BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang dipraktekkan sejak berabad-abad silam lamanya. Bahkan. kehamilan dan proses kelahiran manusia (Lee, 2009).

dokumen-dokumen yang mirip
PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK. ppkc

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. maka memperoleh pengetahuan yang lebih baik. Pengetahuan tersebut

Dilakukan. Komponen STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEKNIK PEMIJATAN BAYI

MODUL. Disampaikan dalam Pelatihan Pijat Bayi di Cibiru Bandung Sabtu, 3 November Disusun Oleh : Windy Rakhmawati, S.Kp, M.Kep.

Lampiran 1. Catatan Observasi. CATATAN OBSERVASI II Nama Bayi :... Nama Orang tua :... Lama terbangun. No. Observasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam membentuk tindakan seseorang (overt behavior). Berdasarkan pengalaman

BAB II TINJAUAN TEORI

FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PELAKSANAAN PIJAT BAYI DI DUSUN PAPAHAN KELURAHAN PAPAHAN KECAMATAN TASIKMADU

Tujuan pendidikan kesehatan

PENGARUH PIJAT TERHADAP LAMA TIDUR BAYI USIA 0-3 BULAN DI KLINIK FISIOTERAPI SKRIPSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. masa kehamilan (Prawirohardjo, 2000). Menurut Manuaba (2001), tujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.

BAB 1 PENDAHULUAN. dan Deri, 2008) dari Warwick medical school, Institute of Education dan

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI BPS SURATINI SOEWARNO MOJOSONGO SURAKARTA TAHUN 2013 KARYA TULIS ILMIAH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mendiagnosis bayi normal atau BBLR. Dikatakan BBLR apabila berat bayi-balita,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI DUKUH SAMBENG DESA SAMBENG TODANAN BLORA KARYA TULIS ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan sangat erat dengan kehamilan dan proses kelahiran manusia. menakutkan, tanpa sentuhan-sentuhan yang nyaman dan aman di

MODUL PIJAT BAYI. Oleh : [Type the company name] Error! No text of specified style in document. 0

BAB II TINJUAN PUSTAKA

KONSEP PENDIDIKAN KESEHATAN. Compiled by I Gede Purnawinadi Faculty of Nursing, Universitas Klabat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI DUKUH CEMETUK DESA LOROG TAWANGSARI SUKOHARJO TAHUN 2012 KARYA TULIS ILMIAH

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU TERHADAP PIJAT BAYI USIA 0-12 BULAN DI KOMPLEK TNI AL SABANG SKRIPSI

PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 3 4 BULAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. saat lahir kurang dari gram. Salah satu perawatan BBLR yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan terhadapnya.

Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi di Desa Candirejo Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang

Nah, bagi Anda yang ingin mengintip, seperti apa sih pijat bayi itu, berikut kami beberkan langkah-langkahnya, disertai dengan gambar.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. prematur atau berat badan lahir rendah adalah : b. Faktor kehamilan : (1) Hamil dengan hidramnion ; (2) Hamil ganda;

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengetahui dengan objek yang diketahui. Namun dalam pertemuan ini subjek tidak

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI BPS JAUNIWATI INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR

BAB I PENDAHULUAN. menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. bersifat kuantitatif. Sedangkan pengertian tumbuh itu sendiri yaitu proses

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terdiri dari Persepsi (perception), Respon terpimpin (Guided Respons),

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Sementara bayi telentang, pegang kedua kaki dan lututnya bersama-sama dan tempelkan lutut sampai perutnya.

BAB I PENDAHULUAN. maka dampaknya adalah lost generation. Fisioterapi sangat besar perannya dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perhatian dan persepsi terhadap objek (Notoatmodjo, 2003)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses alami bayi untuk menyusu,

Cara Mudah Mengencangkan. dan Memperindah Payudara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. sepenuhnya mampu mengatasi setiap masalah kesehatan, terlebih dengan. semakin beranekaragamnya penyakit dan faktor-faktor yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan hal ini terjadi setelah orang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karakteristik ibu menyusui, teknik menyusui dan waktu menyusui. Menurut WHO/UNICEF Tahun 2004 menyusui adalah suatu cara yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HUBUNGAN ANTARA PIJAT BAYI DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN BAYI UMUR 0-3 BULAN DI PONDOK BERSALIN DESA BALAK SIAGA CAWAS KLATEN TAHUN 2007

LATIHAN FISIK SEBAGAI PENDUKUNG ASUHAN GIZI BAGI LANSIA DR.dr.BM.Wara Kushartanti

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

GAMBARAN PELAKSANAAN PIJAT BAYI OLEH DUKUN BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASIHAN 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menyelamatkan jiwa para ibu dan bayi baru lahir (JNPK-KR, 2012).

BAB II TINJAUAN TEORITIS. dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek.

BAB II. Tinjauan Pustaka. manusia melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu, melalui panca

Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua (Notoatmodjo, 2003) :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Pengideraan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dilahirkan dan plasenta keluar lepas dari rahim, sampai enam minggu

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. setelah orang melakukan pengindraan terhadap objek tertentu. Sebagian besar

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. Secara operasional,

MATERI PENYULUHAN ASI EKSLUSIF OLEH : dr.rizma Alfiani Rachmi

GAMBARAN POLA PERILAKU IBU DALAM MEMIJATKAN BAYI KE DUKUN BAYI DI KELURAHAN KARANG TENGAH KECAMATAN SRAGEN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Sebenarnya bayi manusia

Written by Administrator Sunday, 07 August :30 - Last Updated Wednesday, 07 September :03

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Persepsi merupakan proses akhir dari pengamatan. yang diawali oleh penginderaan, yaitu proses diterimanya

GAMBARAN PENGETAHUAN, MOTIVASI IBU NIFAS DAN PERAN BIDAN TERHADAP BOUNDING ATTACHMENT DI RUANG KEBIDANAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RADEN MATTAHER TAHUN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. aktivitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Pada hakikatnya

BAB I PENDAHULUAN. sering dilakukan sejak zaman dahulu di banyak nengara termasuk Indonesia. Secara

BAB 1 PENDAHULUAN. pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) Di negara

PENGARUH PELATIHAN PIJAT BAYI TERHADAP PRAKTIK PIJAT BAYI OLEH IBU DI KECAMATAN KUTOARJO PURWOREJO

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Masa nifas (puerperium), berasal dari bahasa latin, yaitu puer yang artinya bayi

