhi peningkatan harga jual bahan bakar tersebut. Sehingga pemerintah berupaya mencari
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kapal Penangkap Ikan
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kapal Penangkap Ikan Menurut Nomura dan Yamazaki (1977) kapal perikanan sebagai kapal yang digunakan dalam kegiatan perikanan yang meliputi aktivitas penangkapan atau pengumpulan
Pengaruh Temperatur Air Pendingin Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Motor Diesel Stasioner di Sebuah Huller
JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 1, No. 1, April 1999 : 8-13 Pengaruh Temperatur Air Pendingin Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Motor Diesel Stasioner di Sebuah Huller Ekadewi Anggraini Handoyo Dosen Fakultas Teknik,
KAJI EKSPERIMENTAL SISTEM PENGKONDISIAN UDARA MENGGUNAKAN PEMODELAN VENTILASI ALAMIAH UNTUK PENGKONDISIAN UDARA PADA RUANGAN PERKANTORAN
KAJI EKSPERIMENTAL SISTEM PENGKONDISIAN UDARA MENGGUNAKAN PEMODELAN VENTILASI ALAMIAH UNTUK PENGKONDISIAN UDARA PADA RUANGAN PERKANTORAN M.H. Perwira Silalahi 1), Soeparno Djiwo 2), Wahyu Panji Asmoro
BAB VI PERHITUNGAN SISTEM PIPA
BAB VI PERHITUNGAN SISTEM PIPA A. UMUM Sistem pipa merupakan bagian utama suatu sistem yang menghubungkan titik dimana fluida disimpan ke titik pengeluaran semua pipa baik untuk memindahkan tenaga atau
Pratama Akbar Jurusan Teknik Sistem Perkapalan FTK ITS
Pratama Akbar 4206 100 001 Jurusan Teknik Sistem Perkapalan FTK ITS PT. Indonesia Power sebagai salah satu pembangkit listrik di Indonesia Rencana untuk membangun PLTD Tenaga Power Plant: MAN 3 x 18.900
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Prinsip Pembangkit Listrik Tenaga Gas
BAB II DASAR TEORI. rinsip embangkit Listrik Tenaga Gas embangkit listrik tenaga gas adalah pembangkit yang memanfaatkan gas (campuran udara dan bahan bakar) hasil dari pembakaran bahan bakar minyak (BBM)
Gambar 1 menunjukkan komponen-komponen yang menjalankan mobil kriogenik (cryocar) ini. Nitrogen cair yang sangat dingin disimpan dalam tangki
Mobil Hijau Mobil Hijau? Jangan salah sangka dulu! Mobil-mobil masa depan ini disebut Mobil Hijau bukan karena warnanya. Justru warna mobil-mobil ini bermacam-macam, bukan hanya hijau. Mobil ini disebut
BAB II LANDASAN TEORI. panas. Karena panas yang diperlukan untuk membuat uap air ini didapat dari hasil
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Teori Dasar Ketel Uap Ketel uap adalah pesawat atau bejana yang disusun untuk mengubah air menjadi uap dengan jalan pemanasan, dimana energi kimia diubah menjadi energi panas.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Dimana permasalahan utama yang dihadapi oleh negara-negara berkembang termasuk indonesia adalah Pertumbuhan penduduk
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Dalam penelitian pengeringan kerupuk dengan menggunakan alat pengering tipe tray dengan media udara panas. Udara panas berasal dari air keluaran ketel uap yang sudah
I. TINJAUAN PUSTAKA. (a) Pendekatan klimatologi---evaporasi & Transpirasi. (b) Pola trsnpirasi tanaman nanas sebagai tanaman CAM
I. TINJAUAN PUSTAKA Penetapan Kebutuhan Air Tanaman (a) Pendekatan klimatologi---evaporasi & Transpirasi (b) Pola trsnpirasi tanaman nanas sebagai tanaman CAM 2.1.2 Ekologi Nenas Sunarjono (2004) menyatakan
GEJALA-GEJALA YANG TERJADI DI ATMOSFER
GEJALA-GEJALA YANG TERJADI DI ATMOSFER GEJALA-GEJALA YANG TERJADI DI ATMOSFER GEJALA OPTIK GEJALA KLIMATIK Gejala-gejala Optik Pelangi, yaitu spektrum matahari yang dibiaskan oleh air hujan. Oleh karena
LOGO POMPA CENTRIF TR UGAL
LOGO POMPA CENTRIFUGAL Dr. Sukamta, S.T., M.T. Pengertian Pompa Pompa merupakan salah satu jenis mesin yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat yang diinginkan. Klasifikasi
SEKAT KEDAP AIR HALUAN MIRING KAPAL PENUMPANG : 5 % L M KAPAL BARANG : b = Jarak terkecil dari. ketentuan. b = 5 % L atau.
