BAB I LATAR BELAKANG

dokumen-dokumen yang mirip
I. PENDAHULUAN. Salah satu peralatan yang sangat penting pada bagian distribusi yaitu

BAB III PERANCANGAN ALAT

III. METODE PENELITIAN. Penelitian, perancangan, dan pembuatan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium

PROTOTIPE SISTEM PENGAMANAN RUANG SERVER BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

SISTEM PENGAMANAN KUNCI PINTU OTOMATIS VIA SMS BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

BAB III. Perencanaan Alat

APLIKASI TEKNOLOGI GSM/GPRS PADA SISTEM DETEKSI KEBAKARAN BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 8535 ABSTRAK

BAB III DESKRIPSI MASALAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.

TUGAS AKHIR PERANCANGAN SISTEM PENDETEKSI SUHU PADA BODY TRAFO DISTRIBUSI GARDU PLN BERBASIS SMS GATEWAY

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kebutuhan akan energi listrik terus bertambah dengan bertambahnya

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB IV PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

BAB III PERANCANGAN Deskripsi Model Sistem Monitoring Beban Energi Listrik Berbasis

BAB III PERANCANGAN SISTEM

oleh: NIM: MAZRUK SHABRINA SAID

TERMOMETER BADAN DIGITAL OUTPUT SUARA BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA8535

TUGAS AKHIR SISTEM ALAT PENDETEKSI MALING JARAK JAUH MENGGUNKAN MODEM GSM DAN SENSOR PIR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 DARWIN SAPUTRA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB II KONSEP DASAR SISTEM MONITORING TEKANAN BAN

BAB III SISTEM PENGUKURAN ARUS & TEGANGAN AC PADA WATTMETER DIGITAL

III. METODE PENELITIAN. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BIAYA PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK PADA INDUSTRI. BERBASIS MIKROKONTROLLER ATmega8 LAPORAN TUGAS AKHIR

BAB III METODE PENELITIAN

SISTEM NOTIFIKASI SMS ALAT PENGAMAN BEBAN TIDAK SEIMBANG BERBASIS ARDUINO PADA TRAFO DISTRIBUSI SISTEM TENAGA LISTRIK

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. 3.1 Perancangan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas LPG

SISTEM INFORMASI TEGANGAN LISTRIK SATU FASA MENGGUNAKAN SMS BERBASIS MIKROKONTROLER AT MEGA 16

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN. Mikrokontroler ATMEGA Telepon Selular User. Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem

BAB III PERANCANGAN ALAT

Indikator Status Tenaga Listrik pada Pelanggan Listrik 3 Fasa Menggunakan Media Modem GSM

BAB III PERANCANGAN ALAT

METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas:

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Makalah Seminar Kerja Praktek PEMELIHARAAN TRAFO DISTRIBUSI. Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang

3.2. Tempat Penelitian Penelitian dan pengujian alat dilakukan di lokasi permainan game PT. EMI (Elektronik Megaindo) Plaza Medan Fair.

MANAJEMEN CATU DAYA BERBASIS MIKROKONTROLER MELALUI MEDIA WEB DENGAN STUDI KASUS MANAJEMEN CATU DAYA ROUTER

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah

Clamp-Meter Pengukur Arus AC Berbasis Mikrokontroller

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

II. KAJIAN PUSTAKA

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM

BAB IV PERANCANGAN ALAT. Alat Warning System Dan Monitoring Gas SO 2 merupakan detektor gas

PROTOTIPE SISTEM KEAMANAN TERKONEKSI DENGAN POS KEAMANAN MENGGUNAKAN SENSOR PIR DAN HP SIEMENS C45 BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 PROYEK AKHIR

KIPAS ANGIN OTOMATIS DENGAN SENSOR SUHU BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

Sistem Monitoring Suhu dan Kelembaban pada Inkubator Bayi Berbasis Mikrokontroler

Gambar 3.1 Diagram Blok Alat

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV PERANCANGAN. Gambar 4. 1 Blok Diagram Alarm Rumah.

