SOP PK BLU PERGURUAN TINGGI NEGERI



dokumen-dokumen yang mirip
PENGELOLAAN AKUNTABILITAS PK BLU Oleh:

Oleh: Prof Dr H Jamal Wiwoho, SH,MHum PR II UNS

AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN BLU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

MATRIK PERSANDINGAN REVISI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 23 TAHUN 2005 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2005 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM

Dipisahkan PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM IMPLEMENTASI TIDAK DIPISAHKAN DIPISAHKAN

Urgensi Aspek Pengawasan Implementasi Pola Pengelolaan Keuangan BLU. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU

UU No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan BLU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG PENETAPAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SERANG SEBAGAI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH

PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM

Instrumen Pengawasan

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 44 /PMK.05/2009 TENTANG RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN SERTA PELAKSANAAN ANGGARAN BADAN LAYANAN UMUM

WALIKOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERATURAN DAERAH KOTA BAUBAU NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG

Pasal 68 UU no. 1 Tahun 2004

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 92/PMK.05/2011 TENTANG RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN SERTA PELAKSANAAN ANGGARAN BADAN LAYANAN UMUM

1 of 6 18/12/ :41

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

2016, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Le

NASKAH PERJANJIAN. Pelaksanaan KSO atau KSM dituangkan dalam naskah perjanjian. Paling kurang memuat:

POLA PENGELOLAAN KEUANGAN PADA BADAN LAYANAN UMUM

Puskesmas Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Ditulis oleh Administrator Selasa, 24 May :55 -

BIRO ADMINISTRASI UMUM & KEUANGAN PROSEDUR TAMBAHAN UANG PERSEDIAAN BAGIAN ANGGARAN MASYARAKAT LEMBAR PENGESAHAN

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 92/PMK.05/2011 TENTANG RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN SERTA PELAKSANAAN ANGGARAN BADAN LAYANAN UMUM

TENTANG MENTERI KEUANGAN,

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 225/PMK.05/2014 TENTANG

BIRO ADMINISTRASI UMUM & KEUANGAN PROSEDUR TAMBAHAN UANG PERSEDIAAN BAGIAN ANGGARAN MASYARAKAT LEMBAR PENGESAHAN

2017, No Mengingat : Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (Lembaran Ne

SELAYANG PANDANG PENGELOLAAN KEUANGAN MODEL BADAN LAYANAN UMUM* Oleh: Sutrisna Wibawa (PRII UNY)

BAB II DASAR TEORI. 1. Pengertian Standar Akuntansi Keuangan. dikeluarkan oleh badan yang berwenang. Standar Akuntansi Keuangan

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUB NOMOR 225/PMK.05/2014 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM TAHUN ANGGARAN 2014

KEBIJAKAN PENGELOLAAN PENDAPATAN BADAN LAYANAN UMUM. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU Yogyakarta 22 s.d. 24 Juni 2012

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 119/PMK.05/2007 TENTANG

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 66/PMK.02/2006 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG

LEMBAR PENGESAHAN PROSEDUR PENERBITAN SURAT PENGESAHAN PENDAPATAN DAN BELANJA BAGIAN ANGGARAN MASYARAKAT BIRO ADMINISTRASI UNIVERSITAS NUSA CENDANA

TENTARA NASIONAL INDONESIA PERATURAN PANGLIMA TENTARA NASIONAL INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG

OVERVIEW IMPLEMENTASI DAN EVALUASI RBA BLU. Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Perbendaharaan

PENGADILAN AGAMA BANJARMASIN KELAS 1A

2016, No Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, Menteri Keuangan dapat menetapkan pola pengelolaan k

SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN BANDI

1/3/2014 I. PENDAHULUAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

2013, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA. BAB I KETENTUAN UMU

WALIKOTA BOGOR PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

WALIKOTA MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 59/PMK.06/2005 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT

Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum

WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 65 TAHUN TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH

ANGGARAN SEKTOR PUBLIIK (AnSP) Bandi, Dr., M.Si., Ak., CA.