BAB III SEKAT KEDAP AIR HALUAN MIRING KAPAL PENUMPANG : 5 % L + 3.05 M KAPAL BARANG : b = Jarak terkecil dari ketentuan b = 5 % L atau b = 10 meter b = 8 % L ( Seijin Pemerintah ) SEKAT KEDAP AIR BULLBOUS
Budi Utomo Program Studi Diploma III Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Abstract
SEA CHEST PERANNYA SEBAGAI LUBANG PENGISAPAN UNTUK MENSUPLAI KEBUTUHAN AIR LAUT PADA EKSPLOITASI KAPAL Budi Utomo Program Studi Diploma III Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang
TUGAS AKHIR KM ROCKWELL CONTAINER 6700 BRT BAB VI PERHITUNGAN SISTEM PIPA (PIPING SYSTEM) seperti halnya pada perlengkapan kapal lainnya.
BAB VI PERHITUNGAN SISTEM PIPA (PIPING SYSTEM) A. UMUM Sistem pipa merupakan bagian utama suatu sistem yang menghubungkan titik dimana fluida disimpan ke titik pengeluaran semua pipa baik untuk memindahkan
BAB II KONSEP DASAR LEMARI PENGERING PAKAIAN
BAB II KONSEP DASAR LEMARI PENGERING PAKAIAN Pada bab ini, penulis akan menjabarkan mengenai prinsip kerja dan beberapa hal yang mendasari terealisasikannya lemari pengering pakaian dengan moving hanger
LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA TOPIK: FLUIDA. Disusun oleh: Widodo Setiyo Wibowo, M.Pd.
LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA TOPIK: FLUIDA Disusun oleh: Widodo Setiyo Wibowo, M.Pd. [email protected] KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI
PENGARUH FILTER UDARA PADA KARBURATOR TERHADAP UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR
PENGARUH FILTER UDARA PADA KARBURATOR TERHADAP UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR Naif Fuhaid 1) ABSTRAK Sepeda motor merupakan produk otomotif yang banyak diminati saat ini. Salah satu komponennya adalah
BAB VI PERHITUNGAN SISTEM PIPA (PIPING SYSTEM)
BAB VI PERHITUNGAN SISTEM PIPA (PIPING SYSTEM) 1. UMUM Sistem pipa merupakan bagian utama suatu sistem yang menghubungkan titik dimana fluida disimpan ke titik pengeluaran semua pipa baik untuk memindahkan
PENCEMARAN LINGKUNGAN. Purwanti Widhy H, M.Pd
PENCEMARAN LINGKUNGAN Purwanti Widhy H, M.Pd Pengertian pencemaran lingkungan Proses terjadinya pencemaran lingkungan Jenis-jenis pencemaran lingkungan PENGERTIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN Berdasarkan UU Pokok
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil simulasi dan analisis yang dilakukan terhadap Model
115 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1.Kesimpulan Berdasarkan hasil simulasi dan analisis yang dilakukan terhadap Model Student Center UAJYdengan variasi komposisi kipas 2230 RPM, 2350 RPM, dan 2750 RPM pada
Tegangan Permukaan. Fenomena Permukaan FLUIDA 2 TEP-FTP UB. Beberapa topik tegangan permukaan
Materi Kuliah: - Tegangan Permukaan - Fluida Mengalir - Kontinuitas - Persamaan Bernouli - Viskositas Beberapa topik tegangan permukaan Fenomena permukaan sangat mempengaruhi : Penetrasi melalui membran
Modifikasi Coolbox Dengan Insulasi Pendinginan Freon Pada Ruang Muat Kapal Ikan Tradisional
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F-119 Modifikasi Coolbox Dengan Insulasi Pendinginan Freon Pada Ruang Muat Kapal Ikan Tradisional Indraswara Dinda Putra, Alam
BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi bidang otomotif berkembang sangat pesat mendorong
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi bidang otomotif berkembang sangat pesat mendorong manusia untuk selalu mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam dunia otomotif khususnya