Monitoring Catu Cadangan 110V DC PMT dengan Menggunakan Media Modem GSM. Surya Mulia Rahman

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

RANCANG BANGUN PENGAMAN MOTOR INDUKSI 3 FASA TERHADAP UNBALANCE VOLTAGE DAN OVERLOAD DENGAN SISTEM MONITORING

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

Dalam kondisi normal receiver yang sudah aktif akan mendeteksi sinyal dari transmitter. Karena ada transmisi sinyal dari transmitter maka output dari

Unesia Drajadispa / Dosen Pembimbing : Dr. Ardyono Priyadi, ST., M.Eng Ir.Josaphat Pramudijanto, M.Eng

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

ANALISIS PENYELAMATAN ENERGI DAN KEANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DENGAN ADANYA PDKB-TM DI PT. PLN (PERSERO) APJ SURAKARTA

Realtime Monitoring Suhu Klem Jumper Pada Sistem Transmisi Tegangan Tinggi

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. PERNYATAAN... iii. PERSEMBAHAN... iv. ABSTRAK... v. ABSTRACT... vi. KATA PENGANTAR...

BAB III DESAIN DAN PENGEMBANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan tinggi mempunyai peran penting dalam meningkatkan

SISTEM PENGAMAN KUBIKEL LISTRIK DI PT. PLN (PERSERO) SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi persyaratan penyelesaian Skripsi

BAB IV PERAWATAN TRANSFORMATOR TENAGA 150 KV DI GARDU INDUK APP DURIKOSAMBI

DAFTAR ISI. ABSTRAKSI...vi. KATA PENGANTAR...vii. DAFTAR ISI... ix. DAFTAR TABEL... xiv. DAFTAR GAMBAR... xv. DAFTAR LAMPIRAN...

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PEMELIHARAAN PENTANAHAN PADA PENTANAHAN ABSTRAK

DAFTAR ISI. HALAMAN PENGESAHAN... i. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... x. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR LAMPIRAN...

BAB III RANCANG BANGUN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PEMBAHASAN ALAT

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM

NASKAH PUBLIKKASI ALAT PENGUKUR GETARAN BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 16 MENGGUNAKAN SENSOR MICROPHONE

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat

BAB III METODE PENELITIAN. berbasis mikrokontroler AT-Mega 16. Sistem ini nantinya dapat diterapkan pada

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODA PENELITIAN

BAB II SISTEM PEMANASAN AIR

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM

RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI TURUN HUJAN DENGAN PEMBERITAHUAN MELALUI SMS BERBASIS ARDUINO UNO

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Transkripsi:

BAB I LATAR BELAKANG PT.PLN (Persero) adalah sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang ketenagalistrikan, dengan visi yaitu diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya, dengan bertumpu pada potensi insani. Sebagai tolak ukur perusahaan kelas dunia antara lain dapat dilihat dari tingkat mutu pelayanan kepada pelanggan serta penerapan teknologi yang terbaru untuk meningkatkan kualitas mutu dan kinerja perusahaan. Indikator standar mutu pelayanan dapat dinilai dari mutu tegangan, frekuensi, arus, SAIDI, SAIFI dan sebagainya. SAIDI sendiri adalah indikator lama jam padam sedangkan SAIFI merupakan banyaknya jumlah padam pada suatu daerah. Keduanya saat ini dijadikan parameter untuk mengukur keandalan listrik suatu daerah. Semakin luasnya area padam maka SAIDI dan SAIFI akan semakin besar dengan kata lain keandalan sistem tenaga listrik daerah tersebut kurang baik. Salah satu penyebab adanya pemadaman adalah gangguan pada trafo distribusi. Trafo distribusi merupakan salah satu aset yang vital dan mahal. Bila terjadi gangguan trafo, disamping biaya pemulihan yang cukup mahal juga menyebabkan SAIDI dan SAIFI meningkat, sehingga menurunkan tingkat pelayanan mutu kepada pelanggan. Saat ini khusunya di PT.PLN (Persero) Rayon Rivai, penurunan gangguan trafo merupakan prioritas yang harus segera dikerjakan. Diharapkan penyebab-penyebab gangguan dapat segera dicegah agar gangguan tidak terjadi. Namun saat ini petugas PLN masih kesulitan untuk memantau kondisi trafo, dikarenakan trafo yang jumlahnya banyak serta tersebar di wilayah yang luas. Selama ini petugas kebanyakan menerima laporan bahwa gangguan sudah terjadi. Belum ada tanda atau peringatan secara dini sebelum terjadi gangguan apabila trafo ada masalah. Apabila masalah dapat ditemukan secara lebih awal memungkinkan segera dilakukan perbaikan maupun pencegahan sebelum terjadi gangguan. Karya Inovasi LAMPU UFO 1