Asumsi : Satker Ditetapkan pada Tahun 2010

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM. Direktorat Pembinaan PK BLU Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan

BAGIAN V KEUANGAN 310

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2005 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PENGELOLAAN ASET PADA BADAN LAYANAN UMUM

PERAN DEWAS PENGAWAS PTN BLU ; KONFLIK DAN PERMASALAHAN

BIRO ADMINISTRASI UMUM & KEUANGAN PROSEDUR GANTI UANG PERSEDIAAN NIHIL BAGIAN ANGGARAN MASYARAKAT LEMBAR PENGESAHAN DIBUAT OLEH MENYETUJUI MENGETAHUI

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG

PERADILAN AGAMA BENGKLULU KELAS I A

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 110 TAHUN 2016 TENTANG

Melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA,

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

PP NOMOR 23 TAHUN 2006 PASAL 26 dan Perdirjen 67/PB/2007Pasal 2

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

TENTANG - RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN SERTA PELAKSANAAN ANGGARAN BADAN LAYANAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP tersebut

1. Unit pengolah membuat Surat Permintaan Pem-bayaran (SPP) yang ditanda-tangani oleh

KELEMBAGAAN UNIT PENGEMBANGAN USAHA (UPU) DI UNS

- 9 - PERENCANAAN REVIU LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 24 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG BADAN LAYANAN UMUM DAERAH DAN PENGELOLAAN KEUANGAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR DIREKTORAT SUMBERDAYA MANUSIA PROSEDUR OPERASIONAL BAKU PEMBAYARAN UANG MAKAN

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA BATU

Transkripsi:

SOP PK BLU PERGURUAN TINGGI NEGERI Oleh: Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. (Dosen Fakultas Hukum UNS Wakil Rektor II UNS) Disampaikan dalam Sosialisasi Pengelolaan Keuangan BLU Jajaran Pimpinan di Lingkungan Universitas Negeri Padang Padang, 6 April 2015 www.jamalwiwoho.com 1

BIODATA Nama : Prof Dr H Jamal Wiwoho, SH, MHum NIP / Karpeg : 196111081987021001/ E.203450 Tempat, Tanggal Lahir : Magelang, 8 Nopember 1962 Jabatan/ Golongan Jabatan Struktural : Guru Besar/IV C : Wakil Rektor II Universitas Sebelas Maret Surakarta Pekerjaan : Staff Pengajar S1, S2, S3 Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Pangkat : Pembina Utama Madya Alamat Kantor : Fakultas Hukum UNS. Jl Ir Sutami 26 A Surakarta, Jawa Tengah Alamat Rumah : Jl Manunggal I/ 43 Sukorejo, Kadipiro, Solo, Jateng website www.jamalwiwoho.com E-mail : pr2@uns.ac.id, wiwoho@uns.ac.id dan jamalwiwoho@yahoo.com Blog : jamalwiwoho.staff.hukum.uns.ac.id Facebook jamalwiwoho Twitter @Jamalwiwoho Telpon : 0271 856848, 0271 666450 (K), 081 2260 1681 (HP) dan 0271 5860734 (fleksi) Nama Bapak : Alm Djuraemi Hardjo Perwito Nama Ibu : Alm Suratinah Harjo Perwito Nama Istri : Budhi Widjajanti, SE Nama Anak : Aldilla Rahma Kusuma Wardhani Wiwoho Aldita Ratna Firdayanti Wiwoho Aldinar Ridha Fauzarani Wiwoho www.jamalwiwoho.com 2

PENGERTIAN SOP KEUANGAN BLU SOP (standard operating procedures) adalah seperangkat aturan, alur dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh pimpinan/staff suatu organisasi dalam melaksanakan suatu proses pencatatan dan pelaporan keuangan. BLU adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas (Pasal 1 PP No. 23/2005) 3

