Mengenal kesulitan belajar Alfikalia Knowledge Sharing Universitas Paramadina 1 Oktober 2014
Apa itu kesulitan belajar Sekelompok gangguan yang termanifestasi dalam bentuk kesulitan yang signifikan dalam perolehan dan menggunakan kemampuan: Menulis Mendengar Berbicara Bernalar Matematika Disebabkan karena masalah disfungsi pada sistem syaraf pusat
Beda kesulitan belajar & retardasi mental Kesulitan belajar Adanya gap antara potensi dengan yang aktual Skor IQ minimal berada pada kategori rata rata bukan disebabkan oleh gangguan pendengaran dan penglihatan, retardasi mental, gangguan emosional, perbedaan budaya ada kebutuhan akan layanan pendidikan khusus, gangguan yang dialami dapat membuat ia tidak bisa belajar Retardasi (keterbelakangan) mental Skor IQ 1. Ringan [mild](skor IQ 50 70) mampu didik 2. Sedang [moderate](skor IQ 35 50) mampu latih 3. Berat [Severe](skor IQ 20 35) 4. Profound (skor IQ dibawah 20) Masalah dalam Perilaku adaptif
Bentuk bentuk kesulitan belajar
Bahasa: Membaca Omissions (menghilangkan huruf), insertion (menyelipkan huruf/suku kata), substitution (mengganti huruf), salah mengucapkan kata, ragu dalam membaca, mengubah urutan kata dalam kalimat, Tidak mengindahkan tanda baca Sulit memahami bacaan: sulit mengingat fakta cerita, sulit mengingat urutan cerita, sulit mengingat tema bacaan Sulit dalam Mengenali kata Kebiasaan kurang baik dalam membaca Disleksia: gangguan bahasa spesifik yang ditandai dengan ketidakmampuan mengurai suatu kata, terkait dengan kemampuan fonologi
Bahasa: Menulis Terbebani untuk memulai menulis berjuang untuk mengatur dan menggunakan mekanik dalam menulis berjuang untuk mengembangkan kelancaran kesulitan dalam mengeja dan membuat tulisan yang bisa dibaca Hasil tulisan terlalu pendek
Bahasa ucap Siswa kesulitan belajar umumnya memiliki kesulitan dalam mekanika bahasa dan penggunaan bahasa secara sosial Mengalami masalah dalam tata bahasa, semantics (arti kata), dan phonology (suara dari huruf/kata) Masalah dalam ekspresi bahasa oral Sulit memilih kata yang tepat Sulit memahami kalimat dengan struktur yang kompleks Sulit dalam merespon terhdap pertanyaan Sulit dalam mengeluarkan kata kata (lambat) Masalah dalam pemahaman dari mendengarkan (listening) Masalah dalam penggunaan pragmatis dari bahasa Misalnya: tidak paham lelucon, tertawa pada saat yang tidak tepat, sulit memberikan/mengikuti instruksi, luput memahami petunjuk non verbal
Matematika Masalahnya terletak pada : penghitungan dan penalaran matematika Masalah umum yg terjadi pengoperasian yang tidak tepat Incorrect number fact Incorrect algorithm (cara penyelesaian masalah yang tidak tepat) Diskalkulia kesulitan mengenali angka dan simbol, mengingat fakta, menyesuaikan angka, dan memahami konsep abstrak, seperti nilai tempat (satuan, puluhan, dst) atau pecahan
Memusatkan perhatian (atensi) 41% 80% siswa kesulitan belajar biasanya memiliki masalah ini Masalah yg dihadapi siswa kesulitan belajar ini adalah rentang perhatian yg pendek. Perilaku yg tampak adalah tdk dpt mempertahankan perhatian, bengong, dan mudah terpecah/teralih perhatiannya.
