PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

dokumen-dokumen yang mirip
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Ternate

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Ternate

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

INFLASI KOTA TARAKAN BULAN AGUSTUS 2016

KOTA BANDAR LAMPUNG, OKTOBER 2017 INFLASI 0,11


PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI


PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI


PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BULAN APRIL 2017 DEFLASI 0,42 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI GABUNGAN 2 KOTA IHK DI KEPULAUAN RIAU FEBRUARI 2015 DEFLASI 0,50 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI GABUNGAN 2 KOTA IHK DI KEPULAUAN RIAU SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,32 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (INFLASI/DEFLASI) APRIL 2016, PROVINSI RIAU DEFLASI 1,10 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI GABUNGAN 2 KOTA IHK DI KEPULAUAN RIAU AGUSTUS 2016 DEFLASI 0,28 PERSEN


PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kalimantan Timur Bulan September 2017


PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SEPTEMBER 2017 INFLASI SEBESAR 0,23 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (INFLASI/DEFLASI) JULI 2017, PROVINSI RIAU INFLASI 0,48 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BULAN MEI 2016 INFLASI 0,74 PERSEN

KOTA BANDAR LAMPUNG BULAN APRIL 2017 DEFLASI SEBESAR 0,21 PERSEN APRIL 2017 DEFLASI SEBESAR 0,21 PERSEN (IHK TAHUN DASAR 2012=100)

KOTA BANDAR LAMPUNG BULAN AGUSTUS 2017 DEFLASI SEBESAR 0,42 PERSEN AGUSTUS 2017 DEFLASI SEBESAR 0,42 PERSEN (IHK TAHUN DASAR 2012=100)

BPS PROVINSI LAMPUNG MARET 2017 DEFLASI GABUNGAN SEBESAR 0,10 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI MARET 2017 DEFLASI SEBESAR 0,10 PERSEN

KOTA BANDAR LAMPUNG BULAN JULI 2016 INFLASI SEBESAR 0,53 PERSEN JULI 2016 INFLASI SEBESAR 0,53 PERSEN (IHK TAHUN DASAR 2012=100)

BPS PROVINSI LAMPUNG APRIL 2017 INFLASI GABUNGAN SEBESAR 0,21 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI APRIL 2017 DEFLASI SEBESAR 0,21 PERSEN

BERITA RESMI STATISTIK

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

BPS PROVINSI LAMPUNG AGUSTUS 2017 DEFLASI GABUNGAN SEBESAR 0,38 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI 2016 BULUKUMBA INFLASI SEBESAR 0,30 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

KOTA BANDAR LAMPUNG BULAN MEI 2016 INFLASI SEBESAR 0,06 PERSEN MEI 2016 INFLASI SEBESAR 0,06 PERSEN (IHK TAHUN DASAR 2012=100)

BERITA RESMI STATISTIK

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI 2016 BULUKUMBA INFLASI SEBESAR 0,59 PERSEN

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Provinsi Kalimantan Timur

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BATAM DESEMBER 2016 INFLASI 0,26 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN

KOTA BANDAR LAMPUNG BULAN MARET 2016 INFLASI SEBESAR 0,49 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

BPS PROVINSI LAMPUNG FEBRUARI 2017 INFLASI GABUNGAN SEBESAR 0,54 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

BPS PROVINSI LAMPUNG JUNI 2015 INFLASI GABUNGAN SEBESAR 0,72 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JUNI 2015 INFLASI SEBESAR 0,72 PERSEN

Pangkal Pinang sebesar 2,14 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Padang sebesar 0,10 persen.