PERILAKU PIJAT BAYI BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB VIII RENANG. 150 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK

MODEL MASASE BAYI USIA 3 BULAN SAMPAI 3 TAHUN UNTUK MENGURANGI KELELAHAN

BAB II KAJIAN TEORI A. FISIOLOGI PERKEMBANGAN BAYI USIA 0 6 BULAN. sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH FISIOTERAPI ORAL TERHADAP REFLEKS HISAP PADA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANG PERINATOLOGI RSD dr. SOEBANDI JEMBER

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU IBU TENTANG PIJAT BAYI DI BPS SUHARTATIK DESA KALIWATES KEMBANGBAHU

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkembangan pada bayi merupakan suatu proses yang hakiki, unik, dinamik,

PLAN OF ACTION (Oktober 2016-Juli2017) Mengetahui, Malang, 2 Oktober 2016

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. data atau informasi indikator-indikator perilaku dapat melalui beberapa

II. KAJIAN PUSTAKA. merupakan bagian integral dari proses pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN TEORI Pengertian pengetahuan

Senam Hamil. Pengertian Senam Hamil

PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP BERAT BADAN NEONATUS DINI DI RUMAH BERSALIN SEHAT NGARGOYOSO KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2008

SURAT PERNYATAAN KASEDIAAN MENJADI RESPONDEN. Maka saya mengharapkan kesediaan ibu menjadi responden dalam penelitian ini

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN. lahir. Salah satu syarat penting agar terjadi kehamilan istri harus dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGURUTAN (MASSAGE)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANTEN JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG SOP SENAM HAMIL

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Pijat Bayi a. Pengertian Pijat Bayi Pijat adalah terapi sentuh tertua yang dikenal manusia dan yang paling popular. Pijat adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dipraktekkan sejak berabad-abad silam lamanya. Bahkan diperkirakan ilmu ini telah dikenal sejak awal manusia diciptakan di dunia, mungkin karena pijat berhubungan sangat erat dengan kehamilan dan proses kelahiran manusia (Lee, 2009). Pijat bayi adalah seni perawatan kesehatan pada bayi dengan terapi sentuh dengan teknik-teknik tertentu sehingga manfaat pengobatan dan kesehatan tercapai. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pemijatan pada bayi memberikan manfaat sangat besar pada perkembangan bayi, baik secara fisik maupun secara emosional. Pijat bayi akan merangsang peningkatan aktivitas nervus vagus yang akan menyebabkan penyerapan lebih baik pada sistem pencernaan sehingga bayi akan lebih cepat lapar dan ASI akan lebih banyak diproduksi (Luize A, 2006). 5

6 Pengaruh positif sentuhan pada proses tumbuh kembang anak telah lama dikenal manusia. Namun, penelitian ilmiah tentang hal ini masih belum banyak dilakukan. Kulit merupakan organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai reseptor terluas yang dimiliki manusia. Sensasi sentuh/raba adalah indera yang aktif berfungsi sejak dini. Oleh karena itu, sejak dalam kandungan, janin telah dapat merasakan belaian hangat cairan ketuban. Pengalaman pijat yang pertama yang dialami manusia ialah pada waktu dilahirkan, yaitu pada waktu melalui jalan lahir si ibu. Proses kelahiran adalah suatu pengalaman traumatik bagi bayi karena bayi yang lahir harus meninggalkan rahim yang hangat, aman, dan nyaman, dan dengan keterbatasan ruang gerak menuju ke suatu dunia dengan kebebasan gerak tanpa batas, yang menakutkan, tanpa sentuhansentuhan yang nyaman dan aman di sekelilingnya, seperti halnya ketika berada di dalam rahim (Suririnih, 2009). b. Mekanisme Dasar Pijat Bayi Satu hal yang sangat menarik pada penelitian tentang pemijatan bayi adalah penelitian tentang mekanika dasar pemijatan. Mekanisme dasar dari pijat bayi belum banyak diketahui. Walaupun demikian, saat ini para pakar sudah mempunyai beberapa teori tentang mekanisme ini serta mulai menemukan jawabannya. Diajukan beberapa mekanisme untuk menerangkan mekanisme dasar pijat bayi, antara lain sebagai berikut : Beta Endorphin

7 mempengaruhi mekanisme pertumbuhan, penelitian mengungkapkan bahwa pijatan akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Tahun 1989, Scanberg dari Duke Unversitiy Medical School melakukan penelitian pada bayi-bayi tikus. Pakar ini menemukan bahwa jika hubungan taktil (jilatan-jilatan) ibu tikus ke bayinya terganggu akan menyebabkan hal-hal berikut : penurunan enzim ODC (ornithine decarboxylase), yaitu suatu enzim yang menjadi petunjuk peka pada pertumbuhan sel dan jaringan, penurunan pengeluaran hormon pertumbuhan, penurunan kepekaan ODC (ornithine decarboxylase) jaringan terhadap pemberian hormon pertumbuhan ; Aktivitas Nervus Vagus mempengaruhi Mekanisme Penyerapan Makanan, penelitian Field dan Schanberg (1986) menunjukkan bahwa pada bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus (saraf otak ke-10) yang akan menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin. Dengan demikian, penyerapan makanan akan menjadi lebih baik; Aktivitas Nervus Vagus Meningkatkan Volume ASI, penyerapan makanan menjadi lebih baik karena peningkatan aktivitas nervus vagus menyebabkan bayi cepat lapar sehingga akan lebih sering menyusu pada ibunya. Akibatnya, ASI akan lebih banyak diproduksi. Seperti diketahui, ASI akan semakin banyak diproduksi jika semakin banyak diminta. Selain itu, ibu yang memijat bayinya akan merasa lebih tenang dan hal ini berdampak positif pada peningkatan volume ASI ; Produksi Serotonin