Masalah memori & metakognitif Memori Cepat lupa dengan hal hal sederhana, misalnya janji, ada PR, daftar perkalian, dll kesulitan memanggil informasi yg sudah dipelajari, mengulang informasi yg didengar/dibaca, mengikuti arahan, menampilkan arahan yg memiliki sequnce. Masalah dalam memori jangka pendek & working memory Metakognitif Kelemahan terlihat dalam aspek kemamp mengenali prasyarat tugas (seberapa berat tugas tersebut), memilih dan menerapkan strategi yg sesuai, memonitor & adjustment performance
Masalah sosial emosional Akibatnya: Karakteristik perilaku lainnya : salah baca tanda sosial, salah interpretasi perasaan orang lain, tidak paham apakah perilaku mrk mengganggu orang lain atau tidak, tidak sadar akibat perilaku yg mereka tampilkan thd orang lain, tidak dapat menyelami persepsi orang lain. Sulit menjalin pertemanan terlalu manja tidak dapat menjadi pemimpin sulit memecahkan konflik sulit mengatur frustrasi sulit memulai percakapan atau aktivitas bermain sulit mendengar sulit berempati sulit bersahabat sulit bekerja kelompok.
Kaitan antara gerak & kemampuan belajar Adaptasi DR. Indun L. Setyono terhadap Pendekatan Robert E. Valett mengenai kesulitan belajar
Prinsip dasar Valett mengatasi kesulitan belajar Perlu adanya observasi terhadap perilaku siswa saat menyelesaikan tugas Respon yang dianalisis adalah GERAKAN ANGGOTA TUBUH dan ISI JAWABAN yang dinyatakan secara verbal, antara lain: POSISI DUDUK saat mendengarkan guru menerangkan dan menjelaskan dengan menggunakan papan tulis, dan CARA MENGERJAKAN TUGAS MENULIS
PENDEKATAN KONSEP VALETT Perlu dilihat perkembangan kekuatan otot otot untuk bertahan pada posisi posisi tertentu yang dibutuhkan untuk bisa fokus menerima informasi yang akan menjadi materi pelajaran Mengikuti perkembangan pergerakan anggota tubuh hingga perkembangan sosial indvidu, mulai dari bayi Memberi penilaian pada setiap perkembangan pergerakan yang dianggap penting dan mempunyai makna pada perkembangan fungsi fungsi psikologis
Valett s Basic learning abilities Perkemba ngan motorik kasar Integrasi sensorikmotorik Keterampil an koordinasi persepsimotorik Perkemba ngan bahasa Keterampil an konseptual Keterampil an sosial
Perkembangan Motorik Kasar 1. Rolling (controled) 2. Dapat duduk tegak 3. Merangkak (lancar) 4. Berjalan (terkoordinasi baik) 5. Berlari dalam lintasan 6. Melempar dengan akurat 7. Melompat rintangan 8. Skipping bergantian 9. Menari sesuai irama 10. Dapat mengidentifikasi diri sendiri 11. Dapat mengidentifikasi anggota tubuh 12. Body abstraction (transfer/generalization) 13. Menggunakan kekuatan otot untuk melakukan aktivitas 14. Kesehatan fisik secara umum
Integrasi sensori motorik 1. Balance & rhythm dalam olahraga/menari 2. Body sapatial organization (Mazes) 3. Reaction speed dexterity (acuracy) 4. Mengidentifikasi benda melalui indera peraba 5. Bisa menentukan arah kiri kanan, atas bawah, depanbelakang 6. Laterality (menentukan dominasi anggota tubuh sebelah kanan/kiri) 7. Orientasi waktu: kemampuan untuk menilai lamanya waktu berlalu, pemahaman konsep waktu
Keterampilan koordinasi persepsi motorik 1. Ketepatan persepsi auditori 2. Bisa memahami bunyi dan kata kata yang disampaikan secara auditori 3. Kemampuan untuk merespon dengan tepat secara verbal terhadap stimulus auditori 4. Daya ingat auditori 5. Dapat mengikuti perintah yang diberikan secara auditori 6. Ketepatan persepsi visual 7. Visual coordination & pursuit (mengikuti benda dengan mata dan anggota tubuh lainnya) 9. Dapat melakukan diskriminasi visual 10. Dapat melakukan diferensiasi figure and ground 11. Daya ingat visual 12. Koordinasi motorik halus (mengikat tali sepatu, menulis nama) 13. Koordinasi visual motorik dalam bentuk spatial form manipulation 14. Koordinasi visual motorik dalam bentuk meniru kode yang diberikan 15. Visual motor integration
