Crane Hoist (Tampak Atas)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

PERANCANGAN KONTROL CRANE HOIST DENGAN WIRELESS BERBASIS ARDUINO

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

DAFTAR ISI. A BSTRAK... i. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... ix. DAFTAR GAMBAR... x. DAFTAR LAMPIRAN... xi

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM. perancangan mekanik alat dan modul elektronik sedangkan perancangan perangkat

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERENCANAAN. operasi di Rumah Sakit dengan memanfaatkan media sinar Ultraviolet. adalah alat

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. monitoring daya listrik terlihat pada Gambar 4.1 di bawah ini : Gambar 4.1 Rangkaian Iot Untuk Monitoring Daya Listrik

Prototipe Alat Pengontrol Lampu Rumah Berbasis Android Dan Arduino UNO

Gambar 1.1 Konfigurasi pin IC 74LS138

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK. elektronika dan sensor sebagai alat pendukung untuk membuat sebuah remote control

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PEMBUATAN ALAT Tujuan Pembuatan Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu untuk mewujudkan gagasan dan

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM

BAB IV PENGUJIAN RPBOT PENGHISAP DEBU

BAB III RANGKAIAN PENGENDALI DAN PROGRAM PENGENDALI SIMULATOR MESIN PEMBEGKOK

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT

Bab IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA

BAB IV PEMBAHASAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM KENDALI EXHAUST FAN MENGGUNAKAN BLUETOOTH

BAB IV PENERAPAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

BAB III PERANCANGAN SISTEMKENDALI PADA EXHAUST FAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai bagaimana alat dapat

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

61 semua siklus akan bekerja secara berurutan. Bila diantara ke -6 saklar diatur secara manual maka hanya saklar yang terhubung ground saja yang akan

MODUL PRAKTIKUM ROBOTIKA. Program Studi Sistem Komputer STMIK STIKOM Indonesia

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. 3.1 Blok ahap ini akan diketahuin alurdiagram Rangkaian

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN ALAT. Sistem pengendali tension wire ini meliputi tiga perancangan yaitu perancangan

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB II LANDASAN TEORI. ACS712 dengan menggunakan Arduino Nano serta cara kerjanya.

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan kerja alat Secara Blok Diagram. Rangkaian Setting. Rangkaian Pengendali. Rangkaian Output. Elektroda. Gambar 3.

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Tombol kuis dengan Pengatur dan Penampil Nilai diharapkan memiliki fiturfitur

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berikut ini merupakan penjelasan dari rangkaian power supply:

USER MANUAL PENGENDALI PINTU GESER SEDERHANA MATA DIKLAT : PERAKITAN ALAT PENGENDALI

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

USER MANUAL PINTU GESER OTOMATIS MATA DIKLAT:SISTEM PENGENDALI ELEKTRONIKA

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

KENDALI MOTOR DC. 3. Mahasiswa memahami pengontrolan arah putar dan kecepatan motor DC menggunakan

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSES PERANCANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. Blok Diagram adalah alur kerja sistem secara sederhana yang

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

melibatkan mesin atau perangkat elektronik, sehingga pekerjaan manusia dapat dikerjakan dengan mudah tanpa harus membuang tenaga dan mempersingkat wak

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV HASIL PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan Secara Blok Diagram

BAB IV PENGUJIAN. b. GSM Modem sudah terhubung dengan Mikrokotroller melalui kabel serial. port PC sehingga dapat berkomunikasi dengan mikrokontroler

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN DESAIN POMPA AIR BRUSHLESS DC. DENGAN MENGGUNAKAN dspic30f2020

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM. Secara garis besar rangkaian pengendali peralatan elektronik dengan. blok rangkaian tampak seperti gambar berikut :

Y Y A B. Gambar 1.1 Analogi dan simbol Gerbang NOR Tabel 1.1 tabel kebenaran Gerbang NOR A B YOR YNOR

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

PC-Link. 1x Komputer / Laptop dengan OS Windows 2000, Windows XP atau yang lebih tinggi. Gambar 1 Blok Diagram AN200

BAB III ANALISA SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengujian dilakukan terhadap 8 sensor photodioda. mendeteksi garis yang berwarna putih dan lapangan yang berwarna hijau.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN ALAT. eletronis dan software kontroler. Konstruksi fisik line follower robot didesain

