Oleh : Rahayu Setyowati

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. perawatan. Tindakan pemasangan infus akan berkualitas apabila dalam

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan dasar tersebut (Depkes, 2009). yang meliputi pelayanan: curative (pengobatan), preventive (upaya

GAMBARAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIRUANG RAWAT INAP RSUD SULTANSYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK

PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN PERILAKU PERAWAT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembangunan kesehatan bertujuan agar setiap penduduk mampu

BAB I PENDAHULUAN. obat-obatan dan logistik lainnya. Dampak negatif dapat berupa kecelakaan

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENDIDIKAN BIDAN DENGAN PENGGUNAAN PARTOGRAF DI PUSKESMAS PAGADEN PERIODE MARET SAMPAI JULI 2008

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA WAKTU TANGGAP PERAWAT PADA PENANGANAN ASMA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dirumah sakit merupakan bentuk

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Ruang Hemodialisa RSUD DR. M.M

Promotif, Vol.2 No.2 April 2013 Hal

GAMBARAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PASIEN PRE OPERASI DI RUANG DADALI RSUD CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN Oleh : Arni Wianti

BAB I PENDAHULUAN. Keselamatan menjadi isu global termasuk juga untuk rumah sakit. Ada lima isu

BAB I PENDAHULUAN. tersebut seorang pasien bisa mendapatkan berbagai penyakit lain. infeksi nosokomial (Darmadi, 2008, hlm.2).

ARTIKEL PENELITIAN. Hj.Evi Risa Mariana 1, Zainab², H.Syaifullah Kholik³ ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN. 1. Ditinjau dari tujuan yang akan dihadapi yaitu mengetahui hubungan. hubungan antara variabel (Nursalam, 2003)

Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 2, Oktober 2016 ISSN

DAMPAK KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS WARAKAS JAKARTA UTARA

Jurnal Kesehatan Kartika 7

Kata kunci : Rumah Sakit, Infeksi Nosokomial, Antiseptic Hand rub Kepustakaan : 55 (15 Jurnal+20 Buku+6 Skrispi & tesis+14 Website)

Jurnal Keperawatan, Volume VIII, No. 2, Oktober 2012 ISSN

HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK LANJUT USIA DENGAN PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI DI KELURAHAN SRIWIDARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPELANG KOTA SUKABUMI

HASIL PENELITIAN 1. Analisis Univariat. a. Gambaran Kepuasan Pasien Jamkesmas Pada Pelayanan Keperawatan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN PROTAP PERAWATAN LUKA POST OPERASI DI RUANG CENDANA RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan terpotongnya suplai oksigen dan nutrisi yang mengakibatkan

VOLUME II No 1 Januari 2014 Halaman 74-84

Jurnal Farmasi Andalas Vol 1 (1) April 2013 ISSN :

BAB I PENDAHULUAN. prevalensinya paling tinggi di dunia. Berdasarkan laporan World Health

HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT CUT MUTIA KABUPATEN ACEH UTARA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kayumerah Kecamatan Limboto

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan catatan keperawatan (Depkes

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana data yang menyangkut

HUBUNGAN PENGETAHUAN, PERSEPSI REMAJA PUTRI, DAN PERAN KELUARGA DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMA NEGERI 8 KOTA JAMBI TAHUN 2014

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah correlation study yaitu penelitian yang

Oleh : R Noucie Septriliyana dan Wiwi Endah Sari Stikes A. Yani Cimahi

BAB 1 PENDAHULUAN. ketidaknyamanan yang berkepanjangan sampai dengan kematian. Tindakan

BAB I PENDAHULUAN. (Permenkes RI No. 340/MENKES/PER/III/2010). Dalam memberikan

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, observasional dengan

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP PASIEN DALAM PENGGANTIAN POSISI INFUS DI RUANG SHOFA RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN METODE PENUGASAN DALAM MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP) DI RSUD WATES

BAB III METODA PENELITIAN

HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG KEMAMPUAN SUPERVISI KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. dinilai melalui berbagai indikator. Salah satunya adalah terhadap upaya

HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN DENGAN MINAT PASIEN DALAM PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN KESEHATAN PADA PRAKTEK DOKTER KELUARGA

