KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS KONSTRUKSI SINGLE

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI TRANSVERSE BULKHEAD RUANG MUAT NO.I PADA DWT DRY CARGO VESSEL BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

STRENGTH ANALYSIS OF CONTAINER DECK CONSTRUCTION MV. SINAR DEMAK EFECT OF CHARGES CONTAINER USING FINITE ELEMENT METHOD

Studi Perancangan Sistem Konstruksi Kapal Liquified Natural Gas (LNG) CBM

ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI MODIFIKASI DOUBLE BOTTOM AKIBAT ALIH FUNGSI PADA KAPAL ACCOMODATION WORK BARGE (AWB) 5640 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

Analisis Kekuatan Konstruksi Sekat Melintang Kapal Tanker dengan Metode Elemen Hingga

ANALISA KEKUATAN MODIFIKASI MAIN DECK AKIBAT PENGGANTIAN MOORING WINCH PADA KAPAL ACCOMODATION WORK BARGE 5640 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI CAR DECK PADA KAPAL KAPAL ROPAX 5000GT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

ANALISA KEKUATAN DECK PADA PONTON BATUBARA PRAWIRAMAS PURI PRIMA II 1036 DWT DENGAN SOFTWARE BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

ANALISA KEKUATAN DECK TONGKANG MUATAN TIANG PANCANG 750 DWT DENGAN SOFTWARE BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

PERKIRAAN UMUR KONSTRUKSI KAPAL DENGAN ANALISA FATIGUE: STUDI KASUS PADA KAPAL TANKER DWT. Oleh: OKY ADITYA PUTRA

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

OPTIMISASI UKURAN UTAMA BULK CARRIER UNTUK PERAIRAN SUNGAI DENGAN MUATAN BERSIH MAKSIMAL TON

PENENTUAN PERBANDINGAN DIAMETER NOZZLE TERHADAP DIAMETER SHELL MAKSIMUM PADA AIR RECEIVER TANK HORISONTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

ANALISA KEKUATAN POROS KEMUDI KAPAL PENAMPUNG IKAN TRADISIONAL 200 GT KABUPATEN BATANG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

STUDI KARAKTERISTIK BUCKLING PADA KOLOM CRANE KAPAL FLOATING LOADING FACILITY (FLF) BERBASIS FINITE ELEMENT METHOD (FEM)

ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI CAR DECK AKIBAT PENAMBAHAN DECK PADA RUANG MUAT KAPAL MOTOR ZAISAN STAR 411 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB V ANALISA MODEL Analisa Statis pada Skenario Pembebanan 1

ANALISA SHEAR STRESS PADA STRUKTUR CINCIN KAPAL CRUDE OIL TANKER 6500 DWT BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

ANALISA KEKUATAN PONDASI Z PELLER KARENA ADANYA PERUBAHAN KONSTRUKSI PADA KAPAL TUG BOAT ANOMAN V DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

PERBANDINGAN KEKUATAN KONSTRUKSI LAMBUNG MONOHULL DENGAN MONOMARAN PADA KAPAL RO-RO 5000 GT

ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA

APLIKASI METODE ELEMEN HINGGA SEKITAR BUKAAN PALKAH. Disusun oleh : Harquita Rama Dio Nugraha ( ) M. NURUL MISBAH, S.T., M.T.

ANALISA STRUKTUR KONTRUKSI GELADAK AKIBAT PENAMBAHAN DECK CRANE PADA LANDING CRAFT TANK 1500DWT BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI TANK TOP

Analisa Kekuatan Sekat Bergelombang Kapal Tanker Menggunakan Metode Elemen Hingga

KARAKTERISTIK KM. ZAISAN STAR AKIBAT PERUBAHAN MUATAN

KARAKTERISTIK KM. ZAISAN STAR AKIBAT PERUBAHAN MUATAN

Oleh : Fadhila Sahari Dosen Pembimbing : Budianto, ST. MT.