Dengan kondisi yang demikian penulis berinisiatif untuk membuat sebuah alat yang membantu menyelesaikan masalah tersebut. Yaitu alat yang membantu petugas untuk mengetahui kondisi trafo secara jarak jauh. Dengan harapan dapat membantu kinerja unit untuk mencegah dan mengurangi gangguan trafo. Sehingga ketika ada indikasi atau gejala yang mungkin menyebabkan gangguan, petugas dapat segera menuju ke lokasi untuk mengecek kondisi trafo dan dilakukan tindakan yang sesuai agar permasalahan tersebut tidak meluas dan menyebabkan gangguan trafo. Penerapan alat ini juga diharapkan mendukung visi PLN menjadi perusahaan kelas dunia, karena perusahaan kelas dunia parameternya bisa dilihat dari penggunaan teknologi yang berkembang saat ini. Karya Inovasi LAMPU UFO 2

BAB II STRATEGIC ISSUE (PEMILIHAN TOPIK) Gangguan trafo merupakan masalah utama yang perlu diselesaikan bagi PLN. Akibat dari banyaknya trafo yang mengalami kerusakan, kebutuhan akan proses perbaikan trafo yang benar sangat dibutuhkan. Agar biaya pemeliharan dan perbaikan trafo dapat dihemat sedikit mungkin maka diperlukan pemeliharaan serta memantau trafo secara berkala. Adanya gangguan trafo ini juga yang menyebabkan sisi pelanggan padam. Pemadaman akibat gangguan ini yang membuat proses bisnis PLN terganggu. Gangguan trafo biasanya diakibatkan oleh beberapa hal, seperti loss contact pada bushing trafo. Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan luar melalui sebuah bushing, yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator, yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor bushing dengan tangki trafo. Bushing merupakan sarana penghubung antara belitan dengan jaringan luar. Bushing terdiri dari sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator. Isolator tersebut berfungsi sebagai penyekat antara konduktor bushing dengan body main tank transformator. Kejadian loss contact sendiri terjadi pada bushing trafo yang disebabkan adanya kelonggaran pada hubungan kawat phasa (kabel schoen) dengan terminal bushing. Hal ini mengakibatkan tidak stabilnya aliran listrik oleh trafo distribusi dan dapat juga menimbulkan panas yang dapat menyebabkan kerusakan belitan trafo. Gambar 2.1 Kabel moros akibat loss contact Karya Inovasi LAMPU UFO 3