KOTA BANDAR LAMPUNG BULAN FEBRUARI 2016 DEFLASI SEBESAR 0,51 PERSEN FEBRUARI 2016 DEFLASI SEBESAR 0,51 PERSEN (IHK TAHUN DASAR 2012=100)

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (INFLASI/DEFLASI) AGUSTUS 2017, PROVINSI RIAU INFLASI 0,24 PERSEN

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

BERITA RESMI STATISTIK

BPS PROVINSI LAMPUNG MEI 2017 INFLASI GABUNGAN SEBESAR 0,88 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI MEI 2017 INFLASI SEBESAR 0,88 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

Transkripsi:

No. 35/07/82/Th XV, 01 Juli 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JUNI 2016, KOTA TERNATE INFLASI SEBESAR 0,30 PERSEN Pada Juni 2016, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,30 persen dengan indeks harga konsumen () sebesar 128,46. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,66 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 124,29. Dari 82 kota, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 2,14 persen, Kota Bima 1,86 persen, dan Kota Jayapura 1,78 persen. Sedangkan terendah terjadi di Kota Padang 0,10 persen, Kota Singaraja 0,13 persen dan Kota Kediri 0,16 persen. Kota Ternate Juni 2016, menurut kelompok pengeluaran adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 1,38 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,59 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,11 persen; kelompok sandang 0,31 persen; kelompok kesehatan 0,02 persen; kelompok pendidikan; rekreasi dan olahraga 0,01 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -1,79 persen. tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,49 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 3,87 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 1,06 persen dan 3,45 persen. Menurut inflasi tahun kalender, 77 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan 3,75 persen, Kota Jayapura 3,42 persen, Kota Pontianak 3,01 persen. Sedangkan 3 kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu, Kota Merauke 1,08 persen, Kota Manado 0,71 persen, dan Kota Pekanbaru 0,42 persen. Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 7,78 persen, Kota Bima 6,89, dan Kota Tarakan 6,16. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Pekanbaru 1,65, Kota Ambon 1,70 persen, dan Kota Kediri 1,72 persen. Kota-kota di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada Juni 2016 tercatat semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura 1,78 persen, Kota Manokwari 1,77 persen, dan Kota Tual 1,71 persen. Sedangkan kota mengalami inflasi terendah yaitu Kota Ambon 0,23 persen, Kota Ternate, Kota Bau-Bau dan Kota Makasar masingmasing 0,30 persen. 1

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku Utara, pada pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Ternate, bulan Juni 2016 terjadi inflasi 0,30 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen () dari 128,08 pada Mei 2016, menjadi 128,46 pada Juni 2016. Tingkat inflasi tahun kalender dan tingkat inflasi year on year yaitu masing-masing sebesar 0,49 persen dan 3,87 persen. Pada Juni 2016, enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dan satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Adapun perubahan indeks harga konsumen () masing-masing kelompok pengeluaran tersebut adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 1,38 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,59 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,11 persen; kelompok sandang 0,31 persen; kelompok kesehatan 0,02 persen; kelompok pendidikan; rekreasi dan olahraga 0,01 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -1,79 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2016 antara lain: beberapa jenis ikan (bawal, cumi-cumi, ekor kuning, sorihi, tude, teri, tuna, udang dan lolosi), daging sapi, telur ayam kampung maupun ras, kentang, tomat sayur, wortel, cabai merah maupun rawit, minyak goreng,biskuit, gula pasir, rokok (kretek,kretek filter, dan putih), cat kayu/besi, tarif listrik, dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: bayam, buncis, daun singkong, bawang merah, lemon, dan tarif angkutan udara, serta bensin. 2.00 1.50 Gambar 1. Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100), Mei - Juni 2016 1.38 1.59 Mei Juni 1.48 1.00 0.50 0.00-0.50 0.29 0.30 0.02 0.52-0.02 0.11 0.31 0.08 0.02 0.02 0.01-0.02-1.00-1.50-2.00 Umum Bahan Makanan -1.79 Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor 2

Tabel 1. dan Kota Ternate Bulan Juni 2016,, dan Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100) Kelompok Pengeluaran April 2016 Mei 2016 Juni 2016 Juni 2016 1) 2) Year on Year 3) UMUM 127,71 128,08 128,46 0,30 0,49 3,87 1 Bahan Makanan 121,05 121,08 122,75 1,38-6,05 3,56 2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 126,75 127,41 129,43 1,59 4,19 7,54 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 129,34 129,32 129,46 0,11 3,71 5,23 4 Sandang 145,93 146,04 146,49 0,31 2,13 4,20 5 Kesehatan 127,15 127,17 127,19 0,02 1,41 1,61 6 7 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 1) Persentase perubahan bulan Juni 2016 terhadap bulan sebelumnya. 2) Persentase perubahan bulan Juni 2016 terhadap bulan Desember 2015 3) Persentase perubahan bulan Juni 2016 terhadap bulan Juni 2015 124,66 124,63 124,64 0,01 0,26 4,34 129,24 131,15 128,80-1,79-1,51-1,86 Pada Juni 2016, kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,29 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,04 persen; kelompok sandang 0,02 persen; kelompok kesehatan 0,00 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,00 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,27 persen. Tabel 2. Sumbangan/Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Kota Ternate, Bulan Juni 2016 (2012 = 100) Kelompok Pengeluaran Bulan Juni 2016 UMUM 0,30 1 Bahan Makanan 0,29 2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,22 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,04 4 Sandang 0,02 5 Kesehatan 0,00 6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,00 7 Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan -0,27 3