8 Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, pemijatan akan meningkatkan aktivitas neurotransmitter serotonin, yaitu meningkatkan kapasitas sel reseptor yang berfungsi mengikat glucocorticoid (adrenalin, suatu hormon stres). Proses ini akan menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon adrenalin (hormon stres). Penurunan kadar hormon stres ini akan meningkatkan daya tahan tubuh, terutam IgM (immunoglobulin M) dan IgG (Immunoglobulin G) ; Pijatan Dapat Mengubah Gelombang Otak, Pijat bayi akan membuat bayi tidur lebih lelap dan meningkatkan kesiagaan (alertness) atau konsentrasi. Hal ini disebabkan pijatan akan mengubah gelombang otak. Pengubahan ini terjadi dengan cara menurunkan gelombang alpha dan meningkatkan gelombang beta serta tetha, yang ada dibuktikan dengan menggunakan EEG (electro encephalogram) (Roesli, 2008). c. Manfaat Pijat Bayi Dewasa ini, para pakar telah dapat membuktikan secara ilmiah tentang apa yang telah lama dikenal manusia, yaitu terapi sentuh dan pijat pada bayi mempunyai banyak manfaat. Terapi sentuh, terutama pijat menghasilkan perubahan fisiologis yang menguntungkan dan dapat diukur secara ilmiah. Manfaatnya antara lain sebagai berikut : 1). Efek biokimia dan fisik yang positif Efek biokimia dari pijat, antara lain menurunkan kadar hormon stres (catecholamine) dan meningkatkan kadar serotonin

9 Selain efek biokimia, pijatan memberikan efek fisik/klinis yaitu antara lain meningkatkan jumlah dan sitotoksisitas dari sistem immunitas (sel pembunuh alami), mengubah gelombang otak secara positif, memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan, merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan, meningkatkan kenaikan berat badan, mengurangi depresi dan ketegangan, meningkatkan kesiagaan, membuat tidur lelap, mengurangi rasa sakit, mengurangi kembung dan kolik (sakit perut), meningkatkan hubungan batin antara orang tua dan bayinya (bonding), meningkatkan volume air susu 2). Meningkatkan berat badan Penelitian yang dilakukan oleh prof. T. Field dan scafidi (1986 dan 1990) menunjukkan bahwa pada 20 bayi prematur (berat badan 1280 dan 1176 gram), yang dipijat 3x15 menit selama 10 hari, mengalami kenaikan berat badan per hari 20 % - 47 % lebih banyak dari yang tidak dipijat. Penelitian pada bayi cukup bulan yang berusia 1-3 bulan, yang dipijat 15 menit, 2 kali seminggu selama 6 minggu juga didapatkan kenaikan berat badan 50 % yang lebih dari kontrol 3). Meningkatkan pertumbuhan Scanberg (1989) melakukan penelitian pada tikus dan menemukan bahwa tanpa dilakukan rangsangan raba/taktil pada tikus telah terjadi penurunan hormon pertumbuhan.

10 4). Meningkatkan konsentrasi bayi dan membuat bayi tidur lebih lelap Umumnya, bayi yang dipijat akan tertidur lebih lelap, sedangkan pada waktu bangun konsentrasinya akan lebih penuh. Di Touch Research Institute, Amerika, dilakukan penelitian pada sekelompok anak dengan pemberian soal matematika. setelah itu dilakukan pemijatan pada anak-anak tersebut selama 2x15 menit setiap minggunya. Selanjutnya, pada anak-anak tersebut diberikan lagi soal matematika lain. Ternyata, mereka hanya memerlukan waktu penyelesaian setengah dari waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan soal terdahulu, dan ternyata pula tingkat kesalahannya hanya sebanyak 50 % dari sebelum dipijat (Roesli, 2008). 5). Membina ikatan kasih sayang orang tua dan anak (bonding) Sentuhan dan pandangan kasih orang tua pada bayinya akan mengalirkan kekuatan jalinan kasih di antara keduanya. Pada perkembangan anak, sentuhan orang tua adalah dasar perkembangan komunikasi yang akan memupuk cinta kasih secara timbal balik. Semua ini akan menjadi penentu bagi anak untuk secara potensial menjadi anak berbudi pekerti baik dan percaya diri (Kusumawati, 2009). 6). Meningkatkan produksi ASI Berdasarkan penelitian Cyntia Mersmann (2000), ibu yang memijat bayinya mampu memproduksi ASI perah lebih banyak

11 dibandingkan kelompok kontrol. Pada saat menyusui bayinya, mereka merasa kewalahan karena ASI terus menerus menetes dari payudara yang tidak disusukan. Selain itu, pijat bayi akan membuat bayi cepat lapar. Makin banyak ASI disedot oleh bayi (menyusui), maka produksi ASI makin meningkat. Ini karena dalam proses produksi ASI berlaku hukum supply and demand. Artinya, makin banyak ASI dikeluarkan, makin banyak pula ASI diproduksi. Begitu pula sebaliknya (www.ibudananak.com, 2008). Jadi, pijat bayi dapat meningkatkan volume ASI perah sehingga periode waktu pemberian ASI secara eksklusif dapat ditingkatkan, khususnya oleh ibu-ibu karier (pekerja). 7). Sentuhan Ibu akan membuat bayi merasa nyaman Sentuhan dan pijat pada bayi setelah kelahiran dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaaan aman bagi bayi. Laporan tertua tentang seni pijat untuk pengobatan tercatat di papyrus Ebes, yaitu catatan kedokteran pada masa Mesir Kuno. Di India juga ditemukan Ayur-Veda, buku kedokteran tertua (sekitar 1800 sebelum masehi) yang menuliskan tentang pijat, diet, dan olahraga, sebagai cara penyembuhan utama masa itu. Selain itu, sekitar 5000 tahun yang lalu para dokter di Cina dari Dinasi Tang meyakini bahwa pijat adalah salah satu dari empat tekhnik pengobatan yang penting.

12 8). Sentuhan akan merangsang peredaran darah dan menambah energi Sebenarnya, pijat berguna tidak hanya untuk bayi sehat tetapi juga bagi bayi sakit. Bahkan bagi anak sampai dewasa sekalipun. Walaupun masih perlu penelitian lanjutan untuk memastikan hasilhasil penelitian terhadap terapi sentuh/pijatan, penemuanpenemuan yang telah dihasilkan sudah cukup menjadi alasan untuk dilakukannya pijat bayi secara rutin guna mempertahankan kesehatan bayi. Apalagi pijat bayi ini terbukti murah, mudah, dan telah biasa dilakukan di Indonesia sehingga bukan hal yang baru bagi kultur Indonesia (Roesli, 2008). d. Pelaksanaan pemijatan bayi Pijat bayi dapat segera dimulai setelah bayi dilahirkan, sesuai keinginan orang tua. Dengan lebih cepat mengawali pemijatan, bayi akan mendapat keuntungan yang lebih besar. Apalagi jika pemijatan dilakukan setiap hari dari sejak kelahiran sampai bayi berusia 6-7 bulan (Roesli, 2008). Pemijatan dapat dilakukan pada pagi hari (pada saat orang tua dan anak siap untuk memulai hari baru) dan malam hari (sebelum tidur. Ini sangat baik untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak) (Febriani, 2009). Sebelum melakukan pemijatan perhatikanlah hal-hal berikut, antara lain : tangan harus bersih dan hangat, hindari agar kuku dan perhiasan tidak mengakibatkan goresan pada kulit bayi, ruang untuk memijat diupayakan hangat dan tidak pengap, bayi tidak selesai makan atau

