"BOLA DAN CINTA" TRI ISTANTO 09.11.3028 09-S1TI-07 email : triistanto@yahoo.co.id Copyright tristanreds 2011 All Right Reserved
RESENSI Bola dan Cinta adalah sebuah cerita tentang seorang anak laki-laki yang mempunyai mimpi bermain sepakbola di berbagai Stadion sepakbola seluruh Indonesia EXT. LAPANGANG SEPAKBOLA - SORE HARI Sekumpulan orang sedang serius berlatih sepakbola. Salah satu diantara mereka bernama Tristan. (Dengan menggunakan seragam merah dan peralatan lengkap sepakbola saat latihan dan berbicara dalam hati) Mudah-mudahan saja dengan latihan keras dan rutin ini bisa membuat kemampuanku meningkat dan dimainkan oleh pelatih saat pertandingan uji coba nanti. (Sambil membentak) Tristan apa yang sedang kamu lakukan? kalau sedang latihan jangan pernah melamun!!! Maaf Pak, saya janji tidak akan mengulanginya lagi. (menundukkan kepala) Ya sudah...lanjutkan latihanmu!! (sambil menunjuk bola yang ada didekat Tristan) Siap... (sambil mengambil bola yang ditunjuk sama Pak Pelatih) EXT. LAPANGANG SEPAKBOLA - SORE MENJELANG MALAM (Posisi berdiri dengan tangan diikat dibelakang) Yaak..selamat sore anak-anak?
CONTINUED: 2. Soreee..pak (berteriak dengan lantang) Cukup sekian untuk latihan sore hari ini, dan bapak ada pengumuman penting dan membahagiakan bagi kita semua karena tim kita diundang oleh Panitia turnamen untuk bermain di Stadion Jalak Harupat Bandung (dengan senyum gembira) Horeeee... (berteriak secara bersamaan) Wahh asiikk...emang kapan pak turnamenya dilaksanakan? Turnamen ini akan diadakan awal bulan depan, jadi berhubung waktunya sudah mepet maka dua minggu lagi kita akan mengadakan seleksi buat tim utama...apa kalian siap??? (sambil mengangkat tangannya yang dikepal) Siaapp pak!!! (serentak) EXT. RUANG GANTI PEMAIN (sambil melepas peralatan sepakbolanya) Wah asik ya? bulan depan kita bisa main bola di salah satu Stadion termegah di Indonesia.. WIDI Iya ni...apalagi aku punya saudara dan banyak kenalan cewek di Bandung jadi sekalian main. (tertawa kecil)
CONTINUED: 3. Waahh asik tu, besok tu aku malah baru pertama kalinya datang ke Bandung jadi belum ada kenalan. WIDI Hahaha..kasian banget ya (menjulurkan lidah) Wah kamu payah ni, kalau gitu besok aku kenalin ke temen cewek-cewek disana ya? (tertawa terbahak) WIDI Boleh, asal cuma kenalan aja (tertawa terbahak) Waaah..masa gak boleh kenalan lebih jauh.. (tertawa kecil) Yaudahlah yuk kita pulang langit sudah gelap gulita.. WIDI Ayookk... (sambil berjalan menjauhi lapangan menuju rumah) INT. DIRUMAH - MALAM HARI (selesai mandi) Habis mandi badan jadi lebih segar setelah tadi latihan (bergumam) AYAH Tan..mandinya udah selesai belum? kalau sudah ayo sini kita makan bareng Ibu sama adik kamu (sambil berteriak) Sudah pak..tapi tunggu bentar saya baru selesai ganti baju (dengan berjalan tergesa-gesa menuju meja makan dalam
CONTINUED: 4. kondisi masih menggunakan baju) (sampai di meja makan dan duduk) Hari ini Ibu masak apa? (melihat isi meja makan) IBU Tu masak jamur kesukaanmu... (sambil menunjuk kearah piring) Asiik...makasih ya bu.. (tersenyum) IBU Iya..cepetan makan keburu dingin.. INT. RUANG KELUARGA - MALAM HARI Pak, Bu...Tristan boleh bicara gak? (malu-malu) IBU Emangnya mau bicarain soal apa? kok sepertinya serius banget.. (penasaran) Begini Pak, Bu...bulan depan kan mau ada turnamen di Jalak Harupat Bandung, kalau besok saya lolos seleksi, saya boleh ikut ke Bandung ya?? IBU Kalau kamu memang benar-benar ingin ikut, ya silahkan saja asal kamu bisa jaga diri disana (tersenyum ramah) Aduuhh..makasih bu (senyum ceria) IBU Iya. Tapi kamu tanya dulu sama Ayahmu diijinin atau tidak..