Gambar 2. Perkembangan Kota Ternate dan Nasional Juni 2015 Juni 2016 2.00 1.50 1.00 0.50 0.00-0.50-1.00-1.50-2.00 Jun-15 Jul-15 Agust- 15 Sep- 15 Okt- 15 Nop- 15 Des- 15 Jan-16 Feb- 16 Mar- 16 Apr- 16 Mei- 16 Jun-16 Ternate 0.89 0.90 1.56-1.58 0.91 0.02 1.53 0.52-0.95 0.28 0.05 0.29 0.30 Nasional 0.54 0.93 0.39-0.05-0.08 0.21 0.96 0.51-0.09 0.19-0.45 0.24 0.66 DAN INFLASI MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan Kelompok bahan makanan pada Juni 2016 mengalami inflasi 1,38 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 121,08 pada Mei 2016, menjadi 122,75 pada Juni 2016. Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, tujuh subkelompok mengalami inflasi, dan satu stagnan serta sisanya mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi yaitu daging dan hasilhasilnya 1,74 persen; ikan segar 3,71 persen; telur, susu, dan hasil-hasilnya 1,14 persen; sayur-sayuran 6,24 persen; kacang-kacangan 3,10; buah-buahan 0,91 persen; lemak dan minyak 1,48 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu padi-padian, umbi-umbian, dan hasil-hasilnya -0,76 persen; ikan diawetkan -0,89 persen; dan bumbu-bumbuan -2,86 persen. Sementara subkelompok yang harganya tidak berubah adalah bahan makanan lainnya. Kelompok ini pada Juni 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,29 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; beberapa jenis ikan (bawal, cumi-cumi, ekor kuning, sorihi, tude, teri, tuna, udang dan lolosi), daging sapi, telur ayam kampung maupun ras, kentang, tomat sayur, wortel, cabai merah maupun rawit serta minyak goreng. Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain; bayam, buncis, daun singkong, bawang merah, dan lemon. 4

Tabel 3. dan Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Bahan Makanan, Juni 2016 (2012 = 100) Kelompok / Subkelompok Year on Year Umum 128,46 0,30 0,49 3,87 I. Bahan Makanan 122,75 1,38-6,05 3,56 a. Padi-padian, umbi- umbian, dan hasilnya 119,51-0,76-1,24 2,40 b. Daging dan hasil-hasilnya 140,55 1,74 3,10 2,48 c. Ikan segar 128,89 3,71-12,55 1,93 d. Ikan diawetkan 138,29-0,89-2,40 39,19 e. Telur, susu, dan hasil-hasilnya 132,08 1,14 1,25 5,31 f. Sayur-sayuran 95,03 6,24-17,25 8,51 g. Kacang-kacangan 119,74 3,10-7,17-1,91 h. Buah-buahan 149,34 0,91-14,03-10,92 i. Bumbu-bumbuan 124,10-2,86 10,64 11,05 j. Lemak dan minyak 100,23 1,48-3,00-1,34 k. Bahan makanan lainnya 127,60 0,00 0,67 7,93 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Juni 2016 mengalami inflasi 1,59 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 127,41 pada Mei 2016, menjadi 129,43 pada Juni 2016. Tabel 4. dan Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau, Juni 2016 (2012 = 100) Kelompok / Subkelompok Year on Year Umum 128,46 0,30 0,49 3,87 II. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 129,43 1,59 4,19 7,54 a. Makanan Jadi 124,99 0,09 0,51 2,27 b. Minuman yang Tidak Beralkohol 116,11 3,60 5,69 9,60 c. Tembakau dan Minuman Beralkohol, 141,23 2,39 7,73 12,81 5