Jurnal Medika Saintika Vol 7 (2) Jurnal Medika Saintika

Hubungan Prosedur Pemasangan Infus dengan Kejadian Plebitis Di Rumah Sakit Umum Kabupaten Majene

Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 1, April 2015 ISSN HUBUNGAN PERUBAHAN FISIK USIA REMAJA DENGAN RASA PERCAYA DIRI PADA SISWI KELAS 7

Oleh : Yophi Nugraha, Inmy Rodiyatam ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. kepentingan masyarakat banyak, maka peranan pemerintah dalam pelayanan

HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK KARTIKA X-9 CIMAHI 2012

Oleh : Tintin Purnamasari ABSTRAK

HUBUNGAN JARAK KELAHIRAN DAN JUMLAH BALITA DENGAN STATUS GIZI DI RW 07 WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIJERAH KOTA BANDUNG

EFEKTIFITAS TERAPI AROMA TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 KABUN TAHUN 2015

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA SKRIPSI

Khodijah, Erna Marni, Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2013

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan proses belajar seumur hidup bagi perawat. Perawat terus

Promotif, Vol.4 No.2, April 2015 Hal 86-94

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Keluarga pasien merupakan pihak yang mempunyai hak untuk

ABSTRAK. : Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Pemberian, Imunisasi Dasar. Nuur Octascriptiriani Rosdianto

57 2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan

PERSETUJUAN PEMBIMBING JURNAL

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI MASYARAKAT DESA MARANNU KECAMATAN PITUMPANUA KABUPATEN WAJO YURIKA

HUBUNGAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR, KOMUNIKASI DAN TINDAKAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terpadu kepada masyarakat dalam upaya untuk mengatasi masalah kesehatan serta

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP KELUARGA MENGGUNAKAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PAHANDUT KOTA PALANGKA RAYA

Promotif, Vol.1 No.2 Apr 2012 Hal ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH BERSALIN NISA KOTA PALU

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN PADA POLI UMUM DI PUSKESMAS JEULINGKE KECAMATAN SYIAH KUALA TAHUN 2014.

PROFIL TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA KUSTA TENTANG PENYAKIT KUSTA DI PUSKESMAS KEMUNINGSARI KIDUL KABUPATEN JEMBER

Bab IV. Hasil dan Pembahasan

Universitas Tribhuwana Tunggadewi ABSTRAK

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Terhadap Kepatuhan Melakukan Cuci Tangan dengan Metode Hand Wash

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN UNIVERSAL PRECAUTION INTISARI. Devi Permatasari*

BAB I PENDAHULUAN. kadang-kadang mengakibatkan kematian pada pasien dan kerugian keuangan

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PENERAPAN PROSEDUR TETAP PEMASANGAN INFUS DI RUANG RAWAT INAP RSDM SURAKARTA SKRIPSI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Menurut WHO (2013), rumah sakit adalah bagian integral dari suatu

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DENGAN PELAKSANAAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) DI RSUD CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2015.

Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 1, April 2016 ISSN

PENDAHULUAN. Herdianti STIKES Harapan Ibu Jambi Korespondensi penulis :

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR PENGUKURAN TANDA VITAL DI IRS TK II DR AK GANI TAHUN 2015.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan

Jurnal Keperawatan, Volume IX, No. 2, Oktober 2013 ISSN PERILAKU CARING PERAWAT DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL(MAKP) DI INSTALASI RAWAT INAP

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN SPO PEMASANGAN INFUS OLEH PERAWAT PELAKSANA DI IRNA C NON BEDAH (PENYAKIT DALAM) RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2010

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PRAKTIK IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI USIA 9-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOJONG II KABUPATEN PEKALONGAN

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKS DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI LOKALISASI SUNAN KUNING SEMARANG

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Ruang kebidanan RSUD.Dr.M.M

Transkripsi:

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN PROSEDUR TETAP PEMASANGAN INFUS DI INSTALASI GAWAT DARURAT DAN INSTALASI RAWAT INAP RSUD CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2015 Oleh : Rahayu Setyowati ABSTRAK Kepatuhan terhadap prosedur tetap pemasangan infus adalah ketaatan perawat dalam melaksanakan tahapan kegiatan pemasangan infus yang telah ditetapkan oleh rumah sakit.kepatuhan individu secara umum dipengaruhi oleh faktor internal yaitu umur, jenis kelamin, agama, tingkat pendidikan, status perkawinan, sikap, persepsi kepribadian, kemampuan, motivasi dan faktor eksternal yaitu organisasi, kelompok, pekerjaan dan lingkungan. Tujuan penelitian adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Majalengka dan hubungan antara faktor-faktor tersebut. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif desain cross sectional dengan sampel 96 perawat. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 15 Mei - 15 Juni 2015 pada variabel dependen kepatuhan perawat dan variabel independen faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja dan motivasi perawat. Hasil penelitian didapatkan gambaran perawat 76,0% patuh, 24,0% tidak patuh, 52,1%, umur > 30 tahun, 47,9%, umur 30 tahun, 59,4% perempuan 40,6% laki-laki, 83,3% pendidikan rendah,16,7% pendidikan tinggi, 65,6 masa kerja 5 tahun, 34,4% masa kerja < 5 tahun, 82,3% motivasi tinggi, 17,7% motivasi rendah. Analisis bivariat uji chi square menunjukan hubungan kepatuhan dengan faktor umur p value = 0,008, faktor jenis kelamin p value = 1,000, faktor tingkat pendidikan p value = 0,032, faktor masa kerja p value = 0,422, faktor motivasi p value = 0,025. Menindaklanjuti keadaan tersebut diharapkan perawat dapat menerapkan ilmu pengetahuan menurut teori yang didapatkan dan patuh melaksanakan prosedur tetap. RSUD Cideres mengadakan pengawasan dan evaluasi rutin dalam bentuk penyegaran atau sosialisai kembali tentang teknik prosedur tetap pemasangan infus atau prosedur lain yang berkaitan dengan teknik pencegahan infeksi nosokomial. Kata Kunci : Prosedur Tetap Pemasangan Infus Daftar pustaka : 39 (2002-2015)

PENDAHULUAN Infeksi nosokomial merupakan masalah global, paling sedikit mencapai 9% (variasi 3%-21%) dari 1,4 juta pasien rawat inap di rumah sakit di seluruh dunia dan merupakan masalah serius bagi semua rumah sakit dimana kerugian yang ditimbulkan tidak hanya membebani pasien, keluarga, tenaga yang bekerja di rumah sakit, akan tetapi mempengaruhi citra rumah sakit dan menimbulkan kerugian terhadap rumah sakit tertentu. Infeksi nosokomial dapat mengakibatkan biaya perawatan kesehatan yang meningkat, masa penyembuhan yang lama, kecacatan, mengakibatkan kematian pasien serta meningkatkan morbiditas dan mortalitas (Potter & Perry, 2005). Infeksi ini bisa ditularkan dari pasien ke petugas dan sebaliknya, pasien ke pengunjung/sebaliknya, serta antar orang yang berada di lingkungan rumah sakit. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain. Kebijakan tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 270/Menkes/III/2007 tentang Pedoman Manajerial Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan. Serta Keputusan Menkes Nomor 381/Menkes/III/2007 tentang Pedoman Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan (DepKes RI, 2007). Pasien yang dirawat di rumah sakit setiap tahunya diperkirakan lebih dari 60% mendapat terapi intravena. Hal ini membuat besarnya resiko terhadap infeksi yang berhubungan dengan terapi intravena tersebut (Schafer, 2002). Selain itu upaya pencegahan infeksi terapi intravena dilakukan dengan membuat berbagai strategi termasuk prosedur tetap (protap) pemasangan infus, prosedur tetap septik-aseptik (cuci tangan) maupun prosedur tetap lainnya. Adanya infeksi karena terapi intravena dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : faktor hospes, faktor alat dan larutan, serta faktor orang ke orang yaitu petugas perawatan kesehatan dan pasien (Schafer, 2002). Kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infuse tergantung dari perilaku individu perawat itu sendiri. Pendapat tersebut mengacu pada kepatuhan secara umum yang diperkuat menurut Muchlas (2002), yaitu perilaku kepatuhan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. faktor yang mempengaruhi kepatuhan dapat dikategorikan menjadi faktor internal yaitu karakteristik perawat itu sendiri seperti umur, jenis kelamin, agama, pendidikan, status perkawinan, kepribadian, sikap, kemampuan, persepsi dan motivasi dan faktor eksternal : karakteristik organisasi, karakteristik kelompok, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik lingkungan (Muchlas, 2002). Adapun tujuan penelitian ini yakni untuk diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka dan hubungan antara faktor-faktor tersebut. Kemudian diketahui gambaran kepatuhan perawat, faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja, motivasi dan hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan dengan kepatuhan pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus di Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2015.