13 sedang tidak lapar, secara khusus menyediakan waktu untuk tidak diganggu minimum selama 15 menit guna melakukan seluruh tahaptahap pemijatan, duduklah pada posisi yang nyaman dan tenang, baringkan bayi diatas permukaan kain yang lembut, rata, dan bersih, siapkanlah handuk, popok, baju ganti, dan minyak bayi (baby oil / lotion), serta mintalah izin pada bayi sebelum melakukan pemijatan dengan cara membelai wajah dan kepala bayi sambil mengajaknya bicara (Wicak, 2008). Sedangkan selama melakukan pemijatan, dianjurkan untuk selalu melakukan hal-hal berikut ini : memandang mata bayi, disertai pancaran kasih sayang selama pemijatan berlangsung; bernyanyi atau putarkan lagu-lagu yang tenang / lembut, guna membantu menciptakan suasana tenang selama pemijatan berlangsung; awali pemijatan dengan melakukan sentuhan ringan kemudian secara bertahap tambahkan tekanan pada sentuhan yang dilakukan, khususnya apabila sudah merasa yakin bahwa bayi mulai terbiasa dengan pijatan yang sedang dilakukan; sebelum melakukan pemijatan, lumurkan baby oil atau lotion yang lembut sesering mungkin; sebaiknya, pemijatan dimulai dari kaki bayi karena umumnya bayi lebih menerima apabila dipijat pada daerah kaki. Dengan demikian, akan memberi kesempatan pada bayi untuk membiasakan dipijat sebelum bagian lain dari badannya disentuh. Karenanya, urutan pemijatan bayi dianjurkan dimulai dari bagian kaki, perut, dada,

14 tangan, muka, dan diakhiri pada bagian punggung; tanggaplah pada isyarat yang diberikan oleh bayi. Jika bayi menangis, cobalah untuk menenangkan sebelum melanjutkan pemijatan. Jika bayi menangis lebih keras, hentikan pemijatan karena mungkin bayi mengharapkan untuk digendong, disusui, atau sudah mengantuk dan sangat ingin tidur; mandikan bayi segera setelah pemijatan berakhir agar bayi merasa segar dan bersih setelah terlumuri minyak bayi (baby oil). Namun, kalau pemijatan dilakukan pada malam hari, bayi cukup diseka dengan air hangat agar bersih dari minyak bayi; Lakukan konsultasi pada dokter atau perawat untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut tentang pemijatan bayi, dan hindarkan mata bayi dari baby oli/lotion (Roesli, 2008). Dalam pemijtan pada bayi tidak dianjurkan untuk melakukan halhal berikut ini : memijat bayi langsung setelah selesai minum seharusnya diberi jarak kira-kira 2 jam setelah selesai minum; saat bayi dalam keadaan tidak sehat; memijat bayi pada saat bayi tidak mau dipijat (biasanya dengan tanda bayi rewel, menangis, dan memberontak); dan memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi (Zahter, 2008). e. Peran Ayah dan Ibu dalam Pijat Bayi Dewasa ini, banyak para ayah yang ingin berperan dalam merawat bayinya meskipun pada umumnya mereka hanya memiliki waktu yang sangat terbatas, yaitu hanya pada sore hari atau di akhir minggu saja

15 Disamping keterbatasan waktu, beberapa ayah kadang merasa canggung untuk ikut merawat bayinya dan karenanya merasa terhambat untuk berperan. Agar seorang ayah tidak segan untuk memulai peran dalam merawat bayinya, dorongan ekstra pada sang ayah sangatlah diperlukan. Pijat adalah bentuk upaya pemeliharaan kesehatan yang biasanya sangat disenangi ayah. Dengan melakukan pemijatan akan terbuka kesempatan bagi seorang ayah untuk menjalin kontak batin dengan bayinya. Para ayah yang pernah melakukan pemijatan pada bayinya akan mengingat hal tersebut sebagai pengalaman yang sangat menyenangkan dan membanggakannya. Pijat bayi ternyata bukan hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan emosional bayi. Pemijatan yang dilakukan oleh ayah secara tidak lansung pijat bayi itu bisa meningkatkan produksi ASI (Air Susu Ibu) pada tubuh ibu dan disebut ''pemberdayaan ayah,'' ketika seorang ayah berinisiatif memijat si bayi, hal itu akan menimbulkan perasaan positif pada istri. Inisiatif suami ini membuat istri merasa disayang, nyaman, dan perasaan positif lainnya. Dan perasaan seperti ini akan merangsang produksi hormon oksitosin. Untuk diketahui, hormon ini sangat berguna untuk memperlancar produksi ASI. Penelitian menunjukkan, 80 persen produksi hormon oksitosin dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu (Roesli, 2008).

16 Seorang ibu, dalam hal ini adalah ibu dari sang bayi mempunyai peran besar di dalam pertumbuhan dan perkembangan sang bayi sehingga perawatan pada bayinya lebih diutamakan dilakukan dengan mandiri oleh ibu sehingga tujuan yang diharapkan akan langsung tercapai, termasuk melakukan pemijatan pada bayi. Pemijatan tidak perlu dilakukan oleh bidan, maupun dukun pijat bayi, namun terutama dilakukan oleh ibu secara mandiri f. Urutan Teknik Pijat Bayi 1) Kaki a). Perahan cara India Peganglah kaki bayi pada pangkal paha, seperti memegang pemukul soft ball, selanjutnya gerakan tangan ke bawah secara bergantian, seperti memerah susu Gambar 2.1 b). Telapak Kaki Urutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari secara bergantian, dimulai dari tumit kaki menuju jari-jari di seluruh telapak kaki Gambar 2.2 c). Tarikan Lembut Jari Pijatlah jari-jarinya satu per satu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki, diakhiri dengan tarikan yang lembut