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok makanan jadi 0,09 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 3,60 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 2,39 persen. Kelompok ini pada Juni 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,22 persen. Komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain: biskuit, gula pasir, dan rokok (kretek, kretek filter, putih). 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Juni 2016 mengalami inflasi 0,11 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 129,32 pada Mei 2016, menjadi 129,46 pada Juni 2016. Tabel 5. dan Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar, Juni 2016 (2012 = 100) Kelompok / Subkelompok Year on Year Umum 128,46 0,30 0,49 3,87 III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 129,46 0,11 3,71 5,23 a. Biaya Tempat Tinggal 130,63 0,08 4,76 6,31 b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 119,62 0,33-1,81-0,80 c. Perlengkapan Rumah Tangga 133,95 0,00 0,49 2,47 d. Penyelenggaran Rumah Tangga 131,00 0,14 4,55 6,43 Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok biaya tempat tinggal 0,08 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,33 persen; subkelompok perlengkapan rumah tangga 0,00 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumah tangga 0,14 persen. Kelompok ini pada Juni 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,04 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; cat kayu/ cat besi, tarif listrik, pembasmi nyamuk spray, pemutih. 4. S a n d a n g Kelompok sandang pada Juni 2016 mengalami inflasi 0,31 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 146,04 pada Mei 2016 menjadi 146,49 pada Juni 2016. Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok sandang laki-laki 0,01 persen; subkelompok sandang wanita 0,34 persen; subkelompok sandang anak-anak 0,31 persen; serta subkelompok barang pribadi dan sandang lain 1,02 persen. 6

Tabel 6. dan Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Sandang, Juni 2016 (2012 = 100) Kelompok / Subkelompok Year on Year Umum 128,46 0,30 0,49 3,87 IV. Sandang 146,49 0,31 2,13 4,20 a. Sandang Laki-laki 144,95 0,01 2,78 6,00 b. Sandang Wanita 155,64 0,34 1,99 9,35 c. Sandang Anak-anak 151,75 0,31 0,60-1,65 d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 125,76 1,02 4,17 3,44 Kelompok ini pada Juni 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu celana panjang katun, celana pendek, handuk, dan emas perhiasan serta tas. 5. K e s e h a t a n Tabel 7. dan Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Kesehatan, Juni 2016 (2012 = 100) Kelompok / Subkelompok Year on Year Umum 128,46 0,30 0,49 3,87 V. Kesehatan 127,19 0,02 1,41 1,61 a. Jasa Kesehatan 109,86 0,00 5,11 5,11 b. Obat-obatan 124,45 0,06 3,17 3,17 c. Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00 0,00 1,38 d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 127,64 0,00-0,44-0,44 Kelompok kesehatan pada Juni 2016 mengalami inflasi 0,02 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 127,17 pada Mei 2016, ke 127,19 pada Juni 2016. Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa kesehatan 0,00 persen; subkelompok obat-obatan 0,06 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 0,00 persen; serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetik 0,00 persen. 7

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga Kelompok / Subkelompok Tabel 8. dan Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga, Juni 2016 (2012 = 100) Year on Year Umum 128,46 0,30 0,49 3,87 VI. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 124,64 0,01 0,26 4,34 a. Jasa Pendidikan 127,50 0,00 0,00 7,19 b. Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00 0,98 0,98 c. Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,29 0,00 1,48 0,28 d. Rekreasi 126,45 0,03 0,31 1,06 e. Olah Raga 166,08 0,00 0,13 0,13 Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Juni 2016 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen. Atau terjadi kenaikan indeks dari 124,63 pada Mei 2016 menjadi 124,64 pada Juni 2016. Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa pendidikan 0,00 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,00 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,00 persen; serta subkelompok rekreasi 0,03 persen; dan olahraga 0,00 persen. Kelompok ini pada Juni 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,00 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah tabloid. 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Juni 2016 mengalami deflasi sebesar 1,79 persen atau terjadi penurunan indeks dari 131,15 pada Mei 2016, menjadi 128,80 pada Juni 2016. Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok transpor -2,48 persen; subkelompok komunikasi dan pengiriman 0,00 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor 0,00 persen; serta subkelompok jasa keuangan 0,00 persen. Kelompok ini pada Juni 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,27 persen. Komoditi yang mengalami penurunan harga yaitu bensin dan tarif angkutan udara. 8