III. METODELOGI. satunya adalah menggunakan metode elemen hingga (Finite Elemen Methods,

Analisa Kekuatan Memanjang Floating Dock Konversi Dari Tongkang dengan Metode Elemen Hingga

LAMPIRAN A. Tabel A-1 Angka Praktis Plat Datar

Analisis Kekuatan Kapal Bambu Laminasi dan Pengaruhnya Terhadap Ukuran Konstruksi dan Biaya Produksi

SUSTAINABLE PRODUCT DEVELOPMENT FOR SHIP DESIGN USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD

Analisis Kekuatan Konstruksi Wing Tank Kapal Tanker Menggunakan Metode Elemen Hingga

ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI CAR DECK PADA KAPAL KM. DHARMA FERRY 3 DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

Analisis Desain Struktur Integritas Single Point Mooring (SPM) DWT PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Tuban Dengan Metode Elemen Hingga

ANALISA KEKUATAN STRUKTUR TANK DECK PADA KAPAL (LST) LANDING SHIP TANK KRI.TELUK BINTUNI 7000 DWT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. mendorong terciptanya suatu produk dan memiliki kualitas yang baik.

Analisis Kekuatan Konstruksi Underframe Pada Prototype Light Rail Transit (LRT)

SIDANG TUGAS AKHIR: ANALISA STRUKTUR RANGKA SEPEDA FIXIE DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Andra Berlianto ( )

ANALISA PERKIRAAN UMUR PADA CROSS DECK KAPAL IKAN KATAMARAN 10 GT MENGGUNAKAN METODE FRACTURE MECHANICS BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

Analisis Kekuatan Struktur Konstruksi Tower untuk Catwalk dan Chain Conveyor pada Silo (Studi Kasus di PT. Srikaya Putra Mas)

METODE PENELITIAN. Model tabung gas LPG dibuat berdasarkan tabung gas LPG yang digunakan oleh

BAB III PENGUMPULAN DATA

ANALISIS KEKUATAN COMPRESIVE NATURAL GAS (CNG) CYLINDERS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB I PENDAHULUAN. fisik menuntut perkembangan model struktur yang variatif, ekonomis, dan aman. Hal

ANALISIS SIMULASI ELEMEN HINGGA KEKUATAN CRANE HOOK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS SUMBER TERBUKA

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

KAPAL JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN

ANALISA KEKUATAN VARIASI SISTEM KONSTRUKSI TRANSVERSE WATERTIGHT BULKHEAD

BAB II TEORI DASAR. Gambar 2.1 Tipikal struktur mekanika (a) struktur batang (b) struktur bertingkat [2]

BAB IV PEMBUATAN MODEL

Jurnal Teknika Atw 1

ANALISA LENTURAN DAN KONSENTRASI TEGANGAN PADA PELAT SISI AKIBAT BEBAN SISI DAN VARIASI JARAK GADING DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB III PERANCANGAN DAN PERHITUNGAN

STUDI PERANCANGAN SISTEM PENGGADINGAN KONSTRUKSI RUANG MUAT KAPAL SUPER CONTAINER TEUS (MALACCA- MAX)

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN ADUK BERBASIS MESIN BOR Jefri Adera Bukit. Fakultas Industri, jurusan Teknik Mesin.

ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI SIDE RAMP DOOR SISTEM STEEL WIRE ROPE PADA KM. DHARMA KENCANA II AKIBAT BEBAN STATIS DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

Tegangan Geser pada Struktur Kapal Kontainer

Analisa Kekuatan Konstruksi Corrugated Watertight Bulkhead Dengan Transverse Plane Watertight Bulkhead Pada Pemasangan Pipa di Ruang Muat Kapal Tanker

Analisis Pengaruh Ukuran Stopper Pada Sambungan Pelat Kapal Terhadap Tegangan Sisa Dan Deformasi Menggunakan Metode Elemen Hingga

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN MATA AJAR STRUKTUR KAPAL 1. oleh. Tim Dosen

Oleh: Agus Tri Wahyu Dosen Pembimbing: Aries Sulisetyono, ST.,MASc.,Ph.D Dosen Pembimbing: Totok Yulianto. ST.,MT.

Sumber :

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

ANALISA FATIGUE KONTRUKSI MAIN DECK SEBAGAI PENUMPU TOWING HOOK AKIBAT BEBAN TARIK PADA KAPAL TUG BOAT 2 x 800 HP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

KONTRUKSI DOUBLE BOTTOM

ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI RUANG MUAT KAPAL SELF PROPELLED OIL BARGE SALRA 115 MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA LINEAR DAN NONLINEAR

Kajian Kekuatan Struktur Semi-submersible dengan Konfigurasi Enam Kaki Berpenampang Persegi Empat Akibat Eksitasi Gelombang