17 pada tiap ujung jari Gambar 2.3 d). Titik Tekan Tekan-tekanlah kedua ibu jari secara bersamaan di seluruh permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari-jari Gambar 2.4 e). Punggung Kaki Dengan mempergunakan kedua ibu jari secara bergantian pijatlah punggung kaki dari pergelangan kaki ke arah jari-jari secara bergantian Gambar 2.5 f). Gerakan Menggulung Pegang pangkal paha dengan kedua tangan anda, selanjutnya buatlah gerakan menggulung dari pangkal paha menuju pangkal kaki Gambar 2.6 g). Gerakan Akhir Setelah gerakan a sampai f dilakukan pada kaki kanan dan kiri, rapatkan kedua kaki bayi. Letakkan kedua tangan anda secara bersamaan pada pantat dan pangkal paha. Usap kedua kaki bayi dengan tekanan lembut dari paha ke arah pergelangan kaki Gambar 2.7

18 2) Perut a). Mengayuh sepeda Lakukan gerakan memijat pada perut bayi seperti mengayuh pedal sepeda, dari atas ke bawah perut, bergantian dengan tangan kanan dan kiri Gambar 2.8 b). Matahari Buat lingkaran searah jarum jam dengan jari tangan kiri mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) ka atas, kemudian kembali ke daerha kanan bawah (seolah membentuk gambar matahari) beberapa kali. Gambar 2.9 c). Gerakan i love you I Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan menggunakan jari-jari tangan kanan membentuk huruf I LOVE Pijatlah perut bayi membentuk Gambar 2.10 huruf L terbalik, mulai dari kanan atas ke kiri atas, kemudian dari kiri atas ke kiri bawah

19 YOU Pijatlah perut bayi membentuk huruf U terbalik, mulai dari kanan bawah (daerah usus buntu) ke atas, kemudian ke kiri, ke bawah, dan berakhir di perut kiri bawah. d). Gelembung atau jari-jari berjalan (walking fingers) Letakkan ujung jari-jari satu tangan pada perut bayi bagian kanan, selanjutnya gerakkan jari-jari anda pada perut bayi dari bagian kanan ke bagian kiri guna mengeluarkan gelembung-gelembung udara Gambar 2.11 3) Dada a). Jantung besar Buatlah gerakan yang menggambarkan jantung dengan meletakkan ujung-ujung jari keduan telapak tangan anda di tengah dada bayi/ulu hati, selanjutnya buat gerakan ke atas sampai di bawah leher, kemudian ke samping di atas tulang selangka, lalu ke bawah membentuk bentuk jantung, dan kembali ke ulu hati Gambar 2.12 b). kupu-kupu Buatlah gerakan diagonal seperti gambaran kupu-kupu, dimulai dengan tangan kanan membuat gerakan memijat menyilang dari tengah dada / ulu hati ke

20 arah bahu kanan, dan kembali ke ulu hati, selanjutnya gerakan tangan kiri anda ke bahu kiri dan kembali ke ulu hati Gambar 2.13 4) Tangan a). Perahan cara India Arah pijatan cara India ialah pijatan yang menjauhi tubuh. Guna pemijatan ini adalah untuk relaksasi atau melemaskan otot, caranya adalah peganglah lengan bayi bagian pundak dengan tangan kanan seperti memegang pemukul soft ball, tangan kiri memegang pergelangan Gambar 2.14 tangan bayi, selanjutnya, gerakkan tangan kanan mulai dari bagian pundak ke arah pergelangan tangan, kemudian gerakkan tangan kanan kiri dari pergelangan tangan ke arah pundak, demikian seterusnya, gerakkan tangan kanan dan ke kiri ke bawah secara bergantian dan berulang-ulang seolah memerah susu sapi b). Membuka tangan Pijat telapak tangan dengan kedua ibu jari, dari pergelangan tangan ke arah jari-jari Gambar 2.15

21 c). Putar jari-jari Pijat lembut jari bayi satu per satu menuju ke arah ujung jari dengan gerakan memutar, akhirilah gerakan ini dengan tarikan lembut pada tiap ujung jari Gambar 2.16 d). Punggung tangan Letakkan tangan bayi di antara kedua tangan anda, selanjutnya usap punggung tangannya dari pergelangan tangan ke arah jari-jari dengan lembut Gambar 2.17 e). Perahan cara swedia Arah pijatan cara swedia adalah dari pergelangan tangan ke arah badan. Pijatan ini berguna untuk mengalirkan darah ke jantung dan paru-paru. Caranya adalah dengan gerakan tangan kanan dan kiri anda secara bergantian mulai dari pergelangan tangan kanan bayi ke arah pundak lalu lanjutkan dengan pijatan dari pergelangan kiri bayi ke arah pundak Gambar 2.18

22 f). Gerakan Menggulung Peganglah lengan bayi bagian atas/bahu dengan kedua telapak tangan, selanjutnya bentuklah gerakan menggulung dari pangkal lengan menuju ke arah pergelangan tangan / jari-jari Gambar 2.19 5) Muka a). Dahi : Menyetrika dahi Letakkan jari-jari kedua tangan anda pada pertengahan dahi., tekankan jari-jari anda dengan lembut mulai dari tengah dahi keluar ke samping kanan dan kiri seolah menyetrika dahi atau membuka lembaran buku, selanjutnya gerakkan ke bawah dan ke daerah pelipis, kemudian gerakkan ke dalam melalui daerah pipi di bawah b). Alis : Menyetrika alis Letakkan kedua ibu jari anda diantara kedua alis mata., selanjutnya gunakan kedua ibu jari untuk memijat secara lembut pada alis mata dan di atas kelopak mata, mulai dari tengah ke samping seolah menyetrika alis Gambar 2. 20

23 c). Hidung : Senyum I Letakkan kedua ibu jari anda pada pertengahan alis, selanjutnya tekankan ibu jari anda dari pertengahan kedua alis turun melalui tepi hidung ke arah pipi dengan membuat gerakan ke samping dan ke atas seolah membuat bayi tersenyum d). Mulut bagian atas : Senyum II Letakkan kedua ibu jari anda di atas mulut di bawah sekat hidung, selanjutnya gerakkan kedua ibu jari anda dari tengah ke samping dan ke atas ke daerah pipi seolah membuat bayi tersenyum Gambar 2. 21 e). Mulut bagian bawah : Senyum III Letakkan kedua ibu jari anda di tengah dagu, selanjutnya tekankan dua ibu jari pada dagu dengan gerakan dari tengah ke samping, kemudian ke atas dan ke arah pipi dan seolah membuat bayi tersenyum Gambar 2.22 f). Belakang telinga Dengan mempergunakan ujung-ujung jari, berikan tekanan lembut pada daerah belakang telinga kanan dan kiri, selanjutnya gerakkan ke arah

