LAMPIRAN INTRO CAMERA STILL BLACK Masuk ibu dan anaknya dari tengah berjalan ke depan Pada suatu ketika, ada seorang janda yang sangat kaya raya. Ia memiliki dua orang anak yang sudah dibesarkan sejak mereka masih kecil. CAMERA ZOOM OUT SLOWLY Ibu dan anaknya berjalan terus kedepan memasuki sebuah lorong gelap CAMERA STOP Terlihat judul TWO SONS CAMERA ZOOM IN FAST Lagi, si ibu berjalan bersama anaknya CAMERA TURNING LEFTSIDE SLOWLY Si ibu sakit dan terjatuh, anak-anaknya menggapai sang ibu Namun tiba-tiba si ibu merasa sakit dan terjatuh CAMERA TERHALANG BADAN BUNGSU CUT Adegan ibu sudah tidur dikasur diapit oleh kedua anaknya di kanan dan di kiri. CAMERA DARI BELAKANG PUNGGUNG ANAK BUNGSU, BERPUTAR KEKIRI PERLAHAN TERHALANG PUNGGUNG BUNGSU. MUNCUL LAGI DARI BELAKANG PUNGGUNG BUNGSU DAN KEMBALI BERPUTAR KE KIRI PERLAHAN Si ibu sakit keras, dan memaksanya untuk beristirahat penuh. Namun sayangnya dia tidak bisa bertahan lebih lama karena ajal sudah menjemputnya. Ibu pun meninggal. 11
12 Kamera berputar dan kasur sudah berubah menjadi kuburan, namun masih dengan kamera dan pergerakan kamera yang sama. KAMERA CUT Ada suara orang mengetuk pintu, dan ternyata itu adalah makelar yang memberikan surat wasiat perihal tentang harta warisan yang dibagi rata untuk kedua anak. Pintu diketuk, ada seorang makelar yang datang. Dia datang untuk memberikan surat wasiat pembagian harta warisan. Setelahnya ia pun pamit. SLOWLY Kamera zoom in ke sebuah surat yang dibaca si sulung. Kamera berputar perlahan ke kiri. Dan akan zoom in cepat ke arah punggung sulung. Si sulung membaca surat itu sambil kegirangan, karena ia baru saja menjadi orang kaya. Dia memberikan surat kepada si bungsu, namun si bungsu tidak antusias dan menoleh. SLOWLY Lubang kunci yang dimasukan kunci CUT Kamera still, terlihat ada tumpukan emas sebagai foreground. Pintu gudang dibuka oleh si sulung. Sulung membuka sebuah gudang emas warisan ibunya, dan tidak menyangka bahwa ibunya begitu kaya. Fade in bergeser mengikuti arah mobil. Tampak mobil sedang dalam posisi kencang. Sulung mulai menghamburkan uangnya. Untuk kebut-kebutan mobil. FADE OUT FADE IT SLOWLY
13 Tampak si sulung sedang di klab malah, bersenang-senang. Ada seorang wanita menghampirinya. Kemudia wanita itu dipeluk, dan akan segera dicium. Tangan kanan sulung diangkat dan menarik sebuah transisi kebawah. Dan untuk kehidupan malam yang dihabiskan di klab malam, bersama wanita SLOWLY Kamera medium close, tampah wajah si sulung yang murung sambil menundukan kepala. Tertunduk lesu karena mobilnya terpaksa ditarik untung melunasi hutang. Kamera zoom out menampilkan mobilnya diangkut. Akhirnya bencana tiba, setelah semua harta kekayaanya habis dipakai berfoya-foya, kini ia harus merelakan mobilnya untuk membayar hutang. Dia pun jatuh miskin. Suatu ketika ia sedang mengais tempat sampah untuk mencari makan. Namun ia malah menemukan pisau. Lalu ada seseorang jalan melintas. Sulung berpura-pura batuk untuk menarik perhatian orang itu, dan kemudian ia menusuknya hingga tewas. Kemudian mengambil uangnya dan lari. Bukan dipakai untuk makan, justu ia membeli narkoba kepada seorang pengedar. Setelah membeli ia pergi dari situ dan menyuntikan dirinya. Sayangnya dosisnya terlalu banyak sehingga dia over dosis dan meninggal. Sampai akhir hidupnya, dia dikenal sebagai pecundang. Dan tiada seorangpun yang tahu kalau dia sudah tiada. Wide shot. Sulung terlihat mengais2 tempat sampah, dan menemukan pisau. Seketika itu juga ada orang sedang berjalan. Kemudia sulung berpura-pura batuk sehingga menarik perhatian orang itu. Dan kemudian menusuknya dengan pisau. Lalu mengambil uangnya, setelah itu pergi. Out of frame. Sulung sedang berlari menyebrang jalan dan tidak sadar bahwa ada truk melaju kencang kearahnya. Ia tidak sempat menghindar dan tewas tertabrak truk. FADE TO WHITE Kamera wide shot. Si bungsu sedang duduk depresi pasca kepergian sang ibu, kemudian memutuskan untuk melakukan suatu hal, ia kemudian berdiri.
14 Tidak seperti sulung, bungsu justru masih berduka pasca kepergian sang ibu. Kemudian ia berpikir untuk melakukan hal yang berguna. Long shot. Bungsu sedang berjalan, ketika ada pengemis meminta-minta. Ia memberi sedekah kepadanya, dan kemudian berjalan lagi. Hal yang berguna itu antar lain membagi sedekah Long shot. Bungsu bertemu kontraktor, dan merencanakan pembangunan panti asuhan dan gereja Bungsu berjalan sendiri. Kamera wide shot. Menampilkan gereja, kemudian berputar ke kanan perlahan, kearah belakang gereja. Juga ia merencanakan sebuah pembangunan gereja dan juga panti asuhan. Ia menginvestasikan sebagian besar kekayaannya untuk itu. Long shot. Bungsu berjalan, dan tiba-tiba jatuh sakit Medium shot, bungsu berada di kasur sedang sakit. Ada makelar datang menjenguk. Kamera berputar perlahan ke kiri 1 putaran. Bungsu jatuh sakit, sementara makelar datang menjenguk. Ia berpesan untung menyerahkan semua hartanya kepada panti asuhan yang ia bangun.
15 Medium shot. Bungsu sudah meninggal, dikubur bersebelahan dengan sang ibu. Makelar datang dan bersedih, mengusap air mata Akhirnya bungsu meninggal dengan tenang, bersebelahan dengan kubur ibunya. Sampai akhir hidupnya ia dikenal sebagai pahlawan, yang tak segan menyerahkan semua hartanya kepada sosial. FADE TO WHITE THE END CREDITS