PERSYARATAN BLU 1. Persyaratan Substantif 2. Persyaratan Teknis 3. Persyaratan Administratif 4

PERSYARATAN ADMINISTRATIF BLU 1. Pernyataan kesanggupan untuk peningkatan kinerja pelayanan, keuangan dan manfaat bagi masyarakat 2. Pola Tata Kelola (Corporate Governance) 3. Akuntabillitas program, kegiatan dan keuangan (kebijakan, mekanisme atau prosedur, media pertanggungjawaban dan periodisasi pertanggungjawaban 4. Transparansi 5. Rencana strategis bisnis 6. Laporan keuangan pokok 7. Standar pelayanan minimum 8. Laporan audit terakhir 5

Fleksibilitas Status BLU Penuh 1.1 Pengelolaan Pendapatan 1.2 Pengelolaan Belanja 1.3 Pengadaan Barang dan/atau Jasa 1.4 Pengelolaan Barang 1.5 Pengelolaan Utang 1.6 Pengelolaan Piutang 1.7 Pengelolaan Investasi 1.8 Perumusan Standar, Kebijakan, Sistem, dan Prosedur Pengelolaan Keuangan. 6

ASPEK KEPATUHAN PER36/PB/2012 1. Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif. 2. Penyampaian Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan. 3. Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU. 4. Tarif layanan. 5. Persetujuan Rekening. 6. Sistem akuntansi. 7. Standard Operating Procedurs (SOP) Pengelolaan Kas. 8. SOP Pengelolaan Piutang. 9. SOP Pengelolaan Utang. 10. SOP Pengadaan Barang dan Jasa. 11. SOP Pengelolaan Barang Inventaris. 7

PENCABUTAN STATUS BLU 1. Dicabut oleh Menteri Keuangan sesuai dengan kewenangannya apabila BLU yang bersangkutan sudah tidak memenuhi persyaratan substantif, teknis, dan/atau administratif; 2. Dicabut oleh Menteri Keuangan berdasarkan usul dari Menteri/Pimpinan Lembaga sesuai dengan kewenangannya apabila BLU yang bersangkutan sudah tidak memenuhi persyaratan substantif, teknis, dan/atau administratif; atau 3. Berubah statusnya menjadi badan hukum dengan kekayaan negara yang dipisahkan. Pencabutan ini dilakukan berdasarkan penetapan ketentuan peraturan perundang-undangan. 8

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN TUJUAN/ TARGET Management Control STRATEGI STRUKTUR Anggaran Akuntansi Penilaian Kinerja Human Resource Management Kinerja Culture Sistem Pengendalian Manajemen adalah sistem untuk mengarahkan sumber daya Perusahaan dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan dan upaya terus menerus dalam peningkatan kinerja. 9

LATAR BELAKANG BLU memiliki masa maksimal 2 tahun untuk melengkapi semua persyaratan BLU SOP Keuangan salah satu syarat memenuhi persyaratan administratif SOP merupakan sarana untuk menjadi pedoman pencapaian sasaran, pemenuhan butir mutu dan penguatan pengendalian internal. SOP merupakan bagian tidak terpisahkan dari sistem pengendalian manajemen 10

TUJUAN SOP KEUANGAN 1. Laporan Keuangan yang disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang ditetapkan oleh IAI. 2. Laporan Keuangan yang disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri Keuangan, Peraturan Menteri Perhubungan dan Peraturan-peraturan lain terkait. 11

TUJUAN SOP KEUANGAN 3. Agar terdapat keseragaman dan konsistensi dalam pencatatan transaksi keuangan (consistency). 4. Agar terjaga kualitas laporan keuangan yang dapat diandalkan (accuracy), netral / tidak berpihak (neutrality), memberikan informasi yang lengkap (full disclosure / completeness), dan dapat diperbandingkan (comparability). 12