24 pertengahan dagu di bawah dagu Gambar 2. 23 6) Punggung a). Gerakan maju mundur Tengkurapkan bayi melintang di depan anda dengan kepala di sebelah kiri dan kaki di sebelah kanan anda, selanjutnya pijatlah sepanjang punggung bayi dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan, dari bawah leher sampai ke pantat bayi, lalu kemabali lagi ke leher Gambar 2.24 b). Gerakan menyetrika Pegang pantat bayi dengan tangan kanan, selanjutnya dengan tangan kiri, pijatlah mulai dari leher ke bawah sampai bertemu dengan tangan kanan yang menahan pantat bayi seolah menyetrika punggung Gambar 2.25 c). Gerakan melingkar Dengan jari-jari kedua tangan anda, buatlah gerakan-gerakan melingkar kecilkecil mulai dari batas tengkuk turun ke bawah di sebelah kanan dan kiri tulang

25 punggung sampai ke pantat, Gambar 2.26 selanjutnya mulai dengan lingkaran-lingkaran kecil di daerah leher, kemudian lingkaran yang lebih besar di daerah pantat g. Manfaat Lain dari Pijat Bayi bagi Kasus Tertentu Pada beberapa keadaan tertentu, pijat bayi dapat memberikan keuntungan tambahan seperti dalam kasus-kasus sebagai berikut : 1) Orang tua yang masih remaja Orang tua yang masih remaja, umumnya tidak atau belum siap untuk menjadi orang tua karena mereka sendiri belum cukup dewasa. Pada kasus seperti ini pijat bayi akan meningkatkan kepercayaan diri mereka, meningkatkan rasa penerimaan atas keadaan menjadi orang tua, dan meningkatkan harga diri mereka sebagai orang tua. 2) Orang tua yang rasa ketertarikan pada bayinya kurang Hal ini biasanya terjadi pada kasus-kasus seperti kehamilan dan kelahiran anak yang tidak di kehendaki atau tidak direncanakan, komplikasi kehamilan dan/atau kelahiran, dan pemisahan ibu dan bayi untuk waktu tertentu karena kesehatan fisik/mental ibu, atau kesehatan bayi. Pada keadaan tersebut, pijat bayi dapat mendekatkan hubungan orang tua dengan bayinya. 3) Orang tua angkat Oleh karena tidak pernah mengandung bayi yang diangkat, orang tua angkat tidak merasakan kedekatan dengan bayinya

26 sebelum bayi ini dilahirkan. Pijat bayi akan membantu menciptakan ikatan yang lebih kuat antara orang tua angkat dengan bayinya. Mereka akan lebih cepat mengenal dan merasakan bahwa mereka saling terikat dalam satu keluarga. 4) Post Operasi Seksio Caesarea Bayi yang dilahirkan melalui bedah caesar tidak akan menerima rangsangan taktil seperti bayi yang dilahirkan normal. Di samping itu, umumnya bayi ini akan kurang siaga (alert) karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada ibu. Untuk beberapa waktu mungkin ibu dan bayi tidak akan bersama-sama. Ibu akan merasa kesakitan dan tidak nyaman, sedangkan ayah mungkin akan mempunyai perasaan bersalah atau sedih karena istrinya harus operasi. Pijat bayi akan lebih cepat menyatukan orang tua dan bayinya, serta akan menolong mereka melepaskan perasaan-perasaan negatif tersebut 5) Sakit Perut (colic) Colic atau sakit perut pada bayi ditunjukkan oleh bayi secara khas, yaitu dengan tangis sakit yang melengking. Secara teori penyebab kolik (colic) yang menonjol antara lain susunan saraf autonom yang tidak seimbang, adanya gangguan pada pertumbuhan mekanisme kontrol tidur/bangun, atau gangguan interaksi antara orang tua dan bayi. Kolik juga sering

27 dihubungkan dengan adanya gangguan pada saluran pencernaan dan kesukaran makan. Untuk mengurangi kolik ini, para orang tua dianjurkan untuk memijat bayinya pada waktu kolik berlangsung dan pada waktu menjelang tidur. 6) Asma Asma sangat erat hubungannya dengan rangsangan fisik dari luar, seperti adanya serbut atau debu, tetapi juga dapat berhubungan dengan faktor psikologis seperti adanya kegelisahan. Pijat telah menunjukkan keberhasilan untuk melebarkan saluran nafas/udara yang menyempit. Pijat adalah terapi umum untuk relaksasi. Peneliti dewasa ini meneliti akibat dari pijat bayi dan pijat pada remaja. Hasil peneliti menunjukkan bahwa dengan pijat terjadi penurunan rasa gelisah dan depresi, disamping kurangnya serangan asma dan gangguan saluran nafas 7) Bayi dari ibu HIV positif Peneliti saat ini sedang mempelajari apakah terapi pijat dapat mempengaruhi peningkatan fungsi kekebalan tubuh pada bayibayi dari ibu dengan HIV positif dan apakah terapi pijat yang diberikan oleh orang tuadapat meningkatkan perkembangan mental, motorik, dan perkembangan sosial bayinya. Penelitian menyimpulkan bahwa pemijatan pada bayi dengan HIV-positif

28 menghasilkan kenaikan berat badan, perkembangan motorik yang lebih baik. 8) Bayi kurang bulan (premature infant) Bayi prematur mengalami kehangatan dan kenyamanan dalam kandungan ibu dalam waktu yang singkat. Selain itu, mereka akan lebih sering disuntik dan mengalami pemeriksaanpemeriksaan laboratorium yang menyakitkan. Dengan demikian, mereka harus belajar sejak awal perabaan dapat pula merupakan sesuatu yang menyenangkan serta penuh kasih sayang yang sejuk sejak dari hari pertama (Roesli, 2008). 2. Pengetahuan a. Pengertian Pengetahuan Pengetahuan pada hakekatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu, termasuk di dalamnya adalah ilmu, jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya. Pengetahuan merupakan hasil tahu yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera yang meliputi indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.