Tabel 9. dan Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan, Juni 2016 (2012 = 100) Kelompok / Subkelompok Year on Year Umum 128,46 0,30 0,49 3,87 VII. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 128,80-1,79-1,51-1,86 a. Transpor 146,89-2,48-2,51-3,09 b. Komunikasi dan Pengiriman 92,72 0,00 0,00 0,03 c. Sarana dan Penunjang Transpor 133,13 0,00 8,32 10,90 d. Jasa Keuangan 123,85 0,00 0,89 0,89 9

PERBANDINGAN ANTARKOTA DI INDONESIA Pada Juni 2016, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,30 persen dengan indeks harga konsumen () sebesar 128,46. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,66 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 124,29. Dari 82 kota, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 2,14 persen, Kota Bima 1,86 persen, dan Kota Jayapura 1,78 persen. Sedangkan terendah terjadi di Kota Padang 0,10 persen, Kota Singaraja 0,13 persen dan Kota Kediri 0,16 persen. tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,49 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 3,87 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masingmasing sebesar 1,06 persen dan 3,45 persen. Menurut inflasi tahun kalender, 77 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan 3,75 persen, Kota Jayapura 3,42 persen, Kota Pontianak 3,01 persen. Sedangkan 3 kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu, Kota Merauke 1,08 persen, Kota Manado 0,71 persen, dan Kota Pekanbaru 0,42 persen. Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 7,78 persen, Kota Bima 6,89, dan Kota Tarakan 6,16. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Pekanbaru 1,65, Kota Ambon 1,70 persen, dan Kota Kediri 1,72 persen. Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua Kota-kota di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada Juni 2016 tercatat semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura 1,78 persen, Kota Manokwari 1,77 persen, dan Kota Tual 1,71 persen. Sedangkan kota mengalami inflasi terendah yaitu Kota Ambon 0,23 persen, Kota Ternate, Kota Bau-Bau dan Kota Makasar masing-masing 0,30 persen. 10

KOTA Tabel 10. Perbandingan dan Juni 2016 Kota-kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua dengan Nasional (2012 = 100) Juni 2016 Year on Year KOTA Juni 2016 Year on Year 1 MANADO 124,31 1,06-0,71 3,67 11 MAMUJU 123,74 1,19 0,78 4,29 2 PALU 125,53 0,63 0,25 4,21 12 AMBON 122,93 0,23 0,89 1,70 3 BULUKUMBA 128,21 0,94-0,10 2,12 13 TUAL 137,60 1,71 1,11 3,02 4 WATAMPONE 119,46 0,90 0,82 2,67 14 TERNATE 128,46 0,30 0,49 3,87 5 MAKASSAR 124,16 0,30 1,32 4,63 15 MANOKWARI 118,70 1,77 2,59 4,13 6 PARE-PARE 120,53 0,52 0,80 3,05 16 SORONG 124,35 1,24 0,93 3,89 7 PALOPO 122,65 1,63 1,80 4,05 17 MERAUKE 129,63 1,15-1,08 5,19 8 KENDARI 120,72 0,93 2,25 4,37 18 JAYAPURA 127,78 1,78 3,42 5,24 9 BAU-BAU 128,20 0,30 1,18 3,49 10 GORONTALO 121,65 1,02 1,19 4,89 NASIONAL 124,29 0,66 1,06 3,45 11