TUJUAN SOP KEUANGAN 5. Agar mampu menghasilkan laporan keuangan yang tepat waktu (timelines) dan dapat dimengerti (understandability), sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan (decision supports) bagi semua pemakai laporan. 6. Memperkuat sistem pengendalian internal syncore.co.id 13

REVIEW TATA ATURAN 1. Memastikan bahwa institusi kita telah menerapkan secara penuh dan konsisten semua kententuan peraturan yang berlaku 2. SOP disusun untuk memudahkan staff dan pimpinan dalam menjalankan proses sesuai aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan. 3. Oleh karenanya dalam tahap awal kita menyusun SOP harus dipastikan kita mengetahui dan memahami tata aturan yang terkait. 14

TATA ATURAN UNDANG-UNDANG PERATURAN PEMERINTAH (PP) PERATURAN/KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN DIRJEN SURAT KEPUTUSAN / BLU SOP JUKLAK 15

POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BLU 1. Berkedudukan sebagai lembaga pemerintah (bukan kekayaan negara yang dipisahkan) 2. Menghasilkan barang/jasa yang seluruhnya/sebagian dijual kepada publik 3. Tidak mengutamakan mencari keuntungan (laba) 4. Dikelola secara otonom dengan prinsip efisiensi dan produktivitas ala korporasi 5. Rencana kerja/anggaran dan pertanggungjawaban dikonsolidasikan pada instansi induk 6. Pendapatan BLU dapat digunakan langsung 7. Pegawai dapat terdiri dari PNS dan Profesional Non- PNS 8. Bukan sebagai subyek pajak 16

FLEKSIBILITAS PENGANGGARAN 1. Pendapatan dapat digunakan langsung 2. Belanja flexible budget dengan ambang batas. 3. Pengelolaan Kas pemanfaatan idle cash, hasil untuk BLU 4. Pengelolaan Piutang dapat memberikan piutang usaha, penghapusan piutang sampai batas tertentu 5. Utang dapat melakukan utang sesuai jenjang, tanggung jawab pelunasan pada BLU 6. Investasi jangka panjang ijin Menkeu 7. Pengelolaan Barang dapat dikecualikan dari aturan umum pengadaan, barang inventaris dapat dihapus BLU 8. Remunerasi profesionalisme sesuai tingkat tanggung jawab dan 9. Surplus/Defisit surplus dapat digunakan berikutnya, defisit dapat dimintakan dari APBN. untuk tahun 10. Pegawai : PNS dan Profesional Non-PNS 11. Organisasi dan nomenklatur (diserahkan kepada K/L & BLU ybs dengan persetujuan Menpan & RB) 17

MATERI REVISI PP 23/2005...(1) 1.TARIF LAYANAN Adanya pendelegasian kewenangan penetapan tarif layanan kepada menteri/pimpinan lembaga/kepala SKPD dan/atau pemimpin BLU 2.PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN Standar Biaya: RBA disusun berdasarkan basis kinerja dan standar biaya menurut jenis layanannya berdasarkan perhitungan akuntansi biaya. Pengalokasian: Pagu Anggaran BLU dalam RKA K/L, rencana kerja dan anggaran SKPD, atau Rancangan APBD yang sumber dananya berasal dari pendapatan BLU dan surplus anggaran BLU, dirinci dalam satu program, satu kegiatan, satu output, dan jenis belanja. 18

MATERI REVISI PP 23/2005...(2) 3.PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA Penerimaan hasil penjualan aset tetap sebagai akibat dari pengalihan diatur sebagai berikut: a. Penerimaan hasil penjualan aset tetap yang pendanaannya sebagian atau seluruhnya berasal dari APBN/APBD bukan merupakan pendapatan BLU dan wajib disetor ke rekening Kas Umum Negara/Daerah. b. Penerimaan hasil penjualan aset tetap yang pendanaannya berasal dari pendapatan BLU merupakan pendapatan BLU dan dapat dikelola langsung untuk membiayai belanja BLU. Pemanfaatan aset tetap untuk kegiatan yang tidak terkait atau tidak dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BLU harus mendapat persetujuan pengelola barang 19