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB III. Metode Penelitian

Transkripsi:

BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI 4.1. Simulator Alat Kontrol Crane Hoist Menggunakan Wireless Simulasi ini dibuat menyesuaikan cara kerja dari sistem kontrol mesin crane hoist menggunakan wireless berbasis arduino, perlu diketahui sebelumnya mesin crane hoist yang asli memiliki empat buah motor listrik 3fasa sebagai penggerak dan enam buah kontaktor 220V sebagai kendali motor listrik tersebut. Masing-masing motor memiliki fungsi yang berbeda tetapi memiliki kesamaan cara kerja yaitu bekerja dengan dua buah arah putaran searah jarum jam dan berlawanan jarum jam. Crane Hoist (Tampak Atas) Motor Listrik (Maju-Mundur) Motor Listrik (Maju-Mundur) Motor Listrik (Naik-Turun) Motor Listrik (Kanan-Kiri) Gambar 4.1 Motor Listrik Penggerak Crane Hoist Jadi meskipun motor listrik pada mesin crane hoist memiliki fungsi yang berbeda seperti naik-turun, maju-mundur dan kanan-kiri tetapi motor listrik tetap memiliki konsep kerja yang sama yaitu hanya berbalik putaran searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. 40

41 Untuk membalik sebuah putaran motor listrik 3Fasa hanya perlu mengubah koneksi rangkaian RSTnya saja. Jadi untuk sebuah rangkaian motor listrik dua arah putaran memerlukan dua buah kontaktor, masing-masing kontaktor sudah dibuat rangkaian daya RST yang berbeda (sudah dibalik salah satu fasanya) dan bekerja secara interlock. pada mesin crane hoist sebuah motor listrik cukup dikendalikan dengan dua buah kontaktor, karena semua jumlah motor listrik pada mesin crane hoist ada empat buah kontaktor yang diperlukan adalah enam buah karena yang dua lagi khususnya pada gerakan maju mundur motor listrik hanya dipasang secara pararel Sehingga untuk menggerakan mesin crane hoist cukup dengan mengendalikan keenam kontaktor tersebut. Kesimpulannya simulasi yang akan dibuat pada rangkaian kontrol mesin crane hoist menggunakan wireless ini hanya menggerakan enam buah relay 5VDC yang dikendalikan oleh remote. yang nantinya enam buah relay 5VDC ini akan bisa dimanfaatkan untuk menggerakan enam buah kontaktor pada mesin crane hoist yang asli. Itu saja cukup untuk mewakili simulasi dari sistem kendali mesin crane hoist menggunakan wireless dengan ditambah output lampu indikator pada rangkaian simulasi dan tampilan gambar mesin crane hoist tampak atas agar lebih memudahkan untuk dipahami. Berikut adalah penampakan dari alat simulasi sistem kontrol mesin crane hoist menggunakan wireless berbasis arduino : Gambar 4.2 Alat simulasi mesin crane hoist

42 4.2. Spesifikasi Rangkaian 1. Baterai 5VDC 1buah 2. Adaptor 5VDC 1buah 3. Push button 6buah 4. Relay 5VDC 6buah 5. Arduino mini pro 1buah 6. Arduino uno 1buah 7. Wireless RF 433Hz 1set 8. Lampu Indikator 220V 8buah 4.2.1. Fungsi Komponen Dalam Rangkaian Fungsi dari komponen-komponen yang dirangkai dalam rangkaian Transceiver dan Receiver adalah sebagai berikut : 1. Baterai berfungsi sebagai sumber catu daya pada rangkaian transceiver (remote) mesin crane hoist dengan wireless 2. Adaptor berfungsi sebagai pengubah tegangan AC 220V menjadi DC 5V yang akan di gunakan untuk catu daya pada rangkaian receiver 3. Push button berfungsi sebagai pemberi sinyal input digital kepada rangkaian transceiver 4. Relay berfungsi sebagai penerima sinyal output dari rangkaian receiver dan saklar magnetik 5. Arduino pro mini berfungsi sebagai kontroler dari rangkaian transceiver 6. Arduino uno berfungsi sebagai kontroler dari rangkaian receiver 7. Wireless RF 433Hz berfungsi sebagai alat penghubung dari rangkaian transceiver dan receiver 8. Lampu Indikator berfungsi sebagai penanda dari pergerakan mesin crane hoist ketika di kendalikan dengan remote melalui wireless