BAB I PENDAHULUAN. uap dengan kapasitas dan tekanan tertentu dan terjadi pembakaran di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Umum Ketel Uap Ketel uap adalah pesawat energi yang mengubah air menjadi uap dengan kapasitas dan tekanan tertentu dan terjadi pembakaran di dapur ketel uap. Komponen-komponen
BAB I PENDAHULUAN. Dunia industri dewasa ini mengalami perkembangan pesat. akhirnya akan mengakibatkan bertambahnya persaingan khususnya
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Dunia industri dewasa ini mengalami perkembangan pesat. Perkembangan itu ditandai dengan berkembangnya ilmu dan teknologi yang akhirnya akan mengakibatkan
II. PENGAWETAN IKAN DENGAN PENGGARAMAN & PENGERINGAN DINI SURILAYANI
II. PENGAWETAN IKAN DENGAN PENGGARAMAN & PENGERINGAN DINI SURILAYANI 1. PENGERINGAN Pengeringan adalah suatu proses pengawetan pangan yang sudah lama dilakukan oleh manusia. Metode pengeringan ada dua,
Modifikasi Coolbox Dengan Insulasi Pendinginan Freon Pada Ruang Muat Kapal Ikan Tradisional
JURNAL TEKNIK SISTEM PERKAPALAN Vol. 1, No. 1, (2013) 1-5 1 Modifikasi Coolbox Dengan Insulasi Pendinginan Freon Pada Ruang Muat Kapal Ikan Tradisional Indraswara Dinda Putra, Alam Baheramsyah dan Beni
MAKALAH. SMK Negeri 5 Balikpapan SISTEM PENDINGIN PADA SUATU ENGINE. Disusun Oleh : 1. ADITYA YUSTI P. 2.AGUG SETYAWAN 3.AHMAD FAKHRUDDIN N.
MAKALAH SISTEM PENDINGIN PADA SUATU ENGINE Disusun Oleh : 1. ADITYA YUSTI P. 2.AGUG SETYAWAN 3.AHMAD FAKHRUDDIN N. Kelas : XI. OTOMOTIF Tahun Ajaran : 2013/2014 SMK Negeri 5 Balikpapan Pendahuluan Kerja
MOTOR BAKAR PENGERTIAN DASAR. Pendahuluan
MOTOR BAKAR PENGERTIAN DASAR Pendahuluan Motor penggerak mula adalah suatu motor yang merubah tenaga primer yang tidak diwujudkan dalam bentuk aslinya, tetapi diwujudkan dalam bentuk tenaga mekanis. Aliran
Gambar 3.1 Diagram alir penelitian 16
BAB III. METODE PENELITIAN A. Desain penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut : a. Tahap desain proses dan teknologi b. Tahap perancangan teknologi ( pirolisator
I. PENDAHULUAN. ditingkatkan dengan penerapan teknik pasca panen mulai dari saat jagung dipanen
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman jagung ( Zea mays L) sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Berdasarkan urutan
Perancangan Desain Ergonomi Ruang Proses Produksi Untuk Memperoleh Kenyamanan Termal Alami
Perancangan Desain Ergonomi Ruang Proses Produksi Untuk Memperoleh Kenyamanan Termal Alami Teguh Prasetyo Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang Po
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan teknologi senantiasa selalu mengalami peningkatan seiring dengan ditemukan berbagai ilmu-ilmu baru pada dunia pendidikan. Teknologi yang telah ada mengalami
Bab 3 Perancangan dan Pembuatan Reaktor Gasifikasi
Bab 3 Perancangan dan Pembuatan Reaktor Gasifikasi 3.1 Perancangan Reaktor Gasifikasi Perancangan reaktor didasarkan pada rancangan reaktor gasifikasi sekam padi milik Willy Adriansyah. Asumsi yang digunakan
Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hai teman-teman penerbangan, pada halaman ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai engine atau mesin yang digunakan pada pesawat terbang, yaitu CFM56 5A. Kita
besarnya energi panas yang dapat dimanfaatkan atau dihasilkan oleh sistem tungku tersebut. Disamping itu rancangan tungku juga akan dapat menentukan
TINJAUAN PUSTAKA A. Pengeringan Tipe Efek Rumah Kaca (ERK) Pengeringan merupakan salah satu proses pasca panen yang umum dilakukan pada berbagai produk pertanian yang ditujukan untuk menurunkan kadar air