MATERI REVISI PP 23/2005...(3) 4.PENGELOLAAN SDM Pejabat pengelola BLU dan pegawai BLU tenaga profesional non-pegawai negeri sipil (baik tenaga teknis maupun administratif) dapat dipekerjakan secara tetap atau berdasarkan kontrak. Pejabat perbendaharaan pada BLU yang meliputi Kuasa Pengguna Anggaran dan Bendahara Penerimaan/Pengeluaran harus dijabat oleh pegawai negeri sipil. Syarat pengangkatan dan pemberhentian pejabat pengelola dan pegawai BLU yang berasal dari tenaga profesional non-pegawai negeri sipil diatur oleh pemimpin BLU. 20

MATERI REVISI PP 23/2005...(4) 5.PENETAPAN EKS BHMN MENJADI BLU BERSTATUS PENUH Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada,Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor,Universitas Sumatera Utara,Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Airlangga ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan PPK-BLU dengan status BLU Secara Penuh. Penyesuaian penerapan PPK-BLU diselesaikan paling lambat tanggal 31 Desember 2012. 21

MATERI REVISI PP 23/2005...(5) 6.MASA TRANSISI PENGELOLAAN BMN BAGI EKS BHMN Pengalihan seluruh kekayaan pada Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Airlangga kepada Menteri Pendidikan Nasional diselesaikan paling lambat tanggal 28 September 2013. Kerjasama aset tetap dengan pihak ketiga sebelum ditetapkan Peraturan Pemerintah, dinyatakan tetap berlaku sampai dengan berakhirnya perjanjian. 22

PROSES BISNIS & SISTEMATIKA SOP 1. Langkah penyusunan SOP Keuangan 2. Teknik pemetaan proses bisnis 3. Penyusunan Sistematika SOP Keuangan 4. Teknik-teknik pengumpulan data 23

PROSES PENYUSUNAN SOP 1. Pemahaman terhadap tata aturan 2. Pemahaman terhadap proses bisnis 3. Pemahaman terhadap struktur organisasi dan tata kelola 4. Pemahaman terhadap proses dan system yang ada 5. Penyusunan sistematika SOP 6. Pengumpulan data SOP 7. Penulisan SOP 8. Sosialisasi SOP 9. Pelaksanaan SOP 10.Evaluasi SOP 24

PEMAHAMAN TERHADAP TATA ATURAN 1. Tata aturan terkait pengelolaan BLU harus dipahami dan dipantau karena peraturan tersebut terus di update dan direvisi 2. Salah satu teknik dalam melakukan pemahaman terhadap tata aturan BLU adalah dengan membuat matrik 25

MATRIK TATA ATURAN Jenis Peraturan (1) No Peraturan (2) Pasal (3) Ayat (4) Ketentuan (5) Sanksi Pelanggaran (6) Keterangan (1) Jenis peraturan ditulis apakah undang-undang, peraturan pemerintah, permen dll (2) No peraturan ditulis lengkap misal PP No 23/2005 (3) Pasal (4) Ayat (5) Ketentuan ditulis dalam format prasyarat siapa harus melakukan apa kapan format seperti apa, dilaporkan/diserahkan ke siapa (6) Konsekuensi tidak terpenuhinya ketentuan tersebut atau keterlambatan penyerahan 26

PEMAHAMAN THD PROSES BISNIS 1. SOP harus disesuaikan dengan proses bisnis di instansi 2. Proses bisnis adalah bagaimana institusi dapat memenuhi kebutuhan dari customernya 3. Proses tersebut dibagi menjadi dua yaitu proses bisnis utama dan proses bisnis pendukung. 4. Ada dua metode yang membantu kita memetakan proses bisnis yaitu dengan menggunakan Business Model Generation dan Value Chain Analysis 27