29 b. Tingkatan Pengetahuan 1) Tahu (know) Tahu diartikan sebagai suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya, termasuk mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. 2) Memahami (comprehension) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. 3) Aplikasi (aplication) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). 4) Analisis (analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek kedalam komponen-komponen tetap masih dalam suatu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu dengan yang lain. 5) Sintesis (synthesis) Sintesis yaitu suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan

30 yang baru. Dengan kata lain, sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. 6) Evaluasi (evaluation) Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek. Penilaianpenilaian itu didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. c. Cara memperoleh pengetahuan 1) Cara tradisional atau ilmiah Cara coba dan salah ( trial and error), cara ini telah dipakai orang sebelum adanya kebudayaan, apabila seseorang mengahadapi persoalan atau masalah, upaya pemecahan dilakukan dengan coba-coba ; Cara kekerasan atau otoriter, pengetahuan diperoleh berdasarkan pada otoriter atau kekuasaan, baik tradisi, otoritas pemerintah, otoritas pemimpin agama maupun ahli pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh tanpa terlebih dahulu menguji atau membuktikan kebenarannya, baik berdasarkan fakta empiris atau penalaran sendiri ; Berdasarkan pengalaman pribadi, hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu ; Melalui jalan pikiran, dalam memperoleh

31 kebenaran pengetahuan, manusia telah menggunakan jalan pikirannya melalui induksi maupun deduksi. 2) Cara modern atau non ilmiah Mengadakan pengamatan langsung terhadap gejala-gejala alam atau kemasyarakatan, kemudian hasil pengamatan tersebut dikumpulkan dan diklasifikasi kemudian akhirnya diambil kesimpulan umum d. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan Pengetahuan dalam masyarakat dipengaruhi beberapa faktor : 1) Tingkat pendidikan Semakin tinggi tingkat pendidikan maka ia akan mudah menerima hal-hal baru dan mudah menyesuaikan hal-hal baru tersebut 2) Informasi Seseorang yang mempunyai sumber informasi yang lebih banyak akan memberikan pengetahuan yang lebih jelas. 3) Budaya Budaya sangat berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan seseorang karena informasi-informasi yang diperoleh belum sesuai dengan budaya yang ada dan agama yang dianut.

32 4) Pengalaman Pengalaman di sini berkaitan dengan umur dan pendidikan individu, maksudnya semakin bertambahnya umur dan pendidikan yang tinggi, pengalaman akan lebih luas. 5) Sosial ekonomi Tingkat seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup. (Notoatmodjo, 2003) 3. Praktik a. Definisi Praktik Sikap belum otomatis terwujud dalam satu tindakan (overt behaviour). Untuk yang terwujudnya sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan. Pengukuran dalam praktek dapat dilakukan secara tidak langsung yakni dengan wawancara terhadap kegiatan kegiatan yang telah dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Pengukuran juga dapat dilakukan secara tidak langsung yakni dengan mengobservasi tindakan atau kegiatan responden. Sedangkan praktik (practice) yang berkaitan dengan pendidikan adalah praktek atau tindakan yang dilakukan oleh peserta didik sehubungan dengan materi yang diberikan. b. Tingkatan Praktik Praktik mempunyai beberapa tingkatan, yaitu sebagai berikut :

33 1) Persepsi (Perception) Mengenal dan memilih berbagai obyek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan praktik tingkat pertama 2) Respon Terpimpin (guided response) Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan contoh adalah indicator praktik tingkat dua 3) Mekanisme (mecanism) Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis, atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan, maka ia sudah mencapai praktik tingkat tiga 4) Adopsi (adoption) Adaptasi adalah suatu praktik atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik, artinya tindakan itu sudah dimodifikasi tanpa mengurangi kebenaran tindakan tersebut. (Wahit, 2006) 4. Pendidikan Kesehatan / Penyuluhan a. Pengertian Pendidikan Kesehatan Penyuluhan / Pendidikan kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan dan memperbaiki kesehatan mereka (WHO) Green berpendapat bahwa : health education is a proces elated to health decisions and practice. Knowledge, values, perceptions, and motivation are of course, causes behaviour, but lingages between them is amatter of probability (L. Green, 1998)

34 Pendidikan Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kesehatannya. Selain itu, untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal dan mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya, dan sebagainya). Pendidikan pada hakekatnya adalah : 1) Salah satu bentuk pemecahan masalah kesehatan dengan pendekatan pendidikan 2) Suatu bentuk penerangan pendidikan dalam pemecahan masalah kesehatan masyarakat 3) Suatu usaha untuk membantu individu, keluarga, atau masyarakat dalam meningkatkan kemampuan atau perilaku untuk mencapai kesehatan secara optimal 4) Didalam pendidikan terjadi proses pertumbuhan, perkembangan, perubahan ke arah yang lebih baik, lebih dewasa, lebih matang pada diri individu, keluarga, kelompok masyarakat. b. Proses Pendidikan Kesehatan Dari batasan inilah tersirat unsur-unsur pendidikan yakni : 1) Masukan (input) Persoalan masuk menyangkut subyek atau sasaran belajar itu sendiri dengan berbagai latar belakangnya.

35 2) Proses Persediaan proses adalah mekanisme atau proses terjadinya perubahan kemampuan pada diri subjek belajar. Di dalam proses ini terjadi pengaruh timbal balik antara berbagai faktor, antara lain subyek belajar, pengajar atau fasilitator belajar, metode yang digunakan, alat bantu belajar, dan materi atau bahan yang dipelajari. 3) Keluaran (output) Keluaran merupakan hasil belajar itu sendiri, yang terdiri dari kemampuan baru atau perubahan baru pada diri subjek belajar. Proses kegiatan belajar tersebut dapat digambarkan pada bagan di bawah ini. Metode Alat-Alat Bantu Input (subyek belajar) Proses Belajar Output (hasil belajar) Fasilitas belajar Bahan Belajar Skema 2.1 : Proses belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sumber : Effendy (1998 : 48)

36 Hasil (output) yang diharapkan dari suatu pendidikan kesehatan adalah perilaku kesehatan, atau perilaku untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang kondusif. c. Kegiatan Pendidikan Kesehatan Sesuai dari 3 Faktor terbentuknya perilaku, maka kegiatan pendidikan kesehatan ditunjukkan pada 3 faktor sebagai berikut : 1) Pendidikan Kesehatan dalam Faktor-Faktor Predisposisi Pendidikan kesehatan ditujukan untuk menggugah kesadaran, memberikan atau meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan dan peningkatan kesehatan baik bagi dirinya sendiri, keluarganya maupun masyarakat. Di samping itu, dalam konteks ini promosi kesehatan juga memberikan pengertian tentang tradisi, kepercayaan masyarakat, dan sebagainya, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan kesehatan. Bentuk pendidikan ini antara lain penyuluhan kesehatan, pameran kesehatan, iklan-iklan layanan kesehatan, spanduk, billboard, dan sebagainya 2) Pendidikan Kesehatan dalam Faktor Enabling Karena faktor pemungkin (enabling) ini berupa fasilitas atau sarana dan prasarana kesehatan, maka bentuk pendidikan kesehatan adalah memberdayakan masyarakat agar mereka mampu mengadakan sarana prasarana kesehatan bagi mereka.