CONTINUED: 5. Dua minggu kemudian AYAH Ayah sih setuju aja kalau kamu serius, bukanya itu mimpi kamu yang ingin bermain sepakbola di stadion yang bagus?? Iya bener yah, makasih Yah, Bu.. (sambil mencium tangan kedua orag tua) IBU Yasudah kamu tidur sana udah malem, besok harus pergi kesekolah. Iya Bu..selamat malem semua (sambil berlari kesenangan menuju kamar tidur) EXT. LAPANGANG SEPAKBOLA - SORE HARI Ayo anak-anak serius latihanya!!! Siap Pak!! Karena turnamenya tinggal minggu depan maka Bapak akan menyeleksi kalian. Apa kalian sudah mempersiapkan fisik kalian? Siap pak!!! EXT. LAPANGANG SEPAKBOLA - SORE MENJELANG MALAM Oke berhubung sudah sore dan Bapak juga udah memilih, nama yang lolos akan saya panggi (sambil melihat catatan) Mulai dari penjaga gawang saya percayakan pada Tristan
CONTINUED: 6. SIAP PAK!!! (senyum semangat) Oke selanjutnya... INT. DIRUMAH - MALAM HARI Selamat malam Yah, Bu... IBU Malam nak, gimana kamu lolos seleksi tidak? Alhamdullilah saya malah masuk tim utama (girang) AYAH Syukurlah...berarti mimpimu bermain di Stadion besar akan tercapai (sambil menjabat tangan Tristan) IBU Terus kalau kamu jadi berangkat gimana sekolahmu? Iya Bu, itu semua udah saya pikirkan, aku udah minta surat permohonan ijin ke sekolah. IBU Owh syukurlah kalau gitu... AYAH Yaudah sana tidur sudah malam, nanti kamu malah sakit lagi kalau begadang Baik Pak... Satu minggu kemudian
7. INT. DIRUMAH - PAGI HARI IBU Tristaan...kamu udah siap belum, tu udah ditunggu Ayah. Cepetan nanti bisa terlambat.. (berteriak) Baik Bu, ni saya udah siap... (sambil berjalan menuju pintu keluar) AYAH Ayo cepetan masuk, nanti keburu ditinggal bis lagi... Iya Pak... (lari menuju pintu mobil yang sudah dibuka oleh ayah) INT. DIDALAM BIS - PAGI HARI Selamat pagi anak-anak.. Pagi Pak Berhubung perjalanan ke Bandung sedikit lama, maka kalian tidur saja biaar sampe disana tidak kecapekan... Baik Pak.. (serentak) Sesampainya di Bandung
8. INT. PENGINAPAN - TENGAH MALAM Yak kita sudah sampai, karena ada beberapa kamar disini, kalian bisa memilih pasangan kalian sendiri, kunci kamar dibawa Tristan. Silahkan dibagi!! Siap Pak.. (sambil membagikan kunci) Jika sudah mendapat kunci kamar masing-masing, silahkan langsung istirahat. Besok pagi kita adakan latihan kecil di depan penginapan. Baiklah Pak (berjalan ke kamar masing-masing) Owh iya Tristan, kamu satu kamar sama saya aja.. (Baik Pak...) EXT. PENGINAPAN - PAGI HARI Anak-anak ayo bangun, kalau udah bangun langsung kedepan kita akan melakukan olahraga ringan untuk menjaga fisik... (sambil mengetuk pintu kamar pemain) Kami sudah siap pak.. (berjalan menuju depan penginapan) Oke..mari kita pemanasan dulu, Tristan kamu pimpin mereka untuk pemanasan
CONTINUED: 9. (sambil menunjuk Tristan) Baiklah Pak... (sambil mengambil gerakan untuk memulai pemanasan)