PEMAHAMAN THD STRUKTUR Struktur yang baik harus mencerminkan tugas pokok dan fungsi yang harus ada untuk mencapai tujuan dan mencapai target-target yang ditetapkan di RSB/RBA Struktur yang baik harus memenuhi prinsip-prinsip Tata Kelola yang baik (Good Governance). Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, Fairness Strutkur yang baik harus memenuhi prinsip-prinsip Pemisahan Fungsi (Segregation of Duties) untuk memenuhi System Pengendalian Internal Struktur yang baik harus dilengkapi Job Desc yang jelas. 28

STRUKTUR ORGANISASI syncore.co.id - 29

STRUKTUR vs SOP 1. SOP yang akan disusun harus dikaitkan dengan pelaksana dan job desc, sehingga tidak terjadi konflik di lapangan. 2. Apabila pembagian tugas dan job desc tidak jelas, maka harus dibenahi terlebih dahulu, baru bisa disusun SOP. 30

PERLU DIPERHATIKAN Struktur Pengelola BLU, Struktur pengelola anggaran dan struktur pengelola institusi bisa jadi berbeda. DIREKTUR BLU PENGGUNA ANGGARAN/ KUASA PENGGUNA ANGGARAN BENDAHARA REKTOR/ DIREKTUR RS BENDAHARA BLU PPK/PTK KA SPM WAKIL REKTOR/ WAKIL DIIREKTUR KABAG KEUANGAN 31

PEMAHAMAN PROSES PROSES terkait dengan siklus/tahapan akan dibagi menjadi 4 tahapan yaitu 1. Perencanaan 2. Pelaksanaan / Realisasi Keuangan 3. Pencatatan/Akuntansi 4. Pemeriksaan PROSES terkait dengan Fungsi akan dibagi menjadi 3 yaitu 1. Proses Operasional 2. Proses Keuangan 3. Proses Akuntansi 32

PROSES PENGELOLAAN KEUANGAN

PROSES PENCATATAN KEUANGAN

Proses Pengelolaan Keuangan

KAITAN OPERASIONAL KEU AKUNTANSI OPERASIONAL KEUANGAN AKUNTANSI (1) Bagian operasional adalah bagian yang menjalankan kegiatan, mereka berhubungan dengan pihak luar, tetapi tidak bisa melakukan eksekusi pembayaran. Eksekusi pembayaran harus diajukan ke bagian keuangan dan harus ada dalam anggaran. (2) Bagian keuangan memiliki kewenangan untuk memeriksa dan melakukan pembayaran, tetapi harus sesuai dengan anggaran, kebijakan atau otorisasi dari pimpinan. Bagian keuangan bisa melakukan pembayaran tetapi tidak bisa membuat permintaan pembayaran. (3) Bagian akuntansi bisa mengakses semua data keuangan dan berwenang dalam melakukan pembukuan maupun penyesuaian. Namun akuntansi tidak bisa membuat permintaan pembayaran dan melakukan pembayaran. 36

PENYUSUNAN SISTEMATIKA 1. Setelah memahami tata aturan, struktur, proses maka kita bisa lanjutkan dengan penyusunan sistematika SOP 2. Sistematika SOP adalah bagaimana cara kita membagi proses yang saling terkait tersebut ke dalam prosedur-prosedur / langkah-langkah. 3. Prosedur-prosedur / langkah-langkah tersebut apabila dijalankan harus sinkron satu sama lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 37

CONTOH SISTEMATIKA SOP Perencan aan Operasional Keuangan Akuntans i Pelaporan Renstra RBA Pendapatan Pengadaan Realisasi Pemasukan/ Kas Masuk Kas Laporan Keuangan LRA RKAT Penggajian Persedia an Realisasi Pengeluaran Kas/Realisasi Belanja Penyesuaian Rekonsiliasi Aktiva Tetap Non Kas 38