Tabel 11. Juni 2016, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi Terendah (2012 = 100) No Kota No Kota No Kota 1 PANGKAL PINANG 2,14 29 WATAMPONE 0,90 57 DKI JAKARTA 0,52 2 BIMA 1,86 30 MATARAM 0,87 58 PARE-PARE 0,52 3 JAYAPURA 1,78 31 TEMBILAHAN 0,83 59 TANGERANG 0,51 4 MANOKWARI 1,77 32 DEPOK 0,82 60 PALEMBANG 0,46 5 BALIKPAPAN 1,74 33 MEDAN 0,81 61 BOGOR 0,45 6 TUAL 1,71 34 LHOKSEUMAWE 0,79 62 SEMARANG 0,43 7 BUNGO 1,66 35 DUMAI 0,79 63 YOGYAKARTA 0,43 8 PALOPO 1,63 36 BANDAR LAMPUNG 0,75 64 DENPASAR 0,39 9 TARAKAN 1,59 37 TASIKMALAYA 0,75 65 PURWOKERTO 0,38 10 TANJUNG PANDAN 1,46 38 BUKITTINGGI 0,73 66 PROBOLINGGO 0,35 11 BATAM 1,46 39 BANYUWANGI 0,73 67 PEKANBARU 0,33 12 BENGKULU 1,35 40 LUBUKLINGGAU 0,72 68 MAKASSAR 0,30 13 SORONG 1,24 41 SURABAYA 0,69 69 BAU-BAU 0,30 14 PONTIANAK 1,21 42 METRO 0,67 70 TERNATE 0,30 15 MAMUJU 1,19 43 TANJUNG PINANG 0,66 71 JEMBER 0,28 16 MERAUKE 1,15 44 TEGAL 0,66 72 SERANG 0,28 17 BANDA ACEH 1,10 45 PEMATANG SIANTAR 0,65 73 MADIUN 0,27 18 BANJARMASIN 1,06 46 SUMENEP 0,65 74 MAUMERE 0,27 19 MANADO 1,06 47 SAMPIT 0,65 75 KUDUS 0,25 20 CILEGON 1,04 48 SINGKAWANG 0,64 76 PADANGSIDIMPUAN 0,23 21 GORONTALO 1,02 49 MALANG 0,63 77 AMBON 0,23 22 JAMBI 0,97 50 PALU 0,63 78 SURAKARTA 0,22 23 TANJUNG 0,97 51 KUPANG 0,62 79 MEULABOH 0,16 24 SIBOLGA 0,94 52 CILACAP 0,61 80 KEDIRI 0,16 25 BULUKUMBA 0,94 53 SAMARINDA 0,61 81 SINGARAJA 0,13 26 KENDARI 0,93 54 BANDUNG 0,60 82 PADANG 0,10 27 PALANGKARAYA 0,91 55 CIREBON 0,56 28 BEKASI 0,90 56 SUKABUMI 0,55 12

Tabel 12., 82 Kota di Indonesia, Tertinggi Terendah (2012 = 100) No Kota No Kota No Kota 1 TARAKAN 3,75 29 BUNGO 1,27 57 BATAM 0,85 2 JAYAPURA 3,42 30 BANDUNG 1,25 58 WATAMPONE 0,82 3 PONTIANAK 3,01 31 SIBOLGA 1,20 59 YOGYAKARTA 0,81 4 PANGKAL PINANG 2,67 32 GORONTALO 1,19 60 PARE-PARE 0,80 5 MANOKWARI 2,59 33 BAU-BAU 1,18 61 MAMUJU 0,78 6 BIMA 2,56 34 MEULABOH 1,17 62 DKI JAKARTA 0,76 7 KENDARI 2,25 35 CILACAP 1,14 63 TANGERANG 0,69 8 BANJARMASIN 2,22 36 MATARAM 1,11 64 LHOKSEUMAWE 0,60 9 MEDAN 2,21 37 TUAL 1,11 65 PROBOLINGGO 0,59 10 CILEGON 2,00 38 BANDA ACEH 1,10 66 JEMBER 0,59 11 TANJUNG PANDAN 1,86 39 TEGAL 1,08 67 SEMARANG 0,53 12 BENGKULU 1,85 40 BANYUWANGI 1,06 68 SAMPIT 0,52 13 PALOPO 1,80 41 METRO 1,04 69 KUDUS 0,51 14 BALIKPAPAN 1,72 42 KUPANG 1,01 70 TERNATE 0,49 15 SINGARAJA 1,65 43 CIREBON 0,98 71 PALANGKARAYA 0,35 16 TASIKMALAYA 1,63 44 TANJUNG PINANG 0,94 72 TANJUNG 0,30 17 PEMATANG SIANTAR 1,59 45 LUBUKLINGGAU 0,94 73 BANDAR LAMPUNG 0,29 18 BOGOR 1,55 46 SORONG 0,93 74 PALU 0,25 19 SERANG 1,47 47 SUMENEP 0,93 75 PADANG 0,22 20 DUMAI 1,41 48 DENPASAR 0,92 76 KEDIRI 0,06 21 DEPOK 1,39 49 PADANGSIDIMPUAN 0,91 77 BUKITTINGGI 0,03 22 PALEMBANG 1,37 50 SURAKARTA 0,90 78 BULUKUMBA -0,10 23 SAMARINDA 1,36 51 AMBON 0,89 79 MAUMERE -0,11 24 SURABAYA 1,35 52 SUKABUMI 0,88 80 PEKANBARU -0,42 25 MAKASSAR 1,32 53 PURWOKERTO 0,86 81 MANADO -0,71 26 JAMBI 1,30 54 MADIUN 0,86 82 MERAUKE -1,08 27 SINGKAWANG 1,28 55 BEKASI 0,86 28 TEMBILAHAN 1,27 56 MALANG 0,85 13