Gangguan pada trafo juga dapat terjadi karena kondisi trafo yang sudah tua karena tidak adanya pemeliharaan, minyak trafo yang harus diganti, pengencangan baud-baud di packing trafo, seal bushing TM atau TR apakah kondisi packing trafo bocor atau tidak, pembebanan trafo yang tidak seimbang pada tiap fasanya, maupun yang lebih penting yaitu pembebanan trafo itu sendiri, apakah masih dibawah 80% atau tidak. Pada saat pembebanan yang tidak seimbang maupun trafo kelebihan beban, biasanya mengakibatkan belitan pada trafo panas. Panasnya belitan trafo ini akan mempengaruhi temperatur pada minyak dan packing trafo. Panas pada minyak trafo ini akan mengakibatkan minyak menguap, akibatnya bushing trafo juga akan mengalami kenaikan temperatur. Bisa jadi kondisi ini menyebabkan seal pada bushing akan mengeras karena panas. Hal inilah yang kemudian menyebabkan bushing TM atau TR dan packing atas body trafo kendor sehingga minyak merembes keluar atau air dari luar masuk dari sela-sela bushing dan packing atas body trafo yang kendor. Karena minyak merembes serta air dari luar masuk ke dalam trafo, akibatnya air inilah yang kemudian tercampur pada minyak trafo dan menyebabkan ikatan air dan minyak dalam trafo tersebut timbul kandungan gas. Gas ini yang memungkinkan trafo meledak. Gambar 2.2 Seal trafo kendor Saat ini dilapangan belum ada tanda atau peringatan secara dini sebelum terjadi gangguan apabila trafo ada masalah. Apabila masalah dapat ditemukan secara lebih awal memungkinkan segera dilakukan perbaikan maupun pencegahan sebelum terjadi gangguan. Dengan adanya fakta seperti penjelasan diatas, akan Karya Inovasi LAMPU UFO 4

lebih baik jika diterapkan sebuah alat indikator di trafo untuk mengirimkan alarm atau peringatan apabila ada gejala-gejala yang bisa mengakibatkan trafo gangguan kepada petugas secara jarak jauh. Karya Inovasi LAMPU UFO 5

BAB III PERUMUSAN OFI 3.1 Analisis SWOT Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang(oppurtunities), dan ancaman (threat) dalam suatu penyelesaian permasalahan dalam hal ini adalah bagaimana penanganan untuk mengurangi ganguan trafo. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik serta dapat mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisa dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya kemudian menerapkannya. Dari permasalahan yang ada dapat dirumuskan SWOT untuk menyelesaikan masalah penurunan gangguan trafo. Gambar 3.1 Analisa SWOT 3.2 Strength Dukungan manajemen PT.PLN (Persero) Rayon Rivai terhadap penghematan biaya dan waktu apabila harus mengganti trafo yang mengalami gangguan. Dukungan petugas PT.PLN (Persero) dalam memanfaatkan alat terbaru agar membantu proses pekerjaan mencegah gangguan trafo. Karya Inovasi LAMPU UFO 6

3.2 Weakness Petugas tidak mengetahui kondisi trafo apabila ada gejala-gejala yang bisa menyebabkan gangguan trafo. Petugas terlambat mencegah gangguan trafo karena tidak ada peringatan terlebih dahulu sehingga gangguan sudah terjadi sebelum dicegah. Jumlah trafo yang banyak serta tersebar luas, sehingga petugas tidak optimal dalam pengawasan. 3.3 Oppurtunity Terciptanya inisiatif berupa inovasi untuk mengurangi masalah gangguan trafo. Berkurangnya gangguan trafo. Terjadi penghematan apabila gangguan trafo tidak terjadi. 3.4 Threat Terbatasnya dana dan waktu sehingga pengembangan inovasi belum maksimal Kurangnya pemahaman penulis mengenai bidang mikrokontroller Diperlukan SDM yang peduli akan asset milik PLN Dari analisa SWOT di atas dapat diketahui beberapa kelemahan yang terjadi agar kemungkinan gangguan trafo dapat dicegah. Dengan mempertimbangkan tantangan yang ada dalam penyelesaian masalah tersebut, maka penulis berinisiatif untuk membuat suatu alat yang dapat membantu kinerja unit dalam mengatasi gangguan trafo, yaitu alarm bushing trafo berbasis mikrokontroller. Dimana alat ini dapat mendeteksi kenaikan temperatur pada bushing trafo secara jarak jauh. Karena alat ini akan memberikan alarm di trafo tersebut serta dapat mengirimkan sms berupa alarm peringatan kepada petugas bahwa temperatur pada bushing trafo melebihi nilai yang sudah di setting. Dengan alarm berupa sms ini petugas dapat segera melakukan pengecekan pada trafo tersebut, dan melakukan tindakan agar gangguan trafo dapat dicegah. Karya Inovasi LAMPU UFO 7