ANALISA KEKUATAN STRUKTUR FPSO SEVAN MARINE DENGAN FEM DI PERAIRAN LEPAS PANTAI UTARA NATUNA-INDONESIA

ANALISA TEGANGAN GESER PADA STRUKTUR KAPAL BULK CARRIER

Analisis Pengaruh Ukuran Stopper Pada Sambungan Pelat Kapal Terhadap Tegangan Sisa Dan Deformasi Menggunakan Metode Elemen Hingga

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Berikut adalah data data awal dari Upper Hinge Pass yang menjadi dasar dalam

ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR RANGKA TURBIN HELIKS TIPE L C500 DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI COSMOSWORKS 2007

TEGANGAN MAKSIMUM DUDUKAN STANG SEPEDA: ANALISIS DAN MODIFIKASI PERANCANGAN

ANALISA PENGARUH BENTUK PROFIL PADA RANGKA KENDARAAN RINGAN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

Jurnal Teknik Perkapalan - Vol. 4, No. 4 Oktober Yolanda Adhi Pratama 1), Hartono Yudo 1), Berlian Arswendo Adietya 1) 1)

ANALISIS STATIK RANGKA PEMEGANG PERISAI RADIASI PADA ALAT SCINTIGRAPHY MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS

ANALISA BUCKLING TIANG MAST CRANE AKIBAT BEBAN LENTUR MENGGUNAKAN SOFTWARE BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI INTERNAL RAMP SISTEM STEEL WIRE ROPE PADA KM. DHARMA KENCANA VIII DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB III OPTIMASI KETEBALAN TABUNG COPV

ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI INTERNAL RAMP SISTEM STEEL WIRE ROPE PADA KM. DHARMA KENCANA VIII DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

KAPAL JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN

PERANCANGAN TEMPAT TIDUR PASIEN BERBAHAN ALUMUNIUM MENGGUNAKAN CAD. Jl. Grafika No.2, Yogyakarta

ANALISIS CANTILEVER BEAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOLUSI NUMERIK TUGAS KULIAH

PRESENTASI SKRIPSI ANALISA PERBANDINGAN KEKUATAN KONSTRUKSI CORRUGATED WATERTIGHT BULKHEAD

ANALISA STRUKTUR DENGAN METODE ELEMEN HINGGA NONLINEAR

Jurnal FEMA, Volume 1, Nomor 4, Oktober 2013

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

Gambar 2.1 ladder frame chassis

ANALISA POROS ALAT UJI KEAUSAN UNTUK SISTEM KONTAKTWO- DISC DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

DESAIN STRUKTUR DAN ANALISA KARAKTERISTIK KEKUATAN BUCKLING

PENGGUNAAN BRACED FRAMES ELEMENT SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA PORTAL BERTINGKAT BANYAK. Reky Stenly Windah ABSTRAK

Prosiding SENTIA 2016 Politeknik Negeri Malang Volume 8 ISSN:

: Rian Firmansyah NPM : Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknologi Industri Pembimbing : Dr. Rr. Sri Poernomo Sari, ST., MT.

Transkripsi:

KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS KONSTRUKSI SINGLE DAN DOUBLE PADA 18.500 DWT DRY CARGO VESSEL DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM KOMPUTER YANG BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA DITINJAU DARI PENGGUNAAN MATERIAL,HARGA,BIAYA PEKERJA DAN DAYA MUAT KAPAL Sukanto Jatmiko, Candra Sholeh Hermawan Abstrak Konstruksi single dan double shell memiliki kelebihan dan kekurangan dari segi teknis dan ekonomis.dari segi teknis,kekuatan konstruksi double shell lebih baik dibandingkan konstruksi single shell.sedangkan dari segi ekonomis, konstruksi single shell memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan konstruksi double shell. Dalam tugas akhir ini akan dijelaskan tentang analisa beban statis yang dari analisa tersebut akan diketahui karakteristik dan letak tegangan terbesar dari struktur konstruksi single dan double shell berdasarkan skenario variasi kondisi keadaan kapal menggunakan metode elemen hingga.hasil analisa menggunakan program komputer yang berbasis metode elemen hingga pada Dry Cargo Vessel 18.500 DWT menunjukkan selisih nilai faktor keamanan terendah (safety of factor) untuk stress tensor sebesar 3,08 pada konstruksi single shell dan 3,20 pada konstruksi double shell yang terjadi saat kondisi hogging.sehingga dari segi teknis,konstruksi single shell memiliki faktor keamanan yang lebih rendah dibandingkan konstruksi double shell. Hasil perhitungan menggunakan program Microsoft Office Excel menunjukkan bahwa konstruksi double shell menggunakan material plat dan profil 1.379.249,5 kg (54,38%) lebih banyak dibandingkan konstruksi single shell atau setara dengan Rp 13.769.953.250,00.Untuk selisih biaya pekerja senilai Rp 1.613.721.915,00 dan selisih volume ruang muat kapal sebesar 476.078 m 3 Kata kunci : single dan double shell, teknis ekonomis, metode elemen hingga. I. Pendahuluan Profit seringkali dijadikan bottom line (garis dasar) bagi perusahaan kapal dalam mengambil keputusan.biaya material merupakan salah satu komponen yang membentuk biaya terbesar dalam pembangunan kapal. Pemilihan konstruksi kapal dengan menggunakan material yang lebih sedikit untuk meminimasi biaya material dengan memperhatikan rules yang berlaku adalah salah satu opsi yang memungkinkan untuk dilaksanakan. Pada umumnya tender pembuatan kapal baru dapat dimenangkan apabila desain kapal yang dibuat mempunyai nilai teknis dan ekonomis yang lebih baik.pihak pemilik kapal (owner) lebih cenderung memilih desain kapal baru yang lebih murah,kapasitas ruang muat yang lebih besar,biaya perawatan yang lebih murah serta masih memenuhi persyaratan rules yang dipakai.dengan mengurangi jumlah material pembuatan kapal maka dapat menekan biaya produksi kapal. Sehinngga pemilihan konstruksi kapal adalah salah satu faktor yang menentukan harga pembuatan kapal. Pemilihan desain konstruksi kapal merupakan tanggung jawab naval architect yang dtentukan pada tahap concept design.konstruksi single dan double shell mempunyai kelebihan dan kekurangan dari segi teknis dan ekonomis.pertimbangan-pertimbangan dalam menentukan desain konstruksi adalah dari segi teknis memenuhi persyaratan rules yang dipakai serta dari segi ekonomis kapal dapat memberikan income yang lebih besar. Dengan cara membandingkan konstruksi double dan single shell dapat ditentukan seberapa besar selisih jumlah kebutuhan material KAPAL- Vol. 8, No.2, Juni 2011 72

, harga material,biaya pekerja,dan volume ruang muat kapal. Menurut Rules BKI dalam Peraturan Klasifikasi Dan Konstruksi Kapal Laut Baja Jilid II Peraturan Lambung Edisi 2006 Bulk Carrier Vessel diperbolehkan menggunakan konstruksi single shell.sehingga dengan memakai konstruksi single shell maka dapat menekan biaya pembuatan ruang muat kapal.kebutuhan material konstruksi single shell lebih sedikit dibandingkan double shell sehingga mengurangi biaya produksi pembuatan kapal. Hal ini pula yang mendasari penulis melakukan kajian teknis dan ekonomis konstruksi single dan double shell pada 18.500 DWT DCV, yang merupakan sebuah nama proyek pembangunan kapal curah yang sedang dilaksanakan oleh galangan kapal PT. Jasa Marina Indah, Semarang yang di desain oleh PT. PAL Indonesia, Surabaya. II. Permasalahan Pada kajian teknis,penelitian tugas akhir ini akan dibatasi pada analisa kekuatan konstruksi Single Side Sell pada parallel midle body 18500 DWT DCV dengan metode elemen hingga. Peranti lunak yang digunakan hanya sebatas alat pembuat model dan alat perhitungan yang mengunakan program MSC NASTRAN-PATRAN. Perhitungan kekuatan konstruksi kapal meliputi Perhitungan beban, tegangan, modulus dan momen inersia sesuai dengan stándar BKI ( Biro Klasifikasi Indonesia ). Pembahasan hasil analisa hanya untuk kekuatan konstruksi single side shell pada 18500 DWT DCV. Kemudian permasalahan yang timbul apakah dengan desain konstruksi single side shell yang sudah ada pada ruang muat tersebut dapat menahan tegangan yang di berikan oleh muatan di dalamnya dan tegangan yang timbul akibat beban tekanan fluida eksternal yang tegak lurus bidang pelatnya. Kemudian permasalahan berlanjut, sejauh mana kekuatan konstruksi single side shell tersebut dalam menahan berbagai macam beban yang di terima. Atau dengan kata lain penelitian tentang struktur kekuatan konstruksi single side shell 18.500 DWT DCV ini perlu diperhatikan, untuk menentukan : 1. Berapa nilai tegangan maksimum yang terjadi pada sistem konstruksi single side shell 18.500 DWT DCV ini. 2. Letak komponen konstruksi single side shell 18.500 DWT DCV yang paling kritis terhadap pembebanan maksimum. Secara teknis permasalahan yang timbul apakah dengan desain konstruksi single side shell akan mendapatkan nilai kekuatan yang memenuhi peraturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Kemudian secara ekonomis berapakah selisih jumlah kebutuhan material, harga material,biaya pekerja,dan volume ruang muat konstruksi single shell dibandingkan konstruksi double shell menggunakan program Microsoft Office Excel. Atau dengan kata lain penelitian tentang konstruksi double shell 18.500 DWT DCV untuk menentukan nilai teknis dan ekonomis konstruksi single shell dibandingkan konstruksi double shell.. III. Konsep Metode Elemen Hingga Metode elemen hingga adalah suatu metode numerik yang cocok di gunakan dengan komputer digital, dengan metode ini suatu elastik kontinum dibagi bagi (discretized) menjadi beberapa substruktur (elemen) yang kemudian dengan menggunakan matriks, defleksi dari tiap titik (node) akan dihubungkan dengan pembebanan, properti material, properti geometrik dan lain lain. etode elemen hingga telah digunakan secara luas untuk menyelesaikan berbagai persoalan mekanika dengan geometri yang komplek. Beberapa hal yang membuat metode ini favorit adalah karena secara komputasi sangat efisien, memberikan solusi yang cukup akurat terhadap permasalahan yang kompleks dan untuk beberapa permasalahan metode ini mungkin adalah satu satunya cara, tetapi karena analisa elemen hingga merupakan alat KAPAL- Vol. 8, No.2, Juni 2011 73