PENGUMPULAN DATA SOP Setelah kita menyusun sistematika maka kita akan mulai menyusun / menulis prosedur di masing-masing proses. Antara satu proses dengan proses lain bisa jadi agak sedikit berbeda, namun secara umum data-data yang harus dikumpulkan adalah 1. Ketentuan yang harus dipenuhi misal untuk prasayarat, level kewenangan/otorisasi, (bisa melihat dari matriks tata aturan yang sudah disusun) 2. Observasi / Wawancara tata urutan langkah yang dijalankan saat ini (apabila proses tidak konsisten, maka dimasukkan ke agenda pembahasan) 3. Wawancara mekanisme dalam menjalankan langkah-langkah tersebut (apabila mekanisme kompleks maka perlu dituangkan dalam Juklak) 4. Wawancara terjadinya alternatif, insiden, atau kasus 5. Dokumen-dokumen Input dan Output yang digunakan 6. Format isian formulir atau entri ke software (jika suatu langkah menggukan software) 7. Format laporan yang harus dihasilkan 8. Potensi resiko dan sistem pengendalian internal yang dipasang 9. Tata cara pengkodean dan pengarsipan 39

BENTUK / FORMAT DATA SOP 1. Narasi hasil wawancara / minutes of meeting 2. Gambar proses / Data flow diagram/bagan Alir/Flowchart 3. Format dokumen input/formulir 4. Format laporan/ output 5. Format Kode, dan tata cara pengisian kode 6. Ringkasan kendala, ketidakkonsistenan, dan hal-hal yang harus dibicarakan dengan klien/pic/pimpinan 40

PENULISAN SOP Format SOP biasanya ada dua: 1. Prosedur / Narasi 2. Flowchart Terdapat beragam cara dan format dalam penyusunan prosedur dan flowchart. Kita harus mengacu pada format yang berlaku umum. 41

LANGKAH PENULISAN SOP 1. Identifikasi unit terkait 2. Identifikasi urut-urutan kegiatan (titik mulai sd selesai) 3. Identifikasi hasil akhir (Output) 4. Identifikasi dokumen (input/output) 5. Identifikasi alternatif / keputusan 6. Identifikasi ketentuan 7. Identifikasi hubungan antar SOP / Sistematika 42

FORMAT - FORMAT 1. SOP 2. Flowchart 3. Tatacara 4. Ketentuan 5. Checklist 43

Catatan... 1. Jangan sampai ada garis terputus 2. Jangan sampai salah kamar 3. Memakai tiga bentuk simbol proses, dokumen, alternatif / keputusan 4. Jangan mencoba menggambar semua proses dalam satu flowchart. Fokus pada alur utama/normal/rutin 5. Hindari looping dan bottleneck 44

SOSIALISASI SOP 1. Setelah draft selesai maka draft tersebut perlu di review oleh user dan pimpinan 2. Temuan-temuan di lapangan di serahkan untuk dibahas dan disetujui secara tertulis 3. Apabila draft 1 sudah lolos di user dan pimpinan, maka bisa dijadikan draft 2 untuk disosialisasikan ke pihak yang lebih luas. 4. Apabila dari sosialisasi umum tersebut sudah bisa diterima maka SOP di jadikan draft final dan siap di sahkan. 45

PELAKSANAAN SOP 1. Prinsip SOP adalah perbaikan terus menerus (continous improvement) jadi jangan berharap pada proses sekali jadi. 2. Kita baru akan tahu apakah SOP sesuai atau tidak adalah ketika dijalankan. 3. Setiap adanya ketidaksesuaian maka dicatat dan dilaporkan oleh user ke pihak yang ditunjuk, dan diagendakan revisi untuk masukan-masukan tersebut. 4. Setiap ada revisi dituliskan di status kolom revisi. 46