METODE PENELITIAN Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan menggunakan desain cross sectional. Variabel independen adalah faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja dan motivasi. Variabel dependen adalah kepatuhan perawat dalam pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres, berjumlah 126 perawat. Menggunakan Simple Random Sampling yaitu sampel yang diambil sehingga setiap unit penelitian dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel dengan jumlah sampel dari 126 perawat adalah 96 perawat, menggunakan metoda Propotional To Size untuk menentukan jumlah sampel setiap ruang perawatan. Pengumpulan data dilaksanakan tanggal 15 Mei - 15 Juni 2015 kepada 96 perawat dimulai setelah responden diberikan penjelasan kemudian mengisi dan menandatangani informed consent dan responden dipersilahkan mengisi lembar kuesioner. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Hasil Penelitian Univariat No Tabel Variabel Jumlah % 4.1 Tidak Patuh Kepatuhan Protap Pemasangan Iunfus 23 24,0 Patuh 73 76,0 4.2 Umur > 30 Tahun 50 52,1 30 Tahun 46 47,9 4.3 Jenis Kelamin Laki-Laki 39 40,6 Perempuan 57 59,4 4.4 Tingkat Pendidikan Rendah 80 83,3 Tinggi 16 16,7 4.5 Masa Kerja 5 Tahun 63 65,6 < 5 Tahun 33 34,4 4.6 Motivasi Rendah 17 17,7 Tinggi 79 82,3

4.1.2. Hasil Penelitian Biivariat No. Tabel Variabel Kepatuhan Tidak Patuh Patuh Jumlah Total f % f % f % 4.7 Umur > 30 Tahun 18 36,0 32 64,0 50 100 30 Tahun 5 10,9 41 89,1 46 100 4.8 Jenis Kelamin Laki-Laki 9 23,1 30 76,9 39 100 Perempuan 14 24,6 43 75,4 57 100 4.9 Tingkat Pendidikan Rendah 23 28,8 57 71,2 80 100 Tinggi 0 0 16 100 16 100 4.10 Masa Kerja 5 Tahun 13 20,6 50 79,4 63 100 < 5 Tahun 10 30,3 23 69,7 33 100 4.11 Motivasi Rendah 23 29,1 56 70,9 79 100 Tinggi 0 0 17 100 17 100 P. Value 0,008 1,000 0.032 0,422 0,025 PEMBAHASAN 1. Lebih dari setengahnya perawat umur > 30 tahun, jenis kelamin perempuan masa kerja 5 tahun, sebagian besar perawat tingkat pendidikan rendah dan motivasi tinggi dalam pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus. 2. Ada hubungan antara antara faktor umur, tingkat pendidikan dan motivasi perawat dengan kepatuhan protap pemasangan infus dengan hasil uji chi square p value < 0,05, hal tersebut karena lebih dari setengahnya perawat umur > 30 tahun, jenis kelamin perempuan, masa kerja 5 tahun dan sebagian besar mempunyai motivasi tinggi dalam pelaksanaan protap. 3. Tidak ada hubungan antara faktor jenis kelamin dan masa kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus dengan hasil uji chi square p value > 0,05) hal tersebut karena sebagian besar dari perawat mempunyai tingkat pendidikan rendah.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan 1. Sebagian kecil perawat (24,0%) tidak patuh dalam pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus dan sebagian besar perawat (7 6,0%) patuh dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka tahun 2015. 2. Lebih dari setengahnya (52,1%) perawat.di Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka tahun 2015 umur > 30 tahun dan 47,9% perawat umur 30 tahun. 3. Lebih dari setengahnya (59,4%) perawat di Majalengka tahun 2015 adalah jenis kelamin perempuan dan 40,6% perawat jenis kelamin laki-laki. 4. Sebagian besar (83,3%) perawat di Majalengka tahun 2015 adalah tingkat pendidikan rendah dan 16,7% perawat dengan tingkat pendidikan tinggi. 5. Lebih dari setengahnya (65,6%) perawat di Majalengka Tahun 2015 adalah dengan masa kerja 5 tahun dan 34,4% perawat dengan masa kerja < 5 tahun. 6. Sebagian besar (82,3%) perawat di Majalengka tahun 2015 adalah mempunyai motivasi tinggi dan 17,7% mempunyai motivasi yang rendah dalam pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus. 7. Ada hubungan antara antara faktor umur perawat dengan kepatuhan pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus di Majalengka tahun 2015 dengan hasil uji chi square, p value = 0,008 (< 0,05). 8. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kepatuhan pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengkn tahun 2015 dengan hasil uji chi square, p value = 1,000 (> 0,05). 9. Ada hubungan antara tingkat pendidikan perawat dengan kepatuhan pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus di Majalengka tahun 2015 dengan hasil uji chi square, p value = 0,032 (< 0,05). 10. Tidak ada hubungan antara faktor masa kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka tahun 2015 dengan hasil uji chi square, p value = 0,422 (> 0,05). 11. Ada hubungan antara motivasi perawat dengan kepatuhan pelaksanaan prosedur tetap pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka tahun 2015 dengan hasil uji chi square, p value= 0,025 (< 0,05).