BAB IV PELAKSANAAN AFI 4.1 Proses Pengerjaan Proses pembuatan dimulai oleh identifikasi masalah, dengan mencari data mengenai trafo-trafo yang mengalami gangguan, Setelah proses identifikasi selesai maka selanjutnya dibuat flowchart kerja dari alat. Ini dimaksudkan untuk mempermudah proses pengerjaan dan pembuatannya. Gambar 4.1 Flowchart pembuatan LAMPU UFO Langkah selanjutnya adalah mencari data pada trafo-trafo yang kondisinya overload maupun rawan pembebanannya untuk dilihat kondisi trafonya, dilakukan pada waktu beban puncak dan dengan menggunakan alat thermovision. Serta mencari tempat atau titik untuk menempatkan sensor agar mampu membaca Karya Inovasi LAMPU UFO 8

perubahan yang ada pada trafo. Dari data yang didapat maka diperoleh bahwa sensor ditempatkan di bushing trafo. Pemilihan bushing trafo sebagai titik untuk mendeteksi kenaikan temperatur dikarenakan pada bushing trafo sering terjadi loss contact, dan juga bushing trafo merupakan bagian yang langsung berhubungan dengan belitan didalam trafo. Sehingga nantinya akan diperoleh nilai temperatur pada bushing trafo untuk dijadikan nilai referensi untuk batasan akan pada nilai temperatur berapa alat ini memberikan alarm.. Gambar 4.2 Proses pengerjaan alat Setelah melakukan identifikasi masalah dan pengumpulan data, langkah berikutnya adalah melakukan perancangan. Yang didalamnya termasuk juga menentukan masukan dan luaran apa saja yang akan dipakai dalam pembuatan alat ini. Untuk tahap berikutnya adalah membuat rangkaian yang akan dipakai, Rancang bangun alat ini diwujudkan dengan menggabungkan beberapa sistem yaitu rangkaian catu daya, sensor suhu LM35, buzzer, pengatur menu dengan push button, tampilan display dengan LCD 16x2 baris, modem Wavecom, dan mikrokontroler AT Mega 8535 sebagai unit pemroses. Mikrokontroler sendiri merupakan keseluruhan sistem komputer yang dikemas menjadi sebuah chip di mana di dalamnya sudah terdapat Mikroprosesor, I/O, Memori bahkan ADC, berbeda dengan Mikroprosesor yang berfungsi sebagai pemroses data. Setelah melakukan rancangan rangkaian atau membuat prototype dilakukan pengisian program, yaitu perancangan perangkat lunak sebagai pengendali program pada mikrokontroler AT Mega 8535. Kemudian di kompilasi menggunakan program BASCOM AVR menjadi data BIN atau HEX (Format Heksadesimal) untuk didownload-kan ke mikrokontroller. Selanjutnya adalah melakukan uji coba dan Karya Inovasi LAMPU UFO 9