Tabel 13. Year on Year, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi Terendah (2012 = 100) No Kota No Kota No Kota 1 PANGKAL PINANG 7,78 29 SORONG 3,89 57 BOGOR 3,02 2 BIMA 6,89 30 TERNATE 3,87 58 TUAL 3,02 3 TARAKAN 6,16 31 SINGKAWANG 3,85 59 PURWOKERTO 2,95 4 BANJARMASIN 5,92 32 SINGARAJA 3,83 60 YOGYAKARTA 2,94 5 PONTIANAK 5,53 33 TEGAL 3,77 61 BANYUWANGI 2,90 6 BENGKULU 5,47 34 BUKITTINGGI 3,76 62 MADIUN 2,85 7 TANJUNG 5,34 35 MATARAM 3,75 63 METRO 2,84 8 JAYAPURA 5,24 36 PEMATANG SIANTAR 3,68 64 SIBOLGA 2,81 9 KUPANG 5,23 37 MANADO 3,67 65 DENPASAR 2,78 10 MERAUKE 5,19 38 MAUMERE 3,57 66 JEMBER 2,77 11 GORONTALO 4,89 39 BANDUNG 3,54 67 BEKASI 2,75 12 CILEGON 4,68 40 TANJUNG PANDAN 3,50 68 PADANGSIDIMPUAN 2,71 13 MAKASSAR 4,63 41 TANGERANG 3,49 69 SUKABUMI 2,70 14 BALIKPAPAN 4,55 42 BAU-BAU 3,49 70 WATAMPONE 2,67 15 MEDAN 4,54 43 DEPOK 3,49 71 SEMARANG 2,65 16 SERANG 4,41 44 KUDUS 3,33 72 TEMBILAHAN 2,63 17 PALEMBANG 4,37 45 JAMBI 3,30 73 PALANGKARAYA 2,58 18 KENDARI 4,37 46 CILACAP 3,23 74 MEULABOH 2,19 19 LUBUKLINGGAU 4,30 47 BANDAR LAMPUNG 3,21 75 TANJUNG PINANG 2,19 20 MAMUJU 4,29 48 SURAKARTA 3,21 76 BULUKUMBA 2,12 21 SAMARINDA 4,24 49 SUMENEP 3,19 77 CIREBON 2,12 22 PALU 4,21 50 PADANG 3,16 78 PROBOLINGGO 2,05 23 TASIKMALAYA 4,14 51 SURABAYA 3,10 79 BANDA ACEH 2,01 24 SAMPIT 4,14 52 DKI JAKARTA 3,08 80 KEDIRI 1,72 25 MANOKWARI 4,13 53 PARE-PARE 3,05 81 AMBON 1,70 26 BATAM 4,13 54 MALANG 3,04 82 PEKANBARU 1,65 27 BUNGO 4,13 55 LHOKSEUMAWE 3,03 28 PALOPO 4,05 56 DUMAI 3,02 14