43 4.3. Pengujian Alat Tujuan dari pengujian skripsi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja sistem yang telah dibuat dan untuk mengetahui penyebab ketidak sempurnanya alat serta menganalisa untuk melakukan perbaikan selanjutnya. Proses analisa alat adalah untuk mengetahui apakah rangkaian berfungsi dengan baik. Dalam melaksanakan analisa pengujian alat, yang dilakukan antara lain adalah sebagai berikut : 1. Peralatan yang digunakan 2. Pengukuran tegangan catu daya 3. Pengukuran logic Arduino 4. Pengujian relay yang dihubungkan dengan Lampu Indikator. 4.3.1. Peralatan Yang Digunakan Dalam melakukan pengukuran alat untuk menganalisa peralatan yang digunakan yaitu dengan alat multitester merk Sanwa 4.3.2. Pengukuran Tegangan Catu Daya Catu daya yang digunakan adalah catu daya yang dapat menghasilkan tegangan arus 5 volt, yang mana catu daya 5 volt ini juga digunakan untuk menggerakkan relay 5 volt. Berikut ini adalah hasil dari pengukuran tegangan pada Adaptor dan baterai yang digunakan untuk tegangan catudaya rangkaian transceiver dan rangkaian receiver 1. Diketahui hasil pengukuran tegangan yang keluar dari adaptor pada rangkaian receiver mempunyai tegangan 5 VDC 2. Diketahui hasil pengukuran tegangan yang keluar dari baterai pada rangkaian transceiver mempunyai tegangan 5VDC

44 4.3.3. Pengukuran Logic Arduino Cara melakukan pengujian board mikrokontroler ini adalah dengan memberi input tegangan minimal sebesar 5 volt dan maksimal 12 volt. Kabel positif dari multi tester kita sambungkan dengan pin vcc pada kaki mikrokontroler sedangkan kabel negatif dari multi tester kita sambukan dengan ground dari rangkaian board mikrokontroler tersebut. Pada board mikrokontroler terdapat IC7805 sehingga output yang keluar dari board mikrokontroler tersebut harus kurang dari 5 volt maka board tersebut dikatakan sudah bekerja dengan baik. Apabila tegangan pada board melebihi 5 volt, maka akan mengakibatkan ic prosessor pada board mikrokontroler akan mati dan tidak dapat digunakan. Tabel 4.1 Pengujian Output Tegangan Arduino No Input Tegangan Masuk Input Tegangan Keluar Kondisi 1 5 VDC 4.12 VDC Normal 2 6 VDC 4.20 VDC Normal Rangkaian Transceiver Tabel 4.2 Digital Input Rangkaian Transceiver Pushbutton Digital Input Arduino Wireless Digital Input Arduino 1 Pin7 5VDC VCC 2 pin8 GND GND 3 pin9 DATA1 pin3 4 pin10 Baterai 5VDC Arduino 5 pin11 Plus (+) 5VDC 6 pin12 Minus (-) GND

45 Rangkaian Receiver Tabel 4.3 Digital Output Rangkaian Receiver Relay Digital Output Arduino Wireless Digital Input Arduino 1 Pin7 5VDC VCC 2 pin8 GND GND 3 pin9 DATA1 pin2 4 pin10 Adaptor Arduino 5 pin11 5VDC 5VDC 6 pin12 0VDC GND Pengujian tegangan output switch driver relay dilakukan dengan cara mengaktifkan relay menggunkan pulsa dari mikrokontroler yang di teruskan oleh transistor C945 yang nantinya akan menggeser dip switch pada relay sehingga fungsi on/off pada output relay akan aktif. Berikut tabel Pengujian Tegangan Output Switch Pada Relay Tabel 4.4 Pengujian Tegangan Output Switch Pada Relay No Masukan Logika Pada Relay Tegangan Input Pada Relay 1 Low (0) 0VDC 2 High (1) 5VDC 4.3.4. Pengujian Aplikasi Simulator Mesin Crane Hoist Pada pengujina aplikasi di dapatkan komunikasi data antara rangkaian transceiver dengan rangkaian receiver. Dari aplikasi dapat mengendalikan relay yang berupa on/off untuk menghidupkan atau mematikan alat yang akan dikendalikan.