Perkembangan Bahasa 1. Memahami kata kata 2. Kelancaran dalam berbahasa dengan tata bahasa yang benar 3. Kemampuan artikulasi 4. Kemampuan asosiasi bunyi huruf 5. Kemampuan pemahaman bacaan (mengingat apa yang dibaca, menceritakan kembali, mencari makna) 6. Kemampuan ekspersi diri dalam bentuk tulisan 7. Kemampuan mengeja baik secara oral maupun tertulis
Ketrampilan konseptual 1. Pemahaman konsep angka/berhitung (konsep banyak/sedikit, menghitung) 2. Kemampuan operasi hitung aritmatika (tambah, kurang, kali, bagi) 3. Penalaran aritmatika untuk penyelesaian masalah (memahami soal cerita) 4. Pengetahuan umum 5. Kemampuan klasifikasi 6. Kemampuan menalar dan menilai situasi secara umum
Ketrampilan sosial 1. Kemampuan menjalin pertemanan 2. Kemampuan melakukan antisipasi terhadap situasi sosial dengan menggunakan penalaran yang logis 3. Kemampuan untuk mengenali dan merespon masalahmasalah moral/etis. Tahu mana benar salah, mampu mengontrol perilaku, dan memunculkan perilaku yang tepat secara sosial 4. Kemampuan untuk mengemban tanggung jawab pribadi maupun sosial. Termasuk didalamnya aspek kemandirian; bagaimana menjadi anggota masyarakat yang baik
Keterampilan motorik kasar, integrasi sensori motorik, dan koordinasi persepsi motorik menjadi dasar bagi kemampuan bahasa, konseptual, dan sosial siswa. Dengan demikian, bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar, remediasi pada ketiga aspek ini menjadi sasaran utama Pentingnya body image, kemampuan koordinasi gerak, dan keseimbangan pada aktivitas belajar
Body Image 1. Rabaan tangan anak pada tubuhnya sendiri dan badan ibunya 2. Rasa pada gerakan saat bermain Respon adaptasi, organisir & rencana otak Input informasi ttg tubuh pada otak Imajinasi badan sederhana dalam otak Pertambahan usia Memperkaya kemampuan analisis & kognisi yang penting dalam analisis masalah Belajar: Perbedaan diri & bukan diri Posisi dan pola gerak tubuh Merasakan jarak dg tubuh dan tubuh dg benda Merasakan posisi tubuh Merasakan gerakan tubuh
Koordinasi Respon adaptasi, organisir & rencana otak Posisi tubuh Gerakan seimbang Analisis gerakan Persepsi visual aktif Pertambahan usia Spontanitas dalam kerjasama antara gerakan bagian tubuh satu dg lainnya Kerjasama yang lebih halus dan detil Urutan gerak secara dinamis Kerjasama antara gerak mata Keterampilan tangan dan kaki Hasil produksi dari kegiatan
Keseimbangan Respon adaptasi, organisir & rencana otak Perubahan tubuh dari satu posisi ke posisi lain Pengalaman badan mempertahankan tubuh Kekuatan otot badan bagian ki ka sama (batas normal) Posisi pandang mata stabil (fokus) Tubuh diam di garis tengah Kestabilan tubuh seimbang Mata dan telinga aktif Melihat benda pasif Melihat benda aktif Melihat mata lawan pandang Konsep pertahanan diri Konsep kognisi konsentrasi
Pustaka & Gambar Hallahan, P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2012). Exceptional Learners: an introduction to special education, 12th ed Pierangelo, R. & Giuliani, G. (2006). Learning Disabilities: a practical approach to foundations, assessment, diagnosis, and teaching. Boston: Allyn and Bacon Setyono, I. L. (2014). Materi Penangan Kesulitan Belajar 28 30 Maret 2014. Jakarta: Biro Konsultasi Psikologi Dwipayana Valett, R. E. (1969). Programming Learning Disabilities. California: Fearon http://www.pinterest.com/pin/117234396520245268/ http://theabsolutevalueofmike.weebly.com/dyscalculia.html Hasil tulisan siswa di SD Pantara