untuk simulasi maka desain yang sebenarnya diidealisasikan dengan kualitas model desain. Model diharuskan sebisa mungkin mendekati aslinya agar hasil analisa juga mendekati hasil yang real. Tahap Preprocessor adalah tahap dimana dilakukan input input gaya, tumpuan, properti material pada model single dan double shell yang sebelumnya telah dibuat dengan software MSC.PATRAN. Dari tahap ini dihasilkan file.bdf dimana merupakan file bersisi raw data untuk selanjutnya dibaca oleh solver. Tahap Processing adalah tahap dimana raw data (.BDF) dianalisa sedemikian rupa sehingga mengasilkan nilai berupa output nilai tegangan von misses. Pada tahap ini dihasilkan file.xdb dimana file tersebut berisi hasil akhir berupa nilai tegangan arah X,Y dan Z. Tahap penyajian Postprocessing penting dilakukan untuk mempermudah pembacaan hasil tegangan maksimum dan letak terjadinya tegangan maksimun tersebut. Pada tahap ini didapat gambar kontur tegangan maksimum dan letak terjadinya lengkap beserta indeks warna untuk menunjukkan nilai tegangan yang terjadi. IV. Pembahasan Masalah 4.1 Perhitungan Beban Gambar 4.1 Gambar pembebanan pada sisi kapal dibawah sarat P S = 10( T Z ) + P O x 4C f. ( 1 + T Z ) ( kn/m 2 ) Gambar 4.2 Gambar pembebanan pada sisi kapal diatas sarat 20 P S = P O x C f ( kn/m 2 ) (4-3) (10 Z T) (BKI 2006 Vol. Sec. 4. B. 2. 1) dimana, Z = T + ½ (H-T) 1. Kondisi Berlayar Tanpa Muatan P sa = 21,22 kn/m 2 P sb = 106,34 kn/m 2 2. Kondisi Kapal Berlayar dengan Muatan Penuh Beban Dalam (muatan) = 75,15 kn/m 2 Beban luar (hidrostatis) : P sa = 21,22 kn/m 2 P sb = 106,34 kn/m 2 3. Kondisi Hogging Beban Dalam (muatan) = 75,15 kn/m 2 Beban luar (hidrostatis) : P sa = 31,42 kn/m 2 P sb = 155,31 kn/m 2 4. Kondisi Sagging Beban Dalam (muatan) = 75,15 kn/m 2 Beban luar (hidrostatis) : P sa = 24,34 kn/m 2 P sb = 126,41 kn/m 2 (4-1) P O = 2,1.( Cb + 0,7 ).C O. C L. f. C rw ( kn/m 2 ) (4-2) (BKI 2006 Vol. Sec. 4. B. 2. 1) Beban Sisi Kapal diatas garis sarat air. 4.2 Hasil Output result Perhitungan Tegangan Von Mises KAPAL- Vol. 8, No.2, Juni 2011 74