46 Tabel 4.5 Pengujian Alat No Keterangan Rangkaian Transceiver Rangkaian Receiver 1 Mengerakan hoist naik Ketika pushbutton ditekan arduino mengirim sinyal aktifkan Arduino menerima perintah dan mengeluarkan output (high) 2 Menghentikan hoist naik Ketika pushbutton dilepas arduino berhenti mengirim sinyal Arduino tidak mendapatkan perintah (low) 3 Menggerakan hoist turun Ketika pushbutton ditekan arduino mengirim sinyal aktifkan Arduino menerima perintah dan mengeluarkan output (high) 4 Menghentikan hoist turun Ketika pushbutton dilepas arduino berhenti mengirim sinyal Arduino tidak mendapatkan perintah (low) 5 Menggeraka hoist kekanan Ketika pushbutton ditekan arduino mengirim sinyal aktifkan Arduino menerima perintah dan mengeluarkan output (high) 6 Menghentikan hoist kekanan Ketika pushbutton dilepas arduino berhenti mengirim sinyal Arduino tidak mendapatkan perintah (low) 7 Menggerakan hoist kekiri Ketika pushbutton ditekan arduino mengirim sinyal aktifkan Arduino menerima perintah dan mengeluarkan output (high) 8 Menghentikan hoist kekiri Ketika pushbutton dilepas arduino berhenti mengirim sinyal Arduino tidak mendapatkan perintah (low) 9 Menggerakan hoist maju Ketika pushbutton ditekan arduino mengirim sinyal aktifkan Arduino menerima perintah dan mengeluarkan output (high)

47 10 Menghentikan hoist maju Ketika pushbutton dilepas arduino berhenti mengirim sinyal Arduino tidak mendapatkan perintah (low) 11 Menggerakan hoist mundur Ketika pushbutton ditekan arduino mengirim sinyal aktifkan Arduino menerima perintah dan mengeluarkan output (high) 12 Menghentikan hoist mundur Ketika pushbutton dilepas arduino berhenti mengirim sinyal Arduino tidak mendapatkan perintah (low) 4.3.5. Tampilan Rankaian Transceiver Gambar 4.3 Rangkaian Transceiver Gambar 4.4 Remot Pengendali Wireless

48 4.3.6. Tampilan Rangkaian Receiver Gambar 4.5 Rangkaian Receiver 4.3.7. Cara Kerja Alat Simulasi Mesin Crane Hoist 1. Apabila Tombol5 ditekan, Mesin crane hoist bergerak maju Gambar 4.6 Simulasi Mesin Crane Hoist Bergerak Maju

49 2. Apabila tombol6 ditekan, Mesin crane hoist bergerak mundur Gambar 4.7 Simulasi Mesin Crane Hoist Bergerak Mundur 3. Apabila tombol1 ditekan, Mesin crane hoist bergerak naik Gambar 4.8 Simulasi Mesin Crane Hoist Bergerak Naik

50 4. Apabila tombol2 ditekan, Mesin crane hoist bergerak turun Gambar 4.9 Simulasi Mesin Crane Hoist Bergerak Turun 5. Apabila tombol3 ditekan, Mesin crane hoist bergerak kekanan Gambar 4.10 Simulasi Mesin Crane Hoist Bergerak Kekanan

51 6. Apabila tombol4 ditekan, Mesin crane hoist bergerak kekiri Gambar 4.11 Simulasi Mesin Crane Hoist Bergerak Kekiri 4.3.8. Tabel Kerja Rangkaian Tabel 4.6 Kerja Rangkaian Tombol Di Tekan Lampu Indikator Keterangan 1 Kuning, Naik Menyala 2 Kuning, Turun Menyala 3 Hijau, Kanan Menyala 4 Hijau, Kiri Menyala 5 Merah, Maju Menyala 6 Merah, Maju Menyala