EVALUASI SOP SOP dievaluasi secara periodik minimal satu tahun sekali untuk melihat : 1. Kesesuaian antara SOP dengan tata aturan 2. Kesesuaian SOP dengan proses bisnis 3. Kesesuaian SOP dengan kecukupan/keandalan SPI 4. Kesesuaian SOP dengan konsep efektivitas dan efisiensi 5. Kesesuaian SOP dengan perubahan struktur organisasi 47

CONTOH SOP ATAU PROSEDUR MUTU UNIVERSITAS SEBELAS MARET www.jamalwiwoho.com 48

BIRO ADMINISTRASI UMUM DAN KEUANGAN. BAGIAN KEUANGAN Nomor UN27.16.3. PM01 Tanggal Terbit 15 Mei 2013 Revisi 01 Halaman 1/3 PROSEDUR MUTU PENGAJUAN BELANJA PEGAWAI GAJI Tujuan Ruang Lingkup Referensi Definisi/Penjelasan Umum Rekaman Mutu Sasaran Kinerja Prosedur ini ditetapkan untuk pengajuan belanja pegawai gaji meliputi Gaji Induk, Gaji Susulan, Kekurangan Gaji, Gaji Terusan dan Uang Duka Wafat Prosedur ini mencakup tindakan verifikasi dan validasi berkas ajuan, pembuatan SPP, pencatatan SPM dan pengiriman SPM ke KPPN - PMK 133/PMK.05/2008; - PMK 190/PMK.05/2012 - Per37/PB/2009 - Klausal ISO 9001:2008 Persyaratan 7.5;7.2 ADK = Arsip Data Komputer KPPN = Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara SPM = Surat Perintah Membayar SPMT = Surat Perintah Melaksanakan Tugas SSBP = Surat Setoran Bukan Pajak SSPB = Surat Setoran Pengembalian Belanja UDW = Uang Duka Wafat Checklist, ADK SPP, SPP, ADK SPM, Tanda Terima SPM dari KPPN Pengajuan dokumen SPM Gaji maksimal 3 hari www.jamalwiwoho.com 49

No Aktivitas Pelaksana Penanggung Jawab/Verifikator 1 Terima ADK dan BPP Belanja BPP Belanja Pegawai dan berkas SPP, ADK GPP Pegawai dan Barang/Jasa dan SSP ajuan yang Barang/Jasa telah dilakukan proses Pembebanan Dana DIPA BLU dan RM, 2 Pencatatan SPM Petugas Pembuat SPM 3 Penandatanganan SPP 4 Penandatanganan berkas SPM dan injeksi ADK SPM 5 Penandatanganan lampiran rekening 6 Pengiriman dokumen SPM ke KPPN PPSPM dan PPK Pejabat Penandatangan SPM Pejabat Penandatangan SPM Petugas Pengirim SPM dan Pengambil SP2D Kasubbag Anggaran Rutin dan APBN Rekaman Mutu ADK SPP,SPP, ADK GPP, daftar perubahan, SSP ADK SPM,SPM, Lampiran Rekening SPP terotorisasi SPM terotorisasi Lampiran rekening terotorisasi Tanda terima SPM dari KPPN www.jamalwiwoho.com 50

www.jamalwiwoho.com 51

www.jamalwiwoho.com 52

www.jamalwiwoho.com 53

www.jamalwiwoho.com 54

www.jamalwiwoho.com 55

www.jamalwiwoho.com 56

www.jamalwiwoho.com 57

www.jamalwiwoho.com 58

www.jamalwiwoho.com 59

www.jamalwiwoho.com 60

www.jamalwiwoho.com 61

www.jamalwiwoho.com 62

www.jamalwiwoho.com 63

www.jamalwiwoho.com 64

www.jamalwiwoho.com 65

www.jamalwiwoho.com 66

Company LOGO www.jamalwiwoho.com 67