(a.1) Konstruksi Single Shell_Kondisi kapal berlayar tanpa muatan (a.2 ) Konstruksi Double Shell_Kondisi kapal berlayar tanpa muatan (b.1) Konstruksi Single Shell_Kondisi kapal berlayar dengan muatan penuh (b.2) Konstruksi Double Shell_Kondisi kapal berlayar dengan muatan penuh (c.1) Konstruksi Single Shell_Kondisi kapal saat hogging dengan muatan penuh (c.2) Konstruksi Double Shell_Kondisi kapal saat hogging dengan muatan penuh KAPAL- Vol. 8, No.2, Juni 2011 75

4.3.Validasi Hasil Perhitungan (d.1) Konstruksi Single Shell_Kondisi kapal saat sagging dengan muatan penuh (d.2) Konstruksi Double Shell_Kondisi kapal saat sagging dengan muatan penuh 4.4. Perhitungan Kajian Ekonomis Pada Konstruksi Single Dan Double Shell Tabel 4.4. Perhitungan Selisih Penggunaan Material Pada Konstruksi Single Dan Double Side Shell SINGLE DOUBLE MATERIAL Plat 1,045,708.0 2,091,416.0 Profil 111,180.5 444,722.0 Jumlah 1,156,888.5 2,536,138.0 Selisih 1,379,249.5 Tabel 4.5. Perhitungan Selisih Harga Kebutuhan Material Pada Konstruksi Single Dan Double Side Shell HARGA MATERIAL SINGLE DOUBLE Plat 9,934,226,000.0 19,868,452,000.0 Profil 1,278,575,750.0 5,114,303,000.0 Jumlah 11,212,801,750.0 24,982,755,000.0 Selisih 13,769,953,250.0 Tabel 4.6. Perhitungan Selisih Biaya Pekerja Pada Konstruksi Single Dan Double Side Shell BIAYA PEKERJA SINGLE DOUBLE Plat 1,223,478,360.0 2,446,956,720.0 Profil 130,081,185.0 520,324,740.0 Jumlah 1,353,559,545.0 2,967,281,460.0 Selisih 1,613,721,915.0 4.7. Perhitungan Selisih Volume Ruang Muat Konstruksi Single Dan Double Side Shell a) Volume ruang muat konstruksi single side shell = 23.533,272 m³ KAPAL- Vol. 8, No.2, Juni 2011 76