evaluasi apakah rangkaian dan program sudah berjalan dengan benar atau belum, akan dilakukan troubleshooting jika memang masaih ada kesalahan sehingga akan dapat diketahui salah terjadi pada rangkaiannya ataupun program. 4.2 Cara kerja Sensor suhu dapat ditempelkan di bushing. Ketika ada kenaikan temperatur pada bushing trafo, sensor suhu yang ditempatkan di bushing akan membaca perubahan temperatur tersebut. Sensor akan mengirim data ke mikrokontroller. Di mikrokontroller data yang diberikan oleh sensor akan diolah untuk menjadi bentuk digital karena data dari sensor data masih dalam bentuk analog. Dari mikrokontroler inilah yang akan memberikan output ke display untuk ditampilkan berapa nilai temperatur yang ada pada bushing trafo. Apabila nilai temperaturnya melebihi nilai setting (nilai referensi) yang sudah ditentukan maka mikrokontroller akan mengirim data melalui modem berupa peringatan ke operator melalui sms, buzzer pada alat ini juga akan berbunyi. Apabila temperatur turun melewati batas alarm, alarm akan berhenti. Didalam alat ini bisa diketahui nilai temperatur tertinggi yang pernah terjadi. Sensor Tombol Mikrokontroller AT Mega 8535 Display Buzzer Modem SMS Gambar 4.3 Diagram alur cara kerja LAMPU UFO Karya Inovasi LAMPU UFO 10

4.3 Rincian Biaya Peralatan Dalam pembuatan alat ini memerlukan biaya sebesar: Tabel 4.1 Rincian Biaya No Komponen Jumlah Harga satuan Total harga 1 Modem Wavecom Fastrack Dual Frequency 2 Minimum System AT Mega 8535 1 Buah Rp 495.000 Rp 495.000 1 Buah Rp 190.000 Rp 190.000 3 Pin Header Female 1 Buah Rp 19.000 Rp 19.000 4 Trafo 1 A 1 Buah Rp 22.000 Rp 22.000 5 Miniswitch Push Button 4 Buah Rp 8.500 Rp 34.000 6 Serial To RS232 1 Buah Rp 65.000 Rp 65.000 7 Sensor Temperatur 4 Buah Rp 15.000 Rp 60.000 8 Kabel AC 1 Buah Rp 15.000 Rp 15.000 9 Buzzer 1 Buah Rp 15.000 Rp 15.000 10 LCD 1 Buah Rp 65.000 Rp 65.000 11 Blok PCB 1 Buah Rp 10.000 Rp 10.000 12 Box 1 Buah Rp 15.000 Rp 15.000 Total Rp 1.005.000 Karya Inovasi LAMPU UFO 11

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Gangguan trafo akan berkurang apabila gejala-gejala yang menyebabkan gangguan dapat segera dicegah dan dilakukan tindakan yang sesuai. Dengan adanya alat bantu berupa alarm trafo ini petugas dapat terbantu untuk memantau kondisi trafo secara jarak jauh, sehingga apabila ada masalah petugas segera dapat menuju lokasi setelah mendapat alarm ini. Dapat dilakukan penghematan trafo apabila gangguan trafo dapat dicegah. 5.2 Saran Dari beberapa kesimpulan di atas, saran yang dapat kami berikan untuk pengembangan dari alat alarm temperatur bushing trafo ini adalah: Alat ini dapat lebih dikembangkan lagi agar program- programnya lebih lengkap serta dapat dikembangkan untuk memonitor temperatur minyak trafo. Memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar alat ini dapat diaplikasikan. Karya Inovasi LAMPU UFO 12

LAMPIRAN Gambar 1. Display Tampilan awal pada LCD Gambar 2. Display LCD temperatur yang sedang terbaca pada bushing trafo Karya Inovasi LAMPU UFO 13

Gambar 3. Display pilihan menu Gambar 4. Display setting alarm Gambar 5. Display Pembacaan nilai tertinggi pada bushing trafo Karya Inovasi LAMPU UFO 14

Gambar 6. Display ketika alarm berbunyi Gambar 7. Display ketika alat mengirim sms ke operator Gambar 8. Display alat mode stand by Karya Inovasi LAMPU UFO 15

Gambar 9. Rangkaian LAMPU UFO Karya Inovasi LAMPU UFO 16

Karya Inovasi LAMPU UFO 17

Karya Inovasi LAMPU UFO 18