Saran 1. Bagi Rumah Sakit Cideres RSUD Cideres Kabupaten Majalengka mengadakan pengawasan dan evaluasi rutin dalam bentuk penyegaran atau sosialisai kembali tentang teknik prosedur tetap pemasangan infus atau prosedur tetap lain yang berkaitan dengan teknik pencegahan infeksi nosokomial. 2. Bagi Perawat RSUD Cideres Perawat harus dapat melaksanakan tindakan keperawatan khususnya pemasangan infus harus sesuai dengan teori yang didapat dan patuh terhadap prosedur tetap yang ditetapkan. 3. Bagi Institusi Pendidikan Institusi pendidikan membuat pengajaran bagi peserta didik yang lebih aplikatif sehingga mempermudah dalam penerapan di rumah sakit dan perlu adanya penelitian tentang faktor ekternal dari perawat yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus misalnya penelitian pada karakteristik organisasi, kelompok, pekerjaan dan lingkungan. DAFTAR PUSTAKA Aditama, T. Manajemen Administrasi Rumah Sakit, Universitas Indonesia Press. Jakarta. 2009 Alimul, A. 2007. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Edisi kedua. Jakarta : Salemba Medika Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI. Jakarta. Rineka Cipta. Azwar, A. 1996. Pengantar Adminisrtasi Kesehatan. Jakarta: Binarupa Aksara. Cokroaminoto, Dkk. 2007. Sistem Manajemen Strategik Berbasis Balanced Score. Yogyakarta : Upp Amp Ykpn. Depkes RI. 2009. Kebijakan dasar Puskesmas (Menuju Indone sia Sehat 2015). Jakarta : Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Depkes RI. 2010. Kebijakan dasar Puskesmas (Menuju Indonesia Sehat 2015). Jakarta : Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Fahriadi. 2007. Psikologi Kepuasan Pasien Ditinjau dari Kualitas Mutu Pelayanan Perawat di Rumah Sakit. http://rac.uii.ac.id/server/documen/public. (Diakses Pada Tanggal 21 Maret 2012 Gerson, R.F. 2009. Mengukur kepuasan Pelanggan. Jakarta : PT. Pustaka Binaman Pressindo Heriandi. 2007. Sistem Manajemen Mutu Pelayanan. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama Kotler, P. 2003. Manajemen Pemasaran Analysis Perencanaan dan Implementasi. Jakarta : Salemba Empat.