b) Volume ruang muat konstruksi double side shell = 23.057,194 m³ c) Selisih volume ruang muat konstruksi single dan double side shell = 23.533,272 m³ 23.057,194 m³ = 476.078 m³ V. Kesimpulan 1. Nilai terbesar tegangan von mises untuk konstruksi single shell terjadi pada pembebanan kondisi hogging yaitu senilai 76.4 MPa dimana daerah paling kritis terjadi dilokasi node 8126. Tegangan ini aman karena setelah dibandingkan dengan tegangan yield (σyield) bahan berdasarkan rules BKI sebesar 235 MPa memiliki faktor keamanan (safety of factor) sebesar 3.08 (faktor keamanan diatas 1).Sedangkan nilai terbesar tegangan von mises untuk konstruksi double shell terjadi pada pembebanan kondisi hogging yaitu senilai 73.4 MPa dimana daerah paling kritis terjadi dilokasi node 8126. Tegangan ini juga aman karena setelah dibandingkan dengan tegangan yield (σyield) bahan berdasarkan rules BKI sebesar 235 MPa memiliki faktor keamanan (safety of factor) sebesar 3.20 (faktor keamanan diatas 1) 2. Perbandingan tegangan von mises konstruksi single dan double shell. Pada konstruksi single shell kondisi tanpa muatan senilai 66,6 MPa (tegangan von mises) dan 3,53 (safety of factor), pada kondisi muatan penuh muatan senilai 66,4 Mpa (tegangan von mises) dan 3,54 (safety of factor), ), pada kondisi hogging senilai 76,4 Mpa (tegangan von mises) dan 3,08 (safety of factor), ), pada kondisi sagging senilai 72,5 Mpa (tegangan von mises) dan 3,24 (safety of factor). Sedangkan pada konstruksi double shell kondisi tanpa muatan senilai 61,6 MPa (tegangan von mises ) dan 3,81 (safety of factor), pada kondisi muatan penuh senilai 61,5 MPa (tegangan von mises ) dan 3,82 (safety of factor),pada kondisi hogging senilai 73,4 MPa (tegangan von mises ) dan 3,20 (safety of factor),pada kondisi sagging senilai 68,4 MPa (tegangan von mises ) dan 3,44 (safety of factor). 3. Selisih kebutuhan material antara konstruksi single dan double shell pada lambung sisi (side shell ) bagian ruang muat kapal adalah kebutuhan material pada konstruksi double side shell (2.536.138 kg )dikurangi kebutuhan material pada konstruksi single side shell (1.156.888,5 kg ) yaitu 1.379.249,5 kg.jadi konstruksi double side shell membutuhkan material 54,38% lebih banyak dibandingkan konstruksi single side shell. 4. Selisih harga kebutuhan material antara konstruksi single dan double shell pada lambung sisi (side shell ) bagian ruang muat kapal adalah harga kebutuhan material plat dan profil konstruksi double side shell (Rp 24.982.755.000,00) dikurangi harga kebutuhan material plat dan profil konstruksi single side shell (Rp 11.212.801.750,00) yaitu Rp 13.769.953.250,00.Jadi,konstruksi double side shell membutuhkan material dengan biaya 55,12 % lebih mahal dibandingkan konstruksi single side shell. 5. Selisih biaya pekerja antara konstruksi single dan double shell pada lambung sisi (side shell) bagian ruang muat kapal adalah biaya pekerja material plat dan profil konstruksi double side shel (Rp 2.967.281.460,00) dikurangi biaya pekerja material plat dan profil konstruksi single side shell (Rp1.353.559.545,00) yaitu Rp 1.613.721.915,00. Jadi, konstruksi double side shell membutuhkan biaya pekerja 54,38 % lebih mahal dibandingkan konstruksi single side shell. KAPAL- Vol. 8, No.2, Juni 2011 77

6. Selisih volume ruang muat pada konstruksi single dan double shell Adalah volume ruang muat konstruksi Single side shell (23.533,272 m³) dikurangi volume ruang muat konstruksi double side shell (23.057,194 m³ ) yaitu 476.078 m 3 7. Dari hasil analisa yang telah dilakukan Dapat ditarik kesimpulan bahwa secara teknis,konstruksi single shel l memiliki kekurangan yaitu nilai faktor keamanan (safety of factor ) lebih kecil dibandingkan konstruksi double shell.sedangkan secara ekonomis,konstruksi single shell mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan konstruksi double shell Dry Cargo Vessel 18.500 DWT. 9. Tambunan, Sahrudin [2005], Modul Training Patran / Nastran, Departemen Pengembangan Sistem dan Metoda, PT. Dirgantara Indonesia, Bandung. 10. Voundouris, G., Manolis M., and Apostolos P. [2004], Finite element modelling and strength analysis of hold No. 1 of bulk carriers, Dimitris Sevis, pp.1-26. VI. Daftar Pustaka 1. Biro Klasifikasi Indonesia, PT. Persero. [2006], Rules for The Classification and Contruction of Sea Going Stell Ship Volume II: Rules for Hull edition 2006, Biro Klasifikasi Indonesia, Jakarta. 2. Eyres,D.J.[2001]. Ship Construction.Oxford: Butterworth- Heinemann 3. Ghali, A. Dan Neville, A.M. [1978], Structural Analysis, 2 nd. Edition, Chapman and Hall, London. 4. Hidajat, R Lullus Lambang G. [2005], Teori dan Penerapan Metode Elemen Hingga, LPP UNS dan UNS Press, Surakarta. 5. Popov,E.P. [1996]. Mekanika Teknik ed.2.jakarta:erlangga 6. Rosyid, D.M. dan Setyawan, Dony [1999], Kekuatan Struktur Kapal, Pradnya Paramita, Jakarta. 7. Susatio, Yerri [2007], Solusi Elemen Hingga Berbasis Math CAD, ANDI, Yogyakarta. 8. Szilard Rudolph [1974], Theory and Analysis of Plates, Classical and Numerical Methods, Prentice-Hall, Hawaii. KAPAL- Vol. 8, No.2, Juni 2011 78