37 3) Pendidikan Kesehatan dalam Faktor Reinforcing Karena faktor ini menyangkut sikap dan perilaku tokoh masyarakat (toma) dan tokoh agama (toga), serta petugas, termasuk petugas kesehatan., maka promosi kesehatan yang paling tepat adalah dalam bentuk pelatihan bagi toga, toma, dan petugas kesehatan sendiri. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah supaya sikap dan perilaku petugas dapat menjadi teladan. d. Tujuan Pendidikan Kesehatan Terjadi perubahan sikap dan tingkah laku individu, keluarga, kelompok khusus, masyarakat. Dalam membina dan memelihara perilaku hidup sehat serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. e. Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai dimensi, antara lain dimensi sasaran pendidikan, dimensi tempat pelaksanaan atau aplikasinya dan dimensi tingkatnya pelayanan kesehatan dilihat dari : 1). Dimensi sasaran Pendidikan kesehatan dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu : a). pendidikan kesehatan individual dengan sasaran individu b). pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok c). pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat luas

38 2). Dimensi tempat pelaksanaanya Pendidikan kesehatan dapat berlangsung di berbagai tempat, dengan sendirinya sasarannya berbeda pula, misalnya : a) pendidikan kesehatan di sekolah, dilakukan di sekolah dengan sasaran murid b) pendidikan kesehatan di rumah sakit, dilakukan di rumahrumah sakit dengan sasaran pasien atau keluarga pasien, di puskesmas dan lain sebagainya c) pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan yang bersangkut 3). Dimensi tingkat pelayanan kesehatan Pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan 5 tingkat pencegahan menurut leavel dan clark sebagai berikut : a) Health Promotion (peningkatan kesehatan) b) General and specific protection (perlindungan umum dan khusus) c) Early diagnosis and prompt treatment (diagnosis dini dan pengobatan segera/adekuat) d) Disability Limitation (pembatasan kecacatan) e) Rehabilitation (rehabilitasi)

39 f. Metode Pendidikan Kesehatan a. Metode Pendidikan Individual Dalam promsi kesehatan, metode pendidikan yang bersifat individual digunakan untuk membina perilaku baru, atau membina seseorang yang mulai tertarik pada suatu perubahan perilaku (inovasi). Dalam pendekatan individual ini terdapat beberapa bentuk yakni : bimbingan dan penyuluhan serta wawancara. b. Metode Pendidikan Kelompok 1). Kelompok Besar Suatu kelompok dapat dikatakan kelompok besar jika jumlah peserta lebih dari 15 orang. Adapun metode yang biasa digunakan adalah Ceramah dan Seminar 2). Kelompok Kecil Suatu kelompk dapat dikatakan sebagai kelompok kecil jika jumlah peserta kurang dari 15 orang. Metode yang cocok adalah diskusi kelompok, curah pendapat, bola salju, kelompokkelompok kecil, memainkan perananan, permainan simulasi c. Metode Pendidikan Massa Metode pendidikan massa cocok untuk mengkomunikasikan pesanpesan kesehatan yang ditujukan pada masyarakat. Metode yang cocok adalah ceramah umum, pidato, sinetron, tulisan di majalah, billboard.

40 g. Alat Bantu / Media Pendidikan Kesehatan Alat bantu pendidikan kesehatan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan atau pengajaran. Alat bantu atau alat peraga disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia diterima atau ditangkap melalui panca indera, sehingga pada prinsipnya adalah mengerahkan indera sebanyak mungkin kepada suatu obyek sehingga mempermudah pemahaman. Manfaat alat bantu kesehatan antara lain : menimbulkan minat sasaran pendidikan, mencapai sasaran yang lebih banyak, membantu dalam mengatasi banyak hambatan dalam pemahaman, merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan yang diterima kepada orang lain, mempermudah penyampaian bahan pendidikan oleh para pendidik, mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan, mendorong keinginan orang untuk mengetahui, dan membantu menegakkan pengertian yang diperoleh Media cetak sebagai alat bantu menyampaikan pesan-pesan kesehatan sangat bervariasi, antara lain : Media cetak, yang terdiri dari boklet, leaflet, flyer, flipchart, rubrik, poster, dan foto tentang kesehatan, media elektronik, yang terdiri dari televisi, radio, video, slide, dan fil strip, dan media papan, yang terdiri dari billboard yang dipasang di tempat-tempat umum (Notoatmodjo, 2007).

41 B. Kerangka Teori Faktor Predisposisi (predisposing factors) : 1. Pengetahuan tentang Pijat Bayi 2. Sikap terhadap pijat bayi 3. Tingkat Pendidikan 4. Keadaan Sosial Budaya Faktor Pemungkin (enablingfactors) : 1. Fasilitas Fisik : kesehatan (Puskesmas, Rumah Sakit) 2. Fasilitas Umum : media massa (koran, tv, radio) 3. Peran Serta Masyarakat Proses Belajar Pengetahuan dan Ketrampilan Ibu Melakukan Pijat Bayi Faktor Penguat (reinforcing factors) : 1. Sikap petugas kesehatan 2. Perilaku petugas kesehatan Skema 2.2 Kerangka Teori (Sumber : Modifikasi Lawrence Green, 1998 dalam Soekidjo Notoatmodjo, 2007; Effendy, 1998)

42 C. Kerangka Konsep Pengetahuan Ibu tentang Pijat Bayi Penyuluhan tentang Pijat Bayi Ketrampilan Ibu Melakukan Pijat Bayi Skema 2.3 Kerangka Konsep D. Hipotesis 1. Ada pengaruh antara penyuluhan tentang pijat bayi terhadap pengetahuan ibu tentang pijat bayi di BPS Hj. Sri Wahyuni, S. ST, Semarang. 2. Ada pengaruh antara penyuluhan tentang pijat bayi terhadap ketrampilan ibu melakukan pijat bayi di BPS Hj. Sri Wahyuni, S. ST, Semarang.